MER-C Ajak Semua Komponen Anak Bangsa Bersatu Memperjuangkan Kemerdekaan Palestina

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, mengajak semua komponen anak bangsa untuk bersatu memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ia juga secara tegas meminta kepada Pemerintah RI agar menolak Timnas Israel pada gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun 2023. Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan kegiatan “Bulan Solidaritas Palestina” pada hari Selasa/1 November 2022, di Cibubur. Bulan Solidaritas Palestina (BSP) adalah rangkaian kegiatan peduli Palestina yang digagas oleh Aqsa Working Group (AWG). Bulan ini dipilih karena setidaknya ada empat peristiwa penting terkait Palestina, yaitu Deklarasi Balfour (02 November 1917), Kematian Yasser Arafat (11 November 2004), Deklarasi Palestina Merdeka (15 November 1988), Hari Solidaritas Palestina Sedunia yang ditetapkan oleh PBB sejak tahun 1979 setiap tanggal 29 November. Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati peristiwa-peristiwa tersebut dan senantiasa menggelorakan dukungan rakyat Indonesia bagi perjuangan rakyat Palestina meraih kemerdekaannya sesuai amanat UUD RI tahun 1945 alinea pertama. MER-C sebagai lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian menyatakan dukungannya terhadap kegiatan BSP. “Ini merupakan satu bentuk nyata pembelaan dalam mendukung perjuangan Palestina. Kami mendukung perjuangan teman-teman AWG, mengingatkan secara kolektif kepada public bahwa pada hari ini saudara-saudara kita di Palestina, satu-satunya peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) yang belum merdeka. Oleh sebab itu, kita bersama-sama harus membebaskan Palestina. Mudah-mudahan perjuangan ini akan terus berlangsung,” ucap Sarbini. Dalam kesempatan tersebut ia juga mengingatkan publik Indonesia untuk lebih berhati-hati dan perhatian terhadap aktifitas-aktifitas Israel di Indonesia, salah satunya rencana kedatangan Timnas sepak bola Israel ke Indonesia. “Lampu hijau untuk kedatangan Timnas Israel ke Indonesia besar dan masih banyak publik bahkan tokoh-tokoh Islam yang belum tahu. Untuk itu, harus kita ingatkan agar jangan sampai terlambat dalam mengantisipasi ini,” lanjut Sarbini. BSP 2022 akan digelar selama sebulan penuh dan dimeriahkan dengan beragam kegiatan, mulai dari tingkat anak-anak hingga ke tingkat mahasiswa dengan aneka perlombaan. Selain itu, ada pula Futsal Liga Santri, Pengibaran Bendera Indonesia dan Palestina di puncak gunung, hingga Gowes dari Jambi dan Surabaya dengan titik finish di Monas, Jakarta. Tidak hanya itu, acara ini pun akan dilengkapi dengan Webinar, Millenial Peacemaker Forum, Forum Duta Al Quds, hingga Sarasehan yang menghadirkan para tokoh dari berbagai elemen, seperti akademisi, tokoh agama, Kementerian Luar Negeri, hingga lembaga-lembaga kemanusiaan seperti Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).
Ketua MER-C Puji Sikap Australia Yang Menarik Pengakuan Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), dr. Sarbini Abdul Murad, memuji keputusan pemerintah Australia saat ini yang membatalkan pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel yang dikeluarkan pemerintah sebelumnya. Pemerintah Australia di bawah Pimpinan Anthony Albanese, melalui Menteri Luar Negerinya juga secara tegas telah menyatakan tidak akan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Sarbini mengatakan sangat mengapresiasi keputusan Australia yang proporsional dalam menyikapi konflik Palestina – Israel. Ia memandang langkah tersebut sebagai hal yang positif untuk mendorong proses perdamaian kedua belah pihak. Selanjutnya, Sarbini berharap langkah yang diambil Australia bisa menjadi contoh bagi Amerika dan negara-negara lain di dunia yang sudah mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, bahkan memindahkan kedutaan besar mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal ini, menurut Sarbini, justru merusak upaya damai kedua negara. Sarbini juga meminta Inggris bisa belajar dari Australia. Inggris agar berfikir ulang dan membatalkan keputusannya yang malah akan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Janganlah negara-negara yang besar dan bermartabat malah mengeluarkan kebijakan yang akan mengganggu proses pembicaraan damai antara dua negara. Biarlah Yerusalem menjadi kota Internasional dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina, seperti yang sudah disepakati masyarakat internasional, Dokter yang berpengalaman di berbagai wilayah perang dan konflik ini juga menyerukan dan mengingatkan negara-negara di dunia yang cinta perdamaian, menjunjung hak asasi manusia dan menentang penjajahan untuk membuktikan kekonsistenan mereka dalam mendukung upaya perdamaian Palestina – Israel dan terus mendorong kesepakatan solusi yang adil serta terhormat bagi konflik kedua negara tersebut. Jakarta, 18 Oktober 2022
Ketua Presidium MER-C Ajak Elemen Bangsa Menolak Kehadiran Penjajah Israel

Jakarta, PJMI – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr Sarbini Abdul Murad terus mengajak seluruh elemen bangsa untuk melakukan penolakan terhadap segala bentuk kehadiran dan hubungan dengan Israel. Dia juga mengingatkan pemerintah Indonesia tetap konsisten tidak melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. “Pemerintah tidak boleh memberikan ruang sedikit pun untuk Israel. Semua upaya kerja sama termasuk kerja sama politik, sosial, budaya, ekonomi, olahraga, dengan Israel harus ditolak,” tegas Sarbini saat menerima audiensi pengurus Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) di kantor pusat MER-C, Jakarta, Senin (17/10/2022). Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan jati diri Indonesia yang tetap konsisten dan konsekuen dengan identitasnya sebagai bangsa yang menentang penjajahan. Dalam upaya tersebut, MER-C tengah melakukan Safari Kemanusiaan untuk Menolak Kedatangan Tim Nasional Sepak Bola Israel ke Indonesia dalam ajang Piala Dunia U-20 yang akan diselenggarakan pada 2023 mendatang, di mana Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan olah raga tersebut. “Pada 29 Juni 2022, MER-C bersama lembaga peduli Palestina diantaranya AWG (Aqsha Working Group), BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) dan KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam), menyampaikan pernyataan bersama meminta pemerintah Indonesia harus tegas menolak Tim U-20 Israel,” ujarnya. Sarbini menyatakan, MER-C memang memberikan perhatian khusus terhadap kedatangan Timnas Israel, karena memandang lolosnya Timnas Israel akan menjadi ujian berat bangsa Indonesia untuk membuktikan kekonsistenannya, dalam pembelaan terhadap Palestina dan penolakannya atas segala bentuk penjajahan seperti yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Upaya penolakan ini akan terus dilakukan tidak hanya karena daftar panjang pelanggaran HAM namun juga penjajahan yang masih dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina yang bertentangan dengan konstitusi negara Indonesia dan hukum Internasional. Menurutnya, apabila Timnas Israel bisa lolos ke Indonesia, maka akan menjadi kekalahan konstitusi dan sejarah bangsa Indonesia. “Apabila Tim sepak bola Israel hadir dan berlaga di Indonesia, maka ini akan menjadi sebuah pengakuan secara tidak langsung bagi eksistensi Israel dan bentuk dukungan atas penjajahan yang dilakukan Israel kepada bangsa Palestina,” pungkasnya. Peran Lebih Indonesia Sarbini memperkenalkan MER-C sebagai sebuah lembaga sosial dengan misi kemanusiaan dan perdamaian. Salah satu fokusnya adalah mendorong kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari tanggung jawab sejarah dan konstitusi bangsa Indonesia. “Bagi kami Palestina jadi ikon perjuangan kami. Kami akan terus menggulirkan kampanye perjuangan kemerdekaan Palestina,” tegasnya. Dalam rangka mendorong kemanusiaan dan perdamaian, selain di Palestina, membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza, MER-C juga telah membangun Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State (Myanmar) yang dilakukan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI). MER-C juga telah menjalankan misi kemanusiaannya ke Afghanisan, Irak, Iran, Lebanon Selatan, Kashmir, Sudan, Filipina Selatan, Thailand Selatan, dan lain-lain. Bahkan, Selama perjalanannya selama 23 tahun lebih, MER-C telah melaksanakan lebih dari 300 misi kemanusiaan bencana alam, perang dan konflik, baik dalam negeri maupun luar negeri. Sarbini juga berharap Indonesia dapat memainkan peran lebih untuk Palestina, demi mendorong perdamaian dan kemerdekaan di negara Timur Tengah tersebut. “Indonesia punya potensi dan mediator persatuan internal Palestina. Indonesia bisa menjadi perekat antara Hamas, Fatah dan kelompok-kelompok lain yang ada di Palestina. Persatuan internal menjadi kunci meraih kemerdekaan,” ujarnya. Program Sinergi Ketua Presidium MER-C sangat bersyukur dan sangat mengapresiasi kehadiran PJMI yang berperan di media dengan memberikan pencerahan kepada masyarakat dunia dari berita yang tidak benar dan terus gigih menyampaikan pesan perdamaian, serta mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dari penjajahan Zionis Israel. “Kami berharap PJMI terus melaksanakan jihad profesi sebagai jurnalis untuk memberitahukan kepada masyarakat dunia khususnya masyarakat Indonesia, bagaimana kondisi sebenarnya di Palestina dan perjuangan saudara-sudara kita untuk mencapai kemerdekaan negaranya. Kita tidak akan pernah diam melihat penjajahan Zionis atas Palestina,” pungkasnya. Audiensi pengurus PJMI dengan Ketua Presidium MER-C, Ketua Umum H. Ismail Lutan, didampingi sejumlah pengurus, antara lain Ketua Dewan Pembina Muhammad Anthoni, Wakil Sekjen Rana Setiawan, Ketua Bidang Humas Turyadi, Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Iin Aura, Irwan Setiawan, Aliyudin Sofyan, Setyohadi, Anwar Aras, dan Mahdi Djayakarta Putra. Sementara Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad didampingi Manajer Operasional MER-C Rima Manzaranis. Ketua Umum PJMI merasa sangat bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan silaturahim dan diskusi bersama Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad. Dia menyatakan komitmen PJMI berperan mendukung perjuangan Palestina dengan melakukan berbagai kolaborasi dan sinergitas program bersama dalam memberikan edukasi dan informasi yang sebenarnya tentang saudara-saudara kita yang didzalimi. “Insya Allah, PJMI akan mengagendakan diskusi mengenai Palestina ini dalam program diskusi dwipekanan PJMI yang diadakan setiap Rabu malam bersama Barisan Nusantara. Kami akan undang pembicara dari MER-C maupun narasumber lainnya,” pungkas Ismail Lutan. Dia menjelaskan, saat ini anggota PJMI berjumlah sekitar 100 orang, terdiri dari wartawan aktif, baik cetak maupun elektronik dan siber yang tersebar di beberapa wilayah Tanah Air. Keanggotaan PJMI tidak semata wartawan, tetapi juga pegiat medsos, blogger, penulis dan aktivis. Ismail juga menyatakan, sejak dipilih menjadi Ketua Umum, 4 Agustus 2022 lalu, pihaknya bertekad mengembangkan PJMI menjadi organisasi yang berwibawa dan berpengaruh. Memperjuangkan kepentingan umat dengan cara-cara yang santun, bermartabat dan cerdas. Pengurus Baru PJMI (periode 2022-2025) direncakan akan melakukan pelantikan tanggal 10 November di Hotel Horison, Rasuna Said, Jakarta.(RS) Jakarta, 17 Oktober 2022 Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI)
MER-C Minta Inggris Urungkan Rencana Pemindahan Kedubes ke Yerusalem

Ketua Presidium lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian, Medical Emergency Rescue Committee atau MER-C, Sarbini Abdul Murad, angkat bicara merespon rencana Perdana Menteri Inggris terpilih, Liz Truss, yang akan memindahkan Kedutaan Besar Inggris dari Tel Aviv ke Yerusalem. “Kami (MER-C) meminta PM Liz Truss untuk berfikir ulang dan urungkan rencana memindahkan Kedubes Inggris dari Tel Aviv ke Yerusalem,” ujar Sarbini. Sarbini beralasan rencana Inggris tersebut bisa merusak kesepakatan solusi adil dan terhormat terhadap konflik Palestina dan Israel. “Sebaiknya Inggris jangan menambah kerumitan masalah dengan melakukan hal yang pasti akan ditentang oleh masyarakat Internasional,” ucapnya. Ia juga mengatakan bahwa dipastikan langkah Inggris itu adalah rencana ilegal yang akan menggagalkan dan memburamkan apa yang selama ini sudah disepakati masyarakat Internasional, yaitu dengan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Lebih lanjut Sarbini meminta kepada pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri RI agar dapat melakukan pendekatan dan diplomasi dengan Inggris. “Kami meminta kepada pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemlu RI bisa melakukan pendekatan dan diplomasi dengan Inggris agar rencana ini tidak diwujudkan,” lanjut Sarbini. Bahkan menurutnya, Indonesia bisa menggalang kekuatan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI). “Indonesia bisa menginisiasi untuk menggalang kekuatan OKI untuk bersama-sama berjuang agar rencana ilegal ini bisa digagalkan,” tambahnya.
Tanggapi Pernyataan Yahya Cholil Staquf, Sarbini MER-C: Membuka Komunikasi dengan Israel merupakan Kalkulasi Politik yang Salah

Beredar berita pernyataan Yahya Cholil Staquf yang mengungkapkan perlu adanya komunikasi dengan Pemerintahan Israel untuk membantu Palestina. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad memberikan tanggapannya atas pernyataan tersebut. Menurut Sarbini, pernyataan pria yang akrab disapa Gus Yahya merupakan kalkulasi politik yang salah. “Pernyataan Yahya Cholil Staquf untuk membuka komunikasi dengan Israel adalah kalkulasi politik yang salah dan utopis,” ujar Sarbini. Menurut Sarbini, pernyataan Yahya ini berangkat dari anggapan bahwa dengan Indonesia membangun perbincangan akan membuka komunikasi atau ujungnya membuka hubungan diplomatik dengan Israel, maka Indonesia bisa membantu persoalan Palestina. “Tidak seperti itu,” ungkap Sarbini. Ia pun memberikan contoh bagaimana negara-negara Arab yang sudah membuka hubungan diplomatik dengan Israel seperti Uni Emirat Arab, atau Bahrain selanjutnya atau Turki sebelumnya, negara-negara tersebut tidak mampu untuk membantu Palestina mencapai kemerdekaannya. “Negara-negara yang mempunyai bargaining power yang kuat dibandingkan Indonesia saja tidak mampu untuk menekan Israel untuk bisa memberikan solusi dua negara. Mereka tidak mampu melarang Israel untuk tidak melakukan kekerasan, tidak melakukan penyerangan dan penindasan terhadap bangsa Palestina,” jelas Sarbini. “Begitupun negara-negara kwartet (PBB, AS, Uni Eropa, dan Rusia), mereka juga tidak mampu menekan Israel untuk memberikan kemerdekaan kepada Palestina atau untuk berunding secara damai, secara seimbang dengan Palestina. Mereka saja tidak mampu, apalagi Indonesia,” tambahnya. Untuk itu, sebagai pimpinan lembaga yang selama ini turut memiliki kepedulian terhadap Palestina baik dari sisi aksi kemanusiaan maupun politik kemanusiaan dalam rangka mendukung kemerdekaan bagi satu-satunya negara di dunia yang masih terjajah, Sarbini pun menyampaikan pandangan dan usulannya. “Kami mengusulkan agar Indonesia bisa lebih berperan pada internal Palestina. Indonesia bisa menjadi mediator atau bisa menjadi juru damai konflik antara faksi-faksi di Palestina. Ini yang sangat memungkinkan secara politis,” katanya. Sarbini pun mengingatkan agar Yahya Cholil Staquf lebih realistis melihat politik Israel. Hal ini karena Indonesia adalah negara yang sangat berpotensi di mata Israel dengan jumlah penduduk besar, ekonomi besar dan punya historis dengan kaum Yahudi. “Kami mengingatkan Gus Yahya agar lebih realistis melihat politik Israel. Kita harus lebih hati-hati, jangan terjebak dalam retorika yang salah. Kalau kita membuka hubungan dengan Israel maka Israel yang akan lebih diuntungkan, sementara kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu Palestina,” imbuh Sarbini.
MER-C Mengutuk Sikap Provokatif Ekstrimis Yahudi

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengutuk serbuan dan ritual ibadah yang dilakukan ekstrimis Yahudi di komplek Masjid Al-Aqsa di Kota Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki, Minggu pagi (25/9). Hal ini disampaikan Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C, menanggapi tindakan provokasi yang dilakukan ekstrimis Yahudi ke Masjid Al-Aqsa yang dikawal ketat oleh petugas keamanan Israel. “Langkah provokasi ini patut dikutuk,” ujar Sarbini. “Karena praktek ritual ektrimis Yahudi yang dikawal ketat oleh pihak petugas keamanan Israel telah merusak kesucian Masjid Al-Aqsa serta memprovokasi terjadinya bentrokan dengan kaum muslimin,” lanjutnya. Sarbini menyayangkan peristiwa yang sudah terjadi berulang kali tersebut. Menurutnya, tindakan-tindakan semacam ini memang sengaja diciptakan oleh Israel untu memancing bentrokan dan berujung serangan terhadap penduduk sipil Palestina. Untuk itu, Sarbini mendesak Yordania sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap keamanan dan kesucian Al-Quds untuk melakukan langkah yang lebih tegas terhadap provokasi ekstrimis yang didukung pihak keamanan. Ia juga menyerukan kepada masyarakat Internasional yang cinta damai untuk jangan diam menanggapi hal ini. “Kami menyerukan masyarakat Internasional tidak diam dan agar terus menyuarakan kecaman serta kritikan kepada Israel yang belum ada tanda-tanda menegakkan perdamaian dengan Pihak Palestina,” tambahnya.
Tolak Kedatangan Timnas Israel, AWG-MER-C Gelar Futsal Fun Match

Jakarta, MINA – Aqsa Working Group (AWG) bersama Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), pada Jumat (16/9) menggelar pertandingan Futsal Fun Match , sebagai rangkaian aksi menolak kedatangan Timnas Sepakbola Israel, yang akan berlaga pada gelaran Piala Dunia Sepakbola U-20 di Indonesia tahun 2023 mendatang. Pembina AWG Imaam Yakhsyallah Mansur dalam sambutannya mengatakan, jika pertandingan ini diniatkan sebagai bentuk pembelaan terhadap rakyat Palestina maka mereka akan merasakan bahwa ada yang membela dan memperhatikan mereka. “Meskipun ini sebuah permainan, bersifat hiburan tapi kita punya niat bahwa ini dalam rangka membela membela rakyat Palestina. Segala sesuatu itu tergantung niat, jika kita niatkan untuk membela bangsa Palestina maka In Shaa Allah akan dinilai sebagai salah satu bentuk ukhuwah, dan kita tahu persaudaraan sangat tinggi nilainya dalam agama,” kata Imaam Yakhsyallah. “Orang-orang Palestina itu saudara sekandung kita, oleh karena itu kita akan terus membela dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah kita menggelar futsal pada sore hari ini, dan ini menjadi salah satu gambaran kita menolak Timnas Israel di Piala Dunia U-20,” tambahnya. Presidium AWG, Rustam Effendy mengatakan, setidaknya ada empat alasan penolakan Timnas Israel, pertama, komitmen bangsa Indonesia untuk menghapuskan penjajahan di atas dunia telah termaktub pada alinea ke 4 UUD 1945. Kedua, Presiden Pertama RI, Soekarno telah memberikan contoh kongkrit dengan menolak Timnas Indonesia berlaga dengan Timnas Israel. Padahal saat itu Indonesia berpeluang besar ikut Piala Dunia 1958. Ketiga, Presiden Jokowi melalui KTT OKI 2016 menyerukan boikot produk-produk Israel. Keempat, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pun menyatakan Israel melanggar hukum internasional. Link berita:https://minanews.net/tolak-kedatangan-timnas-israel-awg-mer-c-gelar-futsal-fun-match/
Sejumlah Organisasi Tolak Timnas U-20 Israel Masuk Indonesia, Ketua DPD RI: Sarankan Laga Grup Israel Main di Singapura
JAKARTA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan solusi terkait penolakan sejumlah organisasi kemanusiaan terhadap kedatangan timnas U-20 Israel di Indonesia untuk mengikuti Piala Dunia U-20 tahun 2023. LaNyalla menyarankan pertandingan yang melibatkan timnas Israel digelar di negara terdekat, misalnya di Singapura. Solusi itu disampaikan LaNyalla saat menerima beberapa organisasi kemanusiaan Indonesia yang concern terhadap persoalan Palestina, antara lain MER-C, AWG, KISDI dan BSMI di Ruang Delegasi Lantai 8, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (16/9/2022). Hadir Ketua Presidium MER-C Indonesia, Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) M. Ansorullah, HM Mursalin (KISDI), Taufik Hidayat (LPPI), Bima Pradana (BSMI), Rima Manzanaris (Manager Operasional MER-C) dan Bayu E.K (BSMI) Ketua DPD RI didampingi Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin dan Togar M Nero. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad meminta dukungan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti agar pemerintah menolak kedatangan timnas U-20 Israel. “Pertama spiritnya adalah Israel merupakan negara pelanggar hak asasi manusia dan penjajah bangsa Palestina. Ini tentu bertentangan dengan hukum internasional. Bertentangan juga dengan tujuan negara kita yang ingin mewujudkan perdamaian di muka bumi ini dan menolak segala bentuk penjajahan,” katanya. “Selain itu, antara Indonesia dan Israel juga tidak punya hubungan diplomatik, sehingga sudah seharusnya tidak mengeluarkan visa bagi mereka,” imbuh Sarbini. Lanjutnya, kehadiran Israel melukai perjuangan negara ini dalam hal kemanusiaan. Jika Israel sampai ke tanah air dan bisa bertanding, artinya sia-sia saja kerja para pegiat kemanusiaan di Palestina. “Makanya kami minta Pak LaNyalla untuk surati Presiden agar kita tidak berikan visa ke Israel. Sebagai bentuk komitmen menentang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Israel terhadap Palestina yang masih terjadi hingga saat ini,” papar dia. Mursalin dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) berpendapat sama. Menurutnya penolakan terhadap Timnas Israel merupakan amanat Konstitusi. “Kita tahu Indonesia sangat cinta sepakbola, tapi kecintaan Indonesia akan perdamaian di Palestina semoga jadi pertimbangan juga bagi bangsa ini,” ucapnya. Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menerima aspirasi tersebut. Namun dia mengingatkan bahwa di sepakbola atau sport mempunyai aturan tersendiri atau Lex Sportiva dan itu tidak bisa diintervensi. “Win-win solution-nya setelah drawing nanti, semoga pot-nya Indonesia beda dengan Israel, sehingga grup Israel bisa melakukan pertandingan di negara terdekat Indonesia. Artinya secara sport, pertandingan jalan, sedangkan secara kemanusiaan dan hubungan diplomatik dengan Palestina juga terjalin baik,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu. Ditambahkan LaNyalla, DPD RI secara konstitusi lebih spesifik menyuarakan kepentingan daerah. Namun soal perdamaian dan ketertiban dunia sesuai tujuan negara, seperti soal penjajahan di Palestina, dirinya sudah sering menyuarakan. LaNyalla berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut ke pemerintah, dalam hal ini presiden, kemenlu dan kemenpora.
Futsal Fun Match MER-C vs AWG

Futsal Fun Match #NoSportForApartheid MER-C vs AWG Dalam rangka terus menyuarakan penolakan terhadap keikutsertaan Timnas Israel pada gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun depan, AWG dan MER-C selenggarakan Futsal Fun Match #NoSport4Apartheid. Kegiatan dilaksanakan pada: Hari/tgl: Jumat, 16 September 2022 Pukul: 15.00-17.00 Tempat: Futsal Cilandak Sport Center (Citos). Ayo hadir dan meriahkan…. TOLAK TIMNAS ISRAEL KE INDONESIA CP 1. Panji Ahmad +62852-8001-9196 2. Imam Pora +62896-0648-4060
HNW: Indonesia Harus Tolak Timnas Israel, Ini Jati Diri Bangsa

Dalam rangka mendorong Pemerintah untuk berani menolak kedatangan Timnas Israel ke Indonesia, Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad terus melakukan safari kemanusiaan ke berbagai elemen bangsa. Jum’at/2 September 2022, Sarbini bertemu dan bersilaturahim dengan Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, MA untuk membahas dan meminta dukungan atas Gerakan Tolak Timnas Israel. Seperti diketahui, Tim Sepak Bola Nasional U-20 Israel direncanakan akan datang dan bertanding di Indonesia pada tahun 2023 mendatang, seiring izin dan jaminan yang diberikan Pemerintah dalam hal ini Menpora RI terhadap Timnas Israel tersebut. MER-C memandang ini sebagai ujian berat bangsa Indonesia untuk membuktikan kekonsistenannya dalam menentang penjajahan dan membela kemerdekaan Palestina, satu-satunya negara peserta KAA (Konferensi Asia Afrika) yang sampai saat ini belum merdeka. Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, MA menyatakan dukungannya terhadap gerakan Tolak Timnas Israel yang tengah digaungkan oleh MER-C. Ia secara pribadi juga sudah menyatakan penolakannya karena menurutnya sikap tersebut adalah kekhasan dan merupakan jati diri bangsa Indonesia yang sudah berlaku sejak zaman Presiden Pertama RI, Bung Karno. “Indonesia sebagai negara berdaulat dan mempunyai kekhasan. Kita menghormati kekhasan masing-masing negara. Kekhasan Indonesia sesuai dengan kosntitusinya adalah sikap politik yang sudah berlaku sejak zaman Bung Karno, yaitu Indonesia menolak penjajahan Israel,” ujar Hidayat. “Jadi hendaknya semua pihak memahami itu. Obyektifitas dan sportifitas kita justru harus menghadirkan pemahaman ini. Sebagai tuan rumah, harus diingat bahwa kita punya nilai yang kita pegang. Indonesia itu tidak seperti negara-negara Eropa atau negara-negara lain yang membuka hubungan dengan Israel. Indonesia sejak dari awal justru menolak Israel,” tegasnya. Lebih jauh ia memaparkan bahwa sejarah panjang bangsa Indonesia sudah mencatat dengan baik sikap Indonesia tersebut. Seperti pada tahun 1955, Bung Karno menolak keinginan Israel untuk diundang ke Bandung pada Konferensi Asia Afrika (KAA). Bung Karno malah mengundang Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, seorang Tokoh Pejuang Palestina, Mufti Yerusalem. Tidak hanya itu, pada tahun 1957, Bung Karno juga tegas melarang Indonesia main dengan Israel. Bung Karno berpandangan lebih baik tidak masuk ke Piala Dunia daripada harus main dengan Israel. Begitupun pada Asian Games tahun 1962. Indonesia lebih memilih dihukum oleh Panitia Asian Games ketimbang harus mengundang Israel. “Inilah Indonesia. Indonesia mempunyai sikap dasar, pembukaan UUD-nya sangat jelas dan itulah cita-cita bangsa Indonesia yang diterjemahkan dengan sangat gamblang oleh Bung Karno dalam menyikapi berbagai event internasional,” lanjutnya. Hidayat pun memberikan perbandingan, bahwa ketika Bung Karno menolak Indonesia main dengan Israel pada tahun 1958, posisi Israel menjajah tanah Paletina baru sekitar 22%. Sekarang Israel sudah menjajah tanah Palestina di atas 80%. “Masa dulu 22% kita tolak, sekarang sudah 85% malah kita terima. Terbalik dong. Seharusnya dulu 22% saja kita tolak, apalagi sekarang 85%, harusnya kan begitu,” ujarnya. Ia melanjutkan sikap ini sesuai dengan pernyataan Presiden RI, Joko Widodo bahwa Indonesia mempunyai hutang sejarah dengan Palestina karena merupakan satu-satunya negara peserta KAA yang sampai saat ini belum merdeka. Oleh karenanya, Indonesia harusnya membayar hutang sejarah itu dengan memaksimalkan usaha untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Hidayat mengingtakan bahwa seluruh manuver sekecil apapun yang bermakna terhadap pengakuan terhadap Israel dan semakin menjauhkan Palestina merdeka harus dihindari. Apabila hal-hal seperti ini terus dibiarkan, seperti Timnas diterima, di Parlemen diterima, NGO diterima, jual beli senjata, dsb, maka akan dijadikan alasan normalisasi. “Sedikit-sedikit akan dijadikan akumulasi, dalih untuk akhirnya kenapa tidak melakukan normalisasi. Karenanya ini harus kita tolak supaya kita bisa mengkoreksi manuver-manuver Israel yang ingin menjerumuskan Indonesia keluar dari konstitusinya, yaitu mengakui penjajahan Israel,” imbuhnya. Ia berpendapat Indonesia sangat bisa melakukan penolakan karena Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel dan Indonesia mempunyai kekhasan serta jati diri yang selama ini sudah dengan tegas menolak penjajahan Israel.