MER-C dan Masyarakat Galela Bersama-Sama Bangun RS

Selain pembangunan sarana kesehatan di Gaza (Palestina) dan Rakhine (Myanmar), MER-C juga tengah melakukan pembangunan sarana kesehatan di dalam negeri, tepatnya di sebuah daerah bernama Galela, yang terletak di kabupaten Halmahera Utara, provinsi Maluku Utara. Berbeda dengan pembangunan sarana kesehatan di wilayah lain, pembangunan RS di Galela dilakukan MER-C bersama-sama dengan masyarakat setempat. Sejak awal masyarakat setempat sangat bersemangat dan ikut bergotong royong membantu pekerjaan pembangunan juga penggalangan dana bagi Rumah Sakit ini. Di atas tanah seluas 4.000 m2 wakaf dari salah seorang warga, pembangunan struktur rumah sakit yang tepatnya berada di desa Towara sudah mencapai 70%. Sementara untuk bagian bangunan yang sudah dapat difungsikan baru mencapai 30%. Keberadaan sebuah rumah sakit memang sangat dibutuhkan oleh warga Galela. Hal ini dikarenakan belum terdapat Rumah Sakit di wilayah ini. Apabila masyarakat membutuhkan pengobatan dan penanganan medis lebih lanjut, maka mereka harus menempuh perjalanan ke Tobelo atau bahkan ke Ternate. Dengan donasi yang ada, saat ini pekerjaan pembangunan terus berlanjut berupa plesteran dinding bangunan bagian belakang yang dikerjakan oleh para pekerja dari warga lokal. MER-C bersama-sama masyarakat setempat terus berupaya untuk merampungkan pembangunan dan pengadaan alat kesehatan agar RS Galela dapat segera berfungsi memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Galela dan sekitarnya yang membutuhkan. Dukungan dan donasi Sahabat bagi pembangunan dan pengadaan alat kesehatan RS Galela di Halmahera Utara, Maluku Utara, dapat disalurkan melalui : BNI, 014.060.0983 BCA, 686.033.9933 Mandiri, 124.000.8111990 BNI Syariah, 888.7775.583 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk Orang-orang yang Paling Membutuhkan|
Mobile clinic di Jere – Klinik Galela

Galela – Bulan Maret ini kami merencanakan untuk Mobile Clinic MER-C ke ujung Halmahera Utara yaitu Desa Jere. Untuk mobile clinic kali ini ada dua dokter gigi yang suka rela untuk berpartisipasi, yaitu drg.Herlina (dokter gigi PTT di Puskesmas Soasio) dan drg.Besse (dokter gigi PTT dipuskesmas Kupa-Kupa). Wilayah Jere sendiri sebenarnya masuk ke wilayah puskesmas salimuli untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakatnya untuk dapat sampai ke puskesmas salimuli haru melewati jalan berbatu yang berbukit-bukit dengan jurang disisi sampingnya (ini menurut cerita orang Galela mengenai Jere). Pasien Gigi dan umum saat penobatan di Jere Baru. (ket. Foto) Hari ini Sabtu, 9 Maret 2014, kami berangkat menuju Jere siang nanti. Persiapan untuk berangkat Kami berkumpul di Galela pukul 13.00 WIT dan berangkat pukul 13.55 WIT dari klinik MER-C Galela dengan menggunakan motor. Jalan menuju ke Jere medannya cukup berat sebelum sampai kesana kami harus melalui beberapa desa, dari mulai Limau hingga Jere. Sesampainya di kali Aru kami harus menyebrang kali karena jembatan yang baru dibangun sudah rusak kembali. Baru setelah melewati kali Aru kami sampai didesa Salimuli. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Saluta. Kami sampai di Saluta pukul 16.15 WIT dan rencana awal kami akan ke Jere dari Saluta dengan ketingting menyebrang laut, setelah sampai di Saluta kami tidak mendapatkan ketingting karena ombak bulan ini masih sangat tinggi dan berbahaya sehingga tidak ada jasa penyewaan ketingting yang stand by dipelabuhan Saluta. Akhirnya kami memutuskan lanjutkan perjalanan lewat jalan darat, dimana medan yg harus dilalui sangat sulit. Bismilah… Insya Allah aman. Daerah ini disebut gunung es karena posisinya yg curam, ini dua teman saya drg.Besse dan drg.Herlina (ransel hitam) sedang mendaki jalan. (ket. Foto) Saluta ke Jere lewat jalan darat sama artinya perjalan kesana baru akan dimulai (heheee.. lebayatun ya teh), kenapa?? Karena jalan yang menanjak, menurun, berkelok dan sisi kanan adalah jurang yg tinggi dengan dasar laut lepas ditambah lagi permukaan jalan yg penuh bebatuan. Untuk lebih amannya ketika menanjak kami berjalan kaki dan motor dikendarain dengan pelan. Tapi kami tetap semangat ini pengalaman yang baru untuk kami. Setelah melewati sekian belas tanjakan dan turunan (ga ngitung tepatnya) kami sampai juga didesa Jere Baru pukul 18.45 WIT. Selamat datang di Jere Baru. Jalan menuju rumah Kepala Desa Jere Baru (ket. Foto) Pak Kades memberitahu wilayah Jere kalau sudah tiba malam mati lampu hingga pagi hari. Saya harap untuk saat ini jangan mati lampu dulu karena disini tidak ada Genset dan emergency lamp pun kami tak punya. Setelah istirahat sebentar dan sholat maghrib, pelayanan pengobatan dari MER-C BNI kami bukan pukul 19.30 WIT untuk Jere Baru lokasinya tepat disampin rumah kepala desa setempat. Kedua teman saya pun ikut buka pengobatan gratis atas nama MER-C BNI untuk pasien gigi. Partisipasi masyarakat setempat sangat baik walaupun pengobatan dibuka malam hari, mereka antusias untuk dating ke lokasi. Tidak hanya pasien umum tapi pasien gigi juga lumayan terhitung ada 5 tindakan exo (cabut gigi) yang dilakukan di Jere Baru. Karena ketersedian alat, bahan serta obat yang terbatas untuk pasien-pasien gigi, hanya bias dilakukan 5 tindakan. Pengobatan malam itu kami tutup pukul 22.00 WIT. Alhamdulillah hari ini tidak mati lampu, suatu kebetulan. Mobile Clinic MER-C BNI di Jere Baru (ket. Foto) Dan pagi harinya kami lanjutkan ke desa tetangga yaitu Jere Tua. Jarak dari Jere Baru ke Jere Tua tidak terlalu jauh dengan menggunakan motor hanya sekitar 10 menit. Kami berangkat dari Jere Baru pukul 08.00 WIT kemudian singgah di rumah kepala desa Jere Tua dan membuka pengobatan tepat didepan halaman rumah pak kades ini. Disini kami mulai pengobatan pukul 08.30 dan tutup pengobatan setelah pasien habis semua sekitar pukul 11.30 dan pukul 13.00 kami berangkat pulang ke Galela. Dan tiba di Galela sekitar pukul 19.00. Alhamdulillah perjalanan kami selamat dari berangkat hingga tiba kembali di Galela. Selamat pagi Jere Tua. Dari Atas ke bawah searah jarum jam: Istihad, bu Nur, Wandi, drg.Herlina, dr.Lirih, dan drg.Besse (ket. Foto) Don, bu Nur, Wandi, drg.Herlina dr.Lirih, dan drg.Besse (ket. Foto) Mobile Clinic MER-C BNI Jere Tua (ket. Foto) Kesan kami untuk Jere adalah wilayah yang sangat amat terpencil bahkan untuk listrik saja hanya menyala sampai pukul 7-8 malam kemudian mati lampu hingga pagi hari. Keadaan geografisnya pun sangat sulit ditempuh jika menggunakan motor harus berhati-hati. Jarak puskesmas terdekat dengan Jere sangat jauh. Ini pengalaman yang menyenangkan semoga lain waktu kami bisa ke Jere lagi.
Siap Mengabdi di Galela

Galela – Malam itu, Kamis (12/12), diantar orang tua dan keluarga, dr Siti Lirih Chumairoh tiba di bandara Soekarno Hatta. Bersama Islamiyah Samaun (Koordinator Klinik MER-C di Indonesia), dokter lulusan Universitas Sebelas Maret Surakarta ini akan menuju Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Ia akan mengabdi sebagai Dokter PTT (pegawai Tidak Tetap) di Klinik Sosial BNI Berbagi – MER-C wilayah Galela menggantikan dr. Dewintha Airene yang telah bertugas selama 1 tahun di sana. Galela adalah wilayah yang pernah mempunyai sejarah kelam akibat konflik. Untuk mencapainya, dibutuhkan perjalanan yang cukup panjang, melalui udara, darat dan laut. Penerbangan dari Jakarta ke Ternate, ibukota Maluku Utara, membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Dari bandara dilanjutkan perjalanan darat ke pelabuhan Kota Baru sekitar setengah jam, lalu naik speedboat sekitar 1 jam ke Sofifi. Dari Sofifi, tim kembali harus menempuh perjalanan darat kembali selama kurang lebih 4 jam atau kira-kira sejauh 200 km dengan kondisi jalan yang berliku-liku masuk hutan keluar hutan hingga akhirnya bertemu Tobelo, ibukota kabupaten Halmahera Utara. Dari Tobelo ke Galela tinggal berjarak 1 jam lagi. Di sinilah Klinik Sosial BNI Berbagi dan MER-C berada, tepatnya di Desa Towara, tempat relawan dokter MER-C setiap tahunnya mengabdi memberikan pelayanan medis bagi masyarakat Galela dan sekitarnya. Program Klinik Sosial di Galela sudah berjalan sejak Oktober 2006. Pelayanan dimulai pada hari Senin Sabtu dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Namun dokter dan SDM klinik harus siap sedia karena malam haripun banyak juga pasien yang datang berobat. Dokter bahkan kadang harus homevisit mendatangi rumah pasien karena pasien yang tidak bisa ke klinik dan harus segera ditolong. Mengabdi sebagai dokter di wilayah terpencil seperti ini memang tidak mengenal waktu, kadang tengah malam dengan cuaca hujan tetap dilakukan untuk menolong warga yang sakit. Selain program di klinik, ada juga program mobile clinic yang rutin dilakukan setiap 1 minggu sekali ke Desa Binaan Klinik. Desa Binaan klinik saat ini adalah desa Limau yang berjarak sekitar 25 km. Desa Limau dipilih karena letaknya jauh dari pusat pelayanan kesehatan dan harus melalui sungai yang jika musim hujan tidak dapat dilewati kare airnya yang meluap. Perjalanan ke desa binaan ini biasa ditempuh oleh dokter dan SDM klinik dengan menggunakan dua motor. Masyarakat desa Limau terdiri dari pemeluk agama Islam dan Kristen. Desa ini adalah merupakan daerah endemis malaria, selain banyak juga ditemukan kasus TB serta kusta. Satu hal yang menjadi perhatian Tim MER-C adalah adanya balita-balita yang mengalami kekurangan gizi. Untuk itu, Tim Klinik akan memadukan kegiatan pengobatan dan posyandu. Tim MER-C merencanakan pemberian makanan bergizi untuk balita yang akan berkerja sama dengan bidan dan kader posyandu setempat setiap 1 bulan sekali. Hingga saat ini sudah 5 relawan dokter MER-C yang ditugaskan secara rotasi ke Galela. dr. Siti Lirih Chumairoh, adalah dokter berikutnya yang siap untuk mengabdi selama satu tahun ke depan di Galela, dimana MER-C dengan masyarakat setempat juga tengah melakukan pembangunan Rumah Sakit.
Ready to Serve in Galela

Galela – On Thursday (12/12), escorted by her parents and family, dr. Siti Lirih Chumairoh has safely arrived at Soekarno Hatta airport. A graduate medical doctor of Sebelas Maret University Surakarta will go to Galela, North Hamahera regency, North Maluku province, along with Islamiyah Samaun (Clinical Coordinator MER-C for Indonesia). Dr Siti will serve as “PTT Doctor” (Temporary Doctor) at Social Clinic of BNI Berbagi with MER-C on Galela region, replacing dr Dewintha Airene that has been on duty for one year. Galela is a region that has dark history due to conflict. To reach the area, it will need a long journey through air, land and sea transports. A flight from Jakarta to Ternate, North Maluku capital, will need around 6 hours of time. From the airport continued by road trip to Kota Bary port would take half an hour, then taking speedboat about 1 hour to Sofifi. The journey has not finished yet, from Sofifi, should take approximately 4 hours road trip or around 200 km, throughout the winding roads, in and out of the woods to finally reach Tobelo, the capital of North Halmahera. From there to Galela is still within 1 more hour. At Towara village, the place of Social Clinic of BNI Berbagi and MER-C, all volunteers of MER-C each year are ready to provide medical service for Galela community and its surroundings. Social Clinic program in Galela has been running since October 2006. Medical service is started from Monday to Saturday on 8 am to 4 pm. However, the doctors and staffs must be ready for service since many patients also come in the night for medical treatment. The doctors sometimes should visit their patients at home due to difficult access to patients’ house and they need help soon. Being a doctor in a remote area does not have fixed time, even it is in a raining-middle of the night, a doctor should help their patients. In addition of a program at the clinic, there is also a routine mobile clinic program which is conducted once a week at the Patronage Village of the clinic. The patronage village of the clinic is a Limau village which is at a distance of 25 km. Limau village is chosen due to its far location from health centre and should go through the river, that is in the rainy season, people could not go over the river due to flooding. A trip to Patronage Village could be reached by the doctors and clinic staffs by two motorcycles. Limau Village community consists of Muslim and Christians. The village itself is an malaria endemic region, many Tuberculosis and leprosy cases have been found. One main thing that become MER-C team focus is malnourished children. Clinical team for that matter will combine medical treatment with integrated health centre in the area. The MER-C team also plans to provide nutriments for toddlers, and it will cooperate with local midwives and integrated health centre staffs once a month. Until now there have been 5 MER-C’s volunteer doctors assigned periodically to Galela. Dr Siti Lirih Chumairoh is the next doctor which is ready to serve for the upcoming one year at Galela, in where MER-C and local community has also been building a hospital.
Tim MER-C Pusat Tinjau Pembangunan RS MER-C Galela

Jakarta, 14 Ramadhan 1434/22 Juli 2013 (MINA) – Tim Divisi Kontruksi Medical Emergency Committee (MER-C) Pusat, kembali melakukan peninjauan perkembangan pembangunan Rumah Sakit MER-C di Galela. Dalam kunjungannya, Tim Divisi Kontruksi MER-C disambut oleh wakil bupati Halmahera Utara Dr. Rusman Sulaiman, Ketua Pembangunan RS MER-C Galela H. Arifin Neka, dan tokoh masyarakat setempat. Ir. Faried Thalib, selaku ketua Divisi Kontruksi MER-C menyatakan bahwa walau pun sudah masuk tahun ketiga, MER-C tetap berkomitmen akan menyelesaikan pembangunan RS MER-C Galela tersebut. Faried juga menyampaikan bahwa sebagian besar energi MER-C memang sedang fokus pada proses pembangunan RSI di Gaza, akan tetapi MER-C terus akan berusaha sekuat tenaga menyelesaikan proses pembangunan RS MER-C Galela. “MER-C memang sedang fokus pada proses pembangunan RSI di Gaza, akan tetapi MER-C terus akan berusaha sekuat tenaga menyelesaikan proses pembangunan RS MER-C Galela, untuk itu beliau sangat mengharapkan dukungan dari berbagai pihak di Indonesia dan Galela khususnya,” ujar Faried Thalib. H. Arifin Neka, menyampaikan bahwa, RS MER-C Galela ini akan terus diperjuangkan hingga selesai. “Supaya segera bisa digunakan, terlebih dahulu akan diselesaikan bagian depan RS MER-C Galela itu,” kata Arifin. Ustadz Drs. Marjan Haji Muhammad, selaku tokoh masyarakat setempat, dalam tausiyahnya menekankan kepada masyarakat untuk meningkatkan ibadah di bulan ramadhan terutama membantu selesainya RS MER-C Galela yang sangat dibutuhkan oleh masayarakat Galela. Sebelumnya, Ketua Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, menyampaikan bahwa RS MER-C Galela merupakan bukti dan komitmen MER-C terhadap Galela, di mana pada tahun 2000 Mer-c sempat bertugas saat terjadi konflik horizontal disana. “RS MER-C Galela ini sangat penting, tujuannya agar masyarakat tidak jauh-jauh lagi untuk berobat, walau pun konflik sudah tidak ada, akan tetapi kita tunjukan komitmen kepada masyarakat Galela di mana mereka berharap bahwa relawan kita kembali datang ke Galela”, ujarnya. Pengerjaan RS MER-C Galela di atas luas bangunan 2.800 m2. dipercayakan kepada relawan dari Pondok Pesantren Al-Fatah, Cileungsi seperti yang terjadi dalam pembangunan RS Indonesia di Gaza. “Relawan RS di Galela juga berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah, jadi kerjasama kita bukan hanya di Gaza, akan tetapi juga di Galela,” tambahnya. Menurut laporan MER-C, fokus pekerjaan RS Galela adalah pemasangan rangkap atap baja ringan dan atap RS berwarna biru. Material pembangunan dikirim menggunakan ekspedisi laut dari Jakarta, yang perjalanannya bisa memakan waktu satu bulan. Material terakhir dilaporkan tiba di Pelabuhan Galela akhir Juni lalu. Sehingga pekerjaan pemasangan atap dimulai Juli saat ini. Semua dapat terwujud semata-mata atas pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, juga didukung oleh doa dan shadaqah dari warga lokal, Pemda dan rakyat Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. (L/P01/P015/P02) Sumber : http://www.mirajnews.com/indonesia/7260-tim-mer-c-pusat-tinjau-pembangunan-rs-mer-c-galela.html
MER-C Segera Selesaikan Pembangunan RS Galela

Jakarta, 15 Ramadhan 1434/23 Juli 2013 (MINA) – Tim Medical Emergency Committee (MER-C), segera selesaikan pembangunan rumah sakit di Galela, Maluku Utara. Rumah sakit tersebut ditargetkan bisa selesai tahun depan dengan harapan menjadi rumah sakit yang bisa memudahkan masyarakat sehingga tidak perlu menempuh jarak yang jauh untuk berobat. “Rumah sakit Galela merupakan bukti komitmen kita terhadap Galela, di mana kita sempat bertugas pada tahun 2000 ketika terjadi konflik horizontal di sana,” ungkap Joserizal Jurnalis, Presidium MER-C kepada Mi’raj News Agency (MINA). Setelah sempat terhenti beberapa saat, atas donasi dari masyarakat, RS MER-C di Galela di atas luas bangunan 2.800 m2 memasuki tahap arsitektur. Pengerjaan Rumah Sakit Galela juga dipercayakan kepada relawan dari pesantren Al-Fatah, Cileungsi seperti yang terjadi dalam pembangunan RS Indonesia di Gaza. Seperti RSI Gaza, dalam pengerjaannya RS Galela ini mengutamakan masyarakat. “Kita membangkitkan semangat dan potensi masyarakat dalam pembangunan tersebut,” tambah Joserizal. Menurut laporan MER-C, fokus pekerjaan RS Galela adalah pemasangan rangkap atap baja ringan dan atap RS berwarna biru. Material pembangunan dikirim menggunakan ekspedisi laut dari Jakarta, yang perjalanannya bisa memakan waktu satu bulan. Material terakhir dilaporkan tiba di Pelabuhan Galela akhir Juni lalu. Sehingga pekerjaan pemasangan atap dimulai Juli saat ini. Semua dapat terwujud semata-mata atas pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, juga didukung oleh doa dan shadaqah dari warga lokal, Pemda dan rakyat Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. Sementara itu, Tim MER-C Pusat dengan ketua tim, Faried Thalib sedang berkunjung ke Galela untuk melakukan supervisi pekerjaan atap bangunan. Faried Thalib, Kepala Divisi Konstruksi MER-C itu mengatakan, meski sebagian besar energi MER-C sedang fokus pada proses pembangunan RSI di Gaza, namun MER-C terus akan berusaha sekuat tenaga menyelesaikan proses pembangunan RS Galela ini. (L/P01/P015/P02). Sumber : http://www.mirajnews.com/indonesia/7240-mer-c-segera-selesaikan-pembangunan-rs-galela.html
MER-C Lanjutkan Pembangunan RS Swadaya Masyarakat di Galela

GALELA, MALUT, Selain menjalankan program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza Palestina, MER-C juga sedang membangun RS di wilayah timur Indonesia, tepatnya di Galela, Kab. Halmahera Utara, Maluku Utara. Setelah pembangunan pondasi usai, pembangunan RS ini sempat terhenti beberapa waktu karena dana yang terbatas. Setelah donasi RS mulai bertambah lagi, baik yang dikumpulkan oleh masyarakat lokal maupun yang masuk melalui rekening MER-C dengan amanah khusus RS Galela, pada akhir Maret 2012 pembangunan RS ini dilanjutkan kembali. Sebanyak 7 relawan tukang dikirimkan oleh Divisi Konstruksi MER-C untuk membantu dan mengawasi langsung proses pembangunan. Pembangunan yang dilakukan saat ini rencananya akan dibagi menjadi 3 tahapan. Tahap pertama, pembangunan RS bagian depan. Tahap kedua, pembangunan RS bagian tengah dan tahap ketiga pembangunan RS bagian belakang. Pada tanggal 7 Mei 2012, pembangunan tahap pertama selesai. Antusiasme masyarakat Galela sangat nampak sejak awal pembangunan RS ini. Dengan kehadiran 7 relawan Divisi Konstruksi MER-C, warga Galela pun berdatangan ke lokasi RS untuk menawarkan bantuan baik berupa tenaga maupun materi. Semua ingin berpartisipasi dalam program ini. Pada pembangunan tahap pertama diperoleh tambahan sumbangan berupa batu split untuk cor sebanyak 2 truk dan semen sebanyak 5 sak. Masyarakat juga secara bergantian memberi bantuan tenaga secara sukarela selama proses pembangunan. Ibu-ibu setempat juga tidak mau ketinggalan, mereka turut berpartisipasi memberi bantuan berupa makanan untuk para relawan dan warga yang bekerja di lokasi pembangunan. Saat ini tengah berlangsung pembangunan tahap kedua, yaitu pembangunan bagian tengah RS yang merupakan ruangan rawat inap. Pekerjaan tahap kedua diestimasikan selesai dalam waktu satu bulan ke depan. Keberadaan RS ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Galela karena di sana baru terdapat Puskesmas. Apabila ada masyarakat Galela yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut di RS, maka mereka harus pergi ke Tobelo atau bahkan ke Ternate. Apabila selesai, RS ini akan menjadi contoh sarana kesehatan yang dibangun atas swadaya masyarakat. Mengapa? Pertama, karena tanah RS seluas 4.000 m2 merupakan wakaf dari warga setempat. Kedua, warga juga berperan aktif melakukan penggalangan dana untuk membantu Pembangunan RS yang memang sangat diharapkan oleh warga. Ketiga, selain beberapa relawan tukang yang ditugaskan dari MER-C Pusat, warga juga aktif membantu secara bergotong royong dan bergiliran dari desa ke desa dalam melakukan pekerjaan pembangunan. Semua dilakukan oleh warga dengan ikhlas tanpa berharap imbalan. Bagi Bapak/Ibu/Sahabat yang ingin membantu mewujudkan pembangunan RS bagi masyarakat Galela, Maluku Utara, dapat menyalurkan donasinya melalui: Rekening Donasi Pembangunan RS MER-C di Galela, Maluku Utara: BNI, Cab. Kramat, 0140600983 A/n. Medical Emergency Rescue Committee
Pembangunan RS MER-C di Galela Maluku Utara, Contoh RS Swadaya Masyarakat

Saat ini Divisi Konstruksi MER-C juga tengah melakukan proses Pembangunan RS MER-C di Galela, Halmahera Utara, Maluku Utara. RS ini akan menjadi contoh pembangunan sarana kesehatan yang dibangun atas swadaya masyarakat. Mengapa? Pertama, karena tanah RS seluas 4.000 m2 merupakan wakaf dari warga setempat. Kedua, warga juga berperan aktif melakukan penggalangan dana untuk membantu Pembangunan RS yang memang sangat diharapkan oleh warga. Ketiga, selain beberapa relawan tukang yang ditugaskan dari MER-C Pusat, warga juga aktif membantu secara bergotong royong dan bergiliran dari desa ke desa dalam melakukan pekerjaan pembangunan. Semua dilakukan oleh warga dengan ikhlas tanpa berharap imbalan. Setelah sempat vakum beberapa waktu karena terbatasnya dana, pada akhir Maret 2012 pembangunan dimulai kembali. Pembangunan RS ini berada dibawah pengawasan langsung Divisi Konstruksi MER-C yang juga tengah mengawasi pembangunan RS Indonesia di Gaza Palestina. Bagi Bapak/Ibu/Sahabat yang ingin membantu program Pembangunan RS di Galela, dapat menyalurkan bantuannya melalui: Rekening Donasi Pembangunan RS MER-C di Galela, Maluku Utara: BNI, Cab. Kramat, 0140600983 A/n. Medical Emergency Rescue Committee Terima kasih, semoga pembangunan RS ini akan menjadi amal baik bersama. Program ini didukung Rasil (Radio Silaturahim) 720AM & Pondok Pesantren AlFatah