Apresiasi Tenaga Kesehatan Gaza, MER-C Indonesia Salurkan Bantuan 180 Paket Daging

Gaza – MER-C Indonesia menyalurkan bantuan sebanyak 180 paket daging kepada staf MER-C Indonesia Medical Center di Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza, pada Sabtu (4/7/2026). Bantuan ini merupakan bentuk dukungan dan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang terus memberikan layanan untuk masyarakat Gaza di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Penyaluran dilakukan langsung oleh staf lokal MER-C Indonesia di Jalur Gaza. Di tengah keterbatasan akibat blokade dan serangan penjajah Israel yang terus berlangsung, para tenaga kesehatan di MER-C Indonesia Medical Center tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada warga Gaza. Setiap hari, mereka melayani sekitar 1.000 hingga 1.200 pasien, termasuk korban luka akibat serangan serta puluhan pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan rutin. Bantuan ini juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan MER-C Indonesia untuk memperkuat dan mendukung operasional MER-C Indonesia Medical Center, serta stafnya yang berada di garda terdepan dalam memberikan layanan medis kepada masyarakat Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DbHoyoxzdRF/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia #KemanusiaanGaza
Generator Listrik MER-C Indonesia Medical Center di Gaza Butuh Perawatan Mendesak

Gaza – Generator listrik berkapasitas 88 kVA di MER-C Indonesia Medical Center, Al-Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan, menjadi tulang punggung utama seluruh kegiatan klinis dan operasional di tengah lumpuhnya jaringan listrik di Jalur Gaza. Generator ini menjadi satu-satunya sumber energi yang digunakan untuk mengoperasikan berbagai peralatan medis penting, unit gawat darurat, serta menjaga rantai dingin penyimpanan obat-obatan. Setiap hari, tim teknisi berupaya memastikan generator tetap beroperasi tanpa gangguan agar layanan kesehatan bagi ribuan pasien dan pengungsi di Gaza dapat terus berjalan. Namun, di tengah keterbatasan yang ada, menjaga pasokan listrik secara berkelanjutan menjadi tantangan besar, terutama terkait pengadaan bahan bakar dan pemeliharaan teknis. Saat ini, satu-satunya generator yang menopang operasional MER-C Indonesia Medical Center ini memerlukan perawatan mendesak akibat gangguan teknis yang terus berulang. Meskipun perawatan darurat telah dilakukan sekitar satu bulan lalu oleh MER-C Indonesia, generator kini mengalami kebocoran oli akibat panas berlebih. Radiatornya memerlukan pendinginan dengan memberi air secara terus-menerus. Generator juga mengalami kebocoran pada pompa bahan bakar utamanya. Penanganan lebih lanjut harus segera dilakukan agar generator tetap dapat beroperasi dan mencegah gangguan operasional. MER-C Indonesia akan terus berkomitmen mengupayakan pemenuhan kebutuhan penting di MER-C Indonesia Medical Center agar pelayanan kesehatan bagi warga Gaza tetap dapat berlangsung meski di tengah situasi yang sangat sulit. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DamMBjnT10b/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C Indonesia Terus Berupaya Atasi Krisis Malnutrisi Anak di Gaza

Gaza – Di tengah krisis kemanusiaan yang kian memburuk, MER-C Indonesia terus berupaya menyediakan layanan terbaik untuk memerangi krisis senyap malnutrisi yang banyak dialami anak-anak di Gaza. Blokade berkepanjangan telah menyebabkan pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan sangat sulit masuk. Kondisi ini mengakibatkan tingkat malnutrisi di Gaza mencapai tahap yang sangat mengkhawatirkan, terutama bagi anak-anak. Salah satu ahli gizi di MER-C Indonesia Medical Center, Jomana Abu Arab, mengatakan bahwa saat ini terlalu banyak keluarga yang berjuang untuk mendapatkan kebutuhan gizi paling dasar bagi anak-anak mereka. Klinik Gizi MER-C Indonesia Medical Center di Khan Younis, Gaza Selatan, terus berpacu melawan waktu dengan memberikan perawatan komprehensif untuk menyelamatkan nyawa anak-anak serta mengembalikan harapan bagi keluarga mereka. Setiap gram berat badan yang bertambah dan setiap langkah menuju pemulihan menjadi tanda harapan yang terus diperjuangkan. Setiap anak yang datang akan mendapatkan pemeriksaan klinis menyeluruh untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan dasarnya. Indikator pertumbuhan juga dipantau dan diukur secara teliti, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan berkala dan pemberian suplemen. Melalui berbagai upaya ini, banyak anak telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dengan keberhasilan pemulihan dari malnutrisi tingkat sedang maupun berat. Layanan Klinik Gizi MER-C Indonesia Medical Center akan terus berdiri bersama keluarga di Gaza dan menyediakan perawatan gizi terbaik bagi mereka yang membutuhkan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaPM5VETIXH/?igsh=cDFudnlwd2t1emZv https://vt.tiktok.com/ZSCmYmFcE #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia #Gaza
MER-C Indonesia Gelar Pelatihan untuk Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi di Gaza

Gaza – Sebagai bentuk kepedulian terhadap ibu dan bayi di Jalur Gaza, MER-C Indonesia menggelar pelatihan “Kesehatan Ibu dan Bayi Terpadu” bagi tenaga medis di Al-Mawasi, Khan Younis. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, pada 17–19 Mei, diikuti oleh 30 tenaga kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas tenaga medis dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi di tengah kondisi krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Gaza. Materi pelatihan disampaikan oleh para spesialis dari MER-C Indonesia Medical Center bersama sejumlah ahli dari lembaga kesehatan lainnya, dengan fokus pada penguatan layanan kesehatan ibu dan bayi. Tidak hanya ditujukan bagi tenaga kesehatan, pada hari ketiga pelatihan dilanjutkan di MER-C Indonesia Medical Center melalui sesi edukasi dan penyadaran kepada pasien yang berkunjung ke Klinik Kebidanan dan Ginekologi. Kegiatan ini menjadi upaya untuk menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi dampak langsung bagi masyarakat. Ahli gizi Jomana Abu Arab, yang hadir sebagai pemateri, mengatakan bahwa meski pelatihan berlangsung dengan suasana santai, materi yang diberikan mengandung informasi dan pengetahuan yang sangat penting serta bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan bayi. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MER-C Indonesia atas terselenggaranya sesi pelatihan ini. Ibu dan bayi di Gaza menjadi kelompok yang paling rentan di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Banyak fasilitas kesehatan di wilayah tersebut mengalami kerusakan parah dan harus tetap beroperasi di tengah berbagai keterbatasan. Selama genosida dan blokade yang berlangsung, banyak ibu hamil mengalami malnutrisi yang menyebabkan meningkatnya angka kelahiran prematur serta bayi dengan berat badan lahir rendah. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaMloSgTXh0/?igsh=ejMzeHp6dW43MjM= https://vt.tiktok.com/ZSCPMHRGD #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Apotek MER-C Indonesia Medical Center Direnovasi, Tingkatkan Kualitas Layanan untuk Warga Gaza

Gaza – Apotek MER-C Indonesia Medical Center (MMC) baru saja selesai direnovasi dan kini menghadirkan pelayanan yang lebih baik serta berkualitas bagi warga Gaza, Palestina. Salah satu apoteker, Reem Al Adeisi, mengatakan bahwa layanan apotek kini menjadi lebih terorganisir dan efisien dibandingkan sebelumnya, yang masih memiliki keterbatasan dari segi ruang maupun kapasitas. “Sekarang layanan apotek lebih terorganisir dan efisien dibandingkan sebelumnya yang sangat terbatas, baik dari segi ruangan maupun kapasitas,” ujarnya. Apotek kini dibagi menjadi empat bagian khusus. Bagian pertama diperuntukkan bagi obat-obatan neurologi dan kesehatan mental yang dipisahkan dari bagian lainnya. Bagian kedua khusus untuk obat penyakit kronis, sementara tersedia juga area tersendiri untuk obat-obatan umum. Selain itu, terdapat area khusus untuk perlengkapan medis, seperti kantong kolostomi dan kantong urin. Apotek juga kini dilengkapi dengan rak penyimpanan khusus dan dua unit pendingin udara untuk memastikan obat-obatan disimpan dalam kondisi yang memenuhi standar, termasuk pengaturan suhu yang sesuai. Sebelumnya, apotek beroperasi di bangunan sementara dengan ruang terbatas dan kondisi suhu yang kurang sesuai. Setelah renovasi, apotek kini memiliki ruang yang lebih luas dan lebih sesuai untuk penyimpanan obat-obatan. Apotek juga telah terintegrasi sepenuhnya dengan sistem komputerisasi untuk mengurangi kepadatan pasien serta meningkatkan kecepatan dan efisiensi pelayanan. Memberikan pelayanan yang berkualitas dan efisien merupakan komitmen MER-C Indonesia bagi warga Gaza. Upaya untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kapasitas serta fasilitas medis merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan ini. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Mengintip Rutinitas Perawat MER-C Indonesia Medical Center di Gaza Selatan

Gaza – Di tengah padatnya kamp-kamp pengungsian di Khan Younis, Gaza Selatan, MER-C Indonesia Medical Center hadir sebagai tempat harapan bagi ribuan warga yang membutuhkan layanan kesehatan. Meski beroperasi di tengah keterbatasan akibat blokade dan genosida yang terus berlangsung, MER-C Indonesia Medical Center punya sosok-sosok tenaga kesehatan tangguh yang terus bekerja untuk memastikan pelayanan tetap berjalan. Salah satu perawat, Iman Mohsen, menceritakan bagaimana rutinitas mereka dimulai sejak pagi hari. Tepat pukul 08.00, para perawat telah bersiap memulai aktivitas. Mereka terlebih dahulu membersihkan bangsal sesuai standar kesehatan dan pengendalian infeksi agar pasien dapat memperoleh pelayanan yang aman dan nyaman. Saat ini, departemen keperawatan di MER-C Indonesia Medical Center dibagi menjadi dua bagian, yakni bangsal pria dan bangsal wanita. Setelah seluruh persiapan selesai, para perawat mulai menerima pasien. Di tengah keterbatasan yang ada, mereka tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pasien yang membutuhkan pertolongan. Mohsen juga mengatakan saat ini mereka menghadapi tantangan menipisnya persediaan bahan habis pakai seperti kain kasa, perban, prep, dan berbagai perlengkapan medis penting lainnya. Sulitnya bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza akibat blokade yang ketat membuat kebutuhan medis sulit dipenuhi. Setiap hari, tim medis terus mengajukan permintaan tambahan stok, namun jumlah yang diterima masih jauh dari kebutuhan. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C Indonesia Medical Center Gaza Gelar Wawancara Calon Perawat Sukarelawan

Gaza – MER-C Indonesia Medical Center di Al-Mawasi, Khan Younis, pada Sabtu (13/6/2026), menggelar wawancara untuk calon perawat sukarelawan. Wawancara dilakukan oleh Direktur Administrasi Mohammed Al-Naqa, mantan Direktur Klinik Dr. Youssef Al-Farra, Direktur Klinik saat ini Dr. Issam Radwan, Kepala Departemen Keperawatan Ibu Amina Al-Adini, Administrator Proyek Alaa Abu Halima, serta EMT MER-C Nadia Rosi. Wawancara dilakukan guna menilai pelamar dan memilih kandidat yang memenuhi syarat untuk mendukung dan memperkuat layanan kesehatan di MER-C Indonesia Medical Center. Calon perawat sukarelawan, Amal Albashity, mengungkapkan alasannya ingin bergabung karena ia sangat menyukai pekerjaan sebagai perawat dan senang membantu sesama. “Begitu saya memutuskan bekerja di sini sebagai sukarelawan, saya menemukan tempat ini sebagai tempat yang suportif dan dapat membantu saya meningkatkan keterampilan. Itulah sebabnya saya ingin bergabung menjadi bagian dari MER-C Indonesia Medical Center,” ujarnya. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C Sambut Kepulangan Dua Relawan Medis dari Misi Kemanusiaan di Gaza

Jakarta – MER-C Indonesia menyambut kepulangan dua relawan medis yang telah menyelesaikan misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina. Kedua relawan tersebut, Nadia Rosi, A.Md.Kep., dan dr. Juli Hartati, Sp.KFR., tiba di Tanah Air pada 31 Mei 2026 setelah menjalankan tugas kemanusiaan sebagai Emergency Medical Team (EMT) MER-C di Gaza. Nadia Rosi kembali ke Indonesia setelah bertugas selama tujuh bulan, sejak Oktober 2025 hingga Mei 2026. Selama bertugas, ia tidak hanya terlibat dalam pelayanan medis, tetapi juga berbagai kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi tenaga kesehatan Gaza, serta melaksanakan banyak program lainnya seperti bantuan musim dingin dan bantuan makanan. Misi kali ini merupakan penugasan ketiganya ke Gaza. Dua misi sebelumnya dijalankan saat situasi perang berlangsung, sementara penugasan terbaru dilakukan pada masa gencatan senjata. “Namun tidak ada perubahan yang signifikan. Saudara-saudara kita di Gaza masih menderita, masih sangat kekurangan, dan masih membutuhkan bantuan dari kita semua,” tuturnya. Sementara itu, dr. Juli telah menyelesaikan tugas selama satu bulan. Ia menjadi dokter spesialis rehabilitasi pertama yang dikirim MER-C ke Gaza. Ia memberikan layanan di MER-C Indonesia Medical Center, Gaza Selatan, serta Rumah Sakit Al-Wafa di Gaza City. “Selama bertugas banyak kemudahan dan bantuan dari rekan-rekan di sana. Hanya saja, untuk dokter rehabilitasi sendiri memang belum ada di Gaza. Yang tersedia saat ini adalah tim rehab fisioterapi dan okupasi terapi,” katanya. Menurut dr. Juli, pelayanan rehabilitasi di Gaza masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama akibat minimnya pasokan listrik dan terbatasnya peralatan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pasien harus menunggu lebih lama atau dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapatkan layanan yang dibutuhkan. “Terima kasih untuk MER-C atas kesempatan yang diberikan, sehingga saya bisa melakukan tugas di sana selama satu bulan ini. Terima kasih kepada semua donatur sehingga bantuan yang diberikan sangat membantu masyarakat Gaza,” ujarnya. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C Gelar Pelatihan Rehabilitasi Medik untuk Tenaga Kesehatan di Gaza Selatan

Gaza – MER-C Indonesia pada 13–15 Mei 2026 menggelar pelatihan rehabilitasi medik bagi tenaga kesehatan yang bertugas di klinik dan rumah sakit di wilayah Gaza Selatan. Pelatihan ini merupakan kolaborasi antara tenaga medis Palestina dan Indonesia yang bertujuan meningkatkan kualitas layanan fisioterapi dan rehabilitasi medik bagi masyarakat Gaza. Materi pelatihan disampaikan oleh sejumlah ahli fisioterapi dari Gaza serta dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Indonesia, dr. Juli Hartati, Sp.KFR. Pada hari pertama, dr. Juli menyampaikan materi mengenai konsep dasar rehabilitasi klinis serta aplikasi praktis kinestetik bagi para fisioterapis. “Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan materi yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi para peserta dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien,” ujarnya. Sementara itu, ahli fisioterapi Gaza, dr. Muhammad Mattar, memimpin sesi praktik yang berfokus pada keselamatan pasien, teknik penanganan, serta metode pemindahan pasien. Pelatihan mencakup berbagai keterampilan klinis penting, termasuk teknik pemindahan lateral, teknik pivot transfer, dan metode memindahkan pasien ke posisi yang lebih tinggi. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai penanganan pasien yang mengalami jatuh, termasuk pasien dengan patah tulang, cedera sumsum tulang belakang, serta gangguan neurologis. Menurut dr. Mattar, pelatihan berlangsung dengan baik dan mendapat sambutan positif dari para peserta yang mengikuti kegiatan dengan antusias. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada MER-C Indonesia atas penyelenggaraan program yang menurutnya sangat penting, terutama di tengah situasi sulit yang dihadapi Gaza saat ini. Pelatihan ini berperan penting dalam meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan dari berbagai spesialis, termasuk perawat, dokter, fisioterapis, dan praktisi medis lainnya yang terlibat dalam perawatan pasien. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Klinik Giving Without Borders Resmi Berganti Nama Jadi MER-C Indonesia Medical Center

Khan Younis – Klinik Giving Without Borders yang berada di Khan Younis, Gaza Selatan, resmi berganti nama menjadi MER-C Indonesia Medical Center. Upacara pergantian nama tersebut digelar dengan dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Kesehatan Palestina serta Ketua Presidium MER-C, Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em yang menyampaikan sambutan secara daring. Dalam sambutannya, dr. Hadiki menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan operasional MER-C Indonesia Medical Center yang hingga saat ini terus memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gaza. “Puji syukur kepada Allah, kita dapat sampai pada momen ini di mana MER-C Indonesia Medical Center dapat beroperasi. Ini adalah upaya kita untuk menghadirkan pelayanan kesehatan Indonesia di Gaza Selatan. Semua ini terwujud atas izin Allah SWT serta dukungan dan donasi masyarakat Indonesia sebagai wujud solidaritas terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina,” ujarnya. Upacara ini juga dihadiri warga sekitar yang turut merasakan manfaat keberadaan klinik, yang hingga kini terus meningkatkan sarana dan mengembangkan layanan. Semoga pergantian nama ini menjadi langkah baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga Gaza. Selain itu, MER-C Indonesia Medical Center juga diharapkan semakin memperkuat simbol nyata solidaritas dan kepedulian rakyat Indonesia terhadap rakyat Palestina. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia