MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Ketua Presidium MER-C : Hentikan Penghancuran Rumah Palestina

Kebrutalan militer Israel melakukan pembongkaran ilegal dan penggusuran paksa terhadap warga Palestina terus berlanjut. Ketika perhatian dunia disibukkan dengan Pemilihan Presiden Amerika Serikat, militer Israel kembali melakukan penghancuran besar-besaran bangunan warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki termasuk rumah-rumah dan fasilitas lainnya. Lokasi penghancuran terjadi di Desa Khirbet Hamsa al-Fawqa, bagian utara Lembah Yordan, sebelah timur Tepi Barat. Tindakan ini seperti dilaporkan mengakibatkan sebanyak 73 warga Palestina kehilangan tempat berlindung dan terlantar, dimana 41 orang diantaranya adalah anak-anak. Wabah Covid-19 yang tengah berlangsung ditambah cuaca yang mulai memasuki musim dingin, membuat kondisi mereka semakin memprihatinkan. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad secara tegas meminta PBB agar turut campur menghentikan kebrutalan Israel menghancurkan rumah-rumah warga Palestina di Lembah Yordan. Penghancuran rumah Palestina oleh Israel terjadi dengan alasan yang tidak masuk akal. Hal ini sudah berlangsung sejak lama. Israel menduduki Tepi Barat saat perang Timur Tengah pada 1967. Sejak saat itu penghancuran dan penggusuran bangunan-bangunan warga Palestina kerap terjadi. Otoritas Israel berdalih bangunan-bangunan yang dihancurkan karena tidak memiliki izin. Sementara pihak yang berwenang mengeluarkan izin adalah otoritas Israel itu sendiri. Dengan kondisi demikian, sangat sulit bagi warga Palestina memperoleh izin bangunan. Dunia seakan bungkam akan kebrutalan demi kebrutalan yang dilakukan Israel. Diamnya dunia menjadi pembenaran bagi Israel dan mengakibatkan mereka semakin berani menghancurkan rumah-rumah warga Palestina. Selanjutnya warga Palestina terusir dan Israel akan membangun properti di wilayah-wilayah tersebut. Persoalan regional Arab yang begitu rumit yang menguras tenaga dalam negeri masing-masing negara juga menyebabkan masalah Israel dan Palestina diabaikan olah negara-negara Arab. Isu aneksasi Tepi Barat mungkin tengah mereda, namun realita di lapangan Israel terus melakukan pencaplokan-pencaplokan wilayah. Untuk itu, Ketua Presidium MER-C juga mengajak warga dunia ditengah pandemi dan berbagai masalah-masalah internal dalam negeri agar terus bersuara memberikan tekanan kepada Israel. — Info :www.mer-c.org0811990176@mercindonesia

Kepulangan 19 Relawan MER-C Al-Fatah dalam Misi Pembangunan RS Indonesia (RSI) Tahap 2 di Gaza, Palestina

PRESS RELEASE   Sebanyak 19 relawan dari lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tiba di tanah air pada Selasa, 29 September 2020 pukul 13.30 WIB. Para relawan kembali ke tanah air usai menunaikan tugas selama lebih dari 1,5 tahun di Jalur Gaza, Palestina untuk pembangunan tahap 2, yaitu membangun lantai tiga dan empat- Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Sebelumnya, sembilan relawan sudah tiba di tanah air terlebih dahulu pada pertengahan Agustus 2020 lalu. Kepulangan mereka disambut oleh Presidium MER-C, Ir. Faried Thalib dan dr. Arief Rachman, SpRad serta Imaam Yakhsyallah Mansur dan tim dari pondok pesantren Al-Fatah, Bogor. Tim relawan pembangunan tahap 2 RS Indonesia berangkat ke Jalur Gaza pada Februari 2019 silam, dilepas oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Seluruh relawan berasal dari jaringan pondok pesantren Al-Fatah yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka berasal dari beberapa daerah seperti Lampung, Palembang, Medan (Sumatera Utara), Pontianak (Kalimantan Barat), Samarinda (Kalimantan Timur) dan Wonogiri, Jawa Tengah. Berikut adalah nama-nama relawan yang pulang pada hari ini: 1.    Ir. Edi Wahyudi Darta2.    Abdul Hadi Bujang3.    Ade Jalaluddin Didi4.    Agus Manja Husaini5.    Agus Supriyono6.    Edy Siswanto7.    Mustaqim Darkan8.    Nasrullah Saukani9.    Osamah Dakam M10.    Parmo Abdurrahman11.    Sobar Muslim12.    Sumadi13.    Wahyo14.    Jamari Tamrin15.    Luthfi Paimin16.    Miyanto Modo17.    Muhamad Gulam18.    Mulkan Muhamad19.    Mulyadi bin Sono Menyusul pembangunan fisik lantai 3 dan 4- RS Indonesia yang sudah selesai, proses pengadaan alat kesehatan dan furniture RS Indonesia telah dimulai untuk mengisi dua lantai tambahan tersebut. Sementara itu, saat ini sebanyak tiga relawan Indonesia masih berada di Jalur Gaza menunggu tim lanjutan datang dari Indonesia. Jakarta, 29 September 2020MER-C Indonesiawww.mer-c.orgCall Center : 0811990176

RS Indonesia di Gaza jadi Rujukan Pasien COVID-19

Gaza, MINA – Melonjaknya jumlah kasus Covid-19 di jalur Gaza menyebabkan Rumah Sakit Indonesia yang belum rampung pembangunannya menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien positif COVID-19. Ir. Edy Wahyudi Site Manager Pembangunan RS Indonesia tahap dua yang saat ini berada di Gaza mengatakan, sejak meletusnya serangan berupa virus secara tiba-tiba dan jatuhnya 100 korban positif hanya dalam waktu satu malam di luar karantina di jalur gaza yaitu pada hari Selasa 25 Agustus lalu, maka pihak Manajemen Rumah Sakit meminta lantai tiga RS Indonesia yang belum diserahterimakan oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kepada Kementrian Kesehatan Gaza. “Awalnya hanya dua ruangan yang diminta tetapi begitu ada ledakan jumlah korban serangan virus COVID-19 yang begitu besar akhirnya hampir seluruh lantai tiga RS Indonesia diminta untuk digunakan,” ujar Edy kepada MINA pada Jumat (4/9). “Petugas RS Indonesia baik dokter dan paramedis terus bekerja siang dan malam menerima masyarakat yang sempat berinteraksi dengan korban meninggal akibat COVID-19,” tambahnya. Edy juga mengatakan, saat ini petugas kesehatan RS Indonesia sedang mengalami kelelahan karena harus menangani pasien selama 24 jam. Setidaknya dua dokter, satu paramedis dan satu petugas kebersihan dari RS Indonesia juga terinfeksi COVID-19. Data dari Kementerian Kesehatan  Sektor Gaza per Kamis (3/9), Jumlah sampel baru yang diperiksa ada 1421 sampel, sekitar 98 orang  terinfeksi dalam 24 jam terakhir, total kumulatif terinfeksi 581 kasus orang, pasien sembuh 76 orang dan Kematian 5 orang (4 dari dalam masyarakat dan 1 dari yang kembali). RS Indonesia di Gaza merupakan inisiasi Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang dalam pembangunannya bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia. Pada Pembangunan tahap kedua, sebanyak 31 relawan dikirimkan ke Jalur Gaza. (L/R7/P2) Sumber : https://minanews.net/rs-indonesia-di-gaza-jadi-rujukan-pasien-covid-19/

Laporan Ir. Edy Wahyudi: Suasana Idul Adha di Jalur Gaza

Gaza, MINA – Gema takbir terdengar dari pengeras suara di masjid-masjid yang bersahutan sejak Kamis Subuh, atau sehari sebelum Idul Adha. Tepatnya sejak 9 Dzulhijjah atau pagi hari Arafah. Demikian  Ir. Edy Wahyudi, seorang relawan Indonesia  yang merupakan Site Manager Pembangunan RS Indonesia di Gaza, memberikan informasi terkait suasana Idul Adha di Jalur Gaza, Palestina, Jumat (31/7). Edy menyampaikan hal ini dalam laporan pada program info terkini Gaza, Palestina, yang disiarkan Radio Silaturahim AM 720, edisi 10 Dzulhijjah 1441 H atau bertepatan pada Jumat pagi (31/7). Dia mengatakan selanjutnya, pelaksanaan sholat Idul Adha di Gaza dilakukan di masjid-masjid, namun ada juga yang melaksanakan di tanah lapang atau jalan raya yang ditutup sementara waktu saat sholat Id berlangsung. “Bagaimana dengan suasana ibadah kurban di Gaza Palestina? Gaza, negeri ini miskin dan diblokade darat, laut dan udara yang sudah 13 tahun lamanya,” ujar Edy. Pengangguran mencapai 60 persen, Jalur Gaza sudah mengalami tragedi ekonomi. Kehidupan dan kemanusiaan yang dahsyat akibat blokade sampai datang krisis pandemi Corona yang sampai memperburuk keadaan. “Akan tetapi Allah memenuhi Gaza dengan penuh keberkahan. Terbukti, puluhan sapi sudah masuk dalam daftar pemotongan kurban apalagi domba lebih banyak lagi ditambah lagi binatang kurban lainnya yaitu unta yang biasa dipotong untuk kurban di Gaza,” kata Edy. Para relawan di Gaza aktif untuk penyembelihan hewan kurban pada tahun 1441 H ini, walau pun tidak sebanyak tahun lalu. Tahun ini tercatat ada tujuh ekor domba/kambing yang disalurkan melalui Jama’ah Muslimin (Hizbullah), kemudian yang disalurkan oleh MER-C di Gaza Palestina terdiri dari 31 domba/kambing ditambah satu ekor sapi dan satu ekor unta. “Idul Adha atau hari raya kurban adalah hari libur keagamaan di Gaza, di mana umat Islam memperingati hari ujian iman Nabi Ibrahim dengan menyembelih hewan dan ternak, serta membagikan daging kepada orang-orang yang miskin,” katanya. Edy menambahkan, warga Gaza mempunyai kebiasaan melakukan silaturahim usai sholat Idul Adha, biasanya pada hari pertama sikaturahim dilakukan kepada keluarga terdekat seperti orangtua dan mertua, hari berikutnya baru mengunjungi kerabat lainnya. “Saat bertemu silaturahim mereka saling mengucapkan ‘kullu am wa antum bi khoir’ yang berarti semoga sepanjang tahun ini Anda mendapatkan kebaikan. Ucapan itu dijawab dengan ‘Kullu am wa antumun toyyibin’ itulah Idul Adha dengan cita rasa Gaza,” ucap Edy. (L/R6/P1) Sumber : https://minanews.net/laporan-ir-edy-wahyudi-suasana-idul-adha-di-jalur-gaza/

MER-C Appreciates the Step Taken by Fatah and Hamas to Unite Against Israel’s Annexation

Behind Israel’s annexation plan of the West Bank and the Jordan Valley, there is relieving and pleasing news in which Fatah and Hamas pledge to unit in fighting against the annexation. The statement was conveyed by senior officials of both parties, Jibril Rajub from Fatah in Ramallah and Saleh Al-Arouri representing Hamas in Beirut, Lebanon in a joint-teleconference, Thursday (2/7). During the teleconference, both parties have agreed to unite in establishing a mutual agreement in facing Israel’s brutal annexation steps of the West Bank and the Jordan Valley. In response to the historical event, MER-C Head Presidium, dr. Sarbini Abdul Murad expressed his appreciation and support to the steps taken by Fatah and Hamas. “We welcome and support the joint agreement of Fatah and Hamas, which hopefully can become an energy and national strength for Palestine to face Israel, that is fully backed by the United States,” said Sarbini. He believes that the national unity of every element would turn into a power that would force Israel to reconsider its plan from annexing the West Bank. “We highly welcome this step. May this mutual understanding and unity would not stop in facing the West Bank annexation but also in other matters,“ he continued. Sarbini said that despite the differences in views held by Fatah and Hamas in gaining Palestine’s independence, he truly wished that this would not hamper the unity of both parties, particularly in the midst of regional conflicts faced by Arab countries that caused the abandonment of Palestinian issues. Jakarta, July 15th 2020MER-C Indonesiawww.mer-c.org0811990176

MER-C Apresiasi Langkah Fatah dan Hamas Bersatu Lawan Aneksasi Israel

Dibalik rencana aneksasi atau pencaplokan Tepi Barat dan Lembah Jordan oleh Israel, ada kabar yang melegakan dan menggembirakan dimana Fatah dan Hamas berjanji bersatu untuk melawan aneksasi tersebut. Hal ini disampaikan oleh para pejabat senior kedua pihak, Jibril Rajub mewakili Fatah dari Ramallah dan Saleh al-Arouri mewakili Hamas dari Beirut Lebanon dalam tele konferensi pers bersama, Kamis (2/7). Dalam tele konferensi pers tersebut, kedua pihak telah sepakat untuk bersatu membangun kesepakatan bersama dalam menghadapi langkah brutal Israel menganeksasi Tepi Barat dan Lembah Jordan. Menanggapi peristiwa bersejarah ini, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad  menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah yang diambil oleh Fatah dan Hamas. “Kami mengapresiasi dan mendukung kesepakatan bersama Fatah dan Hamas, yang diharapkan dapat menjadi energi dan kekuatan nasional Palestina untuk menghadapi Israel yang didukung secara penuh oleh Amerika Serikat,” kata Sarbini. Menurutnya persatuan nasional semua elemen akan menjadi kekuatan yang membuat Israel berfikir ulang untuk meneruskan rencananya menganeksasi Tepi Barat. “Kami menyambut gembira langkah ini. Semoga saling pengertian dan persatuan ini tidak hanya dalam menghadapi aneksasi Tepi Barat saja tapi juga persoalan lainnya,” lanjutnya. Sarbini mengatakan meski ada cara pandang yang berbeda antara Fatah dan Hamas dalam mencapai kemerdekaan, tetapi ia berharap hal ini tidak menjadi batu sandungan untuk bersatu, apalagi di tengah situasi dan kondisi negara-negara Arab yang dibalut dengan persoalan-persoalan regional yang menyebabkan nasib Palestina terabaikan. Jakarta, 15 Juli 2020MER-C Indonesiawww.mer-c.org0811990176

Direktur RSI di Gaza Melepas Relawan Pulang ke Indonesia

Gaza, MINA – Dalam acara pelepasan dan penghormatan kepada sembilan relawan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza yang akan kembali ke Tanah Air, Direktur RSI Dr. Sauqi Ibrahim Salim menyampaikan sejumlah pesan. “Kita telah dapat bahu-membahu bekerja sama hingga dapat mewujudkan RSI ini hingga membawa manfaat luas. Nama RSI ini dan segenap orang yang terlibat dalam pembangunannya akan selalu dikenang oleh warga Gaza, dulu, sekarang dan yang akan datang, bahkan akan disebut hingga di akhirat,” kata Salim kepada para relawan, Ahad (5/7). Pada kesempatan itu, ia juga menyatakan bahwa sukarelawan harus saling memaafkan atas segala kesalahan yang mungkin terjadi selama mereka bersama-sama di Gaza, Palestina, yakni selama 1,5 tahun. “Tidak lupa kami atas nama RSI dan segenap karyawan menyampaikan terimakasih atas kehadirannya di sini. Jazakumullahu khaira dan teriring doa, semoga perjalanannya Allah mudahkan bertemu dengan keluarga dalam keadaan selamat sentosa, khusus untuk Paidi bin Kromojoyo, semoga diberi kesabaran dan istri yang telah berpulang dirahmati oleh Allah dan husnul khatimah,” katanya, merujuk kepada relawan yang istrinya baru saja meninggal di kampung halaman. “Semoga kita bersama dapat segera shalat di Masjidil Aqsha dalam keadaan merdeka. Aamiin. Orang menganggap kemerdekaan ini masih jauh tapi mungkin Allah melihatnya telah dekat,” tambahnya. Direktur RSI itu juga mendoakan empat relawan yang ditinggal meninggal orang yang dicintainya saat dalam tugas di Gaza, Palestina. Mereka yang meninggal adalah ibunda relawan Ir. Edy Wahyudi dan Lutfi, ayah Sodikin dan istri Paidi. (L/RI-1/P2) Sumber : https://minanews.net/pesan-ditektur-rsi-di-gaza-saat-melepas-relawan-indonesia/

MER-C Gelar Qurban Peduli Gaza 2020

MER-C Indonesia terus berkomitmen membantu Palestina dalam berbagai program kemanusiaan. Di samping membangun Rumah Sakit Indonesia yang saat ini dalam proses pembangunan tahap 2 untuk menambah dua lantai lagi serta peralatan kesehatan yang dibutuhkan, bantuan kemanusiaan lainnya seperti bantuan sembako, bantuan perlengkapan sekolah, bantuan musim dingin, bantuan Ramadhan, dsb juga terus disalurkan. Menyambut hari raya Idul Adha yang akan datang tidak lama lagi, MER-C juga melaksanakan program Peduli Qurban di Jalur Gaza, Palestina. MER-C kembali mengajak kaum muslimin Indonesia untuk dapat berqurban di Jalur Gaza, Palestina, wilayah konflik yang sudah 13 tahun mengalami blokade Israel. “Ini adalah program rutin tahunan MER-C. Setiap Idul Adha, MER-C selalu mengajak umat Islam agar dapat menyisihkan rezeki untuk berqurban di Palestina,” ungkap dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C. “Dengan berkurban di Palestina maka ikatan batin kita dengan saudara kita di Palestina akan semakin kuat. Bantuan ini sekaligus dapat menguatkan semangat saudara-saudara kita di Gaza di tengah kesulitan hidup yang mereka alami akibat tekanan Israel yang masih terus berlangsung,” tambahnya. Program Qurban MER-C di Jalur Gaza, Palestina akan dilaksanakan langsung oleh MER-C Cabang Gaza yang terdiri dari para relawan Indonesia yang tengah bertugas di wilayah konflik ini dibantu beberapa relawan lokal. Ir. Edy Wahyudi, salah satu relawan Indonesia di Gaza yang juga Site Manager Pembangunan RS Indonesia menyatakan,  “Kami para relawan Indonesia di Gaza siap menjalankan niat Bapak/Ibu masyarakat Indonesia yang ingin berkurban di Jalur Gaza.” Edy memaparkan seperti tahun-tahun sebelumnya ada tiga jenis hewan qurban di Gaza yaitu domba/kambing, sapi dan juga unta. Informasi lebih lanjut mengenai Program Qurban Peduli Gaza, dapat menghubungi call center MER-C di 0811990176. Info:www.mer-c.org    

Kemenkes Palestina di Gaza Lepas Gelombang I Kepulangan Relawan RS Indonesia

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza melepas sembilan relawan Indonesia yang akan kembali ke tanah air usai bertugas selama hampir 1,5 tahun di Jalur Gaza Palestina untuk pembangunan tahap 2 RS Indonesia, Kamis/3 Juli 2020.   Bertempat di Kantor Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, DR. Abdullatif Al Haj, selaku Direktur Hubungan Internasional mewakili Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza dalam sambutan pelepasannya menyampaikan apresiasi dan penghormatannya setinggi-tingginya kepada segenap relawan Indonesia yang telah melakukan pembangunan Rumah Sakit Indonesia.     “Saya mewakili Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya untuk MER-C dengan segenap relawannya yang telah bersungguh-sungguh mempersembahkan Rumah Sakit Indonesia untuk rakyat Palestina khususnya yang berada di Gaza Utara. MER-C telah berhasil menjadi ujung tombak perantara tersampaikannya bantuan rakyat Indonesia pada rakyat Palestina,” katanya.   Menurut Abdullatif, keberadaan RS Indonesia telah berhasil berfungsi menjadi rumah sakit pusat di Gaza bagian utara, memberikan layanan kesehatan untuk Gaza Utara yang berpenduduk padat.     Terkait penambahan 2 lantai di RS Indonesia yang masih terus berlangsung, ia berharap dapat segera dilengkapi dengan alat-alat kesehatan. “Hari ini pembangunan dua lantai tambahan RS Indonesia terus dikebut. Kami berharap dapat segera dilengkapi dengan alat-alat kesehatan dan sebagainya,” ujarnya.     Khusus kepada sembilan relawan yang akan kembali ke tanah air, Abdullatif mendokan agar perjalanan pulang relawan ke Indonesia diberikan kemudahan dan keselamatan.      “Sekali lagi penghormatan kami yang setinggi-tingginya atas amal besar ini. Kalian telah mengukir sejarah melukis RS Indonesia dengan tangan-tangan kalian. Ini adalah suatu amal yang luar biasa, panjang dan sulit, jauh dari istri dan keluarga bahkan sampai ada yang ditinggal wafat istrinya, mudah-mudahan husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. Mudah-mudahan Allah SWT memudahkan perjalanan kalian sampai di Indonesia hingga dapat berjumpa keluarga dengan selamat,” harapnya.   Ini adalah kepulangan gelombang pertama relawan RS Indonesia ke tanah air dengan jumlah sebanyak sembilan relawan dari 31 relawan MER-C di Jalur Gaza. Kepulangan relawan akan dilalukan secara bertahap disesuaikan dengan volume pekerjaan yang mulai berkurang seiring pembangunan fisik RS Indonesia untuk lantai 3 dan 4 yang mulai memasuki tahap akhir.     Tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan proses pengadaan alat kesehatan tambahan RS Indonesia yang akan mendatangkan relawan lainnya yang ahli dalam bidang ini.     Bertugas di wilayah yang masih dalam blokade Israel, jadwal kepulangan relawan RS Indonesia gelombang pertama akan menyesuaikan dengan jadwal pembukaan pintu perbatasan Rafah, perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir. Ditengah wabah Covid-19 semua relawan juga telah mempersiapkan seluruh prosedur protokol kesehatan yang berlaku di negara setempat dan negara yang akan dilalui hingga ke tanah air.     Mohon doa dari rakyat Indonesia untuk kelancaran perjalanan tim relawan dan penyelesaian pembangunan RS Indonesia.     Info: www.mer-c.org

Menkes Gaza Lepas Kepulangan Sembilan Relawan RS Indonesia

Gaza, MINA – Menteri Kesehatan Gaza Dr. Abdullatif Al Haj pada Kamis (2/7) melepas kepulangan sembilan relawan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza. “Kepada segenap relawan RSI yg akan pulang, kalian telah mengukir sejarah melukis RSI dengan tangan-tangan kalian, suatu amal yang luar biasa, panjang dan sulit. Jauh dari istri dan keluarga bahkan sampai ada yang ditinggal wafat istrinya, mudah-mudahan husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” ujar Abdullatif di Kantor Kementerian Kesehatan Gaza. “Tidak lupa kami sampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya atas amal besar ini. Semoga Allah mudahkan perjalanan kalian sampai di Indonesia berjumpa keluarga dengan selamat. Aamien,” kata Abdullatif. “Saya mewakili Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya untuk MER-C (Medical Emergency Rescue – Committee) dengan segenap relawannya yang telah bersungguh-sungguh mempersembahkan Rumah Sakit Indonesia untuk rakyat Palestina, khususnya yang berada di Gaza utara,” tambahnya. Ia juga mengatakan, MER-C telah berhasil menjadi ujung tombak perantara tersampaikannya bantuan rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina. RSI telah memberikan layanan kesehatan untuk Gaza utara yang berpenduduk padat. “Saya lihat kerja sama antara Kemenkes Gaza dan MER-C berjalan dengan baik, terbukti telah dapat mewujudkan RSI di Gaza utara menjadi rumah sakit markazi (pusat),” katanya. “Kami berharap tahap kedua ini segera selesai dan dapat dilanjutkan tahap ketiga berupa klinik dan training center dan di lanjutkan terus programnya bahkan sampai setelah Palestina merdeka,” pungkasnya. Site Manager Pembangunan RS Indonesia di Gaza, Ir. Edy Wahyudi, mengatakan kepada MINA sebelumnya, ada 33 relawan Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia yang dikirimkan ke Gaza untuk melakukan pembangunan RS Indonesia tahap dua yang diinisiasi oleh lembaga kemanusiaan MER-C, bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah. “Dengan kembalinya sembilan relawan ini maka kini tersisa 22 relawan untuk melanjutkan RS Indonesia tahap kedua,” tambahnya. (R/R7/RI-1) Sumber : https://minanews.net/menkes-gaza-lepas-kepulangan-sembilan-relawan-rs-indonesia/

Silahkan bertanya?