MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Konferensi Pers Bersama MER-C, AWG, KISDI:Jangan Lengah, Tolak Timnas Israel

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) bersama AWG (Aqsa Working Group) dan KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) kembali menggelar Konferensi Pers Bersama “Jangan Lengah, Tolak Timnas Israel”, Rabu/29 Maret 2023. Konferensi Pers diadakan di Kantor Pusat MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat dan bertujuan untuk menguatkan gerakan penolakan Timnas Israel serta terus mendorong pemerintah untuk berani menolak kedatangan Timnas Isarel sesuai dengan amanat konstitusi RI. Dalam pernyataannya, Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad menyampaikan pandangannya yang menyayangkan sikap ragu Presiden RI, Joko Widodo, dalam memutuskan penolakan terhadap Timnas Israel. “Sama-sama kita telah mendengarkan pernyataan Presiden, beliau ragu untuk menolak Timnas Israel. Keraguan Presiden yang kita sayangkan. Kami fikir bahwa beliau sebagai anak biologis Bung Karno, sudah sepatutnya dan selayaknya untuk mengikuti langkah-langkah yang dilakukan Bung Karno pada tahun 60 an lalu,” ujar Sarbini “Presiden harus kuat, harus berani dan harus yakin. Karena aspirasi masyarakat hari ini berkembang untuk menolak Timnas Israel, jadi sebenarnya Bapak Presiden punya amunisi dan argumentasi yang cukup untuk menolak Timnas Israel,” lanjutnya. Sarbini juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak-pihak yang telah tegas dan berani menolak Timnas Isarel. “Kami mengapresiasi terutama Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah menolak Timnas Israel untuk bermain di Bali. Kami juga mengapresiasi teman-teman dari PDIP yang benar-benar menjadikan Bung Karno sebagai rujukan. Kami bangga kepada mereka yang secara tegas menolak Timnas Israel. Kepada elemen anak bangsa, PKS, Muhammadiyah, MUI, kemudian tokoh-tokoh dari NU dan masyarakat yang lain. Kami mengapresiasi keberanian tersebut,” tambahnya. Menurutnya, pihak-pihak yang mencoba untuk mengatakan bahwa jangan menyatukan olah raga dengan politik adalah orang-orang yang minus argumentasi dalam menolak Timnas Israel. “Kepada anak bangsa yang tidak setuju dengan apa yang kami lakukan, cobalah perhatikan dengan baik bagaiamna penderitaan saudara kita di Palestina. Jangan kita campur baurkan hal-hal yang tidak perlu di dalam perjuangan ini,” ungkapnya. Sementara itu, Presidium AWG (Aqsa Working Group), M. Anshorullah, menyatakan bahwa penolakan Timnas Israel adalah ujian bagi komitmen anti penjajahan bangsa Indonesia sesuai konstitusi. “Penolakan terhadap Timnas Israel adalah konsekuensi Indonesia menaati konstitusi. Hal ini akan menaikkan harga diri Indonesia serta membuktikan Indonesia tidak bisa tunduk kepada kekuatan asing yang ingin memaksakan kehendaknya,” jelas Anshor. Penolakan terhadap Timnas Israel juga menurutnya bukan baru dilakukan mendekati waktu Piala Dunia U-20. “Sejak awal kabar Timnas Israel akan dijamin kehadirannya di Indonesia pada Juni 2022, penolakan sudah kami lakukan,” ujarnya. Ia juga memaparkan konsekuensi jika Timnas Israel datang ke Indonesia adalah bendera Israel akan dikibarkan, lagu kebangsaan Israel akan diperdengarkan. “Padahal, sebagai informasi, lirik lagu kebangsaan Israel termuat seruan hanya untuk bangsa Yahudi (rasis). Pada bait terakhir Hatikvah menyebutkan bahwa bangsa Yahudi bercita-cita untuk merdeka di tanah mereka: Sion dan Yerusalem. Padahal Presiden Jokowi sendiri telah menentang klaim Israel bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel,” tambah Anshor. Ia menambahkan bahwa Timnas Israel ditolak bukan karena salah Gubernur Bali, MUI atau ormas-ormas yang berdemonstrasi, ataupun Palestina dan lainnya, namun karena salah negara Israel sendiri yang menjajah Palestina, menjadi negara rasis, membunuhi dan memenjarakan anak-anak dan wanita yang tak berdosa, dsb. Presidium AWG ini juga mengingatkan agar jangan sampai penolakan terhadap Timnas Israel membuat bangsa Indonesia menjadi bertengkar sendiri saling menyalahkn bahkan terpecah belah karena apabila ini terjadi, maka tujuan Israel telah berhasil. Ketua KISDI, H.M. Mursalin juga memberikan pernyataan senada bahwa meluasnya penolakan tim sepakbola Israel ke Indonesia dalam kegiatan Piala Dunia U-20 merupakan bukti keinginan masyarakat untuk taat berkonstitusi. Namun ia mengingatkan bahwa yang ditolak adalah Timnas Israel bukan Piala Dunia U-20. “Yang perlu digaris bawahi di sini adalah yang ditolak Timnas Israelnya bukan Piala Dunia U-20. Sehingga Indonesia harus menjadi tuan rumah sesuai ketetapan, namun tanpa kehadiran Timnas Israel di Indonesia,” kata Mursalin. “Posisi Indonesia terkait Israel juga memiliki kekhasan bahkan sudah mensejarah dan termaktub dalam konstitusi seperti sikap anti penjajahan israel terhadap Palestina. Dan fakta Indonesia mempunyai Permenlu No. 3/2019 yang tidak membolehkan menerima negara penjajah Israel di tempat resmi, secara resmi, tidak boleh mengumandangkan lagu kebangsaan serta mengibarkan bendera Israel atau mengenakan atribut-atribut apapun terkait Israel,” jelasnya. Lebih lanjut Mursalin menambahkan bahwa KISDI menilai FIFA tidak peka. “FIFA seharusnya tahu jika Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik. Seharusnya mereka mencari solusi, yaitu khusus grup yang ada tim Israel mainnya di Singapura, bukan di Indonesia,” lanjutnya. “Jargon FIFA ‘jangan campuradukkan politik dengan olahraga’ itu sudah digugurkan sendiri oleh FIFA dengan adanya keputusan FIFA yang mencoret Rusia dari perhelatan kualifikasi Piala Dunia 2022 di Qatar karena invansi Rusia ke Ukraina yang hanya baru satu tahun,” pungkasnya.

MER-C Salut dan Apresiasi Sikap Tegas Gubernur Bali Tolak Timnas Israel

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad memberikan apresiasi yang tinggi atas sikap tegas Gubernur Bali, Wayan Koster, yang menolak Timnas Israel bertanding di Pulau Dewata pada ajang Piala Dunia U-20, tanggal 20 Mei – 11 Juni 2023 mendatang.    Apresiasi ini disampaikan oleh Sarbini menyusul surat yang dilayangkan Gubernur Bali kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, No. T.00.426/11470/SEKRET, yang berisi penolakan Timnas Israel bertanding di Bali, satu dari 6 provinsi di Indonesia yang ditunjuk menjadi tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Alasannya, kebijakan politik Israel terhadap Palestina tidak sesuai dengan kebijakan politik Pemerintah Indonesia. “Kami salut dengan Gubernur Bali yang secara tegas menolak Timnas Israel untuk bertanding di Bali dimana konstitusi dan anti penjajahan menjadi dasar penolakannya. Ini langkah tepat yang patut diapresiasi,” ujar Sarbini. Lebih lanjut Sarbini mengungkapkan bahwa surat dari Gubernur Bali agar bisa menjadi perhatian dan pertimbangan Presiden RI. Ia juga berharap sikap ini bisa diikuti oleh Gubernur lainnya di Indonesia sehingga bisa menguatkan Presiden dalam bertindak dan membuat keputusan. Sikap menolak Timnas Israel menurut Sarbini bukan berarti Indonesia anti Yahudi, namun menunjukkan bahwa Indonesia anti terhadap penjajahan. “Penolakan kita ke Timnas Israel bukan berarti kita anti Yahudi. Ini penting dicatat dan digarisbawahi bahwa kita menolak Timnas Israel bukan karena anti Yahudi, namun karena Israel bangsa penjajah dan bangsa apartheid kepada bangsa Palestina,” tegasnya. Untuk itu, Sarbini mengingatkan bahwa sudah sepatutnya bangsa Indonesia sebagai bangsa yang lama mengalami penjajahan oleh Belanda dan Jepang, maka kita mesti mengobarkan semangat anti penjajahan.  “Apabila Indonesia memberikan izin ke Timnas Israel dengan dalih apapun, berarti kita kalah dengan bangsa penjajah!” pungkasnya.

MER-C Ingatkan Israel Tidak Buat Gaduh di Bulan Ramadan

Sebentar lagi bulan Ramadhan akan segera datang. Bulan mulia penuh berkah yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia, termasuk umat Islam di Palestina baik di Jalur Gaza maupun Tepi Barat. Memasuki bulan suci Ramadhan, MER-C merasa perlu mengingatkan agar Israel menghormati bulan suci dengan tidak melakukan kekerasan dan kegaduhan di Masjid Al-Aqsha dan sekitarnya serta memprovokasi kekerasan di seluruh wilayah Palestina. Hal ini disampaikan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, Ahad/19 Maret 2023. “Seperti yang kita ketahyui bersama, seperti sudah menjadi ritual pada bulan suci Ramadhan, Israel memprovokasi kekerasan di Palestina. Untuk itu, memasuki Ramadhan tahun ini yang tinggal beberapa saat lagi, kami mencoba mengingatkan Israel untuk tidak melakukan provokasi dan kekerasan kepada warga Palestina,” ujar Sarbini. “Kami minta Israel agar menghormati bulan Ramadhan. Janganlah merusak kesucian dan kekhusyukkan umat muslim khususnya di Palestina dalam menunaikan ibadah bulan Ramadhan,” lanjutnya. Sarbini mengatakan jika Israel melakukan provokasi dan tetap melancarkan aksi kekerasannya, maka bangsa Palestina tidak akan tinggal diam. Tindakan Israel pasti akan dibalas dengan perlawanan yang setimpal dari rakyat Palestina dimana hal ini akan menimbulkan eskalasi meluas yang bisa menimbulkan korban jiwa dan luka. “Apabila Israel terus membuat kegaduhan dan kekerasan, eskalasi meluas dan korban berjatuhan, MER-C siap mengirimkan relawan medis untuk mengurangi korban yang berjatuhan,” tegasnya.

Berawal Dari Tugas Sekolah, Naufal Galang Donasi untuk Bantu Palestina

Berawal dari tugas sekolah untuk membuat sebuah project Primary Years Programme (PYP), Naufal seorang murid kelas 6 SD Paradisa Cendekia di Bekasi, tertarik memilih tema tentang konflik Palestina – Israel. Ia pun mulai mencari tahu lebih dalam salah satunya dengan mewawancara Tim MER-C untuk melengkapi data dan presentasinya tentang konflik ini. Selain fokus menyelesaikan tugas sekolahnya, keprihatinannya dengan kondisi yang terjadi di Palestina membuat Naufal tergerak untuk mengadakan aksi nyata. Ia pun melakukan penggalangan dana untuk Palestina dengan membuat kotak donasi. “Saya tidak bisa menghentikan perang ini karena saya hanya anak kelas 6 SD. Saya hanya bisa membantu, caranya dengan berdonasi,” ucap Naufal saat menyambangi Kantor MER-C bersama kedua orang tuanya untuk menyerahkan donasi bagi Palestina, Sabtu/18 Maret 2023. “Tapi insya Allah, bisa saja saat saya besar nanti bisa menjadi orang yang dapat menghentikan perang itu,” tambah Naufal. Ia berharap donasi ini bisa membantu teman-temannya di Gaza, Palestina. “Semoga donasi ini bisa sedikit membantu teman-teman di Gaza Palestina sehari-hari supaya tidak kesusahan. Donasi bisa berupa uang atau barang. Barang misalnya dibelikan mainan untuk mereka main, selimut buat mereka bisa tidur lebih nyaman atau perlengkapan sekolah atau makanan dan minuman,” harap Naufal. Menurutnya, donasi total sebesar Rp 9.103.500,- dikumpulkan selama 2 minggu. Ia menggalang donasi ke sesama teman-teman di sekolah, teman-teman di luar sekolah, orang tua siswa dan juga keluarga. Puncaknya pada acara PYP Exhibition, disamping melakukan presentasi project tak lupa Naufal juga menaruh kotak donasi buatannya di booth-nya. Sementara itu, Luly Larissa (Ketua Divisi Penggalangan Dana) dan Rima Manzanaris (Manajer Operasional) yang menerima donasi mewakili MER-C menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Naufal. “Keren dan luar biasa apa yang sudah Naufal lakukan. Di usianya yang masih sangat belia, dia sudah menaruh perhatian besar pada isu konflik Palestina – Israel dan mempresentasikan dengan sangat baik pada saat exhibition lalu dimana kami juga berkesempatan hadir. Ia juga sudah menunjukkan kepedulian dan aksi nyata untuk membantu Palestina,” ujar Luly. Luly menjelaskan, MER-C sendiri mempunyai dua program untuk Gaza Palestina yang sudah berjalan selama belasan tahun sejak 2009, yaitu program pembangunan RS Indonesia dan program Kemanusiaan Gaza. “Sesuai harapan Naufal tadi, maka donasinya akan kami salurkan untuk program kemanusiaan Gaza. Setiap tahun secara rutin kami menyalurkan donasi dari para donator untuk program bantuan Ramadhan berupa paket sembako dan ifthar, bantuan paket sekolah, bantuan musim dingin, dan juga program qurban,” jelas Luly.

Tak Berani Tolak Timnas Israel, Pemerintah Setengah Hati Dukung Kemerdekaan Palestina

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, tanggapi pernyataan Ketua Ketua Umum PSSI, Erick Thohir yang mengatakan akan menjamin keamanan Timnas Israel U-20 dalam gelaran Piala Dunia U-20 2023 mendatang. Sebagai pimpinan Lembaga yang salah satu fokusnya mendukung kemerdekaan Palestina, menurut Sarbini pernyataan ini mengindikasikan bahwa Pemerintah RI setengah hati dalam upaya mendukung kemerdekaan Palestina.   “Pemerintah tutup telinga dengan keinginan masyarakat Indonesia,” ujar Sarbini. “Sikap pemerintah yang tak berani menolak Timnas Israel mengindikasikan bahwa Pemerintah setengah hati mendukung kemerdekaan Palestina dan menghindar bila ada kepentingan nasional yang terganggu,” lanjutnya. Ia menambahkan bahwa sebagai sahabat Palestina seyogyanya Indonesia konsisten dengan apa yang pernah dilakukan oleh Bung Karno terhadap kontingen Israel.  “Sejarah mencatat pembelaan bangsa Indonesia terhadap Palestina sudah sejak awal bangsa ini merdeka. Bung Karno pernah mencontohkan. Sikap politik luar negeri Indonesia juga selalu menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Jadi, seharusnya kita tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dengan menolak Timnas Israel, menolak eksistensi Israel, sesuai dengan amanat UUD 1945,” pungkasnya.

MER-C: Hentikan Kekerasan terhadap Warga Palestina

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mengecam aksi penyerangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina, di Huwara, Nablus, Tepi Barat, Ahad/26 Feb 2023. Penyerangan yang disertai pembakaran rumah-rumah, mobil serta properti warga Palestina di wilayah tersebut telah menyebabkan sebelas orang warga Palestina meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.  “Kami terus mengamati perkembangan situasi di Palestina, baik Jalur Gaza maupun Tepi Barat. Kami mengecam penyerangan dan tindakan kekerasan yang masih terus dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina tanpa mengindahkan hukum-hukum internasional. Bahkan tindakan ini dilindungi oleh aparat keamanan Israel dan pemerintahan mereka,” ujar Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad. Sarbini meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) untuk memberikan sanksi tegas terhadap Israel dan menekan pemerintah Israel agar dapat menjaga kondusivitas bagi warga Palestina dari teror pemukim Israel. “Kita semua warga dunia yang cinta terhadap perdamaian dan kemanusiaan harus terus mengawal dan menyuarakan hal ini hingga Israel menghentikan aksi brutalnya terhadap warga Palestina yang akhir-akhir ini terus meningkat,” ucapnya.

Dr. Sarbini : Kemerdekaan Palestina Harga Mati yang Harus Kita Perjuangkan Bersama

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina adalah harga mati yang harus diperjuangkan bersama. Ia juga mengingatkan bahwa dalam membela dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina harus mempunyai nafas panjang dan komitmen yang tinggi. Hal ini dikatakan Sarbini saat menjadi narasumber pada acara Sarasehan Penutupan Bulan Solidaritas Palestina yang digelar Aqsa Working Group (AWG), Selasa/29 November 2022, di Aula Buya Hamka, Masjid Raya Al Azhar, Jakarta. Sarbini yang berbicara sebagai narasumber ke-2 dengan tema “Membela Palestina, Membela Kemanusiaan”, mengharapkan kepada semua pihak untuk bisa berperan pada bidangnya masing-masing. Hal ini dikarenakan masalah Palestina sangat kompleks dan merupakan masalah kemanusiaan sehingga menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya umat muslim. Ia pun mengatakan dalam membantu Palestina, lembaga yang dipimpinnya saat ini, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebagai sebuah NGO mencoba mengambil focus bidang kemanusiaan dan merupakan program jangka panjang. “Bagi MER-C, Palestina adalah program abadi, permanen dan berkepanjangan dan kontinu. Pada awalnya kami berfikir ini suatu yang impossible. Bagaimana kita bisa melakukan aksi yang nyata di Palestina, padahal kita nun jauh dari sana. Tapi aksi dan kegiatan kemanusiaan harus menjadi prasasti abadi hubungan kedua bangsa,” papar Ben, sapaan akrab Sarbini, menjelaskan alasan MER-C membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. “Oleh sebab itu, kita mencoba untuk bisa bersinergi dengan semua elemen, termasuk tokoh-tokoh agama. Kita jadikan persoalan Palestina bukan hanya masalah umat Islam, tapi masalah kemanusiaan yang semua kita punya tanggung jawab bersama,” lanjutnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan pandangannya mengenai tiga tahapan dalam membela Palestina. Pertama, adalah tahap Aksi Kemanusiaan. Semua pihak merespon dengan baik dan sepakat dengan tahapan aksi kemanusiaan untuk Palestina. Namun menurutnya, aksi tidak berhenti hanya sampai di situ. “Ada tahapan aksi berikutnya, aksi tahap ke-2 yang lebih serius, yaitu tahapan Politik Kemanusiaan,” tambahnya. Lebih jauh ia menjelaskan bahwa aksi tahap Politik Kemanusiaan memerlukan kekuatan yang besar sehingga perlu menjalin koalisi, safari, mengkomunikasikan dengan semua pihak termasuk pemerintah mengenai permasalahan dan pembelaan terhadap Palestina. Sarbini mencontohkan, misalnya menolak visa kontingen Israel pada Piala Dunia U-20 yang akan digelar pada tahun 2023 mendatang di Indonesia. Ia beralasan pemberian visa kepada kontingen Israel untuk bisa masuk ke Indonesia adalah suatu hal yang ilegal dan keliru. Tahap selanjutnya, yaitu tahap ke-3 adalah tahap Politik Perlawanan yang harus dilakukan kepada Israel. Ia menjelaskan bahwa satu sisi kita mengatakan membela dan mendukung kemerdekaan Palestina, namun di sisi lain, hubungan-hubungan gelap antara Indonesia dan Israel baik di level ormas maupun pemerintah masih terus berlangsung. “Ini adalah ambivalensi yang dilakukan oleh pemerintah,” katanya. Oleh sebab itu, ia mengajak kepada semua elemen bangsa agar terus bergerak membela kemerdekaan Palestina karena solusi kemerdekaan Palestina adalah harga mati yang harus diperjuangkan bersama sesuai dengan amanah konstitusi dan amanah kemanusiaan. Turut hadir sebagai narasumber dan memberikan pandangan serta dukungannya bagi kemerdekaan Palestina adalah Romo Magnis Suseno, seorang budayawan dan pemuka agama Katolik. Menurut Romo Magnis, rakyat Palestina berhak atas kemerdekannya dan berhak atas kenegaraannya sendiri yang sama sekali lepas bebas dari negara Israel. “Orang-orang Palestina baik di Tepi Barat maupun di Gaza berhak untuk merdeka,” ungkapnya. “Tidak ada resolusi konflik dan damai di Timteng kalau kemerdekaan Palestina tidak diakui dan dibikin nyata. Titik!” tegasnya lagi. Narasumber lainnya adalah DR. Abdul Muta’ali, Direktur Pusat Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia yang memberikan pemaparan mengenai “Pecah Belah Israel terhadap Palestina”. Menurutnya banyak kegiatan yang harus dilakukan dan tidak bisa sendiri untuk membantu Palestina. Bulan Solidaritas Palestina (BSP) adalah rangkaian kegiatan peduli Palestina yang digagas oleh Aqsa Working Group (AWG). MER-C sebagai lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian mendukung kegiatan BSP karena ini merupakan satu bentuk nyata dalam membela dan mendukung perjuangan Palestina. Bulan November dipilih karena setidaknya ada empat peristiwa penting terkait Palestina di bulan ini. BSP tahun 2022 dengan tema “Bergerak Berjamaah Bebaskan Al Aqsa dan Palestina” digelar serempak di 14 provinsi di Indonesia selama satu bulan penuh. Sarasehan diadakan sebagai acara penutup Bulan Solidaritas Palestina dan diselenggarakan bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional bagi rakyat Palestina tanggal 29 November 2022.

Semangat Membela Palestina Tidak Boleh Dilupakan

Permasalahan Palestina masih menjadi fokus perhatian MER-C. Selain membangun Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza dan program kemanusiaan lainnya, MER-C terus bergerak melakukan Safari Kemanusiaan ke berbagai elemen bangsa untuk menggalang dukungan dalam rangka mendorong kemerdekaan Palestina. Selasa/15 November 2022, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyambangi Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan ini diterima oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., M.A, di Gedung Rektorat. “MER-C concern membela Palestina. Kami membangun RS Indonesia di Gaza. Setelah itu, kita tidak mungkin diam melihat problematika Palestina yang masih berlangsung, makanya kita coba melakukan Safari Kemanusiaan untuk Palestina dengan bertemu Tokoh Agama Katholik, bertemu kelompok Hindu, dsb,” ujar Sarbini saat menjelaskan alasan kunjungannya. “Kami ingin menyuarakan bahwa kita mendukung Palestina dan kemerdekaan Palestina. Kondisi Palestina hari ini terjepit. Negara-negara Arab sudah banyak yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Persoalan Palestina seperti terlantar. Kita ingin sampaikan pada rakyat Palestina bahwa kalian tidak sendiri, ada rakyat Indonesia bersama kalian,” lanjutnya. Rektor UIN Syarif Hidayatullah periode 2019 – 2023 itu memberikan apresiasi positif pada kiprah MER-C selama ini dan mendukung upaya-upaya yang tengah dilakukan MER-C untuk Palestina. Ia juga menyampaikan bahwa semangat dalam membela Palestina tidak boleh dilupakan apalagi padam.  “MER-C telah melakukan banyak hal dari segi kemanusiaan dan dakwah, khususnya dalam hal masalah Palestina. MER-C telah berkomitmen membantu di masa sulit, konflik, perang untuk kesehatannya,” ujar Amany Lubis. “Langkah MER-C dan banyak teman yang membela Palestina sudah betul bahwa semangat ini tidak boleh dilupakan atau padam, meski banyak kesulitan yang dihadapi, seperti mau masuk Gaza yang sulit, mau kirim bantuan juga sulit. Namun kita tidak boleh pesimis, dan tetap optimis. Perjuangan kita belum selesai dan harus dilanjutkan terus,” tambah Amany. Lebih lanjut rektor wanita kelahiran Kairo 59 tahun silam ini juga berharap agar semangat tersebut tetap harus digalang dan disosialisasikan ke berbagai kalangan. “Kepada generasi muda, mahasiswa, pengusaha, akademisi, peneliti, dsb, perlu terus untuk dibangkitkan semangatnya untuk membahas Palestina supaya ter update berita-berita yang ada. Apabila ada kontribusi pemikiran, bagaimana bisa memberikan solusi bagi permasalahan yang ada itu lebih baik,” tambahnya. “Mudah-mudahan usaha yang dilakukan oleh MER-C dan juga mitra-mitranya semua melalui Safari Kemanusiaan atau kerjasama dengan berbagai pihak bisa lancar dan terus berjalan sehingga RS Indonesia di Gaza bisa berfungsi maksimal bahkan bisa diberdayakan lebih, kemudian juga kemerdekaan Palestina bisa tercapai,” harap Amany. Sementara itu, Rektor Perempuan Pertama di Universitas Islam Negeri ini juga mengatakan bahwa kebijakan dan komitmen Negara Republik Indonesia tentang Palestina sudah kuat. “Pertama, politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan tidak menginginkan penindasan di muka bumi karena tidak sesuai dengan konstitusi, maka ini sudah kuat. Ditambah dengan berbagai solidaritas umat Islam, maka sudah bulat bagi Pemerintah Indonesia untuk membela Palestina sampai merdeka,” katanya. Ia juga memuji sikap Menlu RI yang berani. “Kita lihat juga upaya Menlu RI ketika mau meresmikan Konsulat Kehormatan RI untuk Palestina, terus dilarang oleh Israel, kemudian jadi di Amman dibukanya. Itu satu keberanian dari Ibu Menlu Retno Marsudi,” lanjut Amany. “Terakhir saya juga dengar ketika beliau menyampaikan sambutan atas nama Indonesia di PBB masih menyebutkan soal Palestina. Komitmen Indonesia untuk membela Palestina dan Afghanistan itu disebutkan dua-duanya, berarti itu tidak dilupakan oleh kita,” imbuhnya.

MER-C: Kemenangan Benjamin Netanyahu Duka Buat Palestina

Benjamin Netanyahu kembali terpilih menjadi Pemimpin Israel. MER-C memandang hal ini adalah duka bagi Palestina. Kemenangan Netanyahu dalam pemilu Israel yang berkoalisi dengan kelompok religius kanan akan mengancam perdamaian dan menjauhkan harapan solusi yang bermartabat untuk konflik Palestina – Israel. Di sisi lain, kemenangan ini disambut gembira oleh kelompok ekstrim yang memang selama pemerintahan Netanyahu sebelumnya mendapatkan ruang untuk melakukan apa saja terhadap pemukiman Palestina. Selama rezim Netanyahu berkuasa, kekerasan bersenjata terhadap Palestina terus terjadi dan dilakukan secara kompak dn terukur antara pihak militer dan pemukim negara zionis tersebut. “Kita semua prihatin atas kemenangan ini,” ujar Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C Indonesia. “Dunia tak boleh lengah dan harus terus menekan Israel agar aksi brutal terhadap rakyat Palestina berhenti,” lanjut Sarbini. Kedekatan dan pembelaan Indonesia kepada Palestina tidak diragukan. Namun dengan kemenangan Benjamin Netanyahu, Sarbini mengingatkan bahwa Indonesia mesti lebih waspada. “Bagaimanapun, Israel memiliki kepentingan dengan Indonesia sebagai negara muslim terbesar, baik kepentingan politik atau ekonomi,” katanya. Untuk itu,Sarbini menegaskan bahwa MER-C sebagai organisasi kemanusiaan dan perdamaian,  bersama elemen peduli Palestina lainnya akan terus memantau aktivitas Israel. Ia juga meminta kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia agar lebih intens dalam mengambil langkah-langkah untuk menekan Israel.

MER-C Memuji Sikap PM Inggris Sunak Batalkan Wacana Liz Truss

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia memuji sikap Perdana Menteri Inggris yang baru, Rishi Sunak yang membatalkan wacana PM Inggris sebelumnya, Liz Truss.  yang berencana memindahkan Kedutaan Besar Inggris dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal ini diungkapkan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menanggapi pernyataan juru bicara Sunak yang dengan tegas menyebutkan bahwa tidak ada rencana untuk memindahkan Kedutaan Besar Inggris di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, dilansir AFP, Kamis (3/11/2022). “MER-C memuji sikap dan keberanian PM Sunak yang membatalkan wacana PM Truss walaupun ada pertentangan dan cibiran sinis dari Israel,” ujar Sarbini. “Kami mendukung langkah PM Sunak karena merupakan upaya yang produktif untuk menciptakan perdamaian di Palestina,” tambahnya. Lebih lanjut, Sarbini berharap Inggris di bawah pemerintahan PM Rishi Sunak bisa memainkan peran yang lebih optimal dalam membantu penyelesaian konflik Palestina – Israel. “Hadirnya Israel karena andil Inggris melalui Deklarasi Balfour. Oleh sebab itu, kita berharap Inggris bisa berperan optimal dalam masalah ini,” lanjut Sarbini. Untuk itu, menurutnya Inggris mempunyai tanggung jawab moral dan sejarah untuk menyelesaikan masalah Palestina – Israel. “Inggris tidak bisa lepas tangan dari permasalahan Palestina,” katanya.

Silahkan bertanya?