MER-C Salurkan Kurban Ke Panti Asuhan, Pesantren dan Masjid di Papua Barat Daya

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui Program Kurban Peduli Papua menyalurkan total 8 ekor sapi di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Tempat penyaluran hewan kurban di antaranya; Panti Asuhan Putra Putri Papua Muslim, Masji Al Muttaqin, Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Hj. Aliyah Baswedan Al Munawwarah HBM Islamic Center, Pondok Pesantren Hidayatullah, Pondok Pesantren Roudlotulkhuffadz dan Pondok Pesantren Baitul Mualaf. Penerima hewan kurban adalah pesantren dan panti asuhan yang selama ini mendapatkan pelayanan mobile clinic rutin setiap bulan dari MER-C. Koordinator MER-C Papua dr. Zackya Yahya mengucapkan terimakasih kepada para sohibul kurban yang telah menyalurkan kurbannya untuk warga Papua. “Kepada sohibul qurban saya sebagai Koordinator MER-C Papua menyampaikan terimakasih, jazakumullah khoir wa barakallahu fiikum semoga kita semua tetap istiqomah dalam memberikan kemanfaatan buat ummat, serta dapat meneladani ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail terhadap perintah Allah,” ujarnya. Kurban untuk Papua merupakan program tahunan MER-C untuk membantu Muslim di wilayah Papua. MER-C terus melanjutkan dan mengembangkan bantuannya di Papua khususnya Papua Barat Daya yang telah berjalan hampir 18 tahun melalui program “Sehat untuk Papua”, seperti Mobile Clinic ke wilayah-wilayah terpencil, khitanan massal maupun program kemanusiaan lainnya seperti paket bantuan sembako, bantuan Ramadhan dan Idul Fitri serta bantuan kurban.
MER-C Papua Lakukan Mobile Clinic ke Pesantren Baitul Muallaf

Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Papua terus melakukan program mobile clinic, salah satunya ke Pesantren Baitul Mualaf di Kabupaten Sorong. Mobile clinic di pesantren yang membina sekitar 300 mualaf beserta keluarganya itu telah dilakukan Tim MER-C sejak dua bulan lalu. Pimpinan Pesantren Baitul Muallaf, Hono Salendro, mengucapkan terima kasih atas kehadiran MER-C. Ia mengatakan pengobatan melalui mobile clinic yang digelar setiap bulan ini sangat membantu. Dengan adanya mobile clinic, kini mereka tidak lagi pergi jauh dan mengantre ke puskesmas ketika ada yang sakit. “Adanya pemeriksaan MER-C setiap bulan saya sangat sangat senang dan terbantu, khususnya jama’ah kami,” katanya. Ia mengungkap, tidak hanya santri Baitul Muallaf, banyak warga sekitar yang juga merasakan manfaat dari mobile clinic ini. Untuk itu mereka juga sangat berterima kasih kepada MER-C.Hono mengaku, setiap ia keluar dan bertemu warga, banyak yang menanyakan kapan lagi pemeriksaan dari MER-C dilakukan. Selain di Baitul Muallaf, Tim MER-C di Papua juga rutin menggelar mobile clinic di sejumlah tempat yaitu, Pesantren Alam Inspirasi, Pesantren Darul Istiqomah, Pesantren Raudatul Khufaz, Pesantren Hidayatullah dan Panti Asuhan Sinar Kasih. Mobile clinic juga dilakukan hingga ke pelosok wilayah Papua Barat Daya seperti klalin 4, klalin 6, klalin 2, Arar kampung, Katapop 1, Modan 1, Modan 2 dan Rawa Sugi.MER-C telah hadir di Papua selama 18 tahun melalui program Sehat untuk Papua. Tidak hanya mobile clinic, MER-C juga mengadakan kegiatan sunatan masal, kurban untuk Papua, bantuan paket sembako, bantuan Ramadhan dan Idul Fitri, serta program kemanusiaan lainnya. Rekening Donasi Sehat untuk Papua:BSI, 8111 929.620BCA, 686.066.6608Atas nama:Medical Emergency Rescue Commmittee
MER-C Buka Program Qurban Peduli Papua, Targetkan Jangkauan Wilayah Lebih Luas

Medical Emergency Rescue Committtee (MER-C) kembali membuka program Qurban Peduli Papua 2024, dengan target wilayah pembagian lebih luas dan penerima daging kurban lebih banyak. Harga hewan kurban untuk program ini, satu ekor sapi Rp. 22.4 juta dengan program patungan tujuh orang, Rp 3.2 juta per orang. Masyarakat Indonesia yang berniat berqurban di Papua dapat menghubungi Call Center MER-C di no 0811990176. Batas akhir program ini Rabu, 12 Juni 2024. “Tahun ini MER-C menargetkan lebih banyak sapi yang bisa dibagikan, sehingga lebih banyak orang yang menerima manfaat dari Program Qurban ini,” kata Koordinator MER-C Cabang Papua dr. Zackya Yahya, SpOk. Qurban Peduli Papua merupakan program tahunan MER-C untuk membantu warga Muslim di wilayah Papua. Tahun ini rencananya akan dibagikan ke sejumlah kampung muslim dan pesantren di wilayah Papua Barat Daya. Zackya mengatakan, salah satu tempat yang ditargetkan menerima kurban adalah Pesantren Baitul Mualaf, yang saat ini membina sekitar 300 mualaf. “Karena targetnya lebih banyak yang bisa kita bagikan, untuk itu kita informasikan lebih awal sehingga kita masih punya waktu bagi para sohibul qurban atau donatur yang mau membagikan qurbannya di wilayah Papua Barat Daya ini,” ujarnya. MER-C terus melanjutkan dan mengembangkan bantuannya di Papua, khususnya Papua Barat Daya yang telah berjalan hampir 18 tahun, baik bantuan kesehatan seperti program “Sehat untuk Papua”, Mobile Clinic ke wilayah-wilayah terpencil, maupun program kemanusiaan lainya seperti paket bantuan sembako, bantuan Ramadhan dan Idul Fitri serta program kurban.
Cerita Sehat untuk Papua MER-C yang Telah Berjalan 18 Tahun

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) terus berbkomitmen menjalankan misi kemanusiaan baik di luar negeri hingga ke pelosok Indonesia. Hadir di tengah masyarakat membutuhkan, yang terdampak akibat bencana alam, perang ataupun konflik. Salah satu program kemanusiaan MER-C yang telah berjalan sejak 2006 atau selama 18 tahun adalah “Sehat untuk Papua”. Relawan medis MER-C hadir langsung di tengah masyarakat Papua untuk memberikan pelayanan kesehatan. Salah satu pelayanan yang rutin dilakukan MER-C di Papua adalah pengobatan mobile clinic ke kampung-kampung yang membutuhkan secara rutin setiap bulannya. Salah satu Kampung yang menjadi sasaran mobile clinic MER-C adalah Kampung Arar, di Pulau Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Pada awal mobile clinic tahun 2008 di Kampung ini, pengobatan masih dilakukan di rumah salah seorang warga. Namun sejak beberapa tahun terakhir pengobatan sudah bisa dilakukan di balai desa, sumbangan dari salah satu CSR perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Sorong. Perjalanan yang dilakukan relawan dari posko sampai ke lokasi memerlukan waktu sekitar 30 menit via darat dengan motor untuk sampai ke pelabuhan dan dilanjutkan 30 menit dengan perahu sampai ke lokasi Kampung Arar. MER-C dalam menjalankan misinya memiliki prinsip bahwa semua orang memiliki hak yang sama. Untuk itu, saat memberikan pelayanan MER-C tidak membedakan ras, suku atau agama. Begitupun selama melakukan pelayanan di Kampung Arar yang masyarakatnya terbagi di dua lokasi yaitu kampung muslim dan non-muslim. Keduanya mendapatkan pelayanan yang sama dari MER-C. Tidak hanya di Kampung Arar, mobile clinic yang dilakukan MER-C Papua terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Tantangan yang dihadapi di sejumlah wilayah hampir sama, yaitu akses dan medan yang dilalui cukup berat. Beberapa akses ke kampung-kampung masih harus menggunakan perahu atau kapal. Melalui program “Sehat untuk Papua”, MER-C juga memberikan berbagai bantuan lainnya seperti sunat masal, pembagian paket sembako Ramadhan dan qurban untuk Papua. Masyarakat juga bisa ikut berkontribusi dalam program Sehat untuk Papua dengan cara berdonasi, sehingga lebih banyak wilayah terpencil di Papua khususnya Papua Barat Daya yang masyarakatnya bisa mendapatkan bantuan medis secara rutin dan terus menerus. Dukungan & Donasi Program “Sehat untuk Papua” melalui: BCA, 686.066.6608 BSI, 8111 929.620 Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee
Semarakkan Ramadhan di Papua, MER-C Salurkan Bantuan Alat Sholat dan Sembako

Haru dan bahagia terpancar dari wajah warga di sejumlah kampung di kabupaten Sorong, Papua Barat Daya usai mereka menerima bantuan program Semarakkan Ramadhan di Papua. Bantuan berupa alat sholat dan sembako disalurkan langsung oleh Tim Klinik MER-C di Sorong. Satu persatu kampung dan rumah warga didatangi oleh Tim MER-C untuk menyalurkan amanah dari para donator bagi warga muslim yang membutuhkan di wilayah Indonesia timur ini. “Alhamdulillah, tahun ini kita masih bisa berbagi kebahagiaan Ramadhan kepada saudara-saudara muslim kita di Papua, khususnya Papua Barat Daya. Terima kasih atas kepercayaan para donator yang telah menyisihkan rezekinya untuk program ini,” ujar dr. Zackya Yahya, SpOk, Koordinator Klinik MER-C wilayah Papua. Zackya memaparkan donasi yang masuk bagi program Semarakkan Ramadhan di Papua total sebesar Rp 83.619.721,- ditambah bantuan dalam bentuk mukena sebanyak 30 set. “Dari donasi yang ada, kami bisa membelikan bantuan bagi warga muslim di sini berupa mukena sebanyak total 330 paket dan sarung untuk anak-anak dewasa sebanyak 300 paket serta sembako sebanyak 100 paket,” terang Zackya. Relawan yang sudah mengawal program Klinik MER-C di Papua selama lebih dari 15 tahun ini menjelaskan bahwa bantuan perlengkapan sholat dibeli di Jakarta dengan pertimbangan harga yang jauh lebih murah serta pilihan dan stok banyak, dibandingkan apabila dibeli di Sorong. Bantuan lalu dikirim ke Sorong melalui ekspedisi kapal laut. Sementara untuk bantuan sembako yang terdiri dari beras super 5 kg, tepung terigu 2 kg, gula pasir 2 kg dan minyak goreng 2 kg semua dibeli dan di-packing oleh Tim MER-C di Sorong. “Alhamdulillah sarung dan mukenah dari donatur MER-C buat Bapak-bapak dan Ibu-ibu serta para remaja dan anak-anak sangat bermanfaat untuk mereka pakai lebaran. Warga terharu dan sangat bersyukur menerima semua bantuan ini,” ungkap Zackya yang sempat ikut turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga muslim di Papua Barat Daya.Bantuan didistribusikan ke beberapa kampung seperti Kampung Maibo Klalin 4, kampung Malawele, kampung Malawili, kampung Klasuluk, kampung Malaus. Untuk bantuan sembako banyak difokuskan ke Kampung Klalin 4 karena yang paling minus kondisi masyarakatnya. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke panti yatim putra dan putri muslim Papua, panti putra dan putri Muhammadiyah, serta pondok pesantren Hidayatullah, pondok pesantren Darul Istiqomah dan dhuafa di sekitar Klinik MER-C. Zackya berharap tahun depan tetap ada bantuan donasi untuk paket ramadhan yang lebih banyak agar bisa menambah jumlah bantuan yang kita berikan dan juga bisa menyiapkan baju koko bagi anak-anak dan hijab bagi ibu-ibu.
Puluhan Anak-anak Fak Fak Papua Barat Antusias Ikuti Khitanan Massal MER-C dan AMCF

Sekitar 55 anak di Fak Fak nampak antusias mengikuti khitanan massal yang digelar MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) bekerjasama dengan AMCF (Asian Muslim Charity Foundation). Kegiatan diadakan di kampung Werpigan, Distrik Fak Fak Barat, Kabupaten Fak Fak, Papua Barat, Jum’at/27 Januari 2023. Peserta khitan berasal dari empat Kampung di Distrik Fak Fak Barat, yaitu Kampung Werpigan, Kampung Purwasak, Kampung Kit, dan Kampung Werboeam. Selain anak-anak, terdapat juga satu orang dewasa yang baru saja mengucapkan dua kalimat syahadat turut dikhitan. Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama dua hari sejak hari Kamis/26 Januari 2023 yang diawali dengan doa bersama di masjid setempat, yaitu Masjid Nurul Islam. Arak-arakan warga yang meriah terlihat ketika mengantarkan anak-anak yang akan dikhitan massal dari kediamannya menuju masjid. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Berzanji dan doa. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Perwakilan dari Bupati Fak Fak, Kepala Distrik dan aparat kampung Werpigan. Koordinator MER-C untuk Wilayah Papua, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk menjabarkan alasan wilayah ini dipilih sebagai lokasi kegiatan salah satunya karena akses kesehatan yang masih kurang. “Kebetulan daerah yang kita kunjungi kemarin adalah salah satu wilayah binaan dakwah AMCF, karena di sana memang pembangunan masih sangat kurang terutama untuk ekonomi, pendidikan dan juga akses Kesehatan yang jauh dari kota. Hal ini membuat MER-C memandang perlu untuk ikut ke sana melakukan kegiatan medis, terutama kegiatan sunatan,” terang Zackya. Kegiatan khitanan massal dipimpin oleh dr. Hajri Yansyah selaku Penanggung Jawab di Klinik Amanah MER-C Sorong, dibantu sejumlah perawat dan asisten. Selain itu, sebagai bentuk andil tenaga kesehatan setempat, satu orang dokter Nusantara Sehat dan empat orang perawat Puskesmas, serta dua orang dukun local terlatih yang sebelumnya sudah diberi pengarahan dari dr. Hajri juga turut diturunkan untuk membantu lancarnya kegiatan. Meski di tengah pelaksanaan turun hujan yang cukup deras, kegiatan tetap berlangsung dengan khidmat dan lancar. Kegiatan pelayanan Kesehatan MER-C di Papua Barat telah berlangsung sejak tahun 2008. Seiring wilayah Papua yang masih sangat membutuhkan perhatian di berbagai bidang, untuk itu MER-C masih terus menjalankan kegiatannya melalui program mobile clinic ke kampung-kampung binaan, posyandu, posbindu dan edukasi Kesehatan. Dukungan dan Donasi bagi Program “Sehat untuk Papua” dapat disalurkan melalui: BSI (Bank Syariah Indonesia), 8111.929.620 BCA, 686.066.6608 An. Medical Emergency Rescue Committee #sehatuntukpapua#behealthyforpapua#welovepapua#mercpedulipapua#mercpedulianakpapua#mercindonesia Info lebih lanjut : Call Center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG dan Twitter : @mercindonesia
Qurban Peduli Papua 2022

Hari Raya Idul Adha sebentar lagi akan tiba. Selain di Jalur Gaza (Palestina), pada tahun ini MER-C juga mengadakan program Qurban di Papua Barat. Tim Relawan MER-C di Sorong (Papua Barat) insya Allah siap menunaikan amanah qurban Bapak/Ibu/Sahabat kepada saudara-saudara muslim kita di Papua Barat melalui program “Qurban Peduli Papua 2022”: Info & Harga Hewan Qurban di Papua Barat 2022: – Sapi = Rp. 18.200.000,-/ekor. – Program Patungan 7 orang = @ Rp 2.600.000,- /orang Info lebih lanjut : Call Center MER-C : 0811990176 (Telp/wa) Rekening Program Qurban MER-C di Papua Barat: BSI ex BNIS, 8111.929.620 A/n. Medical Emergency Rescue Committee – Batas akhir pentransferan hari Sabtu, 25 Juni 2022 “Bersyukurlah dengan terus Berbagi, semoga Berkah-NYA senantiasa Menaungi” Wassalam, MER-C Indonesia www.mer-c.org
Bertemu Wakil Dubes Kuwait, Presidium MER-C Sampaikan Program Pelayanan Kesehatan di Papua Barat

Kamis (7/11/2019), Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad bertemu dengan Wakil Duta Besar Kuwait, Abdul Al Fadhli di Kedutaan Besar Kuwait yang terletak di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Tujuan kunjungan adalah untuk menjalin silaturahmi dan menjajaki kemungkinan kerjasama dalam bidang kemanusiaan di wilayah rawan konflik dan bencana alam serta wilayah lain yang masih membutuhkan perhatian khususnya dalam bidang medis. Salah satu fokus pembicaraan dalam pertemuan ini adalah mengenai program pelayanan kesehatan di Papua Barat. Sarbini menyampaikan bahwa ini pertama kalinya MER-C berkesempatan untuk datang dan bertemu dengan perwakilan negara Kuwait di Jakarta. “Selama ini kami menemui di lapangan, bantuan-bantuan Kuwait di wilayah bencana alam di Indonesia. Kami senang saat ini bisa bertemu dan diterima dengan baik oleh Wakil Duta Besar Kuwait, Mr. Abdul Al Fadhli,” ujar Sarbini. Papua menjadi bahasan utama dalam pertemuan ini karena MER-C berharap program medis kemanusiaan di Papua, khususnya Papua Barat dapat terus berlangsung. “MER-C memulai kegiatan pelayanan kesehatan berupa klinik sosial di Papua pada Februari 2006. Kami sudah menjalankan program ini selama lebih dari 13 tahun. Kami terus berupaya agar program pelayanan kesehatan di wilayah ini dapat berkelanjutan dan semakin luas jangkauannya karena memang masih banyak wilayah yang belum tersentuh. Ini semua kami lakukan demi turut mewujudkan masyarakat “Papua Sehat”,” tambahnya. Untuk itu menurutnya, kerjasama dengan berbagai pihak terus dijalin untuk mencari lembaga atau instansi yang mempunyai visi yang sama untuk mewujudkan hal ini, termasuk dengan Kedutaan Besar Kuwait di Jakarta. “Wakil Duta Besar Kuwait memberikan respon positif. Ini pertemuan awal yang baik dan kami akan terus menjalin komunikasi-komunikasi ke depan dengan Kedutaan Besar Kuwait,” ujar Sarbini.
MER-C Jajaki Kerjasama dengan BNI Syariah untuk Program Pelayanan Kesehatan di Papua

Papua merupakan salah satu wilayah yang masih sangat membutuhkan perhatian kita bersama di berbagai bidang, khususnya di bidang pelayanan kesehatan. Untuk itu, sejak Februari 2006 silam, MER-C mulai membuka program klinik sosial di Papua dan Papua Barat. Kiprah MER-C di wilayah ini telah berlangsung selama 13 tahun dan MER-C bertekad untuk tetap menjadikan Papua sebagai salah satu wilayah misi medis kemanusiaan jangka panjangnya. Kerjasama dengan berbagai pihak terus dijalin, mengajak pihak-pihak yang peduli untuk memberikan dukungan agar program dapat terus berlanjut. Senin/18 Maret 2019, MER-C mengadakan pertemuan dengan BNI Syariah untuk menjajaki kerjasama Program Pelayanan Kesehatan khususnya di Papua Barat. Dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk selaku Koordinator MER-C di Papua memaparkan gambaran kegiatan program kepada BNI Syariah yang diantaranya diwakili oleh Bapak Ilham Syahputra dari Yayasan Hasanah Titik, yayasan pengelola ZIS BNI Syariah. “Saat ini kami fokus pada pelayanan kesehatan di Papua Barat, yaitu kabupaten Sorong dan Raja Ampat. Pelayanan kesehatan yang diberikan MER-C berbasis klinik dan mobile. Program MER-C juga bersifat berkelanjutan dan pembinaan bukan baksos yang ‘hit and run’,” jelas Zackya. Dokter spesialis okupasi lulusan FKUI ini juga manyampaikan bahwa misi MER-C adalah rahmatan lil’aalamiin. Semua masyarakat mendapat pelayanan yang sama baiknya tanpa melihat latar belakang, agama dan lainnya. “Tim MER-C di lapangan sudah mendata kampung-kampung dan warga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan. Kampung yang sudah terjangkau pelayanan kesehatan dari Puskesmas akan kami lepas, sementara kampung yang belum, masih akan terus menjadi wilayah binaan kami,” tambahnya. Zackya berharap adanya dukungan dan kerjasama dari pihak-pihak yang turut peduli dengan saudara-saudara sebangsa di Papua Barat, sehingga dapat melanjutkan dan memperluas wilayah jangkauan program. Target MER-C satu tahun ke depan di Papua Barat adalah meng-cover sebanyak 23 kampung di dua kabupaten dengan jumlah jiwa mencapai lebih dari 10.200 orang. Tidak hanya perusahaan atau lembaga, masyarakat yang secara pribadi tergerak untuk mendukung program pelayanan kesehatan MER-C di Papua Barat dapat menyalurkan donasinya melalui : Rekening amanah “Satu untuk Papua”: BCA, 686.066.6608 BNI Syariah, 081.119.2962 Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercindonesia#blessingforuniverse
Tim Medis MER-C Kunjungi Desa Klalin 4 dan Malaus di Papua Barat
Hari ini, Kamis (7/12), Tim MER-C untuk Program Kapal Kemanusiaan Papua Barat masih berada di Sorong untuk melakukan persiapan terutama obat-obatan, alat kesehatan dan perlengkapan yang akan dibawa berlayar besok. Selain persiapan, hari ini Tim juga mengunjungi desa Klalin 4 dan desa Malaus, dua wilayah kerja binaan Klinik MER-C di Sorong, Papua Barat. Klalin 4 adalah desa yang terletak di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong. Hampir sebagian besar masyarakat berasal dari suku Kokoda yang merupakan salah satu suku asli Papua Barat yang beragama Islam. Secara umum keadaan masyarakat di desa Klalin 4 masih kekurangan secara ekonomi, pendidikan, kesehatan serta berbagai macam kebutuhan dasar hidup lainya seperti kondisi lingkungan, sarana ibadah dll. Sejak 4 tahun terakhir MER-C telah memberikan pelayanan mobile clinic untuk masyarakat Klalin 4 secara rutin, selain itu juga beberapa kali melakukan kegiatan sosial lainnya seperti pemberian sembako dan bantuan perlengkapan pendidikan. Sementara Malaus adalah desa yang berada di distrik Salawati, Kabupaten Sorong. Mayoritas penduduk di desa ini adalah transmigran. Pada hari ini, Tim melakukan pengobatan dan sirkumsisi bagi anak-anak di dua desa dengan target anak yang disunat sebanyak 50 orang. Besok, Jum’at (8/12) tim dijadwalkan akan mulai berlayar dari Sorong ke desa pertama di Yellu, Misool Selatan untuk selanjutnya menyusuri 20 desa lainnya yang ada di Pulau Misool hingga akhir Desember 2017. Info: www.mer-c.org 0811990176