MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

FPI Kembali Sumbang 500 Juta Rupiah Untuk RS Indonesia Di Gaza

Front Pembela Islam (FPI) saat memberikan sumbangan dana untuk RS Indonesia, di Gaza, Palestina kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) (Foto: Chamid/MINA) Jakarta, 12 Rabiul Awwal 1436/3 Januari 2015 (MINA) – Front Pembela Islam (FPI) kembali menyumbangkan dana sebesar  Rp 500  juta untuk bank darah di Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza. Imam besar FPI, Habib Rizieq Syihab menyatakan hal itu dalam acara Tablig Akbar di Jakarta, Jum’at (2/1) malam. “Alhamdulillah, tahap pertama beberapa waktu lalu sudah kita sumbangkan sebesar Rp 500 juta dan sekarang kita sumbangkan lagi tahap kedua sebesar Rp 500 juta. Insya Allah bulan depan kita akan berikan lagi Rp 500 juta, jadi total Rp. 1,5 milyar, ” kata Rizieq.   Sumbangan tersebut disalurkan melalui lembaga kemanusian Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang langsung diserahkan kepada ketua presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah, disaksikan para jamaah tablig akbar di Petamburan, Jakarta. “Bantuan ini 100 persen berasal dari  masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke melalui FPI,” imbuhnya. FPI sebelumnya juga telah memberikan bantuan dananya melalui MER-C sebesar Rp 500 juta yang diterima oleh Presidium MER-C, Jozerizal Jurnalis dan ketua pembangunan RS Indonesia di Gaza, Farid Thalib dalam acara Tablig Akbar FPI di Jakarta, Ahad (7/12) lalu. FPI adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta. Selain beberapa kelompok internal, FPI memiliki kelompok Laskar Pembela Islam, kelompok paramiliter yang melakukan aksi-aksi “penertiban” (sweeping) terhadap kegiatan-kegiatan yang dianggap maksiat atau bertentangan dengan Syariat Islam terutama pada bulan Ramadan. FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 bertepatan dengan 24 Rabiuts Tsani 1419 H di halaman Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, Jakarta Selatan. FPI dibentuk oleh sejumlah Habaib, Ulama, Mubaligh dan aktivis Muslim serta disaksikan ratusan santri yang berasal dari Jabotabek. FPI dibentuk dengan tujuan untuk mencegah kemunkaran dan kemaksiatan di Indonesia. Hingga kini, sebanyak 19 relawan Indonesia di RS Indonesia masih berada di Jalur Gaza untuk menyelesaikan pekerjaan akhir Rumah Sakit Indonesia serta mengawal pengadaan alat kesehatan agar rumah sakit dapat segera beroperasi. Sebelumnya MER-C juga menerima sumbangan  dari komunitas musik metal sebesar Rp 89.615.000, PT. Samick Indonesia, perusahaan Korea yang memproduksi alat musik gitar dan piano, menyumbang Rp 64.963.500 dan komunitas musik aliran underground Bandung sebesar 2.002.200 rupiah serta Orang Indonesia (OI) atau Iwan Fals Fans Club (IFFC) sebesar 90.866.900   sebagai bentuk persaudaraan pada warga Gaza, Palestina. (L/P010 Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/fpi-kembali-sumbang-500-juta-rupiah-untuk-rs-indonesia-di-gaza/        

Ormas “Orang Indonesia” Sumbang Gaza Disaksikan Iwan Fals

Sekjen ormas OI Ainur Rofiq saat memberikan bantuan kepada ketua presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah (Foto:Chamid/MINA) Depok, 5 Ra’biul Awwal 1435/27 Desember 2014 (MINA)– Kepedulian terhadap Palestina tak berhenti, Sabtu sore, Sekjen Ormas Orang Indonesia (OI) Ainur Rofiq mewakili anggotanya memberikan bantuan dana sebesar Rp. 90.866.900 untuk Gaza, Palestina. OI sebelumnya bernama Iwan Fals Fans Club (IFFC) yang menghimpun penggemar-penggemar penyanyi Iwan Fals yang dikenal dengan karya-karyanya yang mempunyai kepedulian sosial yang tinggi.  Sumbangan tersebut disalurkan melalui lembaga kemanusian Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang langsung diserahkan kepada ketua presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah, disaksikan musisi Iwan Fals, Ketua KPK Abraham Samad dan para penonton Konser Pelangi di Panggung Kita, Leuwinanggung, Tapos, Depok, Sabtu sore. “Kami menyediakan nomor rekening tersendiri bagi anggota Ormas OI yang akan memberikan bantuan dana untuk Palestina, hal itu untuk memudahkan mereka ketika ingin menyumbang,” kata Sekjen Ormas OI Ainur Rofiq kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA). Rofiq mengatakan, kepedulian Ormas OI kepada Palestina berawal dari adanya agresi Israel yang dilakukan kepada Palestina. Sehingga ia dan anggotanya selama 6 bulan sepakat menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk disumbangkan kepada rakyat Palestina. “Bukan hanya anggota Ormas OI di seluruh Indonesia saja, akan tetapi yang diluar negeri pun juga banyak memberikan bantuannya kepada rakyat Gaza di Palestina, misalnya; Hongkong, Mesir, Jepang, Swiss,” kata Rofiq. Dia juga mengatakan, bukan hanya kali ini saja ormas OI memberikan bantuan kemanusiaan, sebelumnya mereka juga aktif terlibat diberbagai kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Ormas OI asal mulanya adalah komunitas Iwan Fals Fans Club (IFFC). Pertemuan pertama dilaksanakan pada 15-17 Agustus 1999 di tempat tinggal Iwan Fals, Desa Leuwinanggung, Depok. “Terakhir kami juga ikut turun membantu mengevakuasi korban longsor di Banjarnegara,” ujarnya. Ia menambahkan, selain dari anggota-anggota OI, sumber dana juga didapatkan dari setiap konser Iwan Fals dan Band yang diselenggarakan, mereka biasanya meletakan tiga kardus di depan pintu masuk panggung konser sebagai kotak amal peduli Palestina. “Kami sengaja menyerahkan bantuan ini melalui MER-C, karena kami tahu lembaga ini sangat peduli dan aktif membantu kegiatan sosial di Palestina,” katanya. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Iwan Fals saat menerima kaos Rumah Sakit Indonesia dari ketua presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah (Foto: Chamid/MINA) MER-C adalah lembaga medis kemanusiaan yang memprakarsai pembangunan RS Indonesia di Gaza berdasarkan amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. Hingga kini, sebanyak 19 relawan Indonesia di RS Indonesia masih berada di Jalur Gaza untuk menyelesaikan pekerjaan akhir Rumah Sakit Indonesia serta mengawal pengadaan alat kesehatan agar rumah sakit dapat segera beroperasi. Sebelumnya MER-C juga menerima sumbangan  dari komunitas musik metal sebesar Rp 89.615.000, PT. Samick Indonesia, perusahaan Korea yang memproduksi alat musik gitar dan piano, menyumbang Rp 64.963.500 dan komunitas musik aliran underground Bandung sebesar 2.002.200 rupiah sebagai bentuk persaudaraan pada warga Gaza, Palestina. (L/P010/R11/P2) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/ormas-oi-sumbang-puluhan-juta-untuk-gaza-di-palestina/                  

MER-C Berikan Santunan Kepada Keluarga Relawan RS Indonesia

Mer-C Berikan santunan kepada Relawan RS Indonesia (Foto : MINA) Jakarta, 2 Rabi’ul Awwal1436H/24 Desember 2014M (MINA) – Lembaga Swadaya Masyarakat Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) menyalurkan santunan kepada keluarga relawan Rumah Sakit Indonesia yang ada di Indonesia. Sumbangan ini adalah untuk memperkuat kondisi keluarga relawan yang ditinggal sumbangan ini berupa Sembilan bahan Pokok (sembako) yang akan diterima langsung kepada keluarga relawan RS Indonesia yang ada di Indonesia, kata Mer-C kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jakarta. Selasa  Mer-C mengakui sudah berkunjung keluarga-keluarga relawan RS Indonesia di Gaza mereka sangat bangga tugas mulia yang dilakukan didaerah konfilik”. Dia menambahkan, Santuan belam bentuk sembako tersebut diterima langsung kepada keluarga Relawan. Sementara Supdiani yang merupakan Ayah dari Muhamad gulam romdony relawan RS Indonesia mengatakan, “terima kasih atas santunan dari pihak Mer-C yang sudah menyempatkan waktu bersilaturohim ke rumah kami”, ujar Supdiani. Supdiani mengaku Insyallah anak kami ingin menikah, maka jika nanti anaknya pulang akan dilangsungkan pernikahannya, Keluarga terdekat para relawan RS Indonesia di Gaza mengaku sedih ditinggalkan. Namun mereka senang dan bangga karena orang-orang yang dicintai itu berangkat untuk membantu saudaranya di Palestina. Selain itu, Maryam yang merupakan anak relawan Ngatiat (Bogor) mengungkapkan, “Alhamdulillah senang dan bangga, karena Bapak bisa membantu saudara-saudara kita yang di sana (Gaza). Kami mendukung sejak awal, sebab itu perjalanan ibadah yang bagus,” kata Maryam yang masih duduk di kelas dua Madrasah Aliyah . (L/P002/R03) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/merc-berikan-santunan-kepada-keluarga-relawan-rs-indonesia/                

Kemenkes Gaza Sangat Memerlukan rumah Sakit Indonesia Segera Beroperasi

Dr. Abdullatif Al-Haj, Direktur Umum Rumah sakit se-Jalur Gaza. (Foto: MINA) Jalur Gaza, 26 Shafar 1436/19 Desember 2014 (MINA) – Pejabat Tinggi Kementerian Kesehatan Palestina juga menjabat sebagai Direktur Umum Rumah Sakit se-Jalur Gaza, Abdullatif Al-Haj, mengungkapkan tentang kondisi Gaza yang saat ini sangat memerlukan Rumah Sakit (RS) Indonesia untuk bisa segera beroperasi.   Pernyataan Abdullatif Al-Haj itu disampaikan di sela-sela kunjungannya bersama para pejabat Kementerian Kesehatan Palestina ke RS Indonesia di utara Gaza, Rabu (17/12). “Warga Jalur Gaza, khususnya yang berdomisili di wilayah utara sangat membutuhkan keberadaan Rumah Sakit Indonesia ini. Kami sangat mengharapkan Rumah Sakit Indonesia ini bisa segera beroperasi,” ungkap Abdullatif Kepada Koresponden Kantor Berita Islam Mi’raj (Mi’raj Islamic News Agency-MINA) di Gaza.  Menurut dia, kebutuhan mendesak tersebut dikarenakan semakin parahnya krisis kesehatan yang mendera Jalur Gaza terutama setelah agresi militer pendudukan Israel atas Jalur Gaza selama 51 hari pada Juli-Agustus lalu. Abdullatif mengatakan, sebelum terjadinya agresi militer Israel akhir-akhir ini, krisis medis yang dialami oleh seluruh rumah sakit sudah parah karena blokade yang diterapkan entitas Zionis itu selama lebih dari delapan tahun. “Setelah agresi militer Zionis, krisisnya semakin parah. Apa lagi selama agresi berlangung seluruh sumber daya medis di Gaza terkuras habis,” ujarnya. Dia menambahkan, kondisi parah itu semakin diperburuk oleh kebijakan pemerintah Mesir yang menutup pintu perbatasan Rafah selama lebih dari dua bulan sehingga tidak ada delegasi medis mau pun umum yang bisa masuk ke Gaza. Dalam kunjungan singkat yang dipimpin oleh Wakil Menteri Kesehatan Palestina tersebut, Abdullatif menjelaskan di antara kendala yang menimpa sektor kesehatan di Gaza adalah minimnya biaya operasional yang masuk dan tidak sesuai dengan kebutuhan. “Sedikitnya dibutuhkan dana sebesar 25 juta shekel (80 miliar rupiah) per bulan untuk seluruh rumah sakit di Jalur Gaza agar bisa beroperasi. Namun, kenyataannya hanya sekitar 1,5 shekel (lima Miliar rupiah) dana yang masuk dalam satu bulannya. Hal tersebut menyebabkan lebih dari 60 persen petugas medis Gaza harus bekerja tanpa gaji dalam beberapa bulan terakhir,” ungkap Abdullatif.   Terima Kasih Indonesia   Delegasi Kemenkes Palestina bersama tim relawan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. (Foto: MINA)  Sebelum mengakhiri kunjungannya, Abdullatif menitip pesan kepada Pemerintah Indonesia bahwa rakyat Palestina sangan berterima kasih atas segala dukungan yang selama ini diberikan dan mengharapkan peningkatan bantuan serta dukungan tersebut melihat Indonesia memiliki potensi yang lebih sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.  “Kami sangat berterima kasih kepada Indonesia yang terus komitmen dan konsisten dalam mendukung perjuangan Palestina. Harapan kami, Indonesia dapat meningkatkan dukungannya karena kami melihat Indonesia merupakan negara yang sangat besar dan kaya akan sumber daya alam. Kami yakin Indonesia dapat melakukan hal yang lebih untuk Palestina,” kata Abdullatif. Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, utara Gaza, merupakan sebuah bangunan berbentuk segi delapan yang didirikan atas sumbangan dari rakyat Indonesia dengan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebagai inisiator pendirian bangunan tersebut. Bangunan yang telah selesai ini kini tinggal menunggu pengadaan alat kesehatan untuk segera beroperasi awal tahun depan. Bangunan yang cukup unik tersebut merupakan sebuah hadiah dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, dan akan menjadi sebuah sejarah tersendiri. Rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke bahu membahu memberikan yang terbaik untuk saudara-saudara mereka di Palestina.(L/K02/K03/R05) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/kemenkes-gaza-sangat-memerlukan-rumah-sakit-indonesia-segera-beroperasi/              

Alat Kesehatan Mulai Tiba Di Rumah Sakit Indonesia Gaza

Ghulam Ramdhani (paling kanan) dan Taufeek El-Kareem (paling kiri) saat penerimaan Alkes Ventilator dan Nebilizer di RS Indonesia Gaza. (Foto: mirajnews.com) Gaza, 25 Shafar 1436/18 Desember 2014 (MINA) – Alat kesehatan (Alkes) Ventilator dan Nebulizer untuk Rumah Sakit (RS) Indonesia tiba di bangunan persegi delapan tersebut di Bayt Lahiya, Gaza Palestina beberapa waktu lalu. “Ini merupakan alat pertama yang tiba setelah sekitar tiga pekan lalu kita menandatangani kontrak dengan supplier. Alat ini merupakan Ventilator dan Nebulizer yang akan digunakan di ICU nanti.” ujar Muhammad Ghulam Ramdhani, salah satu relawan Mechanical Engineer kepada Kantor Berita Islam Mi’raj (MINA) di Bayt Lahiya, Kamis.  Ghulam juga menjelaskan, alat kesehatan yang tiba di RS Indonesia itu baru satu item dari belasan item yang dibutuhkan, dan hingga saat ini masih menunggu dikirimnya alat kesehatan yang lain. “Ini baru satu item, masih ada belasan item lagi yang masih kita tunggu. Kontrak sudah kita tandatangani,” jelasnya. Nebulizer adalah alat untuk merubah cairan (obat) menjadi uap yang sangat halus agar bisa dihisap ke dalam saluran pernafasan dan paru-paru guna penderita Asma dan sesak nafas. Sementara ventilator berfungsi untuk membantu pernapasan pasien dengan cara memompakan udara ke paru- paru dan memonitor udara yang dihembusklan lagi. Selain itu, Ghulam juga berharap alat-alat kesehatan yang lain akan segera tiba, walau pun situasi di Gaza sangat sulit untuk memasukkan alat-alat kesehatan seperti ini. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Taufeek El-Kareem saat proses penginstalan Alkes Ventilator. (Foto mirajnews.com) “Para supplier berjanji akan melakukan yang terbaik untuk mendatangkan alat kesehatan ini, meskipun situasi di perbatasan tidak menentu, dan mereka mengaku harus kerja ekstra untuk melakukannya,” ujar Ghulam. Senada dengan Gulam, supplier Alkes ventilator dan Nebulizer, Taufeek Al-Kereem juga mengatakan dia harus mengeluarkan biaya ekstra yang cukup tinggi untuk bisa memasukkan alat tersebut ke Gaza. “Saya mengeluarkan biaya ekstra untuk mendatangkan alat kesehatan ini, situasi di perbatasan sangat sulit, namun Alhamdulillah alat kesehatan ini bisa tiba tepat waktu” kata Taufeek. Taufeek menyatakan bahwa sebuah kehormatan baginya dapat bekerjasama dengan rekan-rekan dari Indonesia dan akan melakukan yang terbaik untuk rumah sakit sumbangan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina itu. “Saya ucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia dan satu kehormatan buat saya untuk bekerjsama dengan teman-teman semua,” ujarnya. Rumah Sakit Indonesia di Gaza merupakan sebuah bangunan berbentuk segi delapan yang didirikan atas sumbangan dari rakyat Indonesia dengan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebagai inisiator pendirian bangunan tersebut. Bangunan yang telah selesai ini kini tinggal menunggu pengadaan alat kesehatan untuk segera beroperasi awal tahun yang akan datang. Bangunan yang cukup unik tersebut merupakan sebuah hadiah dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina, dan akan menjadi sebuah sejarah tersendiri. Rakyat Indonesia dari Sabang sampai Marauke bahu membahu memberikan yang terbaik untuk saudara-saudara mereka di Palestina. (L/K01/R05) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/alat-kesehatan-mulai-tiba-di-rumah-sakit-indonesia-gaza/                        

FPI Sumbang Bank Darah Untuk RS Indonesia Di Gaza

FPI sumbang bank darah untuk RS Indonesia di Gaza (Foto: mirajnews.com) Jakarta, 14 Shafar 1436/7 Desember 2014 (MINA) – Front Pembela Islam (FPI) menyumbangkan dana sebesar  Rp 1,5 milyar untuk bank darah di rumah sakit Indonesia (RSI) di Gaza melalui lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Imam besar FPI Habib Rizieq Syihab menyatakan hal itu dalam acara tablig akbar FPI di Jakarta, Ahad. “Alhamdulillah, sumbangan tahap pertama sebesar Rp 500 juta. Insya Allah bulan depan kita akan berikan lagi Rp 1 milyar,” kata Rizieq. “Bantuan ini 100 persen berasal dari  masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke melalui FPI,” imbuhnya.  Sementara itu ketua pembangunan RSI di Gaza Farid Thalib mengatakan peresmian Rumah sakit itu akan dilakukan pada Januari 2015. ”Insya Allah dana sudah mencukupi untuk melengkapi alat kesehatannya dan peresmian akan segara dilakukan,” katanya. Presidium MER-C, Jozerizal Jurnalis mengatakan dalam melawan Israel, umat Islam harus berjama’ah. “ Umat islam cukup memiliki potensi dan kekuatan untuk menolong saudaranya di Palestina dalam berjuang melawan penjajahan Israel. Keberadaan RSI di Gaza merupakan suatu bentuk partisipasi masyarakat Indonesia dalam melawan penjajah,” katanya. Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta.Selain beberapa kelompok internal, FPI memiliki kelompok Laskar Pembela Islam, kelompok paramiliter yang melakukan aksi-aksi “penertiban” (sweeping) terhadap kegiatan-kegiatan yang dianggap maksiat atau bertentangan dengan Syariat Islam terutama pada bulan Ramadan. FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 (atau 24 Rabiuts Tsani 1419 H) di halaman Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, Jakarta Selatan. FPI dibentuk oleh sejumlah Habaib, Ulama, Mubaligh dan Aktivis Muslim serta disaksikan ratusan santri yang berasal dari Jabotabek. FPI dibentuk dengan tujuan untuk mencegah kemunkaran dan kemaksiatan di Indonesia.(L/P009/R03). Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/fpi-sumbang-bank-darah-untuk-rs-indonesia-di-gaza/        

MER-C Kembali Terima Bantuan Untuk Pembangunan Rumah Sakit Indonesia

Ketua Yayasan Nurul Jihad, Dr. Firdaus Syam, MA (Foto: MINA) Jakarta, 12 Safar 1436/5 Desember 2014 (MINA) – Medical Emergency Rescue-Comitte (MER-C) kembali menerima donasi untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Jum’at (5/12) siang. Bantuan kali ini datang dari Yayasan Masjid Nurul Jihad dan Yayasan Masjid At-Taqwa, Tebet, Jakarta Selatan. Kedua yayasan ini memberikan bantuan dana masing-masing Rp. 12. 033.000,00 dan Rp. 2.000.000,00 sehingga total bantuan menjadi Rp. 14.033.000,00. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh ketua Yayasan Nurul Jihad, Dr. Firdaus Syam, MA dan diterima MER-C di Masjid Nurul Jihad, Tebet.  Dalam sambutannya, ia menyatakan, bantuan itu dikumpulkan oleh seluruh jamaah masjid yang memang diniatkan untuk membantu warga Palestina khususnya daerah Jalur Gaza. “Ini adalah bantuan dari seluruh jamaah masjid untuk saudara-saudara kita di Palestina, khususnya daerah yang paling parah terkena dampak serangan Israel,” katanya. Ia berharap, bantuan tersebut bisa bermanfaat meskipun jumlahnya tidak besar. Ia juga berharap, para relawan dari MER-C terus membantu Gaza. “Semoga bantuan yang tidak banyak ini bisa meringankan beban warga Palestina, dan kami berharap, relawan MER-C tidak berhenti dan harus jangan sampai berhenti sampai Palestina merdeka,” ujarnya. Sebelumnya pada Agustus lalu, lembaga ini telah menerima bantuan dari masyarakat Aceh Rp. 6.379.606.470, termasuk emas 12 gram. Kemudian pada Oktober, masyarakat Aceh kembali menyalurkan bantuan untuk kedua kalinya sebesar Rp. 208.654.163.   Tentang MER-C MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak di bidang kegawatdaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, profesional serta netral. Tujuan MER-C adalah memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri. Awalnya, organisasi ini dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa Universitas Indonesia yang berinisiatif melakukan tindakan medis untuk membantu korban konflik di Maluku, Agustus 1999. Sejak dibentuk, lembaga ini telah mengirim tim medisnya ke berbagai daerah konflik perang, krisis kemanusiaan, wilayah bencana di seluruh dunia. MER-C juga berpartisipasi dalam berbagai misi kemanusiaan nasional dan internasional, salah satunya adalah upaya untuk membuka bloklade Israel atas Jalur Gaza, Palestina, dengan ikut serta dalam konvoi kapal Mavi Marmara 2010. Dengan prinsip rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam), MER-C memberi  “pertolongan” kepada semua makhluk, baik personal maupun kelompok tanpa melihat latar belakang, agama, mazhab, kebangsaan, etnis, golongan, politik, penjahat atau bukan, dan pemberontak atau bukan, melainkan atas dasar kegawatan. (L/P011/P2) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/merc-kembali-terima-bantuan-untuk-pembangunan-rumah-sakit-indonesia/              

MER-C Ajukan Program Bantuan Indonesia Untuk Palestina

Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), DR. Joserizal Jurnalis. (Foto: MINA) Jakarta, 6 Shafar 1436/29 November 2014 (MINA) – Presidium lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), DR. Joserizal Jurnalis mengajukan program bantuan Indonesia untuk palestina. “Kami mengusulkan kepada pemerintah dan warga Indonesia untuk melaksanakan program bantuan dengan membantu diplomasi untuk membuka isolasi di Gaza,” kata Joserizal dalam sebuah seminar terkait dengan hari solidaritas Palestina di Jakarta. Joserizal menyebutkan, salah satu langkah Indonesia untuk Palestina, selain membantu diplomasi guna membuka isolasi di Gaza, juga perlu melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan bagi masyarakat Gaza.  Indonesia melalui Kementrian Luar Negeri, Jumat menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati hari solidaritas internasional untuk Palestina yang ditetapkan oleh PBB. Kemenlu juga mengadakan pameran foto yang menampilkan gambar-gambar dukungan rakyat dan pemerintah Indonesia terhadap Palestina selama ini, juga foto-foto tim lembaga MER-C saat membangun RS Indonesia di Jalur Gaza. Acara tersebut juga dihadiri oleh Koordinator Perwakilan PBB untuk Indonesia, Douglas Broderick, Duta Besar Palestina di Indonesia, Fariz N. Mehdawi. MER-C MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak di bidang kegawatdaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, profesional serta netral. Tujuan MER-C memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri. Awalnya, organisasi ini dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa Universitas Indonesia yang berinisiatif melakukan tindakan medis untuk membantu korban konflik di Maluku, Agustus 1999. Sejak dibentuk, lembaga ini telah mengirim tim medisnya ke berbagai daerah konflik perang, krisis kemanusiaan, wilayah bencana di seluruh dunia. MER-C juga berpartisipasi dalam berbagai misi kemanusiaan internasional, salah satunya upaya untuk membuka bloklade Israel atas Jalur Gaza, Palestina, dengan ikut serta dalam konvoi kapal Mavi Marmara 2010. Dengan prinsip rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam), MER-C memberi  “pertolongan” kepada semua makhluk, baik personal maupun kelompok tanpa melihat latar belakang, agama, mazhab, kebangsaan, etnis, golongan, politik, penjahat atau bukan, dan pemberontak atau bukan, melainkan atas dasar kegawatan. (L/P006/P008/R01) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/merc-ajukan-program-bantuan-indonesia-untuk-palestina/                

MER-C Tandatangani Kontrak Dengan Penyedia Alkes RS Indonesia di Gaza

Ir. Edy Wahyudi (kanan) dan Maher Elsham (kiri), saat menandatangani kontrak pengadaan Alkes untuk RS Indonesia di Gaza (Foto : MINA) Gaza, 1 Shafar 1436 / 24 November 2014 (MINA) – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tandatangani kontrak dengan penyedia (Supplier) alat kesehatan (Alkes) untuk Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Palestina, Ahad (23/11). Penandatanganan kontrak dilaksanakan di Rumah Sakit Indonesia yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza bagian utara yang diwakili oleh Ir. Edy Wahyudi, manager proyek pembangunan RS Indonesia. “Alhamdulillah hari ini bisa dilaksanakan penandatanganan kontrak dengan supplier RS Indonesia, dan rencananya alat alat kesehatan tersebut akan tiba dalam 6-7 pekan yang akan datang,” kata Wahyudi kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza.  Alat kesehatan yang dipesan adalah patient beds atau ranjang pasien, paket alat-alat operasi, central steril, hospital furniture, medical electronic dan patient monitor. Diharapkan pada awal tahuan 2015 alat-alat kesehatan yang dipesan tersebut akan segera tiba di RS Indonesia sehingga bisa segera beroperasi. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Rumah Sakit Indonesia, di Gaza Palestina (Foto: MINA) Menjawab pertanyaan MINA, tentang sulitnya masuk barang barang ke Jalur Gaza akibat perbatasan yang belum terbuka secara penuh, Shadi Abdul Qadir, salah seorang supplier mengatakan bahwa mereka akan mengusahakan semaksimal mungkin sesuai dengan jadwal yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. “Kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk mendatangkan alat-alat kesehatan ini, kami juga ucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas banatuan yang telah diberikan,” ujar Shadi. Direncanakan pengadaan alat kesehatan RS Indonesia tersebut dilakukan sejak bulan Juli lalu, namun saat itu terjadi  agresi besar besaran Israel terhadap jalur Gaza yang mengakibatkan tertutupnya kemungkinan pengadaan alat kesehatan. Perang yang berlangsung selama 51 hari tersebut menjadi salah satu kendala tertundanya pengadaan alat kesehatan dan penyelesaian bangunan pendukung RS Indonesia. Sementara itu saat ini para relawan Indonesia yang berjumlah 19 orang saat ini sedang menyelesaikan pembangunan pendukung RS Indonesia yaitu Guess House yang nantinya akan digunakan tempat tinggal para relawan yang akan datang untuk bekerja di Rumah Sakit Indonesia. Direncanakan pada bulan Februari yang akan datang RS Indonesia akan diresmikan serta di serah terimakan kepada rakyat gaza untuk segera beroperasional. (L/K01/R11) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/merc-tandatangani-kontrak-dengan-penyedia-alkes-rs-indonesia-di-gaza/                

Rumah Sakit Indonesia di Gaza Segera Diresmikan

Presidium MER-C Indonesia dr Sarbini Abdul Murad di damping Direktur Kampanye Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza Luly Larissa Aqil dan Sekretaris Rima Manzanaris dan wartawan LKBN-Antara Andi Jauhari bersilaturrahim dengan Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad (AM) Fachir di Gedung Kemlu. Jakarta, (Antaranews Bogor) – Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, yang dibangun dengan bantuan dana masyarakat segera diresmikan, rencananya pada Februari 2015, kata pegiat organisasi kegawatdaruratan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia dr Sarbini Abdul Murad. “Bangunan fisik rumah sakit sudah siap, sedangkan alat-alat medis pendukung juga sedang dilengkapi,” kata anggota Presidium MER-C Indonesia itu saat bersilaturrahim dengan Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad (AM) Fachir di Gedung Kemlu, Pejambon, Jakarta, Jumat. Dipimpin Sarbini Abdul Murad delegasi MER-C Indonesia didampingi Direktur Kampanye Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza Luly Larissa Aqil dan Sekretaris Rima Manzarianis dan wartawan Antara, delegasi melaporkan perkembangan pembangunan RS itu kepada Wamenlu. Pembangun RSI di Gaza itu, berawal dari misi tim bantuan kemanusiaan Indonesia yang membawa bantuan obat-obatan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina, akhir 2008 hingga awal 2009, dipimpin dr Rustam S Pakaya, MPH yang saat itu menjabat Kepala Pengendalian Krisis (PPK) Departemen (Kementerian) Kesehatan dan Direktur Urusan Timur Tengah Departemen Luar Negeri Aidil Chandra Salim, M.Comm. Dalam perkembangannya, kemudian MER-C menggalang dana dari masyarakat Indonesia hingga akhirnya terwujud RSI di Gaza, yang lokasinya berada di di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Pada kesempatan itu Sarbini juga menjelaskan bahwa menjelang tuntasnya pembangunan RSI di Gaza, juga terdapat sejumlah kendala di mana arus barang dan juga manusia –termasuk di dalamnya relawan MER-C Indonesia–untuk masuk ke Gaza dari pintu Rafah, yakni perbatasan Mesir dan Gaza, Palestina kini tidak mudah. Atas kondisi tersebut, ia mengharapkan ada bantuan dari pemerintah Indonesia guna melancarkan mobilitas barang dan manusia dari Mesir ke Gaza sehingga RSI dapat segera diselesaikan pembangunannya. Setelah mendapatkan laporan tersebut Wamenlu AM Fachir –yang ketika misi RSI tersebut digagas dan kemudian berjalan– adalah Dubes Indonesia di Kairo, Mesir, menyatakan akan berupa membantu. “Kami akan komunikasikan dengan Dubes Mesir di Jakarta, Dubes Indonesia di Kairo dan pihak-pihak terkait yang dapat membantu sehingga semuanya berjalan lancar,” kata diplomat senior yang baru beberapa bulan menjalankan tugas menjadi Dubes RI di Arab Saudi, dan kemudian dipercaya menjadi Wamenlu itu. Ia mengaku bahwa misi kemanusiaan membangun RSI di Gaza itu sangat mulia, termasuk membangun jembatan hubungan yang sangat erat antara Indonesia-Palestina. Karena itu, sejauh pihaknya bisa membantu dalam rencana peresmian RSI di Gaza itu, akan diupayakan secara maksimal. Pada Jumat (23/1) 2009, maka Tim MER-C Indonesia didampingi sejumlah wartawan dari Indonesia bertemu dengan Menkes Palestina di Gaza dr Bassim Naim. Dalam kesempatan yang langka tersebut, dimanfaatkan Tim MER-C untuk menyampaikan rencana pembangunan RS Indonesia (RSI) di Jalur gaza, dan rencana tersebut disambut sangat baik. Atas nama rakyat Indonesia yang diwakili oleh dr Joserizal Jurnalis, Sp.OT dari MER-C Indonesia dan atas nama rakyat Gaza yang diwakili oleh dr Bassim Naim melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembangunan RSI di Gaza. Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh dr Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), Mursalin (Forum Umat Islam), Ir Hanibal WY Wijayanta (jurnalis ANTV), Andi Jauhari (jurnalis LKBN-Antara) dan para ulama Gaza. Sumber : http://bogor.antaranews.com/berita/10306/rumah-sakit-indonesia-di-gaza-segera-diresmikan                  

Silahkan bertanya?