MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Dunia Tidak Boleh Diam

Ketua Presidium MER-C menyeru kepada dunia agar tidak diam menanggapi rencana aneksasi Israel terhadap wilayah Palestina di Tepi Barat. Dunia harus melakukan sesuatu agar Israel tidak melanjutkan rencana ini, sehingga jalan menuju solusi dua negara dapat berlangsung dengan damai.   “Aneksasi merupakan pelanggaran terhadap hukum-hukum internasional. Dunia tidak boleh diam. Dunia harus berbuat sesuatu agar Israel tidak melanjutkan rencana ini sehingga jalan menuju solusi dua negara dapat berlangsung dengan damai. Jika tidak, solusi dua negara akan porak poranda dan perundingan damai yang telah dimulai bertahun-tahun akan menjadi sia-sia tak berbekas,” ungkap dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C.   Menurutnya, Israel menggunakan momen pandemi untuk menganeksasi Tepi Barat.   “Dikala negara-negara di dunia tengah disibukkan dengan berbagai masalah akibat pandemi, Israel melakukan aneksasi Tepi Barat,” ujarnya   Aneksasi merupakan bagian dari rencana perdamaian Timur Tengah untuk perdamaian Israel – Palestina atau yang disebut “Kesepakatan Abad Ini” oleh Presiden AS Donald Trumph, yang diumumkan pada 28 Januari lalu. Ini merujuk ke Yerusalem sebagai ibukota Israel yang tidak terbagi dan mengakui kedaulatan Israel atas sebagian besar Tepi Barat.    Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan rencana perdamaian Timur Tengah yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump merupakan pondasi aneksasi secara de facto.   Netanyahu menetapkan diskusi kabinet terkait rencana aneksasi Tepi Barat dan Lembah Yordan akan dimulai pada 1 Juli mendatang.   Sarbini berharap Indonesia sebagai negara pendukung sejati Palestina dan sebagai negara terpandang di dunia Islam memaksimalkan perannya.    “Indonesia harus memaksimalkan perannya. Indonesia harus aktif melobi Uni Eropa dan Rusia untuk memberikan tekanan kepada Israel agar tidak melanjutkan langkah-langkah ilegal tersebut,” tambahnya.

Program Ramadhan Saling Berbagi di Gaza Palestina

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Ramadhan tahun ini, MER-C Indonesia melalui cabangnya di Jalur Gaza, Palestina kembali mengadakan program bantuan Ramadhan. Bantuan yang akan disalurkan berupa sembako sebanyak 1.000 paket dan bantuan makanan berbuka puasa sebanyak 1.000 paket. Bantuan disalurkan bertahap pada pekan terakhir ramadhan. “Ini adalah kegiatan rutin yang setiap tahun kita adakan melalui Cabang MER-C di Jalur Gaza, untuk membantu saudara-saudara kita di sana yang masih hidup dalam blokade ditambah adanya pandemi corona. Bantuan yang diberikan berupa 1.000 paket sembako dan 1.000 paket ifthar yang berasal dari donasi masyarakat Indonesia untuk program Kemanusiaan Gaza,” ucap dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C. “Meski bangsa kita juga sedang mengalami berbagai masalah dan kesulitan ditambah adanya wabah corona, namun kita berupaya tetap berbagi ditengah keterbatasan kita, sebagai bentuk dukungan dan perhatian kita kepada saudara-saudara kita di Gaza yang masih hidup dalam berbagai keterbatasan akibat blokade dan penjajahan zionis Israel. Semoga sedikit bantuan yang kita berikan dapat turut menguatkan dan meringankan beban mereka,” tambah dokter asal Aceh ini. Menurutnya, bantuan disiapkan dan disitribusikan oleh relawan Indonesia yang sedang bertugas di sana kepada warga Gaza yang membutuhkan. “Ada 31 relawan yang saat ini masih bertugas di Jalur Gaza yang sedang menjalankan pembangunan tahap 2 RS Indonesia,” ungkapnya. Dr. Sarbini juga menyampaikan bahwa Cabang MER-C di Jalur Gaza telah resmi berdiri dan diakui oleh Pemerintah setempat sejak 10 tahun silam, tepatnya sejak Agustus 2010. Anggotanya terdiri dari relawan Indonssia yang tengah bertugas di Jalur Gaza, Palestina untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia dibantu beberapa relawan lokal. “Cabang MER-C di Gaza sudah resmi berdiri sejak Agustus 2010 ketika proses pembangunan RS Indonesia awal dimulai. Sejak saat itu, sampai saat ini Alhamdulillah cabang MER-C di Gaza masih aktif, menjembatani komunikasi antara MER-C Pusat dengan Pemerintah dan warga Palestina di Gaza dan menjalankan baik program Pembangunan RS Indonesia maupun program kemanusiaan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan warga setempat seperti bantuan ramadhan, bantuan musim dingin, dsb ” jelas dr. Ben, sapaan akrabnya. ——- MER-C masih membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia yang ingin berdonasi bagi program ini melalui : Rekening Amanah Kemanusiaan GazaBCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 (a/n. Medical Emergency Rescue Committee) Info lebih lanjut:www.mer-c.orgCall Center : 0811990176

Ramadhan Saling Berbagi di Gaza – Palestina

Assalamu’alaikum Sahabat, Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Ramadhan tahun ini, MER-C Cabang Gaza kembali akan menyalurkan amanah Sahabat bagi saudara-saudara kita di wilayah terblokade Jalur Gaza – Palestina dalam bentuk : 1.000 Bantuan Paket Sembako1.000 Bantuan Paket Ifthar Bantuan akan disalurkan langsung oleh 31 relawan Indonesia yang saat ini tengah melaksanakan Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, kepada warga Gaza yang membutuhkan. Kami masih membuka kesempatan bagi Sahabat yang ingin berdonasi bagi program ini melalui : Rekening Amanah Kemanusiaan GazaBCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 (a/n. Medical Emergency Rescue Committee) Info lebih lanjut:www.mer-c.orgCall Center : 0811990176

RS Indonesia Gaza Tambah Satu Lift Passenger

RS Indonesia Gaza yang memasuki pembangunan tahap dua menambah satu unit lift passenger. Penambahan lift passenger merupakan kelanjutan hasil pertemuan antara Tim Supervisi MER-C Jakarta dengan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza pada saat kunjungan akhir Februari 2020 lalu. Dengan penambahan ini, total lift yang terdapat di RS Indonesia menjadi 4 unit, terdiri dari 3 unit lift kapasitas daya tampung tempat tidur pasien yang sebelumnya sudah ada dan 1 unit lift passenger yang baru selesai dibuat. Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS Indonesia menyampaikan bahwa meski memasuki masa pandemi corona, pekerjaan instalasi lift baru ini memang tetap berjalan dengan pertimbangan lift adalah sarana darurat yang harus dipercepat untuk pelayanan pasien di RS Indonesia. Pada akhir April 2020 pekerjaan lift passenger RS Indonesia berukuran cabin 1,2 x 1 x 2,1 meter, memiliki daya tampung 6 orang dengan daya angkut max 450 kg, akhirnya selesai. Pada awal Mei 2020, lift passenger yang berada di lantai 1 (ground) dekat ruang bedah menghubungkan hingga lantai 4 RS Indonesia telah dilakukan pengetesan. Tes meliputi pengecekan kondisi dinding kabin, kelengkapan cabin tombol, intercome cabin, kelengkapan UPS, kesesuaian spesifikasi mesin dan panel control mesin, pengecekan car door, tes level penghentian lift per lantai, tes fungsi UPS saat mati lampu dan cabin dapat bergerak ke lantai yang terdekat. “Alhamdulillah semua fungsi lift berjalan dengan baik,” ujar Edy Sementara tiga unit lift yang sudah ada sebelumnya, sudah difungsikan kembali setelah adanya pekerjaan penambahan ketinggian dari 3 lantai menjadi 5 lantai termasuk lantai basement l, menyesuaikan penambahan lantai RS Indonesia pada pembangunan tahap dua yang tengah berlangsung.  Edy mengatakan, berdasarkan data dari Pihak Managemen RSI sejak awal beroperasi awal tahun 2016 sudah lebih dari 450 ribu penduduk Gaza yang berobat ke RS Indonesia. Edy berharap penambahan lift baru bisa bermanfaat untuk menambah pelayanan RS Indonesia di Gaza. Be a part of history…. Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 358.000.1720 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Infowww.mer-c.org+62 811 99 0176office@mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#kitasemuaada#rsindonesiagaza#fearnotgaza#mercindonesia#beapartofhistory#blessingforuniverse

Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia di Gaza, Kala Corona dan Bulan Suci Ramadhan

Ditengah merebaknya wabah Corona yang sudah memasuki Jalur Gaza, aktifitas pembangunan tahap dua RS Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina terus berjalan. Datangnya bulan suci Ramadhan juga tidak menyurutkan semangat relawan dalam menunaikan amanah pembangunan rumah sakit sebagai bukti cinta mendalam rakyat Indonesia untuk Palestina. Hal ini disampaikan Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS Indonesia di Gaza. “Progress pembangunan RS Indonesia tidak terganggu dan terus bergerak meskipun adanya blokade Israel terhadap sejumlah material sejak beberapa bulan terakhir, ditambah merebaknya wabah virus corona yang sudah mulai masuk ke Jalur Gaza,” ujar Edy. “Alhamdulillah aktifitas pembangunan RS Indonesia amanah dari rakyat Indonesia terus berjalan. Namun dengan adanya wabah Corona, kami langsung melakukan sejumlah penyesuaian dan antisipasi di lapangan,” tambah insinyur yang sudah berpengalaman memimpin pembangunan tahap 1 RS Indonesia. “Kegiatan antisipasi yang dilakukan diantaranya adalah penyemprotan disinfektan di area Wisma Indonesia tempat tinggal relawan pada pagi dan sore hari, membatasi aktifitas relawan di/ke luar dari area RS Indonesia kecuali untuk hal-hal yang sangat darurat dan relawan fokus pada penyelesaian pekerjaan di bagian dalam bangunan RS Indonesia khususnya area lantai 3 dan 4,” terang Edy. Bulan Suci Ramadhan Tidak Menyurutkan Semangat Relawan Bulan suci Ramadhan juga tidak menyurutkan semangat relawan dalam menuntaskan pembangunan tahap dua RS Indonesia yang sudah dimulai sejak Februari tahun 2019 lalu. Edy menyampaikan bahwa kegiatan pembangunan RS Indonesia tetap dilakukan selama bulan Ramadhan dengan penyesuaian waktu aktifitas relawan. “Pada bulan suci Ramadhan, aktifitas pembangunan tetap kami lakukan selama enam hari dalam satu minggu sama seperti di luar bulan Ramadhan, yaitu dari hari Sabtu sampai dengan hari Kamis,” ujar Edy. “Hanya saja jumlah jam aktifitas pada bulan Ramadhan adalah selama 6 jam kerja, yaitu dimulai pada pukul 6 pagi hingga pukul 12 siang waktu Gaza. Sementara di luar bulan Ramadhan, aktifitas pembangunan biasanya dilakukan selama 7 jam kerja, yaitu dimulai pukul 7 pagi sampai pukul 11 siang, kemudian istirahat, lalu relawan akan melanjutkan lagi aktifitas pembangunan pada pukul 2 siang hingga jam 5 sore waktu Gaza,” tambahnya. Penyesuaian waktu ini menurutnya dilakukan agar pembangunan tahap dua RS Indonesia tetap dapat berjalan sesuai jadwal, namun para relawan juga tetap punya waktu untuk memperbanyak kegiatan ibadah di bulan suci ini. Namun suasana Ramadhan tahun ini juga dirasakan berbeda oleh relawan. Bila sebelumnya para relawan RS Indonesia selalu ikut meramaikan masjid-masjid di Gaza dan berbaur dengan masyarakat setempat pada waktu-waktu shalat, kini ditengah wabah corona semua kegiatan ibadah  dilakukan oleh relawan di dalam area Wisma Indonesia. Hal ini dalam rangka mengikuti anjuran dari Pemerintah setempat. “Kegiatan Ramadhan relawan RS Indonesia di saat wabah corona mengikuti anjuran Pemerintah setempat,” ujar Edy. “Alhamdulillah kegiatan yang sudah berjalan selama beberapa hari di awal Ramadhan tahun ini diantaranya tadarus Al Quran satu hari 3 juz menjelang berbuka puasa dan shalat maghrib, shalat 5 waktu berjamaah, sholat tarawih berjamaah, shalat tahajjud berjamaah yang semuanya kami lakukan di dalam area Wisma Indonesia,” papar Edy. Info :www.mer-c.orgCall Center : 0811990176 #MERCIndonesia#rsindonesiatahap2#Gaza#Palestina#beapartofhistory#LawanCorona

Supervisi Pembangunan RSI, MER-C Kembali Kirim Tim ke Jalur Gaza

Meskipun kondisi Jalur Gaza sempat memanas, MER-C Indonesia kembali mengirimkan Tim Relawannya ke wilayah okupasi Israel ini. Tim yang terdiri dari 11 orang relawan dengan berbagai keahlian, yaitu dokter, insinyur, ahli mekanikal elektrikal, ahli instrumentasi medis dan lainnya bertolak ke Kairo Mesir, negara yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza, pada hari ini Minggu pagi/16 Februari 2020. Tim dijadwalkan tiba di Kairo Mesir pada Minggu malam, dan berencana untuk melanjutkan perjalanan darat esok paginya menuju Perbatasan Rafah untuk mencoba menembus Jalur Gaza Palestina. Salah satu Presidium MER-C yang juga Ketua Tim Pembangunan RS Indonesia, Ir. Faried Thalib mengatakan tujuan keberangkatan Tim adalah untuk melakukan supervisi pembangunan tahap 2 RS Indonesia di Gaza yang sudah berlangsung selama satu tahun. “Bulan ini satu tahun lalu, kami memberangkatan 32 relawan ke Jalur Gaza untuk memulai pembangunan tahap 2, yaitu membangun dua lantai tambahan untuk menambah kapasitas tempat tidur sebanyak 100 buah lagi dan melengkapi alat kesehatan tambahan karena bangunan dan 100 lebih tempat tidur lebih yang ada saat ini sudah tidak dapat menampung pasien yang datang berobat,” kata Faried. “Bulan ini tepat satu tahun proses pembangunan tahap dua telah berlangsung, untuk itu kita perlu segera melakukan supervisi,” tegasnya. Keberangkatan Tim diputuskan setelah adanya izin masuk Gaza dan izin masuk Mesir yang telah didapat oleh Tim dari otoritas setempat. “Setelah menunggu sekitar 3,5 bulan akhirnya kedua izin kami dapatkan dan kami segera memutuskan untuk berangkat ke Gaza,” kata Faried. Tim supervisi berencana bertugas di Jalur Gaza selama dua pekan. Saat ini sebanyak 29 relawan tengah bertugas di Jalur Gaza untuk menunaikan pembangunan tahap dua RS Indonesia. Waktu pembangunan diperkirakan selama 1,5 – 2 tahun, namun semuanya tergantung situasi di lapangan. “Kami memohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar perjalanan yang kami sadari tidak mudah dan penuh resiko ini, agar senantiasa diberi perlindungan, kemudahan dan kelancaran. Kami juga mohon doa bagi para relawan yang sedang bertugas di Jalur Gaza juga agar senantiasa diberi kekuatan untuk menunaikan amanah ini ditengah berbagai krisis yang tengah melanda Jalur Gaza, juga menguatkan para keluarga relawan yang berada di tanah air. Doakan kami, doakan rakyat Palestina,” ungkapnya. Ditanya mengenai biaya yang dibutuhkan untuk merampungkan pembangunan tahap ini, Faried mengungkapkan biaya untuk bangunan dan alat kesehatan diperkirakan mencapai Rp 70 hingga 75 Milyar. Untuk itu, Faried berharap terus dukungan dari rakyat Indonesia untuk pembangunan tahap dua RS Indonesia. “Bismillah, semoga kita bisa mewujudkan pengembangan RS Indonesia sebagai bukti cinta dan dukungan dari rakyat Indonesia untuk perjuangan rakyat Palestina,” harapnya. Dukungan dan donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia dapat disalurkan melalui: BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 358.000.1720 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia

MER-C Laksanakan Pembangunan Tahap 2 Rumah Sakit Indonesia di Palestina

Ceknricek.com — Organisasi sosial kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) tengah melaksanakan pembangunan tahap 2 Rumah Sakit Indonesia yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza, Palestina. Upaya tersebut ditempuh untuk menambah daya tampung pasien di rumah sakit terbesar kedua di Jalur Gaza itu. “RS Indonesia saat ini sudah difungsikan sebagai rumah sakit umum. Jumlah pasiennya terus bertambah dan kondisi sekarang sudah kewalahan menampung pasien yang datang berobat,” kata Luly Larissa, Head of Fundraising Division MER-C saat berkunjung ke Redaksi ceknricek.com, di kawasan Meruya Selatan, Jakarta Barat, Senin (25/11). Perlu diketahui, saat ini RS yang terletak 2,5 kilometer dari perbatasan Israel itu menjadi pusat rujukan utama bagi masyarakat di wilayah Jalur Gaza Bagian Utara. Berdiri di atas tanah wakaf seluas 1,6 hektar, bangunan RS Indonesia terdiri dari 2 lantai dan 1 lantai basement dengan kapasitas 100 tempat tidur, 4 kamar operasi, 10 bed ICU, Ruang Radiologi, Laboratorium, Bank Darah, IGD dengan dilengkapi peralatan medis terbaik saat ini. RS Indonesia telah beroperasi sejak Desember 2015, dan secara simbolis diserahterimakan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, pada 9 Januari 2016. RS Indonesia diharapkan bisa menjadi bukti silaturahmi dan dukungan jangka panjang rakyat Indonesia bagi perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina. “Saat ini masih dibutuhkan departemen dan layanan medis baru untuk melengkapi pelayanan di RS Indonesia seperti bedah vaskuler, unit jantung, bedah syaraf, cuci ginjal, dan sebagainya. Untuk itu kami membangun dua lantai tambahan, menambah kapasitas ruang perawatan menjadi 200 tempat tidur, serta menambah peralatan medis yang dibutuhkan,” ujar Luly menjelaskan. Luly mengakui, aktivitas pembangunan saat ini masih terus berjalan, meski sempat terjadi serangan-serangan di sekitar Jalur Gaza. Rencananya, proses pembangunan tahap 2 yang memiliki anggaran Rp75 miliar itu akan selesai dalam 1,5-2 tahun mendatang. “Mohon doanya untuk 29 relawan Indonesia di Jalur Gaza dan kelancaran pembangunan tahap 2 RS Indonesia. Rumah Sakit ini merupakan karya anak bangsa yang sepenuhnya dibangun dari donasi rakyat Indonesia,” tutup Luly. Bagi para masyarakat Indonesia yang ingin terlibat langsung dalam pembangunan tahap 2 RS Indonesia di Palestina ini, dapat memberikan donasi melalui rekening Bank Syariah Mandiri (BSM) Acc. No. 700.1352.061. Donasi juga bisa disalurkan melalui rekening BNI Syariah Acc. No. 081.119.2973, serta melalui Bank Central Asia (BCA) Acc. No. 686.0153678.Selain itu, donasi juga bisa disalurkan melalui rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) Acc. No. 033.501.0007.60308, atau rekening Bank Mandiri Acc. No. 124.000.8111925, atau rekening Bank Muamalat Indonesia (BMI) Acc. No. 301.00521.15. Semua rekening terdaftar atas nama Medical Emergency Rescue Committee. Sumber : https://ceknricek.com/a/mer-c-laksanakan-pembangunan-tahap-2-rumah-sakit-indonesia-di-palestina/12631

Mencari MER-C demi Bantu Gaza

Dengan senyum bu Fatma memasuki kantor MER-C yang berada di ujung Jl. Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat. Keinginannya untuk membantu saudara-saudaranya di Jalur Gaza – Palestina menghantarkannya ke kantor ini. Tertegun kami mendengar kisah bu Fatmah bagaimana perjuangannya mencari MER-C demi bisa membantu Jalur Gaza, Palestina. Bu Fatmah mengaku selama ini mendengar info tentang Gaza, Palestina dan pembangunan RS Indonesia melalui Radio Silaturahim (Rasil), sebuah radio yang selalu setia menemani hari-harinya. “Saya mendengar Rasil hampir 24 jam, dari situ saya dengar info tentang Gaza, tentang Rumah Sakit Indonesia yang sedang dibangun oleh MER-C di sana,” akunya. Sejak mendengar info tentang Jalur Gaza dan Rumah Sakit Indonesia, muncul keinginan kuat untuk turut membantu. “Saya ingin sekali ikut membantu. Tapi tidak tahu MER-C dimana,” katanya.Akhirnya ia mencoba mencari Radio Silaturahim, meski studio Rasil berada cukup jauh dari rumahnya, di Cibubur Bekasi. “Sebelumnya saudara saya sudah mencari Rasil, tapi tidak ketemu. Lalu saya ingin coba mencari lagi, dengan naik ojek motor ke sana. Alhamdulillah saya bisa ketemu radio Rasil dan dari Rasil saya mendapat brosur tentang RS Indonesia lengkap dengan alamat MER-C yang ternyata tidak jauh dari rumah saya,” kisahnya. Sambil terus bercerita, bu Fatmah kemudian mengeluarkan uang cukup banyak yang membuat kami terpana, lalu menyerahkannya kepada petugas MER-C di bagian penerimaan donasi. Menurutnya, uang itu sudah diniatkannya untuk membantu perjuangan pembangunan tahap 2 RS Indonesia di Gaza. Semoga niat ikhlas bu Fatmah membantu Gaza dibalas dengan berkali lipat lebih baik oleh-NYA. Petugas MER-C kemudian memperlihatkan kepada bu Fatmah wujud RS Indonesia lengkap dengan foto-foto, video dan juga maket RS Indonesia yang berada di kantor MER-C. “Selama ini hanya dengar dari radio, alhamdulillah sekarang bisa lihat RS Indonesia,” ucapnya dengan senyum. #Gaza#Palestina#RSIndonesiaGaza#MERCforGaza#blessingforuniverse#beapartofhistory#MERCIndonesia |www.mer-c.org|

MER-C, Wujud Nyata Peranan Masyarakat Indonesia Peduli Palestina

Ceknricek.com — Konflik di Jalur Gaza, Palestina, seolah tidak berkesudahan. Sebagai negara dengan masyarakat Muslim terbesar di dunia, Indonesia tentu tak bisa tinggal diam melihat penderitaan yang dialami saudara-saudaranya di Palestina. Organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) terjun langsung menolong para warga Palestina dengan berbagai aksi kemanusiaan. Lembaga yang berasaskan Islam dan prinsip rahmatan lil’aalamiin itu menerjunkan para relawannya, serta mengirimkan berbagai bantuan medis dan kemanusiaan. “Pada 18 November lalu para relawan MER-C di Jalur Gaza melakukan kunjungan ke rumah korban akibat serangan roket militer zionis Israel ke Daerah Zaitun dan Deri Balah, Jalur Gaza Bagian Tengah,” kata Luly Larissa, Head of Fundraising Division MER-C, saat berkunjung ke Redaksi Ceknricek.com, Senin (25/11).“Tim relawan menemukan seorang bayi dari keluarga Abu Malhus Swarkah yang selamat dari serangan 4 roket yang menghantam rumahnya. Ada 2 bocah selamat setelah terlempar akibat serangan roket, Alhamdulillah masih bisa bangun dan langsung lari ke rumah neneknya,” ucap Luly seraya membagikan foto-foto kegiatan relawan MER-C.Selain mengirimkan relawan, MER-C juga memiliki Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza, Palestina. RS Indonesia ini letaknya hanya 2,5 kilometer dari perbatasan Israel. “Kalau ada serangan bom dari Israel, biasanya kami turut merasakan getaran akibat ledakan itu. Beberapa sedikit merusak bagian-bagian depan dari rumah sakit, lalu kami perbaikinya demi menjaga kenyamanan para pasien,” ujar Luly. Menurut Luly, kehadiran MER-C dan Rumah Sakit Indonesia ini merupakan wujud nyata masyarakat Indonesia untuk menolong saudara-saudaranya di Palestina. Pasalnya, semua pembangunan RS ini merupakan hasil donasi dari rakyat Indonesia. “Ini murni donasi dari rakyat. Kami meminta donasi di masjid-masjid, masuk sekolah, minta donasi dari perusahaan. Beberapa kali kami juga melibatkan para band misalnya Slank, Wali, NAIF. Intinya ini ialah uluran tangan para masyarakat Indonesia yang peduli dengan Palestina,” ucapnya. Sumber : https://ceknricek.com/a/mer-c-wujud-nyata-peranan-masyarakat-indonesia-peduli-palestina/12591

Delapan Truk Pasir RS Indonesia Tiba Saat Gaza Masih Mencekam

Gaza, MINA – Sebanyak delapan truk pasir tiba di Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza di tengah situasi Palestina yang masih mencekam, kata seorang relawan pembangungan yang berbicara kepada MINA dalam status anonim. “Alhamdulillah datang delapan truk Pasir dengan dua macam jenis, untuk jenis plester dan jenis pemasangan Lantai Porcelaine dari 15 tronton yang ditarget datang, akan tetapi karena keterbatasan lokasi pembangunan tidak mungkin menempati 15 tronton pasir datang sekaligus,” ujarnya kepada MINA, Jumat (22/11).  “Kondisi mencekam masih terasa akan tetapi  sebagai sebagai wujud tanggung jawab mengemban amanah Site Manager Pembangunan RS Indonesia di Gaza harus mendatangi titik nol perbatasan Israel karena harus menyurvei galian bahan bangunan berupa pasir untuk menentukan area jenis pasir yang diperlukan walaupun memiliki risiko yang sangat tinggi,” tambahnya. Ia juga mengungkapkan, posisi galian pasir sendiri bersebelahan dengan tiang beton, tempat tentara-tantara  Israel menatap tajam bila ada pihak yang mendekat perbatasan. Sebelumnya pada tahap pertama, pembangunan RSI sudah dibangun  satu basement, lantai satu dan dua bangunan utama RSI, Gedung Mortuary dan Ruang Pompa, Gedung Genset dengan kapasitas total 1600 KVA , Gedung Pabrik Oksigen dan Wisma Indonesia. Adapaun saat ini tengah dilaksanakan pembangunan tahap kedua yang menambah lantai tiga dan lantai empat bangunan utama RSI. RSI di Jalur Gaza menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia. Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. Inisiator pembangunan RSI Gaza adalah Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang dalam pembangunannya bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia dan untuk pembangunan tahap kedua ini mengirimkan sebanyak 29 relawan ke Jalur Gaza. (L/Ast/RI-1) Sumber : https://minanews.net/delapan-truk-pasir-rs-indonesia-tiba-saat-gaza-masih-mencekam/

Silahkan bertanya?