Futsal Fun Match MER-C vs AWG

Futsal Fun Match #NoSportForApartheid MER-C vs AWG Dalam rangka terus menyuarakan penolakan terhadap keikutsertaan Timnas Israel pada gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun depan, AWG dan MER-C selenggarakan Futsal Fun Match #NoSport4Apartheid. Kegiatan dilaksanakan pada: Hari/tgl: Jumat, 16 September 2022 Pukul: 15.00-17.00 Tempat: Futsal Cilandak Sport Center (Citos). Ayo hadir dan meriahkan…. TOLAK TIMNAS ISRAEL KE INDONESIA CP 1. Panji Ahmad +62852-8001-9196 2. Imam Pora +62896-0648-4060
MER-C Ajak Organisasi Pelajar dan Pemuda Tolak Timnas Israel dan Dukung Kemerdekaan Palestina
Menyikapi rencana kedatangan Tim nasional sepak bola Israel ke Indonesia pada tahun 2023 mendatang, MER-C terus mengajak berbagai elemen anak bangsa untuk melakukan gerakan penolakan termasuk kalangan pelajar dan pemuda Indonesia. “Intinya MER-C mengajak organisasi pelajar dan pemuda untuk peduli dengan penderitaan bangsa Palestina dan kritis dengan kebijakan Pemerintah yang merugikan Palestina dalam mencapai kemerdekaannya,” ujar Sarbini saat menerima kunjungan dan berdiskusi dengan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Presiden Organization of Islamic Cooperation (OIC) Youth Indonesia, Rabu/7 September 2022 di Kantor Pusat MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat. “MER-C juga mengajak para pemuda generasi penerus bangsa ini untuk secara bersama menolak kedatangan Timnas Israel ke Indonesia dan secara bersama seluruh elemen anak bangsa yang konsisten dengan Palestina untuk secara kolektif meminta kepada Pemerintah agar tidak memberi visa kepada Timnas Israel,” lanjut Sarbini yang akrab disapa dr. Ben. MER-C memang memberikan perhatian khusus terhadap kedatangan Timnas Israel karena memandang lolosnya Timnas Israel akan menjadi ujian berat bangsa Indonesia untuk membuktikan kekonsistenannya dalam pembelaan terhadap Palestina dan penolakannya atas segala bentuk penjajahan seperti yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Apabila Timnas Israel bisa lolos ke Indonesia, maka akan menjadi kekalahan konstitusi dan sejarah bangsa Indonesia. “Walaupun sebagian masyarakat kita mengatakan bahwa tidak ada kaitan antara olahraga dan politis, tapi kami memandang bahwa kalau Timnas Israel bisa lolos, maka ini adalah kekalahan total kita, kekalahan konstitusi kita, kekalahan sejarah buat kita,” tegas Sarbini. Dalam pertemuan tersebut, Pengurus PB PII dan OIC Youth Indonesia menyatakan kekonsistenan mereka dalam mendukung perjuangan Palestina dan sepakat dengan wacana tolak Timnas Israel yang digulirkan oleh MER-C. “PB PII konsisten mendukung perjuangan Palestina. Untuk itu, kami akan melakukan diskusi internal menyikapi rencana Timnas Israel ke Indonesia dan kajian-kajian rutin tentang Palestina. Selanjutnya PB PII akan melakukan konsolidasi serta kolaborasi untuk aksi bersama agar Pemerintah melihat adanya penolakan di masyarakat terhadap kedatangan Timnas Israel,” ujar Septian Maulid Tiwar, Ketua Departemen Diplomasi Internasional, PB PII. Sementara itu, Presiden OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita juga sepakat dan menyambut baik wacana penolakan Timnas Israel yang disampaikan oleh MER-C. “Kami sepakat dan menyambut baik serta sangat mendukung teman-teman yang akan membuat aksi dan kajian-kajian menyikapi hal ini. Di forum-forum OIC Youth kami juga kerap menyuarakan aspirasi dan penderitaan Palestina,” ujarnya. Lebih lanjut ia memaparkan bahwa sikap penolakan ini memiliki landasan yang jelas dan harus terus dikawal. “Selama kita landasannya jelas dan itu ada di pembukaan Undang-Undang Dasar kita yang mendukung perdamaian. Pada Sidang Umum PBB tahun 2020, sudah clear bahwa kita masih berhutang terhadap Palestina. Jadi harus ada tindak lanjutnya. Ini harus kita kawal terus, jangan sampai tahun depan kita kecolongan,” imbuh Astrid.
HNW: Indonesia Harus Tolak Timnas Israel, Ini Jati Diri Bangsa

Dalam rangka mendorong Pemerintah untuk berani menolak kedatangan Timnas Israel ke Indonesia, Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad terus melakukan safari kemanusiaan ke berbagai elemen bangsa. Jum’at/2 September 2022, Sarbini bertemu dan bersilaturahim dengan Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, MA untuk membahas dan meminta dukungan atas Gerakan Tolak Timnas Israel. Seperti diketahui, Tim Sepak Bola Nasional U-20 Israel direncanakan akan datang dan bertanding di Indonesia pada tahun 2023 mendatang, seiring izin dan jaminan yang diberikan Pemerintah dalam hal ini Menpora RI terhadap Timnas Israel tersebut. MER-C memandang ini sebagai ujian berat bangsa Indonesia untuk membuktikan kekonsistenannya dalam menentang penjajahan dan membela kemerdekaan Palestina, satu-satunya negara peserta KAA (Konferensi Asia Afrika) yang sampai saat ini belum merdeka. Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, MA menyatakan dukungannya terhadap gerakan Tolak Timnas Israel yang tengah digaungkan oleh MER-C. Ia secara pribadi juga sudah menyatakan penolakannya karena menurutnya sikap tersebut adalah kekhasan dan merupakan jati diri bangsa Indonesia yang sudah berlaku sejak zaman Presiden Pertama RI, Bung Karno. “Indonesia sebagai negara berdaulat dan mempunyai kekhasan. Kita menghormati kekhasan masing-masing negara. Kekhasan Indonesia sesuai dengan kosntitusinya adalah sikap politik yang sudah berlaku sejak zaman Bung Karno, yaitu Indonesia menolak penjajahan Israel,” ujar Hidayat. “Jadi hendaknya semua pihak memahami itu. Obyektifitas dan sportifitas kita justru harus menghadirkan pemahaman ini. Sebagai tuan rumah, harus diingat bahwa kita punya nilai yang kita pegang. Indonesia itu tidak seperti negara-negara Eropa atau negara-negara lain yang membuka hubungan dengan Israel. Indonesia sejak dari awal justru menolak Israel,” tegasnya. Lebih jauh ia memaparkan bahwa sejarah panjang bangsa Indonesia sudah mencatat dengan baik sikap Indonesia tersebut. Seperti pada tahun 1955, Bung Karno menolak keinginan Israel untuk diundang ke Bandung pada Konferensi Asia Afrika (KAA). Bung Karno malah mengundang Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, seorang Tokoh Pejuang Palestina, Mufti Yerusalem. Tidak hanya itu, pada tahun 1957, Bung Karno juga tegas melarang Indonesia main dengan Israel. Bung Karno berpandangan lebih baik tidak masuk ke Piala Dunia daripada harus main dengan Israel. Begitupun pada Asian Games tahun 1962. Indonesia lebih memilih dihukum oleh Panitia Asian Games ketimbang harus mengundang Israel. “Inilah Indonesia. Indonesia mempunyai sikap dasar, pembukaan UUD-nya sangat jelas dan itulah cita-cita bangsa Indonesia yang diterjemahkan dengan sangat gamblang oleh Bung Karno dalam menyikapi berbagai event internasional,” lanjutnya. Hidayat pun memberikan perbandingan, bahwa ketika Bung Karno menolak Indonesia main dengan Israel pada tahun 1958, posisi Israel menjajah tanah Paletina baru sekitar 22%. Sekarang Israel sudah menjajah tanah Palestina di atas 80%. “Masa dulu 22% kita tolak, sekarang sudah 85% malah kita terima. Terbalik dong. Seharusnya dulu 22% saja kita tolak, apalagi sekarang 85%, harusnya kan begitu,” ujarnya. Ia melanjutkan sikap ini sesuai dengan pernyataan Presiden RI, Joko Widodo bahwa Indonesia mempunyai hutang sejarah dengan Palestina karena merupakan satu-satunya negara peserta KAA yang sampai saat ini belum merdeka. Oleh karenanya, Indonesia harusnya membayar hutang sejarah itu dengan memaksimalkan usaha untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Hidayat mengingtakan bahwa seluruh manuver sekecil apapun yang bermakna terhadap pengakuan terhadap Israel dan semakin menjauhkan Palestina merdeka harus dihindari. Apabila hal-hal seperti ini terus dibiarkan, seperti Timnas diterima, di Parlemen diterima, NGO diterima, jual beli senjata, dsb, maka akan dijadikan alasan normalisasi. “Sedikit-sedikit akan dijadikan akumulasi, dalih untuk akhirnya kenapa tidak melakukan normalisasi. Karenanya ini harus kita tolak supaya kita bisa mengkoreksi manuver-manuver Israel yang ingin menjerumuskan Indonesia keluar dari konstitusinya, yaitu mengakui penjajahan Israel,” imbuhnya. Ia berpendapat Indonesia sangat bisa melakukan penolakan karena Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel dan Indonesia mempunyai kekhasan serta jati diri yang selama ini sudah dengan tegas menolak penjajahan Israel.
Pekerja Muslim PT Badak NGL Bontang Serahkan Donasi Rp 100 Juta untuk RS Indonesia di Gaza

Pekerja muslim PT Badak NGL Bontang Kalimantan Timur menyerahkan donasi sebesar Rp 100 juta bagi program Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Donasi diserahkan oleh Agus Ahmad Ashari, Pengurus Bidang Dakwah Yayasan Umat Islam NGL Badak, Selasa/30 Agustus 2022. Donasi diterima secara simbolis oleh perwakilan MER-C, Tina Leonard dan Karidi salah satu relawan yang pernah bertugas di Jalur Gaza, Palestina sebagai tim pembangunan RS Indonesia. Menurut Agus, donasi dikumpulkan dari pekerja muslim PT Badak NGL melalui program “Gaza Memanggil” yang diadakan selama dua pekan. “Pada Program Gaza memanggil di bulan Agustus 2022 ini, penggalangan dana kami lakukan selama dua pekan mulai hari Kamis sampai dengan hari Sabtu pekan berikutnya. Ini artinya dua kali pengambilan hasil kotak infaq di masjid kami, Masjid Al Kautsar di Bontang. Selain donasi dari kotak infaq, kami juga membuka donasi melalui transfer,” tutur Agus. Pengurus Yayasan Umat Islam Badak NGL, menurutnya saat ini berusaha lebih selektif dalam memilih NGO atau Yayasan untuk menyalurkan donasi dana dari pekerja muslim perusahaan. Hal ini dilakukan agar titipan amanah dapat tersampaikan dengan baik kepada yang berhak menerimanya. MER-C menurutnya menjadi salah satu pilihan pengurus Yayasan untuk menjadi Lembaga penyaluran donasi ini. “Kami melihat MER-C sebagai salah satu NGO yang sudah lama berkiprah dalam kemanusiaan. Orang-orangnya sejauh ini amanah, sehingga akhirnya kami seluruh pengurus bersepakat memilih MER-C, khususnya program Rumah Sakit Indonesia, karena memang keberadaannya sangat dibutuhkan terlebih saat ada serangan. Ada dua Lembaga yang kami pilih, salah satunya MER-C,” lanjut AGus. Ia berharap donasi yang diberikan bermanfaat untuk membantu serta mendukung program Rumah Sakit Indonesia. Mewakili Pengurus dan Pekerja Muslim PT Bada NGL ia juga mendoakan MER-C tetap menjadi lembaga yang amanah dalam menyalurkan donasi dari masyarakat. “Semoga MER-C tetap amanah, tetap bersemangat dan selalu luruskan niat,” ujarnya.
Catatan dr. Ben : Indonesia di Mata Israel

Dimata Israel, Indonesia terasa spesial. Upaya menarik Indonesia bukan baru sekarang ini saja, tapi sejak era Bung Karno dan Suharto upaya ini sudah dimulai oleh Israel. Di masa Bung Karno, upaya diplomasi Israel bisa dikatakan mati kutu. Mengusung slogan Anti Imperialis dan Kolonialis, Bung Karno secara tegas menyebutkan Israel bagian yang tak terpisahkan, bagian satelit dari Negara Imperalis dan Kolonialis. Shingga di Asian Games tahun 1962, secara tegas Bung Karno menolak keikutsertaan Israel dalam perhelatan tersebut. Di zaman Soeharto, meski Indonesia tak punya hubungan diplomatik dengan Israel, namun hubungan gelap terus berlangsung dalam beberapa bidang terutama berkaitan dengan militer. Kenapa Indonesia begitu penting di mata Israel? 1. Faktor Ekonomi Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan sumber alam begitu besar dan jumlah penduduk lebih kurang 280 juta yang menempati ranking 4 dunia, merupakan sebuah potensi yang besar sehingga secara bisnis hal ini sangat menggiurkan. Adapun pada tahun 2030 mendatang Indonesia diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar pada peringkat 4 dunia. Dahsyat memang. 2. Faktor Politik Sebagai negara mayoritas muslim terbesar di dunia, wajar Indonesia menjadi incaran Israel karena bila Israel bisa merangkul Indonesia secara politik, maka Palestina akan semakin terisolir. Tak bisa dipungkiri bahwa Indonesia adalah negara yang hingga kini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Agresivitas Israel merangkul Indonesia dengan berbagai macam cara, patut kita cermati. Sikap permisif kita bisa menjadi celah yang menguntungkan Israel. Sering delegasi Israel datang ke Indonesia dalam berbagai event dan kesempatan. Ini adalah prolog untuk melihat sejauh mana resistensi kita (bangsa Indonesia) dalam menghadapi momen ini. Semakin kecil resistensi kita, maka akan menjadi pembenaran bahwa Indonesia menormalisasi hubungan dengan Israel. Untuk itu, kita mesti waspada dan kritis. Jakarta, 24 Agustus 2022 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua Presidium MER-C Indonesia
MER-C Terkejut dengan Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Penyelesaian Konflik Palestina – Israel

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad mengaku terkejut dengan pernyataan Mantan Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla saat menjadi narasumber pada suatu diskusi yang diadakan oleh Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia di Jakarta, Jumat (19/8). Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla mengatakan bahwa jika Indonesia ingin menjadi mediator untuk menyelesaikan konflik Palestina – Israel, maka Indonesia harus mengenal dan mempunyai hubungan dengan kedua belah pihak, tidak saja dengan Palestina, namun juga dengan Israel. “Kami terkejut dengan pernyataan Pak Jusuf Kalla dalam forum diskusi itu bahwa untuk mendamaikan konflik Palestina – Israel, maka Indonesia harus mempunyai hubungan dengan keduanya, yaitu dengan Palestina dan juga dengan Israel,” ujar Sarbini. Pernyataan tersebut menurutnya akan melukai sejarah dan upaya Indonesia yang selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Sarbini justru berpandangan Indonesia tidak patut membuka hubungan dengan Israel. Pasalnya, banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan oleh Israel, seperti masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), penindasan, perampasan, pengrusakan properti warga Palestina, dsb. “Israel telah melakukan berbagai pelanggaran HAM dan penjajahan di tanah Palestina, dimana hal ini tidak sesuai dengan konstitusi negara kita dan sejarah bangsa Indonesia yang selama ini melakukan pembelaan terhadap Palestina,” tambahnya. Oleh karenanya, Sarbini berpendapat bahwa pernyataan Jusuf Kalla tersebut tidak dapat diterapkan untuk konflik Palestina – Israel. “Pak JK adalah seorang Tokoh Bangsa yang kita hormati karena beliau seorang juru damai yang tangguh dan sudah teruji. Kita semua mengakui hal tersebut,” ujar Sarbini. “Namun menurut pandangan kami, niat Pak JK untuk membuka hubungan dengan kedua belah pihak tidak dapat diterapkan untuk kasus konflik Palestina – Israel,” tambahnya. “Hanya Amerika yang bisa mendamaikan konflik Palestina – Israel, itupun kalau Amerika serius dan tidak memihak,” ujarnya. Ketua Presidium MER-C ini juga berpandangan bahwa pernyataan mantan Wakil Presiden RI ini akan kontra produktif terhadap upaya yang dilakukan Indonesia selama ini. Untuk itu, ia berharap Indonesia tetap konsisten terhadap solusi dua negara. “Kami berharap Indonesia (pemerintah) tetap konsisten terhadap solusi dua negara, karena sampai saat ini belum ada tanda-tanda dan belum ada progress dari solusi tersebut.” Jakarta, 23 Agustus 2022
Pimpinan MER-C Kritik Penutupan Tujuh Organisasi HAM Palestina

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad mengkritik langkah Israel yang menutup tujuh organisasi HAM Palestina. Sarbini berpandangan langkah Israel tersebut patut dikecam karena merupakan langkah illegal. Sarbini berpandangan bahwa hal ini dilakukan Israel agar mereka lebih leluasa membungkam aktivis Palestina yang kritis terhadap kesewenangan pihak keamanan Israel sekaligus berupaya menutupi aktivitas jahat mereka di kawasan Palestina yang menghancurkan properti dan penangkapan para warga sipilnya. Adapun langkah sebagian anggota Uni Eropa yang menyatakan keberatan dengan penutupan tujuh kantor organisasi HAM Palestina menurut Sarbini hal ini patut diapresiasi. “Sikap Uni Eropa yang keberatan dengan penutupan tujuh kantor organisasi HAM Palestina patut kita apresiasi. Namun, kami harap Uni Eropa tidak cukup dengan menunjukkan sikap tidak nyaman atas langkah Israel tersebut, tapi harus dengan tegas dan mendesak Israel agar menghentikan keputusan yang melanggar hak demokrasi dan hukum internasional,” ujar Sarbini. Lebih lanjut Pimpinan MER-C ini juga menekankan bahwa MER-C sebagai organisasi yang concern di bidang kemanusiaan dan perdamaian akan terus memantau perkembangan kemanusiaan di Palestina. “Ini sebagai bentuk pertanggung jawaban kami kepada konstitusi dan sejarah,” tegasnya. Sementara itu, kepada dunia internasional Sarbini juga meminta agar tetap memantau dengan serius dan konsisten perkembangan HAM yang terjadi di Palestina. “Sekecil apapun pelanggaran yang dilakukan pihak Israel terhadap Palestina tidak boleh kita biarkan dan abaikan,” imbuhnya. Tujuh organisasi HAM Palestina yang menjadi sasaran penutupan paksa oleh Israel adalah Addameer Prisoner Support and Human Rights Association, Al Haq, Bisan Center for Research and Development, Defense for Children International-Palestine, Health Work Committees (HWC), Union of Agricultural Work Committees (UAWC), dan the Union of Palestinian Women’s Committees (UPWC). Israel menuduh organisasi-organisasi tersebut terafiliasi dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.
MER-C Minta Pemerintah Tolak Timnas Israel

MER-C berharap pemerintah selaras dalam perbuatan ketika mendukung Palestina dan menolak Israel yang menjajah Palestina. JAKARTA — Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyampaikan pesan kepada Pemerintah Indonesia mengenai polemik keikutsertaan timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia pada tahun 2023. MER-C berharap pemerintah selaras dalam perbuatan ketika mendukung Palestina dan menolak Israel yang menjajah Palestina. “Ini harapan dan permintaan kami kepada Presiden (Joko Widodo), khususnya agar secara tegas (pemerintah) menolak kepentingan timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia,” ujar Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad di kantor Republika, Jakarta, Jumat (19/8). Sarbini mengingatkan, Presiden Sukarno pernah menolak kepentingan Israel pada tahun 1962 ketika Asian Games. Kalau Presiden Jokowi mampu menolak timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun 2023, artinya Jokowi mampu mengembalikan keberanian dan konsistensi Bung Karno dalam mendukung Palestina. MER-C yakin Presiden Jokowi akan memperhatikan aspirasi masyarakat. Harapannya, konstitusi Indonesia yang jelas mengatakan bahwa penjajahan di atas bumi harus dihapuskan betul-betul dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen oleh Pemerintah Indonesia. Kepada Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin, MER-C menyampaikan, Wapres adalah seorang ulama. Karena itu, MER-C yakin, Kiai Ma’ruf akan memberikan yang terbaik kepada pemerintah dan rakyat Palestina. MER-C juga yakin Kiai Ma’ruf akan menolak timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia. Sarbini mengingatkan, jika timnas Israel mengikuti Piala Dunia U-20 di Indonesia, masyarakat Indonesia pasti akan kecewa. “Akan ada kekecewaan yang terjadi di masyarakat ketika timnas Israel masuk ke Indonesia, bisa jadi ada penolakan yang ekstrem (terhadap timnas Israel),” ujarnya. Sarbini berpandangan, jika timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia, sama saja pemerintah melanggar konstitusi Indonesia. Jadi, ada dua hal yang akan terjadi. Pertama, respons keras masyarakat. Kedua, pemerintah melanggar konstitusi. Dua hal ini yang harus dihindari. “Sesuatu yang tidak bagus untuk kita (pemerintah dan bangsa Indonesia) dan untuk sejarah bangsa Indonesia, maka pemerintah harus tegas untuk bisa melaksanakan hal yang diinginkan oleh konstitusi dan masyarakat Indonesia,” ujar Sarbini. Sebelumnya, dalam rangka safari kemanusiaan untuk menolak kedatangan timnas Israel, Sarbini bertemu dengan Ketua Presidium Majelis Ormas Islam (MOI) KH Nazar Haris pada Kamis (18/8). Dalam pertemuan tersebut, Ketua Presidium MOI memberikan apresiasi positif atas kunjungan dan pencerahan yang disampaikan oleh pimpinan MER-C. Kiai Nazar menyambut baik dan mendukung gagasan MER-C menolak kedatangan timnas Israel ke Indonesia. Sebab, penolakan ini adalah bentuk pembelaan terhadap konstitusi bangsa Indonesia. “Sesuai dengan UUD 1945, tujuan kita mendirikan negara ini adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” kata Kiai Nazar melalui keterangan tertulis. Kiai Nazar juga menyampaikan, apabila bangsa Indonesia membiarkan Israel hadir ke Indonesia, Indonesia bisa terancam dengan penjajahan baru, dengan model baru, dan penjajahan lebih ketat. “Untuk itu, kita akan mencari cara supaya kita bisa menggalang bersama, menjaga kedaulatan bangsa dan kita bisa melindungi bangsa Indonesia dari model-model penjajahan yang sedang direkayasa,” ujar Kiai Nazar. Link :
Majelis Ormas Islam Dukung Gagasan Tolak Kedatangan Timnas Israel ke Indonesia

Dalam rangka “Safari Kemanusiaan untuk Menolak Kedatangan Tim Nasional Israel”, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad bertemu dengan Ketua Presidium Majelis Ormas Islam atau MOI, KH. Nazar Haris, Kamis/18 Agustus 2022. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Presidium MOI, memberikan apresiasi positif atas kunjungan dan pencerahan yang disampaikan oleh Pimpinan MER-C. Ia menyambut baik dan mendukung gagasan MER-C menolak kedatangan Tim Sepak Bola Nasional Israel ke Indonesia karena ini adalah bentuk pembelaan terhadap bangsa. “Kita berterima kasih atas kunjungan dan pencerahan dari MER-C terkait rencana kedatangan Timnas Israel,” tutur Nazar. “Ini adalah pembelaan kepada bangsa. Bahwa sesuai dengan UUD 1945 tujuan kita mendirikan negara ini adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” imbuhnya. Pimpinan Majelis Ormas Islam tersebut juga memaparkan bahwa dalam sejarah Yahudi Israel memang biasa melakukan pendekatan-pendekatan untuk mendapatkan akses masuk ke dalam suatu negeri. “Seperti halnya saat ini mereka sudah melakukan pendekatan kepada negeri-negeri di Timur Tengah supaya terbuka peluang untuk perdagangan,” ujarnya. “Dimulai dari perdagangan, tapi kemudian mereka bisa menguasai perekonomian suatu bangsa. Ini kebiasaan Israel yang telah dipraktekkan puluhan tahun bahkan berabad-abad. Itulah yang dialami di Eropa ketika bangsa Eropa takluk di bawah penjajahan ekonomi Yahudi, begitu juga yang mereka lakukan di Amerika,” tambah Nazar. Lebih jauh ia juga menyampaikan bahwa apabila bangsa Indonesia terus menyerah dan membiarkan Israel hadir ke Indonesia, maka Indonesia bisa terancam dengan penjajahan baru, dengan model baru dan penjajahan lebih ketat. “Kalau sekarang sebagian bangsa kita merasa terjajah oleh etnis tertentu, maka kita sedang menghadirkan satu etnis baru untuk menjajah negeri ini, dan ini lebih parah. Untuk itu, kita akan mencari cara supaya kita bisa menggalang bersama, menjaga kedaulatan bangsa dan kita bisa melindungi bangsa Indonesia dari model-model penjajahan yang sedang direkayasa,” ujarnya. Untuk itu, menurutnya Majelis Ormas Islam akan mengadakan pembahasan lebih lanjut dan serius mengenai hal ini. Turut hadir dalam pertemuan ini Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), HM. Mursalin, Pengurus MOI dan MER-C. Sebelumnya, pada Rabu/29 Juni 2022, MER-C bersama lembaga peduli Palestina, yaitu AWG (Aqsa Working Group), BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) dan KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) telah mengadakan konferensi pers bersama menolak kedatangan Timnas Israel. Lolosnya timnas Israel akan menjadi ujian berat bangsa Indonesia untuk membuktikan kekonsistenannya dalam pembelaan terhadap Palestina dan penolakan atas segala bentuk penjajahan seperti yang termaktub dalam UUD 1945. Upaya penolakan ini akan terus dilakukan tidak hanya karena daftar panjang pelanggaran HAM namun juga penjajahan yang masih dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina yang bertentangan dengan konstitusi negara Indonesia dan hukum Internasional.
120 Matras Tempat Tidur Pasien Tiba di RS Indonesia

Jalur Gaza – Minggu/14 Agustus 2022 sebanyak 120 matrass tempat tidur pasien tiba di RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Sebelumnya pada Desember 2021, ranjang pasien sudah tiba terlebih dulu sebanyak 130 unit, yang terdiri dari 10 tempat tidur elektrik dan 120 tempat tidur manual. Total kapasitas tempat tidur di RS Indonesia yang kini sudah menjadi 4 lantai secara keseluruhan mencapai 230 tempat tidur termasuk ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat), ICU (Intensive Care Unit) dan ICCU (Intensive Cardiac Care Unit). Tim pengadaan alat Kesehatan RS Indonesia Dr. Arief Rachman, SpRad mengatakan bahwa pengadaan alat kesehatan untuk dua lantai tambahan RS Indonesia yang baru dibangun, yaitu lantai 3 dan 4 masih belum lengkap. “Belum lengkap, karena masih diperlukan office furniture dan computer,” ujarnya. “Kami masih menunggu rekomendasi dari Palestinian Ministry of Health untuk purchasing,” tambah relawan yang juga merupakan salah satu anggota Presidium MER-C. Meski peralatan belum lengkap sepenuhnya, namun kebutuhan ruangan yang mendesak karena kapasitas rawat inap yang ada sebelumnya di RS Indonesia sudah tidak mencukupi, maka sebagian lantai 3 RS Indonesia yang baru dibangun sudah mulai difungsikan. “Lantai 3 RS Indonesia terdiri dari unit endoskopi, ICCU dan rawat inap. Sementara lantai 4 terdiri dari ruang rawat inap dan ruang administrasi kantor. Karena kebutuhan yang mendesak, sebagian lantai 3 sudah mulai digunakan,” jelas Arief. Lebih lanjut Arief memaparkan bahwa pengadaan ruang ICCU RS Indonesia adalah sebagai pengembangan dari ICU. “Selama ini tingkat keterisian bed ICU oleh pasien dengan diagnosa penyakit jantung cukup tinggi dan sering membutuhkan waktu perawatan yang lama. Hal ini mengakibatkan pasien-pasien kritis non-jantung yang membutuhkan layanan intensif potensial tidak terlayani,” ungkapnya. RS Indonesia di Jalur Gaza adalah karya anak bangsa yang dibangun sepenuhnya dari donasi rakyat Indonesia. Pembangunan RS ini diinisiasi sejak Januari 2009 yang ditandai dengan penandatanganan MOU antara Alm. Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT mewakili rakyat Indonesia dan dr. Bassim Naim, Acting Minister of Health di Gaza saat itu. Pembangunan tahap 1 RS Indonesia dimulai pada pertengahan tahun 2011 dan selesai pada tahun 2014 yang diikuti dengan pengadaan alat kesehatan. Dengan kepedulian dan kedermawanan rakyat Indonesia pengadaan alat kesehatan tahap 1 RS Indonesia selesai pada akhir tahun 2015 dan pada akhir Desember 2015, RS Indonesia mulai dibuka dan memberikan pelayanan bagi rakyat Gaza. Difungsikan sebagai rumah sakit umum (General Hospital) oleh pemerintah setempat, kapasitas RS Indonesia sebelumnya sebanyak 100 tempat tidur tidak lagi mencukupi terlebih ketika agresi terjadi. Untuk itu, pada awal tahun 2019, MER-C mulai melakukan pembangunan tahap 2, yaitu pembangunan lantai 3 dan lantai 4 yang selesai pada pertengahan tahun 2020, lalu dilanjutkan dengan pengadaan alat kesehatan secara bertahap. Saat ini RS Indonesia menjadi rumah sakit utama dan terbesar di Gaza bagian Utara serta merupakan RS terbesar ke-2 di Jalur Gaza. Jakarta, 15 Agustus 2022