Relawan RSI Penuhi Undangan dari AILAH JARROD, Keluarga Terbesar dengan 100 Cucu

Gaza, Palestina – Nama ailah/marga di tanah Arab khususnya di Palestina dilestarikan hingga turun-menurun, setiap warga mencantumkan nama marga di belakang nama aslinya, contoh Muhammad Abu Samir, Nama Samir adalah nama ailah atau nama marga. Pada satu momen undangan makan siang yang biasa relawan pembangunan RSI terima minimalnya hampir sebulan sekali, momen kali ini terbilang istimewa bagi para relawan, karena hari Jumat 04 Maret 2013 relawan pembangunan RSI mendapatkan satu oleh-oleh yang berupa pengetahuan juga informasi penting. Kholid Abu Muhammad Abu Jarrod, pria yang dikaruniai anak lima inilah yang mengundang 30 relawan pembangunan RSI untuk makan siang di kebunnya nan asri di perbatasan Bayt Lahiya dan Bayt Hanuun, dengan membagi kelompok pejalan kaki dan pengendara mobil, para relawan pun dengan senang hati menuju lokasi makan siang setelah shalat Jumat. Ayah dari Kholid Abu Muhammad Abu Jarrod bernama Musa Abu Jarrod, beliau dikaruniai 14 anak di antaranya Kholid, tidak tanggung-tanggung 100 cucu dari keempat belas anak anaknya menghangatkan suasana kekeluargaan keluarga besar Musa. Tidak hanya itu, keluarga besar Musa adalah keturunan keluarga Jarrod yang mana keluarga Jarrod ini masyhur karena terbilang salah satu keluarga terbesar di Kota Gaza yang banyak memiliki keturunan. Musa Abu Jarrod yang berumur 74 tahun, hingga saat ini telah melaksanakan haji beserta umroh sebanyak 15 kali, mabruuk alaih kata orang sini untuk ucapan selamat sekaligus doa bagi orang yang menerima banyak nikmat semasa hidupnya.
“Selamat Jalan Pak Bismar…”

Jakarta (20/04) : “Beliau adalah contoh teladan penegak hukum yang sederhana dan sulit dicari tandingannya,” ungkap dr. Joserizal, Presidium MER-C, Jum’at (20/04). Untuk itu, ketika mendapat informasi bahwa Mantan Hakim Agung ini dalam kondisi kritis, MER-C segera mengirimkan ambulansnya untuk standby di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, tempat Bismar Siregar menjalani perawatan beberapa hari terakhir. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perhatian sekaligus pengormatan MER-C atas kiprah dan jasa-jasa Mantan Hakim Agung Bismar Siregar yang terkenal tegas dan adil dalam menjatuhkan vonis. Dalam perjalanan menuju RS Fatmawati Jakarta Selatan, Tim MER-C yang membawa ambulans mendapat kabar duka bahwa Bismar Siregar sudah meninggal. Setibanya di RS, ambulans MER-C langsung bersiap untuk mengantarkan jenazah Bismar Siregar ke Rumah Duka yang berada di Cilandak I, Nomor 25, Jakarta Selatan. Hari ini, bersama keluarga, kerabat dan pelayat yang terus berdatangan, sekitar pukul 10.00 WIB ambulans MER-C membawa jenazah Bismar Siregar ke Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan untuk disholatkan. Bada Jum’at, rencananya jenazah akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. “Selamat Jalan Pak Bismar….”,semoga Allah SWT menerima amal ibadahmu, menghapuskan segala khilaf dan dosa-dosamu, serta menempatkanmu di surga-NYA. Aamiin yaa robbal ‘alamiin. Dan semoga akan bermunculan sosok-sosok penegak hukum seperti dirimu di negeri ini.
MER-C Cabang Mataram Turunkan Tim ke Sambelia

MATARAM Menyusul banjir bandang yang menerjang Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat Kamis sejak Selasa malam (13/3), MER-C Cabang mataram segera menyiapkan Tim Medisnya. Kamis (15/3) tim medis pertama diturunkan bekerjasama dengan Tim TBM FK Universitas Mataram (Unram). Tim ini bertugas sebagai tim advance untuk melakukan survey lapangan menilai keadaan dan kebutuhan para korban banjir bandang. Pada hari yang sama diberangkatkan Tim medis kedua pada pukul 22.30 WITA terdiri dari satu orang dokter umum, dua orang dokter muda dan 2 orang petugas non-medis dengan membawa bantuan berupa obat-obatan, selimut, jilbab dewasa dan anak-anak, susu bayi, bubur bayi, pembalut, minyak telon, minyak kayu putih, diapers, makanan siap saji, air mineral, sikat gigi, pasta gigi, dan lotion anti nyamuk. Tim kedua tiba di Sambelia sekitar pukul 00.30 dan segera bergabung dengan Tim awal. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan pejabat setempat untuk menginformasikan kedatangan Tim serta mendapatkan informasi titik-titik pengungsian korban banjir. Setelah mendapat informasi lokasi pengungsian, Tim pun memutuskan untuk menuju ke desa Dara Kunci. Namun, medan menuju posko pengungsian ini ternyata cukup berat, banjir masih menggenangi jalan. Di samping itu hujan juga masih turun dengan lebat dan disertai angin kencang. Jembatan yang menghubungkan dusun Sambelia dan dusun Belanting pun mengalami kerusakan parah. Belum lagi jalanan antar desa tertutup oleh pepohonan yang tumbang dan batu-batu yang berserakan terbawa banjir. Hal ini membuat Tim memutuskan untuk berangkat ke lokasi pengungsian esok paginya setelah pohon-pohon tumbang disingkirkan dari jalan. Jumat (16/3) pukul 06.00 pagi Tim bergegas memulai perjalanan menuju ke desa Dara Kunci untuk menyalurkan bantuan dan memberikan pelayanan medis kepada para korban banjir. Saat memberikan bantuan di desa ini, tim mendapat info bahwa di dusun Mananga Rea air naik hingga menggenangi rumah-rumah warga. Usai dari Dara Kunci, tim langsung bergerak ke dusun tersebut. Di dusun ini Tim membantu proses evakuasi warga ke SMP 2 Blanting, ruangan-ruangan kelas dipersiapkan untuk tempat pengungsian warga korban banjir. Tim memutuskan membuka posko kesehatan di SMP ini. Untuk memaksimalkan bantuan bagi para korban pada fase tanggap darurat, MER-C Cabang Mataram nenurunkan tim ketiga yang diberangkatkan pada hari Jumat sore (16/3). Tim terdiri dari satu dokter spesialis, satu orang perawat, enam orang dokter muda, dan dua orang petugas non-medis dengan membawa tambahan bantuan obat-obatan, terpal, selimut, pakaian layak pakai, air mineral, dan diapers. Setibanya di Sambelia dan setelah berkoordinasi dengan Camat Sambelia, tim langsung menuju posko kesehatan MER-C di SMP 2 Blanting. Perjalanan menuju ke posko ini juga harus melewati medan yang cukup berat dalam keadaan hujan deras dan angin kencang. Saat yang paling sulit adalah ketika melewati jembatan yang ambruk. Namun, akhirnya tim ketiga tiba dengan selamat di SMP 2 Blanting sekitar pukul 8 malam. Malam itu langsung didata keperluan pengungsi untuk pembagian bantuan selimut dan terpal sebagai alas tidur. Namun jumlah bantuan selimut tidak sebanding dengan jumlah pengungsi, sehingga selimut diprioritaskan hanya untuk anak-anak dan lansia. Untuk menambah kekuatan personil, hari berikutnya, Tim keempat diberangkatkan lagi dari Mataram sekitar pukul 12.30 dengan membawa bantuan obat-obatan dan air mineral. Perjalanan tim keempat lebih mulus dari perjalanan tim-tim sebelumnya karena hujan yang sudah reda, air telah surut dan kondisi jalan sudah lebih baik. Di Sekretariat MER-C Cabang Mataram, sejumlah sumbangan untuk korban banjir Sambelia terkumpul. Sabtu malamnya, Tim berikutnya yang terdiri dari 5 orang relawan MER-C Cabang Mataram diturunkan lagi ke Sambelia agar sumbangan yang masuk bisa segera disalurkan. Tim tiba di Sambelia sekitar pukul 02.00 wita dini hari. Setelah menurunkan sumbangan yang dibawa, para relawan langsung pulang kembali ke Mataram. Sementara itu, Tim Medis tetap bersiaga di posko kesehatan untuk memberikan pelayanan medis bagi para korban banjir yang masih terus berdatangan ke Posko Pengungsian di SMP 2 Blanting.
Klinik MER-C Bokoharjo Gelar Seminar Gizi

YOGYAKARTA – Minggu (26/2), Praktek Dokter MER-C Bokoharjo, Prambanan, yang selama ini dikelola oleh MER-C Cabang Yogyakarta (MER-C DIY) mengadakan Seminar bertema “Gizi dan Tumbuh Kembang Anak”. Seminar yang mengambil judul “Optimalkan Gizi dan Tumbuh Kembang Anak dengan Gizi Seimbang “ menghadirkan pembicara Dokter Residen Anak dari RS. Sardjito yang juga seorang relawan MER-C, dr. Indri Hapsari. Seminar ini terselenggara atas kerjasama Praktek Dokter MER-C Bokoharjo dengan Playgroup/TPA Farhan Al-Athfal, Prambanan. Ini adalah kerjasama kedua. Kerjasama pertama adalah pemeriksaan kesehatan untuk anak-anak Playgroup/TPA Al-Athfal yang sudah dilakukan secara rutin setiap bulan sejak November 2011. Peserta seminar adalah para orang tua murid atau wali murid dari anak-anakPlaygroup/TPA Fahan Al-Athfal. Acara ini merupakan wadah berbagi pengetahuan kepada orang tua murid mengenai pentingnya pemberian asupan gizi yang seimbang bagi tumbuh kembang anak yang optimal. Hal ini dikarenakan masih sering terjadi salah pengertian orang tua mengenai jenis dan asupan makanan yang sesuai untuk anak-anak mereka. Menurut dr. Indri Hapsari, usia pra sekolah antara 0-3 tahun adalah masa paling penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga dibutuhkan perhatian yang khusus dari para orang tua dalam hal memberikan asupan gizi yang tepat dan seimbang untuk anak-anaknya. Acara seminar yang berlangsung dari jam 9 pagi hingga jam 12 siang berjalan dengan lancar. Para peserta terlihat antusias menyimak pemaparan pembicaradan bersemangat ketika sesi tanya jawab dibuka. Bahkan pembicara sengaja menambahi satu materi tentang pentingnya pemberian ASI pada bayi karena peserta begitu antusias untuk mengetahui mengenai pemberian ASI pada 6 bulan pertama yang sangat penting peranannya bagi perkembangan otak bayi. Selain seminar, acara juga dimeriahkan oleh adanya stand penjualan majalah dan bacaan anak-anak serta makanan kecil. Diharapkan kerjasama antara Playgroup/TPA Farhan Al-Athfal dan MER-C DIY akan terus berlanjut. Praktek Dokter MER-C Bokoharjo sendiri adalah sarana kesehatan yang dibangun pasca gempa Yogyakarta atas bantuan dari masyarakat Indonesia dan British Petroleum Indonesia. Pembangunan dilakukan oleh Divisi Konstruksi MER-C yang saat ini tengah membangun RS di Galela (Maluku Utara) dan Gaza (Palestina).
Komnas HAM Calls for Water in Buyat to Tested

TEMPO Interactive, Jakarta (24/02):The National Commission on Human Rights (Komnas HAM) is urging the environment and health ministries to re-test the water in wells in Buyat, North Sulawesi. This is to follow-up on a report from the Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) and the Environment Ministry that showed indications that Buyat villagers had arsenic poisoning. This time, the study must focus on the water that is believed to have caused illness in the area, Komnas HAM deputy head Ridha Saleh told Tempo yesterday. Ridha said that water in the village had been contaminated by dangerous minerals as a result of PT Newmont Minahasas Rayas (NMR) mining activities in 2004. The Environment Ministry and MER-C previously conducted continuous health checks on Buyat villagers. The result showed that 60 percent of 65 villagers had arsenic poisoning. This was different from the Health Ministrys finding that showed there was no health disorders from the water. Ridha said that Komnas HAM had called on the regional government to provide potable water for the villagers. She also said she hoped the government would respond promptly to the request because Komnas recommendation letter was sent two weeks ago. MUNAWWAROH http://www.tempointeractive.com/hg/nasional/2012/02/24/brk,20120224-386219,uk.html
Atas Permintaan Pemda Setempat, MER-C Kirim Tim ke-2 ke Sampang

Tanggapan atas Berita Dinilai tanpa Izin, Aktivis MER-C di Karang Gayam DipersoalkanHarian Radar Sampang, Edisi Rabu (25/01) Jakarta Atas permintaan langsung dari Pemda Sampang melalui Bakesbang Sampang, MER-C memutuskan untuk mengirimkan kembali Tim Medisnya ke Sampang. Saya ditelpon dari Pemda Sampang, Bapak Rudi dari Bakesbang Sampang agar MER-C menurunkan Tim Medis karena menurutnya MER-C dapat dipercaya oleh kedua belah pihak, demikian ungkap dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, Presidium dan Pendiri MER-C. Menanggapi permintaan tersebut, MER-C sebagai sebuah lembaga sosial kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam baik di dalam maupun di luar negeri kemudian memberangkatkan Tim Medisnya ke Sampang pada hari Senin (23/01) lalu. Ini merupakan Tim ke-2 setelah sebelumnya Tim Medis MER-C sempat memberikan bantuan pelayanan medis bagi 600 pengungsi konflik Sunni Syiah di di GOR Sampang pada 8 12 Januari 2012. Keberadaan Tim MER-C kali ini diharapkan bisa ikut membantu meredam konflik melalui pendekatan pelayanan kesehatan bagi kedua belah pihak yang sempat bertikai. Sesampainya di Sampang, Tim MER-C pun langsung berkoordinasi dengan Kapolres setempat untuk kemudian melakukan survey lokasi dalam rangka pendirian pos kesehatan yang nantinya bisa mencakup kedua belah pihak yang bertikai, yaitu Sunni Syiah. Dari informasi yang diterima oleh Tim MER-C pada hari Jumat, 20 Januari 2012, masing-masing pihak yang bertikai sebenarnya telah berdamai. Hari itu baik komunitas Syiah dan Sunni melakukan shalat jumat di masjid yang sama, masjid Al Anshar Banyu Arum yang terletak diantara dua komunitas. Usai berkoordinasi, Tim MER-C langsung melakukan survai lokasi ditemani oleh WaKapolres Sampang dengan pengawalan ketat menggunakan 3 buah mobil Ranger milik Polres. Tim harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalanan setapak naik turun berlumpur dan berbatu untuk memasuki dusun kecil tempat terjadinya konflik, yaitu dusun Angsanah dan Gading Laok desa Bluuran kec. Karang Penang dan dusun Nangkernang, desa Karang Gayam Kec. Omben, kab Sampang. Hari itu diputuskan lokasi posko kesehatan MER-C sementara berada di Masjid Al Anshar, sambil menunggu perkembangan selanjutnya dari Pemda terkait, khususnya Dinas Kesehatan. Esok harinya,, Selasa (24/01), sebelum bergerak menuju posko kesehatan yang sudah disepakati kemarin, Tim MER-C terlebih dahulu berkunjung ke Kantor Dinas Kesehatan untuk berkoordinasi dan meminta izin ke Dinas Kesehatan Kab. Sampang. Kedatangan Tim MER-C diterima dengan hangat oleh dr. Firman selaku Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kab. Sampang. Turut hadir dalam pertemuan hari itu, Bapak Arsyad – dari anggota DPRD II Jawa Timur. Dari pembicaraan antara Tim MER-C dengan Dinas Kesehatan, akhirnya disepakati bahwa Tim MER-C akan bergerak secara sinergis beserta Tim dari Dinas Kesehatan setempat. Hasil pertemuan saat itu juga mengagendakan pelaksanaan ulang kegiatan Posyandu untuk bulan Januari ini pada hari kamis besok, 26 Januari 2012. Menurut Kadinkes, Posyandu bulan Januari sebenarnya sudah dilaksanakan, namun kegiatan Posyandu di hari Kamis besok akan disertai dengan pengobatan massal dari Tim MER-C, untuk melayani masyakarat yang terlibat konflik Sunni-Syiah. Usai pertemuan dengan Dinas Kesehatan, Tim MER-C dibagi menjadi dua tim. Tim Pertama langsung bertugas di Masjid Al Anshar Banyu Arum sesuai rencana semula, sementara Tim kedua menuju Puskesmas Omben dan Puskesmas Karang Penang untuk koordinasi mengenai kegiatan Posyandu dan Pengobatan Massal hari Kamis besok. Siang harinya, Tim Medis MER-C yang berjaga di Masjid Al Anshar Banyu Arun siang itu mulai kedatangan warga yang akan berobat. Hingga sore hari sebanyak 65 warga, baik tua-muda, anak-dewasa, dari kedua belah pihak Sunni Syiah datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan cuma-cuma. Misi Kemanusiaan di Sampang merupakan salah satu bagian dari kegiatan MER-C. Saat ini MER-C juga tengah melakukan kegiatan sosial kemanusiaan di berbagai wilayah baik di Indonesia maupun di luar negeri seperti: di wilayah tsunami Aceh, wilayah gempa Padang (Sumbar), wilayah banjir lahar dingin Yogyakarta, puluhan klinik sosial yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, pembangunan RS di Galela (Maluku Utara) hingga Pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Dalam melakukan misi kemanusiaannya, MER-C menyalurkan donasi dari masyarakat berdasarkan amanahnya.
Ustadz Solmed Gandeng Divisi Yankes MER-C Adakan Khitanan Massal

Jakarta Di penghujung akhir tahun 2011, Divisi Yankes MER-C dipercaya oleh Ustadz Soleh Mahmud atau lebih dikenal dengan Ustad Solmed untuk menjadi Tim Medis kegiatan sosial berupa khitanan massal yang digelar di lingkungan rumahnya di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kegiatan sosial yang merupakan salah satu wujud perhatian Ustadz Solmed kepada masyarakat di sekitar tempat tinggal barunya ini diselenggarakan pada hari Kamis (29/12) bertempat di lapangan hati PKK Kebon Jeruk. Kegiatan dimulai pukul 09.00 wib dan berakhir pukul 12.00 siang. Dalam kegiatan ini, Divisi Yankes MER-C menurunkan 16 orang relawan yang terdiri dari 14 relawan medis dan 2 relawan non medis. Sekitar 29 orang anak kurang mampu dikhitan pada hari itu. Acara dibuka langsung oleh Ustadz Solmed sebagai pemilik hajat dengan dimeriahkan oleh Yadi sembako dan Teamlo. Tak lupa ustadz-ustadz dari Dai Center juga turut memberi siraman rohani bagi anak-anak peserta khitan dan masyarakat yang hadir. Alhamdulillah, semua rangkaian kegiatan dan khususnya khitanan berjalan lancar sampai selesai. Divisi Yankes (Pelayanan Kesehatan) MER-C merupakan salah satu divisi yang bertujuan untuk menggalang dana bagi kegiatan operasional kemanusiaan MER-C melalui penawaran jasa medis berupa khitanan massal dan pengobatan massal kepada lembaga/institusi/perusahaan maupun individu.