Serangan Israel Rusak Fasilitas di RS Indonesia

Israel terus membombardir Jalur Gaza, Palestina. Bahkan pada hari ke-5, Sabtu/13 Mei 2023, serangan ini turut merusak fasilitas Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Kerusakan disebabkan oleh bom dan rudal yang ditembakkan jet-jet tempur Israel yang membidik beberapa target di sekitar area RS Indonesia. “Kerusakan cukup serius terjadi pada beberapa fasilitas RS Indonesia di Jalur Gaza bagian Utara akibat pasukan pendudukan Israel yang membidik beberapa daerah yang berdekatan dengan RSI pada pagi hari kelima agresi di Jalur Gaza,” ungkap Farid, salah satu relawan Indonesia di Gaza melalui pesan singkat yang dikirimkan ke MER-C Pusat Jakarta. Tampak plafond-plafond di sejumlah ruangan RS Indonesia berjatuhan berikut kabel -kabel instalasi RS. Relawan dan pihak manajemen RS Indonesia masih mendata kerusakan yang ada. Sementara, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sejak hari pertama agresi, Selasa/9 Mei 2023 lalu, sedikitnya 33 warga Palestina termasuk wanita, anak-anak dan lansia terbunuh, serta 150 orang lainnya mengalami luka-luka. Sejumlah korban turut dibawa dan ditangani di RS Indonesia.Bahkan pada hari sebelumnya serangan udara Israel yang menyasar sebuah rumah dikabarkan juga menyebabkan kerusakan pada RS yang berada di dekatnya, yaitu RS Syuhada Al Aqsa. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, mengecam agresi Israel kepada warga Gaza serta serangan di sekitar fasilitas kesehatan. “Kami mengecam agresi Israel kepada rakyat sipil Gaza dan serangan yang merusak fasilitas Kesehatan yang dilindungi oleh hukum internasional. Kami meminta PBB, OKI dan dunia internasional untuk segera menghentikan kejahatan Israel yang membabi-buta,” ucap Sarbini. Ia juga menyatakan siap mengirimkan Tim Relawan ke Jalur Gaza apabila eskalasi serangan dan jumlah korban terus meningkat. “Apabila diperlukan, kami siap mengirimkan Tim ke Jalur Gaza!” pungkasnya.
MER-C Open Letter to Organization of Islamic Cooperation (OIC) Regarding the Israeli Attack

May 10th, 2023 HE. Hissein Brahim TahaSecretary GeneralOrganization of Islamic CooperationIn Jeddah, Kingdom of Saudi Arabia Subject: MER-C Open Letter to Organization of Islamic Cooperation (OIC) Regarding the Israeli Attack Your Excellency, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia is a humanitarian and peace emergency medical organization. One of MER-C’s long-term humanitarian missions is in Palestine. In Palestine, particularly in Gaza Strip, with the prayers and support of the Indonesian people, we have established a health facility named RS Indonesia. RS Indonesia, located in Bayt Lahiya, Northern Gaza Strip, has been built since 2011 and is still being developed according to the needs of the Gaza population. In addition to providing support in the form of humanitarian aid, MER-C also strives to provide support in the form of Humanitarian Politics. MER-C is committed to continue accompanying and supporting the Palestinian people’s struggle until they attain their independence. As it is evident to all of us, during the last sacred month Ramadhan, Israel has carried out an attack on the Palestinian worshippers at Al-Aqsa Mosque and launched airstrikes on Gaza Strip. Children, women, and the elderly were also attacked and many of them have been arrested. This brutal and inhumane action continues and seems to have become the routine agenda of the Zionists. What Israel is doing not only hurts the Palestinian people, but also Muslims around the world. And most recently, on May 9th 2023, Israel again launches airstrike to several area in Gaza Strip. According to the Palestinian Ministry of Health, only on that day, at least 15 Palestinians were murdered, including 4 children and 4 women, and 20 others were injured during the ongoing Israeli aggression on Gaza Strip. Therefore, the OIC (Organization of Islamic Cooperation), as an organization which initial establishment was driven by the concerns of Islamic countries about various issues faced by Muslims, especially after the burning of part of Al-Aqsa Mosque on August 21, 1969, should be the strongest party in opposing Israel’s arbitrary actions against the Palestinian people and Al-Aqsa Mosque. The OIC should be a powerful force that Israel must take into account if it truly fulfills its commitment to its establishment, which is to enhance Islamic solidarity among member countries, to coordinate cooperation among member countries, to support international peace and security, to protect Islamic holy sites, and to assist the struggle of the Palestinian people. However, we are aware and disappointed that some Islamic countries are normalizing their relations with Israel, which contradicts the existing commitments. Therefore, we request the OIC to return to the initial spirit of its establishment and its commitment to Palestine to take decisive action, and to take more strategic steps to prevent Israel from repeating its humanity crimes. We hope that our open letter will be taken into consideration by HE Secretary General of OIC. Yours sincerely,MER-C Indonesia Sarbini Abdul MuradChief Presidium
Ketua Presidium MER-C: Israel Menjebak Indonesia
Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, menanggapi pernyataan Duta Besar Israel untuk Singapura, Sagi Karni yang menyebutkan bahwa Indonesia sebenarnya tidak begitu banyak membantu Palestina terlepas dari sikap vokal RI selama ini. Hal tersebut disampaikan Karni saat wawancara daring bersama CNN Indonesia yang ditayangkan beberapa waktu lalu. Bagi Sarbini, pernyataan Sagi Karni dalam video wawancara bertajuk “Israel Beberkan Alasan RI Tak Bisa Bantu Palestina Terlalu Jauh”, adalah upaya Israel menjebak Indonesia. “Sebagai NGO yang sudah berpengalaman di Palestina, pernyataan Dubes Israel ini tidaklah asing dan merupakan jebakan untuk Indonesia,” tutur Sarbini. “Bahasa terangnya, kalau Indonesia mau berkontribusi lebih kepada Palestina maka bukalah hubungan diplomatik dengan Israel agar Indonesia bisa menjadi juru damai yang baik,” ujarnya. Menurutnya, narasi serupa juga digaungkan sebagian elit Indonesia. Lebih lanjut Sarbini mengungkapkan bahwa pernyataan Sagi Karni adalah narasi yang melecehkan Indonesia. “Dalam wawancara tersebut, Sagi Karni secara khusus menyampaikan bahwa Indonesia tidak punya peran yang signifikan dalalam membantu Palestina dibandingkan dengan negara Arab. Ini narasi yang melecehkan Indonesia, seakan apa yang di lakukan Indonesia terhadap Palestina tak dianggap oleh Israel. Jelas bahwa kita membantu Palestina bukan untuk mendapat apresiasi dari Israel. Tak penting bagi kita dianggap kecil kontribusi dibanding negara Arab,” kata Sarbini. Menurutnya pernyataan Duta Besar Israel tersebut juga membalikkan fakta dan menyebarkan narasi bohong. Apa yang diberikan Indonesia tidak sekecil apa yang di katakan Israel. “Kalau kita tanya ke pemerintah atau rakyat Palestina tentang kontribusi Indonesia terhadap Palestina, pasti jawabannya bertolak belakang dari apa yang dikatakan Sagi Karni,” ujar Sarbini. Ia mengemukakan bahwa kontribusi Indonesia baik bidang ekonomi, politik dan diplomasi adalah sesuatu yang tak bisa dihitung dengan materi. Belum lagi pembelaaan rakyat Indonesia terhadap Palestina sangat nyata, contoh penolakan Timnas U-20 Israel yang akan berlaga di Indonesia, terjadi resistensi yang bergelombang dari lapisan bawah sampai dengan elit politik. Bagi Indonesia, lanjut Sarbini, yang penting bukan retorika yang berputar-putar duluan ayam atau telur. Yang utama bagi Indonesia adalah solusi dua negara, Israel akui Palestina sebagai sebuah entitas negara dengan Jerusalem timur ibukotanya. “Tanpa kejelasan dan kepastian sikap Israel terhadap Palestina, Indonesia akan konsisten tidak akan membuka komukasi politik dan hubungan diplomatik dengan Israel,” tegas Sarbini. Link Vidio wawancara : https://www.cnnindonesia.com/internasional/20230412173438-124-936918/video-israel-beberkan-alasan-ri-tak-bisa-bantu-palestina-terlalu-jauh
Di Tengah Serangan, 4.000 Paket Bantuan Ramadhan Masyarakat Indonesia untuk Masyarakat Gaza Selesai Disalurkan

Dalam rangka menyemarakkan Ramadhan di Gaza, Palestina, MER-C salurkan 2.000 paket sembako dan 2.000 paket ifthar (berbuka puasa) bantuan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. Proses penyaluran bantuan Ramadhan sempat terkendala karena adanya serangan dari jet-jet tempur Israel ke sejumlah wilayah di Jalur Gaza pada pertengahan Ramadhan lalu. Hal ini disampaikan oleh Reza Aldilla Kurniawan, salah satu relawan yang masih bertugas di Jalur Gaza. “Kendala penyaluran bantuan tahun ini karena ada penyerangan. Namun Alhamdulillah selebihnya lancar dan semua bantuan akhirnya selesai kami distribusikan,” ujar Reza. Program Bantuan Ramadhan adalah rangkaian Program Rutin Kemanusiaan MER-C Cabang Gaza dalam rangka membantu memeriahkan suasana Ramadhan untuk warga Gaza yang masih hidup dalam blokade berkepanjangan. Pada tahun-tahun sebelumnya, MER-C menyalurkan bantuan sebanyak 1000 paket sembako dan 1000 paket ifthar. Tahun ini, dengan donasi dan dukungan dari rakyat Indonesia, MER-C bisa melipat gandakan jumlah bantuan. “Di tahun ini Alhamdulillah dengan dukungan dan donasi dari rakyat Indonesia, kita bisa memberikan bantuan lebih banyak. Hal ini untuk memberikan pesan bahwa dukungan rakyat Indonesia terhadap saudara-saudara kita di Palestina tidak akan pernah surut, bahkan terus menguat dari hari ke hari,” lanjutnya. Proses packing bantuan 2000 paket sembako sudah dimulai sejak awal Ramadhan. Lalu pada minggu ke-2 Ramadhan, relawan mulai bergerak mendistribusikan bantuan tersebut kepada warga Gaza yang berhak menerimanya. Distribusi bantuan dilakukan secara langsung oleh relawan ke rumah-rumah warga Gaza yang sudah didata sebelumnya. Sebagian bantuan didistribusikan bekerja sama dengan beberapa yayasan dan lajnah zakat yang ada di Gaza. “Demi menjangkau seluas-luasnya penerima manfaat, bantuan logistik dan iftar bersama tahun ini disebarkan ke seluruh penjuru Jalur Gaza, dari kota Khan Younis, Qarara di Selatan, Deir Balah, Maghazi, Nusairot, Bureij di tengah hingga Jabaliya, Bait Lahiya dan Bait Hanun di utara Jalur Gaza dan Gaza City,” jelas Reza. Sementara untuk bantuan ifthar, MER-C Cabang Gaza juga menggelar acara buka puasa Bersama dengan mengundang lebih dari 600 anggota keluarga syuhada dan anak-anak yatim berlokasi di salah satu lapangan terbuka di Gaza Tengah. Acara ini awalnya akan digelar pada pertengahan Ramadhan, namun tertunda karena terjadi serangan Israel. Setelah mempertimbangkan situasi keamanan, acara buka puasa Bersama akhirnya tetap dapat dilaksanakan pada akhir ramadan tepatnya di hari ke-25 Ramadan. Saat acara buka puasa Bersama, para relawan juga membagikan paket sembako untuk setiap keluarga syuhada yang hadir, memberikan hadiah untuk ibu-ibu yang berhasil memenangkan permainan dan memberikan mini parcel untuk semua anak-anak yang hadir. Bahagia turut dirasakan para relawan melihat senyum anak-anak yatim dan para keluarga syuhada menerima bantuan dari saudara-saudaranya di Indonesia. “Warga Gaza sangat bahagia. Ucapan terima kasih dan doa untuk masyarakat Indonesia terus kami terima saat distribusi berlangsung. Semoga Allah membalas kebaikan para dermawan dan donatur Indonesia, semoga semakin lancar rezekinya, dijauhkan dari berbagai musibah dan bisa melaksanakan ifthar serta shalat berjamaah di Masjidil Al-Aqsa,” ungkap relawan yang telah menyelesaikan studinya di salah satu universitas di Gaza. Sementara itu, salah satu Presidium MER-C, dr. Arief Rachman, SpRad menyampaikan terima kasih atas dukungan dan donasi dari masyarakat Indonesia. “Terima kasih atas bantuan dan partisipasi dari seluruh masyarakat Indonesia sehingga program rutin ini dapat terus berlangsung. Kami berharap dengan bantuan dan dukungan dari masyarakat semua, maka kita bisa bersama-sama mengurangi penderitaan yang dirasakan saudara-saudara kita di Gaza,” tambah Arief.
MER-C Mengutuk Israel atas Penyerbuan ke Al Quds

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mengutuk keras aksi keji Israel yang kembali melakukan penyerbuan ke Al-Quds saat bulan Ramadhan. Sebagaimana diketahui, pasukan keamanan Israel pada Selasa malam hingga Rabu dini hari (4-5 April 2023) menyerbu Masjidil Aqsa dan menembakkan gas air mata, granat kejut dan juga peluru baja berlapis karet kepada para jamaah warga negara Palestina baik pria, wanita, orang tua dan anak-anak yang tengah beribadah di masjid suci umat Islam tersebut. Penyerangan ini mengakibatkan banyak warga Palestina yang tengah menunaikan itikaf Ramadhan di Masjid Al Aqsa terluka dan ratusan lainnya ditangkap. “Kami prihatin dan mengutuk keras tindakan Israel yang kembali menyerang warga Palestina yang sedang beribadah di masjid Al Aqsa. Tindakan ini telah menodai bulan suci Ramadhan dan menyakiti umat Islam seluruh dunia,” ujar Sarbini. Ia mengatakan MER-C sudah memberi peringatan sejak awal sebelum Ramadhan agar Israel menghormati bulan suci ini dan tidak membuat gaduh di Al Quds. Tapi untuk kesekian kalinya Israel melanggar itu semua. Israel kembali mempertontonkan kepongahan, melakukan kejahatan kemanusiaan, melabrak semua aturan yang ada. Lebih lanjut ia menyerukan agar Israel segera menghentikan semua kebrutalannya, membebaskan para jamaah yang ditahan dan memberikan akses bagi umat muslim di Palestina untuk beribadah di Masjid Al Aqsa. Sarbini juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak menekan Israel. Begitupun dengan negara-negara OKI untuk bersama-sama menekan Israel. Hal ini untuk mencegah eskalasi konflik meningkat dan meluas.
MER-C Salut dan Apresiasi Sikap Tegas Gubernur Bali Tolak Timnas Israel
Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad memberikan apresiasi yang tinggi atas sikap tegas Gubernur Bali, Wayan Koster, yang menolak Timnas Israel bertanding di Pulau Dewata pada ajang Piala Dunia U-20, tanggal 20 Mei – 11 Juni 2023 mendatang. Apresiasi ini disampaikan oleh Sarbini menyusul surat yang dilayangkan Gubernur Bali kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, No. T.00.426/11470/SEKRET, yang berisi penolakan Timnas Israel bertanding di Bali, satu dari 6 provinsi di Indonesia yang ditunjuk menjadi tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Alasannya, kebijakan politik Israel terhadap Palestina tidak sesuai dengan kebijakan politik Pemerintah Indonesia. “Kami salut dengan Gubernur Bali yang secara tegas menolak Timnas Israel untuk bertanding di Bali dimana konstitusi dan anti penjajahan menjadi dasar penolakannya. Ini langkah tepat yang patut diapresiasi,” ujar Sarbini. Lebih lanjut Sarbini mengungkapkan bahwa surat dari Gubernur Bali agar bisa menjadi perhatian dan pertimbangan Presiden RI. Ia juga berharap sikap ini bisa diikuti oleh Gubernur lainnya di Indonesia sehingga bisa menguatkan Presiden dalam bertindak dan membuat keputusan. Sikap menolak Timnas Israel menurut Sarbini bukan berarti Indonesia anti Yahudi, namun menunjukkan bahwa Indonesia anti terhadap penjajahan. “Penolakan kita ke Timnas Israel bukan berarti kita anti Yahudi. Ini penting dicatat dan digarisbawahi bahwa kita menolak Timnas Israel bukan karena anti Yahudi, namun karena Israel bangsa penjajah dan bangsa apartheid kepada bangsa Palestina,” tegasnya. Untuk itu, Sarbini mengingatkan bahwa sudah sepatutnya bangsa Indonesia sebagai bangsa yang lama mengalami penjajahan oleh Belanda dan Jepang, maka kita mesti mengobarkan semangat anti penjajahan. “Apabila Indonesia memberikan izin ke Timnas Israel dengan dalih apapun, berarti kita kalah dengan bangsa penjajah!” pungkasnya.
MER-C Ingatkan Israel Tidak Buat Gaduh di Bulan Ramadan

Sebentar lagi bulan Ramadhan akan segera datang. Bulan mulia penuh berkah yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia, termasuk umat Islam di Palestina baik di Jalur Gaza maupun Tepi Barat. Memasuki bulan suci Ramadhan, MER-C merasa perlu mengingatkan agar Israel menghormati bulan suci dengan tidak melakukan kekerasan dan kegaduhan di Masjid Al-Aqsha dan sekitarnya serta memprovokasi kekerasan di seluruh wilayah Palestina. Hal ini disampaikan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, Ahad/19 Maret 2023. “Seperti yang kita ketahyui bersama, seperti sudah menjadi ritual pada bulan suci Ramadhan, Israel memprovokasi kekerasan di Palestina. Untuk itu, memasuki Ramadhan tahun ini yang tinggal beberapa saat lagi, kami mencoba mengingatkan Israel untuk tidak melakukan provokasi dan kekerasan kepada warga Palestina,” ujar Sarbini. “Kami minta Israel agar menghormati bulan Ramadhan. Janganlah merusak kesucian dan kekhusyukkan umat muslim khususnya di Palestina dalam menunaikan ibadah bulan Ramadhan,” lanjutnya. Sarbini mengatakan jika Israel melakukan provokasi dan tetap melancarkan aksi kekerasannya, maka bangsa Palestina tidak akan tinggal diam. Tindakan Israel pasti akan dibalas dengan perlawanan yang setimpal dari rakyat Palestina dimana hal ini akan menimbulkan eskalasi meluas yang bisa menimbulkan korban jiwa dan luka. “Apabila Israel terus membuat kegaduhan dan kekerasan, eskalasi meluas dan korban berjatuhan, MER-C siap mengirimkan relawan medis untuk mengurangi korban yang berjatuhan,” tegasnya.
Berawal Dari Tugas Sekolah, Naufal Galang Donasi untuk Bantu Palestina

Berawal dari tugas sekolah untuk membuat sebuah project Primary Years Programme (PYP), Naufal seorang murid kelas 6 SD Paradisa Cendekia di Bekasi, tertarik memilih tema tentang konflik Palestina – Israel. Ia pun mulai mencari tahu lebih dalam salah satunya dengan mewawancara Tim MER-C untuk melengkapi data dan presentasinya tentang konflik ini. Selain fokus menyelesaikan tugas sekolahnya, keprihatinannya dengan kondisi yang terjadi di Palestina membuat Naufal tergerak untuk mengadakan aksi nyata. Ia pun melakukan penggalangan dana untuk Palestina dengan membuat kotak donasi. “Saya tidak bisa menghentikan perang ini karena saya hanya anak kelas 6 SD. Saya hanya bisa membantu, caranya dengan berdonasi,” ucap Naufal saat menyambangi Kantor MER-C bersama kedua orang tuanya untuk menyerahkan donasi bagi Palestina, Sabtu/18 Maret 2023. “Tapi insya Allah, bisa saja saat saya besar nanti bisa menjadi orang yang dapat menghentikan perang itu,” tambah Naufal. Ia berharap donasi ini bisa membantu teman-temannya di Gaza, Palestina. “Semoga donasi ini bisa sedikit membantu teman-teman di Gaza Palestina sehari-hari supaya tidak kesusahan. Donasi bisa berupa uang atau barang. Barang misalnya dibelikan mainan untuk mereka main, selimut buat mereka bisa tidur lebih nyaman atau perlengkapan sekolah atau makanan dan minuman,” harap Naufal. Menurutnya, donasi total sebesar Rp 9.103.500,- dikumpulkan selama 2 minggu. Ia menggalang donasi ke sesama teman-teman di sekolah, teman-teman di luar sekolah, orang tua siswa dan juga keluarga. Puncaknya pada acara PYP Exhibition, disamping melakukan presentasi project tak lupa Naufal juga menaruh kotak donasi buatannya di booth-nya. Sementara itu, Luly Larissa (Ketua Divisi Penggalangan Dana) dan Rima Manzanaris (Manajer Operasional) yang menerima donasi mewakili MER-C menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Naufal. “Keren dan luar biasa apa yang sudah Naufal lakukan. Di usianya yang masih sangat belia, dia sudah menaruh perhatian besar pada isu konflik Palestina – Israel dan mempresentasikan dengan sangat baik pada saat exhibition lalu dimana kami juga berkesempatan hadir. Ia juga sudah menunjukkan kepedulian dan aksi nyata untuk membantu Palestina,” ujar Luly. Luly menjelaskan, MER-C sendiri mempunyai dua program untuk Gaza Palestina yang sudah berjalan selama belasan tahun sejak 2009, yaitu program pembangunan RS Indonesia dan program Kemanusiaan Gaza. “Sesuai harapan Naufal tadi, maka donasinya akan kami salurkan untuk program kemanusiaan Gaza. Setiap tahun secara rutin kami menyalurkan donasi dari para donator untuk program bantuan Ramadhan berupa paket sembako dan ifthar, bantuan paket sekolah, bantuan musim dingin, dan juga program qurban,” jelas Luly.
Surat Terbuka : TOLAK TIMNAS ISRAEL KE INDONESIA

Kepada Yang Terhormat,Bapak Ir. H. Joko WidodoPresiden Republik Indonesia Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Salam sejahtera bagi kita semua Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan umatnya. Teriring doa dari kami semoga Bapak Presiden dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan dan keberkahan dalam memimpin bangsa Indonesia. Bapak Presiden yang Terhormat, Patut kita syukuri bersama bahwa hingga detik ini dan semoga selamanya, bangsa Indonesia masih dapat merasakan nikmatnya hidup dalam kemerdekaan. Kemerdekaan yang merupakan rahmat dan karunia Tuhan YME serta perjuangan para pahlawan dan pendahulu kita. Namun hal berbeda dirasakan bangsa Palestina, satu-satunya bangsa di dunia yang sampai hari ini masih hidup dalam pedihnya penjajahan, penindasan dan blokade yang dilakukan sebuah entitas negara bernama Israel. Tak terhitung berapa banyak warga Palestina yang sudah terbunuh. Tak terhitung berapa banyak tanah Palestina yang sudah direbut dan pemukiman mereka yang dihancurkan secara paksa. Tak terhitung berapa banyak kejahatan kemanusiaan yang sudah dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina dan masih terus berlangsung hingga saat ini. Indonesia adalah bangsa yang lahir dari rahim penjajahan. Kita bisa merasakan bagaimana pedih dan perihnya hidup di bawah penjajahan bangsa lain. Dengan pengalaman pahit itu, kita tentunya dapat merasakan apa yang bangsa Palestina rasakan. Bapak Presiden yang Terhormat, Di sisi lain dan harus selalu kita ingat bahwa Indonesia memiliki hutang sejarah kepada Palestina. Palestina adalah bangsa yang pertama-tama mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia, bahkan setahun sebelum kemerdekaan yang sebenarnya. Mufti Besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dan seorang saudagar Palestina Muhammad Ali Taher, kemudian menyiarkan dan menyebarluaskan dukungan Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia. Bahkan mereka melobi negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk mengakui kemerdekaan Indonesia. Bapak Presiden yang Terhormat, Sejarah juga mencatat, pembelaan bangsa Indonesia terhadap Palestina sudah sejak awal bangsa ini merdeka. Bung Karno, Presiden RI pertama pernah mencontohkan. Tahun 1957, Presiden Soekarno perintahkan Timnas Indonesia untuk tolak tanding melawan Israel pada kualifikasi piala dunia saat itu. Kemudian, pada tahun 1962, Bung Karno juga menolak Timnas Israel datang ke Indonesia saat gelaran Asian Games IV. Sikap politik luar negeri Indonesia juga selalu menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Kini kita kembali dihadapkan dengan momen Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Indonesia Mei – Juni 2023 dimana Timnas Israel akan menjadi salah satu finalisnya. MER-C memandang, ini saat yang tepat untuk Indonesia sebagai sahabat sejati Palestina menunjukkan dukungan yang riil kepada Palestina. Oleh karena itu, kami berharap Bapak Presiden Joko Widodo, sebagai pemimpin tertinggi bangsa ini dapat bersikap tegas, konsisten dan sekuat daya upaya untuk mendukung kemerdekaan Palestina dengan menolak Timnas Israel masuk ke Indonesia pada gelaran Piala Dunia U-20. Hal ini sebagai bentuk perlawanan moral kita terhadap penjajahan, sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945, seperti yang telah dicontohkan oleh para pendahulu bangsa. Memang akan ada resiko, namun kami yakin Bapak Presiden dan jajaran dapat melakukan langkah-langkah diplomasi dengan FIFA, karena ini bukan keinginan Bapak Presiden, namun merupakan keinginan rakyat Indonesia untuk menolak Timnas Israel. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan, semoga pandangan kami atas nama rakyat Indonesia dapat menjadi perhatian penting bagi Bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Jakarta, 14 Maret 2023 Hormat kami, Sarbini Abdul MuradKetua Presidium MER-C Indonesia
Tak Berani Tolak Timnas Israel, Pemerintah Setengah Hati Dukung Kemerdekaan Palestina
Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, tanggapi pernyataan Ketua Ketua Umum PSSI, Erick Thohir yang mengatakan akan menjamin keamanan Timnas Israel U-20 dalam gelaran Piala Dunia U-20 2023 mendatang. Sebagai pimpinan Lembaga yang salah satu fokusnya mendukung kemerdekaan Palestina, menurut Sarbini pernyataan ini mengindikasikan bahwa Pemerintah RI setengah hati dalam upaya mendukung kemerdekaan Palestina. “Pemerintah tutup telinga dengan keinginan masyarakat Indonesia,” ujar Sarbini. “Sikap pemerintah yang tak berani menolak Timnas Israel mengindikasikan bahwa Pemerintah setengah hati mendukung kemerdekaan Palestina dan menghindar bila ada kepentingan nasional yang terganggu,” lanjutnya. Ia menambahkan bahwa sebagai sahabat Palestina seyogyanya Indonesia konsisten dengan apa yang pernah dilakukan oleh Bung Karno terhadap kontingen Israel. “Sejarah mencatat pembelaan bangsa Indonesia terhadap Palestina sudah sejak awal bangsa ini merdeka. Bung Karno pernah mencontohkan. Sikap politik luar negeri Indonesia juga selalu menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Jadi, seharusnya kita tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dengan menolak Timnas Israel, menolak eksistensi Israel, sesuai dengan amanat UUD 1945,” pungkasnya.