Gaza Membara, MER-C Siapkan Tim dan Bantuan Kemanusiaan

Siaran Pers Perang dahsyat kembali pecah di Jalur Gaza, Palestina. Memasuki hari ke-4, Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza merilis jumlah korban serangan brutal militer Israel yang terus meningkat signifikan setiap saat. Jumlah korban telah mencapai sedikitnya 704 warga meninggal dan 3.900 lainnya mengalami luka-luka. Merespon perang dan krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina, maka MER-C Indonesia sebagai sebuah lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam baik di dalam maupun di luar negeri pada hari ini, Selasa/10 Oktober 2023 menggelar Konferensi Pers di kantor pusat MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat. Konferensi Pers bertajuk “Gaza Membara, MER-C Siapkan Tim dan Bantuan Kemanusiaan” disampaikan secara langsung oleh Pimpinan MER-C, yaitu dr. Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), dr. Henry Hidayatullah, MSi (Presidium MER-C) dan Ir. Faried Thalib (Presidium MER-C). Menyikapi krisis kemanusiaan ini, MER-C Indonesia menyatakan: 1. MER-C Indonesia menyerukan agar segera menghentikan perang untuk menghindari korban berjatuhan yang lebih banyak lagi dan memberikan kesempatan untuk menolong para korban perang; 2. RS Indonesia sumbangan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina saat ini menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan bagi korban perang, khususnya di Jalur Gaza bagian Utara. RS Indonesia yang berjarak sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel menerima jumlah korban yang begitu luar biasa. Jika hal ini terus berlanjut stok obat-obatan akan menipis dan tenaga medis akan mengalami kelelahan. Sampai dengan Senin siang, RS Indonesia yang berkapasitas 230 tempat tidur tidak dapat menampung korban jiwa akibat serangan Israel. Kamar mayat penuh dan jasad-jasad yang terus berdatangan harus diletakkan di bagian luar bangunan rumah sakit. 3. Relawan MER-C Indonesia yang masih berada di Jalur Gaza berjumlah 3 (tiga) orang, yaitu:a. Reza Aldilla Kurniawanb. Fikri Rofiul Haqc. Farid ZanzabilAkan tetap tinggal di Jalur Gaza untuk bisa memberikan pertolongan-pertolongan darurat dalam kondisi yang sangat krusial seperti sekarang ini. Hal ini dikarenakan mereka bukan hanya relawan MER-C namun merupakan perwakilan rakyat Indonesia di Palestina untuk membantu apa yang dibutuhkan oleh rakyat Palestina. Apabila kondisi semakin genting, kami telah mempersiapkan contingency planning untuk dilakukan oleh relawan MER-C di Jalur Gaza. 4. MER-C Indonesia memandang perlu untuk segera mengirimkan Tim dan Bantuan Kemanusiaan ke Jalur Gaza untuk memberikan bantuan kepada para korban perang sebagai Emergency Response. Tim sedikitnya akan berjumlah 5 (lima) orang yang akan terdiri dari Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, Dokter Spesialis Anestesi, Relawan Medis dan Insinyur. Tim akan dipimpin oleh Ir. Faried Thalib, relawan yang sudah berpengalaman di Jalur Gaza sejak 2009 dan merupakan Pimpinan Pembangunan RS Indonesia. Target utama Tim adalah menyalurkan amanah Masyarakat Indonesia dalam bentuk bantuan medis dan kemanusiaan yang diperlukan para korban. Selain itu, Tim akan menindaklanjuti rencana Pembangunan Tahap 3 RS Indonesia, yaitu Pembangunan Poli Spesialis; 5. Kami meminta kepada Kementerian Luar Negeri RI dan Pemerintah RI untuk dapat membantu dan memfasilitasi Tim ini untuk bisa sesegara mungkin berangkat ke Jalur Gaza sebagai bentuk Diplomasi Kemanusiaan. Jakarta, 10 Oktober 2023MER-C Indonesia Bantuan dan Donasi dapat disalurkan melalui : Rek. No. 686.0153678 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.8111.925 Bank MandiriRek. No. 700.1352.061 Bank Syariah Indonesia (BSI)Rek. No. 358.000.1720 Bank Muamalat Indonesia (BMI)Rek. No. 033.501.0007.60308 Bank Rakyat Indonesia (BRI)Rek. No. 1000.209.400 Bank Mega Syariah (BMS) Semua Rekening Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee
Militer Israel Tak Henti Melanggar Hukum Kemanusiaan Internasional

Siaran Pers “International humanitarian law is a set of rules that seek to limit the effects of armed conflict. It protects people who are not or no longer participating in hostilities and restricts the means and methods of warfare” – International Committee of the Red Cross Penyerangan langsung di kompleks Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Jalur Gaza, Sabtu/7 Oktober 2023, seakan semakin menguatkan bahwa dalam perang Israel – Palestina, Hukum Kemanusiaan Internasional tidak pernah menjadi pertimbangan Israel. Dalam serangan ini sebagian gedung RS Indonesia mengalami kerusakan. Wisma dr. Joserizal Jurnalis yang menjadi tempat tinggal relawan MER-C mengalami dampak serupa. Kendaraan yang terparkir di depan wisma bahkan terbakar dan mengalami kerusakan berat. Dalam insiden ini, satu staf lokal MER-C cabang Gaza syahid akibat ledakan. Serangan serupa juga diarahkan di pelataran RS An Nasr di Khan Younis, Gaza Selatan yang menghancurkan ambulans serta melukai beberapa staf medis dan masyarakat awam. Kaidah perlindungan yang termaktub dalam Hukum Kemanusiaan Internasional, untuk mencegah korban dari personel medis, suplai alat kesehatan, rumah sakit dan ambulans; lagi-lagi dilanggar untuk kesekian kalinya. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia sangat menyayangkan timbulnya korban dari pihak medis dan mendukung seruan Kementerian Kesehatan di Gaza kepada dunia Internasional untuk menjamin keamanan dan keselamatan tenaga dan aset kesehatan selama konflik berlangsung. Jakarta, 7 Oktober 2023 Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C Indonesia Bantuan dan Donasi untuk Amanah RS Indonesia di Gaza, Palestina: Rek. No. 686.0153678 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.8111.925 Bank MandiriRek. No. 700.1352.061 Bank Syariah Indonesia (BSI)Rek. No. 358.000.1720 Bank Muamalat Indonesia (BMI)Rek. No. 033.501.0007.60308 Bank Rakyat Indonesia (BRI)Rek. No. 1000.209.400 Bank Mega Syariah (BMS) Semua Rekening Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee
Serangan Udara Israel Menyasar RS Indonesia, Staf Lokal MER-C Syahid

Serangan udara Israel menyasar RS Indonesia yang berada di Jalur Gaza, Palestina, Sabtu/7 Oktober 2023. Satu staf local MER-C, Abu Romzi, yang tengah berada di dekat lokasi syahid akibat serangan tersebut. Kabar duka disampaikan oleh Farid, salah satu relawan MER-C yang masih berada di Jalur Gaza. “Kami sedang berada di wisma dr. Joserizal Jurnalis, tiba-tiba terdengar ledakan yang kuat sekali. Ternyata tembakan roket dari pesawat tempur Israel jatuh dekat sekali dengan lokasi kami dan menghancurkan mobil operasional MER-C yang berada di depan Wisma dr. Joserizal Jurnalis,” ucap Farid. “Abu Romzi, staf local MER-C yang tengah berada di dekat ambulans menjadi korban syahid dan dilarikan ke RS Indonesia,” lanjutnya. Serangan juga membuat kerusakan di Wisma dr. Joserizal Jurnalis, tempat tinggal relawan yang berada di dalam area RS Indonesia. Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, mengutuk serangan brutal Israel ke Jalur Gaza yang menyasar Rumah Sakit. “Kami mengutuk serangan Israel ke Gaza yang menyasar Rumah Sakit!” ujar Sarbini. Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas syahidnya staf local MER-C, Abu Romzi yang sudah bertugas sejak tahun 2011 dan warga Gaza lainnya yang turut menjadi korban akibat serangan brutal Israel ke Jalur Gaza. “Kami meminta agar perbatasan Gaza segera dibuka untuk masuknya bantuan internasional ke Jalur Gaza,” tambahnya. Lebih lanjut Sarbini mengatakan agar Pemerintah Indonesia dapat segera mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan sidang darurat terkait hal ini. Jakarta, 7 Oktober 2023 Bantuan dan Donasi untuk Amanah RS Indonesia di Gaza, Palestina: Rek. No. 686.0153678 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.8111.925 Bank MandiriRek. No. 700.1352.061 Bank Syariah Indonesia (BSI)Rek. No. 358.000.1720 Bank Muamalat Indonesia (BMI)Rek. No. 033.501.0007.60308 Bank Rakyat Indonesia (BRI)Rek. No. 1000.209.400 Bank Mega Syariah (BMS) Semua Rekening Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Apresiasi IAEA yang Tetapkan Palestina sebagai Sebuah Negara

MER-C mengapresiasi keputusan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang mengakui Palestina sebagai entitas negara. Keputusan ini muncul dalam pertemuan Konferensi Umum Tahunan IAEA (International Atomic Energy Agency) ke-67 yang berlangsung di Wina, Austria pada 25-29 September 2023 lalu. Konferensi Umum IAEA ke-67 dihadiri sekitar 2.000 delegasi dari 177 negara anggota. IAEA telah melakukan pemungutan suara mengenai rancangan resolusi penetapan negara Palestina terutama Republik Arab Mesir, yang mengajukan permintaan atas nama Negara Palestina. Resolusi ini diadopsi setelah dilakukan voting dengan suara mayoritas 92 negara mendukung, termasuk Indonesia, sementara 5 negara abstain dan 21 negara menolak. Menanggapi hal tersebut, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad memberikan apresiasinya. Ia juga mengatakan bahwa ini adalah sebuah kemenangan diplomasi kemanusiaan. “Kami mengapresiasi keputusan IAEA dan seluruh anggota IAEA yang telah memberikan dukungan terhadap resolusi ini, termasuk Indonesia yang secara konsisten menunjukkan dukungannya pada Negara Palestina. Ini adalah sebuah kemenangan diplomasi kemanusiaan,” ujar Sarbini. Lebih lanjut Sarbini mengharapkan agar langkah ini diikuti oleh lembaga internasional lainnya. “Langkah berani ini mesti diikuti oleh lembaga internasional lainnya sebagai bentuk perlawanan dunia kepada apartheid dan penjajahan, khususnya yang telah dilakukan Israel terhadap Palestina,” tambahnya.
“Menghimpun Kebesaran Allah” (Sebuah Kisah Perjalanan Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza – Palestina)

Bertepatan dengan Milad MER-C ke-24 pada tahun ini, dengan penuh rasa syukur kami meluncurkan buku terbaru yang berjudul “Menghimpun Kebesaran Allah”, Minggu/27 Agustus 2023. Ditulis oleh seorang yang Ikhlas dan Sabar merajut kisah-kisah para relawan dalam proses pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Sebuah buku yang berkisah tentang rahasia Allah, tekad yang mulia, perjuangan, keikhlasan, strategi, kepatuhan, kesabaran yang tinggi dari kisah nyata para Relawan. Buku ini diserahkan kepada MER-C sebagai hadiah dari penulis, khususnya dipersembahkan bagi Almarhum dr. Joserizal Jurnalis (Pendiri MER-C dan Inisiator Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina) dan Almarhum Imaam Muhyiddin Hamidy (Imaam Al Fatah). Ditulis sejak Almarhum dr. Joserizal masih ada hingga beliau sudah berpulang kepada ALLAH Sang Pencipta, juga melewati masa-masa sakit sang penulis. Alhamdulillah, akhirnya penulisan buku ini selesai dan dicetak dengan segala kesederhanaannya. Tanpa ada nama penulis (atas permintaan penulis), tanpa ada nama penerbit, tanpa testimoni. Asli dicetak seperti apa yang dituliskan oleh penulis. Karya setebal 260 halaman ini kami terima dengan baik, teriring doa hanya ALLAH SWT yang dapat membalas kebaikan penulis. Kami juga sangat mengapresiasi karya penulis yang dapat merangkum kisah-kisah relawan dalam sebuah peristiwa yang monumental, bersejarah dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Kepiawaiannya dalam menulis dan pengalaman sebagai jurnalis mampu membawa kita dalam perjalanan luar biasa menuju pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang dibangun di negeri yang masih terblokade ketat dan terjajah, dari mulai tahap perencanaan hingga realisasi. Buku “Menghimpun Kebesaran Allah” kami produksi sebagai Laporan Pertanggung Jawaban kepada Masyarakat Indonesia khususnya donatur, serta Sosialisasi dan Penggalangan Donasi bagi Rencana Pembangunan Tahap ke-3 Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Bagi yang berminat membeli, maka Harga Donasi Buku adalah Rp 200.000,- dimana seluruh hasil penjualan akan didonasikan untuk Pembangunan Tahap 3 RS Indonesia di Gaza Palestina, yaitu Pembangunan Poli Sub Spesialis yang akan berada di seberang bangunan utama saat ini. Semoga buku ini dapat menjadi catatan kecil sejarah karya anak bangsa dan sumber inspirasi bagi masyarakat. Untuk pemesanan buku dan undangan bedah buku dapat menghubungi Call Center MER-C di 0811990176 atau kunjungi website kami di www.mer-c.org.
Ketua Presidium MER-C Desak Israel Hentikan Pengrusakan terhadap Situs Suci Keagamaan di Jerusalem
Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, mendesak Israel untuk menghentikan pengrusakan terhadap situs-situs suci keagamaan di Jerusalem. Hal ini disampaikannya merespon rilis laporan dari Pemerintah Palestina dan Ketua Komite Kepresidenan Tinggi Palestina untuk Urusan Gereja yang menyatakan telah terjadi peningkatan kejahatan dan serangan sistematis Israel terhadap situs suci dan orang-orang Kristen serta muslim di Jerusalem. “Kami menerima laporan bahwa selama pendudukan Israel berkepanjangan, orang-orang Kristen Palestina telah menderita dari kebijakan dan praktik diskriminatif Israel, termasuk penyitaan tanah secara ilegal, perampasan properti, pembatasan kebebasan beribadah, serangan terhadap tempat-tempat suci, selain penganiayaan dan pelecehan terhadap personel keagamaan. Tindakan ini terjadi setiap hari, tidak hanya kepada warga muslim Palestina, namun juga warga Kristen di sana,” ujar Sarbini. Lebih lanjut Sarbini mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan tersebut, sejak awal tahun ini orang-orang Kristen Palestina telah menyaksikan tingkat permusuhan dan serangan yang meningkat secara mengkhawatirkan oleh pemukim Yahudi ekstremis, termasuk pelecehan fisik dan verbal, vandalisme dan serangan terhadap gereja setiap hari. Semua tindakan ini bahkan di bawah pengawasan dan dorongan pejabat dan pasukan Israel. “Dalam menghadapi situasi yang semakin mengkhawatirkan di Jerusalem, kami mendesak pemerintah Israel untuk segera menghentikan tindakan kekerasan dan melindungi Jerusalem sebagai kota suci 3 agama, menghormati keragaman agama dan kebebasan beribadah di wilayah tersebut,” tambah Sarbini. Menurutnya, kejahatan Israel yang menargetkan situs suci keagamaan dan umat beragama di sana, jika dibiarkan dapat menyulut perang agama lebih besar yang akan mengancam perdamaian dunia. Hal ini dikarenakan Jerusalem memiliki makna yang sangat penting bagi berbagai agama di dunia, baik Islam, Kristen maupun Yahudi. Situs-situs suci keagamaan di kota ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi yang harus dihormati seluruh umat manusia. Untuk itu, Sarbini juga menyerukan kepada warga dunia, para Pemimpin-pemimpin negara, tokoh-tokoh lintas agama, komunitas, Lembaga dan siapapun yang cinta kemanusiaan dan perdamaian untuk memberikan desakan serupa kepada Israel, agar dapat memberikan tekanan yang lebih besar kepada Israel.
Ketua Presidium MER-C Kutuk Serangan Israel ke Jenin

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad peringatkan Israel agar segera menghentikan serangannya ke kamp pengungsi di Jenin, Tepi Barat. Hal ini disampaikan Sarbini menyusul eskalasi serangan pasukan pendudukan Israel yang terus meningkat dan telah menimbulkan korban sipil berjatuhan, termasuk anak-anak. Berdasarkan data terkini, serangan agresif Israel ke Jenin yang mengerahkan sekitar 1.000 tentara telah menyebabkan sedikitnya 10 warga Palestina meninggal dan 100 lainnya mengalami luka-luka. “MER-C mengutuk keras serangan militer Israel ke kamp pengungsi Jenin. Kami meminta Israel agar segera menghentikan serangan dan menarik mundur seluruh pasukannya. Hal ini untuk mencegah korban sipil yang lebih banyak,” ucap Sarbini. Pimpinan Lembaga kegawatdaruratan medis untuk kemanusiaan dan perdamaian ini juga meminta Dewan Keamanan PBB agar mengadakan rapat darurat untuk menghentikan serangan Israel. Lebih lanjut menurut Sarbini, Dewan Keamanan PBB perlu mengirim pengamat untuk mengawasi proses ini. “Dewan Keamaan PBB perlu mengirimkan tim pengamat untuk mengawasi serta memastikan Israel menarik mundur pasukannya dari kamp Jenin dan tidak memulai serangannya kembali,” ujar Sarbini.
Ketua Presidium MER-C Berikan Orasi pada Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina

Ketua Presidium MER-C Indonesia, dr. Sarbini Abdul Murad, memberikan orasi pada acara Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina yang digelar oleh Aqsa Working Group (AWG) di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Senin/29 Mei 2023. Dalam orasinya, Sarbini menyampaikan dua hal yang menurutnya perlu diperjuangkan bersama untuk Palestina. “Pertama, adalah memperjuangkan tanggal 15 Mei, yaitu Hari Nakba menjadi hari libur nasional di Indonesia,” ujar Sarbini. Menurutnya hal ini merupakan tanggung jawab rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina. Artinya rakyat Indonesia mengingat pengusiran rakyat Palestina. “Ini akan kita perjuangkan terus, semoga tahun depan 15 Mei bisa menjadi hari libur nasional,” harapnya. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa hal kedua yang perlu diperjuangkan untuk Palestina adalah adanya kurikulum sejarah tentang Palestina. Hal ini menurutnya agar penderitaan, pengusiran, penindasan terhadap bangsa Palestina akan menjadi sejarah yang diingat terus oleh generasi penerus dan pelajar-pelajar Indonesia, sehingga mereka mempunyai energi dan semangat untuk berjuang membebaskan Palestina. Pada kesempatan tersebut, Sarbini juga mengecam kekerasan yang terjadi di Tepi Barat dan di Jalur Gaza yang menurutnya diakibatkan oleh koalisi antara ultra nasionalis dan pemerintah Israel. Bahkan beberapa hari lalu, salah satu Menteri Israel, Itamar Ben-Gvir melakukan provokasi di Baitul Maqdis. Oleh sebab itu, di hadapan ratusan peserta Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina, Sarbini mengajak agar rakyat Indonesia yang mempunyai tanggung jawab sejarah dan tanggung jawab konstitusi untuk terus mengingat bahwa ada satu negara yang sampai hari ini belum merdeka. “Kita harapkan, kita perjuangkan bersama sehingga Palestina merdeka sama seperti kita bangsa Indonesia,” pungkasnya. Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina digelar untuk mengecam pertemuan Kabinet Pemerintahan Benjamin Netanyahu dan klaim Perdana Menteri Israel tersebut atas seluruh Yerusalem yang dipandangnya sebagai ibu kota abadi Israel dan tidak terbagi. Turut hadir memberikan sambutan dan orasi pada Aksi Damai Solidaritas untuk Palestina diantaranya adalah HE. Dr. Zuhair SM Al Shun (Duta Besar Palestina untuk Indonesia), KH. Yakhsyallah Mansur, MS. (Pembina Utama Aqsa Working Group), Dubes Bunyan Saptomo (Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI), dan Astrid Nadya Rizqita (President OIC Youth Indonesia).
MER-C Safari Kemanusiaan ke PDIP terkait Palestina

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, terus melanjutkan “Safari Kemanusiaan untuk Mendukung Kemerdekaan Palestina”. Setelah bertemu dengan berbagai Tokoh Lintas Agama, Pejabat Pemerintahan dan Ormas, Selasa (23/5), Sarbini bertemu dengan Ketua DPP PDI-P Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME, Prof. Dr. H. Hamka Haq, M.A di Kantor DPP PDI-P, Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan dalam rangka membangun koalisi besar untuk menghadapi Israel dan juga mencapai kemerdekaan Palestina. “Ini adalah komunikasi awal. Kita ingin merangkul semua elemen anak bangsa, membangun koalisi besar untuk membela Palestina. Kita lihat komitmen PDI-P untuk Palestina cukup besar, untuk itu kita bertemu dengan Prof. Hamka Haq,” ujar Sarbini. Ia berharap dengan koalisi besar, sehingga ada sisa-sisa sejarah Palestina sebagai satu-satunya negara peserta Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang belum merdeka bisa diperjuangkan bersama. Sementara itu, Prof. Dr. H. Hamka Haq, M.A yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi), sayap organisasi PDI-P, menyambut positif safari kemanusiaan MER-C. “Ini sangat positif dan perlu diteruskan,” kata Hamka. Ia juga menegaskan bahwa hal tersebut sejalan dengan perjuangan ideologis Bung Karno yang hingga kini terus diperjuangkan oleh PDI-P. Lebih lanjut Hamka mengatakan bahwa selama ini banyak yang keliru bahwa perjuangan membela Palestina adalah perjuangan keislaman. Meskipun ada emosional keagamaan namun perjuangan membela Palestina merupakan perjuangan kemanusiaan dan perjuangan kebangsaan. Untuk itu, Hamka meminta agar safari kemanusiaan MER-C bisa lebih dari sekedar hanya bersafari. “Itu tadi permintaan saya, jangan hanya safari keliling-keliling, tapi organisasi atau lembaga yang dikunjungi diajak bersatu dalam satu lembaga bersama untuk solid memperjuangkan Palestina,” lanjutnya. Hal ini menurutnya, agar perjuangan tidak bersifat sporadis, namun bisa menjadi sebuah kekuatan yang besar. “Jalan satu-satunya membentuk panitia bersama. Mari kita kerjasama. Kita adakan pertemuan berkala untuk membahas isu-isu masalah Palestina,” imbuhnya. Dalam kesempatan tersebut, Sarbini juga menyampaikan pandangannya bahwa bangsa Palestina mempunyai harapan besar kepada bangsa Indonesia. Ia berharap Indonesia sebagai bangsa yang besar bisa lebih berperan dalam persoalan Palestina, yaitu menjadi penengah dan menyatukan faksi-faksi yang ada di Palestina. “Indonesia mempunyai kemampuan untuk itu dan PDI-P bisa masuk mendamaikan faksi-faksi yang ada di Palestina,” ungkap Sarbini. Turut hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Ketua PP Bamusi lainnya, yaitu Ulfah Mawardi, Nu’man Bashori, Indah Nataprawira, Irvansyah dan Yudi Sutarno.
Ketua Presidium MER-C: Hari Nakba Jadikan Kurikulum

Dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C meminta kepada Pemerintah RI agar sejarah tentang Nakba dimasukkan ke dalam kurikulum sejarah di tingkat sekolah menengah. Tujuannya adalah agar siswa-siswi Indonesia memahami bahwa sampai saat ini masih ada salah satu negara peserta Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 yang belum mendapatkan kemerdekaan, bahkan justru semakin tertindas oleh penjajah. Negara itu adalah Palestina. Hal ini disampaikan Sarbini pada acara seminar Peringatan hari Nakba ke-75 Tahun yang diselenggarakan oleh Aqsa Working Group (AWG) di Aula Munif Chatib, Cibubur, Bekasi, Kamis/18 Mei 2023. Di samping itu, Ketua Presidium MER-C juga menyerukan agar ada koalisi besar di segala elemen anak bangsa untuk menghambat pergerakan kelompok-kelompok pro-Israel yang berupaya mendorong Pemerintah RI untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Indikasi ini sudah semakin terang-benderang dengan banyaknya pelajar Indonesia yang dikirim ke Israel untuk sekolah di sana. Selain itu, ada hubungan perdagangan Indonesia-Israel secara tertutup. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa jika Pemerintah RI tidak tegas dalam hal ini, akan terjadi perubahan opini masyarakat dalam melihat penjajahan Israel di Palestina. Ia juga mengusulkan kepada Pemerintah agar tanggal 15 Mei atau hari Nakba dijadikan hari libur nasional sebagai bentuk pertanggungjawaban konstitusi yang menghendaki terhapusnya penjajahan di atas dunia.Seminar bertajuk “Peringatan Hari Nakba, Momentum Gaungkan Dukungan atas Nestapa Bangsa Palestina Akibat Penjajahan Zionis Israel” turut dihadiri oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Zuhair Al Shun sebagai pembicara kunci bersama para narasumber dari dalam dan luar negeri, yakni Atallah Hanna (Uskup Agung Gereja Yerusalem), Issa Amro (Advokat & Aktifis Palestina), Muhammad Sahrul Murajjab (Fungsional Diplomat Madya di Direktorat Timur Tengah Kementerian luar Negeri RI), Dr. Abdul Muta’ali (Akademisi Dosen FIB UI), dan A. Syalabi Ichsan (Redaktur Republika).