MER-C: Hentikan Kekerasan terhadap Warga Palestina

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mengecam aksi penyerangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina, di Huwara, Nablus, Tepi Barat, Ahad/26 Feb 2023. Penyerangan yang disertai pembakaran rumah-rumah, mobil serta properti warga Palestina di wilayah tersebut telah menyebabkan sebelas orang warga Palestina meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. “Kami terus mengamati perkembangan situasi di Palestina, baik Jalur Gaza maupun Tepi Barat. Kami mengecam penyerangan dan tindakan kekerasan yang masih terus dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina tanpa mengindahkan hukum-hukum internasional. Bahkan tindakan ini dilindungi oleh aparat keamanan Israel dan pemerintahan mereka,” ujar Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad. Sarbini meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) untuk memberikan sanksi tegas terhadap Israel dan menekan pemerintah Israel agar dapat menjaga kondusivitas bagi warga Palestina dari teror pemukim Israel. “Kita semua warga dunia yang cinta terhadap perdamaian dan kemanusiaan harus terus mengawal dan menyuarakan hal ini hingga Israel menghentikan aksi brutalnya terhadap warga Palestina yang akhir-akhir ini terus meningkat,” ucapnya.
Presidium MER-C Berharap MINA Jadi Kantor Berita yang Melawan Israel

Caringin, Kab. Bogor, MINA – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue-Committe (MER-C), dr.Sarbini Abdul Murad mengharapkan Kantor Berita MINA menjadi media yang tidak hanya membela Palestina namun juga melawan Israel. “Kita harus masuk ke ranah ini,” kata dr. Ben saat menjadi pembicara di acara Sarasehan dalam rangka memperingati Milad Kantor Berita MINA ke-10 yang digelar di Caringin, Senin (19/12). Ia menyatakan, MINA harus menulis berita atau artikel yang “menghantam” Israel karena tulisan untuk membela Palestina sudah biasa dilakukan. “Kantor Berita MINA juga harus bermain cantik dan mempunyai pressure yang besar terhadap Israel,” tambahnya. Untuk itu, kata dr. Ben – sapaan akrab dr Sarbini- MINA juga harus perlu mempunyai informasi-informasi tentang Israel, khususnya kemungkinan jalinan hubungan dengan Indonesia. Sementara Pemimpin Umum MINA Arief Rahman dalam sambutannya mengatakan, dengan kepercayaan dari berbagai pihak, termasuk para duta besar meyakinkan bahwa second track diplomacy akan terus lakukan. “Dukungan, kemitraan dan sinergi di antara semua pihak, MINA akan mewujudkan cita-citanya sebagai bagian dari perjuangan pembebasan Masjidil Aqsa dan Kemerdekaan Palestina,” ujarnya. Sepuluh tahun MINA bukanlah sesuai yang mudah. Semua ini dilalui dengan berbagai hal. “Hari ini Kantor Berita MINA masih eksis bukan hanya karena satu dua orang tapi karena semua,” tegasnya. Acara Sarasehan dalam memperingati Milad Kantor Berita MINA yang ke-10 juga menghadirkan pembicara lain, yakni Pembina Kantor Berita MINA Imam Yakhsyallah Mansur, Pendiri Kantor Berita MINA Aat Surya Safaat dan menyaksikan rekaman ucapan selamat dari Duta Besar RI di Nairobi dan dari Duta Besar Azerbaijan di Jakarta. Selain Sarasehan, Milad Kantor Berita MINA ke-10 juga menggelar rapat kerja, tepat pada tanggal 18 Desermber (Ahad), dan Senin tausiyah inspirasi pagi oleh Imam Yakhsyallah Mansur dan tim building. (L/RE1/RS3) Sumber : https://minanews.net/presidium-mer-c-berharap-mina-jadi-kantor-berita-yang-melawan-israel/
Kisah Sarah dan Yara, Gadis Kembar Gaza Penerima Bantuan Paket Perlengkapan Sekolah

Sarah dan Yara adalah gadis kembar yang merupakan korban serangan brutal Israel beberapa waktu lalu. Mereka menjadi salah satu penerima bantuan paket perlengkapan sekolah Amanah dari masyarakat Indonesia melalui MER-C. Malam itu, di desa Shujaiya, Gaza timur, Keluarga Sarah dan Yara sedang melaksanakan shalat Isya. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh sebuah rudal yang diluncurkan dari pesawat tempur zionis Israel. Serangan brutal itu menyebabkan semua anggota keluarga Raed Rajab sebanyak delapan orang, termasuk si kembar Sarah dan Yara yang masih berusia 8 tahun, mengalami luka parah. Sarah menderita patah tulang di kaki kiri, luka yang dalam di telapak kaki kanan dan luka pada paha kanan bawah. Sementara saudari kembarnya, Yara, juga mengalami luka parah di paha kanan dan patah tulang di kaki kanan bagian bawah. Meski masih menderita cedera, namun hal itu tidak mengurangi semangat si kembar Sarah dan Yara untuk tetap bersekolah. Yara, gadis cantik itu dengan susah payah bergerak menggunakan kursi rodanya untuk pergi ke sekolah. Melihat semangat Sarah dan Yara, beberapa waktu lalu Relawan MER-C Indonesia mendatangi rumah keluarga Raed Rajab untuk memberikan secara langsung hadiah perlengkapan sekolah berupa tas, sepatu, seragam dan alat tulis bagi kedua gadis kembar tersebut. Meski bantuan yang diberikan tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang sudah mereka alami, namun semoga hadiah ini bisa menambah semangat Sarah dan Yara untuk menggapai cita-cita mereka. Paket perlengkapan sekolah menjadi bantuan rutin dari masyarakat Indonesia melalui MER-C yang biasanya diberikan ketika tahun pelajaran baru dimulai. Pada tahun ini, MER-C menyalurkan sebanyak 500 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak tingkat sekolah dasar di Jalur Gaza. Dukungan dan Donasi bagi Program Kemanusiaan di Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui: Rek. No. 686.033.5555 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.3753.754 Bank MandiriRek. No. 700.290.5803 Bank Syariah Indonesia (BSI) Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Distribusikan 500 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Anak-anak di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia kembali mendistribusikan paket perlengkapan sekolah amanah dari masyarakat Indonesia untuk anak-anak di wilayah terblokade Jalur Gaza, Palestina. Jumlah bantuan perlengkapan sekolah yang didistribusikan pada tahun 2022 total sebanyak 500 paket. Isi paket per anak terdiri dari seragam, celana, sepatu, tas sekolah, buku tulis, buku gambar, alat tulis (pensil, penghapus, pulpen, rautan, penggaris, tempat pensil) dan pensil warna. Pelaksanaan program dilakukan oleh relawan MER-C yang tengah bertugas di Jalur Gaza, yang terdiri dari tiga relawan Indonesia dibantu dengan relawan local. Mereka menunaikan titipan amanah donasi dari rakyat Indonesia bagi program ini, mulai dari memilih isi paket dengan melakukan survey ke toko-toko perlengkapan sekolah, melakukan survey anak-anak penerima bantuan, mem-packing bantuan hingga mendistribusikan paket kepada anak-anak baik di sekolah-sekolah, rumah rumah maupun melalui di lembaga kemanusiaan yang bekerjasama dengan MER-C Cabang Gaza. Prioritas penerima bantuan adalah anak-anak tingkat Sekolah Dasar yang merupakan anak yatim atau anak-anak dari keluarga syuhada, anak-anak korban perang serta anak-anak yang tidak mampu. Adapun lokasi pendistribusian tersebar di beberapa wilayah terpisah di Jalur Gaza, mulai wilayah Jalur Gaza bagian Utara (Bayt Lahiya, Jabaliya), Jalur Gaza bagian Tengah hingga Jalur Gaza bagian Selatan. Bantuan didistribusikan secara bertahap selama kurun waktu satu bulan pada bulan November – awal Desember 2022. Semburat bahagia terpancar dari wajah-wajah suci dan polos anak-anak Gaza. Senyum dan tawa ceria mewarnai wajah mereka usai menerima bantuan paket sekolah. Ucapan “Terima Kasih Indonesia” terucap dari bibir-bibir mungil dan tulus mereka. Ustadzah Haifa Ridwan, salah satu Kepala Sekolah di Gaza, juga mengucapkan terima kasihnya kepada masyarakat Indonesia khususnya MER-C atas bantuan perlengkapan sekolah yang diberikan kepada para anak didiknya. Ucapan terima kasih juga datang dari para guru dan para wali murid yang hadir dalam proses penyerahan bantuan tersebut.
Dr. Sarbini : Kemerdekaan Palestina Harga Mati yang Harus Kita Perjuangkan Bersama

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina adalah harga mati yang harus diperjuangkan bersama. Ia juga mengingatkan bahwa dalam membela dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina harus mempunyai nafas panjang dan komitmen yang tinggi. Hal ini dikatakan Sarbini saat menjadi narasumber pada acara Sarasehan Penutupan Bulan Solidaritas Palestina yang digelar Aqsa Working Group (AWG), Selasa/29 November 2022, di Aula Buya Hamka, Masjid Raya Al Azhar, Jakarta. Sarbini yang berbicara sebagai narasumber ke-2 dengan tema “Membela Palestina, Membela Kemanusiaan”, mengharapkan kepada semua pihak untuk bisa berperan pada bidangnya masing-masing. Hal ini dikarenakan masalah Palestina sangat kompleks dan merupakan masalah kemanusiaan sehingga menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya umat muslim. Ia pun mengatakan dalam membantu Palestina, lembaga yang dipimpinnya saat ini, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebagai sebuah NGO mencoba mengambil focus bidang kemanusiaan dan merupakan program jangka panjang. “Bagi MER-C, Palestina adalah program abadi, permanen dan berkepanjangan dan kontinu. Pada awalnya kami berfikir ini suatu yang impossible. Bagaimana kita bisa melakukan aksi yang nyata di Palestina, padahal kita nun jauh dari sana. Tapi aksi dan kegiatan kemanusiaan harus menjadi prasasti abadi hubungan kedua bangsa,” papar Ben, sapaan akrab Sarbini, menjelaskan alasan MER-C membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. “Oleh sebab itu, kita mencoba untuk bisa bersinergi dengan semua elemen, termasuk tokoh-tokoh agama. Kita jadikan persoalan Palestina bukan hanya masalah umat Islam, tapi masalah kemanusiaan yang semua kita punya tanggung jawab bersama,” lanjutnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan pandangannya mengenai tiga tahapan dalam membela Palestina. Pertama, adalah tahap Aksi Kemanusiaan. Semua pihak merespon dengan baik dan sepakat dengan tahapan aksi kemanusiaan untuk Palestina. Namun menurutnya, aksi tidak berhenti hanya sampai di situ. “Ada tahapan aksi berikutnya, aksi tahap ke-2 yang lebih serius, yaitu tahapan Politik Kemanusiaan,” tambahnya. Lebih jauh ia menjelaskan bahwa aksi tahap Politik Kemanusiaan memerlukan kekuatan yang besar sehingga perlu menjalin koalisi, safari, mengkomunikasikan dengan semua pihak termasuk pemerintah mengenai permasalahan dan pembelaan terhadap Palestina. Sarbini mencontohkan, misalnya menolak visa kontingen Israel pada Piala Dunia U-20 yang akan digelar pada tahun 2023 mendatang di Indonesia. Ia beralasan pemberian visa kepada kontingen Israel untuk bisa masuk ke Indonesia adalah suatu hal yang ilegal dan keliru. Tahap selanjutnya, yaitu tahap ke-3 adalah tahap Politik Perlawanan yang harus dilakukan kepada Israel. Ia menjelaskan bahwa satu sisi kita mengatakan membela dan mendukung kemerdekaan Palestina, namun di sisi lain, hubungan-hubungan gelap antara Indonesia dan Israel baik di level ormas maupun pemerintah masih terus berlangsung. “Ini adalah ambivalensi yang dilakukan oleh pemerintah,” katanya. Oleh sebab itu, ia mengajak kepada semua elemen bangsa agar terus bergerak membela kemerdekaan Palestina karena solusi kemerdekaan Palestina adalah harga mati yang harus diperjuangkan bersama sesuai dengan amanah konstitusi dan amanah kemanusiaan. Turut hadir sebagai narasumber dan memberikan pandangan serta dukungannya bagi kemerdekaan Palestina adalah Romo Magnis Suseno, seorang budayawan dan pemuka agama Katolik. Menurut Romo Magnis, rakyat Palestina berhak atas kemerdekannya dan berhak atas kenegaraannya sendiri yang sama sekali lepas bebas dari negara Israel. “Orang-orang Palestina baik di Tepi Barat maupun di Gaza berhak untuk merdeka,” ungkapnya. “Tidak ada resolusi konflik dan damai di Timteng kalau kemerdekaan Palestina tidak diakui dan dibikin nyata. Titik!” tegasnya lagi. Narasumber lainnya adalah DR. Abdul Muta’ali, Direktur Pusat Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia yang memberikan pemaparan mengenai “Pecah Belah Israel terhadap Palestina”. Menurutnya banyak kegiatan yang harus dilakukan dan tidak bisa sendiri untuk membantu Palestina. Bulan Solidaritas Palestina (BSP) adalah rangkaian kegiatan peduli Palestina yang digagas oleh Aqsa Working Group (AWG). MER-C sebagai lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian mendukung kegiatan BSP karena ini merupakan satu bentuk nyata dalam membela dan mendukung perjuangan Palestina. Bulan November dipilih karena setidaknya ada empat peristiwa penting terkait Palestina di bulan ini. BSP tahun 2022 dengan tema “Bergerak Berjamaah Bebaskan Al Aqsa dan Palestina” digelar serempak di 14 provinsi di Indonesia selama satu bulan penuh. Sarasehan diadakan sebagai acara penutup Bulan Solidaritas Palestina dan diselenggarakan bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional bagi rakyat Palestina tanggal 29 November 2022.
Insiden Kebakaran di Gaza Utara, Korban Jiwa dan Luka Dievakuasi ke RS Indonesia

Sedikitnya 21 warga Palestina meninggal dunia, termasuk 7 diantaranya anak-anak dan lebih dari 30 lainnya mengalami luka-luka pasca insiden kebakaran besar yang melanda bangunan tempat tinggal di Kamp Jabalia, Desa Talizza’tar, Jalur Gaza Utara, Palestina, Kamis malam (17/11). Korban jiwa maupun luka-luka langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Indonesia yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian. Direktur RS Indonesia di Gaza Utara, Salah Abu Laila, mengatakan bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan akan bertambah. “Jumlah kematian kemungkinan akan meningkat, sebagai akibat dari kebakaran besar di sebuah bangunan tempat tinggal di Jabalia,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dikutip media. Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Hasil investigasi awal menyebutkan bahwa kebakaran dipicu oleh lilin saat para korban sedang merayakan kedatangan salah satu anggota keluarga mereka yang baru kembali dari Mesir. Sementara juru bicara unit pertahanan sipil mengatakan bahwa kebakaran berasal dari pasokan bahan bakar yang disimpan di bangunan tersebut. Berita kematian 21 warga ini sontak menggemparkan seluruh warga Gaza yang selama ini hidup dalam blokade dan penjajahan Israel sejak tahun 2006 hingga hari ini. Presiden Palestina, Mahmud Abbas, melalui Juru Bicaranya menyatakan kebakaran itu sebagai tragedi nasional. Abbas mengumumkan hari berkabung pada hari Jum’at ini, dengan mengibarkan bendera setengah tiang.
Semangat Membela Palestina Tidak Boleh Dilupakan

Permasalahan Palestina masih menjadi fokus perhatian MER-C. Selain membangun Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza dan program kemanusiaan lainnya, MER-C terus bergerak melakukan Safari Kemanusiaan ke berbagai elemen bangsa untuk menggalang dukungan dalam rangka mendorong kemerdekaan Palestina. Selasa/15 November 2022, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyambangi Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Kunjungan ini diterima oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., M.A, di Gedung Rektorat. “MER-C concern membela Palestina. Kami membangun RS Indonesia di Gaza. Setelah itu, kita tidak mungkin diam melihat problematika Palestina yang masih berlangsung, makanya kita coba melakukan Safari Kemanusiaan untuk Palestina dengan bertemu Tokoh Agama Katholik, bertemu kelompok Hindu, dsb,” ujar Sarbini saat menjelaskan alasan kunjungannya. “Kami ingin menyuarakan bahwa kita mendukung Palestina dan kemerdekaan Palestina. Kondisi Palestina hari ini terjepit. Negara-negara Arab sudah banyak yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Persoalan Palestina seperti terlantar. Kita ingin sampaikan pada rakyat Palestina bahwa kalian tidak sendiri, ada rakyat Indonesia bersama kalian,” lanjutnya. Rektor UIN Syarif Hidayatullah periode 2019 – 2023 itu memberikan apresiasi positif pada kiprah MER-C selama ini dan mendukung upaya-upaya yang tengah dilakukan MER-C untuk Palestina. Ia juga menyampaikan bahwa semangat dalam membela Palestina tidak boleh dilupakan apalagi padam. “MER-C telah melakukan banyak hal dari segi kemanusiaan dan dakwah, khususnya dalam hal masalah Palestina. MER-C telah berkomitmen membantu di masa sulit, konflik, perang untuk kesehatannya,” ujar Amany Lubis. “Langkah MER-C dan banyak teman yang membela Palestina sudah betul bahwa semangat ini tidak boleh dilupakan atau padam, meski banyak kesulitan yang dihadapi, seperti mau masuk Gaza yang sulit, mau kirim bantuan juga sulit. Namun kita tidak boleh pesimis, dan tetap optimis. Perjuangan kita belum selesai dan harus dilanjutkan terus,” tambah Amany. Lebih lanjut rektor wanita kelahiran Kairo 59 tahun silam ini juga berharap agar semangat tersebut tetap harus digalang dan disosialisasikan ke berbagai kalangan. “Kepada generasi muda, mahasiswa, pengusaha, akademisi, peneliti, dsb, perlu terus untuk dibangkitkan semangatnya untuk membahas Palestina supaya ter update berita-berita yang ada. Apabila ada kontribusi pemikiran, bagaimana bisa memberikan solusi bagi permasalahan yang ada itu lebih baik,” tambahnya. “Mudah-mudahan usaha yang dilakukan oleh MER-C dan juga mitra-mitranya semua melalui Safari Kemanusiaan atau kerjasama dengan berbagai pihak bisa lancar dan terus berjalan sehingga RS Indonesia di Gaza bisa berfungsi maksimal bahkan bisa diberdayakan lebih, kemudian juga kemerdekaan Palestina bisa tercapai,” harap Amany. Sementara itu, Rektor Perempuan Pertama di Universitas Islam Negeri ini juga mengatakan bahwa kebijakan dan komitmen Negara Republik Indonesia tentang Palestina sudah kuat. “Pertama, politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan tidak menginginkan penindasan di muka bumi karena tidak sesuai dengan konstitusi, maka ini sudah kuat. Ditambah dengan berbagai solidaritas umat Islam, maka sudah bulat bagi Pemerintah Indonesia untuk membela Palestina sampai merdeka,” katanya. Ia juga memuji sikap Menlu RI yang berani. “Kita lihat juga upaya Menlu RI ketika mau meresmikan Konsulat Kehormatan RI untuk Palestina, terus dilarang oleh Israel, kemudian jadi di Amman dibukanya. Itu satu keberanian dari Ibu Menlu Retno Marsudi,” lanjut Amany. “Terakhir saya juga dengar ketika beliau menyampaikan sambutan atas nama Indonesia di PBB masih menyebutkan soal Palestina. Komitmen Indonesia untuk membela Palestina dan Afghanistan itu disebutkan dua-duanya, berarti itu tidak dilupakan oleh kita,” imbuhnya.
MER-C: Kemenangan Benjamin Netanyahu Duka Buat Palestina

Benjamin Netanyahu kembali terpilih menjadi Pemimpin Israel. MER-C memandang hal ini adalah duka bagi Palestina. Kemenangan Netanyahu dalam pemilu Israel yang berkoalisi dengan kelompok religius kanan akan mengancam perdamaian dan menjauhkan harapan solusi yang bermartabat untuk konflik Palestina – Israel. Di sisi lain, kemenangan ini disambut gembira oleh kelompok ekstrim yang memang selama pemerintahan Netanyahu sebelumnya mendapatkan ruang untuk melakukan apa saja terhadap pemukiman Palestina. Selama rezim Netanyahu berkuasa, kekerasan bersenjata terhadap Palestina terus terjadi dan dilakukan secara kompak dn terukur antara pihak militer dan pemukim negara zionis tersebut. “Kita semua prihatin atas kemenangan ini,” ujar Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C Indonesia. “Dunia tak boleh lengah dan harus terus menekan Israel agar aksi brutal terhadap rakyat Palestina berhenti,” lanjut Sarbini. Kedekatan dan pembelaan Indonesia kepada Palestina tidak diragukan. Namun dengan kemenangan Benjamin Netanyahu, Sarbini mengingatkan bahwa Indonesia mesti lebih waspada. “Bagaimanapun, Israel memiliki kepentingan dengan Indonesia sebagai negara muslim terbesar, baik kepentingan politik atau ekonomi,” katanya. Untuk itu,Sarbini menegaskan bahwa MER-C sebagai organisasi kemanusiaan dan perdamaian, bersama elemen peduli Palestina lainnya akan terus memantau aktivitas Israel. Ia juga meminta kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia agar lebih intens dalam mengambil langkah-langkah untuk menekan Israel.
MER-C Memuji Sikap PM Inggris Sunak Batalkan Wacana Liz Truss

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia memuji sikap Perdana Menteri Inggris yang baru, Rishi Sunak yang membatalkan wacana PM Inggris sebelumnya, Liz Truss. yang berencana memindahkan Kedutaan Besar Inggris dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal ini diungkapkan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menanggapi pernyataan juru bicara Sunak yang dengan tegas menyebutkan bahwa tidak ada rencana untuk memindahkan Kedutaan Besar Inggris di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, dilansir AFP, Kamis (3/11/2022). “MER-C memuji sikap dan keberanian PM Sunak yang membatalkan wacana PM Truss walaupun ada pertentangan dan cibiran sinis dari Israel,” ujar Sarbini. “Kami mendukung langkah PM Sunak karena merupakan upaya yang produktif untuk menciptakan perdamaian di Palestina,” tambahnya. Lebih lanjut, Sarbini berharap Inggris di bawah pemerintahan PM Rishi Sunak bisa memainkan peran yang lebih optimal dalam membantu penyelesaian konflik Palestina – Israel. “Hadirnya Israel karena andil Inggris melalui Deklarasi Balfour. Oleh sebab itu, kita berharap Inggris bisa berperan optimal dalam masalah ini,” lanjut Sarbini. Untuk itu, menurutnya Inggris mempunyai tanggung jawab moral dan sejarah untuk menyelesaikan masalah Palestina – Israel. “Inggris tidak bisa lepas tangan dari permasalahan Palestina,” katanya.
MER-C Ajak Semua Komponen Anak Bangsa Bersatu Memperjuangkan Kemerdekaan Palestina

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, mengajak semua komponen anak bangsa untuk bersatu memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Ia juga secara tegas meminta kepada Pemerintah RI agar menolak Timnas Israel pada gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun 2023. Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan kegiatan “Bulan Solidaritas Palestina” pada hari Selasa/1 November 2022, di Cibubur. Bulan Solidaritas Palestina (BSP) adalah rangkaian kegiatan peduli Palestina yang digagas oleh Aqsa Working Group (AWG). Bulan ini dipilih karena setidaknya ada empat peristiwa penting terkait Palestina, yaitu Deklarasi Balfour (02 November 1917), Kematian Yasser Arafat (11 November 2004), Deklarasi Palestina Merdeka (15 November 1988), Hari Solidaritas Palestina Sedunia yang ditetapkan oleh PBB sejak tahun 1979 setiap tanggal 29 November. Kegiatan ini dilakukan untuk memperingati peristiwa-peristiwa tersebut dan senantiasa menggelorakan dukungan rakyat Indonesia bagi perjuangan rakyat Palestina meraih kemerdekaannya sesuai amanat UUD RI tahun 1945 alinea pertama. MER-C sebagai lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian menyatakan dukungannya terhadap kegiatan BSP. “Ini merupakan satu bentuk nyata pembelaan dalam mendukung perjuangan Palestina. Kami mendukung perjuangan teman-teman AWG, mengingatkan secara kolektif kepada public bahwa pada hari ini saudara-saudara kita di Palestina, satu-satunya peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) yang belum merdeka. Oleh sebab itu, kita bersama-sama harus membebaskan Palestina. Mudah-mudahan perjuangan ini akan terus berlangsung,” ucap Sarbini. Dalam kesempatan tersebut ia juga mengingatkan publik Indonesia untuk lebih berhati-hati dan perhatian terhadap aktifitas-aktifitas Israel di Indonesia, salah satunya rencana kedatangan Timnas sepak bola Israel ke Indonesia. “Lampu hijau untuk kedatangan Timnas Israel ke Indonesia besar dan masih banyak publik bahkan tokoh-tokoh Islam yang belum tahu. Untuk itu, harus kita ingatkan agar jangan sampai terlambat dalam mengantisipasi ini,” lanjut Sarbini. BSP 2022 akan digelar selama sebulan penuh dan dimeriahkan dengan beragam kegiatan, mulai dari tingkat anak-anak hingga ke tingkat mahasiswa dengan aneka perlombaan. Selain itu, ada pula Futsal Liga Santri, Pengibaran Bendera Indonesia dan Palestina di puncak gunung, hingga Gowes dari Jambi dan Surabaya dengan titik finish di Monas, Jakarta. Tidak hanya itu, acara ini pun akan dilengkapi dengan Webinar, Millenial Peacemaker Forum, Forum Duta Al Quds, hingga Sarasehan yang menghadirkan para tokoh dari berbagai elemen, seperti akademisi, tokoh agama, Kementerian Luar Negeri, hingga lembaga-lembaga kemanusiaan seperti Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).