MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

RELAWAN MER-C SHALAT IEDUL FITRI BERSAMA RIBUAN WARGA GAZA

Relawan MER-C sesaat setelah Shalat Iedul Fitri 1435 H di halaman RS Indonesia, Bayt Lahiya, Utara Jalur Gaza. Foto : MINA Gaza, 1 Syawwal 1435 / 28 Juli 2014 (MINA) – Sebanyak 19 Relawan Indonesia yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melaksanakan shalat Iedul Fitri bersama warga Gaza di Masjid Khulafaur Rasyidin, Senin. “Ini adalah salah satu masjid yang terletak di kemp pengungsi Jabaliya, berjarak satu km dari RS Indonesia, lapor koresponden Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza.  Para relawan bergabung bersama ribuan rakyat Gaza yang sejak selesai shalat subuh sudah berada di masjid itu. Kebanyakan  jamaah shalat Iedul Fitri  adalah  pengungsi internal (Internal Displaced Person) dari utara Jalur Gaza, seperti Bayt Lahiya dan Bayt Hanoun. Mereka mengungsi karena rumah rumah mereka dekat dengan perbatasan dan jadi sasaran serangan membabi buta  Israel. Bertindak selaku Imam dan Khotib shalat Iedul Fitri adalah Shaikh Abdul Rabu’ Abu Sibah yang dalam khutbahnya menekankan tiga hal penting. Pertama, hari Ied ini merupakan hari kemenangan seluruh muslimin, terutama muslimin di Gaza yang telah bertahan selama 21 hari dari gempuran-gempuran zionis Israel, dan meyakini bahwa kemenangan akan segera dicapai. Kedua, merupakan bentuk kesabaran muslimin di Gaza, kesabaran yang luar biasa ditunjukkan oleh muslimin di Gaza yang tetap bertahan di jalur Gaza dan tidak keluar dari Gaza untuk mengungsi, namun tetap menjaga tanah Palestina, sebagai murobithin dan menjaga tanah di mana terdapat Bayt Al Maqdis, Masjid Al Aqsa, masjid suci ketiga kaum muslimin. Ia mengutip Al Quran surat Ali Imran : 200, yang menyatakan, agar orang beriman sabar dan tetap bersabar serta berjaga jaga di perbatasan. Kemenangan ketiga merupakan kemenangan peperangan dalam menghadapi Iedul Fitri setelah satu bulan melaksanakan shaum Ramadhan. Situasi shalat Iedul Fitri 1435 di Jalur Gaza kali ini, berbeda dengan shalat Iedul Fitri tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini dilaksanakan di tengah serangan Israel yang masih gencar terhadap Gaza. Kebanyakan rakyat Gaza melaksanakan shalat Iedul Fitri tidak di lapangan, namun di masjid masjid , karena serangan Israel masih terus berlangsung setelah sehari sebelumnya negara zionis itu menolak gencatan senjata selama 24 jam sejak Ahad (27/7) yang diusulkan PBB. Sebanyak 19 relawan MER-C masih berada di Jalur Gaza hingga saat ini untuk menyelesaikan pekerjaan akhir RS Indonesia serta mengawal pengadaan alat kesehatan agar rumah sakit dapat  segera beroperasi. Jika situasi keamanan membaik, maka akan segera diadakan pembelian alat kesehatan sehingga rencana pengoperasian RS Indonesia di akhir tahun ini bisa tercapai. (L/K01/IR) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/relawan-merc-shalat-iedul-fitri-bersama-ribuan-warga-gaza                  

MER-C BAGIKAN DAGING “IDUL FITRI” UNTUK WARGA GAZA

Para relawan MER-C sedang membagi daging sembelihan mereka untuk kemudian diserahkan ke warga di sekitar RS Indonesia di Bayt Lahiya utara Gaza. Foto: MINA Gaza, 29 Ramadhan 1435 / 27 Juli 2014 (MINA) – Menjelang hari raya Idul Fitri 1435 Hijriah, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) membagikan daging sapi kepada warga di sekitar Rumah Sakit  Indonesia di Bayt Lahiya  utara Gaza, Palestina. “Ini salah satu bentuk penyaluran bantuan MER-C  kepada warga Gaza, terlebih menjelang Idul Fitri seperti ini, setidaknya memberikan sedikit senyuman kepada saudara-saudara kita”  ujar  Ketua Mer-c cabang Gaza Muqarrabin Al Fikri kepada MINA, Ahad (27/7).  Lebih lanjut  Fikri menyatakan selama bulan Ramadhan ini MER-C telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan kepada warga di Gaza, terlebih  sejak serangan Israel membabi buta sejak awal Ramadhan. “Kami menyalurkan bantuan sejak awal terjadinya serangan terhadap Gaza, ada sembako untuk dhuafa dan pengungsi kemudian uang tunai kepada para korban luka-luka,” kata pria  berusia 25 tahun ini. ”Prinsipnya kita salurkan bantuan secara cepat, tepat dan langsung kepada yang membutuhkan,”  katanya menambahkan, “terlebih ini hewan berupa sapi dipotong dan dibagikan langsung para relawan kepada warga Gaza.” Sebelumnya MER-C  menyalurkan bantuan dari rakyat Indonesia berupa paket sembako dan uang tunai kepada para dhuafa, fakir miskin dan korban agresi Israel. Bantuan disalurkan saat terjadinya gempuran Israel di berbagai tempat. Para relawan bekerja keras menyampaikan bantuan secara langsung kepada warga Gaza. Sementara itu, bantuan uang tunai disalurkan kepada korban luka di berbagai rumah sakit yang ada di jalur Gaza, seperti  RS Eropa di Rafah, RS An-Nasr di Khan Younis dan  RS As-Syifa di Kota Gaza. Akibat agresi Israel sejak awal Juli lalu, pekerjaan penyelesaian RS Indonesia sedikit terhambat, karena terbatasnya ruang gerak akibat bombardir Israel ke berbagai tempat, bahkan bangunan kamar jenazah RS Indonesia sendiri dibom Israel yang mengakibatkan hancurnya dinding bangunan tersebut. Bahkan hingga berita ini ditulis serangan Israel masih terus berlanjut, walau telah terjadi gencatan senjata. Rencananya RS Indonesia akan segera beroperasi pada akhir tahun ini dengan segera membeli alat alat kesehatan yang mencapai milyaran rupiah. “Dukungan dan doa dari rakyat Indonesia sangat dibutuhkan demi beroperasionalnya RS sumbangan rakyat ini,” kata Fikri. Fikri melanjutkan, penyaluran bantuan dapat disalurkan melalui rekening sebagai berikut, Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee. Sedang untuk donasi Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza bisa melalui .BCA, 686.0153678 .BSM, 700.1352.061 .BNI SYARIAH, 08.111.929.73 .BRI, 033.501.0007.60308 .BMI, 301.00521.15 .Mandiri, 124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee. (L/K01/P03) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/jelang-iedul-fitri-merc-bagikan-daging-untuk-warga-gaza                  

DRONE ISRAEL HANTAM RS INDONESIA

Dua roket drone Zionis Israel hantam bangunan Kamar jenazah Rumah Sakit Indonesi di Bayt Lahiya, utara Gaza, Palestina, 23 Juli 2014.(Foto: MINA Gaza) Bayt Lahiya, 26 Ramadhan 1435/24 Juli 2014 (MINA) – Drone (pesawat tanpa awak) Zionis Israel mulai menargetkan lokasi Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, utara Gaza. Muqarrabin Al-Fikri, Ketua Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Cabang Gaza melaporkan, drone Zionis Israel menembakkan roket menghantam kamar jenazah RS Indonesia, pada Rabu sore (23/7).  “Serangan drone menyebabkan dua lubang cukup besar pada dinding RS Indonesia serta menghancurkan AC (pendingin udara) di dalam kamar jenazah,” kata Fikri saat dihubungi Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis sore (24/7). Fikri, relawan asal Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, yang sudah 1,5 tahun mengabdi di Jalur Gaza, baru dapat melaporkan sehari setelah kejadian. Hal ini karena sejak dini hari listrik mati total, sehingga tidak dapat mengirim laporan dan foto. Ia pun bersama relawan lainnya, baru mengetahui begitu keluar dari RS, mengingat selama bombardir kemarin mereka semua memang diarahkan untuk tetap di dalam ruangan. Menurutnya, drone juga telah menembakkan roket tepat menargetkan buldoser yang berada di halaman parkir RS Indonesia, berjarak sekitar 15 meter dari gedung utama, tempat sejumlah 19 relawan Indonesia berada di sana. “Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana buldoser di halaman RS Indonesia di hantam roket Israel,” kata Fikri. Fikri, yang juga mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Gaza (UIG) itu juga mengatakan, sejak Kamis pukul 04.30 waktu Gaza, listrik terputus di beberapa tempat, termasuk utara Gaza. Hal itu disebabkan jaringan listrik hancur di sebagian besar daerah utama di kota Gaza digempur pesawat-pesawat tempur Zionis Israel sejak awal Ramadhan. Untuk pasokan kebutuhan pokok, Fikri menuturkan saat ini pihaknya sudah menyiapkan stok pasokan keperluan pokok untuk dua bulan ke depan. Dia mengabarkan kondisi para relawan Indonesia yang sedang mengemban amanah untuk melakukan penyempurnaan pembangunan RS Indonesia dalam keadaan baik. Di tengah dentuman bom, saat ini para relawan kemanusiaan MER-C melakukan survei ke tempat, untuk lanjutan pendistribusian bantuan pangan dan dana untuk para korban agresi militer Zionis Israel. Bantuan merupakan titipan dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza, sebagai bentuk kecintaan dan persaudaraan sesama umat Islam. Menurutnya, bantuan dari rakyat Indonesia itu dilakukan sejak Kamis (17/7) lalu, dan disalurkan terutama bagi korban luka-luka dan anak-anak yatim korban agresi. (L/K03/P02/R1) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/drone-israel-hantam-rs-indonesia          

Siaran Pers : Dari Rakyat Indonesia untuk Palestina

Bismillahirrahmanirrahim Dengan memohon rahmat Allah SWT, MER-C segera mengupayakan pembukaan darurat Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Untuk program pembukaan darurat ini, dialokasikan dana sebesar 23 M Rupiah, dari jumlah donasi rakyat Indonesia untuk pengadaan alat kesehatan RS Indonesia per 1/7 – 17/7 yang telah mencapai Rp 37.216.328.050,-. Sementara itu donasi untuk kemanusiaan Gaza per 1/7 – 17/7 telah mencapai Rp 6.800.068.055,-. Relawan MER-C di Gaza pun mengabarkan bahwa rakyat dan pemerintah di Gaza mengharapkan RS Indonesia dapat segera beroperasi karena bagian utara Gaza merupakan daerah yang memakan korban terbanyak akibat agresi militer Israel.   Insha Allah, pembukaan darurat ini akan mengoperasikan unit-unit sebagai berikut: 1.      Unit IGD dan kamar tindakan beroperasi maksimal. 2.      Unit ICU beroperasi dengan 10 bed dengan 5 ventilator. 3.      Poliklinik beroperasi maksimal. 4.      Laboratorium beroperasi maksimal. 5.      Radiologi, hanya dilengkapi X-Ray portable/mobile. 6.      Kamar bedah, beroperasi 1 kamar (dari kapasitas 4 kamar). 7.      Unit Rawat Inap beroperasi dengan 50 bed. MER-C juga saat ini sedang menyiapkan tim bedah untuk diberangkatkan ke Gaza sambil menunggu adanya hasil dari koordinasi dengan KBRI di Mesir dan kedutaan besar Mesir di Jakarta. Tim akan diberangkatkan dalam rangka memberi bantuan gawat darurat medis selain berkoordinasi dengan SDM medis yang ada di Gaza untuk bersama-sama melakukan pengobatan di RS Indonesia. Untuk bantuan kemanusiaan, alhamdullilah pada  14/7, 16/7 dan 17/7 relawan MER-C di Gaza telah menyalurkan sebagian donasi dari rakyat Indonesia berupa sembako dan santunan uang tunai kepada rakyat Gaza. Mereka mengirim salam kepada Indonesia ketika donasi disampaikan, seraya berdoa semoga Allah senantiasa memberi keberkahan. Inshallah donasi akan terus diupayakan pelaksanaannya oleh relawan MER-C di Gaza. Semoga ini dapat menjadi amal baik yang mempersatukan hati rakyat Indonesia dan Palestina, sebagai bukti bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas dan jarak. Mohon doa agar damai tiba di Palestina, dan agar ke 19 relawan MER-C di Gaza selalu berada dalam perlindungan Allah SWT. Donasi untuk amanah kemanusiaan Gaza: BSM 700.2905.803 BCA 686.033.5555 Mandiri 124.000.375375.4 A/n. Medical Emergency Rescue Committee Donasi alat kesehatan RS Indonesia di Gaza: BCA 686.0153678 BSM 700.1352.061 BNI Syariah 08.111.929.73 BRI 033.501.0007.60308 BMI 301.00521.15 Mandiri 124.0008111925 An Medical Emergency Rescue Committee   Jakarta, 18 Juli 2014 Divisi Humas MER-C

RELAWAN MER-C SALURKAN LANGSUNG BANTUAN RAKYAT INDONESIA UNTUK GAZA

Gaza – Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di jalur Gaza menyalurkan bantuan dari rakyat Indonesia kepada warga gaza secara langsung pada selasa 15/7. Ditengah serangan israel yang masih berlangsung relawan mendatangi rumah-rumah warga Gaza yang sedang membutuhkan dengan memberikan paket makanan pokok, demikian Ketua MER-C Cabang Gaza, Muqarrabin Al Fikri menyatakan. “Kami datangi rumah warga Gaza satu persatu, walaupun serangan israel masih terus berlangsung” Ujar Fikri. Mahasiswa Universitas Islam Gaza ini menambahkan bahwa ini baru bantuan awal saja, karena akan ada program lain berupa buka puasa bersama dengan anak yatim dan pembagian makanan untuk berbuka bagi para dhuafa. Sementara itu walaupun dua hari yang lalu RS Indonesia terkena imbas serangan Israel yang mengakibatkan kerusakan pada kaca dan plafond, relawan dalam kondisi selamat dan pekerjaan penyelesaian Rumah Sakit masih terus berangsung, relawan setiap harinya melakukan pekerjaan pekerjan seperti penyelesaian akhir pekerjaan elektrikal, serta pembersihan ruangan. Saat berita ini ditulis serangan israel masih terus berlangsung, sejumlah korban terus berjatuhan tercatat setidaknya 205 orang meninggal dan 1530 luka luka, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan wanita. Warga dan pemerintah Gaza sendiri mengharapkan Rumah Sakit Indonesia segera beroperasi terlebih dalam situasi seperti ini, dimana daerah utara gaza tempat Rumah Sakit Indonesia berdiri adalah daerah yang paling banyak memakan korban serangan israel, karena jarak dengan perbatasan tanah jajahan israel hanya 2,5 km. MER-C sendiri berkomitment akan mempercepat beroperasinya RS Indonesia ini, yang semula direncanakan akan dibuka pada desember 2014, namun banyaknya donasi maka akan segera dilakukan pemesanan alat kesehatan agar segera beroperasi. Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee Donasi untuk Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza: . BCA, 686.0153678 . BSM,700.1352.061 BNI SYARIAH, 08.111.929.73 . BRI,033.501.0007.60308 . BMI, 301.00521.15 . Mandiri,124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee (nia)  

Siaran Pers : DEDIKASI RAKYAT INDONESIA UNTUK GAZA – PALESTINA

Jakarta 11/7 Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengadakan konferensi pers di kantor pusat MER-C di bilangan Kramat, Jakarta Pusat. Konferensi Pers yang dihadiri oleh Ketua Presidium Dr. Henry Hidayatullah dan dua orang Presidium Dr. Jose Rizal Jurnalis dan Dr Arief Rachman mengeluarkan siaran pers mengenai agresi militer Israel yang dilakukan di wilayah Gaza, Palestina. Untuk hal tersebut, Dr Henry Hidayatullah mengatakan bahwa MER-C mengutuk dan menuntut dihentikannya agresi yang dilakukan Israel terhadap rakyat Gaza serta meminta agar Mesir dapat mempermudah jalur keluar-masuk bantuan bagi warga Gaza. Tercatat, sambung Dr Henry, hingga pagi tanggal 11 Juli 2014. Agresi tersebut sudah mensyahidkan 92 orang dan melukai 650 orang lainnya. Lebih lanjut lagi Dr Henry mengatakan bahwa Rumah Sakit Indonesia yang telah tegak berdiri belum bisa beroperasi karena terkendala alat kesehatannya yang belum memadai dan sedang menggalang dana untuk hal tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa besar harapan RS Indonesia di Gaza dapat melakukan soft launching secara bertahap serta memberikan rumah sakit tersebut pada pemerintah di Gaza untuk digunakan bagi keperluan rakyatnya.   Sementara itu Dr Jose Rizal menambahkan bahwa agresi Israel terhadap Gaza merupakan hal yang inkonstitusional. Ia juga mengatakan untuk bahwa instalasi alat kesehatan di Rumah Sakit Indonesia sudah siap, hanya tinggal menunggu pembelian alat-alat kesehatan bilamana dana sudah terkumpul. Lebih lanjut, pada Konferensi Pers yang dihadiri oleh pewarta berita dari televisi, media cetak dan online ditampilkan siaran langsung melalui skype dengan Ir. Nur Ikhwan Abadi dari divisi konstruksi RS Indonesia di Gaza. Nur Ikhwan menjelaskan bahwa hingga waktu setempat, agresi militer Israel telah menewaskan 98 orang dan 670 luka-luka. Ia juga menambahkan bahwa Presiden Mahmoud Abbas mengatakan bahwa Israel akan segera melakukan agresi darat yang tentunya akan menewaskan lebih banyak lagi warga sipil. Presiden Mahmoud Abbas, lanjutnya, juga menegaskan agar pihak Israel dan pejuang lokal untuk tidak melanjutkan serangan, namun faktanya tetap Israel membombardir ratusan serangan dalam satu hari saja. Tambahan lagi, korban yang berjatuhan banyak yang berada di Gaza bagian utara dan terapat kurang lebih 20 korban yang terdiri dari wanita dan anak-anak. Terkait Kondisi di Gaza, apabila serangan terus berlanjut maka MER-C akan mengirimkan tim bedah ke jalur Gaza, Palestina. Berikut isi lengkap siaran pers MER-C Siaran Pers /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} DEDIKASI RAKYAT INDONESIA UNTUK GAZA – PALESTINA   Tercatat sampai pagi ini (11/7), agresi militer Israel yang dilakukan terhadap Gaza sejak 6 Juli 2014 telah mensyahidkan tidak kurang dari 92 orang dan 650 orang luka-luka, menghancurkan 105 rumah warga dan gedung institusi pemerintah. Sementara itu, Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan akibat guncangan dari ledakan rudal di lokasi yang berjarak sekitar 30 m dari Rumah Sakit Indonesia (10/7). MER-C mengutuk dan menuntut dihentikannya agresi yang dilakukan Israel terhadap rakyat Gaza, meminta agar Mesir dapat segera mempermudah jalur keluar-masuk bantuan bagi warga Gaza, serta mengajak semua orang yang cinta kemanusiaan untuk melakukan aksi, memberikan dukungan serta memohonkan doa demi terciptanya situasi aman di Gaza, dan demi keselamatan ke 19 relawan MER-C yang saat ini bekerja menunaikan amanah di Gaza untuk menyampaikan sumbangan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina dalam bentuk Rumah Sakit Traumatologi dan Rehabilitasi. Alhamdulillah, saat ini bangunan Rumah Sakit Indonesia sudah rampung. MER-C  masih menggalang dana sebedar 65 miliar rupiah untuk pengadaan alat kesehatan agar RS Indonesia dapat segera beroperasi, sehingga ke depan, akan ada lebih banyak warga yang tertolong, terutama mereka yang bertempat tinggal dekat dengan perbatasan Gaza-Israel. Saat ini juga relawan MER-C sedang mengupayakan untuk melaksanakan empat program di Gaza yaitu: 1.    Memberikan bantuan sembako untuk korban agresi Israel 2.    Memberikan bantuan sembako untuk keluarga dhuafa 3.    Memberikan iftaar (makanan untuk berbuka puasa) bagi anak yatim Gaza 4.    Memberikan iftaar bagi keluarga dhuafa Total donasi yang masuk untuk amanah Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza per 1 – 11 Juli 2014 Rp 7.643.910.082,-. Sementara total donasi yang masuk untuk amanah Kemanusiaan Gaza per 1 – 11 Juli 2014 Rp 597.021.921,- dimana sebesar 200 juta rupiah sudah dialokasikan untuk melaksanakan keempat program di atas. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan bagi rakyat Palestina, dan bagi semua orang yang membelanya, amin. Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai situasi di Gaza dapat menghubungi relawan MER-C cabang Gaza di bawah ini: Ir. Nur Ikhwan Abadi (+972592892939) Muqarrabin al Fikri (+972599611877) Muhammad Husein (+972592723956)   Donasi untuk amanah kemanusiaan Gaza: BSM 700.2905.803 BCA 686.033.5555 Mandiri 124.000.375375.4 An Medical Emergency Rescue Committee   Donasi alat kesehatan RS Indonesia di Gaza: BCA 686.0153678 BSM 700.1352.061 BNI SYARIAH 08.111.929.73 BRI 033.501.0007.60308 BMI 301.00521.15 Mandiri 124.0008111925 An Medical Emergency Rescue Committee    Jakarta, 11 Juli 2014 Divisi Humas MER-C          

Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Jalur Gaza

Gaza – “Gaza diserang besar-besaran, malam ini, mulai dari selatan hingga utara Jalur Gaza. Israel luncurkan perang kali ini dengan Sandi “The Solid Rock”. Sementara Hamas menamakanya “Intifadhah Al Quds”. Teman-teman relawan alhamdulillah dalam keadaan baik. Mohon doanya,” tulis Ir. Nur Ikhwan salah satu relawan Indonesia di Gaza dalam pesan singkat yang diterima MER-C Pusat Jakarta pagi ini, Selasa (8/7).  MER-C Gaza menambahkan bahwa sebuah serangan juga terjadi tidak jauh dari lokasi Rumah Sakit Indonesia, Bayt Lahiya, Gaza Bagian Utara. Menyusul serangan yang meningkat ke seluruh wilayah Jalur Gaza beberapa waktu terakhir, hari ini MER-C Pusat Jakarta mengirimkan dana sebesar Rp 200juta ke Gaza yang terkumpul dari donasi masyarakat Indonesia untuk Kemanusiaan Gaza. Melalui Cabang MER-C yang sudah resmi berdiri di Gaza sejak tahun 2010, donasi tersebut akan disalurkan secara langsung oleh para relawan Indonesia di Gaza yang saat ini berjumlah 19 orang dalam 4 program di bulan Ramadhan, yaitu: 1. Memberikan bantuan sembako untuk korban agresi Israel 2. Memberikan bantuan sembako untuk keluarga dhuafa 3. Berbuka puasa bersama dengan anak yatim di Gaza 4. Berbuka puasa bersama keluarga dhuafa (langsung mendatangi rumah-rumah dhuafa). Program ini Inshallah Akan dilaksanakan Oleh relawan Indonesia, yang saat ini sedang melaksanakan penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina. Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee Donasi untuk Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza: •BCA, 686.0153678 •BSM, 700.1352.061 •BNI SYARIAH, 08.111.929.73 •BRI, 033.501.0007.60308 •BMI, 301.00521.15 •Mandiri, 124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee        

SETIBANYA DI GAZA KE 15 RELAWAN INDONESIA SEGERA BEKERJA

Gaza – Sejumlah 15 orang relawan Indonesia yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Comiittee (MER-C) telah memulai pekerjaan pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina sehari setalah kedatangan mereka, Senin (30/6). Pekerjaan difokuskan kepada penyelesaian pekerjaan listrik dan AC pada bangunan utama serta pekerjaan Wisma Rakyat Indonesia yang terletak di belakang bangunan utama.   “Untuk pekerjaan mekanikal elektrikal di bangunan utama akan kita fokuskan kepada instalasi transformer di ruangan operasi, kemudian menyelesaikan saluran air di ruangan sterilisai dan penyelesaian pekerjaan AC,” ujar Koordinator Lapangan bidang Mekanikal Elektrikal RS Indonesia, Karidi Abu Hanifah, relawan yang telah dua kali bertugas ke Gaza, Palestina.    Karidi juga berharap Tim ME (Mekanikal Elektrikal) akan secepat mungkin mengerjakan pekerjaan di bangunan utama untuk kemudian melanjutkan pembangunan Wisma Rakyat Indonesia.  Sementara itu, Koordinator Lapangan di bidang Sipil, Tata Lukita yang juga sudah dua kali bertugas di Gaza menyatakan bahwa pekerjaan tim sipil adalah menyelesaikan beberapa pekerjaan kecil sebelum memulai pekerjaan pembangunan Wisma Rakyat Indonesia, diantaranya penutupan ground tank dan saluran air di belakang gedung. “Kita akan tutup dulu ground tank air karena ini sangat penting. Kebutuhan air untuk Rumah Sakit Indonesia berasal dari ground tank yang berkapasitas 80 meter kubik ini. Setalah selesai kita akan langsung mengerjakan Indonesia Guest House atau Wisma Rakyat Indonesia” papar relawan yang mempunyai keahlian khusus dalam pembuatan kolam taman. Sementara itu, Site Manager Rumah Sakit Indonesia, Ir. Edy Wahyudi menyatakan bahwa pekerjaan Rumah Sakit Indonesia akan dilakukan secepat mungkin karena targetnya akhir tahun ini semua pekerjaan harus sudah selesai karena bangunan akan diserahterimakan kepada rakyat Gaza untuk bisa dipergunakan.    Untuk mewujudkan rencana ini, Tim MER-C di Indonesia akan melakukan penggalangan dana untuk melengkapi target tersebut. Dibutuhkan dana sejumlah 65 milyar rupiah untuk pengadaan alat kesehatan sebelum beroperasionalnya rumah sakit sumbangan rakyat Indonesia ini.    Bulan ramadhan bulan yang penuh berkah, semoga keberkahan ramadhan kali ini bisa mengetuk para dermawan dan donatur untuk memberikan sedikit dari hartanya untuk rakyat Palestina.    Bagi para dermawan dan donatur yang ingin memberikan dukungan dan bantuan untuk pengadaan alkes RS Indonesia di Gaza Palestina dapat disalurkan melalui:   BNI Syariah No. Rek. 08.111.929.73, BCA No. Rek. 686.0153.678, BRI No. Rek. 033.501.0007.60308, BSM No. Rek. 700.1352.061, BMI No. Rek. 301.00521.15, dan Bank Mandiri No. Rek. 124.0008111925,   atas nama Medical Emergency Rescue Committee.        

INDONESIA SANGAT PEDULI PERJUANGAN PALESTINA

Jakarta, 5 Ramadhan 1435/3 Juli 2014 (MINA) – Dr. Teuku Faizasyah, Staf Ahli Presiden urusan Hubungan Internasional, mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat peduli terhadap perjuangan bangsa Palestina untuk mencapai kemerdekaannya.  “Sesuai amanat konstitusi dan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia sangat respek dan peduli terhadap perjuangan bangsa Palestina dalam mencapai kemerdekaanya,” ujar Faizasyah saat menerima delegasi utusan dari beberapa lembaga keislaman dan kemanusiaan di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (3/7) Lembaga tersebut adalah Jama’ah Muslimin (Hizbullah), Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Aqsa Working Group (AWG), Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fatah se-Indonesia, Shuffah Al-Quran Abdullah bin Mas’ud dan Mi’raj News Agency (MINA). Menurut Faizasyah komitmen tersebut hendaknya dilanjutkan oleh estafet presiden berikutnya sesuai amanat konstitusi. Ia menambahkan, kepedulian terhadap Palestina bukan hanya bagian dari politik luar negeri bebas aktif pemerintah saja. Akan tetapi masyarakat juga dapat berkontribusi. “Karenanya saya juga sangat bersyukur dan mengapresiasi upaya masyarakat Indonesia dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza,” ujarnya. Dukungan Pemerintah Indonesia dinyatakan oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas, antara lain peran aktif Indonesia saat menggalang dukungan dari anggota negara sahabat untuk mendukung keanggotaan Palestina di PBB. Presidium MER-C dr. Joserizal Jurnalis dalam dialog tersebut mengatakan, bahwa keberadaan RS Indonesia di Jalur Gaza merupakan bentuk simpati dan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap Palestina. Sementara itu Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fatah, K.H. Yakhsyallah Mansur mengatakan, secara akidah sebagai Muslim membantu saudaranya dan manusia pada umumnya merupakan bagian dari perwujudan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. (L//P04/R1/EO2). Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/indonesia-sangat-respek-terhadap-perjuangan-palestina-2        

RELAWAN INDONESIA DI GAZA LAKUKAN JIHAD PROFESIONAL

Relawan Indonesia di Jalur Gaza mengadakan telekonferensi dengan Presidium MER-C di Jakarta, Rabu malam (2/7) waktu Indonesia. Jakarta, 5 Ramadhan 1435/ 3 Juli 2014 (MINA) – Relawan Indonesia di Jalur Gaza sedang melaksanakan amanah jihad profesional membangun Rumah Sakit Indonesia, ujar Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dr. Joserizal Jurnalis di Jakarta, Rabu malam (2/6). Joserizal dalam pesannya pada telekonferensi Jakarta-Gaza kepada 15 relawan yang baru tiba di Jalur Gaza mengatakan, mereka bukan sekedar relawan konstruksi sebuah rumah sakit, namun juga merupakan duta rakyat Indonesia yang peduli terhadap saudaranya di negeri penuh berkah itu. “Karena itu, laksanakan amanah umat dengan baik, ikhlas, sungguh-sungguh, fokus, dan jadilah  pemersatu umat,” ujarnya. Menurutnya, fokus terhadap perjuangan Palestina dan Al-Aqsha di dalamnya, merupakan misi bersama seluruh elemen, tokoh dan umat Islam, serta masyarakat dunia, atas nasib satu-satunya negeri terjajah hingga saat ini. “Untuk itu, melalui wujud karya nyata amal sholeh berupa Rumah Sakit, untuk memenuhi keperluan pengobatan sekitar 1,7 juta warga Gaza, sangatlah diperlukan warga setempat,” papar Jose. Pada tahap ini, RS Indonesia di Gaza sedang memerlukan alat kesehatan senilai sekitar 65 miliar rupiah. MER-C berusaha menggalang infaq dan shadaqah rakyat Indonesia yang hendak menitipkan hartanya untuk memenuhi peralatan kesehatan tersebut. “Desember akhir tahun ini diharapkan RS Indonesia beserta perlengkapannya diharapkan sudah bisa diserahkan kepada pemerintah dan warga Gaza, ” demikian Joserizal menambahkan. (L/R1/EO2). Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/relawan-indonesia-di-gaza-lakukan-jihad-profesional              

Silahkan bertanya?