MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Badan Pengelola Migas Aceh Serahkan Donasi untuk Palestina kepada MER-C

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyerahkan bantuan untuk rakyat Palestina yang hingga kini masih terus digempur pasukan Zionis Israel, kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebesar 150 juta rupiah. Penyerahan donasi dilakukan langsung oleh Wakil Kepala BPMA Muhammad Najib kepada koordinator MER-C Aceh Ira Hadiati Senin pagi (19/2) di gedung BPMA. Penyerahan bantuan kemanusiaan juga dihadiri oleh para pimpinan sejumlah perusahaan migas yang beroperasi di wilayah Aceh serta disaksikan utusan dari Persatuan Wartawan Indonesia Aceh dan Ikatan Jurnalis Tv Indonesia (IJTI) Aceh. Muhammad Najib mengatakan, pengumpulan donasi dimulai dari keprihatinan para pegawai BPMA atas penderitaan yang dialami masyarakat Palestina akibat Agresi yang dilakukan oleh Zionis Israel. Inisiatif pengumpulan donasi ini akhirnya disebarkan ke sejumlah perusahaan migas lainnya, hingga berhasil mengumpulkan donasi sebesar 150 juta.  Ia berharap, bantuan ini diharapkan akan terus berlanjut dan menular ke perusahaan lainnya mengingat kehancuran yang dialami Palestina sangat besar. Najib mengungkapkan, dipilihnya MER-C untuk menyalurkan bantuan dikarenakan Lembaga Kemanusiaan ini dianggap sudah memiliki komitmen tinggi menangani misi kemanusiaan di Jalur Gaza. MER-C memiliki rekam jejak yang cukup luas dan dikenal amanah dalam menjalankan bantuan kemanusia

Lhokseumawe Peduli Pengungsi Palestina, Sumbang 300Juta

Pemerintah Kota (Pemko Lhokseumawe) bersama Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berhasil mengumpulkan dana bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Palestina di Gaza Utara. Selasa (13/03/2024) serah terima berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Lhokseumawe. Dalam penandatanganan berita acara tersebut, secara simbolis diserahkan dana sumbangan yang telah dikumpulkan sebesar Rp. 300.728.500,- masing-masing sebesar Rp. 40.132.000,-  dari jajaran ASN Pemko Lhokseumawe, Rp. 191.415.000,- dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Rp. 69.181.500,- dari kantor Cabang Dinas Aceh di Kota Lhokseumawe. Penjabat (Pj) Walikota Lhokseumawe A Hanan, SP, MM menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran seluruh ASN Kota Lhokseumawe, Cabang Dinas Aceh Kota Lhokseumawe, dan semua yang memberikan kontribusi dan perhatian khusus terhadap masyarakat Palestina. “Kita doakan sumbangan ini dapat mengurangi sedikit beban daripada rakyat Palestina, semoga menjadi amal jariyah untuk kita semua” harap Pj Wali Kota. Dr. Damanhur, LC, MA relawan MER-C Kota Lhokseumawe sebagai penghubung tim MER-C GAZA sampaikan bahwa bantuan tersebut akan diberikan ke jalur Gaza Utara yang saat ini masih terisolasi. Dr. Damanhur sebutkan seluruh bantuan tersebut diserahkan kepada masyarakat Gaza Palestina, sedangkan biaya operasional para relawan MER-C bersumber dari founder MER-C dan hibah lainnya. “Inilah alasan kita memilih MER-C karena ketepatan dana yang diterima dari masyarakat disalurkan langsung kepada rakyat Palestina” imbuhnya.Saat ini pengungsi tidak punya apa-apa. Bantuan sepiring makanan siang yang diberikan sangat bermakna untuk mereka. Selain tidak punya makanan dan minuman, Damanhur mengungkap pengungsi di sekitar RS Indonesia di Gaza Utara juga memerlukan kasur, tikar, selimut atau pakaian hangat karena Gaza sedang memasuki musim dingin.

Eksklusif dari Gaza Utara : Kondisi RS Indonesia Bantuan MER-C yang Terus Berjalan di Tengah Situasi Gaza Utara yang Memprihatinkan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) terus menyalurkan bantuan masyarakat Indonesia untuk warga Gaza yang saat ini berada dalam situasi yang memprihatinkan akibat agresi Israel sejak 7 Oktober 2023. Warga Gaza saat ini mengungsi di kamp-kamp penampungan, sekolah-sekolah atau tetap bertahan di rumah mereka yang telah hancur. Mereka kekurangan air bersih, makanan, obat-obatan dan kebutuhan dasar lainya akibat tindakan Israel yang melarang masuknya bantuan ke Jalur Gaza. Di tengah situasi ini, MER-C melalui relawannya di Jalur Gaza terus membagikan bantuan secara langsung kepada para pengungsi. Saat ini dua relawan MER-C asal Indonesia Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldila Kurniawan terus melanjutkan program bantuan MER-C di Gaza bagian Selatan. Keduanya bersama para pasien dan tenaga Kesehatan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara serta warga yang berlindung di sana terpaksa mengungsi saat Pasukan Israel menyerang dan menghancurkan Rumah Sakit. Namun MER-C akhirnya kembali terhubung dengan relawan lokal yang masih bertahan di Gaza Utara, setelah sebelumnya wilayah ini terisolasi akibat serangan baik darat maupun udara yang dilakukan oleh pasukan Israel. Sejak 21 Januari 2023, MER-C juga dapat menyalurkan bantuan untuk warga Gaza Utara. MER-C terus melakukan komunikasi dengan relawan lokal di Gaza Utara, menanyakan situasi di sana serta kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh para pengungsi. Berikut up date situasi yang disampaikan relawan lokal MER-C; 1. Bagaimana kondisi di Gaza Utara saat ini? Apakah masih ada tentara Israel dan serangan udara atau darat? Situasi di Jalur Gaza bagian utara saat ini sangat sulit untuk mendapatkan makanan. Masyarakat tidak punya uang untuk membeli bahan pangan dan stoknya sudah hampir habis dalam waktu sepekan. Selain itu, harga bahan pokok juga sangat mahal. Harga sekantong tepung adalah 1.200 shekel, satu kilo daging 120 shekel dan beras per kilo mencapai 20 shekel. Tentara Israel sendiri saat ini telah ditarik sepenuhnya dari Jalur Gaza utara, tetapi serangan udara masih sesekali terjadi. 2. Bagaimana kondisi warga dan pengungsian di Gaza Utara? Sebagian besar masyarakat di Jalur Gaza bagian utara saat ini berada di pusat-pusat penampungan dan sebagian lainnya berada di rumah-rumah. Meskipun kondisinya rusak dan hancur namun mereka tinggal di ruangan yang layak huni. Para pengungsi sangat sulit mendapatkan air dan makanan. Kondisi masyarakat di Jalur Gaza sangat tragis. Kami kesulitasn dalam segala hal. Kondisi kami di pengungsian tidak dapat digambarkan. Penyakit menyebar pada anak-anak dan kami kekurangan makanan.3. Bantuan apa saja yang sangat dibutuhkan warga Gaza di pengungsian saat ini? Semua orang di sini membutuhkan makanan, pakaian dan susu untuk bayi serta pakaian hangat 4. Apakah pembagian bantuan makanan ini dapat dilakukan setiap hari? Ya, saya berusaha menghemat lebih banyak uang, agar bisa membantu lebih banyak saudara-saudara yang mengungsi 5. Apa kendala yang dihadapi relawan lokal dalam pelaksanaan program bantuan makanan ini mulai dari pencarian bahan, pengelolaan dan pembagiannya? Karena harga beras dan daging setiap hari naik dan harga satu kilo daging hari ini mencapai 120 Shekel. Sekarung beras mencapai lebih dari 500 shekel 6. Berapa banyak paket makanan yang biasa dibagikan oleh relawan untuk warga Gaza? Saya sekarang membagikan bantuan sebanyak 500 nampan nasi, namun ini tentu tidak cukup untuk semua pengungsi yang ada di satu sekolah. 7. Kemana saja area distribusi bantuan makanan? Saya membagikan makanan di sekolah dekat RS Indonesia yang menjadi tempat pengungsian, di beberapa daerah padat penduduk di sekitar RS Indonesia dan terkadang di Kamp Jabalia. 8. Bagimana kondisi RS Indonesia saat ini? Rumah sakit Indonesia kini ditutup karena pendudukan Israel dengan sengaja menyabotase peralatan medis, menghancurkan total ruang gawat darurat, merusak lantai tiga, menghancurkan ruangan dokter, membakar generator listrik, menghancurkan saluran listrik dan air. Banyak bagian rumah sakit yang hancur, namun kini ditutup dengan pembatas tanah. Memperbaiki dan memulihkan layananya akan membutuhkan banyak usaha dan dana. 9. Bagaimana kondisi wisma indonesia (Wisma dr. Joserizal)? Bagian dalam hancur, semua barang mulai dari meja, kaca dan pintu rumah semuanya rusak. Bangunan di sebelah utara dibom, mobil rusak parah, listrik dan jaringan air telah dirusak. Hampir semuanya hancur. 10. Berapa rumah sakit yang masih bisa beroperasi di Gaza Utara? Kini terdapat dua rumah sakit yang masih beroperasi di Jalur Gaza bagian utara yaitu Rumah Sakit Kamal Adwan dan Rumah Sakit Al Awda, dengan kemampuan yang tentu sangat tidak memadai. 11. Apa pesan yang ingin disampaikan untuk rakyat Indonesia? Saya ingin menyampaikan pesan dari masyarakat Gaza dan menggambarkan situasi kami kepada Anda, saudaraku. Kami telah mencapai titik di mana Anda akan menangis karena tidak mampu memberi anak-anak Anda satu syikal pun atau menyediakan makanan untuk mereka. Sekarang di Gaza, 100 syikal tidak berarti apa-apa dan hanya cukup untuk satu kali makan karena harga yang mahal. Rakyat di Gaza sedang sekarat karena penindasan dan kesedihan. Kami sedang mengalami keadaan di mana tidak ada yang dapat memahaminya kecuali Allah. Bayangkan seorang lelaki tua mendatangi Anda dan meminta makan siang, Demi Tuhan, inilah puncak kehinaan yang telah kami capai saat ini. Tapi kami bersyukur kepada Allah atas apa yang telah menimpa kami dan kami akan diberi pahala, Insya Allah. Insya Allah kami akan berdiri teguh, bersabar dan memenangkan surga, Insya Allah.  Kami berharap syahid di jalan Allah setiap hari, kami tahu pahala kami di sisi Allah. Semoga Allah memberkati Anda karena telah berdiri di samping kami, mendukung kami dan menyediakan makanan untuk orang-orang di Gaza, dan semoga Allah menjadikan ini sebagai pahala atas perbuatan baik Anda. Apa yang terjadi di Gaza, saudaraku, adalah ujian dari Tuhan bagi seluruh dunia dan Allah akan memberi pahala kepada orang-orang yang berbuat baik, sabar, dan tabah. Insya Allah kami akan meraih kemenangan besar, betapapun hancurnya kami dan telah kehilangan orang yang kami cintai. Alhamdulillah atas segalanya. Anak-anak Gaza telah tumbuh dewasa sebelum waktunya dan kesedihan memenuhi wajah masyarakat karena kurangnya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan perempuan mereka. Ya Allah, Rabb semesta alam, kasihanilah kami. Demikian up date terkini dari relawan kami di Gaza Utara. Mohon doa dari saudara-saudara sekalian semoga relawan MER-C serta seluruh warga Gaza senantiasa dalam lindungan Allah  dan semoga mereka diberi kesabaran atas apa yang sedang terjadi.

Taman Iskandar Muda Serahkan Donasi untuk Palestina dari Masyarakat Aceh Melalui MER-C

Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) menyerahkan donasi dari masyarakat Aceh yang menetap di Jakarta dan sekitarnya, sebesar Rp 401.100.000. untuk rakyat Palestina di Gaza melalui MER-C. Penyerahan secara simbolis dilakukan Ketua Umum PPTIM Muslim Armas didamping Sekretaris Umum PPTIM Yusra Huda kepada Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad di Wisma TIM, Jalan Perahu, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (3/2/2024). Muslim Armas mengatakan, pihaknya menyalurkan bantuan melalui MER-C karena merupakan lembaga yang terdepan dalam membantu masyarakat Palestina.   “Memang ini proses diskusi yang cukup panjang, jadi paling utama kita ingin menyalurkan bantuan ini kepada lembaga yang sudah terbukti, yang sudah eksis. Kita tidak berani menyalurkan kepada lembaga yang ternyata nanti tidak pernah berbuat di Palestina,” kata Armas. Ia juga mengatakan, sebelum rapat Pengurus TIM untuk memutuskan penyaluran dana, mereka mengundang MER-C untuk menjelaskan terkait penyaluran dana ke Palestina. “Kami mendapat penjelasan terkait pendirian Rumah Sakit Indonesia. Salah satu yang juga membuat kita terdorong karena MER-C telah mendirikan Rumah Sakit Indonesia dan waktu itu bantuan dari masyarakat Aceh cukup besar dan ada dua ruangan di Rumah Sakit itu yang diberi nama Teuku Cik Ditiro dan Cut Nyak Dien. Nah ini kita lanjutkan lagi donasi melalui MER-C,” tuturnya.Ia berharap bantuan yang diberikan ini dapat meringankan penderitaan masyarakat Palestina. Ketua Presidium MER-C dalam sambutanya mengucapkan terima kasih dan juga rasa bangga kepada masyarakat Aceh yang telah mengumpulkan donasi untuk warga Palestina. Sarbini mengungkap, hal ini juga pernah dilakukan Provinsi Aceh yang diserahkan Gubernur saat itu, Zaini Abdullah untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia. “Untuk itu bantuan ini akan kami salurkan untuk Pembangunan RS Indonesia yang pada hari ini secara biadab dilumpuhkan oleh Israel. Maka kebiadaban ini harus kita ganti nanti,” ujarnya.“Saya percaya kita semua cinta Palestina, kita semua siap membantu Palestina. Insyaallah genjatan senjata bisa terwujud secara permanen dan insyaallah kita bisa mendapatkan akses ke jalur Gaza,” tambahnya. “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada TIM semoga ini menjadi amal soleh kita bersama, jihad kita bersama,” kata Sarbini. Taman Iskandar Muda merupakan paguyuban masyarakat Aceh yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Paguyuban ini sudah aktif selama lebih dari 70 tahun.

MER-C Terus Salurkan Bantuan Makanan Siap Saji ke Warga Sekitar RS Indonesia di Gaza Utara

MER-C melalui relawan lokalnya di Jalur Gaza bagian Utara kembali membagikan bantuan makanan siap saji kepada warga di sekitar Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara yang saat ini masih terisolasi. “Kami sekarang berada di depan Rumah Sakit Indonesia. Saat ini kami dalam proses pembagian bantuan kemanusiaan yaitu berupa makanan siap saji,” kata salah satu relawan MER-C. Warga di kamp-kamp pengungsi di sekitar RS Indonesia di Gaza Utara mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan masyarakat Indonesia melalui MER-C. “Terima kasih Indonesia, terima kasih untuk bantuan makan siang dari MER-C. Alhamdulillah jumlahnya bisa mencukupi yaitu setiap orang bisa mendapatkan satu piring. Tentunya ini akan sangat bermanfaat bagi kami, membahagiakan kami di tengah keadaan  kami yang seperti ini. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menerima amal anda dan memperbaiki kehidupan anda semua,” kata seorang pengungsi. Pengungsi lain yang juga menerima bantuan mengatakan, saat ini mereka tidak punya apa-apa. Bantuan sepiring makanan siang yang diberikan MER-C sangat bermakna untuk mereka. Selain tidak punya makanan dan minuman, ia mengungkap mereka juga memerlukan kasur, tikar, selimut atau pakaian hangat karena Gaza sedang memasuki musim dingin.   “Terima kasih atas bantuan berupa makanan siap saji ini yang sangat membahagiakan kami. Terima kasih untuk Indonesia, terima kasih untuk MER-C kami dapat merasakan kebersamaan rakyat Indonesia di saat negeri-negeri Arab diam saja atas apa yang menimpa kami. Mudah-mudahan kondisi berat ini segera berubah dan Allah rahmati syuhada kami dan menyembuhkan yang sakit dari kami,” katanya. Saat ini warga Gaza yang bertahan di Jalur Gaza Utara terisolasi di kamp-kamp pengungsian dan rumah mereka yang telah hancur akibat serangan yang dilakukan Israel sejak 7 Oktober 2023 .  

Tim MER-C Berangkat ke Yordania untuk Ikuti Konferensi Pembangunan Kembali Fasilitas Kesehatan Gaza

Senin/5 Februari 2024, Tim MER-C bertolak ke Yordania untuk mengikuti konferensi terkait pembangunan kembali fasilitas kesehatan di Jalur Gaza yang hancur akibat serangan Israel.   Tim yang berangkat terdiri dari tiga orang, yaitu Presidium MER-C Dr. Arief Rachman, SpRad, Relawan MER-C Marissa Noriti, S.Farm dan Relawan MER-C Cabang Medan Kipa Jundapri, S.Kep., Ners., M.Kep. “Insyaallah kita akan berangkat ke Amman, Yordania dalam rangka menghadiri konferensi membangun kembali fasilitas kesehatan di Jalur Gaza. Jadi konferensi ini diikuti berbagai organisasi internasional yang memang mempunyai concern membangun kembali fasilitas kesehatan di Gaza,” kata Marissa, salah satu anggota Tim yang berangkat ke Yordania. Ia mengatakan, di sana Tim akan melakukan kordinasi dengan berbagai pihak, sehingga diharapkan dengan mengikuti konferensi ini bisa membantu membuka jalan pembangunan kembali Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang juga mengalami kerusakan akibat serangan Israel. “Sebenarnya kita ada agenda lain juga yaitu koordinasi dengan berbagai NGO, serta melihat situasi di sana. Kita juga sedang mencari jalan untuk masuk ke Gaza,” ujarnya. Marissa menambahkan, Tim sendiri rencananya berada di Yordania sekitar 1- 2 minggu, kemudian akan menyusun strategi kembali apa yang akan dilakukan setelah konferensi. “Nanti kita atur strategi lagi, apakah kita langsung kembali ke Indonesia atau bagaimana, nanti kita akan putuskan,” katanya.

MER-C kembali Salurkan Bantuan ke Gaza Utara

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui relawan lokalnya di Jalur Gaza Utara kembali menyalurkan bantuan berupa makanan cepat saji untuk warga yang berada di Pengungsian. “Saat ini kami sedang menyiapkan bantuan paket makanan dari masyarakat Indonesia dan MER-C untuk pengungsi kamp Jabaliya yang terisolasi. InsyaAllah setiap harinya akan ada paket makanan untuk para pengungsi di pusat-pusat penampungan,” ujar salah satu relawan MER-C. “Semoga bantuan dari masyarakat Indonesia ini dapat memberikan dukungan kepada kami. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberkahi kalian, juga upaya kalian. Dan kami berharap semoga semakin banyak bantuan yang dapat disalurkan kepada masyarakat yang tengah terisolasi di sini,” tambahnya. Salah satu pengungsi yang menerima bantuan juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan masyarakat Indonesia melalui MER-C ini. “Terima kasih banyak warga Indonesia, kami haturkan ucapan syukur atas upaya baik yang kalian lakukan. Atas izin Allah semua hal ini akan dicatat sebagai amal kebaikan kalian. Kami rakyat Palestina selalu mengharapkan doa dari kalian. Semoga Allah limpahkan keberkahan-Nya dan Allah berikan kami kekuatan melalui bantuan kalian,” ujarnya. Saat ini warga Gaza yang bertahan di Jalur Gaza Utara terisolasi di kamp-kamp pengungsian dan rumah mereka yang telah hancur akibat serangan yang dilakukan Israel sejak 7 Oktober 2023. Dua relawan MER-C asal Indonesia Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan sendiri terpaksa mengungsi ke Gaza Selatan setelah Rumah Sakit Indonesia dikepung dan diserang tentara Israel. Untuk itu, penyaluran bantuan di Gaza Utara saat ini dilakuakan oleh relawan lokal MER-C. Sebelumnya MER-C juga telah menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia di Gaza Utara berupa makanan cepat saji ke pusat-pusat penampungan dan rumah-rumah yang terisolasi di sekitar kamp Jabaliya.

Sempat Sakit, Dua Relawan MER-C di Jalur Gaza Mulai Membaik

Dua relawan MER-C yang saat ini berada di Jalur Gaza, Palestina, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan sempat mengalami sakit sejak Kamis (25/1), namun dalam video yang dikirimkan hari Senin (29/1), mereka mengatakan sudah mulai membaik.   “Kembali lagi dengan kami, relawan MER-C di Gaza, hari ini Senin tanggal 29 Januari 2024, mengingat kondisi kami yang masih sedikit drop, kadang sembuh tapi kadang panas kembali tinggi, juga masih sedikit batuk tapi Alhamdulillah setiap hari semakin membaik,” ujar Fikri. “Tentunya ini berkat doa dari temen-temen semua, kami mengucapkan terima kasih teman-teman yang peduli terus mendoakan kami dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah SWT dan temen-temen juga semoga selalu diberikan kesehatan dan perlindungan oleh Allah SWT,” tambahnya. Fikri juga mengatakan, saat ini gempuran Israel masih terus terjadi. Tapi di wilayah tempat mereka mengungsi sedikit lebih kondusif, tidak banyak mendengar suara serangan. “Doakan semoga kondisi di Palestina ini terus membaik dan semoga ada genjatan senjata. Dan yang diharapkan warga Gaza adalah berakhirnya perang itu sendiri, jadi genjatan senjata tidak hanya bersifat sementara tapi permanen sehingga warga bisa kembali ke rumah masing-masing,” tuturnya. Dua relawan MER-C dibantu relawan lokal terus membagikan bantuan masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui MER-C. Bantuan yang diberikan berupa makanan, baju hangat dan air bersih.

Kami, The Saba dan Barokah Indonesia Sumbangkan Hasil Penjualan Produknya untuk Warga Gaza, Palestina

Dua merek modest wear Indonesia Kami dan The Saba bersama dengan Barokah Indonesia menyumbangkan hasil penjualan produknya untuk warga Palestina di Jalur Gaza, yang saat ini telah lebih dari 100 hari berada di bawah serangan brutal Israel. Hasil penjualan diserahkan kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada hari Jumat (26/1) oleh founder Kami, The Saba dan Barokah Indonesia di Kantor MER-C, di Jakarta. “Senang uluran tangan kita bisa sampai ke sana walau sekecil apapun. Karena kalau lihat update di sosial media kan Subhanallah, perjuangan bantuan untuk masuk juga susah dan MER-C juga pasti sudah melakukan apa yang bisa dilakukan dari dalam, jadi semoga Allah jaga terus tim MER-C semua tim relawan,” kata founder Kami, Istafiana Candarini dan Afina Candarini serta Maghfira Maulania dari The Saba saat diwawancara usai serah terima donasi Menurut mereka, apa yang terjadi di Palestina saat ini bukan untuk warga Gaza, karena mereka memang dilahirkan dengan kualitas iman yang kuat dan sudah mengalami ini bertahun-tahun. “Apa yang terjadi justru cobaan untuk kita. Jadi sekarang waktunya sama-sama kita berdoa, menyebarkan awareness (kepedulian) yang diperlukan, supaya banyak orang aware apa yang terjadi di sana. Ini belum berakhir,” ujar mereka. Mereka juga mengutip pesan dari Ketua Presidium MER-C sebelumnya Almarhum dr. Joserizal Jurnalis yang mengatakan perjuangan ini sampai akhir hayat, perjuangan seumur hidup. Kami sendiri sudah berdiri sejak tahun 2009 yang saat ini telah memiliki 26 toko offline yang tersebar di sejumlah wilayah mulai Aceh sampai Sulawesi. Kemudian selama masa agresi yang terjadi di Palestina terbentuk The Saba yang mengeluarkan produk jilbab dengan disain bertema Palestina. Sebagai bentuk kepedulian, merek fesyen ini sudah beberapa kali menyumbangkan keuntungan penjualan produknya untuk warga Gaza, Palestina, melalui MER-C.

Peduli Palestina, Bosowa Salurkan Donasi Lewat MER-C

Sebagai bentuk kepedulian terkait situasi tekini di Palestina, perusahaan swasta nasional, Bosowa, menyalurkan donasinya melalu Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Penyerahan bantuan ini dilakukan oleh CEO Bosowa Subhan Aksa dan diterima langsung Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad. Subhan Aksa berharap apa yang diberikan dari Bosowa ini dapat diterima langsung masyarakat Palestina dan membantu mengurangi beban mereka yang kini berada di tengah perang dan harus mengungsi dengan situasi sulit. “Kami menyalurkan sumbangan melalui MER-C, karena kami merasa ini salah satu jalur sumbangan yang diberikan perusahan Bosowa dan juga karyawan Bosowa dengan harapan sumbangan tersebut dapat langsung diterima masyarakat yang membutuhkan di Palestina dan menjadi salah satu langkah kami untuk dapat meringankan beban yang dihadapi oleh teman-teman atau masyarakat yang ada di Palestina,” ujarnya. MER-C melalui dua relawannya di Jalur Gaza terus menyalurkan donasi yang diberikan masyarakat Indonesia untuk membantu warga Gaza yang saat ini berada di pengungsian. Bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji, baju hangat. air bersih dan wc darurat.Israel terus melakukan serangan gencar di Jalur Gaza di mana setidaknya 26.257 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, dan 64.797 orang terluka sejak 7 Oktober, menurut otoritas kesehatan Palestina. Serangan Israel telah menyebabkan 85% penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60% infrastruktur di wilayah kantong tersebut rusak atau hancur, menurut PBB.

Silahkan bertanya?