Bantu Warga Palestina, Ayah Vidi Aldiano Dapat Penghargaan MER-C

Harry Kiss, ayah dari Vidi Aldiano, memperlihatkan penghargaan yang diberikan oleh MER-C REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Harry Kiss, ayah dari Vidi Aldiano, merasa tergugah mendapat penghargaan dari lembaga non pemerintah Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Ia berjanji akan terus memberikan perhatiannya kepada warga muslim yang ada di Palestina. ”Saya sangat berterimakasih kepada MER-C karena diberi kesempatan untuk membantu tugas mulia ini,” kata Harry Kiss kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/2). MER-C memberikan penghargaan kepada Harry karena telah turut berkontribusi dalam pembangunan RS Indonesia di Gaza Palestina. Ia merasa sangat bahagia bisa turut memberikan peran nyata dalam mendukung dan melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan di bidang kesehatan dan siaga bencana. “Bisa dipercaya membantu MER-C, menjadi hal yang luar biasa buat saya,” ujarnya. “Selama ini, banyak orang di luar sana, yang memiliki banyak uang tetapi tidak dikasih kesempatan untuk membantu. Kami walau pas-pasan, tapi bersyukur bisa dikasih kesempatan untuk turut serta membantu warga Palestina,” sambungnya kembali. Sumber : http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/02/09/o2a71x336-bantu-warga-palestina-ayah-vidi-aldiano-dapat-penghargaan-merc
Ruang Operasi RS Indonesia
Bagi yang bertanya-tanya kenapa nama pulau Jawa tidak ada dalam daftar nama ruang perawatan di RS Indonesia, ini jawabannya…. Nama pulau Jawa ditetapkan sebagai nama untuk ruang operasi di RS Indonesia. Rumah sakit karya anak bangsa ini dilengkapi dengan 4 kamar operasi yang diberi nama Jawa 1, Jawa 2, Jawa 3 dan Jawa 4. Dengan 4 ruang operasi, RS Indonesia sanggup melakukan semua operasi kedaruratan berupa bedah umum, trauma kepala, trauma dada dan abdomen hingga kegawatan kardiovaskuler. Peralatan bedah terkini memudahkan dokter bedah dan anestesi untuk melakukan tindakan dengan aman, nyaman dan efisien sehingga meningkatkan survival rate pasien operasi. Sejak dibuka pada akhir Desember 2015 lalu, hingga saat ini, ruang operasi RS Indonesia telah menangani banyak pasien. #Semoga_terus_manfaat
RS INDONESIA DI GAZA MULAI BEROPERASI

Minggu/27 Desember 2015 menjadi salah satu hari bersejarah dalam proses panjang program pembangunan RS INDONESIA di Jalur Gaza, Palestina. Pada hari ini, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza secara resmi membuka dan mengoperasionalkan RS INDONESIA. Bahkan dua hari sebelumnya, Kamis (24/12), Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS INDONESIA melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan sudah melakukan uji coba kesiapan peralatan-peralatan medis di RS INDONESIA dengan adanya tindakan operasi bagi tiga pasien yang berasal dari Gaza Utara. Operasi dilakukan di Ruang Operasi Jawa 1 dan Ruang Operasi Jawa 2. Usai operasi pasien langsung dipindahkan dan diinapkan ke ruang rawat inap Batam yang berada di lantai 2 RS INDONESIA. Pembukaan RS INDONESIA disambut antusias oleh warga Gaza. Pada hari Sabtu (26/12), RS INDONESIA sudah mulai menerima antrian pasien rawat jalan yang sementara masih dilayani di Ruang IGD Teungku Cik Ditiro karena Ruang Poliklinik masih dalam tahap persiapan untuk pembukaan. Sejak hari Sabtu – Minggu (26 – 27 Desember 2015), jumlah pasien rawat jalan yang berobat ke RS INDONESIA sudah mencapai 312 orang. Ruang Rawat Inap dan ICU pun mulai terisi pasien. RS Indonesia adalah sebuah karya anak bangsa yang dikerjakan oleh putra-putra bangsa dengan donasi seluruhnya murni berasal dari rakyat Indonesia tanpa bantuan asing. Dicetuskan pada Januari 2009, kemudian pembangunan fisik RS INDONESIA dimulai pada Mei 2011. Melalui dua peperangan besar pada tahun 2012 dan 2014, pembangunan RS Indonesia tetap berjalan dan selesai pada pertengahan tahun 2014. Pembangunan kemudian dilanjutkan dengan pengadaan alat kesehatan, furniture serta instalasi listrik, oksigen, telepon, internet, dll yang dimulai sejak November 2014 hingga Desember 2015. Kini di penghujung tahun 2015, tepatnya Minggu/27 Desember 2015 RS Indonesia akhirnya resmi dibuka dan memberikan pelayanan medis bagi rakyat Gaza yang membutuhkan. Rasa syukur tak terhingga dan haru yang luar biasa ketika melihat RS INDONESIA mulai dipenuhi oleh tenaga medis dan para pasien yang mengantri untuk mendapatkan pengobatan. Alat-alat medis canggih dan modern pun, akhirnya mulai digunakan dan dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan medis terbaik bagi warga Gaza yang selama ini hidup dalam agresi dan blokade illegal ketat Israel. Terima kasih dan selamat kepada rakyat Indonesia atas beroperasinya RS INDONESIA di Gaza, Palestina. Semoga semua doa, donasi, jerih payah dan keikhlasan, menjadi amal baik yang terus mengalir bagi para relawan dan donatur serta seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung program ini.
MER-C Adakan Videoconference dengan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza

Rabu (28/10), pkl 19.00 wib atau sekitar pkl 14.00 waktu Gaza, Tim MER-C yang diwakili oleh dr. Joserizal Jurnalis, SpOT (Presidium), Ir. Faried Thalib (Presidium), Ahyahudin Sodri, MSc. VDI (Ketua Tim Alkes RSI) dan dr. Yogi Prabowo, SpOT mengadakan videoconference dengan Wakil Menteri Kesehatan Palestina (dr. Yusuf Abu Al Reesh) yang didampingi staf Kementerian Kesehatan untuk membicarakan persiapan operasionalisasi RS INDONESIA. Videoconference yang berlangsung selama lebih dari 1 jam 30 menit tersebut membahas berbagai hal detail terkait persiapan pembukaan RS INDONESIA seperti kebutuhan SDM Medis dan Non Medis yang akan bertugas, pemasangan jaringan IT rumah sakit, penambahan peralatan serta sarana lainnya untuk mendukung berjalannya RS INDONESIA nanti. Rencananya, kegiatan videoconference ini akan diadakan rutin dan berkala hingga RS INDONESIA dibuka. Sementara itu, sampai saat ini MER-C masih menempatkan empat relawannya di Jalur Gaza, Palestina. Mereka adalah Ir. Edy Wahyudi, Karidi bin Martono Parjo, Miyanto Modo Sodimejo dan salah satu relawan muda yang juga tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam Gaza, Reza Aldilla Kurniawan. Meskipun pembangunan RS INDONESIA telah selesai , namun tugas keempat relawan ini masih sangat penting dan berat. Para relawan dibawah komando Ir. Edy Wahyudi harus berkoordinasi dengan berbagai pihak di Gaza, khususnya Kementerian Kesehatan Palestina untuk mempersiapkan segala sesuatunya agar RS INDONESIA bisa segera dibuka.
MER-C TERIMA PENGHARGAAN ‘PESAN INDONESIA KEPADA DUNIA’ DARI KEM. KOMINFO DAN ISKI

ketua Presidium MER-C, Henry Hidayatullah, saat di wawancarai MINA Wawancara Eksklusif MINA dengan dr. Henry Hidayatullah, Ketua Presidium Lembaga Kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue – Committee). Ketua Presidium Lembaga Kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), dr. Henry Hidayatullah menyatakan rasa terimakasih kepada pemerintah dan masyarakat, atas kesetiaan dan kepercayaan yang telah diberikan kepada MER-C dalam menangani tugas kemanusiaan di daerah konflik maupun bantuan non konflik kepada masyarakat, di dalam maupun di luar negeri. MER-C telah menerima penghargaan ‘Pesan Indonesia kepada Dunia’ dalam ajang Anugerah Komunikasi Inodnesia (AKI) yang digelar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), awal pekan ini. Sebanyak tujuh insan dan lembaga yang dinilai telah berkomunikasi positif di ruang publik, menerima AKI, MER-C adalah salah satu penerima penghargaan itu. Dr. Henry menyatakan penghargaan yang diperoleh MER-C adalah hasil kerja bersama dan relawan-relawan yang selalu setia bersama dan masyarakat yang selalu memberikan kepercayaan kepada MER-C atas bantuan yang disalurkan untuk masyarakat di daerah-daerah konflik dan di daerah-daerah bencana. MER-C sebagai lembaga kemanusiaan tetap semangat untuk berkarya memberikan manfaat bagi semua orang tanpa memandang ras, agama dan sikap politik. Apa saja harapan MER-C ke depan untuk mengemban amanah ini ? Berikut wawancara wartawan Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Septia Eka Putri dan Ketua Presidium MER-C dr. Henry Hidayatullah, yang berlamgsung Kamis petang di Rumahsakit Pusat Pertamina di Jakarta Selatan. MINA: Apa makna penghargaan ‘Pesan Indonesia kepada Dunia’ ini bagi MER-C ? Henry Hidayatullah (MER-C): Ya, Anugerah Komunikasi Indonesia (AKI) itu ada beberapa kategori di antaranya ‘Pesan Indonesia kepada Dunia’. Sebenarnya siapa saja yang menjadi nominator kami tidak tahu, kami coba menerka-nerka saja. Yang disampaikan Ketua AKI adalah bahwa aktifitas-aktifitas MER-C, yang menunjukkan Peran Indonesia di Mata Dunia, meskipun masyarakat Indonesia sendiri masih dalam kondisi susah. Tapi apa yang kita lakukan ternyata memberikan pesan bahwa Indonesia masih peduli, nah, segi itu yang mereka nilai. Sementara dari kami sendiri, itu memang sudah menjadi ranah kita kerja, ranah kita melakukan kegiatan kemanusiaan, tapi kemudian ternyata ada apresiasi sendiri. Menteri Kominfo Rudyantara yang menyampaikan bahwa, kami mendapatkan penghargaan itu. Sebenarnya ini di luar dugaan. Penghargaan ini pertama kali diadakan. MINA: Berbicara prestasi MER-C, seperti apa MER-C di mata masyarakat sehingga mendapatkan penghargaan ini? Henry Hidayatullah : Sekali lagi, bahwa yang kita cari bukan itu, itu hanya bentuk apresiasi orang ketika melihat seseorang atau lembaga yang melakukan kegiatan yang menyentuh, misalnya atau ternyata memberikan dampak dengan indikator tertentu. Bahwa eksistensi masyarakat Indonesia di mata dunia masih tampak jelas dan itu mereka lihat ada di MER-C. Itu yang kemudian membuat kita sangat hargai. Kita sangat bersyukur terhadap apresiasi pada apa yang kita lakukan, dan itu bentuk apresiasi masyarakat. Lalu apa benyuk apresiasi lainnya dari masyarakat? Adalah masyarakat masih mempercayakan dana-nya kepada MER-C untuk disalurkan. Jadi bentuk apresiasi mereka, berbentuk kepedulian, dan kepercayaan pada MER-C untuk menyalurkan bantuan merekan. Kan sekarang banyak lembaga yang menerima bantuan, tapi tentunya masyarakat memilih lembaga yang bisa menyalurkan bantuan mereka sesuai harapan mereka. Nah mungkin mereka melihat MER-C. Kenapa bisa saya sampaikan seperti itu? Salah satu contoh adalah pengumpulan donasi untuk membangun RS Indonesia di Gaza. Besar dana terkumpul total akhir mencapai Rp. 120 miliar dan itu dari masyarakat. Jadi respon dan kepercayaan itulah yang masyarakat berikan kepada MER-C. Artinya bukan tiba-tiba masyarakat memberikan dananya kepada MER-C, tapi proses perjalanan panjang. Kita tidak ada pemberitan hoax, ini penting, tranparansi bekerja, dana, ini yang kita tekankan di organisasi ini. Tidak hanya darmawisata kemanusiaan, foto-foto kemudian pulang, tidak, ini adalah kerja nyata untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Apa yang kita lihat, apa yang kita dengar itulah yang kita informasikan. Tidak mengabarkan melakukan operasi seratus, sementara yang kita lakukan dua real nya, gakk, kalau dua yang kita lakukan, ya kita informasikan dua. Kita mencoba berjalan di atas track itu, harus clear dalam masalah itu, atas sebab itu masyarakat bisa percaya pada MER-C. MINA: Bagaimana MER-C mendapat kepercayaan masyarakat dan pemerintah ? Henry Hidayatullah : Begini, kita melakuikan sebuah kegiatan berdasarkan penilaian pada suatu hal, bukan berdasarkan kepada projek. Jadi bagi kita, apa sih program yang pas buat masyarakat? Sekali lagi, azaz manfaat bagi masyarakat itu yang kita lakukan. Yang kedua adalah politik kemanusiaan, kita melakukan politik untuk menyelamatkan kemanusiaan. Nah, ini penting, karena peranan itu harus dimainkan, sehingga ada nilai nilai kemanusiaan, ada kepedulian. Kemudian misalnya begini, menginisiasi orang untuk ikut peduli, menginisiasi pejabat atau pemerintah untuk ikut berperan. Mungkin saja mulanya mereka tidak sadar, ini peranan politik kemanusiaan, jadi intinya mengajak orang lain untuk peduli. MINA: Apa program ke depan serta harapan? Henry Hidayatullah : Yang jelas, pasti semua orang targetnya menjadi lebih baik, tentunya kita akan memperbaik internal kita dan eksternal. Internal otomatis yang berkaitan dengan kerelawaan untuk terjun kelapangan, bagaimana kemudian kita menyiapkan masyarakat lebih percaya kepada donasi yang kita sampaikan. Ini kan perlu pembenahan, Sumber Daya Alam (SDM), pendanaan, harus kita perbaiki. Saya tidak menafikan ada relawan yang belum mencapai kerelawaan yang sebenarnya, serta misi dan visi belum dapat, nah, ini tentunya koreksian untuk kita. Kemudian eksternal, tentunya terkait dengan dunia kemanusiaan pada umumnya. Memang kesulitannya adalah ketika kita mengambil ranah-ranah kemanusiaan dan itu berbaur politik, maka peran kita adalah menyadarkan bagaimana tidak terus terjadi tragedi kemanusiaan, Lagi-lagi politik kemanusiaan. Contohnya begini. Ada pengungsian akibat peperangan, pengungsian ini, ditanganin gak? Ditangani, tapi kalau perangnya terus terjadi ? Sebenarnya pengungsian ditangani, tapi lebih bijak lagi, kalau kita memberikan saran, perang dihentikan. Intinya itu. MINA: Perluasan peran MER-C seperti di Sorong ? Henry Hidayatullah : Kita tidak terlepas dari visi dan misi, kita dasarnya adalah organisai kemanusiaan yang bergerak di bidang medis, kemudian, cord nya memang medis, walaupun kemudian bisa juga merambah ke dunia lain untuk kepentingan kemanusiaan. Sementara itu untuk program-program yang berjalan, kalau untuk di daerah Indonesia Timur, hanya melanjutkan program yang sudah ada sebelumnya. Yaitu kerjasama yang namanya klalin di daerah Sorong, pengobatan, kemudian di klining mobile klinik plus pendidikan. Kerjasama dengan teman teman yang ada di NU, mereka sangat membutuhkan itu, tidak hanya kesehatan tapi juga pendidikan, belum lagi berbicara tentang lingkungan. MINA: Program MER-C di Myanmar ? Henry Hidayatullah : Problem di Myanmar adalah kaum
MER-C KEMBALI MENYELENGGARAKAN PROGRAM QURBAN DI GAZA

Jakarta, 25 Dzulqa’dah 1436/9 September 2015 (MINA) – Lembaga Kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Cabang Gaza kembali menyelenggarakan program Qurban untuk warga di Jalur Gaza Palestina, setelah tahun lalu melakukan hal serupa. Program Qurban ini akan dilakukan langsung oleh empat orang relawan RS Indonesia di Gaza, mulai dari memilih, membeli, menyembelih hingga membagikan hewan qurban langsung kepada yang berhak menerimanya. “Kita percaya dengan kapasitas dan kinerja para relawan di sana dalam melaksanakan program qurban tersebut dari pembelian, pemotongan, sampai mengantarkan ke rakyat Gaza,” kata Rima Manzanaris, Manajer Operasional MER-C, kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jakarta, Rabu (9/9). Menurut informasi dari tim relawan MER-C di Gaza, Ir. Edi Wahyudi, hewan qurban berupa kambing dengan berat 40 kg, di Gaza jika dirupiahkan mencapai harga Rp6 juta/ekor, sedangkan sapi dengan berat 400 kg mencapai Rp34,5 juta (sudah termasuk biaya operasional). “Kita akan buka pendaftaran Qurban bagi para donatur yang ingin menyalurkan bantuan mulai hari ini,” ujar Rima MER-C memberi batas pentransferan dana dari para donatur program tersebut hingga tanggal 18 September 2015. Hal itu untuk mempermudah kepengurusan qurban di Gaza. Bagi yang berminat berqurban untuk dibagikan kepada warga di Jalur Gaza dapat menghubungi Kantor MER-C Pusat Jakarta melalui nomor telepon 021-3159235 atau di telepon genggam 0811990176, . Dana juga dapat ditransfer melalui Rekening Program Qurban MER-C: BSM, Cabang Kramat No. Rek. 701.565.8902 a.n. Medical Emergency Rescue Committee, Bukti transfer dikirimkan ke MER-C mll fax 021-3159256 atau email ke merc@indosat.net.id, website www.mer-c.org, beserta nama lengkap, alamat, no tlp/hp, alamat email. (L/P007/P4) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/merc-kembali-selenggarakan-program-qurban-untuk-gaza-2/
Ramadhan 2015, MER-C Bagikan 1.000 Paket Sembako dan 500 Paket Ifthar di Gaza

Di bulan suci Ramadhan tahun ini, MER-C Indonesia kembali menyalurkan bantuan dari para donator di Indonesia yang masuk melalui rekening amanah khusus kemanusiaan Gaza. Bantuan yang diberikan berupa 1.000 paket sembako ditambah 500 paket ifthar (buka puasa) yang ditujukan bagi para anak yatim di Gaza. Kegiatan ini dilakukan langsung oleh 4 relawan MER-C Indonesia yang masih melanjutkan tugas di Jalur Gaza, Palestina mempersiapkan Grand Opening RS Indonesia. Menurut dr. Henry Hidayatullah, Ketua Presidium MER-C, “Kegiatan ini dilakukan selain dalam rangka menyalurkan amanah donasi dari para donator, juga membantu rakyat Gaza yang mengalami kondisi terblokade darat, laut dan udara yang menjadi lebih sulit pasca perang 51 hari lalu. Dengan adanya bantuan ini, kami berharap bisa sedikit meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita di sana, sebagaimana amanah yang kami terima.” Koordinator program Ramadhan 2015 yang juga Site Manager RS Indonesia, Ir. Edy Wahyudi mengatakan bahwa pembagian 1.000 sembako mulai dilakukan secara bertahap sejak hari Selasa lalu. “Pada tanggal 7 bulan 7 pukul 7 waktu setempat, persiapan kami lakukan untuk memulai pembagian paket sembako. Tim relawan yang masih tersisa sebanyak 4 orang dibagi menjadi 2 tim yang menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang berhak menerimanya di berbagai wilayah di Jalur Gaza. Paket sembako yang berisi beras 5 kg, daging kornet 4 kaleng, gula pasir 3 kg, saos tomat 2 kaleng besar, broad beans/kacang kara oncet 3 kaleng, kacang fudi (fuul) 1 kaleng, macaroni besar 2 bungkus, macaroni golda 1 bungkus, macaroni filiz 1 bungkus, kacang adas 1 bungkus, kacang humus 1 bungkus, kacang fasuliah 1 bungkus, teh celup 1 kotak besar, dan mentega (samnah) 1 kaleng diangkut dengan menggunakan 3 kendaraan operasional truk terbuka, mobil box dan mobil operasional RS Indonesia. “Alhamdulillah seluruh paket telah selesai tersalurkan ke berbagai tempat yang berhak menerimanya, kepada para anak-anak yatim dan fakir miskin baik di Gaza bagian Utara hingga ke wilayah Gaza bagian Selatan,” jelas Ir. Edy Wahyudi yang sudah tiga kali bertugas di Jalur Gaza untuk memimpin program pembangunan RS Indonesia. 500 Anak Yatim dan Janda Para Syuhada Berbuka Puasa Bersama di RS Indonesia Sementara itu paket bantuan ifthar (buka puasa) dilakukan dengan mengundang 500 anak yatim untuk berbuka puasa bersama di RS Indonesia, Kamis (9/7). Relawan Indonesia yang mempersiapkan 4 bus besar untuk membawa seluruh para anak yatim dari berbagai wilayah di Jalur Gaza ke lokasi RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. “Kami mempersiapkan 600 kursi yang disusun di depan RS Indonesia dan Alhamdulillah hampir semuanya terisi penuh oleh anak-anak yatim yang didampingi oleh ibunda atau keluarga mereka,” tutur Ir. Edy Wahyudi. Sekitar 30 menit sebelum adzan maghrib, atau sekitar jam 19.30 waktu setempat, para anak yatim sudah berkumpul di RS Indonesia. Sejumlah menu berbuka puasa terbaik yang ada di Gaza telah disiapkan oleh para relawan untuk menyambut mereka. “Kami menyiapkan kurma-kurma dengan kualitas terbaik (kurma Ajwa), sebotol minuman dalam kondisi dingin, satu nampan makanan Dajaj untuk 2 – 3 orang/nampan (makanan khas Arab dengan nasi bercampur bumbu khas dan satu ekor ayam/nampan), sebotol juz buah kualitas terbaik, Laban (sejenis susu yang sudah difermentasi dalam keadaan dingin) dan ditutup dengan Halawiyat (kue kacang dengan berbalut bahan serabut gandum),” ungkap Ir. Edy. Tidak hanya itu, sebelum pulang anak-anak juga diberikan satu paket oleh-oleh berisi berbagai macam snack, permen, cokelat dan makanan lainnya yang disukai anak-anak Gaza yang dikemas dalam plastik bergambar RS Indonesia. Hari itu RS Indonesia benar-benar semarak dan dipenuhi oleh keceriaan anak-anak Gaza. Terima kasih kepada para donator yang telah menyisihkan rizkinya sehingga kegiatan-kegiatan seperti ini bisa berlangsung. MER-C melalui relawan-relawannya yang bertugas di Jalur Gaza, siap menyalurkan amanah donasi dari para donator untuk berbagai program kemanusiaan di Jalur Gaza. Rekening Kemanusiaan Gaza, Palestina : BCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753754 BSM, 700.290.5803 Semua rekening atas nama: Medical Emergency Rescue Committee
Selamat Datang Kembali di Tanah Air Para Mujahid Kami, Relawan RS Indonesia dari Jalur Gaza, Palestina

Rumah Sakit Indonesia adalah sebuah Karya Anak Bangsa. Selain dana pembangunan yang murni berasal dari rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, yang sebagian besar adalah kalangan menengah ke bawah, Rumah Sakit ini juga dirancang, didisain, diawasi dan dikerjakan pembangunannya oleh putra-putra bangsa Indonesia. Mereka, para relawan (unpaid volunteers), rela meninggalkan keluarga tercinta, pekerjaan di tanah air, mendedikasikan waktu dan keahlian dalam rangka melakukan Jihad Profesional menunaikan amanah rakyat Indonesia dalam program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Dimulai pada 14 Mei 2011, pembangunan fisik Rumah Sakit Indonesia saat ini telah selesai dan proses pengadaan Alat Kesehatan untuk seluruh ruangan di rumah sakit ini sebagai Rumah Sakit Traumatologi dan Rehabilitasi juga telah mencapai tahap akhir. Kamis/25 Juni 2015, pukul 14.40 sebanyak 14 orang relawan yang telah bertugas selama minimal 1 (satu) tahun di Gaza, Palestina, mendarat di Bandara Soekarno Hatta setelah menempuh belasan jam penerbangan dengan menggunakan maskapai Etihad Airways. Beberapa hari sebelumnya, pada hari Kamis/18 Juni 2015, satu relawan bersama istri tercinta seorang gadis asal Gaza telah tiba lebih dulu di Jakarta, sehingga total relawan RS Indonesia yang telah kembali ke tanah air sampai saat ini berjumlah 15 orang relawan. Sebanyak 4 (empat) orang relawan masih diberikan amanah untuk melanjutkan tugas di Jalur Gaza, Palestina guna mempersiapkan segala sesuatunya untuk “Grand Opening RS Indonesia” dan menunggu relawan pengganti dari Indonesia yang akan datang untuk bertugas selanjutnya di Jalur Gaza, Palestina. Kelima belas relawan yang telah kembali ke tanah air adalah sbb : No Nama Masa Tugas Asal 1 Abdul Aziz Hisyam 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Jambi 2 Abdul Hadi Bujang 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Kalimantan Barat 3 Moqorrobin Alfikri 15 Februari 2013 – 25 Juni 2015 Cileungsi, Jawa Barat 4 Hidayatullah Hissam Damiri 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Jambi 5 Luthfi Paimin Mualim 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Kalimantan Barat 6 Nasrullah Saukani Johdi 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Kalimantan Barat 7 Ngatiyat Wiryadiharjo Wongso 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Jogjakarta 8 Ir. Nur Ikhwan Abadi 17 Februari 2014 – 25 Juni 2015 Lampung 9 Osamah Dakam Mansur 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Kalimantan Barat 10 Muhamad Gulam Romdony 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Tj Priok, Jakarta 11 Suryadi Sarto Soirejo 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Wonogiri, Jawa Tengah 12 Tata Lukita Sudrajat 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Bandung, Jawa Barat 13 Teguh Bin Samino Rejo 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Wonogiri, Jawa Tengah 14 Najmudin Kubro Maschun 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Cilacap, Jawa Tengah 15 Muhammad Husein 2 Desember 2010 – 18 Juni 2015 Cileungsi, Jawa Barat Empat relawan yang masih bertugas di Jalur Gaza, Palestina adalah sbb : No Nama Masa Tugas Asal 1 Ir. Edy Wahyudi 15 Februari 2013 – sekarang Cileungsi, Jawa Barat 2 Karidi bin Martono Parjo 28 Juni 2014 – sekarang Wonogiri, Jawa Tengah 3 Miyanto Modo Sodimejo 28 Juni 2014 – sekarang Wonogiri, Jawa Tengah 4 Reza Aldilla Kurniawan 15 Februari 2013 – sekarang Kalimantan Barat Para relawan dimungkinkan keluar dari Gaza setelah adanya perpanjangan pembukaan Perbatasan Rafah pada hari Selasa, Rabu, Kamis (23 – 25 Juni 2015) ini. Padahal selama satu tahun belakangan, ini blockade adalah yang paling sulit karena Perbatasan Rafah hanya dibuka 3 – 4 kali. Kesempatan pembukaan Perbatasan Rafah pada Minggu ini segera dimanfaatkan relawan untuk mencoba keluar dari Gaza setelah mendapat persetujuan dari MER-C Pusat Jakarta dan tugas-tugas yang diamanahkan juga telah rampung, yaitu selesainya pembangunan Wisma Rakyat Indonesia (Indonesia Guest House), selesainya perbaikan masjid yang berada di Kompleks RSI dan hampir selesainya proses pengadaan Alat Kesehatan RSI. Setelah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Palestina dan Kedutaan Besar RI di Kairo, Selasa/23 Juni 2015, 14 relawan menuju Perbatasan Rafah Gaza untuk mencoba keluar dari Gaza. Pagi itu, para relawan bersiap-siap dan berpamitan kepada relawan Indonesia yang masih harus menetap di Gaza, relawan lokal dan rakyat Gaza yang tinggal di sekitar RSI. Suasana haru meliputi pagi hari itu. Menunggu proses di Imigrasi Rafah Gaza dan Imigrasi Rafah Mesir selama beberapa jam, akhirnya sekitar pukul 2 siang waktu Gaza, 14 relawan berhasil keluar dari Gaza untuk pulang ke tanah air bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta. Jakarta, 25 Juni 2015 Medical Emergency Rescue Committee
Menuju Momentum Bersejarah Grand Opening RS Indonesia di Gaza, Palestina

Senin, 15 Juni 2015 menjadi salah satu hari yang bersejarah dari rangkaian panjang program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Pada hari itulah MER-C melalui relawannya di Jalur Gaza telah melakukan Soft Opening RS Indonesia yang pembangunan fisiknya telah selesai dan proses pengadaan alat kesehatannya telah mencapai tahap akhir. Salah satu proses penting dalam acara ini adalah penandatanganan MOU serah terima RS Indonesia. MER-C selaku inisiator pembangunan RS Indonesia, menyerahkan bangunan fisik RS Indonesia berikut seluruh alat kesehatan yang ada di dalamnya kepada rakyat Palestina. Penandatanganan MOU dilakukan oleh Ir. Nur Ikhwan Abadi, salah satu relawan MER-C di Gaza selaku wakil dari rakyat Indonesia dan Dr.Ashraf Abu Mahadi selaku Dirjen Hubungan Luar Negeri Kementerian Kesehatan, mewakili rakyat Palestina. Bendera kedua Negara tampak menghiasi area rumah sakit Indonesia sebagai tanda ikatan dan silaturahmi yang semakin erat dari kedua bangsa. Prosesi sederhana serah terima itu dihadiri oleh seluruh relawan Indonesia yang berjumlah 19 orang, para Pejabat dan rakyat Gaza. RS Indonesia akhirnya diputuskan untuk diserah terimakan dengan tujuan agar Kementerian Kesehatan Palestina bisa segera melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan agar RS Indonesia bisa segera beroperasional, diantaranya mempersiapkan SDM lokal yang akan bertugas, mempersiapkan manajemen RS dan mengadakan pelatihan-pelatihan yang diperlukan bagi para SDM yang akan mengoperasikan alat-alat medis tertentu. Sebagai tahapan selanjutnya dan sebagai acara puncak dari rangkaian ini, MER-C akan melakukan Grand Opening RS Indonesia, yaitu peresmian dan pembukaan RS Indonesia yang rencananya akan dihadiri oleh delegasi dari Indonesia. Sejumlah pejabat Indonesia, bahkan Presiden RI, Ketua DPR RI serta donatur RS Indonesia telah menyatakan kesediaannya untuk hadir pada acara ini. Kami berharap Grand Opening RS Indonesia bisa terlaksana dalam waktu dekat dan saat itu RS Indonesia telah dapat beroperasionalisasi memberikan pelayanan kesehatan kepada rakyat Gaza yang membutuhkan. Presiden RI Akan Meresmikan RS Indonesia di Gaza Berbagai persiapan menuju momentum bersejarah Grand Opening RS Indonesia tengah dilakukan, diantaranya audiensi dengan sejumlah pejabat pemerintahan telah dilakukan untuk melaporkan perkembangan Program Pembangunan RS Indonesia dan rencana Grand Opening RS Indonesia. Program ini mendapat apresiasi mendalam salah satunya dari Presiden RI. Tim MER-C berkesempatan bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara, Rabu/17 Juni 2015 lalu. Mendengar pemaparan tentang RS Indonesia, Presiden Joko Widodo menyatakan keinginannya untuk memenuhi undangan MER-C ke Gaza untuk meresmikan RS Indonesia. Keinginan ini bahkan sampai tiga dinyatakannya dan langsung meminta kepada Mensesneg RI (Prof. Dr. Pratikno), Wakil Menteri Luar Negeri (AM Fachir) dan Tim Komunikasi Presiden (Teten Masduki) yang mendampinginya menerima audiensi Tim MER-C, untuk dapat menyusun kunjungannya ke Gaza, Palestina. Mensesneg RI, Prof. Dr. Pratikno saat di wawancarai usai menerima audiensi Tim MER-C menyampaikan bahwa Presiden sangat tertarik dengan pembangunan RS Indonesia di Gaza, yang merupakan RS terbesar di Gaza yang dibangun oleh masyarakat Indonesia, tanpa dana pemerintah, tanpa dana dari masyarakat negara lain. Menurutnya, Presiden akan melakukan kunjungan ke Timur Tengah. Dalam konteks semacam ini, teman-teman dari MER-C juga mempunyai program yang sangat menarik, yaitu pembangunan RS Indonesia di Gaza yang didanai oleh masyarakat Indonesia sepenuhnya dan merupakan RS terbesar di Gaza. RS Indonesia di Gaza akan menjadi titik tambahan dari rencana kunjungan Presiden ke Timur Tengah yang sampai saat ini belum terjadwal, karena perlu komunikasi dengan negara-negara di Timur Tengah yang sedang dijajaki oleh Kemenlu RI. Menurut Pratikno, bagi Presiden yang menarik adalah ini kontribusi dari masyarakat Indonesia, recehan yang dikumpulkan dari seluruh Indonesia tanpa dana dari pemerintah, tanpa dana dari masyarakat negara lain. Selain Presiden RI, Ketua DPR RI, Setya Novanto juga mengapresiasi pendirian Rumah Sakit Indonesia. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi Tim MER-C pada hari Senin/20 April 2015 di Gedung DPR RI. Ketua DPR RI yang dturut didampingi oleh Wakil Ketua DPR RI, Fachri Hamzah dan Staf Ahli Ketua DPR Nurul Arifin, menyambut baik rencana Peresmian dan Grand Opening RS Indonesia dan berniat hadir pada acara ini. Bahkan, Fachri Hamzah mengusulkan kepada Ketua DPR agar pemerintah memberikan anggaran untuk mendukung operasionalisasi RS Indonesia ke depan melalui perencanaan APBN. Di kesempatkan lain, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, saat ditemui oleh Tim MER-C untuk memberikan undangan peresmian Grand Opening RS Indonesia, Rabu/10 Juni 2015 menyampaikan harapannya bahwa RS Indonesia yang merupakan pemberian dari masyarakat Indonesia untuk masyarakat Palestina agar bisa menjadi pemersatu faksi-faksi yang ada di Palestina. Menteri Luar Negeri RI juga berpesan agar pemberian bantuan bagi rakyat Palestina jangan hanya kepada salah satu golongan/kelompok. Ir. Idrus M Alatas, Ketua Divisi Konstruksi MER-C, khususnya untuk Pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza memaparkan bahwa selama ini MER-C dan relawannya di Jalur Gaza berusaha menjalin komunikasi dengan semua faksi-faksi yang ada di Palestina, begitupun dengan penyaluran bantuan kemanusiaan yang ditujukan bagi semua kelompok yang membutuhkan, tidak terbatas pada kelompok tertentu saja. Menanggapi undangan untuk menghadiri Grand Opening RS Indonesia, Menteri Luar Negeri mengatakan bahwa pihaknya belum bisa mengkonfirmasi hal tersebut sebelum adanya kepastian untuk memasuki wilayah Gaza yang diblokade. Sementara itu, sejumlah donator RS Indonesia yang juga akan turut hadir pada acara Peresmian dan Grand Opening RS Indonesia adalah Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan Aburizal Bakrie. RS Indonesia Dilengkapi Berbagai Alat Medis Canggih dan Modern Dengan donasi dan kedermawanan yang luar biasa dari rakyat Indonesia khususnya menengah ke bawah, target Rp 40 Milyar melalui kampanye Rp 20ribu per orang untuk pembangunan fisik RS Indonesia serta target Rp 65 Milyar melalui kampanye Rp 50ribu per orang untuk pengadaan alat kesehatan RS Indonesia di Gaza, Palestina telah tercapai. Bahkan target dana Alat Kesehatan Rp 65 Milyar tercapai hanya dalam jangka waktu tidak lebih dari 2 bulan pada bulan Juni – Juli 2014 lalu. Tim pengadaan alat kesehatan RS Indonesia yang diketuai oleh Ahyahudin Sodri, MSc, VDI salah seorang relawan dengan keahlian dalam bidang medical technologist, bersama Timnya, menyusun daftar alat-alat kesehatan yang modern dan canggih dalam rangka menyalurkan amanah rakyat Indonesia dan memberikan yang terbaik bagi rakyat Palestina. Sebagai RS Traumatologi dan Rehabilitasi, RS Indonesia memiliki 4 ruang operasi yang fully equipped dengan meja operasi dan lampu operasi berteknologi LED
MER-C Adakan Lomba Gambar RS Indonesia dan Tahfidz Qur’an di Gaza

Seiring telah selesainya pembangunan RS Indonesia dan akan rampungnya proses pengadaan alat kesehatan RS Indonesia yang sudah mencapai hampir 90%, MER-C akan segera melakukan serah terima RS Indonesia kepada rakyat Gaza, Palestina. Segala persiapan menuju momentum bersejarah ini tengah dilakukan. Mengawali rangkaian acara menuju serah terima RS Indonesia, MER-C melalui cabangnya di Jalur Gaza, Palestina akan mengadakan lomba-lomba yang diperuntukkan bagi anak-anak di Jalur Gaza. Ada dua lomba yang akan dipertandingkan, yaitu lomba menggambar bangunan RS Indonesia dan lomba tahfidz Al Qur’an yang terbuka bagi anak-anak mulai tingkat pendidikan SD hingga SMU. Pengumuman lomba telah diiklankan di harian berbahasa Arab di Gaza, yaitu koran Palestina, yang terbit pada hari Minggu (7/6) lalu. Sejak adanya pengumuman tersebut, anak-anak di Jalur Gaza mulai berdatangan ke lokasi Rumah Sakit Indonesia untuk mendaftarkan diri mereka menjadi peserta. Rangkaian lomba dijadwalkan akan diselenggarakan pada tanggal 13 dan 14 Juni 2015 mendatang, bertempat di Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Lomba terdiri dari menggambar bangunan RS Indonesia untuk anak-anak di bawah usia 15 tahun serta tahfidz Al Qur’an juz 30 untuk anak-anak usia di bawah delapan tahun. Rencananya acara akan dibuka oleh Syaikh Dr. Abdurrahman Al-Jamal, Pimpinan Ma’had Tahfidz Darul Qur’an Karim Wa Sunnah Gaza. “Kelak anak-anak usia SD hingga SMU yang menjadi target peserta dari lomba ini akan mengingat event bersejarah ini, sehingga nama Indonesia akan tersimpan dalam ingatan dan hati mereka,” ujar Muqarrabin Al Fikri, Ketua MER-C Cabang Gaza.