MER-C Sosialisasikan Perkembangan Rs Indonesia Di Gaza Kepada Jamaah Masjid Istiqlal

Jakarta, 4 Sya’ban 1436/22 Mei 2015 (MINA) – Lembaga kemanusian Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melakukan sosialisai perkembangan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina kepada para jamaah masjid Istiqlal usai shalat Jumat. “Dana yang disalurkan untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina adalah murni berasal dari masyarakat Indonesia,” kata Ketua Presidium MER-C dr. Henry Hidayatullah kepada jamaah Masjid Istiqlal usai shalat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (22/5). Henry mengatakan, pembangunan rumah sakit Indonesia di Gaza membutuhkan proses atau waktu yang panjang, yaitu di awali pada tahun 2009 pada saat itu terjadi agresi militer Israel ke Gaza. “Pada saat itu (agresi militer Israel ke Gaza,Red) MER-C awal masuk ke daerah Gaza, Palestina,” kata Henry. Ia juga mengatakan, dana-dana yang masyarakat Indonesia yang terkumpul melalui MER-C pada awalnya ditunjukan untuk pembelian 3 buah ambulan dan obat-obatan yang disalurkan ke Rumah Sakit Asyifa, Gaza. “Kemudian donasi mulai berdatangan dan dari situlah kami mempunyai misi ingin membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina, walaupun saat ini dana yang ada masih kurang, tapi kami yakin semua itu akan terwujud,” ujar Ketua Presidium MER-C. Menurutnya, pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza merupakan sebuah bentuk kepedulian rakyat Indonesia untuk membantu rakyat Palestina. “Rakyat Indonesia mendukung secara penuh agar Palestina segera merdeka,” ujar Henry. Sementara Ketua Kontruksi pembangunan Rumah Sakit Indonesia, Farid Thalib mengatakan, hingga saat ini perkembangan Rumah Sakit Indonesia di Gaza sudah dalam tahap akhir. “Banyak keajaiban-keajaiban yang terjadi pada saat proses pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina,” kata Farid Thalib. Sebelumnya Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefuddin secara simbolis menyerahkan dana sebesar Rp. 1 satu miliar untuk Rumah Sakit Indonesia (RS Indonesia) di Gaza, Palestina, kepada Ketua Presidium MER-C dr. Henry Hidayatullah usai shalat Jum’at (15/5) di Masjid Istiqlal, Jakarta. “Inilah wujud dari rasa cinta kita kepada masyarakat dan bangsa Palestina, bantuan ini adalah murni dari masyarakat Indonesia, khususnya jamaah Masjid Istiqlal,” kata Menteri Agama saat memberikan sambutan usai Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, di Jakarta, Jumat. Lukman mengatakan, bantuan tersebut merupakan bantuan kesekian kalinya yang diberikan masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina. “Momentumnya juga sangat tepat, yaitu berdekatan dengan peringatan Isra Mi’raj sekarang ini,” kata Lukman. Ia juga menambahkan, dalam Undang-Undang Dasar Indonesia dengan tegas disebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak semua bangsa dan perdamaian abadi itulah adalah menjadi cita-cita bagi seluruh bangsa. Rumah Sakit Indonesia di Gaza Rumah Sakit Indonesia di Gaza menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina dimana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia. Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. Dalam pembangunan RSI ini, MER-C bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia yang telah mengirim 33 relawan ke Gaza. Rumah Sakit Indonesia di Gaza merupakan sebuah bangunan berbentuk segi delapan yang didirikan atas sumbangan dari rakyat Indonesia dengan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebagai inisiator pendirian bangunan tersebut. Bangunan yang cukup unik tersebut merupakan sebuah hadiah dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, dan akan menjadi sebuah sejarah tersendiri. Rakyat Indonesia dari Sabang sampai Marauke bahu membahu memberikan yang terbaik untuk saudara-saudara mereka di Palestina. Pekerjaan tahap ini dilakukan oleh relawan Indonesia yang seluruhnya sukarelawan yang tidak dibayar (unpaid volunteers). Tentang MER-C MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak di bidang kegawatdaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, profesional serta netral. Tujuan MER-C adalah memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri. Awalnya, organisasi ini dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa Universitas Indonesia yang berinisiatif melakukan tindakan medis untuk membantu korban konflik di Maluku, Agustus 1999. Sejak dibentuk, lembaga ini telah mengirim tim medisnya ke berbagai daerah konflik perang, krisis kemanusiaan, wilayah bencana di seluruh dunia. MER-C juga berpartisipasi dalam berbagai misi kemanusiaan nasional dan internasional, salah satunya adalah upaya untuk membuka bloklade Israel atas Jalur Gaza, Palestina, dengan ikut serta dalam konvoi kapal Mavi Marmara 2010. Dengan prinsip rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam), MER-C memberi “pertolongan” kepada semua makhluk, baik personal maupun kelompok tanpa melihat latar belakang, agama, mazhab, kebangsaan, etnis, golongan, politik, penjahat atau bukan, dan pemberontak atau bukan, melainkan atas dasar kegawatan. (L/P010) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/merc-sosialisasikan-perkembangan-rs-indonesia-di-gaza-kepada-jamaah-masjid-istiqlal/
Menag Serahkan 1 Miliar Infaq Jamaah Istiqlal Untuk Gaza

Jakarta (Pinmas) —- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyerahkan infaq jamaah Masjid Istiqlal sebesar Rp 1 Miliar untuk Rumah Sakit Indonesia yang ada di Gaza, Palestina. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Menag kepada Ketua Presidium MER-C Henry Hidayatullah usai Salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (15/05). Penyerahan bantuan ini diawali dengan pembukaan kain penutup papan pengumuman pemberian infaq jamaah Masjid Istiqlal oleh Dubes Palestina untuk Indonesia. Hadir dalam kesempatan ini, Sekjen Kemenag Nur Syam, Dirjen Bimas Islam Machasin, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muchtar Ali, Ketua Badan Pelaksana Pengelolan Masjid Istiqlal Mubarok, dan ribuan jamaah Masjid Istiqlal. Menag LHS menyampaikan bahwa hubungan baik masyarakat Indonesia dengan Palestina sudah terjalin sejak awal kemerdekaan Indonesia. Sejarah mencatat bahwa Palestina adalah negara yang pertama kali memberikan dukungan atas Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Dukungan itu disampaikan langsung oleh Mufti Palestina, Syekh Muhammd Amin Al Khusaini yang saat itu sedang mengungsi di Berlin, Jerman. “Sejak saat itulah, banyak dukungan dari negara-negara di Timur Tengah untuk kemerdekaan Indonesia,” tegas Menag. Selain itu, pada pada tahun 1948, lanjut Menag, ada juga tokoh Palestina Syekh Ali Tahir yang banyak memberikan bantuan pendanaan kepada para pejuang Indonesia. “Syekh Ali Tahir lah yang menggalang pengumpulan dana yang diserahkan kepada pejuang Bangsa Indonesia,” tuturnys. “Inilah bagian dari keterkaitan hubungan antara masyarakat Indonesia dan Palestina, mereka adalah saudara-saudara kita,” imbuhnya. Menag menegaskan bahwa membantu Rumah Sakit Indonesia di Ghaza merupakan wujud bahwa Bangsa Indonesia terus mendambakan dan memperjuangakan agar bangsa Palestina juga bisa mencapai kemerdekaannya. (Arief/mkd/mkd) Sumber : http://www.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=260015
Proses Pemasangan Lapisan Timbal di Ruangan Radiologi RS Indonesia Akhirnya Selesai

Setelah melalui perjuangan yang cukup sulit dan memakan waktu panjang, Site Manager RS Indonesia, Ir. Edy Wahyudi menyampaikan bahwa proses pemasangan lapisan timbal di ruang Radiologi RS Indonesia untuk menahan radiasi dari mesin X-Ray dan CT Scan akhirnya selesai. Proses pemasangan timbal dilakukan sendiri oleh para relawan RS Indonesia. Hal ini berdasarkan pertimbangan para relawan yang saat ini masih bertugas di Gaza memiliki kemampuan untuk mengerjakannya dan dengan cara ini biaya bisa menghemat biaya hingga mencapai 50%. Ada cerita dan perjuangan tersendiri untuk pengadaan timbal ini. Sebagai sebuah wilayah terblokade, para relawan sudah sekian lama merasa kesulitan untuk mendapatkan stok timbal. Namun dengan kesabaran dan upaya keras tak kenal menyerah dari para relawan, akhirnya timbal bisa didapat. “Alhamdulillah atas karunia dan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala kami mendapatkan Lead (red : timbal). Saya sendiri merasa seperti dalam mimpi mendapatkan ini mengingat begitu sulitnya berbagai jalur yang telah kami coba. Alhamdulillah yaa Rabb,” ungkap Ir. Edy Wahyudi Lebih lanjut Ir. Edy menginformasikan bahwa Kementerian Kesehatan setempat juga sudah datang ke RS Indonesia dan melakukan pengecekan langsung terhadap ruangan Radiologi RS Indonesia. “Mereka menyatakan hasil pemasangan timbal baik dan sudah sesuai dengan standar yang berlaku di Jalur Gaza. Pengecekan akan dilakukan kembali oleh Kementerian setelah mesin X-Ray dan CT Scan terpasang untuk mendeteksi apakah masih ada kebocoran atau tidak,” tambahnya.
Satu Lagi Masjid di Jalur Gaza Selesai Direnovasi

Relawan MER-C di Jalur Gaza selesaikan lagi renovasi satu buah masjid yang hancur akibat agresi Israel 51 hari yang lalu. Namanya masjid Ash Sholah, terletak di wilayah Jabaliya, Gaza Utara. Jabaliya berjarak 4 kilometer (2,5 mil) Utara kota Gaza. Saat perang lalu jenazah syuhada sebagian besar ditemukan di wilayah utara Jalur Gaza, tepatnya di distrik Beit Hanun dan Jabaliya. Kondisi masyarakat Jabaliya yang padat penduduk dan sebagian besar miskin membuat mereka belum dapat memperbaiki dan menggunakan masjid tersebut secara penuh karena adanya kerusakan di sana-sini. Setelah dilakukan pengecekan langsung ke lokasi masjid oleh para relawan Indonesia di Gaza, para relawan mengajukan permintaan material untuk perbaikan masjid ini berupa: seng atap seluas 400 m2, karpet seluas 360 m2, semen 20 sak, blok/batako 200 buah dan pasir 1 truk. Dengan donasi yang masuk untuk amanah Kemanusiaan Gaza, MER-C Pusat menyalurkan donasi rakyat Indonesia untuk pembelian material bagi perbaikan masjid ini. Pengurus Masjid Ash Sholah Ucapan Terima Kasih Unik dalam Bahasa Indonesia Setelah renovasi selesai yang memakan waktu sekitar 1 minggu, pengurus Masjid Ash Sholah mengundang para relawan MER-C di Gaza dalam acara syukur mereka kepada Allah SWT. Dalam acara tersebut, salah seorang Imaam Sholat Masjid Ash Sholah yaitu Abu Bilal memberikan sambutan dan kemudian memberikan Plakat Penghargaan dan ucapan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah membantu memperbaiki masjid tempat mereka meletakkan dahi, kedua tangan, lutut, dan kaki ke bumi, tempat melabuhkan hati, memohon keridaan dan pertolongan Allah SWT selama ini. Yang unik adalah mereka berusaha keras menulis plakat dalam bahasa Indonesia. Saat para relawan menanyakan kenapa harus bersusah payah dengan bahasa Indonesia, maka salah seorang pengurus menjawab hal ini mereka lakukan agar pesan mereka bisa langsung dipahami oleh rakyat Indonesia melalui MER-C. Berikut bunyi plakat di bawah bendera Indonesia dan Palestina tersebut : PENGHAR GAAN G UCAPAN TERIMA KASIH Bismillahirrahmanirrohim Keluarga besar masjid ash-sholah di kota Jabaliya men gucapkan terima kasiit kepada rakyat Inbonesia ban dan khususnya yayasan Mer-C, juga kepada relawan inbonesla dl Gaza atas kerja kerasnya dalam memperbalkl masjid Ash Sholah. Sesungguh Allah yang maha menghendakl. Keluarga besar Masjid Ash-Sholah. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua donatur yang telah mempercayakan donasinya melalui MER-C. Teriring doa semoga donasi yang diberikan menjadi amal baik yang terus mengalir bagi para donatur selama masjid ini dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita di Gaza, Palestina.
MER-C Terus Pantau Progres Pengadaan Alat Kesehatan RS Indonesia

Meski terpisah jarak yang jauh dan izin yang sulit untuk mengirimkan tambahan relawan khususnya dengan keahlian Medis dan juga Medical Technologist, namun hal ini tidak menjadi penghalang proses pengadaan Alat Kesehatan RS Indonesia. Proses ini tetap dijalankan dengan cara memberikan pengarahan jarak jauh kepada para relawan yang ada di Gaza untuk melakukan survey dan kesepakatan-kesepakatan dengan supplier alat kesehatan lokal. MER-C juga secara rutin memantau dan mendampingi relawan di Gaza mulai dari proses pemilihan dan penentuan alat dan supplier, pemesanan, pengecekan, pembayaran, hingga penginstallan alat-alat serta pelatihan bagi para tenaga lokal yang nantinya akan menggunakan peralatan tersebut. Bukan hal yang mudah awalnya, terlebih relawan yang kini masih bertugas di Gaza adalah relawan dengan keahlian bidang konstruksi. Namun dengan dedikasi dan semangat belajar yang tinggi, semua kendala yang mulanya terasa sulit dapat diatasi. Selain via email, media komunikasi yang rutin digunakan antara Tim alat Kesehatan di MER-C Pusat Jakarta dengan para relawan di Gaza adalah melalui skype. Komunikasi via skype ini dilakukan minimal satu kali dalam seminggu. Hal ini untuk memantau kondisi para relawan dan tentunya progress program-program MER-C di Gaza, Palestina seperti program RS Indonesia dan Pengadaan alat kesehatannya, program pembangunan Wisma Rakyat Indonesia, dan Penyaluran bantuan kemanusiaan yang seluruhnya merupakan amanah dari rakyat Indonesia untuk Palestina. Seperti Rabu (6/5) lalu, Tim MER-C Jakarta kembali melakukan komunikasi via skype dengan salah satu perwakilan relawan di Gaza, yaitu Ir. Edy Wahyudi. Dalam komunikasi tersebut, Ir. Edy Wahyudi mengabarkan bahwa seluruh relawan dalam kondisi baik dan sehat. Selanjutnya Ir. Edy Wahyudi yang sudah tiga kali bertugas di Gaza juga melaporkan proses pengadaan Alat Kesehatan RS Indonesia masih terus berjalan, namun belum ada alat lagi yang tiba di RS Indonesia. Berdasarkan komunikasi intensifnya dengan para supplier alat kesehatan di Gaza, alat-alat kesehatan yang telah dipesan RS Indonesia masih dalam proses pengiriman dengan status yang beragam seperti: dalam perjalanan dengan kapal laut, proses perizinan untuk masuk ke Gaza dan ada juga peralatan yang sudah mendapat izin namun masih menunggu antrian untuk bisa masuk ke Gaza.
Abu Rizal Bakrie Apresiasi dan Sambut Gembira Rencana Grand Opening RS Indonesia

Jum’at (8/5), bertempat di kediamannya, Abu Rizal Bakrie menerima kunjungan Tim MER-C yang diwakili oleh Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT didampingi dua pengurus MER-C, Ir. Luly Larissa Agiel dan Rima Manzanaris. Pada kunjungan ini, Presidium MER-C menyampaikan perkembangan program RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, khususnya proses pengadaan alat kesehatan yang sudah mulai berdatangan dan memenuhi ruangan-ruangan di RS Indonesia. Hal penting lainnya yang juga disampaikan pada pertemuan kali ini adalah rencana “Serah Terima serta Grand Opening RS Indonesia” yang diagendakan pada bulan Juni 2015 mendatang dimana MER-C mengundang sejumlah tokoh dan donatur untuk turut menghadiri dan menjadi saksi momentum bersejarah ini. Menanggapi hal ini, Abu Rizal Bakrie sebagai salah satu donatur alat kesehatan RS Indonesia menyambut baik perkembangan RS Indonesia dan menyatakan kegembiraannya bahwa RS Indonesia akan diresmikan dalam waktu dekat. “Saya kira ini sesuatu amal ibadah yang mulia, mendirikan sebuah rumah sakit di tempat pertempuran,” tutur Abu Rizal. “Yang paling penting juga ini merupakan sumbangan daripada rakyat Indonesia untuk mendirikan RS Indonesia di sana (Gaza, Palestina), di tempat perang. Saya bergembira RS Indonesia dalam waktu dekat bisa segera diresmikan” tambahnya. Abu Rizal Bakrie juga menyampaikan apresiasinya kepada MER-C yang telah mempelopori pembangunan RS Indonesia dan akan mencoba menyesuaikan jadwal untuk bisa memenuhi undangan Grand Opening RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina.
Sejumlah Alat Kesehatan Berdatangan di RS Indonesia

Sejumlah alat kesehatan yang telah dipesan MER-C untuk melengkapi RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, mulai berdatangan. Alat yang sudah tiba dan memenuhi RS Indonesia adalah 4 unit meja operasi, 10 unit ventilator, nebulizer dan beberapa instrument bedah. Alat-alat ini adalah alat kesehatan untuk mengisi ruang operasi dan ICU RS Indonesia. Bahkan pada hari Ahad (19/4) dan Senin (20/4) lalu, telah tiba juga sebanyak total 90 unit ranjang pasien. Seluruh unit ranjang pasien ini telah dirakit dan ditempatkan oleh para relawan di ruang rawat inap yang terletak di lantai 2 RS Indonesia. Berdasarkan laporan dari Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS Indonesia, melalui komunikasi skype, alat lainnya yang diharapkan akan segera tiba di RS Indonesia adalah X-Ray dan CT Scan yang akan memenuhi Ruangan Radiologi RS Indonesia. Menurut informasi dari supplier alat kesehatan tersebut, kedua alat ini telah tiba di pelabuhan dan menunggu proses perizinan masuk dari Israel yang diprediksi akan memakan waktu 1 hingga 2 minggu ke depan. Sementara peralatan yang masih dalam perjalanan dengan kapal laut adalah instrument-instrumen bedah. Sedangkan alat-alat lainnya seperti paket perlengkapan ruang operasi dan beberapa paket furnitur rumah sakit sebenarnya telah mendapat izin, namun masih menunggu antrian untuk bisa masuk ke Gaza. MER-C melalui cabangnya di Jalur Gaza juga sudah melakukan pemesanan dua unit ambulans untuk kendaraan operasional RS Indonesia. Kedua unit ambulans dipesan dari Mesir dan saat ini masih berada di Mesir menunggu proses perizinan masuk ke Gaza. Kedatangan Alat Kesehatan RS Indonesia Lambat dari Jadwal Kedatangan alat-alat kesehatan memang lebih lambat dari jadwal yang sebelumnya diperkirakan. Sejak penandatanganan kontrak pengadaan alat kesehatan RS Indonesia pada 23 November 2014 lalu, yang dilakukan oleh Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS Indonesia di Gaza dengan beberapa supplier setempat, peralatan kesehatan diperkirakan akan datang pada 6 – 7 pekan setelahnya. Sehingga saat itu MER-C sempat berencana untuk melakukan serah terima dan pembukaan RS Indonesia pada bulan Februari 2015. Namun kondisi perbatasan yang belum dibuka secara penuh dan proses perizinan masuk ke Gaza yang cukup sulit menyebabkan tertundanya kedatangan alat-alat kesehatan ini. Hal ini seperti yang diungkapkan Ketua MER-C Cabang Gaza, Muqorrobin Al Fikri. “Seharusnya ranjang pasien dijadwalkan datang pada akhir Januari yang lalu. Namun proses pengurusan dan perizinan masuk ke Jalur Gaza cukup rumit dan sulit, sehingga tertunda lebih dari dua bulan,” terangnya. Rencana Serah Terima dan Grand Opening RS Indonesia Ketua Presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah mengatakan bahwa melihat perkembangan situasi di lapangan, khususnya progress kedatangan alat kesehatan RS Indonesia, maka MER-C kembali berencana untuk melakukan serah terima sekaligus Grand Opening RS Indonesia pada bulan Juni 2015 mendatang. Segala hal terkait dengan persiapan Grand Opening RS Indonesia tengah dilakukan khususnya koordinasi dengan pihak-pihak terkait baik di Jakarta, Mesir maupun Palestina. “Kami mohon doa dari rakyat Indonesia agar seluruh proses ini diberi kelancaran dan RS Indonesia bisa segera beroperasionalisasi untuk memberikan pelayanan medis bagi rakyat Gaza yang membutuhkan seperti yang selama ini kita harapkan bersama,” ungkap dr. Henry.
MER-C Bagikan 1000 Paket Sembako Untuk PNS Di Jalur Gaza

Gaza, 4 Rajab 1436/23 April, 2015 (MINA) – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), sebuah lembaga kemanusiaan yang saat ini sedang membangun Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza membagikan sebanyak 1000 paket sembako untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Jalur Gaza. “Pembagian sembako ini merupakan yang kesekian kalinya untuk rakyat Gaza. Namun kali ini kita konsentrasikan ke para PNS dan staf pemerintahan di Jalur Gaza,” kata Muqarrabin Al Fikri, ketua MER-C cabang Gaza, kepada Kantor Berita Islam Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis 23/4 di Jalur Gaza. Fikri menambahkan, PNS di Gaza sudah satu tahun lebih tidak mendapatkan Gaji mereka akibat terjadinya krisis keuangan di Pemerintahan Palestina. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Para Relawan MER-C Sedang Persiapan Pembagian Sembako. FOTO : MINA “PNS di jalur Gaza sudah setahun lebih tidak mendapatkan gaji akibat krisis keuangan, namun mereka tetap bekerja keras melayani rakyat. Kewajiban kita membantu mereka,” ujarnya. Sembako yang terdiri dari makanan pokok seperti, beras, minyak goreng, daging kaleng, keju, tepung, dan lainya tersebut dibagikan kepada beberapa kementrian di Gaza. “Kami membagikan paket sembako ini, kepada beberapa kementrian seperti, Kementrian Kesehatan, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Kehakiman, Rumah Sakit Al Syifa, Rumah Sakit Kamal Udwan, Jabaliya Medical Center serta lainya,” ujar Mahasiswa Universitas Islam Gaza ini. Lajang berusia 25 tahun itu juga mengatakan, pembelian dan pembagian sembako ini dilakukan langsung oleh para relawan MER-C yang sedang bertugas melakukan persiapan akhir pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Bayt Lahiya, sebelah utara Jalur Gaza. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Relawan MER-C diatas Truk bak terbuka yang penuh dengan paket sembako untuk PNS Gaza. foto : MINA “MER-C senantiasa memegang teguh amanah dari rakyat Indonesia. Untuk itu penyaluran bantuan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Gaza dikerjakan langsung oleh para relawan termasuk pembelian dan pembagianya. Jadi kami bisa tahu persis penerima tepat sasaran,” terangnya. Atas bantuan itu, PNS di Gaza mengucakan rasa terima kasihnya kepada rakyat Indonesia yang telah memberikan bantuan tersebut. Omar Al Bursh, Wakil Menteri Kehakiman Pemerintahan Persatuan Nasional Palestina mengucapkan penghargaan kepada MER-C atas bantuan dan usahanya kepada rakyat Gaza. “Kementrian Kehakiman Palestina, mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada MER-C atas usaha besarnya untuk membantu kehidupan yang sangat sulit dari rakyat Gaza,” ujarnya kepada MINA di kantornya. “Kami juga mengapresiasi berdirinya Rumah Sakit Indonesia di Utara jalur Gaza. Semoga Allah membalas semua kebaikan kalian,” ujarnya. Senada dengan itu, Kementrian Palestina melalui Reeham, Shorafa sekretaris Hubungan Luar Negeri Kemenkes mengucapkan apresiasinya kepada MER-C yang telah membangun sebuah Rumah Sakit Besar di Gaza, serta bantuan kemanusiaan lainnya. “Saya hanya ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada anda semua atas usaha yang diberikan kepada rakyat Gaza,” ujarnya. MER-C, adalah sebuah lembaga kemanusiaan yang saat ini tengah membangun RS Indonesia di Utara Jalur Gaza. Sebuah rumah sakit yang saat ini tengah dalam proses akhir penyelesaian, dan sedang menunggu kelengkapan alat-alat kesehatan. Diberitakan sebelumnya, peralatan RS Indonesia saat ini sudah mulai didatangkan ke rumah sakit yang jaraknya hanya 2,5 km dari perbatasan. Ahad 19/4 lalu sebanyak 90 ranjang pasien sudah berdatangan, selain itu peralatan seperti 4 unit meja operasi, 10 ventilator, nebulizer untuk ICU juga sudah tiba. Pihak MER-C sendiri juga sudah merencanakan akan segera membuka RS Indonesia ini agar segera beroperasi. Komunikasi intensif dengan Kementrian Kesehatan Pemerintah Palestina sedang dilakukan. Rumah sakit ini memang sangat dinantikan oleh warga Gaza untuk segera beroperasional. Situasi Gaza yang tidak menentu dan senantiasa dalam ancaman peperangan. MER-C juga membuka kesempatan kepada para dermawan dan donatur yang ingin memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan dan pengadaan alkes RS Indonesia di Gaza Palestina dapat disalurkan melalui: BNI Syariah No. Rek. 08.111.929.73, BCA No. Rek. 686.0153.678, BRI No. Rek. 033.501.0007.60308, BSM No. Rek. 700.1352.061, BMI No. Rek. 301.00521.15, atas nama Medical Emergency Rescue Committee. (K01/R02) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/merc-bagikan-1000-paket-sembako-untuk-pns-di-jalur-gaza/
DPR RI APRESIASI PEMBANGUNAN RS INDONESIA DI GAZA

Ketua DPR RI Setya Novanto (tengah), didampingi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, dengan Presidium MER-C Joserizal Jurnalis. (Foto: Rendi/MINA) Jakarta, 1 Rajab 1436/20 April 2015 (MINA) – Ketua DPR RI Setya Novanto sangat mengapresiasi pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza Palestina yang digagas lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui sumbangan dana amanah rakyat Indonesia. “Kami sangat mengapresiasi pendirian Rumah Sakit Indonesia di Gaza sebagai langkah konkret dukungan Rakyat Indonesia untuk Rakyat Palestina,” kata Novanto saat menerima kunjungan delegasi MER-C dipimpin oleh dr. Joserizal Jurnalis, di ruang kerjanya Lantai III Gedung Nusantara III, kompleks DPR/MPR/DPD Senayan, Senin (20/4). Didampingi Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Staf Ahli Ketua DPR Nurul Arifin, Ketua DPR lebih lanjut menyambut baik peresmian RS Indonesia yang dijadwalkan pada awal Juni 2015 mendatang dan berniat hadir dalam peresmian itu. MER-C telah melakukan koordinasi intensif bersama pemerintah mengenai rencana peresmian RS Indonesia di Jalur Gaza tersebut. “Kami benar-benar menyambut baik, bangunan RS Indonesia desainnya sangat bagus,” ujar Novanto saat melihat galeri foto proses pembangunan RS Indonesia di Gaza pada hardcopy presentasi MER-C yang diterimanya. Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR bidang Kesejahteraan Rakyat, mengatakan, RS Indonesia merupakan aksi nyata sumbangan rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. Dia juga mengusulkan kepada Ketua DPR agar pemerintah memberikan anggaran untuk mendukung aktifitas RS Indonesia itu dalam perencanaan APBN nanti. “Tentunya ini membawa Indonesia menjadi terdepan dalam dukungan kepada Palestina melalui berbagai bantuan nyatanya,” ujar Fahri. Fahri Hamzah yang akan memimpin sidang pembahasan Palestina dalam Konferensi Parlemen Asia Afrika 2015 tanggal 23 April 2015 mendatang, menyatakan, akan menjadikan pembangunan RS Indonesia, menjadi salah satu bahan presentasi dalam sidang konferensi tersebut. Rumah Sakit Indonesia berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza Utara, merupakan sumbangan rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina yang digagas oleh lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Pekerjaan pembangunan fisik RS Indonesia itu juga dikerjakan sendiri oleh anak-anak bangsa yang datang langsung ke Jalur Gaza, termasuk para insinyur antara lain Ir. Nur Ikhwan Abadi, Ir. Edi Wahyudi. Rombongan relawan terakhir yang ada sekarang juga mengawal proses pengadaan alat-alat kesehatan bernilai Rp. 65,1 miliar lebih. Rumah Sakit itu dibangun di atas areal seluas 16.261 m2 yang merupakan wakaf dari Pemerintah Palestina di Gaza, berlantai dua tambah basement, dengan tipe rumahsakit traumatologi dan rehabilitasi, kapasitas 100 tempat tidur. Proses pembangunan yang cukup sulit, karena terbatasnya material di daerah terblokade tersebut akhirnya bisa terealisasi, meskipun para relawan sempat menghadapi dua peperangan besar pada 2012 dan 2014 saat proses pengerjaan berlangsung, namun demikian para relawan tetap tegar dan terus melanjutkan pembangunan. Warga Gaza sangat menantikan RS Indonesia ini beroperasi. MER-C, mengharapkan dukungan dari rakyat Indonesia dengan memberikan dukungan dan bantuan baik moril maupun material. Tak menerima bantuan asing. Pembangunan RSI dimulai sejak 14 Mei 2011. Pada akhir April 2012, pembangunan tahap 1 untuk struktur RS Indonesia selesai. Pada 1 November 2012, pembangunan tahap 2 RS Indonesia untuk pekerjaan Arsitektur dan ME (Mechanical Elctrical) dimulai dan selesai pada akhir 2014. Diplomasi Kemanusiaan Presidium MER-C Joserizal menyatakan, RS Indonesia yang dibangun anak-anak bangsa adalah rumah sakit terbesar dan terlengkap di Gaza. “RS Indonesia dibangun atas dana amanah dari rakyat Indonesia, ada yang menyumbang Rp 1000, Rp 100.000, hingga 100 juta rupiah. Oleh karena itu, karena dari dana publik, tentunya MER-C perlu melaporkan kepada wakil rakyat,” kata dokter ahli bedah tulang itu. Dalam pertemuan dengan Pimpinan DPR, Joserizal melaporkan total biaya untuk RS Indonesia menghabiskan Rp 120 miliar yang didapat dari pengumpulan dana 100 persen sumbangan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Joserizal menyatakan RS Indonesia di Jalur Gaza Palestina dapat menjadi humanitarian diplomacy (diplomasi kemanusiaan), di mana setelah peresmian Indonesia akan ada pertukaran para ahli Indonesia dan Palestina khususnya di bidang medis. Untuk merealisasikan diplomasi kemanusiaan di Palestina, MER-C juga telah membangun bangunan Wisma Indonesia bersebelahan dengan RS Indonesia di Gaza, sebagai representasi rakyat Indonesia di Palestina. “Meski nantinya RS Indonsia diserahkan ke Palestina, namun dukungan riil rakyat Indonesia akan terus berjalan, tukar menukar knowledge melalui para ahli Indonesia dan Palestina, tentunya menjadikan persahabatan Indonesia-Palestina semakin kokoh,” ujarnya.”(L/R05/P011-P2) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/dpr-ri-sambut-peresmian-rs-indonesia-di-gaza/
TIBA 90 UNIT RANJANG PASIEN RS INDONESIA DI GAZA

Paket berisi Patiens Beds tiba di halaman Rumah Sakit Indonesia. foto : MINA Gaza, 1 Rajab 1436 / 20 April, 2015 (MINA) – Setelah tertunda selama lebih dari dua bulan, akhirnya 90 unit “patient beds” (ranjang pasien), tiba di Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya Jalur Gaza Palestina, Ahad 19/4. “Alhamdulillah, ranjang untuk pasien sudah tiba, hari ini kita baru terima 45, Senin besok akan tiba lagi 45, jadi semua total 90 unit,” kata Muqarrabbin Al Fikri, Ketua Mer-c Cabang Gaza, kepada Kantor Berita Islam Miraj (MINA) di Bayt Lahiya, Ahad 19/4. Fikri menjelaskan proses kedatangan alat kesehatan ini sempat tertunda selama beberapa bulan, akibat tertahan di Israel. “Seharusnya ranjang pasien ini datangnya akhir Januari yang lalu, namun proses pengurusan dan perizinan masuk ke Jalur Gaza cukup rumit dan sulit, sehingga tertunda lebih dari dua bulan” terangnya. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Ranjang Patient untuk RS Indonesia. fot : MINA Selain itu, pemuda lajang yang masih menempuh kuliah di Universitas Islam Gaza ini juga menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu alat kesehatan lain yang masih belum tiba. “Kami masih menunggu alat kesehatan yang lain seperti Paket Radiologi, X-Ray, CT Scan dan jika proses perizinan masuk ke Gaza lancar, kita harapkan akhir bulan April ini akan segera tiba” tambahnya. Sementara itu pantauan MINA di lapangan, beberapa alat kesehatan lain sudah ada yang tiba di Rumah Sakit Indonesia, seperti alat kesehatan untuk ruang Operasi dan ICU berupa ventilator, nebulizer dan meja operasi. Diharapkan dalam waktu dekat Rumah Sakit Indonesaia di Jalur Gaza akan segera beroperasi sehingga bisa segera membantu masyarakat Gaza. Fikri juga mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Rakyat Indonesia yang telah mendukung baik moril dan material, demi berdirinya Rumah Sakit yang mengangkat nama Indonesia di kancah internasional ini. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Paket Patient Beds untuk Rumah Sakit Indonesia. Foto : MINA “Meskipun banyak ujian yang kami alami, namun Insya Allah kami akan terus menjalankan amanah ini, rakyat Indonesia rakyat yang dermawan, terkadang kami haru, banyak penyumbang RSI ini dari yang berasal dari kalangan kurang mampu” ujarnya. Dia menambahkan “untuk itu, saya atas nama relawan Indonesia yang ada di Gaza, menyampaikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada rakyat Indonesia yang telah menyumbangkan rupiah demi rupiah mereka untuk terealisasinya Rumah Sakit ini. dari tanah penuh berkah ini kami mendoakan semoga para donatur diberikan balasan oleh Allah dengan sebaik-baik balasan dari sisi-NYA” Rumah Sakit Indonesia merupakan sumbangan rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina yang digagas oleh lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Proses pembangunan RS Indonesia sendiri dikerjakan oleh anak-anak bangsa yang datang langsung ke Jalur Gaza. Proses pembangunan yang cukup sulit, karena terbatasnya material didaerah terblokade tersebut akhirnya bisa terealisasi, meskipun para relawan sempat menghadapi dua peperangan besar pada 2012 dn 2014 saat proses pengerjaan berlangsung, namun demikian para relawan tetap tegar dan terus melanjutkan pembangunan. Warga gaza sangat menantikan beroperasionalnya RS Indonesia ini, sementara itu para relawan MER-C tengah bekerja keras agar rumah sakit segera beroperasi. MER-C, mengharapkan dukungan dari rakyat Indonesia dengan memberikan dukungan dan bantuan baik moril maupun material. Untuk para dermawan dan donatur yang ingin memberikan dukungan dan bantuan Dukungan dan bantuan untuk pengadaan alkes RS Indonesia di Gaza Palestina dapat disalurkan melalui: BNI Syariah No. Rek. 08.111.929.73, BCA No. Rek. 686.0153.678, BRI No. Rek. 033.501.0007.60308, BSM No. Rek. 700.1352.061, BMI No. Rek. 301.00521.15, atas nama Medical Emergency Rescue Committee. (K01/P2) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/tiba-90-unit-ranjang-pasien-rs-indonesia-di-gaza/