Komunitas Musik Metal Sumbang Rp 89 Juta Untuk Gaza

Persiapan para pemain musik metal (Foto: Chamid/MINA) Jakarta, 13 Dzul qa’dah 1435/8 September 2014 (MINA)– Aksi kepedulian untuk rakyat Gaza Palestina datang dari komunitas musik metal, mereka menyerahkan sumbangan dana sebesar Rp 89.615.000, termasuk tiga buah kaos untuk warga Palestina sebagai bentuk persaudaraan. Sumbangan disalurkan melalui lembaga kemanusian Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), di Bulungan Outdor, Jakarat, Ahad malam (7/9). “Semoga uang sumbangan ini berguna buat saudara-saudara kita di Gaza, terimakasih buat kalian semua”, kata salah satu pelantun musik metal kepada para penonton. Menurut komite Metal Heads Respect, Iwan Gimbalcore total dana yang telah diserahkan kepada MER-C itu merupakan gabungan dari konser yang sebelumnya sudah dilakukan. Donasi pertama sebesar Rp 11.021.000 di Bintaro, donasi kedua sebesar Rp 6.234.000 dan donasi ketiga Rp 1.360.000. Pada donasi keempat merupakan jumlah terbesar, yaitu Rp. 71.000.000 rupiah. Dana tersebut langsung diserahkan kepada ketua presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah di dampingi dr Idrus sebagai anggota MER-C dan Husen Alatas peraih juara II Indonesiaan Idol. Acara penyerahan dimulai pukul 10:00 WIB hingga pukul 21:00 WIB. “Konser musik metal ini digelar tanpa adanya pemodal maupun sponsorship dari korporasi. Dengan etos Do-It-Yourself, kami bersama-sama merealisasikan acara ini dengan sumbangan seikhlasnya dari para penghuni komunitas metal tanah air, baik berupa tenaga, pikiran, materi maupun informasi. Kebersamaan dan solidaritas adalah senjata kami untuk mewujudkan dunia yang lebih baik”, jelasnya kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) MER-C adalah lembaga medis kemanusiaan yang memprakarsai pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza berdasarkan amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. “Munculnya rasa kepedulian dan simpati itulah yang mengawali ide konser amal untuk Palestina. Ini event metal yang digelar khusus untuk penggalangan dana kemanusian, bukan profit maupun popularitas”, kata Iwan. Menurutnya, tema acara ini adalah “peduli damai anti perang” ini masih berjalan dengan konsep awal pada 2011 lalu. Semua band yang tampil dalam event ini tidak ada satupun yang dibayar, bahkan band-band yang tampil ikut memberikan donasi, serta tidak ada perbedaan band besar atau kecil di dalam event ini. Iwan menegaskan, Event ini 100 % merupakan aksi kemanusiaan dari semua metalheads tanah air, tidak mewakili atau mengatasnamakan salah satu agama/keyakinan. Semua hasil penjualan tiket dan merchandise akan didonasikan untuk pembangunan rumah sakit Indonesia, di Gaza Palestina. Ia menambahkan, menyelamatkan kemanusiaan di Gaza, merupakan hal yang sangat besar, melalui Metalheads Respect tersebut ini dapat menjadi sebuah langkah kecil untuk membangun solidaritas dan persatuan serta menggugah rasa kemanusiaan bagi semua orang. Sementara itu, ketua presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah menyampaikan rasa kagum, dan bangganya kepada komunitas musik metal yang telah peduli dan berpartipisasi untuk rakyat Palestina dan pembangunan Rumah Sakit Indonesia. “Kalian memang luar biasa, saya sampai merinding”, katanya saat memberikan sambutan, dibarengi dengan tepuk tangan dari semua penonton.(L/P010/R11) Mi’raj Islamic News Agency (MINA) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/komunitas-musik-metal-sumbang-rp-89-juta-untuk-gaza
ACEH SUMBANG 6,37 MILIAR UNTUK GAZA

Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah (nomor 3 dari kiri) pada acara “Serah terima bantuan Pemerintah dan Masyarakat Aceh untuk Gaza melalui” di Jakarta, Rabu (27/8/14). (Foto: Chamid/mirajnews.com) Jakarta, 1 Dzulqa’dah 1435/27 Agustus 2014 (MINA) – Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, mewakili pemerintah dan masyarakat Aceh menyerahkan sumbangan dana 6.379.606.470 rupiah, termasuk emas 12 gram untuk membantu warga Palestina di Gaza melalui lembaga kemanusian Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). “Kami sengaja menyerahkan bantuan ini melalui MER-C, karena kami tahu lembaga ini sangat concern dan sangat aktif membantu kegiatan sosial di Palestina,” kata Zaini Abdullah saat menyampaikan sambutan pada acara “Serah Terima Bantuan Pemerintah dan Masyarakat Aceh untuk Gaza melalui MER-C” di Jakarta, Rabu sore. Gubernur Zaini mengatakan, kalau saja diizinkan berjihad ke Palestina, banyak sekali rakyat Aceh yang siap berangkat ke sana. “Tapi itu tentu bukan pilihan bijak, apalagi persoalan Palestina adalah masalah internasional yang membutuhkan langkah-langkah penyelesaian politik dan diplomasi internasional,” ujarnya di hadapan ratusan undangan, sebagian masyarakat Aceh yang tinggal di Jakarta. Hadir mendampingi Gubernur, Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar, Pemimpin Umum Serambi Indonesia H Sjamsul Kahar, serta beberapa pejabat Pemda dan awak media dari Aceh. Menurut Zaini, untuk membantu meringankan beban penderitaan yang dialami saudara-saudara di Gaza, cara yang dilakukan masyarakat Aceh selain dengan doa juga dengan mengumpulkan dana, untuk memperkuat kebutuhan rumah sakit Indonesia yang sedang dibangun di Jalur Gaza. Zaini Abdullah lebih lanjut mengatakan, pihaknya memilih menyerahkan bantuan yang terkumpul atas inisiatif pemerintah Aceh, bekerjasama dengan Harian Serambi Indonesia dan beberapa organisasi masyarakat yang ada di Aceh, melalui MER-C karena lembaga kemanusian tersebut sangat aktif dan sudah lama terlibat dalam aksi kemanusiaan dunia, khususnya di Palestina. MER-C adalah lembaga medis kemanusiaan yang memprakarsai pembangunan RS Indonesia di Gaza berdasarkan amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemerintah Aceh, yang juga ketua panitia , Murtalamuddin menyatakan, dana tersebut merupakan hasil sumbangan masyarakat Aceh yang dikumpulkan selama 20 hari, sejak 14 Juli hingga 18 Agustus lalu. Menurutnya, Pada Gerakan Penggalangan dana rakyat Aceh untuk Palestina yang terwujud atas kerjasama Pemerintah Daerah Aceh dengan Harian Serambi Indonesia itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah dan Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar pun turut menyumbang masing-masing 50 juta rupiah. Ia juga mengatakan, Gubernur Aceh juga memerintahkan kepada Sekretaris Daerah untuk membuat surat himbauan dan pemberitahuan ke seluruh pelosok Aceh agar rakyat turut andil dalam penggalangan dana Palestina itu. Persaudaraan Indonesia-Palestina Zaini berharap MER-C bisa menyalurkan bantuan tersebut kepada rakyat Palestina, sekaligus menyampaikan salam persaudaraan dari masyarakat Aceh untuk rakyat Palestina, sebagai satu saudara. “Ini bukti persaudaraan masyarakat Aceh untuk Palestina sebagai hubungan ukhuwah Islamiyah dengan sesama saudara di manapun di seluruh dunia,” ujar Zaini. Dosa besar apabila ada saudaranya yang sakit kemudian sesama saudara lainnya tidak saling membantu, imbuhnya. Zaini selaku kepala Pemerintah Aceh dan mewakili gerakan rakyat Aceh untuk Palestina juga menghimbau agar pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia terus mengampanyekan perjuangan kemerdekaan Palestina di forum-forum internasional hingga Palestina mencapai kemerdekaannya, dan warganya dapat hidup tenang dan damai. Anggota Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, dalam sambutannya mengharapkan, apa yang dilakukan pemerintah dan masyarakat Aceh itu menjadi inspirasi bagi pemerintah dan masyarakat di daerah lainnya. “Aceh merupakan satu-satunya Pemerintah Daerah yang secara resmi mengggalang pengumpulan dana untuk Palestina, hal itu bisa diikuti oleh pemerintah daerah lainnya,” kata Sarbini. Menurutnya, bantuan rakyat Aceh itu rencananya digunakan untuk pembelian alat kesehatan RS Indonesia di Jalur Gaza. MER-C selanjutnya memberikan nama pahlawan asal Aceh, yaitu Tengku Cik Di Tiro Muhamad Saman dan Tjoet Nyak Dhien, sebagai nama dua ruangan di dalam Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Hingga kini, sebanyak 19 relawan Indonesia di RS Indonesia masih berada di Jalur Gaza untuk menyelesaikan pekerjaan akhir Rumah Sakit Indonesia serta mengawal pengadaan alat kesehatan agar rumah sakit dapat segera beroperasi. Rencananya pengoperasian RS Indonesia dilaksanakan akhir tahun ini atau dapat lebih cepat lagi. (L/P010/R05/R03/P4) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/masyarakat-aceh-sumbang-63-miliar-rupiah-untuk-warga-gaza
Wagubsu Bantu Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Medan, (Analisa). Wagubsu Ir Tengku Erry Nuradi berjanji akan membantu pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara, Palestina. Hal ini dikatakannya saat menerima Ketua Umum Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Cabang Medan dr Ahmad Handayani bersama pengurus lainnya di kantor Gubsu, Selasa (26/8). Wagubsu mengatakan secara lembaga melalui SKPD terkait maupun secara pribadi akan membantu pembangunan rumah sakit Indonesia di Gaza. Di antaranya dengan cara membeli marchendise buatan Merc sebagai tanda partisipasi. Wagub juga berjanji akan mensosialisasikan program ini kepada tokoh-tokoh masyarakat. “Saya akan membeli lagi seribu buah t-shirt untuk dibagikan ke berbagai SKPD (satuan kerja perangkat daerah) dan akan membantu secara pribadi dengan mensosialisasikan program ini ke tokoh-tokoh masyarakat” ujarnya. Wagubsu juga berharap MER-C tidak hanya memperhatikan palestina namun juga tetap memperhatikan kondisi di Indonesia khususnya sumut yang juga masih memerlukan perhatian semua pihak khususnya MER-C. Sementara itu ketua MER-C cabang Medan dr Ahmad Handayani berharap dukungan Pemprov Sumut dapat membantu MER-C Medan menyukseskan gerakan wakaf Sumut untuk membangun satu ruangan operasi di RS Indonesia di Gaza. Untuk pembangunan satu ruangan operasi yang akan dinamakan Ruangan Sumatera Utara itu, MER-C Medan menggalang dana yang ditargetkan pada Desember nanti akan mencapai Rp 3 miliar. “Saat ini sudah terkumpul Rp 765 juta. Ini berasal dari sumbangan perorangan, komunitas, dan penjualan t-shirt,” katanya. RS Indonesia di Gaza Utara, kata dr Ahmad, telah berdiri tegak di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Pembangunan gedungnya telah dimulai sejak 2011, dan rampung akhir tahun lalu. Saat ini MER-C sedang mengusahakan pengadaan alat-alat kesehatan untuk RS Indonesia yang diperkirakan memakan biaya Rp 65,131 miliar. “Secara bertahap RS Indonesia akan diserahkan kepada Pemerintah Palestina,” katanya.(ir) Sumber : http://analisadaily.com/news/read/wagubsu-bantu-pembangunan-rumah-sakit-indonesia-di-gaza/58325/2014/08/27
WNI RINA DAN KELUARGA SUDAH KELUAR DARI GAZA

Rina Wati bersama suami Ahmad Skaik dan relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di perbatasan Mesir. Foto: MINA Gaza, 1 Dzulqo’dah 1435/27 Agustus 2014 (MINA) – Warga Negara Indonesia (WNI) asal Cianjur Jawa Barat bersama keluarganya yang terjebak dalam perang terbaru Israel-Palestina akhirnya bisa keluar Gaza setelah sebelumnya tertahan di perbatasan Mesir. “Alhamdulillah, Rina, suami, dan anaknya sudah menuju Kairo bersama tim dari KBRI,” lapor koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jalur Gaza, Rabu (27/8). Sebelumnya, Rina diantar tim relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C ) menuju perbatasan Rafah dan kemudian dijemput staf KBRI Kairo Joko Sumarsono bersama tim yang tiba-tiba di perbatasan Jalur Gaza Rabu siang pukul 11.00 waktu setempat Sebelumnya, Rina Wati dan keluarga yang sudah menunggu kedatangan tim di imigrasi Gaza segera menuju ke imigrasi Mesir yang hanya berjarak 100 meter, namun pihak Mesir menahan semua warga Gaza termasuk Rina Wati tepat di depan imigrasi Mesir, lapor koresponden. “Kami hanya ingin keluar, kasian anak-anak saya,” ujar Rina kepada tim MINA. Rina Wati menikah dengan warga Gaza Ahmad Skaik pada 2008. Mereka sebelumnya tinggal di Arab Saudi. Namun, karena ada beberapa kesulitan yang dihadapi, keduanya pindah ke rumah Ahmad di Gaza pada 28 Maret 2012 dan tinggal di sana. Keluarga itu dikaruniai dua orang anak yakni Yahya Skaik dan Yasin Skaik. Yasin dilahirkan dalam kondisi prematur dalam situasi perang yang dilancarkan Israel ke Jalur Gaza sejak 7 Juli lalu. Koresponden MINA menuturkan, Selasa pagi Waktu Gaza, Rina beserta keluarga diantar oleh relawan MER-C bertolak menuju Rafah. Perjalanan berjarak 40 kilometer dari Gaza menuju perbatasan Rafah tersebut cukup menegangkan, karena serangan-serangan Zionis Israel kala itu masih berlanjut, yakni sebelum kesepakatan genjatan senjata permanen disepakati bersama gerakan-gerakan Palestina Selasa malamnya. “Sepanjang perjalanan tidak banyak kendaraan yang melintas bahkan bisa dibilang hanya kendaraan kami yang melintas,” lapor Koresponden MINA di Gaza. Rina Wati dan keluarga tiba di Rafah sekitar pukul 08.30 pagi, segera diarahkan ke ruang keberangkatan imigrasi Rafah. Relawan MER-C mencoba mengontak tim penjemput dari KBRI, namun hingga sekitar tiga jam, tim KBRI belum bisa dihubungi.(L/K01/R04) Sumber http://mirajnews.com/id/palestina/wni-rina-dan-keluarga-sudah-keluar-dari-gaza
MER-C Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rakyat Indonesia Secara Bertahap kepada Rakyat Gaza

Gaza – Memanfaatkan genjatan senjata yang cukup panjang selama 8 hari beberapa waktu lalu, MER-C Cabang Gaza melakukan kegiatan bantuan kemanusiaan berupa pembagian 2.000 paket sembako kepada warga Gaza yang membutuhkan. Pembagian dilaksanakan selama 3 hari gencatan senjata, dimana targetnya adalah warga yang rumahnya hancur karena agresi Israel, anak yatim dan fakir miskin. Proses pembagian dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, para relawan turun langsung untuk membagikan. Kedua, bekerja sama dengan Instansi Pemerintah seperti pihak Civil Defense dan pengurus masjid atas nama pemerintah. Ketiga, bekerja sama dengan NGO. Keempat, warga datang ke RS Indonesia untuk mengambil bantuan secara langsung. Teknis pembagian ialah warga menyetorkan data lengkap mereka sebagai persyaratan untuk mendapatkan paket sembako. Hal ini untuk mencegah terjadinya double paket pada satu nama. Pembagian dilangsungkan di seluruh daerah di Jalur Gaza dari selatan hingga utara, dengan rincian daerahnya sbb, Utara: Bait Lahiya, Jabaliya, Syuja’iyah, Bait Hanun, Tal za’tar. Gaza city dan Zaitun. Selatan: Khonyunis dan Rafah. Selain sembako, bantuan lainnya yang juga telah tersalurkan dari donasi rakyat Indonesia adalah bantuan daging sapi menjelang Idul Fitri sebanyak 80 paket yang dibagikan kepada 80 keluarga, bantuan uang tunai bagi para korban luka-luka yang berada di Rumah Sakit dan korban agresi lainnya sebesar total USD 11,000 dan Rp 500 juta. Penyaluran bantuan kemanusiaan akan dilanjutkan dengan penambahan 2.000 paket sembako lagi dan menyusul juga paket alat-alat dapur. Sementara untuk bantuan obat-obatan dengan alokasi sebesar USD 200.000, prosesnya juga sedang berjalan dan selalu update setiap harinya, karena khusus obat-obatan relawan MER-C harus selalu berkomunikasi dengan pihak Kemenkes Gaza untuk mengetahui obat-obatan apa saja yang saat itu sangat dibutuhkan, demikian arahan yang disampaikan Jubir Kemenkes Gaza Dr. Ashraf Alqedra. MER-C melalui cabangnya di Gaza yang terdiri dari 19 relawan Indonesia dan beberapa relawan lokal akan terus menyalurkan amanah bantuan dari rakyat Indonesia secara bertahap kepada rakyat Gaza.
KELUARGA WNI DI GAZA MASIH TERJEBAK PERANG

Rina Wati (kiri), Ahmad Skaik (tengah) dan ketua MER-C cabang Gaza Muqarrabin Al-Fikri. Foto: MINA Gaza, 24 Syawwal 1435/21 Agustus 2014 (MINA) – Seorang WNI asal Cianjur Jawa Barat Rina Wati yang tinggal di Jalur Gaza masih terjebak di tengah perang, sementara pihak Kedutaan Besar RI di Kairo masih berkordinasi dengan pihak Mesir terkait hal ini. Rina yang menikah dengan seorang warga Gaza Ahmad Skaik beberapa tahun lalu memiliki dua orang anak bernama Yahya Skaik dan Yasin Skaik. Yasin dilahirkan dalam kondisi prematur dalam perang terbaru Israel dengan Gaza kali ini. “Sudah dua bulan kami menunggu untuk dapat izin keluar Gaza, tapi hingga saat ini belum bisa keluar,” kata Rina kepada koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Jalur Gaza, Kamis (21/8). Pihak KBRI Kairo dan Amman dibantu relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang sedang membangun RS Indonesia di Jalur Gaza sudah berusaha untuk membantu mengevakuasi WNI dan keluarganya ini. “Kami sedang menunggu pihak KBRI Kairo menjemput kami, mereka bilang dalam 1-2 hari ke depan akan masuk ke Gaza, dan jemput kami di perbatasan,” tambahnya. Untuk hal ini, pihak Mesir menurut ucapan Rina sudah memberi ijin, tinggal menunggu satu sampai dua hari ke depan untuk menjemput Rina dan keluarga, lapor koresponden MINA di Jalur Gaza. Sementara, relawan MER-C di Gaza mengatakan sudah siap untuk membantu evakuasi keluarga Rina dan menanggung seluruh biaya yang diperlukan agar mereka bisa keluar Gaza dengan selamat sampai tiba di kampung halamannya di Cianjur Jawa Barat. “Kami dari MER-C insyaallah akan membantu keluarga ibu Rina untuk proses pemulangan dari Gaza ke Indonesia,” ujar ketua MER-C cabang Gaza Muqarrabin Al-Fikri. Menanggapi hal ini suami Rina menyampaikan terima kasih kepada lembaga kemanusiaan yang sudah malang melintang dalam menyalurkan bantuan kepada para korban konflik maupun bencana ini dengan mengatakan, “Kami berterima kasih kepada teman-teman relawan MER-C dan kedutaan atas segala bantuan kepada keluarga kami, terima kasih,” ujar Ahmad Skaik .(L/K01/P03) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/keluarga-wni-di-gaza-masih-terjebak-perang
MTA Serahkan Dana 1 Milyar Untuk Peduli Gaza ke MER-C

Setelah beberapa saat ini MTA menyerukan kepada warganya dan para pendengar radio untuk ikut membantu saudara-saudara di Gaza disambut sangat baik bak gayung bersambut, terbukti pada hari ini Ahad 17 Agustus 2014 terkumpul dana untuk peduli gaza sebesar 1 Milyar rupiah. Dana tersebut diserahkan langsung oleh pimpinan pusat MTA al-ustadz Drs. Ahmad Sukina kepada MER-C melalui presidium MER-C dr. Joze Rizal Jurnalis, SpOT pada saat Pengajian Ahad Pagi dilangsungkan pada tanggal 17 Agustus 2014. Walau demikian masih ada kesempatan bagi para pendengar yang akan menyalurkan bantuannya melalui MTA. Presidium MER-C dr. Joze Rizal Jurnalis, SpOT dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur atas karunia Allah yang telah menganugerahkan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia sehingga saat ini kita bisa memperingatinya yang ke 69. Berbeda dengan bangsa Palestina yang sampai saat ini belum bisa memetik rasa merdeka seperti yang bisa kita nikmati. Rumah sakit yang dibangun oleh rakyat Indonesia di Gaza ini adalah merupakan persembahan dari rakyat Indonesia untuk sahabatnya rakyat Palestina, karena itu dana untuk membangun Rumah Sakit berikut sarana prasaranya ini diperoleh dari sumbangan rakyat Indonesia termasuk dari MTA ini. Selain Rumah sakit akan dibangun juga wisma Indonesia untuk menampung rakyat Indonesia yang akan mengunjungi saudara saudaraya di Palestina. Semoga dengan dibangunnya Rumah Sakit ini menjadikan kebaikan bagi kita semua, dan insya Allah pada akhir tahun ini Rumah Sakit Indonesia di Gaza akan segera beroperasi. Sumber : http://www.mta.or.id/2014/08/17/mta-serahkan-dana-1-milyar-untuk-peduli-gaza-ke-mer-c/
RELAWAN INDONESIA MENIKAHI MUSLIMAH GAZA DI TENGAH PERANG

Ayah/wali pengantin wanita Fauzi Ar-Raqb saat melangsungkan ijab qabul dengan pengantin pria asal Indonesia Muhammad Husein bin Aji Muslim di Khan Younis selatan Gaza, Ahad (17/8). (Foto: MINA) Gaza, 21 Syawwal 1435/17 Agustus 2014 (MINA) – Setelah sempat tertunda, akhirnya seorang relawan Indonesia dari pesantren Al-Fatah yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berhasil melangsungkan akad nikahnya pada Ahad (17/8) di Jalur Gaza, di masa perang masih berlangsung sejak awal Juli lalu. Muhammad Husein bin Aji Muslim meminang seorang muslimah asal Khan Younis, selatan Gaza yang bernama Jinan Ar-Raqb kurang dari sebulan sebelumnya, di mana pernikahan itu sempat tertunda menyusul perang yang masih berkecamuk di Gaza awal Agustus lalu. Aqad nikah di masa gencatan senjata pihak Palestina dan Israel ini berlangsung sederhana di Kantor Urusan Agama Kota Gaza dan dihadiri oleh ayah pengantin wanita sedangkan Muhammad Husein didampingi para relawan MER-C diantaranya ketua MER-C cabang Gaza, Muqarrabin Al-Fikri, Reza Ardila, Lutfhi, dan Nur Ikhwan Abadi. Akad langsung dipimpin ayah pengantin wanita Fauzi Ar-Raqb, di mana suasana khidmat dan khusuk nampak terlihat terlepas masih dalam suasana belum berakhirnya peperangan antara pejuang Palestina dan penjajah Israel. Muhammad Husein sendiri mengaku bahagia bisa melangsungkan pernikahannya dengan muslimah di Gaza. “Alhamdulillah impian saya menjadi nyata, dan ini merupakan berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, saya dapat menikahi muslimah dari Gaza,” katanya kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA). Husein juga mengatakan, “Semoga ini menjadi perekat ukhuwah Islamiyah antar muslimin di Indonesia dan muslimin di Gaza,” kata Husein penuh bahagia. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung saya, baik dengan moril atau pun materiil hingga terlaksananya pernikahan ini, serta mohon doa dari semua untuk keberkahan pernikahan kami,” tambahnya mengucap syukur. Sementara itu, Jinan Ar-Raqb istri dari Muhammad Husein juga menyatakan kebahagiaanya atas keberlangsungan pernikahan yang sempat tertunda itu. “Saya sangat bahagia atas pernikahan ini, dan semoga Allah memberkahi kami berdua. Semoga pernikahan kami menjadi awal kemenangan Palestina dari penjajahan Israel,” ujar Jinan. Anak kelima dari keluarga Fauzi Ar-Raqb itu juga mendoakan semoga akan banyak lagi pemuda-pemuda dari Indonesia yang menikahi muslimah di Gaza atau pun sebaliknya agar ukhuwah atau jalinan persaudaraan antara kedua negeri ini bisa terjalin erat. Kronologis pertemuan kedua pengantin Relawan Indonesia Muhamad Husein dan Muslimah Gaza Jinan Ar-Raqb setelah melangsungkan akad nikah. (Foto: MINA) Muhammad Husein masuk ke jalur yang diblokade itu sejak awal 2011 melalui kafilah Asia Caravan to Gaza. Kemudian mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Islamic University of Gaza (IUG) jurusan Syari’ah Islamiyah dan sekarang memasuki tahun terakhir. Sementara Jinan, muslimah Gaza yang disebut ibunya sebagai “wanita spesial” itu lahir pada 11 Mei 1996. Ia menyelesaikan hafalan al-Quran 30 juz pada program tahfidzul Qur’an rutin di Gaza Taaj al-Waqar pada 2010. Ia juga juara lomba menghafal 300 hadits Nabawi pada 2012. Di usianya yang relatif muda, 18 tahun, Jinan berhasil menulis 20 novel karangannya sendiri. Perkenalan Husein dengan keluarga pengantin wanita terjadi pada 2011 ketika hendak mendaftar sebagai calon mahasiswa di IUG. Ayah Jinan merupakan seorang staf adminsitrasi di kampus tersebut. Perkenalan berlanjut hingga Muhammad Husein diundang secara khusus oleh Fauzi ke kediaman mereka di daerah Bany Suhaila Khan Younis. Terjadilah perkenalan antara Husein dan Jinan dan berselang waktu, keduanya direstui oleh keluarga untuk melangsungkan pernikahan, namun harus menunggu selesainya Jinan di masa sekolah pendidikan menengah atas terlebih dahulu. Setelah menunggu sekitar 2,5 tahun akhirnya Husein dan Jinan melangsungkan pernikahannya tepat pada hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69.(L/K01/P03/P02) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/relawan-indonesia-menikahi-muslimah-gaza-di-tengah-perang
Peduli Palestina, Masyarakat Muara Enim Galang Dana Kemanusiaan

RMOL. Galang dana peduli palestina berhasil kumpulkan Rp 27.442.000. Penggalangan dana kemanusian ini wujud kepekaan dan kepedulian masyarakat Muara Enim. Malam peduli palestina ini bertepatan momen Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilangsungkan di gedung kesenian Dayang Rindu Muara Enim,Sabtu (16/8). Bertemakan ‘satu hati peduli palestine’ yang diselenggarkan oleh 5 organisasi di Muara Enim yakni, Simpatisan Serasan Sekundang, PMI Muara Enim, Perguruan Tinggi Serasan, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah, dan Sanggar Tari Gending. Bupati Muara Enim H Muzakir Sai Sohar, menyampaikan apresiasinya terhadap generasi muda Muara Enim yang merasa peduli dan peka terhadap apa yang terjadi di palestina. “Kepedulian ini tidak lepas karena idiologi kita adalah pancasila. Dan dalam sila itu, bahwa kita menjunjung tinggi kemanusian yang adil dan beradab,”kata Muzakir Sai Sohar kepada Rakyat Merdeka Online Sumsel, berapa saat lalu. Kepedulian itu lanjut Muzakir, patut dilakukan semua elemen masyarakat untuk menolong sesama. “Tingkatkan kepedulian sesama, mari kita satu hati peduli palestina,” ujar Muzakir. Muzakir menjelaskan, di layar TV bisa dilihat, roket-roket layaknya percon yang bukan main mengerikan. “Banyak korban jiwa berjatuhan. Anak kecil kehilangan orang tua, Ibu kehilangan anak dan suami, kita mengecam keras tindakan yang tidak beradab tersebut,”tegas Muzakir. Sebagai bentuk kepeduliannya itu, secara pribadi dia menyumbangkan Rp 10 juta untuk peduli palestina. Ketua Panitia Peduli Palestina, M Arifin kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu (16/8) mengatakan, dana yang terkumpul ini merupakan sumbangan masyarakat muara enim maupun penjualan stiker-stiker kepada masyarakat. “Dari penjualan stiker, sumbangan masyarakat termasuk dari pak bupati Muara Enim, terkumpul dana sebesar Rp 45.653.000,”ungkap Arifin. Lalu, dana kemanusian itu terang Arifin, akan diserahkan langsung melalui Bupati Muara Enim H Muzakir Sai Sohar kepada Presidium MER-C (yayasan kemanuasian peduli palestina), DR Hendri Hidayatullah pada malam ini juga. DR Hendri Hidayatullah menyampaikan, bahwa, MER-C adalah organisasi asli praduk indonesia, sudah berkecimpuk 15 tahun di kemanusian. Bahkan sampai sekarang ini telah mengirimkan 147 misi baik dalam negeri maupun luar negeri. “Kirimkan tim medis, baik konflik dan bencana alam, diantara luar negeri Irak, Iran, Afganistan, Gazza Palestine,”terangnya. Diakuinya, Palestina, merupakan salah satu negara, mengakui pertama kali kemerdekaan indonesia tahun 1945. Disebutkannya, akibat serangan itu, sudah menembus angka 2 ribu meninggal, 9 ribu luka-luka dalam 2 minggu. Menurutnya, ini bukan peperangan tetapi agresi militer, MER-C katanya, telah membangun rumah sakit indonesia di gazza Palestina dan telah rampung akhir 2013. Pembangunannya menelan dana sekitar 65 milyar. 40 milyar dana tersebut berasal dari Indonesia. [udi] Sumber : http://www.rmolsumsel.com/read/2014/08/16/11577/Peduli-Palestina,-Masyarakat-Muara-Enim-Galang-Dana-Kemanusiaan-
ARB Bantu Biaya Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Aburizal Bakrie bersama relawan MER-C VIVAnews – Tokoh nasional yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, membuktikan komitmennya untuk membantu warga Gaza, Palestina. Hal itu diwujudkan dengan cara membantu pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang ada di Gaza. “Insya Allah saya akan membantu melalui teman-teman MER-C untuk ikut membantu pembangunan dan penyelesaian Rumah Sakit Indonesia di Gaza,” kata ARB (panggilan akrabnya), usai bertemu Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), di Jakarta, Rabu, 13 Agustus 2014. Relawan MER-C datang dipimpin oleh Presidium MER-C, dr Jose Rizal Jurnalis. Turut mendampingi Operational Manager, Rima Theresia Manzanaris, dan Head of Logistical Assistance Division, Ita Muswita. Dalam kesempatan itu, ARB akan menyumbangkan dana Rp1 miliar. Sumbangan ini disalurkan melalui relawan MER-C untuk kepentingan Rumah Sakit Indonesia dan warga Gaza. ARB mengaku senang bisa membantu warga Palestina, khususnya Gaza yang sedang berjuang melawan kezaliman Israel. Apalagi, dia mengaku dulu pernah datang ke sana. “Saya pernah ke Gaza, saat menjabat Ketua Umum Kadin Indonesia. Saya juga pernah bertemu almarhum Yasser Arafat (pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina),” ungkapnya. Karena itu, ARB mengaku tertarik untuk berkunjung lagi ke Gaza. Apalagi, di sana sudah ada Rumah Sakit Indonesia yang terbesar, terlengkap dan terindah. “Yang lebih membanggakan lagi ini dikerjakan oleh relawan dari Indonesia.” Jose Rizal berterima kasih atas bantuan dan perhatian ARB. Sebab, bantuan nyata seperti itu sangat dinantikan warga Gaza. “Terima kasih atas perhatian Pak Ical dan tvOne yang sebelumnya juga membantu alat-alat kesehatan.” Jose Rizal juga mengaku tidak menyangka bisa diundang untuk bertemu ARB di kantornya. Dia juga berharap ARB akan berkunjung juga ke kantor MER-C. (one) Laporan Dian Widiyanarko Sumber : http://nasional.news.viva.co.id/news/read/528709-arb-bantu-biaya-pembangunan-rumah-sakit-indonesia-di-gaza