Militer Israel Tak Henti Melanggar Hukum Kemanusiaan Internasional

Siaran Pers “International humanitarian law is a set of rules that seek to limit the effects of armed conflict. It protects people who are not or no longer participating in hostilities and restricts the means and methods of warfare” – International Committee of the Red Cross Penyerangan langsung di kompleks Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Jalur Gaza, Sabtu/7 Oktober 2023, seakan semakin menguatkan bahwa dalam perang Israel – Palestina, Hukum Kemanusiaan Internasional tidak pernah menjadi pertimbangan Israel. Dalam serangan ini sebagian gedung RS Indonesia mengalami kerusakan. Wisma dr. Joserizal Jurnalis yang menjadi tempat tinggal relawan MER-C mengalami dampak serupa. Kendaraan yang terparkir di depan wisma bahkan terbakar dan mengalami kerusakan berat. Dalam insiden ini, satu staf lokal MER-C cabang Gaza syahid akibat ledakan. Serangan serupa juga diarahkan di pelataran RS An Nasr di Khan Younis, Gaza Selatan yang menghancurkan ambulans serta melukai beberapa staf medis dan masyarakat awam. Kaidah perlindungan yang termaktub dalam Hukum Kemanusiaan Internasional, untuk mencegah korban dari personel medis, suplai alat kesehatan, rumah sakit dan ambulans; lagi-lagi dilanggar untuk kesekian kalinya. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia sangat menyayangkan timbulnya korban dari pihak medis dan mendukung seruan Kementerian Kesehatan di Gaza kepada dunia Internasional untuk menjamin keamanan dan keselamatan tenaga dan aset kesehatan selama konflik berlangsung. Jakarta, 7 Oktober 2023 Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C Indonesia Bantuan dan Donasi untuk Amanah RS Indonesia di Gaza, Palestina: Rek. No. 686.0153678 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.8111.925 Bank MandiriRek. No. 700.1352.061 Bank Syariah Indonesia (BSI)Rek. No. 358.000.1720 Bank Muamalat Indonesia (BMI)Rek. No. 033.501.0007.60308 Bank Rakyat Indonesia (BRI)Rek. No. 1000.209.400 Bank Mega Syariah (BMS) Semua Rekening Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee
Serangan Udara Israel Menyasar RS Indonesia, Staf Lokal MER-C Syahid

Serangan udara Israel menyasar RS Indonesia yang berada di Jalur Gaza, Palestina, Sabtu/7 Oktober 2023. Satu staf local MER-C, Abu Romzi, yang tengah berada di dekat lokasi syahid akibat serangan tersebut. Kabar duka disampaikan oleh Farid, salah satu relawan MER-C yang masih berada di Jalur Gaza. “Kami sedang berada di wisma dr. Joserizal Jurnalis, tiba-tiba terdengar ledakan yang kuat sekali. Ternyata tembakan roket dari pesawat tempur Israel jatuh dekat sekali dengan lokasi kami dan menghancurkan mobil operasional MER-C yang berada di depan Wisma dr. Joserizal Jurnalis,” ucap Farid. “Abu Romzi, staf local MER-C yang tengah berada di dekat ambulans menjadi korban syahid dan dilarikan ke RS Indonesia,” lanjutnya. Serangan juga membuat kerusakan di Wisma dr. Joserizal Jurnalis, tempat tinggal relawan yang berada di dalam area RS Indonesia. Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, mengutuk serangan brutal Israel ke Jalur Gaza yang menyasar Rumah Sakit. “Kami mengutuk serangan Israel ke Gaza yang menyasar Rumah Sakit!” ujar Sarbini. Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas syahidnya staf local MER-C, Abu Romzi yang sudah bertugas sejak tahun 2011 dan warga Gaza lainnya yang turut menjadi korban akibat serangan brutal Israel ke Jalur Gaza. “Kami meminta agar perbatasan Gaza segera dibuka untuk masuknya bantuan internasional ke Jalur Gaza,” tambahnya. Lebih lanjut Sarbini mengatakan agar Pemerintah Indonesia dapat segera mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan sidang darurat terkait hal ini. Jakarta, 7 Oktober 2023 Bantuan dan Donasi untuk Amanah RS Indonesia di Gaza, Palestina: Rek. No. 686.0153678 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.8111.925 Bank MandiriRek. No. 700.1352.061 Bank Syariah Indonesia (BSI)Rek. No. 358.000.1720 Bank Muamalat Indonesia (BMI)Rek. No. 033.501.0007.60308 Bank Rakyat Indonesia (BRI)Rek. No. 1000.209.400 Bank Mega Syariah (BMS) Semua Rekening Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee
Ketua Presidium MER-C Desak Israel Hentikan Pengrusakan terhadap Situs Suci Keagamaan di Jerusalem
Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, mendesak Israel untuk menghentikan pengrusakan terhadap situs-situs suci keagamaan di Jerusalem. Hal ini disampaikannya merespon rilis laporan dari Pemerintah Palestina dan Ketua Komite Kepresidenan Tinggi Palestina untuk Urusan Gereja yang menyatakan telah terjadi peningkatan kejahatan dan serangan sistematis Israel terhadap situs suci dan orang-orang Kristen serta muslim di Jerusalem. “Kami menerima laporan bahwa selama pendudukan Israel berkepanjangan, orang-orang Kristen Palestina telah menderita dari kebijakan dan praktik diskriminatif Israel, termasuk penyitaan tanah secara ilegal, perampasan properti, pembatasan kebebasan beribadah, serangan terhadap tempat-tempat suci, selain penganiayaan dan pelecehan terhadap personel keagamaan. Tindakan ini terjadi setiap hari, tidak hanya kepada warga muslim Palestina, namun juga warga Kristen di sana,” ujar Sarbini. Lebih lanjut Sarbini mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan tersebut, sejak awal tahun ini orang-orang Kristen Palestina telah menyaksikan tingkat permusuhan dan serangan yang meningkat secara mengkhawatirkan oleh pemukim Yahudi ekstremis, termasuk pelecehan fisik dan verbal, vandalisme dan serangan terhadap gereja setiap hari. Semua tindakan ini bahkan di bawah pengawasan dan dorongan pejabat dan pasukan Israel. “Dalam menghadapi situasi yang semakin mengkhawatirkan di Jerusalem, kami mendesak pemerintah Israel untuk segera menghentikan tindakan kekerasan dan melindungi Jerusalem sebagai kota suci 3 agama, menghormati keragaman agama dan kebebasan beribadah di wilayah tersebut,” tambah Sarbini. Menurutnya, kejahatan Israel yang menargetkan situs suci keagamaan dan umat beragama di sana, jika dibiarkan dapat menyulut perang agama lebih besar yang akan mengancam perdamaian dunia. Hal ini dikarenakan Jerusalem memiliki makna yang sangat penting bagi berbagai agama di dunia, baik Islam, Kristen maupun Yahudi. Situs-situs suci keagamaan di kota ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi yang harus dihormati seluruh umat manusia. Untuk itu, Sarbini juga menyerukan kepada warga dunia, para Pemimpin-pemimpin negara, tokoh-tokoh lintas agama, komunitas, Lembaga dan siapapun yang cinta kemanusiaan dan perdamaian untuk memberikan desakan serupa kepada Israel, agar dapat memberikan tekanan yang lebih besar kepada Israel.
Ketua Presidium MER-C Kutuk Serangan Israel ke Jenin

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad peringatkan Israel agar segera menghentikan serangannya ke kamp pengungsi di Jenin, Tepi Barat. Hal ini disampaikan Sarbini menyusul eskalasi serangan pasukan pendudukan Israel yang terus meningkat dan telah menimbulkan korban sipil berjatuhan, termasuk anak-anak. Berdasarkan data terkini, serangan agresif Israel ke Jenin yang mengerahkan sekitar 1.000 tentara telah menyebabkan sedikitnya 10 warga Palestina meninggal dan 100 lainnya mengalami luka-luka. “MER-C mengutuk keras serangan militer Israel ke kamp pengungsi Jenin. Kami meminta Israel agar segera menghentikan serangan dan menarik mundur seluruh pasukannya. Hal ini untuk mencegah korban sipil yang lebih banyak,” ucap Sarbini. Pimpinan Lembaga kegawatdaruratan medis untuk kemanusiaan dan perdamaian ini juga meminta Dewan Keamanan PBB agar mengadakan rapat darurat untuk menghentikan serangan Israel. Lebih lanjut menurut Sarbini, Dewan Keamanan PBB perlu mengirim pengamat untuk mengawasi proses ini. “Dewan Keamaan PBB perlu mengirimkan tim pengamat untuk mengawasi serta memastikan Israel menarik mundur pasukannya dari kamp Jenin dan tidak memulai serangannya kembali,” ujar Sarbini.
Ketua Presidium MER-C Berikan Orasi pada Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina

Ketua Presidium MER-C Indonesia, dr. Sarbini Abdul Murad, memberikan orasi pada acara Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina yang digelar oleh Aqsa Working Group (AWG) di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Senin/29 Mei 2023. Dalam orasinya, Sarbini menyampaikan dua hal yang menurutnya perlu diperjuangkan bersama untuk Palestina. “Pertama, adalah memperjuangkan tanggal 15 Mei, yaitu Hari Nakba menjadi hari libur nasional di Indonesia,” ujar Sarbini. Menurutnya hal ini merupakan tanggung jawab rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina. Artinya rakyat Indonesia mengingat pengusiran rakyat Palestina. “Ini akan kita perjuangkan terus, semoga tahun depan 15 Mei bisa menjadi hari libur nasional,” harapnya. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa hal kedua yang perlu diperjuangkan untuk Palestina adalah adanya kurikulum sejarah tentang Palestina. Hal ini menurutnya agar penderitaan, pengusiran, penindasan terhadap bangsa Palestina akan menjadi sejarah yang diingat terus oleh generasi penerus dan pelajar-pelajar Indonesia, sehingga mereka mempunyai energi dan semangat untuk berjuang membebaskan Palestina. Pada kesempatan tersebut, Sarbini juga mengecam kekerasan yang terjadi di Tepi Barat dan di Jalur Gaza yang menurutnya diakibatkan oleh koalisi antara ultra nasionalis dan pemerintah Israel. Bahkan beberapa hari lalu, salah satu Menteri Israel, Itamar Ben-Gvir melakukan provokasi di Baitul Maqdis. Oleh sebab itu, di hadapan ratusan peserta Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina, Sarbini mengajak agar rakyat Indonesia yang mempunyai tanggung jawab sejarah dan tanggung jawab konstitusi untuk terus mengingat bahwa ada satu negara yang sampai hari ini belum merdeka. “Kita harapkan, kita perjuangkan bersama sehingga Palestina merdeka sama seperti kita bangsa Indonesia,” pungkasnya. Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina digelar untuk mengecam pertemuan Kabinet Pemerintahan Benjamin Netanyahu dan klaim Perdana Menteri Israel tersebut atas seluruh Yerusalem yang dipandangnya sebagai ibu kota abadi Israel dan tidak terbagi. Turut hadir memberikan sambutan dan orasi pada Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina diantaranya adalah HE. Dr. Zuhair SM Al Shun (Duta Besar Palestina untuk Indonesia), KH. Yakhsyallah Mansur, MS. (Pembina Utama Aqsa Working Group), Dubes Bunyan Saptomo (Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI), dan Astrid Nadya Rizqita (President OIC Youth Indonesia).
MER-C Safari Kemanusiaan ke PDIP terkait Palestina

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, terus melanjutkan “Safari Kemanusiaan untuk Mendukung Kemerdekaan Palestina”. Setelah bertemu dengan berbagai Tokoh Lintas Agama, Pejabat Pemerintahan dan Ormas, Selasa (23/5), Sarbini bertemu dengan Ketua DPP PDI-P Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME, Prof. Dr. H. Hamka Haq, M.A di Kantor DPP PDI-P, Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan dalam rangka membangun koalisi besar untuk menghadapi Israel dan juga mencapai kemerdekaan Palestina. “Ini adalah komunikasi awal. Kita ingin merangkul semua elemen anak bangsa, membangun koalisi besar untuk membela Palestina. Kita lihat komitmen PDI-P untuk Palestina cukup besar, untuk itu kita bertemu dengan Prof. Hamka Haq,” ujar Sarbini. Ia berharap dengan koalisi besar, sehingga ada sisa-sisa sejarah Palestina sebagai satu-satunya negara peserta Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang belum merdeka bisa diperjuangkan bersama. Sementara itu, Prof. Dr. H. Hamka Haq, M.A yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi), sayap organisasi PDI-P, menyambut positif safari kemanusiaan MER-C. “Ini sangat positif dan perlu diteruskan,” kata Hamka. Ia juga menegaskan bahwa hal tersebut sejalan dengan perjuangan ideologis Bung Karno yang hingga kini terus diperjuangkan oleh PDI-P. Lebih lanjut Hamka mengatakan bahwa selama ini banyak yang keliru bahwa perjuangan membela Palestina adalah perjuangan keislaman. Meskipun ada emosional keagamaan namun perjuangan membela Palestina merupakan perjuangan kemanusiaan dan perjuangan kebangsaan. Untuk itu, Hamka meminta agar safari kemanusiaan MER-C bisa lebih dari sekedar hanya bersafari. “Itu tadi permintaan saya, jangan hanya safari keliling-keliling, tapi organisasi atau lembaga yang dikunjungi diajak bersatu dalam satu lembaga bersama untuk solid memperjuangkan Palestina,” lanjutnya. Hal ini menurutnya, agar perjuangan tidak bersifat sporadis, namun bisa menjadi sebuah kekuatan yang besar. “Jalan satu-satunya membentuk panitia bersama. Mari kita kerjasama. Kita adakan pertemuan berkala untuk membahas isu-isu masalah Palestina,” imbuhnya. Dalam kesempatan tersebut, Sarbini juga menyampaikan pandangannya bahwa bangsa Palestina mempunyai harapan besar kepada bangsa Indonesia. Ia berharap Indonesia sebagai bangsa yang besar bisa lebih berperan dalam persoalan Palestina, yaitu menjadi penengah dan menyatukan faksi-faksi yang ada di Palestina. “Indonesia mempunyai kemampuan untuk itu dan PDI-P bisa masuk mendamaikan faksi-faksi yang ada di Palestina,” ungkap Sarbini. Turut hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Ketua PP Bamusi lainnya, yaitu Ulfah Mawardi, Nu’man Bashori, Indah Nataprawira, Irvansyah dan Yudi Sutarno.
Ketua Presidium MER-C: Hari Nakba Jadikan Kurikulum

Dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C meminta kepada Pemerintah RI agar sejarah tentang Nakba dimasukkan ke dalam kurikulum sejarah di tingkat sekolah menengah. Tujuannya adalah agar siswa-siswi Indonesia memahami bahwa sampai saat ini masih ada salah satu negara peserta Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 yang belum mendapatkan kemerdekaan, bahkan justru semakin tertindas oleh penjajah. Negara itu adalah Palestina. Hal ini disampaikan Sarbini pada acara seminar Peringatan hari Nakba ke-75 Tahun yang diselenggarakan oleh Aqsa Working Group (AWG) di Aula Munif Chatib, Cibubur, Bekasi, Kamis/18 Mei 2023. Di samping itu, Ketua Presidium MER-C juga menyerukan agar ada koalisi besar di segala elemen anak bangsa untuk menghambat pergerakan kelompok-kelompok pro-Israel yang berupaya mendorong Pemerintah RI untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Indikasi ini sudah semakin terang-benderang dengan banyaknya pelajar Indonesia yang dikirim ke Israel untuk sekolah di sana. Selain itu, ada hubungan perdagangan Indonesia-Israel secara tertutup. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa jika Pemerintah RI tidak tegas dalam hal ini, akan terjadi perubahan opini masyarakat dalam melihat penjajahan Israel di Palestina. Ia juga mengusulkan kepada Pemerintah agar tanggal 15 Mei atau hari Nakba dijadikan hari libur nasional sebagai bentuk pertanggungjawaban konstitusi yang menghendaki terhapusnya penjajahan di atas dunia.Seminar bertajuk “Peringatan Hari Nakba, Momentum Gaungkan Dukungan atas Nestapa Bangsa Palestina Akibat Penjajahan Zionis Israel” turut dihadiri oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Zuhair Al Shun sebagai pembicara kunci bersama para narasumber dari dalam dan luar negeri, yakni Atallah Hanna (Uskup Agung Gereja Yerusalem), Issa Amro (Advokat & Aktifis Palestina), Muhammad Sahrul Murajjab (Fungsional Diplomat Madya di Direktorat Timur Tengah Kementerian luar Negeri RI), Dr. Abdul Muta’ali (Akademisi Dosen FIB UI), dan A. Syalabi Ichsan (Redaktur Republika).
Serangan Israel Rusak Fasilitas di RS Indonesia

Israel terus membombardir Jalur Gaza, Palestina. Bahkan pada hari ke-5, Sabtu/13 Mei 2023, serangan ini turut merusak fasilitas Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Kerusakan disebabkan oleh bom dan rudal yang ditembakkan jet-jet tempur Israel yang membidik beberapa target di sekitar area RS Indonesia. “Kerusakan cukup serius terjadi pada beberapa fasilitas RS Indonesia di Jalur Gaza bagian Utara akibat pasukan pendudukan Israel yang membidik beberapa daerah yang berdekatan dengan RSI pada pagi hari kelima agresi di Jalur Gaza,” ungkap Farid, salah satu relawan Indonesia di Gaza melalui pesan singkat yang dikirimkan ke MER-C Pusat Jakarta. Tampak plafond-plafond di sejumlah ruangan RS Indonesia berjatuhan berikut kabel -kabel instalasi RS. Relawan dan pihak manajemen RS Indonesia masih mendata kerusakan yang ada. Sementara, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sejak hari pertama agresi, Selasa/9 Mei 2023 lalu, sedikitnya 33 warga Palestina termasuk wanita, anak-anak dan lansia terbunuh, serta 150 orang lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah korban turut dibawa dan ditangani di RS Indonesia.Bahkan pada hari sebelumnya serangan udara Israel yang menyasar sebuah rumah dikabarkan juga menyebabkan kerusakan pada RS yang berada di dekatnya, yaitu RS Syuhada Al Aqsa. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, mengecam agresi Israel kepada warga Gaza serta serangan di sekitar fasilitas kesehatan. “Kami mengecam agresi Israel kepada rakyat sipil Gaza dan serangan yang merusak fasilitas Kesehatan yang dilindungi oleh hukum internasional. Kami meminta PBB, OKI dan dunia internasional untuk segera menghentikan kejahatan Israel yang membabi-buta,” ucap Sarbini. Ia juga menyatakan siap mengirimkan Tim Relawan ke Jalur Gaza apabila eskalasi serangan dan jumlah korban terus meningkat. “Apabila diperlukan, kami siap mengirimkan Tim ke Jalur Gaza!” pungkasnya.
MER-C Open Letter to Organization of Islamic Cooperation (OIC) Regarding the Israeli Attack

May 10th, 2023 HE. Hissein Brahim TahaSecretary GeneralOrganization of Islamic CooperationIn Jeddah, Kingdom of Saudi Arabia Subject: MER-C Open Letter to Organization of Islamic Cooperation (OIC) Regarding the Israeli Attack Your Excellency, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia is a humanitarian and peace emergency medical organization. One of MER-C’s long-term humanitarian missions is in Palestine. In Palestine, particularly in Gaza Strip, with the prayers and support of the Indonesian people, we have established a health facility named RS Indonesia. RS Indonesia, located in Bayt Lahiya, Northern Gaza Strip, has been built since 2011 and is still being developed according to the needs of the Gaza population. In addition to providing support in the form of humanitarian aid, MER-C also strives to provide support in the form of Humanitarian Politics. MER-C is committed to continue accompanying and supporting the Palestinian people’s struggle until they attain their independence. As it is evident to all of us, during the last sacred month Ramadhan, Israel has carried out an attack on the Palestinian worshippers at Al-Aqsa Mosque and launched airstrikes on Gaza Strip. Children, women, and the elderly were also attacked and many of them have been arrested. This brutal and inhumane action continues and seems to have become the routine agenda of the Zionists. What Israel is doing not only hurts the Palestinian people, but also Muslims around the world. And most recently, on May 9th 2023, Israel again launches airstrike to several area in Gaza Strip. According to the Palestinian Ministry of Health, only on that day, at least 15 Palestinians were murdered, including 4 children and 4 women, and 20 others were injured during the ongoing Israeli aggression on Gaza Strip. Therefore, the OIC (Organization of Islamic Cooperation), as an organization which initial establishment was driven by the concerns of Islamic countries about various issues faced by Muslims, especially after the burning of part of Al-Aqsa Mosque on August 21, 1969, should be the strongest party in opposing Israel’s arbitrary actions against the Palestinian people and Al-Aqsa Mosque. The OIC should be a powerful force that Israel must take into account if it truly fulfills its commitment to its establishment, which is to enhance Islamic solidarity among member countries, to coordinate cooperation among member countries, to support international peace and security, to protect Islamic holy sites, and to assist the struggle of the Palestinian people. However, we are aware and disappointed that some Islamic countries are normalizing their relations with Israel, which contradicts the existing commitments. Therefore, we request the OIC to return to the initial spirit of its establishment and its commitment to Palestine to take decisive action, and to take more strategic steps to prevent Israel from repeating its humanity crimes. We hope that our open letter will be taken into consideration by HE Secretary General of OIC. Yours sincerely,MER-C Indonesia Sarbini Abdul MuradChief Presidium
MER-C Mengutuk Israel atas Penyerbuan ke Al Quds

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mengutuk keras aksi keji Israel yang kembali melakukan penyerbuan ke Al-Quds saat bulan Ramadhan. Sebagaimana diketahui, pasukan keamanan Israel pada Selasa malam hingga Rabu dini hari (4-5 April 2023) menyerbu Masjidil Aqsa dan menembakkan gas air mata, granat kejut dan juga peluru baja berlapis karet kepada para jamaah warga negara Palestina baik pria, wanita, orang tua dan anak-anak yang tengah beribadah di masjid suci umat Islam tersebut. Penyerangan ini mengakibatkan banyak warga Palestina yang tengah menunaikan itikaf Ramadhan di Masjid Al Aqsa terluka dan ratusan lainnya ditangkap. “Kami prihatin dan mengutuk keras tindakan Israel yang kembali menyerang warga Palestina yang sedang beribadah di masjid Al Aqsa. Tindakan ini telah menodai bulan suci Ramadhan dan menyakiti umat Islam seluruh dunia,” ujar Sarbini. Ia mengatakan MER-C sudah memberi peringatan sejak awal sebelum Ramadhan agar Israel menghormati bulan suci ini dan tidak membuat gaduh di Al Quds. Tapi untuk kesekian kalinya Israel melanggar itu semua. Israel kembali mempertontonkan kepongahan, melakukan kejahatan kemanusiaan, melabrak semua aturan yang ada. Lebih lanjut ia menyerukan agar Israel segera menghentikan semua kebrutalannya, membebaskan para jamaah yang ditahan dan memberikan akses bagi umat muslim di Palestina untuk beribadah di Masjid Al Aqsa. Sarbini juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak menekan Israel. Begitupun dengan negara-negara OKI untuk bersama-sama menekan Israel. Hal ini untuk mencegah eskalasi konflik meningkat dan meluas.