MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Menurunkan Tim Medis di Kebon Baru

Jakarta –  Hujan yang terus turun selama hampir seminggu mengakibatkan beberapa tempat di Jakarta mengalami kebanjiran, bahkan beberapa akses jalan protokol di Jakarta tidak bisa dilalui karena tingginya volume air yang menggenang di ruas-ruas jalan di Jakarta.   Hari senin (20/1) tim medis MER-C yang terdiri dari 2 dokter dan 2 perawat dengan sistem mobile clinic menyambangi daerah kebon baru di daerah Tebet, untuk memberikan pengobatan kepada para pengungsi korban banjir yang berasal dari wilayah Rt. 1 – Rt.8. Jumlah pasien yang di tangani tim tercatat sebanyak  105 warga, dan tim sempat melakukan 1 tindakan medis terhadap  seorang warga yang terkena pecahan kaca di tangan kanan sehingga harus di jahit.  Penyakit yang banyak di tangani tim MER-C terdiri dari diare, penyakit kulit, ISPA, dan hipertensi.        

MER-C Kirimkan Tim ke Manado

Jakarta – Empat relawan MER-C dikirimkan ke Manado untuk memberi bantuan medis bagi warga korban banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah ini. Relawan yang dikirimkan semua medis terdiri dari dokter & dokter muda yang berasal dari Makassar, Jakarta dan Mataram. Di Manado, Tim akan berkoordinasi dengan instansi terkait kebencanaan dan kesehatan serta mendatangi wilayah-wilayah yang terkena dampak bencana terparah yang masih membutuhkan bantuan kesehatan. “Lama misi dijadwalkan satu minggu, namun hal ini akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dan hasil assessment teman-teman tim,” ujar dr. Arief Rachman, salah satu Presidium MER-C. Bantuan untuk korban bencana alam Manado dapat disalurkan melalui rekening amanah kemanusiaan MER-C: BCA, Cab Kwitang, 686.0099339 BSM, Cab Salemba, 701.5658899 an. Medical Emergency Rescue Committee        

MER-C Medan Buka Posko Penerimaan Bantuan Bencana Sinabung

Medan – Salam Kemanusiaan. Seiring kita melakukan aktivitas hari ini, kami dari MER-C Medan mengajak kita semua untuk turut bersimpati dan sambung rasa kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah di sekitar Gunung Sinabung. Mari kita doakan dengan sepenuh hati kepada Tuhan semesta alam, agar kiranya bencana ini segera usai dan Sinabung kondusif kembali. Mari pula kita salurkan bantuan Logistik & Medis kepada para pengungsi. Mari kita advokasi bersama kepada pihak pemerintah mulai dari pusat hingga daerah, untuk melakukan langkah-langkah penanganan bencana yang lebih komprehensif, termasuk melakukan upaya relokasi penduduk. Kita lihat hari ini terdapat lebih dari 25.000 jiwa pengungsi, jika 1 jiwa membutuhkan konsumsi sekitar Rp 5.000 – 10.000 per hari, maka sehari dibutuhkan Rp 125 – 250 juta per harinya. Doa, harapan, dan kerja kita semua membantu nyawa dan kualitas hidup saudara-saudara kita. Mari membantu dan selamatkanlah sesama manusia, karena pada hakikatnya itulah tujuan kehidupan manusia. MER-C Medan telah berkoordinasi dengan MER-C Indonesia untuk kesiapsiagaan pengiriman Tim Bedah jika terjadi gempa vulkanik yang lebih besar. Juga kami bersama dengan seluruh relawan mahasiswa FK, membuka posko penerimaan bantuan bencana, dalam bentuk uang tunai, bahan pangan, dan medis. Posko Utama : Kantor MER-C Medan : Jl. Setiabudi Kompleks Ruko Milala Blok C-6 contact person : Ruslan (085362976538) BBM MER-C Medan pin 28C45767 Rek. Donasi Kemanusiaan : Bank Syariah Mandiri, Rek. 7019895167, Atas nama MER-C Medan Contact Person di beberapa Kampus Kesehatan di Sumatera Utara: CP: FK USU – M. Naufal (085270922694) CP: FK UISU – Al Munawarah Yani (085270191155) CP: FK UISU – Al Manar Mustawa (081396303202) CP: FK UMSU – Zulfadli (085297383067) CP: Poltekkes Kemenkes RI – Syarif (082369153320) (Dr. Rahmad Gunawan/Sekretaris Umum MER-C Cabang Medan)        

5 Relawan MER-C Mulai Layani Kesehatan Pengungsi Sinabung

Medan – Selasa subuh ini (14/1), MER-C Medan memberangkatkan 5 relawannya yang terdiri dari 2 dokter, 2 perawat, dan 1 relawan non medis ke lokasi bencana erupsi Sinabung. Ini adalah tim ke-5 yang telah dikirimkan MER-C Cabang Medan ke gunung yang terletak di Kabupaten Karo. Saat menuju Sinabung, ambulans yang dikendarai Tim tiba-tiba mogok di Sibolangit. Dengan pertolongan warga sekitar, tidak berapa lama kendaraan operasional MER-C Cabang Medan ini dapat melanjutkan pemberian bantuan medis kepada para pengungsi korban erupsi.     Setibanya di lokasi, tim langsung mencari titik pengungsian yang masih minim layanan kesehatan. Berdasarkan informasi yang diterima tim, total pengungsi saat ini disemua titik pengungsian terdapat lebih dari 25 ribu jiwa, yang tersebar di 30 titik pengungsian. Sampai dengan Selasa siang, Tim MER-C Medan telah memberikan pengobatan di dua titik pengungsian, yaitu Rumah Kabanjahe dan Masjid Taqwa Kabanjahe. Jumlah pasien terdiri dari 70 orang dari total 200 orang pengungsi yang ada. Selain melakukan pengobatan,tim juga menyerahkan bantuan berupa bahan makanan berupa beras. Ketua MER-C Cabang Medan, dr. Ahmad Handayani mengingatkan anggota timnya agar senantiasa berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan dan minuman selama di lokasi bencana. Hal ini dikarenakan erupsi dapat mencemarkan sumber air dan tanah. “Sebisa mungkin minum air mineral dan makan yang higienis,” tuturnya. Dr. Ahmad Handayani juga berpesan kepada anggotanya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjaga higienitas dengan baik walau dengan sumber air dan makanan seadanya.                

MER-C Siaga Banjir Jakarta

Jakarta – Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu malam (11/1) hingga Senin pagi (13/1) telah mengakibatkan bencana banjir di sejumlah wilayah. MER-C sebagai lembaga medis, telah menyiagakan relawannya khususnya relawan medis untuk mengantisipasi penyakit-penyakit yang biasanya bermunculan pasca banjir.  Seperti tahun-tahun sebelumnya, Tim MER-C akan menyusuri dan mencari wilayah banjir yang belum atau masih minim bantuan medis.     Bantuan untuk korban bencana banjir Jakarta dapat disalurkan melalui rekening donasi amanah Kemanusiaan MER-C sbb: BCA, 686.0099339 BSM, 701.5658899 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee                

MER-C Cabang Medan Turunkan Tim ke-5 Untuk Korban Sinabung

Medan – “Bapak/Ibu Penasehat, relawan, sahabat MER-C. Kami sampaikan bahwa hari ini (Senin, 13 Januari 2014), InsyaAllah MER-C akan memberangkatkan tim medis untuk ke 5 kalinya dalam rangka memberikan pertolongan medis bencana erupsi Gunung Sinabung. Tim terdiri dari 1 orang dokter, 2 perawat, dan 2 paramedis, dan masih membuka kesempatan seluas-luasnya kepada saudara-saudara dan sahabat-sahabat kami khususnya dokter / perawat / paramedic dan rekan-rekan mahasiswa kesehatan yang ingin turut berpartisipasi, mengingat hari Selasa adalah hari Libur nasional,” demikian isi pesan singkat dr. Ahmad Handayani, Ketua MER-C Cabang Medan yang diterima MER-C Pusat pagi ini.   Masih dalam pesan yang sama, dr. Ahmad Handayani menyampaikan bahwa sebaran info ini bukan untuk membesarkan nama organisasi, atau untuk menyebutkan bahwa MER-C adalah organisasi yang paling peduli, namun pesan ini ada untuk menyampaikan ajakan dan menggelorakan semangat kepedulian kita kepada saudara-saudara kita di sekitar gunung Sinabung yang saat ini sedang ditimpa kesulitan dan kesedihan. Lebih lanjut katanya, “Kami sadari bahwa MER-C Medan sendiri masih jauh dari optimal untuk memberikan bantuan, untuk itu kami harapkan dukungan, kami mohonkan bantuan, dan kami pasrahkan semua upaya ini semata-mata mengharap ridho Ilahi.” Bagi Bapak/Ibu yang ingin memberikan donasi, MER-C cabang Medan menerima donasi dalam bentuk bahan pangan, uang tunai, dan obat-obatan untuk disalurkan langsung kepada para pengungsi.   Untuk informasi lebih lengkap dapat menghubungi Kantor MER-C Cabang Medan : Alamat              : Jl. Setiabudi Kompleks Ruko Milala Blok C-6 Contact Person : Ruslan (085362976538)/Sekretaris Eksekutif MER-C Cabang Medan Pin BB              : 28C45767 Rek. Donasi      : Bank Syariah Mandiri, No. Rek. 7019895167, atas nama MER-C Cab. Medan                

Sinabung Awas, MER-C Medan Turunkan Tim Medis

Medan, Sumatera Utara – “… Saat ini status Sinabung adalah AWAS yang merupakan status tertinggi dari gunung api. MERC Medan pada subuh ini (26 November 2013) memberangkatkan tim medis terdiri dari 2 dokter dan 2 perawat untuk melakukan bantuan medis dan sekaligus penyaluran bantuan sembako, selimut dan masker. Mohon doa dan dukungan kita semua untuk misi kemanusiaan ini…bantuan yang saat ini dibutuhkan antara lain: obat-obatan, makanan siap konsumsi dan air bersih… Bantuan dalam bentuk uang dapat dikirimkan via transfer ke Bank Mandiri, Rek 1060010570243, A.n. Rinaldi Sani Nst dan konfirmasi ke CP kami. Terima kasih…CP: RINALDI 085275025138,” demikian penggalan isi pesan singkat dari relawan MER-C Cabang Medan, dr. Rinaldi Sani Nasution. Saat ini Tim MER-C Medan mengabarkan bahwa mereka sudah tiba di kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo. “Di sini suasana kondusif, dan hari ini tidak ada abu vulkanik,” ujar Ketua Tim medis MER-C Medan dr. Rahmad Gunawan. Lebih lanjut ia melaporkan bahwa kegiatan tim hari ini adalah melakukan assessment lapangan. “Saat ini ada 31 titik pengungsian dengan jumlah pengungsi 17 ribu. Tapi pengungsi ini kalau pagi beraktivitas biasa, sore malam mereka ke pengungsian,” tambahnya. Hari ini Tim MER-C akan melakukan rapat koordinasi dengan posko bencana BNPB, karena saat ini BPBD daerah Karo belum dibentuk. Dari hasil koordinasi dan pengamatan sementara Tim MER-C di lapangan, ada 3 titik di luar kota Kabanjahe yang perlu jadi perhatian, karena jauh dari akses Puskesmas atau RS, yakni di wilayah Payung, Tiga Binanga, dan Berastagi.

MER-C Siaga Erupsi Semburan Gunung Merapi

Solo – Untuk kesekian kalinya Gunung Merapi meletus lagi. Gunung Merapi mengeluarkan asap tebal disertai abu vulkanik setinggi sekitar 2.000 meter, Senin (18/11/2013) sekitar pukul 04.50 WIB. Hal ini menyebabkan hujan pasir dan abu yang cukup tebal di Boyolali, hingga Kartosuro, dan wilayah barat Kota Solo. Meski situasi saat ini menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, masih dalam status normal (ANTARA, 18/11/2011). Letusan hari ini lebih besar daripada 22 Juli, namun saat ini status masih normal aktif (level I),” tegas Sutopo. Dihubungi pagi tadi, relawan MER – C cabang Solo dr.Ambar Waluyo mengatakan bahwa belum Ada kondisi emergency, dan MER-C Solo menunggu perkembangan situasi. Tetapi belajar dari kejadian sebelumnya, dimana keadaan bisa meningkat menjadi darurat, MER-C telah menyiapkan tim medis yang terdiri dari dokter dan tim non medis yang setiap saat siap diturunkan jika keadaan berubah menjadi darurat.

Prinsip Netralitas dan Rahmatan Lil’alamin untuk Korban Bencana Sinabung

Medan – Kamis (19/9), MER-C Cabang Medan kembali menurunkan tim medisnya untuk memberikan bantuan pengobatan bagi pengungsi korban bencana letusan gunung Sinabung. Ini adalah Tim ke-2 yang diturunkan MER-C Cabang Medan, setelah Tim pertama yang turun saat awal letusan Sinabung, Minggu (15/9) lalu dengan lokasi pengobatan di Masjid Raya Kabanjahe. Lokasi pengungsian yang dipilih kali ini adalah Komunitas Ora et Labora Kabanjahe yang sebagian besar merupakan warga nonmuslim. Prinsip netralitas dan rahmatan lil’alamin tidak membedakan ras, suku, agama dan ideologi adalah dua prinsip yang senantiasa dipegang teguh oleh para relawan MER-C dalam memberikan bantuan bagi korban perang, konflik dan bencana alam di manapun. Kamis malam setibanya di lokasi, Tim MER-C langsung melakukan peninjauan ke beberapa titik pengungsian. Titik pengungsian Komunitas Ora et Labora Kabanjahe yang sebagian besar terdiri dari pengungsi nonmuslim ini akhirnya dipilih oleh Tim MER-C Cabang Medan karena belum terjamah bantuan sama sekali baik bantuan medis maupun makanan dari pihak manapun termasuk pemerintah setempat. Sementara, beberapa titik pengungsian lainnya tampak pengungsi sudah tertangani dan sudah mendapat bantuan.   Jumlah pengungsi di komunitas ora et labora sekitar 170 orang, banyak diantaranya adalah balita dan lansia. Para pengungsi rata-rata menderita ISPA, Dispepsia dan Darah tinggi.   “Selain bantuan pengobatan di posko maupun sistem door to door visit, kami juga menyalurkan sumbangan barang dari donatur berupa makanan, minuman, makanan bayi dan masker yang kami terima dari Mode Grup. Bantuan ini kami salurkan langsung ke pengungsi yang diterima oleh Bapak Markus Ginting,” ujar dr. Rinaldi, Ketua Tim Medis MER-C untuk Bencana Sinabung.   Esoknya, hari Jum’at (20/9) pagi sekitar pukul 01.00 dini hari, terjadi lagi gempa vulkanik. Debu vulkanik menyebar ke arah barat, timur dan selatan puncak gunung Sinabung. BMKG SUMUT belum berani memastikan status gunung Sinabung yang statusnya masih siaga 3.  Meskipun ada gempa, namun masih ada warga di daerah Lau Kawar, sekitar 6 km dari puncak gunung Sinabung yang enggan mengungsi.   Sementara itu, hingga Jum’at siang, status gunung Sinabung  masih siaga 3, tetapi para pengungsi yang bermukim lebih dari 3 km dari puncak gunung sudah diperbolehkan pulang. Walau sudah diijinkan pulang tapi masih banyak warga yang memilih tinggal di pengungsian karena erupsi gunung Sinabung yang tidak bisa terprediksi. Tim ke-2 MER-C untuk bencana Sinabung memutuskan kembali ke Medan setelah adanya informasi dari Komandan TNI Andika selaku Pimpinan Koordinasi Bantuan Sinabung yang menyatakan bahwa gunung Sinabung sudah kondusif dan warga yang bermukim lebih dari 3 km dari puncak sudah diperbolehkan pulang.   “Kami akan terus memantau dan siaga untuk bencana ini. Terima kasih kepada para donatur dan relawan untuk sumbangsihnya, semoga menjadi amal ibadah bagi kita semua,” tutur dr. Ahmad Handayani, Ketua MER-C Cabang Medan

MER-C Medan Terus Pantau dan Siagakan Tim Medis untuk Bencana Sinabung

Medan – Minggu (15/9) sekitar pukul 02.00 dini hari gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo provinsi Sumatera Utara meletus. Menyusul kejadian tersebut, MER-C cabang Medan segera menyiapkan Tim Advance tanggap bencana untuk melakukan assesment dan pertolongan medis darurat kepada para korban. Pada Minggu sore, Tim yang terdiri dari 3 dokter, 3 perawat dan 1 tenaga kesehatan masyarakat berangkat ke lokasi bencana dengan menggunakan ambulans operasional MER-C Cabang Medan.  Tim pimpinan dr. Rinaldi Sani Nst tiba di wilayah Kabanjahe yang berada sekitar 5 km dari gunung Sinabung pada Minggu malam sekitar pukul 19.30 waktu setempat. Tim langsung mengunjungi Masjid Raya Kabanjahe yang merupakan salah satu lokasi pengungsian. Sekitar 60-an warga mengungsi di masjid ini dan jumlahnya terus bertambah. Terdapat 5 titik pengungsian lagi di Jambur. Jumlah pengungsi di Kabanjahe dan Berastagi diperkirakan sebanyak 2.500 orang. Malam itu juga, Tim langsung melakukan kegiatan pelayanan kesehatan di Masjid Raya Kabanjahe.  Keesokan harinya, Senin (16/9) tim mulai bergerak ke arah gunung Sinabung untuk melihat langsung kondisi bencana dan warga di sana, tepatnya di kecamatan Nemanteran. “Sebagian warga sudah mengungsi ke kota Kabanjahe, sebagian lainnya masih ada yang menetap,” ujar dr. Rinaldi, Ketua Tim Advance Bencana Sinabung.   Lebih lanjut dr. Rinaldi, yang juga Ketua Divisi Yankes MER-C Cabang Medan memaparkan bahwa dari pantauan tim, warga cukup mendapatkan pengobatan dan makanan dari pemerintah setempat. Untuk mengecek kesehatan warga, Tim MER-C melakukan pelayanan medis dengan mobile clinic (pelayanan medis keliling). “Alhamdulillah, kondisi warga yang kami jumpai sehat-sehat saja,” tambah dr. Rinaldi. “Berdasarkan hasil evaluasi Tim Advance MER-C, maka untuk saat ini kami belum membuka posko. Namun kami tetap memantau dan siap turun ke lokasi apabila gunung Sinabung mulai aktif kembali,” ujar Ketua MER-C Cabang Medan, dr. Ahmad Handayani.  “Bantuan pakaian, logistik serta dana kita tutup sementara karena penyalurannya belum bisa dipastikan, melihat situasi Sinabung,” tambahnya.   MER-C Cabang Medan: Hp : 087768591522 BB : 28c45767 Rek. Donasi : BSM, 7019895167 an. MER-C Cabang Medan

Silahkan bertanya?