Hadiri Kashmir Black Day, Ketua MER-C Berharap Indonesia Bisa Berperan

Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta menggelar peringatan Kashmir Black Day, Kamis/27 Oktober 2022. Tanggal ini menjadi bersejarah karena pada hari ini, tepatnya tanggal 27 Oktober 1947 silam, atau 75 tahun yang lalu, India mengawali penindasan di Kashmir. Penindasan oleh India terhadap Kashmir masih berlangsung hingga saat ini, namun terkesan luput dari perhatian dunia. MER-C yang diwakili oleh Ketua Presidium, dr Sarbini Abdul Murad, sebagai salah satu lembaga yang turut hadir pada acara tersebut berharap Indonesia bisa berperan mengakhiri tragedi kemanusiaan di Kashmir. “Peringatan Kashmir Black Day, setiap tanggal 27 Oktober merupakan satu upaya dari Pakistan untuk mengingatkan bangsa ini, mengingatkan rakyat Indonesia bahwa pada hari ini Kashmir masih di bawah pendudukan India,” ujar Sarbini. “Indonesia jangan pernah melupakan saudara sesama muslim di Kashmir yang masih tertindas oleh India. Kita berharap Indonesia bisa berperan,” tambahnya. Untuk itu, Sarbini menghimbau kepada Pemerintah RI walaupun India adalah pasar yang besar bagi Indonesia, namun faktor-faktor HAM (Hak Asasi Manusia) dan hak-hak kemanusiaan, hak sipil rakyat Kashmir harus menjadi prioritas bagi Indonesia. “Jangan masalah-masalah perdagangan, ekonomi membuat kita menutup mata atas tragedy yang terjadi di Kashmir. Saya fikir ini suatu hal yang keliru kalau kita tidak ingatkan ini,” katanya. “Minimal ada cara-cara diplomasi yang bisa dilakukan untuk bisa mengurangi kesulitan dan penderitaan saudara-saudara kita yang ada di Kashmir,” imbuhnya. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa hak-hak kemerdekaan harus diperjuangkan oleh kita semua, “Bangsa Indonesia tidak bisa melepaskan perhatian terhadap Kahsmir karena Indonesia mempunyai hubungan yang baik dengan Pakistan.” Ia juga menyampaikan bahwa India harus bisa menyerap aspirasi internasional. “Sebagai negara demokratis, India seharusnya bisa menyerap aspirasi internasional sehingga penindasan di Kashmir bisa terselesaikan.” Di samping itu, Sarbini berharap kepada dunia Internasional bisa menekan India agar dapat menerapkan resolusi yang telah ditetapkan oleh PBB, “Misal penentuan sikap dan pilihan rakyat Kashmir apakah ingin bergabung dengan India, Pakistan atau independen,” ujarnya. Sebagai pimpinan lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian, Sarbini memandang perlu bagi MER-C untuk memperhatikan dan mempertimbangkan apa yang dapat dilakukan untuk membantu Kashmir. “Kami akan mempelajari secara detail, secara baik, serta mempertimbangkan apa yang dapat dilakukan untuk membantu Kashmir dalam konteks kemanusiaan. Mudah-mudahan kami (MER-C) bisa membantu walaupun sedikit sehingga tragedi kemanusiaan bisa segera berakhir,” harapnya. MER-C menjadi salah satu lembaga yang diundang pada acara ini karena pernah menunaikan misi kemanusiaan saat gempa dahsyat menerjang Kashmir pada tahun 2005 silam dengan mengirimkan Tim Bedah. Peringatan Kashmir Black Day yang diadakan Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta dalam rangka memberikan pehamanan dan terus mengingatkan masyarakat Indonesia tentang permasalahan Kashmir dan diharapkan dapat bersuara untuk mengakhiri tragedi kemanusiaan di wilayah ini. #KashmirLivesMatter#KashmirBlackDa
MER-C dan Sejumlah Tokoh serta Lembaga Bentuk Afghanistan Support Working Group

Sejumlah Tokoh dan Lembaga Peduli Afghanistan membentuk Afghanistan Support Working Group dalam rangka menggalang dukungan dan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Afghanistan khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Ide ini tercetus saat acara Silaturahim Indonesia – Afghanistan yang diadakan oleh MER-C untuk menyambut kedatangan seorang dokter orthopedi dan tokoh pendidikan Afghanistan, Asst. Prof. Emal Wardak, MD, Sabtu/1 Okt 2022. Acara dihadiri oleh Mayjend TNI (Purn). Arief Rachman (Duta Besar RI untuk Afghanistan), Prof. DR. Hj. Amany Lubis, MA (Rektor UIN Syarif Hidayatullah), DR. KH. Imam Addaruqutni, MA (Tokoh Muhammadiyah), Ustadz Dr. H. Abdurrahman Anton Minardi, MA (Ketua Empathy Foundation) beserta pengurus, dr. Rahyussalim, SpOT, Pengurus Jamaah Muslimin (Hizbullah) dan beberapa media partner diantaranya LKBN Antara, HU Republika, Radio dan TV Silaturahim serta Mi’raj News Agency (MINA). Emal Wardak, MD adalah Kepala Departemen Orthopaedi dan Trauma di RS Nasional Wazir Mohammad Akbar Khan Kabul, Afghanistan. Tim MER-C bertemu dengan ahli bedah orthopedi Afghanistan ini ketika menunaikan misi kemanusiaan ke Afghanistan pada Juli 2022 lalu sebagai respon terhadap bencana gempa bumi dahsyat yang melanda negara tersebut. Saat ia berkunjung ke Kuala Lumpur akhir bulan September lalu untuk suatu kegiatan, kesempatan ini dimanfaatkan MER-C untuk mengundang dokter berusia 43 tahun ini datang ke Indonesia guna menindaklanjuti rencana program capacity building bagi tenaga kesehatan Afghanistan. Selama kunjungannya di Jakarta, MER-C membawa dokter Emal mengunjungi pusat pendidikan orthopedi di FKUI – RSCM, melihat alur dan sistem di IGD RSCM dan IMERI atau Indonesian Medical Education and Research Institute yang merupakan institute pendidikan kedokteran dan penelitian pertama di Indonesia. Pendidikan Kedokteran lain yang juga didatangi adalah FK UIN Syarif Hidayatullah yang berada di Ciputat. Meski waktu kedatangan yang singkat di Indonesia, MER-C bekerjasama dengan RS Islam Jakarta Cempaka Putih, ILUNI FKUI dan PPNI DKI Jakarta berkesempatan mengadakan Seminar dan Worskhop “Mass Casualty Management in Conflict Area”, Minggu/2 Oktober 2022 di Auditoriun RS Islam Jakarta Cempaka Putih dengan pembicara utama Asst. Prof. Emal Wardak dari Afghanistan dan Mohammad Al Attar, MD dari Jalur Gaza, Palestina. Pembicara berkompeten lainnya adalah pembicara dari RSCM, PPNI DKI Jakarta dan relawan MER-C yang berpengalaman di berbagai wilayah konflik dalam dan luar negeri. Seminar dan workshop diadakan secara hybrid dengan peserta yang juga berasal dari tiga negara, yaitu Indonesia, Afghanistan dan Jalur Gaza, Palestina. Kedatangan Asst. Prof. Emal Wardak, MD, diharapkan menjadi awal yang baik untuk terus mempererat jalinan kerjasama yang telah terbangun dan memperkuat dukungan MER-C bersama elemen bangsa Indoensia lainnya untuk bahu membahu membantu rakyat Afghanistan untuk bangkit dari krisis kemanusiaan. Dukungan dan Donasi bagi Program Kemanusiaan MER-C di Afghanistan dapat disalurkan melalui: BSI (Bank Syariah Indonesia)No. Rek. 701.565.8918 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Call Center:0811 99 0176
Kemenlu RI Sambut Baik Upaya MER-C untuk Afghanistan

Kementerian Luar Negeri RI mengapresiasi dan menyambut baik upaya MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia dalam melakukan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Abdul Kadir Jailani, saat menerima audiensi Tim MER-C di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Rabu/10 Agustus 2022. “Tentunya Pemerintah selalu menyambut baik setiap upaya dari elemen bangsa Indonesia untuk melakukan bantuan kemanusiaan dimanapun, karena itu hal yang mulia,” ujar Abdul Kadir. “Saya senang dan bangga mendengar kegiatan kemanusiaan MER-C di Afghanistan,” imbuhnya usai mendengar pemaparan dari dua perwakilan relawan MER-C yang baru kembali dari Afghanistan pada akhir Juli 2022 dalam rangka menunaikan tugas kemanusiaan. Ia juga memberikan respon positif terhadap rencana program jangka panjang MER-C untuk Afghanistan berupa capacity building dalam bidang kesehatan. “Mengenai rencana MER-C untuk memberikan beasiswa atau fellowship bagi beberapa tenaga kesehatan di Indonesia, menurut hemat saya langkah ini merupakan langkah yang sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia. Salah satu program yang dilakukan pemerintah saat ini adalah upaya membantu peningkatan kualitas SDM di Afghanistan,” ungkapnya. Lebih lanjut ia memaparkan bahwa Pemerintah memang secara khusus berfokus pada pemberian beasiswa di berbagai sektor, dan kesehatan merupakan satu sector yang cukup penting. Pemberian bantuan peningkatan kapasitas tersebut menurutnya akan lebih baik juga apabila difokuskan untuk Afghanistan adalah bagi perempuan. Namun, seiring dengan kondisi di Afghanistan yang masih memiliki dinamika tersendiri, Abdul Kadir mengingatkan agar semua bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh MER-C di Afghanistan bisa disinergikan dengan Pemerintah dan pelaksanaannya melibatkan otoritas setempat. “Harapan saya kita bisa bersinergi, bekerja sama, itu akan menjadi suatu yang baik,” imbuhnya. Dalam pertemuan tersebut, selain memaparkan tentang misi Kemanusiaan MER-C di Afghanistan, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad juga menyampaikan perkembangan Misi Kemanusiaan MER-C di Palestina, khususnya program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza. Sarbini menyampaikan harapannya agar pemerintah bisa terus mengupayakan izin bagi Tim Medis dan Konstruksi MER-C dapat masuk ke Jalur Gaza, meskipun Jalur Gaza masih dalam situasi gencatan senjata pasca agresi yang menewaskan puluhan korban jiwa dan melukai ratusan warga. Pertemuan ini turut dihadiri oleh Muhsin Syihab (Duta Besar Bidang Hubungan Antarlembaga Kemenlu RI), Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo (Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemenlu RI), dr. Zecky Eko Triwahyudi, SpOT., MARS (Ketua Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan), dr. Guntur Utama Putera, SpOT (Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan), Ir. Luly Larissa dan Rima Manzanaris. Jakarta, 10 Agustus 2022
RS Indonesia di Gaza Tangani Puluhan Korban Agresi Israel

Agresi Israel ke Jalur Gaza yang dimulai sejak Jum’at (5/8) telah mengakibatkan puluhan korban jiwa dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Kementerian Kesehatan Palestina merilis jumlah korban akibat agresi Israel hingga Minggu (7/8) pkl 23.25 waktu setempat mencapai 44 orang meninggal dunia dan 360 orang luka-luka. Wanita, lansia bahkan anak-anak tidak luput menjadi sasaran kebrutalan Israel. Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, sebagai rumah sakit terbesar di Gaza bagian Utara turut menangani hingga puluhan korban serangan Israel. Salah satu relawan MER-C di Jalur Gaza, Reza Aldilla Kurniawan, melaporkan bahwa sejak Israel memulai serangan pada hari Jum’at (5/8) RS Indonesia menangani sedikitnya 8 korban meninggal (syahid) dan 54 korban luka-luka. Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) menjadi ruangan tersibuk di RS Indonesia pasca serangan terjadi. Ruang IGD yang diberi nama salah satu pahlawan asal Aceh, yaitu Teungku Chik Ditiro terus menerima korban-korban serangan Israel dengan berbagai derajat luka untuk segera mendapat pertolongan medis. Selain IGD, ruang jenazah RS Indonesia juga menjadi tempat yang ramai didatangi warga Gaza. Mereka adalah para keluarga korban yang syahid atau warga Gaza yang ingin melihat anggota keluarga atau sahabat mereka yang menjadi korban. Ketika ada warga yang syahid, warga Gaza lainnya ramai mengiringi jasad para syuhada untuk dibawa ke tempat peristirahatan terakhir. Reza juga menyampaikan bahwa selama serangan berlangsung, getaran terasa cukup kuat dan suara ledakan terdengar jelas dari Wisma dr. Joserizal Jurnalis, tempat tinggal para relawan Indonesia selama bertugas di Jalur Gaza, yang berada di dalam kompleks RS Indonesia. Keberadaan RS Indonesia di Gaza menjadi sangat krusial terlebih pada saat terjadinya serangan seperti sekarang ini. RS Indonesia menjadi rumah sakit utama bagi para korban serangan di Gaza bagian Utara untuk mendapatkan pengobatan dan pertolongan medis. Sejak dibuka pada akhir tahun 2015, hingga saat ini MER-C masih terus melakukan pengembangan di RS Indonesia, baik dari sisi bangunan yang sudah menjadi 4 lantai maupun peralatan medis yang terus dilengkapi secara bertahap sesuai kebutuhan warga Gaza. Semua ini dimungkinkan karena doa dan donasi dari rakyat Indonesia, juga kerja keras para relawan (unpaid volunteers), dukungan pemerintah RI melalui Kemenlu dan KBRI serta semua pihak yang terlibat selama proses pembangunan RS Indonesia. Semoga RS Indonesia dapat terus bermanfaat dan menjadi wujud dukungan jangka panjang bangsa Indonesia untuk Palestina hingga Palestina meraih kemerdekaannya. Jakarta, 8 Agustus 2022
MER-C Mengutuk Serangan Israel ke Jalur Gaza

Tentara Israel kembali melancarkan serangan ke sejumlah situs di Jalur Gaza, Palestina, Jum’at/5 Agustus 2022. Kementerian Kesehatan Palestina merilis bahwa serangan Israel telah menyebabkan sedikitnya 10 warga sipil gugur sebagai syuhada, termasuk diantaranya seorang anak berusia 5 tahun dan seorang wanita berusia 23 tahun. Serangan ini juga telah melukai puluhan warga sipil lainnya. MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia mengutuk serangan terbaru Israel ke Jalur Gaza. Hal ini karena bisa berdampak luas dan menyebabkan banyak korban sipil yang akan berjatuhan. Adapun serangan balasan yang dilakukan faksi perlawanan Palestina adalah sebagai bentuk pertahanan diri dari kebrutalan serangan Israel ke Jalur Gaza. MER-C juga meminta Dewan Keamanan PBB segera mengadakan sidang agar eskalasi tidak meluas. Kepada Pemerintah Indonesia, bersama-sama dengan dunia Internasional kami harapkan dapat segera mengambil langkah-langkah untuk melakukan tekanan dan desakan kepada Israel untuk menghentikan serangan. Jika eskalasi meningkat dan jumlah korban terus bertambah, MER-C sebagai organisasi medis yang berpengalaman bekerja di Palestina akan mempertimbangkan pengiriman tim relawan medisnya ke Jalur Gaza. Sementara itu RS Indonesia sebagai rumah sakit terbesar di Gaza bagian Utara juga bersiap memberikan pertolongan medis bagi warga yang menjadi korban. Jakarta, 6 Agustus 2022MER-C Indonesia
MER-C kirimkan Tim Bedah bantu Rehabilitasi Korban Gempa Afghanistan: Masyarakat Afghanistan Berharap Kepedulian Jangka Panjang

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan, menyusul bencana gempa bumi dahsyat yang melanda negara ini akhir Juni lalu. Tim yang dikirimkan merupakan Tim Bedah yang terdiri dari relawan Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi, Dokter Spesialis Anestesi dan Perawat Kamar Bedah. Tim dipimpin oleh Dr. Zecky Eko Triwahyudi, SpOT., MARS dengan anggota tim Dr. Guntur Utama Putera, SpOT, Dr. Wahyu Bimantoro, SpAn dan Ebo Subaha, S.Kep. Bertolak dari Jakarta menuju Dubai pada hari Kamis/14 Juli 2022, Tim MER-C untuk rehabilitasi korban gempa Afghanistan tiba di Kabul, Ibukota Afghanistan pada hari Jum’at pagi/15 Juli 2022. Setibanya di ibukota negara yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Taliban, Tim langsung berkoordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di Kabul dan Kementerian Kesehatan Publik Afghanistan. Dalam waktu berdekatan, Afghanistan mengalami dua bencana alam besar. Di akhir bulan Juni mengalami Gempa Bumi di daerah Afghanistan Timur, kemudian pada awal Juli mengalami banjir bandang di daerah Afghanistan Tengah dan Timur. Hal ini menyebabkan Afghanistan menghadapi bencana ganda. Di kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan krisis ekonomi pasca Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun lalu yang diikuti pembekuan asetnya oleh asing/barat, serta belum adanya pengakuan resmi (de yure) terhadap otoritas Taliban di Afghanistan dari UN dan negara-negara di dunia. Bencana ini semakin memperparah kondisi negara yang sebelumnya selama hampir 40 tahun hidup di tengah perang berkepanjangan. Pembekuan asset menyebabkan Afghanistan sangat bergantung dari bantuan asing dan NGO dalam pelayanan publiknya. Berdasarkan laporan Tim, situasi di Kota Kabul cukup kondusif meski dalam 11 bulan pemerintahan otoritas Taliban sejumlah fasilitas publik tampak masih dijaga ketat oleh militer. Ketua Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan, dr. Zecky Eko Triwahyudi mengatakan Timnya telah berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan Orthopaedi dan Pusat Rujukan Orthopaedi di RS Nasional Wazir Mohammad Akbar Khan Afghanistan, dengan Prof. Emal Wardak selaku Kepala Depatemen Orthopaedi dan Traumatologi yang juga menangani korban gempa. “Sambutan hangat dari para dokter dan petugas RS terhadap kehadiran Tim Bedah MER-C. Bahkan Tim bergabung untuk turut serta melakukan operasi kasus-kasus neglected trauma di RS tersebut,” ujar Zecky. Ia juga menambahkan bahwa pihak-pihak yang ditemui MER-C di Afghanistan berharap kerjasama dengan MER-C bisa berjalan untuk jangka panjang termasuk untuk memberikan pendidikan ( training) pada tenaga medis dalam bidang pelayanan publik karena mereka sangat membutuhkan sharing ilmu terkait pelatihan peningkatan skills dan sistem pelayanan publik yang lebih baik, termasuk fellowship program untuk meningkatkan keilmuan para tenaga medis dan pelatihan dalam bidang kebencanaan ( disaster preparedness / mass casualty management ). “Beberapa sharing ilmu sudah mulai kami lakukan, seperti relawan Dokter Spesialis Anestesi kami melakukan sharing keilmuan terkait USG guided nerve block kepada Dokter-dokter Anestesi di ruang operasi RS Wazir Mohammad Akbar Khan,” lanjutnya. Dalam rangka capacity building, hari Sabtu besok/23 Juli 2022, Tim MER-C juga akan memberikan pelatihan Basic Orthopaedic Operation Preparation dan pemberian ilmu-ilmu dasar kamar operasi bagi staff perawat ruang operasi RS Wazir Mohammad Akbar Khan National Hospital. Melihat keterbatasan peralatan yang ada khususnya di ruang operasi RS Wazir Mohamad Akbar Khan National Hospital Afghanistan, Tim MER-C akan menyumbangkan set alat-alat orthopaedi dan implant. Tim juga telah menyumbangkan alat USG portable untuk anestesi blok demi melengkapi pelayanan di ruang operasi RS ini. Sementara itu, bantuan obat-obatan yang dibawa akan diserahkan oleh Tim untuk nantinya akan didistribusikan ke lokasi klinik yang paling membutuhkan di Afghanistan. Assessment Tim Bedah MER-C juga mencatat beberapa hal yang terjadi pasca bencana dan harus segera mendapatkan pemecahannya di bidang medis, yaitu malnutrisi anak dan depresi kronik yang diderita warga Afghanistan di seluruh wilayah Afghanistan, kemudian air bersih, tempat tinggal dan ancaman kolera serta infeksi virus pasca bencana alam di area terdampak. Tim Bedah MER-C dijadwalkan akan bertugas selama dua pekan. Ini adalah kunjungan MER-C ke-4 ke Afghanistan, sebelumnya pada tahun 2001 dan 2002 (sekitar 20 tahun lalu), kemudian pada Maret 2022 dan Juli 2022. Terlepas dari situasi politik dan belum diakuinya pemerintahan Taliban di Afghanistan oleh dunia Internasional, namun krisis kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Afghanistan sangat nyata dan membutuhkan perhatian serta bantuan dari masyarakat Internasional. Untuk itu, MER-C berharap dukungan dari masyarakat Indonesia agar bisa menjalankan program bantuan jangka panjang seperti yang diharapkan rakyat Afghanistan khususnya dalam bidang medis. Kami juga mengajak elemen bangsa lainnya untuk ikut terlibat membantu masyarakat Afghanistan bangkit dari krisis kemanusiaan ini. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan:Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 22 Juli 2022
MER-C : Stop Invasi ke Ukraina
Perang Rusia – Ukraina sudah memasuki hari ke-42 dan belum ada tanda-tanda perang akan berakhir. Terlepas dari alasan apapun, perang berkepanjangan telah menyebabkan petaka kemanusiaan. Kalangan sipil yang tidak berdosa akan menjadi korban, baik korban jiwa, korban luka, dan jutaan orang terpaksa mengungsi untuk mencari wilayah yang lebih aman baik di dalam Ukraina maupun ke negara-negara tetangga. Mengamati perang yang sudah dimulai sejak 24 Februari 2022, MER-C berpandangan Rusia bukan lagi ingin memberi pelajaran terhadap Presiden Ukraina, namun sudah membumi hanguskan Ukrainia. Meski Rusia mengklaim hanya menargetkan basis-basis militer Ukraina, namun korban sipil sekali lagi tidak dapat terelakkan. Invasi Rusia, juga tidak hanya berpengaruh terhadap kedua negara, namun telah berdampak buruk terhadap ekonomi dunia secara global. Untuk itu, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, minta Rusia hentikan invasi ke Ukraina. MER-C menyerukan perdamaian kepada kedua belah pihak untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih buruk yang akan terjadi. “Kami minta Rusia hentikan invasi ke Ukraina. Kedua pihak agar menahan diri dan kepada negara-negara yang menjadi pendukung baik Rusia maupun Ukraina agar mendorong dan memfasilitasi perdamaian bagi kedua negara. Hal ini bukan hanya akan berpengaruh pada Rusia dan Ukraina, namun juga mempertimbangkan kestabilan dunia secara umum,” kata Sarbini. Kepada publik Indonesia, Sarbini juga berharap tidak terpesona dengan sosok Putin sehingga menjadi pembenaran invasi Rusia ke Ukraina. Namun berkenaan dengan event G-20 pada November 2022 mendatang, dimana Indonesia menjadi Ketua Tuan Rumah Penyelenggara event besar dunia ini, MER-C mendukung agar Indonesia tetap mengundang Presiden Rusia, Vladimir Putin, meski ada penolakan dari kepala negara lain. Justru Indonesia menurutnya, sebagai sebuah negara besar yang berdaulat agar tetap netral dan tidak memihak dalam konflik ini. Lebih lanjut Sarbini mengatakan Indonesia bisa menjadi penengah untuk mendorong penyelesaian konflik dan perdamaian kedua negara. “Indonesia sebagai negara besar dan berdaulat agar konsisten dengan hal ini dan tidak takut dengan tekanan dari negara lain. Indonesia bisa menjadi penengah,” tegas Sarbini.
Dubes Ukraina untuk Indonesia Sampaikan Tiga Hal Ini Kepada MER-C

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad hari ini, Jum’at/25 Maret 2022 menyambangi Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta. Kunjungan Pimpinan MER-C tersebut diterima langsung oleh Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin. Sarbini mengungkapkan tujuan kunjungan MER-C adalah murni dalam kerangka kemanusiaan, tidak berkaitan dengan politik. Sebagai NGO yang berfokus pada kemanusiaan dan perdamaian serta telah memiliki pengalaman di berbagai wilayah perang dan konflik baik di dalam maupun di luar negeri, MER-C mempunyai tanggung jawab moral untuk turut mengambil peran dalam rangka mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar. Selain itu, pertemuan ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi langsung dari tangan pertama mengenai situasi dan permasalahan kemanusiaan yang ada. Dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar setengah jam tersebut, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin menyampaikan tiga hal kepada Pimpinan MER-C. “Pertama mereka meminta kami untuk mempertimbangkan pengiriman tenaga medis dan obat-obatan secepatnya ke Ukraina untuk menolong para korban. Kedua, mereka meminta kami menyampaikan kepada Pemerintah Indonesia untuk merespon bantuan kemanusiaan bagi Ukraina. Dan yang terakhir mereka berharap agar MER-C membantu menyampaikan kepada pemerintah Indonesia untuk dapat bersuara dalam rangka menghentikan segera perang berskala besar ini,” ucap Sarbini. Sebagai sebuah NGO yang berfokus pada kemanusiaan dan perdamaian, konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina turut menjadi fokus perhatian MER-C. “Hari ini kami bertemu dengan Dubes Ukraina untuk Indonesia. Kami juga sudah mengajukan pertemuan dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia. Semoga dalam waktu dekat kami bisa segera bertemu dengan Duta Besar Rusia,” harap Sarbini. Hal ini dilakukan oleh MER-C karena Rusia dan Ukraina adalah sahabat yang baik bagi Indonesia. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa Indonesia seharusnya bisa menjadi penengah dalam konflik ini. Ia juga meyakini Indonesia memiliki kemampuan itu. “Kami yakin Indonesia mampu. Segera kami akan mengkomunikasikan hasil pertemuan ini kepada Pemerintah Indonesia,” ujarnya. Jakarta, 25 Maret 2022Medical Emergency Rescue Committee
Dubes RI untuk Afghanistan: Saya berharap MER-C Bisa Berperan Lebih Aktif Pasca Perang

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Afghanistan Dr. Ir. Arief Rachman, MM., MBA menyampaikan harapannya agar Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang sudah memulai di Afghanistan saat perang dulu, kini bisa berperan lebih aktif pasca perang. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Tim MER-C di kediamannya, 5 September 2021. “Terima kasih, suatu kehormatan berjumpa lagi dengan MER-C setelah hampir 20 tahun lalu kita berpisah di Pakistan. Saya termasuk senang pada waktu itu, karena kedatangan MER-C di daerah tugas saya di Pakistan dan saya sempat melepas MER-C saat di Pakistan,” ungkap Duta Besar RI untuk Afghanistan, Arief Rachman. “Saya berharap MER-C yang sebelumnya dulu sudah pernah memulai di Afghanistan saat perangnya, saat ini pasca perang harus lebih aktif, karena tentunya banyak bicara tentang rekonsiliasi pasca perang apalagi kaitannya dengan orang sakit, korban yang tentunya banyak dan memerlukan pemeliharaan ke depan,” tambahnya. Dalam kesempatan kunjungan silaturahim tersebut, Tim MER-C terdiri dari dr. Sarbini Abdul Murad selaku Ketua Presidium dan dr. Henry Hidayatullah selaku Presidium, keduanya merupakan relawan yang pernah bertugas dalam misi kemansnuiaan ke Afghanistan pada tahun 2001 dan 2002 silam, serta dr. Zackya Yahya, SpOk dan Rima Manzanaris (Manajer Operasional MER-C). Kepada Duta Besar RI untuk Afghanistan, Ketua Presidium MER-C menyampaikan rencana MER-C ke depan untuk Afghanistan apabila sudah terbentuk pemerintahan yang efektif di sana. Sebagai lembaga sosial kegawatdaruratan medis, MER-C akan berfokus membantu pada bidang kesehatan berupa pembangunan klinik atau Rumah Sakit Indonesia di Afghanistan. “MER-C pernah diminta oleh Afghanistan untuk membangun sarana kesehatan di sana, setelah mereka melihat kami membangun RS Indonesia di Gaza, Palestina,” ujar Sarbini. “Alm. Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT dan Tim MER-C pernah bertemu Menlu Afghanistan dan membahas mengenai hal ini,” ucapnya. Menanggapi hal ini, Duta Besar RI untuk Afghanistan menyampaikan dukungannya kepada MER-C dalam melakukan second track diplomacy di Afghanistan. Ia juga yakin MER-C mempunyai kemampuan untuk mengubah tantangan menjadi peluang, apalagi kesehatan sangat diperlukan. “Untuk ke depan tentunya Afghanistan ini menarik buat semuanya. Tantangan-tantangan yang ada mesti disikapi untuk menjadi peluang. Salah satunya MER-C punya kemampuan untuk mengubah tantangan itu menjadi peluang, untuk menjadi satu peran atau kiprah Indonesia di Afghanistan. Kalau secara diplomasi ini disebut sebagai second track. Tidak hanya pemerintah, tapi semua pihak bisa mengambil bagian, agar diplomasi yang sudah menjadi amanat konstitusi kita betul-betul terus berkembang. Dan itu menjadi bagian dari kita sebagai bangsa Indonesia, sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya. Duta Besar Arief Rachman menambahkan pasca perang tentunya korban-korban ada yang penyelesaiannya butuh waktu satu bulan, tiga bulan bahkan mungkin tahunan. Dan apabila MER-C membangun rumah sakit adalah yang paling tepat di daerah-daerah yang belum ada RS, sehingga peluang untuk ikut dalam kemanfaatan apalagi kesehatan bisa lebih besar. Ia berharap agar semua upaya dapat dilakukan semaksimal mungkin sehingga dapat bermanfaat bagi masa depan yang berikutnya di Afghanistan.
MER-C Gaza Salurkan Bantuan Ramadhan dari Rakyat Indonesia

Pada tahun ini, MER-C kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat Indonesia untuk menyalurkan bantuan Ramadhan bagi rakyat Gaza yang sedang mengalami masa sulit akibat blokade ditambah agresi Israel beberapa waktu terakhir. Bantuan Ramadhan disalurkan dalam bentuk bantuan sembako dan bantuan buka puasa bagi keluarga yatim, syuhada dan dhuafa di Jalur Gaza. “Alhamdulillah sebanyak 520 paket sembako sudah selesai kami distribusikan kepada warga yang membutuhkan khususnya di wilayah Gaza Utara dan Gaza Tengah. Paket sembako berisi beras, kurma, minyak goreng, gula, fasuliya, ful, adas dan ‘ajwah dibagikan langsung oleh para relawan MER-C di Gaza,” terang Reza, perwakilan relawan MER-C di Jalur Gaza. Reza menambahkan bahwa untuk bantuan ifthar akan dilakukan dengan mengumpulkan 1.000 anak yatim dan dhuafa untuk berbuka puasa bersama dengan relawan MER-C di Gaza. Diharapkan bantuan kali ini bisa turut memberi kebahagiaan bagi warga Gaza di bulan suci Ramadhan dan dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Bantuan Ramadhan khususnya sembako akan terus disalurkan sesuai dengan donasi yang ada hingga menjelang hari raya Idul Fitri nanti. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang sudah menyalurkan donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza melalui MER-C. Semoga menjadi catatan amal bagi para donatur dan mendapat balasan yang berkali lipat lebih baik dari ALLAH SWT. Aamiin yaa robbal aalamiin Dukungan dan donasi untuk Amanah Kemanusiaan Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.290.5803BCA, 686.033.5555MANDIRI, 124.000.3753754 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesiaCall Center : 0811990176