MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

The 2nd Annual Seminar & Workshop Medan Emergency Meeting 2013

Medan – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) cabang Medan pada Minggu, 8 Desember 2013bertempat di Convention Hall Garuda Plaza Hotel Lt.2, mengadakan seminar dan workshop “Medan Emergency Meeting 2013”. Kegiatan ini berisi ceramah, diskusi aktif dan simulasi kasus (vignette) seputar berbagai penyebab dan penanganan penurunan kesadaran ditinjau dari berbagai disiplin ilmu dan sistem organ.   Diikuti sebanyak 510 peserta diskusi yaitu 310 orang dokter umum dan dokter spesialis dan 200 orang umum (perawat, bidan, praktisi/teknisi medis, mahasiswa kedokteran/keperawatan, masyarakat umum) kegiatan diskusi dan seminar ini merupakan salah satu upaya meningkatkan pemahaman akan penurunan kesadaranberkaitan dengan fungsi MER-C selaku lembaga yang bergerak di bidang kegawatdaruratan medis. Penurunan kesadaran merupakan salah satu bentuk kegawatdaruratan yang cukup sering dijumpai di praktik keseharian. Berbagai keadaan dapat menyebabkan munculnya keadaan penurunan kesadaran, mulai dari proses patologis intrakranial, metabolik, infeksi, malignansi, degenerasi  hingga trauma Secara sederhana, kasus penurunan kesadaran dapat diibaratkan tak ubahnya pedang bermata dua. Di satu sisi, praktisi medis harus mampu berpikir dan bertindak secepat dan setepat mungkin untuk menyelamatkan nyawa pasien yang sedang terancam, namun di sisi lain praktisi medis tersebut juga harus berpikir secara komprehensif dan sistemik untuk menentukan penyebab penurunan kesadaran, kemudian bertindak dengan tepat, meskipun dengan informasi penyakit yang terbatas. Diawali dengan pelantikan satgas MER-C Medan, diskusi, kuliah umum dan seminar kali ini mengangkat 4 topik pembahasan, yaitu “Profesi Kesehatan di Era Globalisasi, Masih Adakah Tempat Bagi Kemanusiaan”, “Neurology Aspect on Loss of  Consciousness”, “Metabolic Aspect on Loss of Consciousness”, “Metabolic Aspect on Loss of Consciousness”, dan “BasicManagement on Loss of Consciousness”. Para tokoh yang hadir dalam acara ini diantaranya adalah dr. Yogi Prabowo, Sp.OT (Perwakilan presidium MERC pusat), dr. Suhelmi, Sp.B(Ketua Umum IDI Wilayah Sumatera Utara), Prof. dr. Guslihan D Tjipta, Sp.A(K)(Penasihat MERC Medan, Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara), dr. Delyuzar, M.Ked(PA), Sp.PA(K)(Penasihat MERC Medan, Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara), dr. Rizki Adriansyah, M.Ked(Ped), Sp.A, (Ex-Ketua Umum MERC, Divisi P2KB IDI Wilayah Sumut), dan dr. M. Aron Pase, M.Ked(PD), Sp.PD(Ex-Ketua Umum MERC Medan). Acara yang dimulai sejak Pukul 07.30 WIBAlhamdulillah  terselenggara dengan lancar sampai berakhir pada pukul 17.30 WIB.        

Tim Bedah MER-C Bersiap Ke Filipina

MER-C sedang bersiap-siap untuk segera memberangkatkan Tim bedah ke Filipina. Presidium MER-C dr Joserizal Jurnalis mengatakan bahwa kemungkinan besar badai Haiyan yang terjadi di Filipina Akan mengakibatkan tingginya jumlah korban trauma yang membutuhkan tindakan operasi. Tim yang diagendakan untuk berangkat tanggal  17 November 2013 ini direncanakan untuk mulai bergerak dari Cebu untuk mencari lokasi yang paling memerlukan bantuan. Joserizal menambahkan bahwa karena masa pemulihan pasca bencana tidak dapat berlangsung cepat, maka inshallah MER-C Akan mengirimkan tim lanjutan. Di Filipina MER-C akan bekerja sama dengan institusi setempat, termasuk dengan gereja Katolik untuk dapat memberikan bantuan kepada para korban bencana. Rekening Donasi Kemanusiaan MER-C untuk Bencana Alam di Filipina : BCA, Cab Kwitang, 686.0099339 BSM, Cab Salemba, 701.5658899 an. Medical Emergency Rescue Committee

Donasi Mobil Untuk Pembangunan RS Indonesia

Jakarta – Sabtu, 9 November 2013 Sepasang suami istri datang ke kantor MER-C dengan mengendarai mobil Yaris warna silver. Kedatangan mereka di pagi hari itu adalah untuk mendonasikan mobil mereka untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina. Pasangan mukhlisin ini menjelaskan alasan mereka mendonasikan kendaraan mereka ini karena melihat Transparansi MER-C dalam penerimaan dan penyaluran donasi yang diterima, selain bukti fisik bangunan RSI yang sudah terlihat keberadaannya. Presidium MER-C Dr Sarbini Abdul Murad yang menerima donasi ini menyatakan kekaguman dan rasa salutnya atas perhatian yang besar terhadap proses pembangunan RSI. Beliau berharap dengan melimpahnya dukungan serupa dapat mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga dapat dimanfaakan bagi rakyat Palestina di Gaza kelak.

Selamat Jalan Bang Din!

Jakarta – Bang Din, begitu biasa kami memanggilnya, adalah salah satu relawan MER-C di Aceh yang juga merupakan korban tsunami. Pasca tsunami dahsyat menerjang kampung halamannya di Panga, Aceh Jaya pada penghujung tahun 2004 silam, pemilik nama lengkap Syarifudin ini mewakafkan sebidang tanah miliknya kepada MER-C untuk pembangunan sarana kesehatan. Gelombang tsunami memang telah menyapu hampir semua bangunan di daerahnya. Bekerjasama dengan NGO asal Malaysia, MER-C membangun sebuah Klinik Rawat Inap di atas tanah wakaf tersebut. Dengan adanya donasi dari masyarakat Indonesia untuk amanah Aceh, MER-C kemudian melengkapi Klinik tersebut dengan berbagai peralatan medis. Kini, Klinik Rawat Inap Panga yang telah beroperasi sejak Maret 2006 telah dinaikkan statusnya oleh Pemda setempat menjadi Puskesmas Rawat Inap dan sampai saat ini masih menjadi sentra pelayanan kesehatan bagi masyarakat Panga dan sekitarnya. Senin (30/9), Bang Din tiba di Jakarta setelah mendapat rujukan dari Aceh. Bang Din menderita penyakit kanker leukemia akut sehingga harus mendapatkan pengobatan lebih lanjut di RS Dharmais Jakarta. Selama dirawat di pusat kanker nasional ini, beberapa relawan medis MER-C secara bergantian memantau kondisi kesehatannya. Namun, baru beberapa hari mendapat pengobatan, kondisi Bang Din terus menurun. Pada hari Kamis (10/10), sekitar pukul 18.00, Bang Din menghembuskan nafas terakhirnya dan kembali menghadap Sang Maha Pencipta setelah berjuang keras melawan penyakit kankernya. Pagi ini Jum’at (11/10), jenazah Bang Din telah diterbangkan ke Aceh untuk dikembalikan kepada keluarga dan dimakamkan di tanah kelahirannya. Selamat jalan Bang Din… Doa kami menyertaimu…. Semoga tanah yang sudah engkau wakafkan, yang diatasnya telah berdiri sebuah Puskesmas Rawat Inap bisa menjadi ladang amal ibadah yang tidak putus untukmu… Aamiin…

MER-C Tetapkan 5 Presidium Baru Periode 2013 – 2018

Foto (ki – ka): Ir. Faried Thalib, dr. Henry Hidayatullah, dr. Arief Rachman, dr. Sarbini Abdul Murad, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT. Jakarta – Sabtu (7/9) MER-C menggelar acara Musyawarah Besar Organisasi ke-4 yang dihadiri oleh pengurus, relawan aktif dan perwakilan cabang-cabang MER-C di Indonesia dan Gaza Palestina. Musyawarah Besar yang bertempat di Cisarua Bogor menghasilkan susunan Presidium MER-C yang baru untuk periode 2013-2018. Jumlah presidium yang sebelumnya hanya tiga orang, berdasarkan hasil Musyawarah Besar disepakati untuk ditambah menjadi 5 orang. Penambahan jumlah presidium ini selain untuk lebih meringankan amanah-amanah program yang ada dan dalam rangka kaderisasi MER-C. Inilah susunan presidium MER-C yang baru periode 2013 – 2018: 1.       Dr. Henry Hidayatullah (Ketua Presidium) 2.       Dr. Sarbini Abdul Murad 3.       Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT 4.       Ir. Faried Thalib 5.       Dr. Arief Rachman    dr. Henry Hidayatullah yang dipercaya sebagai Ketua Presidium MER-C periode 2013 – 2018 adalah salah satu pendiri MER-C dan anggota Presidium pada periode sebelumnya.  Dr. Sarbini dan dr. Joserizal kembali dipercayai untuk tetap berada di jajaran Presidium MER-C guna ikut memimpin gerak serta langkah organisasi MER-C ke depan yang tidak terasa sudah menginjak usia 14 tahun. Untuk pertama kalinya dalam sejarah MER-C, relawan berlatar belakang non medis berada di jajaran Presidium. Meskipun bukan dokter, namun kiprah Ir. Faried Thalib sebagai relawan sudah cukup besar. Bencana tsunami Aceh adalah awal keterlibatannya di MER-C. Sejak saat itu, insinyur bidang sipil ini selalu siap hadir di berbagai wilayah perang, konflik dan bencana baik di dalam maupun di luar negeri. Bahkan kini Ir. Faried Thalib tengah mengomandoi program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina dan pembangunan Rumah Sakit MER-C di Galela, Maluku Utara. Anggota Presidium MER-C yang termuda adalah dr. Arief Rachman. Meskipun masih muda, namun dr. Arief sudah memiliki pengalaman dan memimpin misi kemanusiaan MER-C di luar negeri, seperti Ketua Tim 2 MER-C untuk Gaza Palestina dan mengikuti misi “Mavi Marmara”. Bahkan dokter yang sedang mengambil program pendidikan spesialis radiologi di FKUI ini sempat menetap di Gaza selama lebih dari 3 bulan untuk menindaklajunti penandatanganan MOU Pembangunan RS Indonesia. Selama tiga bulan, dr. Arief dan Tim MER-C melakukan survey lahan yang akan menjadi lokasi RS Indonesia dan berkoordinasi dengan Pemerintah setempat. “Semoga MER-C bisa memberikan manfaat lebih bagi ummat sesuai dengan prinsip rahmatan lil’alamin. Dan semoga MER-C menjadi tempat bagi orang-orang baik para professional medis maupun non medis untuk menjadi relawan yang sesungguhnya,” harap Ketua Presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah.

Majelis Ta’lim Telkomsel Sumbang Donasi untuk Ruang Farmasi RSI

Jakarta – Setelah Pembaca Republika yang menyumbang untuk pengadaan alat kesehatan dan interior ruangan Poliklinik RS Indonesia di Gaza, kini menyusul Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) yang memberikan donasinya untuk pengadaan alat kesehatan dan interior Ruang Farmasi RS Indonesia. Donasi sebesar Rp 650 juta yang dikumpulkan dari zakat, infaq dan shodaqoh karyawan ini diserahkan secara simbolis oleh Chairuddin (Ketua MTT) kepada dr. Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), Kamis 5 September 2013. Acara penyerahan dilangsungkan di Kantor Pusat Telkomsel, Gedung Wisma Mulia lantai 18 di hadapan karyawan jamaah kajian dzuhur.   “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi dari Majelis Ta’lim Telkomsel untuk program pembangunan RS Indonesia. Insya Allah pembangunan fisik RS Indonesia dijadwalkan selesai akhir tahun ini. Upaya selanjutnya adalah pengadaan alat kesehatan dan interior masing-masing ruangannya. Semoga apa yang telah dilakukan MTT akan diikuti oleh lembaga atau perusahaan lainnya sehingga RS Indonesia persembahan dari rakyat Indonesia bisa segera bermanfaat untuk rakyat Palestina,” ungkap Sarbini, saat acara penyerahterimaan donasi. Sementara Ketua MTT, Chairuddin menyampaikan terima kasih kepada para karyawan yang telah memberikan zakat, infaq dan shodaqohnya dimana sebagian ZIS karyawan disalurkan untuk program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina yang sedang dilakukan oleh MER-C. Sesuai akad yang telah ditandatangani bersama, donasi dari Majelis Ta’lim Telkomsel khusus diperuntukkan bagi pemenuhan alat kesehatan dan interior Ruang Farmasi RS Indonesia yang terletak di lantai 1.   Selain gerakan rakyat sebesar Rp 50 ribu per orang untuk alat kesehatan RSI, MER-C juga meluncurkan gerakan pengadaan alat kesehatan beberapa ruangan RSI yang ditujukan untuk lembaga atau perusahaan dengan nominal donasi beragam sesuai dengan kebutuhan alat kesehatan di ruangan tersebut. Khusus untuk donasi alat kesehatan per ruangan, maka di setiap ruangan tersebut akan ditulis nama lembaga atau perusahaan yang menyumbang. Pembaca Republika dan Majelis Ta’lim Telkomsel telah mengawali gerakan ini dengan berdonasi untuk Ruang Poliklinik dan Ruang Farmasi. MER-C masih membuka dan mengajak lembaga atau perusahaan lainnya untuk menjadi bagian dari program bersejarah berupa pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina dengan berpartisipasi untuk pengadaan alat kesehatan ruangan RSI lainnya, diantaranya Ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat), Ruang Operasi, Ruang ICU (Intensive Care Unit), Ruang Rawat Inap Laki-laki, Ruang Rawat Inap Perempuan, Laboratorium, Ruang CT Scan, Ruang X-Ray, Ruang Rehabilitasi Medik, dll. Be a part of history…

Festival Melayu untuk Kemanusiaan

Jakarta, 23 Syawwal 1434/31 Agustus 2013 (MINA) – Gita Cinta Production bekerja sama dengan Medical Emergency Rescue-Committee (MER-C) mengadakan malam penggalangan dana untuk kemanusiaan bertajuk Jakarta Melayu Festival Seroja. Dalam festival tersebut turut dimeriahkan oleh penyanyi muda muslimah, Sulis, serta musisi kawakan Iyeth Bustami dan Hamdan ATT. Sementara itu saat diwawancarai Wartawan Mi’raj News Agency (MINA), promotor acara, Geisz Chalifah mengungkapkan bahwa “Festival ini juga bertujuan membangkitkan seni musik Melayu”. Sementara itu, intelektual muda Indonesia yang ikut hadir, Anies Baswedan mengapresiasi langkah nyata ini untuk mendukung program kemanusiaan yang dilakukan MER-C untuk RSI Gaza dan RS Galela. “Ini merupakan langkah kongkret yang bagus untuk membantu pembangunan RS Indonesia di Gaza,” ungkap Anies. Hasil penggalangan dana tersebut akan disumbangkan untuk pembangunan RS Indonesia di Gaza dan RS Galela di Maluku yang sedang dalam proses pembangunan oleh beberapa relawan MER-C. Saat ini MER-C sedang mengerjakan dua pembangunan rumah sakit sekaligus di dua daerah berbeda, Gaza, Palestina dan Galela, Maluku. Pembangunan RS Indonesia di Gaza memerlukan dana sekitar 100 miliar rupiah yang terbagi untuk biaya pembangunan bangunan utama RSI dan sarana penunjang berupa alat-alat kesehatan. Pembangunan kedua rumah sakit tersebut juga melibatkan SDM dari Pesantren Al-Fatah Indonesia. (L/P01/P02/P06/P015). Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/8821-festival-melayu-untuk-kemanusiaan.html

Joserizal : Jihad Perlu Wawasan Tepat

Jakarta, 20 Ramadhan 1434/27 Juli 2013 (MINA) – Pendiri sekaligus Presidium Medical Emergency Rescue (MER-C) Joserizal Jurnalis mengatakan dalam sebuah perjuangan (jihad) diperlukan wawasan yang tepat sehingga dapat berbuat tepat sasaran “Dalam melaksanakan jihad, kita harus memiliki wawasan yang luas sehingga langkah dan keputusan kita tepat sasaran dan tidak terjebak dengan konspirasi politik kekuasaan,” katanya dalam acara silaturahim relawan MER-C di kantor pusatnya di Jakarta (27/7). Jose juga mengajak kepada sesama rekan relawan dan mujahid untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya dan dari berbagai sumber untuk dikaji sehingga menghasilkan keputusan yang tepat dalam langkah perjuangan membela Islam dan Muslimin. Aktivis yang sudah berkunjung ke beberapa negeri konflik itu juga mengajak kepada para aktifis mujahid Islam agar menggunakan analisis berpikir yang kritis dan hati yang tulus sehingga perjuangan ini menghasilkan karya yang cemerlang. “Selain nalar pemikiran yang kritis, kita juga harus menggunakan hati yang jernih dalam sebuah perjuangan. Ingat, kita semua berniat untuk mendedikasikan hidup menolong agama Allah, menegakkan kalimah dan syariat Allah. Maka hati kita harus bersih dari segala dendam dan niat mencari kekuasaan,” paparnya. “Mari kita cari informasi sebanyak-banyaknya agar kita tidak salah dalam mengambil keputusan. Saat ini ada beberapa oknum yang punya modal dan mereka menginginkan kekuasaan. Mereka bisa saja memanfaatkan kita,” katanya. Saat ini kondisi muslimin di berbagai belahan dunia, khususnya di Timur Tengah sedang dilanda krisis. Mesir, Suriah, Tunisia, Yaman, dan Afganistan adalah contoh negara-negara yang saat ini dilanda konflik. Korbannya sudah tentu Muslimin. “Namun, dari semua isu tersebut. Masjidil Aqsa dan Palestina harus menjadi prioritas kita. Jangan sampai kita lengah dari isu-isu di atas dan Zionis dengan bebas menjajah tanah al Quds dan Palestina, tambahnya lagi. Saat ini MER-C sedang konsentrasi dalam pembangungan rumah sakit Indonesia di wilayah Bait Lahiya, Gaza Utara. Pembangunan tahap dua sudah hampir selesai dan persiapan memasuki tahap tiga yaitu mengadaan alat-alat kesehatan dan obet-obatan. (L/P04/P015/P01/R2) Sumber : http://www.mirajnews.com/indonesia/7404-jose-rizal-jihad-perlu-wawasan-tepat.html  

Tim MER-C Pusat Tinjau Pembangunan RS MER-C Galela

Jakarta, 14 Ramadhan 1434/22 Juli 2013 (MINA) – Tim Divisi Kontruksi Medical Emergency Committee (MER-C) Pusat, kembali melakukan peninjauan perkembangan pembangunan Rumah Sakit MER-C di Galela. Dalam kunjungannya, Tim Divisi Kontruksi MER-C disambut oleh wakil bupati Halmahera Utara Dr. Rusman Sulaiman, Ketua Pembangunan RS MER-C Galela H. Arifin Neka, dan tokoh masyarakat setempat. Ir. Faried Thalib, selaku ketua Divisi Kontruksi MER-C menyatakan bahwa walau pun sudah masuk tahun ketiga, MER-C tetap berkomitmen akan menyelesaikan pembangunan RS MER-C Galela tersebut. Faried juga menyampaikan bahwa sebagian besar energi MER-C memang sedang fokus pada proses pembangunan RSI di Gaza, akan tetapi MER-C terus akan berusaha sekuat tenaga menyelesaikan proses pembangunan RS MER-C Galela. “MER-C memang sedang fokus pada proses pembangunan RSI di Gaza, akan tetapi MER-C terus akan berusaha sekuat tenaga menyelesaikan proses pembangunan RS MER-C Galela, untuk itu beliau sangat mengharapkan dukungan dari berbagai pihak di Indonesia dan Galela khususnya,” ujar Faried Thalib. H. Arifin Neka, menyampaikan bahwa, RS MER-C Galela ini akan terus diperjuangkan hingga selesai. “Supaya segera bisa digunakan, terlebih dahulu akan diselesaikan bagian depan RS MER-C Galela itu,” kata Arifin. Ustadz Drs. Marjan Haji Muhammad, selaku tokoh masyarakat setempat, dalam tausiyahnya menekankan kepada masyarakat untuk meningkatkan ibadah di bulan ramadhan terutama membantu selesainya RS MER-C Galela yang sangat dibutuhkan oleh masayarakat Galela. Sebelumnya, Ketua Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, menyampaikan bahwa RS MER-C Galela merupakan bukti dan komitmen MER-C terhadap Galela, di mana pada tahun 2000 Mer-c sempat bertugas saat terjadi konflik horizontal disana. “RS MER-C Galela ini sangat penting, tujuannya agar masyarakat tidak jauh-jauh lagi untuk berobat, walau pun konflik sudah tidak ada, akan tetapi kita tunjukan komitmen kepada masyarakat Galela di mana mereka berharap bahwa relawan kita kembali datang ke Galela”, ujarnya. Pengerjaan RS MER-C Galela di atas luas bangunan 2.800 m2. dipercayakan kepada relawan dari Pondok Pesantren Al-Fatah, Cileungsi seperti yang terjadi dalam pembangunan RS Indonesia di Gaza. “Relawan RS di Galela juga berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah, jadi kerjasama kita bukan hanya di Gaza, akan tetapi juga di Galela,” tambahnya. Menurut laporan MER-C, fokus pekerjaan RS Galela adalah pemasangan rangkap atap baja ringan dan atap RS berwarna biru. Material pembangunan dikirim menggunakan ekspedisi laut dari Jakarta, yang perjalanannya bisa memakan waktu satu bulan. Material terakhir dilaporkan tiba di Pelabuhan Galela akhir Juni lalu. Sehingga pekerjaan pemasangan atap dimulai Juli saat ini. Semua dapat terwujud semata-mata atas pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, juga didukung oleh doa dan shadaqah dari warga lokal, Pemda dan rakyat Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. (L/P01/P015/P02) Sumber : http://www.mirajnews.com/indonesia/7260-tim-mer-c-pusat-tinjau-pembangunan-rs-mer-c-galela.html  

MER-C Sampaikan Duka Cita untuk President Hugo Chavez

Keluarga Besar MER-C Indonesia mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada Pemerintah dan rakyat Venezuela atas wafatnya President HUGO CHAVEZ pada hari Rabu, tanggal 6 Maret 2013 Kami akan mengenang sosok HUGO CHAVEZ sebagai salah satu pemimpin revolusioner dunia beraliran sosialis. Kami menghormati kegigihannya dalam melawan KAPITALISME dan LIBERALISME. Kami juga SALUT untuk pembelaannya terhadap PALESTINA. Selamat jalan…… Salam pembebasan Palestina !!!!

Silahkan bertanya?