Siap Mengabdi di Galela

Galela – Malam itu, Kamis (12/12), diantar orang tua dan keluarga, dr Siti Lirih Chumairoh tiba di bandara Soekarno Hatta. Bersama Islamiyah Samaun (Koordinator Klinik MER-C di Indonesia), dokter lulusan Universitas Sebelas Maret Surakarta ini akan menuju Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Ia akan mengabdi sebagai Dokter PTT (pegawai Tidak Tetap) di Klinik Sosial BNI Berbagi – MER-C wilayah Galela menggantikan dr. Dewintha Airene yang telah bertugas selama 1 tahun di sana. Galela adalah wilayah yang pernah mempunyai sejarah kelam akibat konflik. Untuk mencapainya, dibutuhkan perjalanan yang cukup panjang, melalui udara, darat dan laut. Penerbangan dari Jakarta ke Ternate, ibukota Maluku Utara, membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Dari bandara dilanjutkan perjalanan darat ke pelabuhan Kota Baru sekitar setengah jam, lalu naik speedboat sekitar 1 jam ke Sofifi. Dari Sofifi, tim kembali harus menempuh perjalanan darat kembali selama kurang lebih 4 jam atau kira-kira sejauh 200 km dengan kondisi jalan yang berliku-liku masuk hutan keluar hutan hingga akhirnya bertemu Tobelo, ibukota kabupaten Halmahera Utara. Dari Tobelo ke Galela tinggal berjarak 1 jam lagi. Di sinilah Klinik Sosial BNI Berbagi dan MER-C berada, tepatnya di Desa Towara, tempat relawan dokter MER-C setiap tahunnya mengabdi memberikan pelayanan medis bagi masyarakat Galela dan sekitarnya. Program Klinik Sosial di Galela sudah berjalan sejak Oktober 2006. Pelayanan dimulai pada hari Senin Sabtu dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Namun dokter dan SDM klinik harus siap sedia karena malam haripun banyak juga pasien yang datang berobat. Dokter bahkan kadang harus homevisit mendatangi rumah pasien karena pasien yang tidak bisa ke klinik dan harus segera ditolong. Mengabdi sebagai dokter di wilayah terpencil seperti ini memang tidak mengenal waktu, kadang tengah malam dengan cuaca hujan tetap dilakukan untuk menolong warga yang sakit. Selain program di klinik, ada juga program mobile clinic yang rutin dilakukan setiap 1 minggu sekali ke Desa Binaan Klinik. Desa Binaan klinik saat ini adalah desa Limau yang berjarak sekitar 25 km. Desa Limau dipilih karena letaknya jauh dari pusat pelayanan kesehatan dan harus melalui sungai yang jika musim hujan tidak dapat dilewati kare airnya yang meluap. Perjalanan ke desa binaan ini biasa ditempuh oleh dokter dan SDM klinik dengan menggunakan dua motor. Masyarakat desa Limau terdiri dari pemeluk agama Islam dan Kristen. Desa ini adalah merupakan daerah endemis malaria, selain banyak juga ditemukan kasus TB serta kusta. Satu hal yang menjadi perhatian Tim MER-C adalah adanya balita-balita yang mengalami kekurangan gizi. Untuk itu, Tim Klinik akan memadukan kegiatan pengobatan dan posyandu. Tim MER-C merencanakan pemberian makanan bergizi untuk balita yang akan berkerja sama dengan bidan dan kader posyandu setempat setiap 1 bulan sekali. Hingga saat ini sudah 5 relawan dokter MER-C yang ditugaskan secara rotasi ke Galela. dr. Siti Lirih Chumairoh, adalah dokter berikutnya yang siap untuk mengabdi selama satu tahun ke depan di Galela, dimana MER-C dengan masyarakat setempat juga tengah melakukan pembangunan Rumah Sakit.
Ready to Serve in Galela

Galela – On Thursday (12/12), escorted by her parents and family, dr. Siti Lirih Chumairoh has safely arrived at Soekarno Hatta airport. A graduate medical doctor of Sebelas Maret University Surakarta will go to Galela, North Hamahera regency, North Maluku province, along with Islamiyah Samaun (Clinical Coordinator MER-C for Indonesia). Dr Siti will serve as “PTT Doctor” (Temporary Doctor) at Social Clinic of BNI Berbagi with MER-C on Galela region, replacing dr Dewintha Airene that has been on duty for one year. Galela is a region that has dark history due to conflict. To reach the area, it will need a long journey through air, land and sea transports. A flight from Jakarta to Ternate, North Maluku capital, will need around 6 hours of time. From the airport continued by road trip to Kota Bary port would take half an hour, then taking speedboat about 1 hour to Sofifi. The journey has not finished yet, from Sofifi, should take approximately 4 hours road trip or around 200 km, throughout the winding roads, in and out of the woods to finally reach Tobelo, the capital of North Halmahera. From there to Galela is still within 1 more hour. At Towara village, the place of Social Clinic of BNI Berbagi and MER-C, all volunteers of MER-C each year are ready to provide medical service for Galela community and its surroundings. Social Clinic program in Galela has been running since October 2006. Medical service is started from Monday to Saturday on 8 am to 4 pm. However, the doctors and staffs must be ready for service since many patients also come in the night for medical treatment. The doctors sometimes should visit their patients at home due to difficult access to patients’ house and they need help soon. Being a doctor in a remote area does not have fixed time, even it is in a raining-middle of the night, a doctor should help their patients. In addition of a program at the clinic, there is also a routine mobile clinic program which is conducted once a week at the Patronage Village of the clinic. The patronage village of the clinic is a Limau village which is at a distance of 25 km. Limau village is chosen due to its far location from health centre and should go through the river, that is in the rainy season, people could not go over the river due to flooding. A trip to Patronage Village could be reached by the doctors and clinic staffs by two motorcycles. Limau Village community consists of Muslim and Christians. The village itself is an malaria endemic region, many Tuberculosis and leprosy cases have been found. One main thing that become MER-C team focus is malnourished children. Clinical team for that matter will combine medical treatment with integrated health centre in the area. The MER-C team also plans to provide nutriments for toddlers, and it will cooperate with local midwives and integrated health centre staffs once a month. Until now there have been 5 MER-C’s volunteer doctors assigned periodically to Galela. Dr Siti Lirih Chumairoh is the next doctor which is ready to serve for the upcoming one year at Galela, in where MER-C and local community has also been building a hospital.
MER-C Lanjutkan Pembangunan RS Swadaya Masyarakat di Galela

GALELA, MALUT, Selain menjalankan program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza Palestina, MER-C juga sedang membangun RS di wilayah timur Indonesia, tepatnya di Galela, Kab. Halmahera Utara, Maluku Utara. Setelah pembangunan pondasi usai, pembangunan RS ini sempat terhenti beberapa waktu karena dana yang terbatas. Setelah donasi RS mulai bertambah lagi, baik yang dikumpulkan oleh masyarakat lokal maupun yang masuk melalui rekening MER-C dengan amanah khusus RS Galela, pada akhir Maret 2012 pembangunan RS ini dilanjutkan kembali. Sebanyak 7 relawan tukang dikirimkan oleh Divisi Konstruksi MER-C untuk membantu dan mengawasi langsung proses pembangunan. Pembangunan yang dilakukan saat ini rencananya akan dibagi menjadi 3 tahapan. Tahap pertama, pembangunan RS bagian depan. Tahap kedua, pembangunan RS bagian tengah dan tahap ketiga pembangunan RS bagian belakang. Pada tanggal 7 Mei 2012, pembangunan tahap pertama selesai. Antusiasme masyarakat Galela sangat nampak sejak awal pembangunan RS ini. Dengan kehadiran 7 relawan Divisi Konstruksi MER-C, warga Galela pun berdatangan ke lokasi RS untuk menawarkan bantuan baik berupa tenaga maupun materi. Semua ingin berpartisipasi dalam program ini. Pada pembangunan tahap pertama diperoleh tambahan sumbangan berupa batu split untuk cor sebanyak 2 truk dan semen sebanyak 5 sak. Masyarakat juga secara bergantian memberi bantuan tenaga secara sukarela selama proses pembangunan. Ibu-ibu setempat juga tidak mau ketinggalan, mereka turut berpartisipasi memberi bantuan berupa makanan untuk para relawan dan warga yang bekerja di lokasi pembangunan. Saat ini tengah berlangsung pembangunan tahap kedua, yaitu pembangunan bagian tengah RS yang merupakan ruangan rawat inap. Pekerjaan tahap kedua diestimasikan selesai dalam waktu satu bulan ke depan. Keberadaan RS ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Galela karena di sana baru terdapat Puskesmas. Apabila ada masyarakat Galela yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut di RS, maka mereka harus pergi ke Tobelo atau bahkan ke Ternate. Apabila selesai, RS ini akan menjadi contoh sarana kesehatan yang dibangun atas swadaya masyarakat. Mengapa? Pertama, karena tanah RS seluas 4.000 m2 merupakan wakaf dari warga setempat. Kedua, warga juga berperan aktif melakukan penggalangan dana untuk membantu Pembangunan RS yang memang sangat diharapkan oleh warga. Ketiga, selain beberapa relawan tukang yang ditugaskan dari MER-C Pusat, warga juga aktif membantu secara bergotong royong dan bergiliran dari desa ke desa dalam melakukan pekerjaan pembangunan. Semua dilakukan oleh warga dengan ikhlas tanpa berharap imbalan. Bagi Bapak/Ibu/Sahabat yang ingin membantu mewujudkan pembangunan RS bagi masyarakat Galela, Maluku Utara, dapat menyalurkan donasinya melalui: Rekening Donasi Pembangunan RS MER-C di Galela, Maluku Utara: BNI, Cab. Kramat, 0140600983 A/n. Medical Emergency Rescue Committee