MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Terpilihnya PM Anthony Albanese, Angin Segar Bagi Palestina

Anthony Albanese, Pemimpin Partai Buruh Australia akhirnya terpilih menjadi Perdana Menteri Australia yang baru setelah partainya memenangkan Pemilihan Nasional Australia pada Sabtu (21/5). MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia menyambut baik dan mengucapkan selamat atas terpilih Anthony Albanese menjadi Perdana Menteri Australia ke-31 menggantikan Scott Morisson. Kemenangan Anthony dapat dikatakan memberikan angin segar bagi Palestina. Hal ini dikarenakan Anthony berasal dari Partai Buruh yang lebih ramah dengan Palestina. Sosoknya selama ini dikenal sebagai pendukung kuat Palestina dan pengkritik keras kebijakan-kebijakan Israel. Anthony dan partai yang dipimpinnya juga aktif menyerukan pengakuan negara Palestina merdeka melalui solusi dua negara. Sikap Anthony ini berseberangan dengan Scott Morisson, Perdana Menteri Australia sebelumnya yang dikenal pro Israel dan sangat bersahabat dengan Israel. Dalam konflik Palestina Israel, selama ini Australia menempatkan diri dalam posisi membela kepentingan Israel. Lobi-lobi Israel di Pemerintahan dan Legislatif sangat mempengaruhi warna kebijakan luar negeri Australia. Sebagai Ketua Presidium MER-C, sebuah Lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian dimana Palestina turut menjadi focus perhatiannya, Sarbini Abdul Murad mengharapkan agar Anthony Albanese dapat menjadi pemimpin terdepan dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Semoga ia dapat melihat konflik Palestina Israel secara lebih humanis serta proprosional dan tidak bergeming terhadap tekanan.

MER-C Kutuk Serangan Brutal Israel di Masjidil Aqsa

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia mengutuk keras serangan brutal pasukan pendudukan Israel terhadap warga Palestina yang tengah menunaikan sholat berjamaah di Masjidil Aqsa, Jum’at (15/4). MER-C mengecam tindakan penyerangan kepada warga sipil Palestina yang tengah beribadah, terlebih serangan dilakukan di kala bulan suci Ramadhan. Aksi penyerangan brutal terus menerus dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina khususnya di Tepi Barat. Bahkan serangan di saat bulan suci Ramadhan seperti sudah menjadi ritual bagi Israel setiap tahunnya. Israel telah merusak ketenangan dan keteduhan bulan suci Ramadhan dimana umat muslim baik di Palestina dan umat muslim di seluruh dunia tengah khusyuk beribadah. Penyerangan di kala Ramadhan di situs suci masjidil Aqsa akan memancing kemarahan tidak hanya umat muslim di Palestina namun juga umat muslim dunia. Tindakan brutal yang dilakukan Israel akan memancing reaksi perlawanan dari faksi-faksi perjuangan yang ada di Palestina. Untuk itu, MER-C menyerukan kepada Pemerintah Indonesia, kepada dunia internasional, negara-negara Arab, Eropa dan Amerika agar bersuara dan mengambil langkah-langkah untuk menekan Israel menghentikan segala bentuk kekerasannya kepada warga Palestina. Hal ini perlu segera dilakukan untuk mencegah eskalasi konflik terus meningkat dan meluas hingga ke Jalur Gaza yang akan mengakibat jatuhnya korban sipil yang lebih banyak. MER-C Indonesia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia mendoakan warga Palestina agar diberikan perlindungan dan kekuatan dalam mempertahankan diri dan melawan kedzaliman yang tengah dipertontonkan Israel. Jakarta, 16 April 2022Dr. Sarbini Abdul MuradKetua PresidiumMER-C Indonesia

MER-C Heran Delegasi Israel Hadiri IPU di Nusa Dua Bali

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad heran delegasi Israel bisa menghadiri acara Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Nusa Dua, Bali. Menurutnya, Indonesia seharusnya tidak memberikan visa kepada dua anggota Parlemen Israel (Knesset), Avi Ditcher dan Nira Sphak untuk menghadiri sidang tersebut. “Kehadiran dua angggota Parlemen Israel di Bali menggambarkan politik santun Indonesia terhadap Israel,” tegas Sarbini. “Satu sisi Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina, tapi di sisi lain kita juga masih memberikan ruang bagi Israel,” ujarnya. “Kami khawatir apabila sidang IPU diadakan di Israel, jangan-jangan Indonesia juga hadir karena alasan sebagai anggota IPU,” lanjutnya. Sarbini mengingatkan agar Indonesia bisa bersikap tegas kepada Israel, sebagaimana Bung Karno dulu. “Kita mesti tegas dengan Israel seperti Bung Karno bersikap tegas dengan menolak kehadiran kontingen Israel saat penyelenggaraan Asian Games di Jakarta pada tahun 1962 silam,” katanya. Ia juga berharap generasi penerus bangsa Indonesia bisa meneladani sikap Bung Karno yang dikenal selalu membela perjuangan bangsa-bangsa tertindas dan juga gigih melakukan pembelaan terhadap perjuangan bangsa Palestina. Jakarta, 24 Maret 2022Medical Emergency Rescue Committee

MER-C Berharap Pemerintah Bisa Berperan Lebih Besar untuk Palestina

Ketua Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) menyampaikan harapannya kepada Parlemen dan Pemerintah Indonesia agar bisa berperan lebih besar untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Hal ini disampaikan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad saat menghadiri undangan acara Focus Group Discussion yang diadakan Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) DPR RI pada Selasa/15 Maret 2022. “Indonesia bisa melakukan hal yang lebih besar dari apa yang telah dilakukan selama ini, namun kita belum percaya diri atau belum fokus,” ujar Sarbini. “Salah satu contohnya kita masih ragu-ragu membuka komunikasi dengan pihak selain Fatah misalnya. Kita masih ragu untuk berkomunikasi dengan pihak Hamas, sedangkan Hamas merupakan faksi terbesar di Palestina,” imbuhnya. Sarbini menyampaikan pandangannya bahwa Indonesia harus membangun komunikasi dengan semua pihak yang ada di Palestina, sehingga Indonesia menjadi orang yang didengar oleh semua pihak di sana. Pemerintah dan rakyat Palestina menurutnya, sangat mengharapkan Indonesia bisa tampil menjadi mediator atau juru damai yang adil bagi faksi-faksi di Palestina yang masih terpecah belah. Hal ini disampaikannya berdasarkan pengalaman MER-C bertahun-tahun berkiprah di Palestina. “Pengalaman bertahun-tahun ini membuat saya semakin yakin Indonesia adalah pihak yang paling didengar oleh Palestina. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya. Ia berharap GKSB DPR RI bisa berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait sehingga Indonesia menjadi yang terdepan dalam hal ini. Ketua Presidium MER-C ini juga mengingatkan agar Indonesia tidak ambivalen dalam memberikan dukungan terhadap Palestina, “Satu sisi kita mendukung kemerdekaan Palestina. Sisi lain kita bermain mata dengan Israel.” Ini adalah fungsi DPR terutama Komisi I, yaitu bagaimana mengawasi pihak-pihak yang bermain mata dengan Israel. Untuk itu ia berharap dukungan Indonesia terhadap Palestina agar tidak hanya di forum-forum Internasional namun juga kita harus menekan orang-orang di institusi Pemerintahan yang bermain mata dengan Israel. “Semua kekuatan anak bangsa harus kita gunakan untuk menekan Israel,” tegasnya. Pada kesempatan diskusi ini Sarbini juga menjelaskan mengenai fase-fase pembelaan terhadap Palestina. Fase pertama adalah bantuan kemanusiaan dimana pada fase ini menurutnya semua senang dan bahagia melakukannya dan inilah yang saat ini sedang kita lakukan. Namun Sarbini berharap hendaknya kita tidak berlama-lama pada fase bantuan kemanusiaan saja. Fase bantuan kemanusiaan tetap dilakukan, namun fase berikutnya yaitu fase perlawanan harus segera dimulai meskipun akan ada pihak yang senang dan tidak senang. Untuk itu, Sarbini mengajak semua NGO peduli Palestina untuk memulai fase ini salah satunya dengan bersama-sama memboikot produk-produk Israel, seperti Gerakan BDS (Boycott, Divestment and Sanction). Dalam rangka menggalang dukungan untuk kemerdekaan Palestina, sebagai NGO yang berfokus kepada kemanusiaan dan perdamaian, MER-C juga tengah melakukan “Silaturahmi Kemanusiaan untuk Kemerdekaan Palestina”. “Silaturahmi dilakukan dengan berbagai agama seperti Katolik, Protestan, Orthodok, Hindu, Budhha dan tokoh-tokoh yang selama ini tidak pernah berbicara tentang Palestina, kita ajak untuk ikut peduli pada masalah Palestina karena masalah Palestina bukan hanya masalah umat Islam namun semua elemen anak bangsa.” Sarbini juga mengapresiasi rencana GKSB DPR RI yang akan melakukan kunjungan ke Jalur Gaza dan pada bulan Mei 2022 mendatang. Rencana ini menurutnya merupakan langkah strategis karena Jalur Gaza merupakan basis Hamas, kemudian Tepi Barat merupakan basis Fatah. “Jika DPR bisa memainkan dua peran ini, maka Indonesia akan menjadi fasilitator dan juru damai bagi Palestina,” ungkap Sarbini. Pernyataan MER-C diamini oleh Ketua GKSB, Syahrul Aidi Ma’azat. “Ini adalah isu sentral yang menjadi perhatian dan harapan bersama. Kita mencoba memainkan peran politik diplomasi parlemen, menjadi penengah di antara faksi-faksi di Palestina. Indonesia yang terdiri berbagai suku bangsa, agama, pulau bisa bersatu, maka ini menjadi alasan kuat bagi Indonesia bisa menjadi pemersatu bagi rakyat Palestina,” tegasnya. Perwakilan BKSAP (Badan Kerja Sama Antar-Parlemen) DPR RI, Darul Siska juga sepakat agar parlemen bahu membahu dengan pemerintah mendorong potensi yang ada di Palestina antara Fatah dan Hamas agar bisa bersatu. “Ini kerja yang tidak mudah, namun ini adalah salah satu prasyarat untuk kita bisa lebih optimal membantu Palestina mewujudkan kemerdekaannya.” Perwakilan Kemenlu RI yang turut hadir dalam acara tersebut, Bagus Hendraning Kobarsyih selaku Direktur Timur Tengah Kemenlu RI turut menegaskan posisi Indonesia dalam masalah Palestina – Israel. “Posisi Indonesia jelas tidak pernah mendukung Israel sampai Jerusalem dibebaskan dan Palestina merdeka. Kita akan terus membantu dengan segenap kemampuan.” Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, DR. Zuhair Al Shun menyampaikan penghargaan atas posisi dan dukungan pemerintah serta rakyat Indonesia terhadap Palestina. “Kami benar-benar bangga dengan Indonesia dan posisi yang dilakukan oleh negara tercinta ini. Kami sangat yakin bahwa Indonesia akan tetap dan terus mendukung semua warga Palestina sampai Jerusalem merdeka.” Selain dihadiri oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia dan Kementerian Luar Negeri RI, FGD GKSB – BKSAP DPR RI terkait Palestina juga dihadiri oleh sejumlah lembaga-lembaga peduli Palestina yang ada di Indonesia.

MER-C Meminta Pameran dan Museum Holocaust di Minahasa Ditutup

Ketua Presidium MER-C Indonesia, dr. Sarbini Abdul Murad menyayangkan diselenggarakannya pameran foto sejarah Holocaust dan pembukaan Museum Holocaust di Indonesia pada Kamis/27 Januari 2022. Sarbini juga meminta kegiatan tersebut dihentikan dan museum yang berlokasi di Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara yang dibangun oleh pengusaha Indonesia berdarah Yahudi, Yaakov Baruch segera ditutup serta aktifitas-aktifitas serupa lainnya dilarang di Indonesia. “Ini adalah langkah-langkah yang secara tidak langsung merupakan upaya membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Ini prolog yang ingin disampaikan oleh orang-orang Yahudi minoritas bahwa ada peristiwa Holocaust menyedihkan yang pernah dialami bangsa Israel. Mereka ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat Indonesia bahwa Israel adalah bangsa yang tertindas dan menderita,” ujar Sarbini. Walaupun Holocaust memang ada, namun menurutnya masih menjadi perdebatan sejarah mengenai jumlah orang Yahudi yang menjadi korban “Mereka ingin mengetuk dan membuka hati rakyat Indonesia dengan informasi-informasi semacam ini. Targetnya diharapkan ke depan rakyat Indonesia tidak akan menolak pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel,” katanya. Sarbini juga meluruskan bahwa kita bukan memusuhi warga Yahudi. Namun yang kita tentang adalah paham Zionisme yang identik dengan kolonialisme dan rasialisme. Menurut Sarbini, justru yang terjadi sekarang adalah sebaliknya, “Israellah yang tengah melakukan Holocaust terhadap rakyat Palestina!”. Untuk itu, ia berharap Pemerintah Indonesia konsisten dengan dukungan dan pembelaan terhadap Palestina, yang berarti hal-hal seperti ini harus dianggap sebagai suatu aktifitas ilegal. “Pendirian museum dan pameran foto Holocaust yang berlangsung di Minahasa melukai sejarah dan perjuangan rakyat Indonesia yang selama ini selalu bersama Palestina dan mendukung perjuangan bangsa Palestina,” ungkapnya. “Pemerintah Indonesia jangan di satu sisi membela Palestina, namun di sisi lain membiarkan ada orang-orang yang melakukan upaya-upaya yang bertentangan dengan aspirasi pemerintah dan rakyat Indonesia untuk Palestina. Pemerintah harus melarang aktifitas-aktiftas serupa di Indonesia,” harapnya. Sarbini juga menyayangkan kehadiran Duta Besar Jerman untuk Indonesia pada acara tersebut. “Tidak tepat kehadiran Dubes Jerman karena Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel dan rakyat Indonesia mendukung perjuangan Palestina. Jangan sampai hal-hal seperti ini mengganggu hubungan dengan rakyat Indonesia,” ujarnya. Sekali lagi Sarbini juga mengingatkan agar pemerintah dan rakyat Indonesia jangan sampai kecolongan, “Museum Holocaust dan Pameran Holocaust harus ditutup,” tegasnya.

MER-C Mengutuk Penghancuran Rumah Warga Palestina di Sheikh Jarrah

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengutuk keras aksi brutal tentara Israel terhadap warga sipil Palestina di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur yang masih terus berlanjut. Hal ini disampaikan oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad sebagai respon atas aksi keji berupa pengusiran secara paksa, penghancuran rumah dan penyerangan serta penangkapan pada Rabu (19/1/2022) yang menimpa keluarga Salhiya di wilayah tersebut. “Untuk kesekian kalinya, kekuatan pendudukan Israel dan pasukannya melakukan aksi rasis dan brutal terhadap rumah warga sipil Palestina yang sudah ditempati sejak lama serta menahan pemiliknya,” ujar Sarbini. “Ini adalah kejahatan perang yang tidak bisa dibiarkan terus berlanjut,” tegas Sarbini. Menurutnya, aksi-aksi keji dan illegal yang dilakukan Israel dengan dalih yang mengada-ada akan merusak iklim perdamaian. Untuk itu, Sarbini mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan masyarakat Internasioanal melakukan langkah proaktif agar aksi brutal Israel bisa segera berhenti. “Apabila masyarakat Internasional diam dan hanya menjadi penonton, maka kebrutalan ini akan terus berlanjut. Untuk itu, kami MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia meminta segera dikirim tim internasional untuk memantau dan mengawasi aktivitas ilegal Israel di Sheikh Jarrah agar pelanggaran hak sipil dan hak asasi warga Palestina bisa di minimalkan,” pungkas Sarbini.

Masyarakat Nagan Raya Salurkan Donasi untuk Palestina melalui MER-C

Kedekatan emosional antara masyarakat Aceh dan masyarakat Palestina terus berlanjut. Hal ini dibuktikan dengan perhatian masyarakat Aceh akan kondisi di Palestina dengan terus mengalirnya donasi dari masyarakat Aceh yang pada hari ini diwakili oleh masyarakat Nagan Raya.                             Jum’at/7 Januari 2022, masyarakat Nagan Raya atas nama Komite Nagan Raya Peduli Palestina memberikan donasi sebesar Rp 136.421.200,- untuk Palestina melalui MER-C. Donasi diserahkan secara langsung oleh Bupati Nagan Raya, H. M. Jamin Idham, SE yang diterima oleh Perwakilan Presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah, MSi. Turut hadir pada acara ini Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Ir. H. Ardimartha, dan perwakilan MER-C Aceh, Ira Hadiati, SH. Bantuan senilai Rp 136.421.200,- dari Masyarakat Nagan Raya akan sangat bermanfaat untuk menyempurnakan pembangunan tahap dua RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina yang saat ini dalam proses pengadaan alat kesehatan. Pembangunan tahap dua untuk membangun dua lantai tambahan di RS Indonesia telah dimulai sejak awal tahun 2019. Pembangunan selesai pada pertengahan tahun 2020 lalu yang kemudian diikuti dengan pengadaan alat kesehatan.                               Dengan selesainya pembangunan tahap dua, maka bangunan RS Indonesia saat ini terdiri dari 4 lantai dan 1 lantai basement, dengan total kapasitas 230 tempat tidur. Sebagian alat kesehatan saat ini sudah terinstalasi di RS Indonesia. Proses ini terus dikejar dan secara bersamaan juga dilakukan pengecekan bertahap untuk semua item alat kesehatan antara perwakilan MER-C, manajemen RS Indonesia dan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza agar dua lantai tambahan bisa segera dibuka dan beroperasi. Kebutuhan akan sarana dan prasarana kesehatan hingga saat ini memang masih sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di Palestina. Dengan donasi dari rakyat Indonesia, MER-C akan terus melakukan program pengembangan RS Indonesia yang diperlukan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Palestina yang saat ini masih terus berjuang meraih kemerdekaannya.

130 Tempat Tidur Pasien Tiba di RS Indonesia Gaza

Pengadaan alat kesehatan untuk dua lantai tambahan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina terus berlangsung. Pada akhir Desember 2021, sebanyak 130 tempat tidur pasien tiba di RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina.                       “Alhamdulillah kami mendapat kabar dari relawan MER-C di Jalur Gaza bahwa 130 tempat tidur pasien akhirnya tiba di Rumah Sakit Indonesia,” ujar dr. Arief Rachman, SpRad, tim pengadaan alat kesehatan RS Indonesia. Dengan tibanya 130 tempat tidur pasien ini, pengadaan alat kesehatan tahap dua untuk dua lantai tambahan di RS Indonesia Gaza sudah hampir lengkap. “Sudah hampir lengkap, tinggal menunggu matras saja,” tambah Arief, relawan medis MER-C yang berprofesi sebagai dokter spesialis radiologi. Arief yang juga merupakan anggota Presidium MER-C menjelaskan bahwa kedatangan alat kesehatan tahap dua RS Indonesia Gaza mundur dari jadwal yang seharusnya. “Kedatangan alat kesehatan mundur sekali dari jadwal yang dijanjikan oleh para supplier. Kami memesan seluruh alat kesehatan pada rentang Februari – Maret 2021 lalu. Seharusnya waktu pengiriman alat sekitar 1 – 3 bulan setelah pemesanan,” jelas Arief.                                 Namun kondisi blokade berkepanjangan di Gaza, diperparah dengan pandemi yang masih berlanjut membuat kedatangan hampir semua alat kesehatan mundur tiga hingga enam bulan. Arief mengatakan bahwa sebagian alat kesehatan saat ini sudah terinstalasi di RS Indonesia. Proses ini, menurutnya akan terus dikejar dan secara simultan juga dilakukan pengecekan bersama secara bertahap untuk semua item alat kesehatan antara perwakilan MER-C, manajemen RS Indonesia dan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza. Pihak Kementerian Kesehatan juga menurutnya sudah mendesak agar dua lantai tambahan RS Indonesia berikut alat kesehatan yang sudah ada dapat diserahterimakan. “Pihak Kementerian berharap dua lantai tambahan RS Indonesia bisa segera diserahterimakan untuk segera dibuka, karena memang mereka sangat membutuhkan ruangan untuk menampung pasien yang selama ini sudah melebihi kapasitas,” pungkas Arief.                                 Pembangunan tahap dua untuk membangun dua lantai tambahan di RS Indonesia, Jalur Gaza, Palestina telah dimulai sejak awal tahun 2019. Pembangunan selesai pada pertengahan tahun 2020 lalu yang kemudian diikuti dengan pengadaan alat kesehatan. Dengan selesainya pembangunan tahap dua, maka bangunan RS Indonesia saat ini terdiri dari 4 lantai dan 1 lantai basement, dengan total kapasitas 230 tempat tidur.  

Tokoh Hindu: Solusi Dua Negara untuk Konflik Palestina – Israel, Itu Win-Win Solution

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia terus bergerak melakukan safari kemanusiaan ke berbagai elemen anak bangsa dan tokoh lintas agama di Indonesia. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Kamis/16 Desember 2021, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad melakukan kunjungan ke kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia atau PHDI sebagai Majelis Tertinggi Agama Hindu di Indonesia. Safari ini dalam rangka mengajak seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Hindu di Indonesia untuk turut mendukung kemerdekaan Palestina, karena kemerdekaan adalah hak asasi setiap negara. Indonesia mempunyai tanggung jawab konstitusi serta tanggung jawab sejarah untuk mendukung upaya ini. Kunjungan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad diterima oleh drg. Nyoman Suartanu, MPM selaku Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Kemanusiaan PHDI. Sebagai salah satu tokoh Hindu di Indonesia, drg. Nyoman merespon positif safari yang tengah dilakukan oleh MER-C karena beririsan di nilai kemanusiaan.                               “Melihat dari safari yang dilakukan oleh MER-C maka irisannya adalah di nilai-nilai kemanusiaan. Orang menderita, orang kena musibah tidak bisa kita pilah-pilah, semuanya adalah masalah kemanusiaan. Secara nilai baik itu dalam kitab-kitab manapun juga, kalau kita bicara masalah kemanusiaan, pasti itu yang tertinggi,” ujar Nyoman. Lebih lanjut Nyoman menjelaskan bahwa PHDI bernaung di bawah nilai-nilai Hindu dan ajaran kitab Weda. “Nilai-nilai dalam Weda, dalam ajaran agama Hindu adalah menyayangi kehidupan. PHDI menjunjung nilai-nilai itu, menjaga kehidupan dan menyayangi kehidupan, maka masuk ke human value atau nilai kemanusiaan.” Ia juga menyatakan keprihatinannya dengan konflik berkepanjangan Palestina – Israel yang menyebabkan banyak korban berjatuhan. “Kita sedih sepertinya tidak ada selesai-selesainya. Ini adalah masalah kemanusiaan tentu kita sebagai umat manusia di dunia memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk menghentikan seluruh konflik yang akhirnya menimbulkan korban kemanusiaan,” katanya. Menanggapi diskusi untuk upaya menghentikan konflik berkepanjangan ini dan adanya opsi soluasi dua negara yang juga didukung oleh pemerintah Indonesia, Drg. Nyoman Suartanu berpendapat hal ini sebagai win-win solution bagi kedua pihak yang bertikai.                             “Solusi dua negara itu adalah salah satu bentuk win-win solution. Kalau tadinya satu pihak ingin menguasasi, pihak lain ingin mempertahankan, win win solutionnya adalah ayo kita bagi, pilah jangan sampai terjadi seperti itu lagi,” ujar Nyoman. Namun bagaimana secara detailnya karena menyinggung kebijakan pemerintah, maka PHDI menurutnya sangat menjunjung bagaimana pemerintah Indonesia membuat sebuah keputusan yang bijak terhadap kondisi ini karena kita memiliki kewajiban dan tanggung jawab tentang hal tersebut. “Walau kami memiliki aturan, kami pasti akan tunduk dengan kebijakan positif hukum negara. Negara pun membuat keputusan tidak akan gegabah,” katanya. Di akhir pertemuan, sebagai kenang-kenangan dan untuk mempererat hubungan antara MER-C dan PHDI, dr. Sarbini Abdul Murad menyerahkan syal Indonesia – Palestina kepada drg. Nyoman Sanuarta dan plakat berlogo MER-C. Syal Indonesia – Palestina didisain khusus oleh MER-C dengan menyandingkan disain batik dari Indonesia dan disain kotak-kotak hitam putih dari Palestina sebagai simbol persahabatan Indonesia – Palestina.

Dukung Safari Kemanusiaan MER-C untuk Palestina, MUI: Ini Langkah yang Sangat Baik

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Kerja Sama Luar Negeri dan Hubungan Internasional, Prof. DR. Sudarnoto Abdul Hakim menyambut baik ide safari kemanusiaan untuk Palestina yang tengah dilakukan oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). MUI mendukung dan berharap gerakan ini akan memberi ruang untuk merakit sebuah aliansi antar warga bangsa untuk membela Palestina. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Selasa/7 Desember 2021.                     “Ide safari kemanusiaan yang dilakukan oleh MER-C adalah langkah yang sangat baik. Pertama, agar terbangun awareness di kalangan masyarakat luas terkait persoalan-persoalan yang dihadapi rakyat dan bangsa Palestina yang dalam waktu panjang telah teraneksasi oleh Israel. Kedua, pentingnya safari ini adalah memberi ruang untuk merakit sebuah aliansi antar warga bangsa apapun latar belakang agama, suku, dsb bahwa kerjasama secara lebih luas untuk membangun dan membela rakyat Palestina menjadi sangat penting,” ujarnya. Prof Sudarnoto juga menegaskan bahwa MUI mendukung semua gerakan yang dilakukan oleh siapapun, karena membela Palestina adalah amanah pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Kisah Palestina juga merupakan kisah penjajahan yang eksistensial yang dilakukan oleh Israel. Menurutnya, posisi masyarakat, bangsa dan negara Indonesia termasuk kekuatan-kekuatan civil society seperti MER-C dan sebagainya menjadi sangat penting untuk membuktikan bahwa ini adalah Amanah UUD 1945.                     “MUI tentu sangat mendukung berbagai upaya-upaya yang memang dilakukan untuk perdamaian di tengah kesulitan yang dihadapi oleh bangsa Palestina. Ini komitmen kemanusiaan untuk perdamaian dunia,” katanya. Ia berharap langkah ini dapat terus dilakukan melalui program-program yang lebih konkrit. “Mudah-mudahan langkah safari ini merupakan langkah yang secara terus-menerus dilakukan dan melalui program yang konkrit, antara lain melalui dialog-dialog berkelanjutan dan pilihan ide-ide program yang bisa dirasakan oleh rakyat dan bangsa Palestina menjadi penting. Ini perlu ditindaklanjuti dalam pertemuan-pertemuan untuk membahas lebih detail,” tambahnya. Menyinggung mengenai bantuan untuk Palestina, Prof Sudarnoto menjelaskan bahwa MUI saat ini sedang berkonsentrasi menyelesaikan program RS Indonesia di Hebron, Tepi Barat, Palestina. “Alhamdulillah kita memperolah dukungan dari berbagai kalangan. Kami berharap ini akan selesai sesuai dengan jadwalnya. Ini program yang sangat penting bukan semata-mata berdirinya secara fisik RS Indonesia di Hebron. Tapi ini menggambarkan komitmen bangsa Indonesia melalui MUI, menggambarkan kepedulian kita kepada Palestina.”                     Sementara itu, untuk membantu warga Palestina, khususnya yang berada di Jalur Gaza, MER-C juga telah melakukan pembangunan RS Indonesia di wilayah terblokade ini. Selain bantuan kemanusiaan, safari kemanusiaan untuk Palestina menjadi langkah MER-C selanjutnya untuk mendukung kemerdekaan Palestina.

Silahkan bertanya?