Gaza Diserang, Suara Ledakan Terdengar Jelas dari Lokasi RS Indonesia

“Ledakan demi ledakan terdengar dahsyat #Gaza_Under_Attack” demikian kabar singkat yang kami terima siang ini (12/11) dari salah seorang relawan Indonesia yang tengah menunaikan amanah tugas pembangunan tahap 2 di Jalur Gaza, Palestina, Ir. Edy Wahyudi. Rangkaian serangan terdengar sejak sebelum subuh waktu setempat. Serangan yang dilancarkan tentara zionis Israel bahkan telah menyebabkan syahidnya seorang petinggi Jihad Islami, Bahaa Abu Al-ata, dan istrinya setelah tempat tinggal mereka di Gaza City luluh lantak akibat serangan udara tentara zionis. Syahidnya petinggi Jihad Islami, Bahaa Abu Al-ata memicu serangan balasan dari Jalur Gaza. Sampai detik ini suara-suara ledakan masih terdengar jelas dari lokasi pembangunan RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara atau berjarak sekitar 2,5 kilometer dari perbatasan Israel. Reza Aldillah Kurniawan, salah satu relawan Indonesia yang juga mahasiswa di Universitas Islam Gaza menginformasikan bahwa aktifitas belajar mengajar diliburkan oleh Kementerian Pendidikan. Sementara itu, Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa 2 warga Palestina telah menjadi korban dan 7 warga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tentara Israel yang masih terus berlangsung hingga saat ini.
MER-C Dorong Tokoh Bangsa Dukung Boikot Produk Israel Berlabel Palestina

Jakarta, MINA – Lembaga medis kemanusiaan dan kegawatdaruratan Medical Emergency Recsue Committee (MER-C) mendorong tokoh berpengaruh untuk mendukung gerakan boikot produk Israel yang disebut Boycott, Divestment and Sanctions atau Boikot, Divest dan Sanksi (BDS), khususnya produk yang diberi label Palestina. Memulai inisiatif ini, Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad menemui Prof. Din Syamsuddin, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), di salah satu hotel di Jakarta pada Jumat (18/10) untuk menyampaikan hal tersebut. “Tujuan kita mendorong para tokoh bangsa yang berpengaruh untuk terlibat atau mendukung BDS secara nyata. Untuk itu kita bertemu dengan salah satu tokoh Islam berpengaruh, yaitu Prof. Din Syamsuddin untuk meminta dukungan nyata terhadap gerakan ini,” kata Presidium MER-C yang akrab disapa dr. Ben itu di Jakarta, Jumat (18/10). Kepada Prof. Din, dr. Ben menjelaskan bahwa gerakan BDS yang dimaksud MER-C bukan seperti BDS yang didirikan oleh Omar Barghouti, seorang pembela hak asasi manusia Palestina yang mendirikan kampanye boikot produk Israel secara global. Namun BDS yang dimaksud MER-C yaitu memboikot produk-produk Israel yang diambil dari tanah Palestina di Tepi Barat kemudian diberi label Palestina, sementara keuangannya masuk ke Israel. “MER-C akan roadshow kepada tokoh bangsa dan tokoh agama untuk bahas BDS, tapi kita fokuskan ke Tepi Barat. Produknya berupa kurma, jeruk dari lahan Palestina yang di klaim Israel tapi dilabel Palestina, agar masyarakat pada membeli. Ini produknya dijual di Palestina dan negara-negara luar,” katanya. Dalam pertemuan ini, dr. Ben didampingi oleh Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris. Dr. Ben juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa ada produk-produk tersebut yang masuk Indonesia melalui pihak ketiga. Karenanya, ia mengharapkan Prof. Din yang juga tokoh Muhammadiyah tersebut untuk menggalakkan gerakan BDS ini secara masif. Terkait ini, Prof. Din sangat mengapresiasi inisiasi MER-C. Selain mendukung, ia juga memberi saran agar MER-C melakukan dialog kepada tokoh-tokoh dan organisasi-organisasi masyarakat lainnya serta kepada pemerintah. “Gerakan ini sangat bagus dari MER-C. Saya sangat mendukung. Ini jalan terus. Tapi MER-C harus mengidentifikasi betul produk-produknya, jangan sampai produk ini, produknya pengusaha Palestina yang kita dorong. MER-C juga harus sampaikan ke pemerintah agar kita semua dukung dan pemerintah sangat berperan untuk tidak menerima impor produk-produk Israel itu (yang dilabel Palestina),” ujar Prof. Din. (L/R10/RI-1) Sumber : https://minanews.net/mer-c-dorong-tokoh-bangsa-dukung-boikot-produk-israel-berlabel-palestina/
MER-C Kutuk Tindakan Israel Menahan Jenazah Warga Palestina

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Israel terus menambah daftar panjang kejahatan kemanusiaan terhadap Palestina. Berdasarkan data kampanye nasional untuk pemulangan jenazah syuhada Palestina, otoritas Israel telah menahan lebih dari 260 jenazah Palestina sejak tahun 1967. Israel terus mempertahankan kebijakan kejinya selama bertahun-tahun termasuk penahanan 51 jenazah para syuhada di lemari pendingin sejak Oktober 2015 lalu. Menanggapi hal ini, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, sebuah lembaga kegawatdaruratan medis dan kemanusiaan untuk korban perang, konflik dan bencana alam, menyatakan mengutuk tindakan keji Israel yang telah menahan dan menyembunyikan jenazah para syuhada Palestina, karena melanggar semua hukum dan nilai-nilai universal kemanusiaan. Ini adalah sebuah kejahatan perang. Jenazah seharusnya dihormati, diberikan hak-haknya sesuai dengan aturan yang berlaku dan dikuburkan sesuai dengan keyakinannya. MER-C Indonesia juga meminta organisasi besar dunia seperti PBB dan OKI untuk melakukan penekanan kepada Israel agar segera mengembalikan seluruh jenazah warga Palestina. Kepada Pemerintah Indonesia, MER-C berharap untuk terus melakukan lobby-lobby kepada PBB terkait masalah ini. Sebagai bagian dari warga dunia, MER-C sebuah lembaga medis kemanusiaan berkomitmen untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina, satu-satunya negara di dunia yang masih terjajah, hingga Palestina meraih kemerdekaannya. Salah satu dukungan bagi Palestina adalah pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. Diinisiasi pada 2009, pasca operasi besar-besaran Israel terhadap Jalur Gaza saat itu, MER-C langsung menyatakan komitmen bantuan jangka panjangnya dalam bentuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. Pekerjaan pembangunan dimulai pada Mei 2010 dan selesai pada 2015. Akhir Desember 2015, RS Indonesia mulai dibuka untuk memberikan pelayanan medis bagi warga Gaza yang membutuhkan. Sebagai wilayah perang, kapasitas RS Indonesia dengan 100 tempat tidur ternyata tidak cukup menampung warga yang datang berobat. Ditambah lokasi RS Indonesia yang hanya berjarak 2,5 km dari perbatasan Israel membuat RS Indonesia menjadi sarana kesehatan penting di Jalur Gaza untuk merujuk para korban. Untuk itu, sejak Februari 2019, MER-C melakukan pengembangan RS Indonesia, yaitu pembangunan dua lantai tambahan untuk menambah kapasitas RS menjadi 200 tempat tidur dan menambah fasilitas lainnya yang diperlukan. Saat ini pembangunan masih terus berlangsung dan diperkirakan memakan waktu selama 1,5 – 2 tahun.
Penghancuran Desa Sur Baher, Dunia tidak Boleh Diam

Senin (22/7), serdadu Israel mulai menghancurkan dan meratakan pemukiman Palestina di desa Sur Baher, Jerusalem Timur. Tindakan ini mengakibatkan sejumlah warga Palestina termasuk anak-anak kecil kehilangan tempat tinggal dan dievakuasi secara paksa dari daerah tersebut. Menanggapi hal ini, Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad menyatakan kecamannya dan mengajak dunia untuk segera menghentikan kebiadaban Israel. “Kami mengecam keras tindakan Israel yang melakukan penghancuran pemukiman warga Palestina. Kami mengajak dunia melakukan langkah tegas dan nyata agar menghentikan kebiadaban Israel yang sudah berkali-kali melanggar hukum Internasional,” ungkap Sarbini. Menurutnya, Indonesia sebagai anggota Dewan Keamanan PBB bisa menginisiasi pertemuan darurat untuk menghentikan kebiadaban Israel terhadap warga Palestina. Info:www.mer-c.org
MER-C Menyayangkan Kunjungan KADIN ke Israel

Delegasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) diberitakan melakukan kunjungan ke Israel pada awal Juli ini. Dalam kunjungan tersebut, delegasi Indonesia terdiri dari tujuh pengusaha yang dipimpin oleh Wakil Ketua KADIN bidang Hubungan Timur Tengah, Mufti Hamka Hasan. Diberitakan sejumlah media, bahwa delegasi ini bahkan sempat mengunjungi pameran permata yang digelar di kota Ramat Gan, padahal Indonesia tidak mempunyai hubungan dagang atau diplomatik dengan Israel. Ketua Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), Sarbini Abdul Murad, menyayangkan kunjungan tersebut. “Kami sangat menyayangkan apabila benar ada delegasi KADIN yang melakukan lawatan ke Israel. Hal ini tentunya melukai dan mencederai komitmen Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina merdeka,” ungkap Sarbini. “Kunjungan yang dilakukan KADIN menunjukkan bahwa KADIN tidak peka terhadap penderitaan Palestina. Padahal sudah seharusnya KADIN juga ikut serta memboikot semua produk-produk Israel sebagai wujud dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina,” tambahnya. Lebih lanjut menurut Sarbini, KADIN harus menjelaskan kepada publik perihal kunjungan ini, apakah merupakan kunjungan resmi KADIN atau bukan, sehingga tidak ada kesimpang siuran berita terkait hal ini. Info:www.mer-c.org
Keikhlasan Sang Istri Kuatkan Relawan RSI di Gaza

Jakarta, MINA – Sudah enam bulan tidak terasa, 28 relawan Indonesia berada di Palestina dalam rangka melakukan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) tahap kedua di Gaza. Ke-28 relawan tersebut berasal dari jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah dan melakukan pembangunan RSI dI Gaza di bawah Lembaga Medis Kegawatdaruratan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Tidak terdengar keluhan maupun tangisan baik dari keluarganya. Padahal kondisi Palestina, khusunya di Gaza penuh dengan ancaman yang setiap waktu bisa terjadi konflik senjata. Dibalik kuat dan tegarnya para relawan, terdapat keikhlasan istri dan anak-anaknya yang selalu memberi dukungan. Hal ini ditunjukan oleh Huzaimah, istri Ir. Edi Wahyudi salah seorang relawan yang menjadi Site Manager pembangunan RSI di Gaza. Ketika ditanya tentang dorongan hati sang suami tercinta berasal dari mana sehingga rela meninggalkan keluarga untuk beramal shalih di tempat yang jauh di Gaza, sambil tersedu ia menjawab, “Barang siapa yang berbuat kebaikan maka kebaikan tersebut akan kembali kepada kita, itu lah mungkin yang membuat kami tegar dan kuat,” kata Huzaimah, saat diwawancarai Metro TV di Jakarta, Rabu (10/7). Ibu dengan empat anak tersebut juga mengatakan, menjadi jiwa relawan sudah ditanamkan sejak awal, ketika masuk pesantren Al Fatah, bahkan ia menyebut, relawan adalah juga profesinya. ” Mudah-mudahan bisa terwujud suami membantu saudara-saudara kita di Palestina dan ini juga membawa nama baik Indonesia,” jelasnya. Hal itu juga didukung oleh anak-anak mereka, karena ia juga sudah menanamkan kepada anak-anak tentang pentingnya punya jiwa penolong. “Kami sudah tanamkan sejak kecil bahwa kita harus punya jiwa menolong orang lain dan apalagi kondisi dari tempat tinggal di pesantren yang juga mendukung,” katanya. “Alhamdulillah anak-anak pun gak ada yang sampai nangis, nanya di mana Abi (Ayah),” tambahnya sambil menceritakan keceriaan dua anaknya yang ia bawa saat wawancara. Sebelum wawancara, Yayasan Media Group menyerahkan dana sebesar Rp 6.507.911.514 untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) tahap kedua di Gaza, Palestina. Dana yang terkumpul dari masyarakat melalui Yayasan Media Group dan Metro TV tersebut, diserahkan secara simbolik oleh Ketua Yayasan Media Group, Ali Sadikin dan diterima oleh Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad. Dalam pembangunan RSI di Gaza tahap kedua ini, MER-C masih memerlukan dana sekitar Rp 75 miliar. MER-C sendiri telah bekerjasama dengan berbagai organisasi, media masa, dan start up di Indonesia untuk menggalang dana, termasuk dengan Minanews.net, Metro TV dan lainnya. (A/Sj/R01) Sumber : https://minanews.net/keikhlasan-sang-istri-kuatkan-relawan-rsi-di-gaza/
Media Group Serahkan Donasi Pembangunan RS Indonesia di Palestina

Jakarta: Media Group menyerahkan donasi pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia tahap dua di Gaza, Palestina. Media Group menyerahkan donasi berjumlah Rp6.507.911.514 kepada Lembaga Medis dan Kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C). “Saya mengucapkan terima kasih kepada MER-C yang mempercayakan niat baiknya mendirikan rumah sakit, dan menjadikan Media Group sebagai salah satu kawan seperjalanan untuk mewujudkan cita-cita. Kami mengucapkan terima kasih karena diberikan kesempatan menjadi orang baik,” kata Deputy Chairman Media Group Rerie L Moerdijat di Gedung Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu, 10 Juli 2019. Rerie mengapresiasi kerja sama yang dibangun bersama MER-C. Ini bukan kali pertama Media Group terlibat dalam kerja kemanusiaan bersama MER-C. Sebelumnya, Media Group juga ikut membantu pembangunan RS Indonesia tahap pertama. Donasi ini dikumpulkan Yayasan Media Group dari masyarakat. Media Group merasa tergerak karena pada beberapa kesempatan juga sempat melihat langsung kondisi di Gaza, Palestina. Rerie pun berharap kerja sama serupa ini terus terjalin dengan lembaga kemanusiaan seperti MER-C. “Kita juga bisa menyampaikan dan menyiarkan kepada masyarakat bantuan tidak hanya bisa disampaikan negara dan LSM, tapi institusi media juga bisa melakukan banyak hal. Semoga apa yang dilakukan Media Group menjadi inspirasi,” kata dia. Ketua Presidium Mer-C Sarbini Abdul Murad mengapresiasi donasi yang diberikan Media Group. Ia sempat mengenang saat proses pembangunan Rumah Sakit Indonesia tahap pertama. Kata dia, banyak pihak yang meragukan rencana pembangunan rumah sakit itu. Tapi, Sarbini terbantu dengan pemberitaan di Metro TV. “Awalnya kami kesulitan, tapi itu membantu kami. Masyarakat ragu apakah mungkin bangun RS di tempat yang aksesnya sulit dari darat, laut, udara, tapi berkat berita Metro TV, masyarakat tergerak,” kata Sarbini. Sarbini mengatakan Rumah Sakit Indonesia dirancang dengan selera khas Nusantara. Nama ruangan pun sarat dengan identitas Indonesia, seperti ruangan Sumatra, ruangan Cik Di Tiro, dan ruangan Cut Nyak Dien. Awalnya, nama Rumah Sakit Indonesia akan diganti menjadi Rumah Sakit Ar Rayan, tapi MER-C menolak rencana itu. “Ini ikatan emosional masyarakat Indonesia dengan masyarakat Palestina,” kata dia. Sarbini berharap kerja sama serupa ini terus berlanjut. Apalagi, proyek kemanusiaan yang akan dibangun di Gaza, Palestina, tak berhenti pada pembangunan Rumah Sakit Indonesia. “Mudah-mudahan juga hubungan kita dengan rakyat Palestina terus berlanjut dan kita bisa meringankan beban masyarakat Palestina,” pungkas Sarbini. Donasi yang dikumpulkan selama setahun itu diserahkan secara simbolis oleh Ketua Yayasan Media Group Ali Sadikin kepada Sarbini. Dalam penyerahan itu, Ali Sadikin didampingi Deputy Chairman Media Group Rerie L Moerdijat, Chieff CSR Officer Media Group Lisa Luhur, dan Presiden Direktur Metro TV Suryopratomo. Selesai penyerahan donasi, Sarbini juga menyerahkan sejumlah cendera mata kepada Ali Sadikin. Salah satunya, syal berbendera Palestina yang dikalungkan langsung kepada Ali Sadikin. (DRI) Sumber : https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/0k8DLQWk-media-group-serahkan-donasi-pembangunan-rs-indonesia-di-palestina
Warga Gaza Butuh Ruang Rawat Tambahan di RS Indonesia
Masyarakat diharap bantuannya untuk pembangunan tahap terkini RS Indonesia di Gaza. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) telah membangun Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, Palestina. Namun, warga setempat masih membutuhkan penambahan sarana dan prasarana untuk di RS Indonesia. Sebab, jumlah masyarakat Palestina di Gaza yang harus dirawat di sana terus bertambah banyak. MER-C segera merespons kebutuhan warga Palestina. Dalam sebulan belakangan ini, MER-C telah meningkatkan bangunan RS Indonesia di Gaza. RS Indonesia yang tadinya memiliki dua lantai dan satu basement, kini sedang dalam pembangunan lantai ketiga dan keempat. Renovasi ini akan menambah kapasitas ruang perawatan. Presidium MER-C dr Arief Rachman menuturkan, RS Indonesia di Gaza setara dengan RS kategori A di Tanah Air. RS Indonesia memiliki empat kamar bedah dan ruang intensive care unit (ICU). Ruangan itu memiliki 10 tempat tidur yang dilengkapi alat bantu napas. “RS Indonesia juga memiliki ruangan rawat inap yang dilengkapi 80 kasur, punya CT scan generasi terbaru 120 slash, ini masih mesin terbaik yang ada di Gaza,” kata Arief saat diwawancarai di Kantor Harian Republika, Jakarta, Kamis (9/5). Bagaimanapun, pihaknya masih memerlukan penambahan fasilitas layanan kesehatan di RS Indonesia. Sebab, kebutuhan warga Palestina terus bertambah seiring dengan eskalasi perjuangan mereka melawan penjajahan Israel. Berdasarkan pengalaman, lanjut Arief, pada 2016 hingga tahun ini, pemerintah Palestina sudah bisa memetakan kebutuhan warga di bidang kesehatan. Ketika MER-C datang membawa ide dan rencana menambah bangunan RS Indonesia, otoritas setempat menyambut gembira dan langsung memaparkan ihwal kebutuhan dasar warga kepada lembaga kemanusiaan ini. Misalnya, kebutuhan akan ruang rawat inap yang lebih banyak. Sebab, dalam situasi konflik, banyak korban yang tak cukup dilayani karena ruang perawatan di RS penuh. “Operasi bisa dan lain-lain bisa dilakukan di RS Indonesia, tapi pas pasien mau menjalani perawatan tidak bisa. Kondisi seperti ini yang cukup mengganggu (membuat prihatin), akhirnya korban harus dirujuk ke RS Al-Shifa di Gaza,” ujarnya. Arief menyampaikan, pembangunan RS Indonesia tahap kedua akan menambah ruang untuk perawatan. Ruangan tersebut kurang lebih akan memiliki 80 hingga 100 unit tempat tidur pasien. Pihaknya juga akan membangun ruangan ICU khusus untuk anak-anak. Nantinya, RS Indonesia di Gaza juga akan dilengkapi dengan ruang endoskopi. MER-C pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk membantu pembangunan tahap kedua RS Indonesia tersebut. Sebab, bangsa Palestina di Gaza sangat membutuhkannya. Bagi mereka, rakyat Indonesia adalah sahabat yang selalu mendukung perjuangan melawan zionis. Sumber : https://internasional.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/pr8fgl458/warga-gaza-butuh-ruang-rawat-tambahan-di-rs-indonesia
Pengecoran Kolom Lantai Tiga RS Indonesia Selesai

Alhamdulillah, puji dan syukur kepada ALLAH Yang Maha Kuasa, bahwa pengecoran kolom lantai 3 RS Indonesia yang terdiri dari 55 kolom bulat diameter 70 cm, 16 kolom kotak dimensi 50 x 60 cm dan 13 kolom 15 x 50 cm akhirnya selesai. Pengecoran yang dibantu oleh mobil pompa yang memiliki ketinggian 60 meter dan truk pengangkut beton ready mix K300, membuat pekerjaan ini menjadi lebih mudah. Ir. Edy Wahyudi, Site Manager Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia dengan cermat memantau dan mengecek semua prosesnya untuk memastikan pekerjaan ini menghasilkan kualitas yang terbaik. Terima kasih kepada donatur, keluarga relawan dan seluruh masyarakat Indonesia yang sudah memberikan doa dan dukungannya. Be a part of history… Bantu warga Gaza… Dukung Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia… Bantuan dan Donasi dapat melalui : BSM, 700.1352.061 BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111925 BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308 Bank Muamalat, 358.000.1720 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info : Website : www.mer-c.org Call center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia, @rsindonesia #beapartofhistory #tahap2rsindonesiagaza #mercforgaza #mercindonesia
Material Besi Beton Tiba di RS Indonesia

Meski situasi di Jalur Gaza masih bergejolak dan pintu perbatasan Gaza – Israel untuk masuk barang ditutup akibat konflik terkini, pembangunan tahap 2 RS Indonesia terus berlanjut. Bahkan dengan donasi rakyat Indonesia, MER-C telah memesan material pembangunan berupa besi beton untuk membangun dua lantai tambahan di RS Indonesia. Besi beton senilai 82,667 USD atau setara lebih dari Rp 1,1 Milyar, kemarin tiba di lokasi pembangunan RS Indonesia, Rabu/27 Maret 2019. Hal ini disampaikan oleh Ir. Edy Wahyudi, Site Manager Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia di Gaza. “Alhamdulillah ditengah situasi Gaza yang memanas dan adanya penutupan pintu perbatasan untuk material, kita masih bisa mendapatkan besi beton yang memang sangat dibutuhkan. Besi beton berbagai ukuran yang kita pesan bisa dipenuhi oleh supplier. Kemarin semuanya sudah dikirim dan tiba di lokasi RS Indonesia, di Bayt Lahiya, Gaza Utara,” ujar Edy penuh syukur. Menurutnya, besi beton akan digunakan untuk pembuatan kolom lantai 3 dan 4 RS Indonesia yang saat ini sedang berjalan, “Meski masih terjadi serangan-serangan, para relawan tetap bekerja membuat kolom lantai 3 dan 4, sambil terus memantau situasi.” Dengan penambahan dua lantai, kapasitas rawat inap RS Indonesia diharapkan bisa bertambah sebanyak 100 tempat tidur, sehingga total kapasitas rawat inap seluruhnya di RS Indonesia menjadi 200 tempat tidur. Terima kasih atas dukungan dan donasi rakyat Indonesia. Bantu warga Gaza…Bantu Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia… Bantuan dan Donasi dapat melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 358.000.1720 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #beapartofhistory#PrayforGaza#Gaza#Palestina#SavePalestine#tahap2rsindonesiagaza#mercforgaza#mercindonesia