MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Wisma Rakyat Indonesia di Gaza Tengah Dibangun

Gaza, Palestina – Bersamaan dengan proses pengadaan Alat Kesehatan untuk RS Indonesia di Gaza, Palestina, 19 orang relawan MER-C di Gaza juga sedang berfokus mengerjakan pembangunan Wisma Rakyat Indonesia. Wisma Rakyat Indonesia adalah bangunan yang terletak di belakang bangunan utama RS Indonesia, masih di dalam kompleks RS Indonesia. Menurut Ir. Edy Wahyudi, Site Manager program RS Indonesia, progress pembangunan Wisma Rakyat Indonesia sudah memasuki pengerjaan lantai 2. Apabila material semen tersedia, pembangunan wisma ini diperkirakan selesai pada Desember 2014. Pembangunan Wisma Rakyat Indonesia dimulai sejak tanggal 2 Juli 2014. Akibat agresi Israel yang berlangsung selama tujuh pekan pada bulan Juli – Agustus 2014 lalu, pembangunan Wisma juga sedikit terhambat. Hal ini karena mempertimbangkan keselamatan para relawan sehingga selama agresi banyak pekerjaan yang dilakukan hanya di dalam ruangan. Selain itu, pasca agresi, stok semen juga menjadi kendala. “Pembangunan RS Indonesia sudah mencapai lantai 2. Saat ini kami masih terkendala dengan stok semen di Gaza, apabila semen bisa segera masuk ke Gaza, pembangunan Wisma Rakyat Indonesia diharapkan bisa selesai pada Desember 2014, bersamaan dengan target selesainya pengadaan alat kesehatan RS Indonesia,” ujar Ir. Edy Wahyudi.  Wisma Rakyat Indonesia terletak di belakang bangunan utama RS Indonesi. Bangunan 2 lantai seluas 368 m2 ini nantinya akan berfungsi sebagai kantor MER-C Cabang Gaza dan tempat tinggal relawan yang bertugas di Gaza.                

Masyarakat Aceh Serahkan Lagi Sumbangan untuk Gaza

Jakarta – Kamis (9/10), Kabag Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi  Biro Humas Setda Aceh, dr. Mahyuzar, MSi kembali menyerahkan sumbangan dari masyarakat Aceh untuk Gaza Palestina melalui MER-C. Sumbangan sebesar Rp 208.654.163,- diserahkan di Kantor Pusat MER-C Jakarta dan diterima langsung oleh Presidium MER-C, dr. Arief Rachman.  Mahyuzar menjelaskan bahwa sumbangan kali ini berasal dari Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Aceh Selatan serta dari karyawan dan keluarga besar Bank Aceh. “Dana Rp 160 juta adalah bantuan untuk Gaza dari Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Aceh Selatan. Lalu Rp 43 juta sekian merupakan sumbangan dari karyawan dan keluarga besar Bank Aceh. Sisanya sebanyak Rp 5 juta adalah bunga di Bank Mandiri tempat kami membuka rekening ini. Semuanya menjadi total  sebesar Rp 208.654.163,-,” ujar Mahyuzar yang juga merupakan Ketua Posko Aceh untuk Gaza. Lebih lanjut Mahyuzar menyatakan bahwa dengan diserahterimakannya sumbangan ini, maka Pemerintah Aceh telah menutup sumbangan melalui Posko Aceh untuk Gaza. Namun, menurutnya, apabila ada masyarakat Aceh yang masih ingin menyumbang untuk Gaza, maka Pemerintah Daerah Aceh mempersilahkan untuk mengirimkannya langsung ke lembaga MER-C. Sebelumnya masyarakat Aceh pada 27 Agustus 2014 Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, mewakili pemerintah dan masyarakat Aceh telah menyerahkan sumbangan dana Rp 6.379.606.470 dan 12 gram emas untuk membantu warga Palestina di Gaza melalui MER-C. Sehingga total donasi dari masyarakat Aceh untuk Gaza Palestina berjumlah Rp 6.588.260.633,- Sumbangan ini akan digunakan untuk membeli alat kesehatan bagi dua ruangan di Rumah Sakit Indonesia yang akan diberi nama dua pahlawan Aceh, yaitu Cut Nyak Dien atau Teungku Chik Di Tiro. Saat ini, sebanyak 19 orang relawan MER-C masih bertugas di Gaza. Proses pengadaan alat kesehatan (alkes) pun sudah dimulai dengan masuknya dokumen penawaran dari 12 pemasok alkes di Gaza. Seluruh dokumen penawaran sedang dalam tahap evaluasi oleh Tim alkes RS Indonesia di Jakarta. Diharapkan pengadaan alkes akan selesai pada akhir tahun ini dan RS Indonesia bisa segera diserahkan kepada rakyat Gaza sebagai hadiah dari rakyat Indonesia.            

Proses Pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Telah Dimulai

Jakarta – Donasi yang masuk ke MER-C untuk pengadaan alkes sudah hampir mencapai target, yaitu senilai 65 Milyar. Saat ini relawan MER-C dari divisi konstruksi, baik yang berada di Jakarta maupun yang berada di Gaza, sudah memulai proses pengadaan alat kesehatan RS Indonesia yang telah memasuki tahap seleksi alat-alat yang akan dibeli dari pemasok alkes di Gaza.  Sebelumnya, proses ini dimulai dari keberangkatan relawan medical technologist yang datang ke Gaza pada bulan Februari 2014, dimana tim tersebut selain mendatangi berbagai tempat untuk mengetahui proses pengadaan alat kesehatan untuk rumah sakit, juga berkoordinasi dengan pihak MOH. Tim mencoba untuk mencari pemasok alat-alat kesehatan yang ada di Gaza dikarenakan apabila di Gaza tidak terdapat pemasok alkes, maka peralatan tersebut harus dibeli dan didatangkan dari luar Gaza. Tim pengadaan alat kesehatan RS Indonesia yang diketuai oleh Ahyahudin Sodri ini membagi alat kesehatan tersebut ke dalam 14 paket yang ditawarkan kepada para pemasok. Setelah pihak relawan MER-C Jakarta dan Gaza berkomunikasi secara berkesinambungan baik melalui telpon maupun skype, akhirnya terkumpul sebanyak 12 pemasok yang sudah menyerahkan dokumen penawaran untuk alat kesehatan RS Indonesia. Seluruh dokumen penawaran saat ini telah di terima MER-C Pusat dan sedang dievaluasi untuk menentukan pemasok yang akan terpilih untuk menyediakan alat kesehatan RS Indonesia berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya oleh tim pengadaan alkes RS Indonesia. Proses pembelian ini dilakukan secara bertahap dan diharapkan akan selesai pada bulan Desember 2014, sehingga Rumah Sakit Indonesia ini dapat diserah-terimakan kepada pemerintah Gaza sebagai hadiah dari Rakyat Indonesia untuk Rakyat Gaza.        

MER-C Salurkan Hewan Kurban Dari Rakyat Indonesia Untuk Gaza

Relawan MER-C sedang menguliti hewan Kurban dari rakyat Indonesia. (Foto: mirajnews.com) Gaza, 10 Dzulhijjah 1435/4 Oktober 2014 (MINA) – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebuah lembaga kemanusiaan yang bekerja di bidang kegawatdaruratan medis menyalurkan hewan kurban sumbangan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Gaza pada Idul Adha 1435 Hijriah. Sejumlah 18 ekor kambing dan seekor sapi disalurkan oleh MER-C kepada rakyat Gaza. Relawan MER-C Indonesia yang berjumlah sembilan belas orang mengerjakan proses penyaluran hewan kurban tersebut secara langsung mulai dari pembelian, pemotongan, dan pembagian kepada warga Gaza. “Kami berterima kasih kepada rakyat Indonesia yang mempercayai MER-C untuk menyalurkan hewan kurbannya kepada rakyat Gaza,” kata Karidi, salah seorang relawan teknis khusus mekanikal elektrikal asal wonogiri.   Untuk para relawan, Idul Adha di Jalur Gaza kali ini memang cukup berbeda dari sebelumnya, karena sebulan yang lalu peperangan besar baru saja berkahir, setelah 51 hari Israel melakukan agresi militernya dengan membombardir Jalur Gaza. Pada saat peperangan berlangsung, para relawan sejumlah 19 orang tetap berada di Jalur Gaza dan tidak meninggalkan Gaza, meski pun daerah utara merupakan salah satu daerah yang sangat riskan karena posisi Rumah Sakit Indonesia tempat para relawan tinggal hanya berjarak 2,5 km dari perbatasan. Sebagai lembaga kemanusiaan, MER-C dipercaya oleh rakyat Indonesia untuk menyalurkan berbagai bantuan kepada Gaza. Menurut laporan MER-C cabang Gaza, Saat agresi Israel ke Jalur Gaza Juli-Agustus lalu, MER-C menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 2000 paket sembako dan peralatan dapur kepada warga Gaza yang menjadi korban agresi Israel senilai hampir dua miliar rupiah. Beberapa hari sebelum Idul Adha, MER-C juga menyalurkan seribu paket peralatan sekolah kepada pelajar setingkat SD hingga SMU di beberapa sekolah di jalur Gaza. Saat ini, MER-C sedang menyelesaikan tahap akhir pembangunan RS Indonesia di Gaza, memasuki pembelian alat kesehetan. Jika tidak ada halangan berarti, diharapkan program besar dari rakyat Indonesia ini akan segera beroperasi pada awal tahun depan. Untuk rakyat Indonesia yang ingin menyalurkan bantuan lewat MER-C dapat dikirimkan melalui rekening sebagai berikut: Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee; Donasi untuk Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza: .BCA, 686.0153678 .BSM, 700.1352.061 .BNI SYARIAH, 08.111.929.73 .BRI, 033.501.0007.60308 .BMI, 301.00521.15 .Mandiri, 124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee. (L/K01/R05)  Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/merc-salurkan-hewan-kurban-dari-rakyat-indonesia-untuk-gaza/          

Relawan MER-C Shalat Idul Adha Bersama Ribuan Rakyat Gaza

Sejumlah relawan MER-C saat melaksanakan Iedul Adha 1435 H di jalur Gaza. foto : mirajnews.com Gaza, 10 Dzulhijjah 1435 /4 Oktober 2014 (MINA) – Sejumlah relawan Indonesia yang tergabung dalam lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melaksanakan shalat Idul Adha 1435 Hijriah bersama rakyat Gaza, dilapangan Yarmouk, Kota Gaza, Sabtu (4/10).  “Alhamdulilah kami merasa terharu dan senang bisa melaksanakan shalat Idul Adha bersama rakyat Gaza dan Mantan Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah,” kata Edy Wahyudi, Project Manager pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza.   Pembangunan RS Indonesia terletak di Bayt Lahiya, utara Gaza, diawasi dan dikerjakan langsung oleh relawan Indonesia yang tergabung dalam Divisi Konstruksi MER-C bekerjasama dengan Ma’had Al-Fatah Indonesia. Saat ini, sejumlah 19 relawan Indonesia masih mengemban amanah pembangunan RS Indonesia yang sedang memasuki tahap paling akhir, yakni penyediaan alat kesehatan. Pembangunan RS Indonesia dimulai sejak 14 Mei 2011 dan kini telah selesai pembangunan fisiknya. Bangunan RS Indonesia akan menjadi salah satu pusat trauma dan rehabilitasi terbesar dan terlengkap di Gaza, memiliki dua lantai dan satu lantai basement yang berkapasitas lebih dari 100 tempat tidur dilengkapi dengan alat-alat kesehatan yang berteknologi canggih. Sementara itu relawan lain yang baru pertama kalinya merayakan Idul Adha bersama rakyat Gaza meski pun jauh dari keluarga juga mengaku sangat gembira. “Kami sangat senang bisa berada di tanah penuh berkah ini, Meskipun jauh dari keluarga, namun rakyat Gaza seperti saudara kami sendiri,” ujar Miyanto, salah satu relawan asal Wonogiri, Jawa Tengah. Ia menambahkan “Meskipun baru saja dilanda peperangan, namun mereka tetap semangat melanjutkan kehidupan mereka dan terus berjuang untuk kemerdekaan tanah Palestina”. Lain lagi dengan Ali Karidi yang sudah beberapa kali merayakan Idul Adha di wilayah terblokade itu, relawan yang sehari hari bertugas sebagai teknisi mekanikal elektrikal ini merasakan hal yang berbeda dari hari raya sebelumnya.  “Ini merupakan hari raya Idul Adha ketiga kalinya bagi saya di Gaza, Idul Adha kali ini terasa berbeda karena baru saja sebulan yang lalu terjadi agresi Israel, saya melihat rakyat Gaza tetap optimis dan semangat,” ujar relawan yang berada di Gaza sejak 2012 ini. Seluruh relawan Indonesia mengucapkan salam hangat kepada seluruh Muslimin di Indonesia serta keluarga yang telah beberapa bulan ini ditinggalkan. Sejumlah relawan MER-C saat melaksanakan Iedul Adha 1435 H di jalur Gaza. foto : mirajnews.com “Kami rindu dengan keluarga, namun kami yakin bahwa Allah menjaga mereka dan sebaik baik penjagaan adalah Allah Subhanhu wa Ta’ala,” kata Edy Wahyudi. Sementara itu, salah seorang warga Gaza, Zaid Sharafah menyatakan sangat senang dapat menunaikan shalat Idul Adha bersama saudara-saudara mereka dari Indonesia. “Saya ucapkan selamat hari raya kepada seluruh Muslimin khususnya saudara kami di Indonesia, insya Allah kemenangan Muslimin tidak akan lama lagi, Al-Aqsha Haqquna (Masjid Al-Aqsha milik Muslimin),” tegasnya penuh semangat. Pria itu juga mengucapkan salam kepada anaknya Dr. Muin Sharafah yang sedang melanjutkan pendidikan S-3 nya di Jakarta. Bertindak selaku Imam dan Khatib shalat Idul Adha kali ini adalah mantan Perdana Menteri Palestina juga petinggi Hamas, Ismail Haniyah. Di depan ribuan rakyat Gaza, Haniyah menyatakan bahwa Idul Adha kali ini merupakan Idul Adha kemenangan untuk rakyat Gaza dan Palestina setelah terjadinya peperangan selama 51 hari pada Agustus lalu.(K01/K03/R05) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/relawan-merc-shalat-idul-adha-bersama-ribuan-rakyat-gaza/        

MER-C Salurkan Seribu paket Peralatan Sekolah untuk Pelajar Gaza

Muqarrabin Al Fikri (kanan), Ketua MER-C Cabang Gaza, saat membagikan paket peralatan sekolah kepada pelajar di Gaza. foro : mirajnews.com Gaza, 8 Dzulhijjah 1435/3 Oktober 2014 (MINA) – Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C)  menyalurkan seribu paket peralatan sekolah kepada pelajar setingkat sekolah dasar dan Sekolah Menengah Umum (SMU) di Jalur Gaza. “Seribu paket peralatan sekolah ini dibagikan kepada anak-anak yatim, dan keluarga miskin yang rumahnya hancur akibat agresi Israel ke Jalur Gaza beberapa waktu yang lalu,” kata Muqarrabin Al-Fikri ketua MER-C cabang Gaza kepada mirajnews.com, Kamis (2/10).  Fikri menjelaskan paket sekolah yang disalurkan cukup lengkap karena semua kebutuhan belajar terdapat dalam paket ini. “Paket peralatan sekolah yang disalurkan ini cukup lengkap karena terdiri dari tas, buku, alat tulis, seragam sekolah, dan sepatu,”  ujar Fikri. Peralatan Sekolah yang dibagikan oleh MER-C kepada pelajar di Jalur Gaza. foto : Mirajnews.com Pria kelahiran Bogor ini menambahkan, penyaluran paket kepada yang membutuhkan merupakan bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia melalui MER-C, dan dalam beberapa hari ke depan akan disalurkan seluruhnya untuk para pelajar di Gaza. “Dana untuk peralatan sekolah ini diambil dari dana kemanusiaan yang diamanahkan kepada MER-C dan melihat kebutuhan mendesak untuk pelajar yang miskin serta tidak memiliki apapun akibat hancurnya rumah mereka,” ujar Mahasiswa Universitas Islam Gaza itu. Sementara, Kepala Sekolah SMU milik pemerintah Pelestina, Saidah Husen al Omari menyatakan bantuan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan semangat belajar mereka mengingat banyak dari para pejalar yang rumahnya hancur dan tidak memiliki apa-apa lagi, khususnya peralatan sekolah. Senada dengan hakl itu, Asma Abu Al Qara, salah seorang pelajar dari Sekolah Menengah Umum Negeri di Gaza mengucapkan terima kasih kepada MER-C yang telah menyalurkan bantuan rakyat Indonesia  untuk ia dan teman-temannya di jalur yang masih diblokade itu. Seribu Paket peralatan sekolah akan disalurkan langsung oleh Relawan MER-C kepada pelajar di Gaza. foto : mirajnews.com MER-C saat ini sedang membangun sebuah Rumah Sakit Indonesia di utara Gaza yang telah mendekati tahap akhir. Bangunan utama dan pendukung sudah dalam tahap penyelesaiaan, dan saat ini tim sedang mempersiapkan alat-alat kesehatan agar  rumah sakit terbesar di Utara Jalur gaza tersebut bisa segera beroperasi. Sebanyak 19 relawan MER-C sedang berada di Jalur Gaza guna mengawal proses penyelesaian akhir serta pemesanan alat kesehatan. Diharapkan dalam waktu dekat RS  Indonesia ini segera bisa beroperasi untuk melayani kebutuhan rakyat Gaza dari Agresi serangan Israel. Dukungan dan doa dari rakyat Indonesia sangat dibutuhkan demi beroperasionalnya RS sumbangan rakyat ini. Untuk itu,  bantuan komersial dapat disalurkan melalui rekening donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee. Sementara donasi untuk Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza melalui: BCA, 686.0153678 .BSM, 700.1352.061 .BNI SYARIAH, 08.111.929.73 .BRI, 033.501.0007.60308 .BMI, 301.00521.15 .Mandiri, 124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee. (K01/R04) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/merc-salurkan-seribu-paket-peralatan-sekolah-untuk-pelajar-gaza/                  

Sumbangan untuk RS Indonesia Masih Terus Mengalir

Jakarta – Kamis (2/10), Ikatan Bujang Gadis Kampus Sumatera Selatan (IBG KSS) menyerahkan donasi untuk Gaza sebesar Rp 45.435.000,- di kantor pusat MER-C Jakarta. Sebelumnya, IBG KSS mengadakan acara konser amal untuk Gaza bertema “Youth Symphony For Humanity”, Minggu/3 Agustus 2014.   Pada saat acara tersebut, dilakukan juga video conference melalui skype antara Panitia di Palembang dengan Relawan MER-C di Gaza dan Presidium MER-C di Jakarta.     Di hari yang sama MER-C juga menerima donasi dari Pembaca Republika senilai Rp 400 juta. Sebelumnya Pembaca Republika juga sudah menyumbang untuk alat kesehatan ruangan  Poliklinik RS Indonesia senilai Rp 1 Milyar.        

PROGRAM KURBAN DI GAZA KEMBALI DI LAKSANAKAN

Jakarta – Dalam rangka menyambut Idul Adha 1435H MER-C Cabang Gaza kembali menyelenggarakan program qurban di Gaza. Qurban akan dilakukan langsung oleh 19 relawan RS Indonesia di Gaza mulai dari memilih, membeli, memotong, sampai membagikan hewan qurban langsung kepada yang berhak dan membutuhkan. Hewan qurban yang dipilih adalah domba dengan kisaran berat 48 – 50 kg dengan harga 420 USD atau senilai Rp. 5.040.000,- (Kurs Rp 12.000/USD) sedangkan untuk hewan sapi berat 500 kg dengan harga 2.880 USD atau Rp 34.620.000,- Pendaftaran dan pengiriman dana untuk program kurban dibuka mulai tanggal 12 september 2014, dan di tutup tanggal 27 september2014, akan tetapi karena masih ada masyarakat yang konfirmasi ingin kurban di Gaza, akhirnya pendaftaran di tutup  1 Oktober 2014. Rekening Program Qurban MER-C: BSM, Cabang Kramat No. Rek. 701.5658.902 A/n. Medical Emergency Rescue Committee, Bukti transfer dikirimkan ke MER-C mll fax 021-3159256 atau email ke merc@indosat.net.id, sertakan nama lengkap, alamat, no tlp/hp, alamat email untuk konfirmasi ulang. Hingga saat ini berdasarkan konfirmasi yang sudah masuk ke MER-C dan sudah terdata  jumlah hewan qurban untuk Gaza berjumlah 17 ekor domba dan 1 ekor sapi.                

MER-C Kembali Selenggarakan Program Qurban Untuk Gaza

Jakarta, 16 Dzulqa’dah 1435/12 September 2014 (MINA) – Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Cabang Gaza kembali menyelenggarakan program Qurban untuk warga di Jalur Gaza Palestina. Program Qurban ini akan dilakukan langsung oleh 19 orang relawan RS Indonesia di Gaza mulai dari memilih, membeli, membagikan hewan qurban langsung  kepada yang berhak dan yang membutuhkan. “Kita percaya dengan kapasitas dan kinerja para relawan di sana dalam melaksanakan program qurban tersebut dari pembelian, pemotongan, sampai mengantarkan ke rakyat Gaza,” kata Rima Manzanaris, Manajer Operasional MER-C, kepada Mi’raj News Agency (MINA), Jumat (12/9).  Menurut informasi dari MER-C, hewan qurban berupa domba atau kambing dengan berat 48-50 kg, di Gaza mencapai Harga Rp. 5.040.000/ekor dan Sapi dengan berat 500 kg mencapai Rp. 34.620.000 (sudah termasuk biaya operasional). “Kita akan buka pendaftaran Qurban bagi para donatur yang ingin menyalurkan bantuan mulai hari ini,” kata Tina, salah satu Staf MER-C. Mer-C memberi batas pentransferan danan dari para donatur program tersebut hingga tanggal 27 September 2014 hal itu untuk mempermudah kepengurusan qurban di Gaza. Bagi yang berminat berqurban untuk dibagikan kepada warga di Jalur Gaza dapat menghubungi MER-C melalui nomor telepon 0811990176, 021-3159235. Dana juga dapat ditransfer melalui Rekening Program Qurban MER-C: BSM, Cabang Kramat No. Rek. 701.5658.902 A/n. Medical Emergency Rescue Committee, Bukti transfer dikirimkan ke MER-C mll fax 021-3159256 atau email ke merc@indosat.net.id, website www.mer-c.org, beserta nama lengkap, alamat, no tlp/hp, alamat email. (L/P007/R11) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/merc-kembali-selenggarakan-program-qurban-untuk-gaza/                

RS Indonesia Di Gaza Dilengkapi Alat Medis Canggih

Wawancara Miraj News dengan Ahyaudin Sodri, ST., MT, Ketua Pengadaan Alat Kesehatan RS Indoensia di Gaza, Palestina. (Gambar: Putri/MINA) Jakarta, 14 Dzulqa’dah 1435/9 September 2014 (MINA) – Lembaga medis kemanusiaan dan kegawatdaruratan yang memprakarsai pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), saat ini sedang melakukan penawaran peralatan medis kepada perusahaan-perusahaan alat kesehatan (alkes). Dalam wawancara Mi’raj Islamic News Agency (MINA) dengan Ahyaudin Sodri, ST., MT, Ketua Pengadaan alkes RS Indonesia, di kantor pusat MER-C di Jakarta, Selasa malam (9/9), disebutkan bahwa rumah sakit hadiah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina itu, akan dilengkapi dengan alat-alat kesehatan yang berteknologi canggih.   Berikut petikan wawancara lengkap dengan Ahyaudin Sodri, Insinyur Teknik Biomedis lulusan Jerman ini: MINA : Perkembangan baru apa yang tim MER-C lakukan terkait pengadaan alat kesehatan untuk RS Indonesia? Ahyaudin: Baru saja kami melakukan video-conference dengan tim MER-C di Gaza dan konsultan lokal pengadaan alat kesehatan di Gaza. Dari Jakarta sendiri saya dan Ir. Faried Thalib (Ketua Divsi Kontruksi Pembangunan RS Indonesia). Video-conference dilakukan untuk evaluasi proses pengadaan alat kesehatan. Sekarang dalam proses menunggu penawaran. Dari Rp 65 milyar dana yang direncanakan, kami bagi menjadi 14 paket, karena alat kesehatan sangat kompleks, tidak ada satu perusahaan pun yang bisa menyediakan semua peralatan yang dibutuhkan. Paket ini diharapkan bisa mempermudah pengadaan alat kesehatan, karena tidak ada perusahaan yang bisa menyediakan semuanya. Misalnya paket bedah adalah alat-alat bedah, paket radiologi, dan paket lainnya berbeda perusahaan. Secara keseluruhan, perkembangannya sangat bagus. Saat ini, dari enam suplayer yang direncanakan, berkembang menjadi 14 perusahaan. Kita harapkan ke-14 perusahaan ini bisa menyediakan alat-alat yang kita butuhkan. Dari laporan tim kita di sana, semua sudah menyepakati, baik dari jumlah yang kita butuhkan, jenis yang kita butuhkan, termasuk spesifik scan-nya. Dan semua berkomitmen bahwa proses pengadaan bisa selesai pada bulan Desember. Yang kita harapkan, hari Sabtu nanti (13/9), semua penawaran masuk dari 14 perusahaan. Maka Minggu depan, kami tim Jakarta akan melakukan evaluasi dari penawaran ke-14 perusahaan ini. Tim di Gaza akan menerima penawaran dalam dua jenis. Penawaran dalam bentuk kertas (dokumen-dokumen kertas) dan dalam bentuk softcopy. Bentuk softcopy ini yang akan dikirim ke Jakarta dan kita pelajari dan evaluasi. Kita tidak mau barang-barang yang dikirim ke rumah sakit adalah barang-barang yang bukan kami pesan. MINA : Dari mana asal perusahaan penyuplai? Ahyaudin: Perusahaan yang kita minta penawaran adalah perusahaan yang ada di Gaza. Saya pada Februari lalu, sudah pergi ke sana dan melakukan penilaian, dan ternyata bisnis itu memang ada di sana. Selama ini pengadaan alat-alat kesehatan di Gaza, dipenuhi oleh agen-agen atau distributor yang ada di Gaza sendiri. Alat-alatnya sendiri ada yang dari Eropa, dari Amerika, dari Jepang, dan ada juga ada yang dari Gaza, tapi terbatas pada peralatan yang sederhana seperti tiang infus, kursi pasien dan furniture rumah sakit dan lainnya. Adapun barang-barang yang sifatnya elektronik dan berteknologi canggih, itu semua dari luar. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}       Ahyaudin Sodri ketika melakukan penilaian alat kesehatan di Gaza, Februari 2014 (Foto: mirajnews)         MINA : Peralatan medis yang akan dipakai di RS Indonesia, apakah semuanya berteknologi canggih? Ahyaudin: Rumah sakit ini adalah rumah sakit traumatologi, berorientasi pada penanganan trauma, sehingga membutuhkan peralatan yang berteknologi canggih. Contohnya, laboratorium yang kita buat adalah lab yang memang sudah menunjang aktivitas kamar bedah. Ada empat kamar bedah yang didukung oleh 100 ranjang ICU. Sengaja kami mengadakan alat berteknologi canggih dengan tujuan bisa mendukung kebutuhan kita hari ini dan kebutuhan layanan di masa yang akan datang. Jangan sampai kita membeli peralatan, kita pakai setahun dua tahun, tiga tahun berikutnya sudah tidak bisa dipakai. MINA : Kondisi listrik di Gaza saat ini sangat buruk, dapatkah situasi ini menunjang kebutuhan listrik bagi berbagai peralatan canggih tersebut? Ahyaudin: Memang benar, kondisi listrik Gaza yang buruk adalah tantangan tersendiri bagi kita. Itu sudah kita antisipasi dengan memasang dua genset yang kapasitasnya sudah cukup untuk mem-backup seluruh peralatan medis yang kita gunakan. Jadi ketika listrik mati, gensetnya akan mem-backup. Jadi, tidak ada skenarionya, ketika listrik mati, rumah sakit berhenti. MINA: Bagaimana dengan ketersediaan tenaga operasional dalam memakai peralatan canggih tersebut? Ahyaudin: Kita sudah memasukkan ke dalam spesifikasi yang kita ajukan ke perusahaan-perusahan yang kita tawarkan, bahwa mereka memiliki kewajiban-kewajiban yang harus mereka penuhi. Kewajiban pertama, tentu saja mereka harus mengirimkan ke lokasi, barang yang kita inginkan. Kewajiban kedua adalah melakukan pemasangan alat-alat dengan benar. Yang ketiga, mereka punya kewajiban men-training, baik itu operator maupun dokter yang akan mengoperasikan alat-alat yang akan kita beli. Keempat, mereka berkewajiban mem-backup maintenance dan men-support peralatan ini ke depan. Bukan hanya garansi, tapi mereka menjamin alat ini dalam tujuh tahun ke depan, mereka akan support, baik dari suku cadangnya, maupun tenaga ahlinya. Kita tidak berharap, ketika tiga tahun kemudian, mereka mengatakan suku cadangnya sudah tidak ada, itu akan sangat merugikan. Apalagi ini adalah komitmen bangsa Indonesia yang diharapkan bermamfaat bagi warga Gaza dalam jangka panjang, bukan jangka pendek. MINA : Dengan perkembangan bagus ini, apa yang diharapkan? Ahyaudin: Situasi ini mudah-mudahan bisa memberikan kemajuan bagi bidang kesehatan di Gaza. Saya sudah bertemu beberapa orang yang berharap rumah sakit ini nantinya bisa memberi layanan dan menjadi rujukan bagi warga Gaza, terutama di Gaza Utara. Dua hal yang kita harapkan, dari sisi teknologi dan dari sisi layanannya. Jadi kombinasi antara kecanggihan teknologi dengan keahlian kedokteran. (L/P09/P4). Sumber : http://mirajnews.com/id/wawancara/rs-indonesia-di-gaza-dilengkapi-alat-medis-canggih                          

Silahkan bertanya?