Bupati KLU Resmikan Masjid Silaturahim di Wilayah Pasca Gempa

Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu SH, meresmikan bantuan masjid yang berada di SMPN 3 Kayangan, desa Gumantar, kec. Kayangan, Rabu/12 Oktober 2022. Masjid yang diberi nama Masjid Silaturahim dibangun atas donasi dari masyarakat Indonesia bagi korban gempa bumi Lombok yang diterima oleh MER-C (Medical Emergency Rescue Committee). Berbagai bantuan medis berupa pengiriman tim secara bergelombang, obat-obatan, bantuan logistik sudah disalurkan oleh MER-C saat awal bencana. Sisa donasi yang ada kini ditunaikan oleh MER-C dalam bentuk pembangunan sarana umum yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga terdampak gempa di KLU, NTB. Bupati KLU menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan dan mengajak guru dan siswa mewujudkan rasa syukur dengan memakmurkan masjid ini agar amal jariyah para donatur bisa mengalir. “Terima kasih kepada saudara-saudara saya dari MER-C yang telah membangun masjid yang cukup indah ini, tinggal kita bersyukur terutama masyarakat sekitar dan warga sekolah di sini dengan memanfaatkan maksimal. Pertama, kita pelihara keramaiannya dengan beribadah supaya amaliah para donatur dan saudara-saudara MER-C bisa terus mengalir. Kedua, pelihara kebersihannya sebagai rumah ibadah,” ujar H. Djohan Sjamsu SH dalam sambutannya. Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Ahmad Maulidi, juga mengucapkan terima kasih dan rasa syukur atas bantuan ini karena sudah lama menanti tempat yang bisa digunakan untuk keperluan ibadah anak-anak didik dan para guru. Sementara itu, MER-C yang diwakili oleh dr. AD Irma Ramdhani selaku Ketua MER-C Cabang Mataram menyampaikan bahwa pembangunan masjid ini dalam rangka menunaikan amanah donasi dari masyarakat Indonesia. Ia juga menyampaikan pesan Presidium MER-C agar masjid yang diberi nama masjid Silaturahim dapat menjadi perekat persatuan umat. “Masjid ini diberi nama Silaturahim agar menjadi perekat persaturan umat. Umat jangan ada pengkotakan yang membuat rapuh persatuan. Kami berharap masjid senantiasa dimakmurkan dengan berbagai aktifitas ibadah baik oleh warga sekolah maupun warga sekitar,” ujar dr. AD. Irma. Masjid Silaturahim dibangun sejak 3 bulan lalu, tepatnya mulai tanggal 1 Juli 2022, sehari setelah acara peletakan batu pertama. Pembangunan dilakukan oleh relawan dari Divisi Konstruksi yang sudah berpengalaman membangun Rumah Sakit Indonesia di wilayah perang dan konflik dunia. Berdiri di atas lahan seluas 200 meter persegi, bangunan masjid memiliki luas 135 meter persegi dengan daya tampung mencapai 160 orang. Kubah masjid didatangkan dari Tulung Agung (Jawa Timur), pusat pembuat kubah yang biasa menerima pesanan dari seluruh Indonesia. Material kubah terbuat dari galvalum yang kedap air dan anti petir. Sementara ubin ruang utama masjid menggunakan granit ukuran 60 x 60 cm. Masjid juga sudah dilengkapi oleh pengeras suara atas dan bawah, lalu toilet dan tempat wudhu yang tersedia untuk laki-laki dan perempuan serta groundtank air dan toren air kapasitas 1.000 liter. Air khususnya air bersih untuk wudhu dan keperluan sehari-hari memang menjadi kendala utama yang dihadapi sekolah dan warga desa selama ini. Warga biasanya mengandalkan air tampungan dari saluran irigasi yang kurang bersih dan jadwalnya tidak teratur. Jika ingin air bersih, maka harus membeli atau berbayar. “Mengebor hingga kedalaman 100 meter pun belum tentu dapat air,” ujar Nur Ikhwan, Site Manager pembanguan masjid Silaturahim. “Alhamdulillah di akhir-akhir masa pembangunan, Allah berikan jalan. Kami mendapat akses air dari pegunungan. Setelah mendapat izin dari pengelola air, kami membeli dan nyambung pipa hingga ke groundtank sekolah dan masjid. Alhamdulillah air bersih sekarang sudah ada untuk dimanfaatkan warga sekolah dan warga desa,” lanjutnya.Selain Bupati, peresmian masjid turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan KLU, Camat Kayangan, Kapolsek Kayangan, Kepala Desa Gumantar, Toga Toma sekitar, Kepala Sekolah dan jajaran guru SMPN 3 Kayangan, Pengurus MER-C Cabang Mataram dan relawan Divisi Konstruksi MER-C.
Meski Terkendala Air, Pembangunan Bantuan Musholla di Lombok Terus Berlanjut

Kayangan, Lombok Utara – Memasuki 1,5 bulan pengerjaan, progress pembangunan musholla di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat mencapai lebih dari 50 persen. Saat ini sedang dilakukan pemasangan begisting dan pembesian atap serta pemasangan instalasi listrik. Site Manager program, Ir. Nur Ikhwan Abadi mengatakan kendala terbesar pembangunan di wilayah ini adalah sulitnya air baik untuk aktifitas pembangunan maupun untuk keperluan sehari-hari. “Air di sini kurang lancar, karena memakai saluran irigasi dan bergantian. Tiap hari Jum’at dan Rabu, air berhenti mengalir karena dialihkan ke kampung lain. Bahkan pernah selama 3 hari air tidak mengalir,” ujar Nur Ikhwan. “Musim kemarau ini mata air mengecil dan warga berebutan untuk mendapatkan air,” lanjutnya. “Alhamdulillah, pada pertengahan Juli lalu, dari Dinas Damkar Pos Kayangan sempat mengirimkan 2.000 liter air gratis ke sini.” Untuk keperluan pembangunan dan kebutuhan sehari-hari, Nur Ikhwan dan Tim membuat tampungan air sementara dengan memakai terpal dan menyediakan tank kapasitas 1.100 liter. Tim juga membuat tampungan untuk mengalirkan air dari atap guna menampung air hujan. “Kami membuat tampungan air dari terpal, seperti yang pernah kami lakukan di Rakhine State, Myanmar karena air di sana juga sulit,” kenang relawan yang pernah bertugas sebagai Site Manager Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State (Myanmar) dan Jalur Gaza (Palestina). Untuk itu, menggunakan donasi yang ada, setelah pembangunan selesai, program selanjutnya adalah pencarian sumber air dan pembuatan sumur untuk mengatasi permasalahan air di wilayah ini. “Kami sudah arahkan teman-teman relawan baik relawan MER-C Cabang Mataram dan relawan pembangunan untuk mencari sumber air dan membuat sumur bagi kepentingan musholla, sekolah dan juga warga sekitar. Mohon doanya semoga rencana ini dimudahkan,” ujar Faried Thalib, salah satu Presidium MER-C yang berlatar belakang insinyur, yang mengomandoi program-program konstruksi MER-C baik di wilayah konflik dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri. Selain melaksanakan tugas pembangunan, para relawan yang semuanya pernah bertugas di Jalur Gaza (Palestina) untuk membangun RS Indonesia, menyempatkan diri untuk memenuhi undangan dari kampung-kampung sekitar. Hal ini dalam rangka bersilaturahmi dan sharing pengalaman melakukan pembangunan RS Indonesia di wilayah terblokade dan rawan agresi tersebut. “Alhamdulillah pada tanggal 21 Juli 2022 lalu, kami bersilaturahmi ke Dusun Karang Langu, Kec. Tanjung, KLU sekaligus sosialisasi dan sharing pengalaman membangun RS Indonesia di Gaza dan di juga di Rakhine State Myanmar dengan warga di sana,” ujar Nur Ikhwan. “Tanggal 7 Agustus kami juga memenuhi undangan ke desa Gerung, Lombok Barat untuk silaturahmi dan sharing pengalaman yang sama kepada warga. Bahkan pada saat itu, turut hadir Bapak Camat Gerung, Sekretaris Camat, dan Tokoh Masyarakat setempat,” imbuhnya. “Kemudian pada tanggal 12 Agustus lalu ini kami juga bersilaturahmi ke Desa Mareje, Lombok Barat, untuk sharing pengalaman kepada pejabat desa, tokoh masyarakat dan juga warga. Kebetulan kami bertemu dengan mahasiswa asal Gaza yang sedang menjalani studi di Universitas Mataram. Kami senang sekali bisa bertemu mahasiswa tersebut yang merupakan satu-satunya warga Gaza di Lombok dan saling berbagi cerita tentang Gaza,” tambahnya. Apabila tidak ada kendala, pembangunan bantuan musholla di Lombok diperkirakan memakan waktu tiga bulan dan diharapkan bisa rampung pada akhir September 2022. Jakarta, 16 Agustus 2022
Manfaatkan Hari Libur, Relawan MER-C di Lombok Bantu Warga Dusun Pansor Daya

Hari Jumat adalah hari libur bagi aktifitas kelima relawan yang tengah menunaikan tugas pembangunan bantuan musholla MER-C di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Pada hari libur Jum’at kemarin (15 Juli 2022) dimanfaatkan oleh relawan untuk bersilaturahmi ke Dusun Pansor Daya. Selain ingin bersilaturahmi dengan warganya, tujuan para relawan datang adalah untuk membantu pembangunan masjid yang sedang berlangsung di Dusun tersebut. “Pada hari libur Jum’at kemarin kami manfaatkan untuk beramal shaleh membantu pembangunam Masjid di Dusun Pansor Daya,” ujar Nur Ikhwan Abadi, relawan insinyur yang dipercaya untuk memimpin pembangunan mushollah MER-C di Kayangan, Lombok Utara. Dusun Pansor Daya berjarak sekitar setengah jam dengan motor dari lokasi pembangunan musholla MER-C yang berada di SMPN 3 Kayangan.
Bangun Musholla, Tim MER-C juga Selenggarakan Qurban di Lombok Utara

Di tengah proses pembangunan bantuan musholla di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB yang sudah berlangsung selama dua pekan, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, Tim MER-C juga mengadakan pemotongan hewan qurban. Hewan qurban sebanyak satu ekor sapi dipotong oleh relawan Divisi Konstruksi MER-C yang tengah bertugas di sana bersama dengan warga sekitar. Pemotongan dilakukan di SMPN 3 Kayangan pada hari Senin, 11 Juli 2022 dan daging qurban langsung dibagikan kepada para guru dan warga sekitar. “Jarang yang berqurban di sini,” ungkap Nur Ikhwan Abadi, relawan insinyur yang memimpin pembangunan bantuan musholla MER-C di Lombok Utara. “Pihak sekolah merasa bersyukur dengan adanya qurban yang diadakan MER-C, begitupun warga sekitar. Sebelumnya mereka merasa takut dengan maraknya PMK. Namun ketika MER-C mengadakan qurban mereka sangat senang dan menyampaikan rasa terima kasih karena memang baik di sekolah maupun di wilayah sekitar sini tidak ada yang berqurban,” tambahnya. “Pihak sekolah merasa bersyukur dengan adanya qurban yang diadakan MER-C, begitupun dengan warga sekitar. Terakhir mereka (pihak SMPN 3 dan warga di sekitarnya) qurban pada tahun 2018. Setelah itu, tidak ada qurban lagi di sini. Baru tahun ini ada lagi ketika tim MER-C menyelenggarakan Qurban. Mereka sangat bersyukur dan berterima kasih,” tambahnya. Sementara itu, program pembangunan musholla donasi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C masih terus berlangsung. MER-C menugaskan lima relawannya dari Divisi Konstruksi untuk melaksanakan pembangunan musholla seluas 135 meter persegi itu. Kelima relawan yang ditugaskan adalah relawan yang sudah memiliki pengalaman bertugas di Jalur Gaza Palestina untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia. Menurut Nur Ikhwan Abadi, pembangunan musholla sudah dalam tahap penyelesaian pengecoran seluruh pondasi yang berjumlah 28 titik. “Pekerjaan selanjutnya adalah pembesian, penyelesaian sloof dan mulai penimbunan. Kita harapkan pembangunan musholla bisa selesai dalam waktu tiga bulan,” ujarnya.
MER-C Mulai Bangun Mushalla di Kabupaten Lombok Utara

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memulai proses pembangunan mushalla di SMPN 3 Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presidium MER-C dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Dikbudpora beserta sejumlah pejabat terkait termasuk Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Kepala KUA Kecamatan Kayangan, Kamis 30/6. “MER-C memiliki kewajiban dan tanggungjawab baik di dunia dan akhirat terhadap setiap amanah yang dititipkan oleh rakyat Indonesia melalui MER-C dan ini adalah uang yang diamanahkan oleh rakyat kepada warga di KLU yang terkena dampak musibah gempa beberapa waktu yang lalu,” ujar Faried Thalib, Presidium MER-C. Dalam sambutanya, Faried Thalib juga menyampaikan harapannya, agar mushalla yang didirikan ini dapat dimakmurkan. “Mushalla ini agar dimakmurkan dan perlu diketahui bahwa fasilitas yang dibangun ini merupakan uang yang diamanahkan melalui MER-C, dan kami berharap, dalam waktu tiga bulan mushalla ini akan segera selesai.” Sementara itu Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara, Adenan menyatakan bahwa rasa syukurnya atas inisiatif MER-C membangun mushalla dan berharap akan ada peningkatan keimanan siswa. “Saya mengucapkan terima kasih atas pembangunan mushala dari bantuan MER-C dengan adanya mushalla ini, insya Allah peningkatan keimanan yang memang sangat dibutuhkan, terutama shalat, mengaji baca Al Qur’an dan akan lebih optimal di mushalla,” ujarnya. Ia juga berharap dengan adanya mushalla ini mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar sehingga dapat bersinergi dengan kegiatan masyarakat.“Kegiatan dengan masyarakat akan nampak lebih bagus dan mendapatkan dukungan yang signifikan dengan adanya mushalla, dan ini merupakan salah satu indikator peningkatan keagamaan akan tinggi, karena Lombok ini terkenal dengan seribu masjid,” harapnya. Pria paruh baya ini juga menjelaskan bahwa, selama dua tahun terakhir ini, pihak Dinas Pendidikan memang belum menganggarkan dana khusus mushala, karena dana yang ada digunakan untuk mengatasi pandemi Covid-19.“Untuk dua tahun terakhir ini, karena adanya pandemi covid -19 jadi banyak kegiatan-kegiatan kita yang tidak bisa anggarkan termasuk pendirian mushala. Karena sebelumnya program untuk itu (pembangunan mushalla) ada,” terangnya. Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Ahmad Maulidi menyatakan bahwa mushala ini akan dikhususkan untuk kegiatan Imtak (iman dan takwa) para siswa SMPN 3 Kayangan.“Rencana kita setelah mushala ini selesai, kegiatan imtak yang akan kita fokuskan, karena selama ini kegiatan imtak untuk siswa dan guru kita masih menggunakan teras depan ruang guru, kepala sekolah dan TU, karena kita tidak punya lokasi untuk kegiatan ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan imtak yang akan dilakukan untuk para guru dan memperbanyak shalat sunnah dan wajib di mushalla tersebut.“Kegiatan imtak kita fokuskan untuk shalat dhuha, dan shalat dzhuhur berjamaah, jadi sebelum anak-anak pulang ke rumah, kita jadwalkan mereka shalat dhzuhur dulu, supaya mereka ketika sampai rumah, bisa langsung istirahat dan membantu orang tua mereka,” imbuhnya. Ia menegaskan bahwa mushala ini bisa digunakan juga oleh warga setempat untuk lebih memakmurkan mushalla ini.“Dari segi ukuran mushala ini sudah cukup untuk menampung jumlah siswa dan guru, kalaupun semua ikut melaksanakan ibadah, insha Allah semua bisa tertampung. Mushalla ini termasuk di lingkungan masyarakat, artinya kalau masyarakat nanti ada yang mau beribadah di luar jam sekolah dipersilakan, sepanjang tetap menjaga kebersihan dan keutuhan mushalla ini,” tutupnya. Mushalla seluas 135 meter persegi ini, juga sudah diukur arah kiblatnya oleh Kementrian Agama, dalam hal ini, KUA Kecamatan Kayangan, pengukuran dilakukan oleh tim ahli dari Kementrian Agama Kabupaten Lombok Timur dan dipantau langsung oleh Sinardi, kepala KUA Kabupaten Kayangan. MER-C Indonesia
Mobile Clinic ke desa Rempek, Dusun Pepandah

Kamis/5 September 2018, Tim Medis MER-C mengunjungi desa Rempek, dusun Pepandah, kec. Gangga yang sebelumnya telah dilakukan assessment. Tim Medis MER-C segera memberikan pelayanan kesehatan untuk mengobati warga desa yang sakit. Sementara Tim Logistik menyerahkan sejumlah bantuan amanah dari donatur kepada warga, diantaranya bantuan terpal, pakaian dan sandal untuk anak-anak. ———————Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulilombok
MER-C Kirim Bantuan Medis dan Kemanusiaan Tahap 2

Satu truk penuh berisi berbagai bantuan untuk disalurkan bagi korban bencana gempa bumi di Lombok, dini hari tadi, Selasa/4 September 2018, diberangkatkan dari Kantor Pusat MER-C di Jakarta. Ini adalah bantuan medis dan kemanusiaan tahap 2 yang dikirim oleh MER-C melalui jalur darat. Sebelumnya pada pertengahan Agustus 2018 lalu, telah dikirimkan juga berbagai bantuan dan perlengkapan untuk pendirian RS Lapangan yang dibawa oleh truk dan mobil double cabin. Pengiriman bantuan dalam rangka menyalurkan donasi amanah dari para donatur yang masuk ke rekening kemanusiaan MER-C. Secara bertahap, sejak awal bencana terjadi, donasi yang ada terus disalurkan dalam bentuk berbagai bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat korban gempa di Lombok. Bantuan yang dikirimkan terdiri dari obat-obatan khususnya syrup untuk anak-anak, cairan-cairan pembersih luka, 500 paket hygiene kit, 400 terpal, 320 selimut, 250 sarung, 100 kasur, 100 handuk, 100 box masker, 200 tempat penampungan air bersih, kain, jilbab, pakaian bayi, mainan anak, serta 150 mushaf Al Qur’an. Perjalanan bantuan diperkirakan akan memakan waktu selama 3 hari untuk bisa mencapai Posko dan RS Lapangan MER-C yang berada di SMPN 3 Kayangan, Lombok Utara. Tim relawan MER-C di lokasi juga telah bersiap menerima kedatangan barang bantuan dengan melalukan assessment ke lokasi-lokasi terdampak gempa untuk mendata lokasi yang masih sangat minim bantuan. Sementara itu, hari ini Tim Lanjutan MER-C yang terdiri dari 9 relawan (4 dokter umum, 2 perawat dan 3 relawan logistik) juga akan bertolak ke Lombok dengan menggunakan jalur udara. Hal ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang MER-C untuk turut serta dalam penanganan bencana di Lombok. Tercatat sebanyak 60 relawan dengan berbagai keahlian telah dikirimkan ke negeri seribu masjid yang kini luluhlantak akibat gempa. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulilombok
Siswa Mulai Belajar di Sekolah Darurat Buatan UAR dan MER-C

Lombok, MINA – Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kayangan, Lombok Utara sudah mulai proses belajar mengajar di sekolah darurat. Pantauan wartawan Mi’raj News Agency (MINA) ke sekolah darurat di lapangan sekolah, Dusun Boyotan Baru, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan pada Senin (3/9), siswa belajar dengan menggabungkan dua kelas menjadi satu. Sekolah Darurat yang dibuat oleh Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) bersama Medical Emergency Rescue Committee (Mer-c) ini sangat dirasakan manfaatnya bagi siswa. Abdul Aziz, Koordinator UAR Posko Gumantar, berharap sekolah darurat ini bisa bermanfaat bagi siswa-siswa korban gempa. “Atas izin dari Kepala Sekolah kami buat ini, harapannya supaya siswa bisa segera kembali ke sekolah, paling tidak menghilangkan trauma mereka pasca gempa,” katanya. Sementara Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Drs. Ilham menyatakan kesyukurannya atas bantuan UAR dan Mer-C. “Alhamdulillah sudah 80% siswa hadir belajar perdana ini, semua berkat bantuan Al-Fatah dan relawan dokter (Mer-C),” katanya. Ilham juga berharap Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) NTB segera memperhatikan fasilitas pendidikan ini. “Kami harap Disdikpora segera turun bantu berikan tenda darurat,” ujarnya. Pasca gempa 7.0 SR, siswa sudah mulai kembali melaksanakan rutinitas belajar seperti biasanya, meskipun menggunakan sekolah darurat menggunakan terpal.(L/B01/B05). Link : https://minanews.net/siswa-mulai-belajar-di-sekolah-darurat-buatan-uar-mer-c/
Kok Keluarga Saya Engga Pernah Dikontrol Kayak Pasien Disini

Ungkapan spontan tersebut sesaat menghentikan aktivitas kami membersihkan luka pasien pasca operasi menyambung tulang kakinya yang patah. Saling lirik, gerakan alis, dan senyum diantara kami seakan menjadi bahasa non-verbal kira-kira siapa yang akan menjawab dan jawaban seperti apa. Dalam kondisi yang sensitif seperti korban bencana, jawaban yang kurang pas bisa berarti konotasi negatif. “Bisa dibawa saja ke pos kami di Gumantar, bu..” satu jawaban netral yang dapat kami berikan mengingat daftar pasien pasca operasi yang harus dikontrol oleh tim juga tidak sedikit dan tersebar di dusun-dusun di Lombok Utara. Dari awal bencana, sekurangnya 11 pasien dioperasi oleh tim bedah MER-C, dengan berbagai tingkat keparahan. Setelah menjalani perawatan di RS Lapangan di halaman RSUD Awet Muda, Narmada, Lombok Barat mereka dipulangkan ke asalnya masing-masing. Sempat timbul kebingungan, kemana pasien-pasien ini akan dipulangkan karena rumah mereka sudah rusak. Akhirnya disepakati mengantarkan pasien ke rumah keluarga mereka atau pos pengungsian dimana sebelumnya domisili mereka. Ya diantar dengan ambulans. Prinsipnya one stop service. Jadi sejak pasien dipulangkan itulah aktivitas perawatan pasca operasi dimulai. Idealnya kegiatan ini melibatkan keluarga membantu petugas medis merawat luka, semisal membersihkan luka dan mengganti perban. Namun luka operasi yang dikategorikan patah tulang terbuka ditambah fiksasi eksterna berupa batangan besi yang menonjol menembus kulit, membuat keluarga merasa ngeri dan kebingungan untuk melakukan perawatan luka pasca operasi. “Melihat luka dan besinya saja saya sudah ngeri, engga sanggup kalau diminta untuk membersihkan,” ungkap keluarga pasien. Untuk itu, salah satu program MER-C di Lombok adalah mobile clinic terjadwal untuk melakukan follow up pasien-pasien pasca operasi. Hal ini sudah dijalankan oleh MER-C sejak menangani pasien korban gempa di Yogyakarta dan Padang Pariaman. Beberapa pasien yang penyembuhannya relatif cepat atau lukanya minimal, segera diberikan alat bantu jalan berupa tongkat (crutches) atau kursi roda. Upaya rehabilitasi juga diajarkan sedini mungkin. Mereka yang belum boleh berjalan, digerakkan secara pasif untuk mencegah kekakuan sendi dan pengecilan massa otot (atrofi). Hingga hari ini, tersisa 5 pasien yang berada di Kec. Kayangan, Kec. Gangga dan Kec. Pamenang yang masih mendapatkan perawatan pasca operasi rutin 2 kali seminggu, Rabu dan Sabtu. Dengan program ini diharapkan angka kesembuhan pasien bisa dijaga tanpa menimbulkan kecacatan, infeksi sekunder bahkan re-operasi. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulilombok
Penyuluhan Ke Murid SMPN 3 Kayangan Di Sekolah Darurat

Kayangan – Kamis/30 Agustus 2018, dr. Laily dan Annisa, SKed, relawan medis MER-C Indonesia memberikan edukasi kepada siswi-siswi SMPN 3 Kayangan, kabupaten Lombok Utara tentang pentingnya kesehatan reproduksi di tenda sekolah darurat. SMPN 3 Kayangan merupakan salah satu sekolah yang rusak parah akibat gempa 7 SR yang menerjang Lombok. Kondisi bangunan sudah tidak layak untuk digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar, bahkan harus segera dirubuhkan karena membahayakan orang yang berada di sekitarnya. Selasa, 28/8/2018, relawan Al-Fatah membangun sekolah darurat sangat sederhana dengan memanfaatkan puing-puing bangunan yang masih bisa dimanfaatkan seperti kayu yang digunakan sebagai tiang penyangga, sementara atap sekolah menggunakan terpal. Di atas sekolah darurat inilah guru dan relawan berusaha merintis kembali aktifitas akademik di SMPN 3 Kayangan yang sudah hampir satu bulan nihil aktivitas belajar mengajar. Meskipun dengan kondisi seadanya guru-guru tampak bersemangat memulai kegiatan belajar mengajar dengan memastikan presensi siswa. Harapannya, siswa yang masih absen pada hari ini, besok bisa diajak untuk hadir meskipun kegiatan belajar mengajar belum bisa dilakukan secara maksimal. Di area SMPN 3 Kayangan berdiri RS Lapangan MER-C Indonesia dan Tenda Relawan Al-Fatah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat korban bencana gempa Lombok. Selain itu, para relawan juga berupaya untuk memberikan edukasi-edukasi kepada masyarakat sekitar terkait permasalahan yang ada sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing. Diawali oleh relawan Al-Fatah, pada Rabu/29 Agustus 2018, memberikan edukasi mengenai Manajemen Bencana, dilanjutkan pada hari Kamis/30 Agustus 2018, relawan medis MER-C Indonesia memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada siswi-siswi SMPN 3 Kayangan. Antusias siswa sangat besar dalam menyerap ilmu yang diberikan. Materi kesehatan reproduksi juga dirasa sangat menarik untuk mereka pahami karena sesuai dengan perkembangan usia, dimana pada usia 12 – 15 tahun mayoritas mereka sudah baligh. Kegiatan diakhiri dengan membagikan bantuan pembalut kepada siswi SMPN 3 Kayangan. (IAK) Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulilombok