MER-C Adakan Pelatihan Pijat Jantung Saja bagi Komunitas Bulu Tangkis Candra Wijaya

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberikan pelatihan Pijat Jantung Saja (PJS) bagi komunitas olah raga binaan legenda bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya, Rabu/16 November 2022. Pelatihan bertempat di Hall DYSCWIBC (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya International Badminton Center) di Tangerang, Banten. Sebanyak 16 Relawan Medis MER-C yang berpengalaman terdiri dari dokter spesialis, dokter umum dan perawat diturunkan untuk memberikan pelatihan kepada para pembina, pelatih, atlet, staf dan anak-anak didik yang tengah berlatih di Candra Wijaya International Badminton Center. PJS adalah pelatihan pertolongan pertama untuk menangani kasus henti jantung dan serangan jantung. Komunitas olah raga menjadi salah satu kelompok masyarakat awam yang penting untuk memiliki pengetahuan tersebut. Hal ini disebabkan banyaknya kasus henti jantung atau serangan jantung yang terjadi ketika berolah raga dan seringkali berakhir dengan kematian karena tidak ada orang di sekitar yang memahami cara menolongnya. Salah satu kasus yang masih hangat dalam ingatan kita adalah meninggalnya salah satu pebulutangkis terbaik tanah air, Markis Kido, ketika sedang bermain pada Juni 2021 silam. Belajar dari kejadian tersebut, DYSCW menggandeng MER-C untuk memberikan pelatihan PJS bagi anggotanya. Dengan pelatihan ini diharapkan anggota DYSCW dapat memiliki pengetahuan dan keahlian dalam memberikan pertolongan pertama ketika hal serupa terjadi di sekitar mereka. Candra Wijaya, seorang pelatih dan atlet senior bulutangkis Indonesia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim MER-C yang telah berbagi ilmu dan keahliannya. “Terima kasih atas waktu, kesempatan dan juga kolaborasi dari dokter-dokter MER-C, semua yang hadir di sini luar biasa. Saya sangat apresiasi. Terima kasih atas dukungan, bantuan dan perhatiannya,” ucap Candra. “Kami sebagai praktisi, pembina, kebetulan memilik GOR, sehingga staf pelatih dan anak-anak kami tersosialisasi,” lanjutnya. Menurutnya pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mengedukasi dan menambah ilmu serta pengalaman mereka. “Di lapangan kami merasakan perlu lebih jauh untuk bisa mengetahui hal-hal penanganan pertama dalam penanggulangan gawat darurat di olah raga atau bagi kita yang sering berolah raga,” tambah Candra. Mengingat pentingnya pengetahuan PJS untuk dimiliki oleh masyarakat awam, maka dalam waktu dekat MER-C akan membuat “Citizen CPR” dengan mengadakan roadshow pelatihan PJS di Monas, komunitas-komunitas, “PJS Go To School”, dsb, karena “Semua Bisa Menolong!”
Program Praktisi Mengajar, Kontribusi MER-C dan FK Malikussaleh Dalam Bidang Kedokteran Bencana

Jakarta, MER-C – Selama bulan September – Oktober 2022, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, di Lhokseumawe, Aceh, menggandeng MER-C untuk mengisi modul Kedokteran Bencana yang menjadi bagian kurikulum pendidikan dokter. Kegiatan ini merupakan bagian dari program praktisi mengajar yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Topik yang diampu oleh Tim MER-C adalah “Ethic and Legal Issue in Disaster”, “Physical, Mental, and Physcho Social Impact of Disaster”, “Stakeholder of National, Regional and International Disaster”, “Hospital Disaster Plan” dan “Rapid Health Assessment”. Menurut dr. Hadiki Habib, SpPD, SpEm, relawan MER-C yang terlibat sebagai praktisi pengajar, diskusi terkait Kedokteran Bencana dilaksanakan secara daring dari Jakarta kepada mahasiswa kedokteran Universitas Malikussaleh di Lhokseumawe, Aceh. Fokus diskusi adalah pemaparan pengalaman praktis Tim MER-C dalam kebencanaan serta teori-teori pendukung. Terdapat dua kelas yang mengikuti modul dan masing-masing kelas melaksanakan lima pertemuan. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperkenalkan bidang Kekedokteran bencana sejak dini kepada mahasiswa kedokteran, sehingga dapat dibangun minat, mendapatkan wawasan dan gambaran aktivitas profesional yang peluang kerjanya sangat terbuka luas, baik dalam kegiatan mitigasi, kesiapsiagaan, respon bencana, dan rehabilitasi pasca bencana.
MER-C Beri Pelatihan Pertolongan Pertama kepada Masyarakat Cilincing

Relawan MER-C bekerjasama dengan Life Project 4 Youth (LP4Y) melakukan kegiatan latihan pertolongan pertama dalam kondisi sehari-hari untuk awam. Latihan yang bertajuk “Pijat Jantung Saja dan Pertolongan Pertama Kegawatan Medis di Rumah Tangga” dilaksanakan di Kampung Sawah, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat/14 Oktober 2022. Masyarakat binaan yang terdiri dari ibu rumah tangga dan perempuan remaja usia produktif tampak antusias membahas situasi kesehatan yang relevan terjadi sehari-hari.Diskusi berkembang karena banyak pertolongan pertama yang dilakukan berdasarkan mitos atau wawasan lokal yang diketahui masyarakat, ternyata banyak yang keliru, bahkan ada yang membahayakan. Dr. Choga Ilham Arlando, Koordinator MER-C untuk kegiatan ini menyampaikan, peserta dilatih pertolongan pertama tersedak, luka robek, luka bakar, patah tulang ekstremitas, dan henti jantung paru. Dan tidak kalah penting masyarakat harus mengetahui kapan ke fasilitas kesehatan dan bagaimana mengakses sistem gawat darurat terpadu di Jakarta. Ketua PKK yang juga ikut sebagai peserta, Ibuu Zulika, menyampaikan terima kasih dan mengusulkan kegiatan berkelanjutan dengan topik ini di lingkungannya. Ketua Divisi Regenerasi MER-C, dr. Meaty menyampaikan sebanyak 10 relawan dari berbagai profesi ikut terlibat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program mitigasi bencana di daerah urban, dilaksanakan cuma-cuma oleh relawan MER-C sebagai bagian dari jihad profesi.
MER-C dan BWA akan Bersinergi dalam Program “Wakaf Kapal Dakwah Dokter Care” di Papua Barat

Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) sambangi Markas Pusat MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat, Kamis/25 Agustus 2022. Kunjungan BWA diterima oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan Koordinator MER-C untuk Papua, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOK. Agus Ni’amillah, Kepala Pengembangan Program BWA menjelaskan tujuan kunjungan adalah untuk membicarakan sinergi kedua lembaga khususnya dalam program pelayanan kesehatan. “Program yang sedang disinergikan dengan MER-C adalah Program Wakaf Khusus dengan nama project “Wakaf Kapal Dakwah Dokter Care”. Ini adalah kapal dakwah BWA yang ke-4,” ujar Agus. “Kita sebut Dokter Care karena disamping kapal dakwah, juga berfungsi untuk fasilitas kesehatan yang bisa meng-cover layanan ke kepulauan-kepulauan terpencil di nusantara. Harapannya ke sana, sehingga bisa sedikit memberikan solusi untuk permasalahan kesehatan saudara-saudara kita yang masih kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan,” lanjutnya. Sesuai dengan namanya, yaitu “Wakaf Kapal Dakwah Dokter Care”, maka BWA menjajaki kerjasama dengan MER-C sebagai lembaga kesehatan yang sudah berpengalaman. “Kami memandang MER-C tentu sudah memiliki kepercayaan dari umat untuk mengelola kegiatan yang bersifat layanan kesehatan dan kemanusiaan. Harapan kami pengadaan kapal ini bisa lebih bermanfaat karena akan dioperasikan bersama dengan lembaga kesehatan yang sudah terpercaya. MER-C menyediakan layanan dan tenaga medis, BWA menyediakan sarana kapal dan kegiatannya, yang nantinya tidak hanya dalam bidang kesehatan, tapi juga ekonomi, dsb,” jelas Agus. Ia menambahkan saat ini kapal dalam proses modifikasi. “Kita harapkan awal tahun depan bisa beroperasi, sehingga masyarakat bisa segera menikmati layanan kesehatan ini.” Koordinator MER-C untuk Papua, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk menyambut positif rencana kerjasama MER-C dan BWA, khususnya di Papua Barat. Pasalnya, wilayah program MER-C ini terdiri dari kampung-kampung yang tersebar di pulau-pulau sehingga sangat membutuhkan transportasi berupa kapal. “Karakteristik wilayah di Papua Barat memang membutuhkan transportasi kapal, karena tidak bisa dijangkau melalui darat, hanya bisa melalui air. BWA memiliki fasilitas kapal, MER-C memiliki SDM dan pengalaman sekian belas tahun di Papua dan Papua Barat. Ini adalah sebuah peluang yang besar bagi kedua lembaga untuk program jangka panjang yang kita harapkan bisa segera terwujud.” ujarnya. Mengenai wilayah program, Zackya menjelaskan bahwa target wilayah yang akan disinergikan dengan BWA adalah seluruh Pulau Salawati dan Kepulauan Misol di Kabupaten Raja Ampat. “Ini merupakan wilayah kerja MER-C. Namun selama ini karena keterbatasan dana sehingga kami hanya bisa sesekali saja ke sana,” tambah Zackya. BWA menurutnya lagi, sangat tepat menjadikan wilayah Papua Barat sebagai sasaran program karena populasi muslim di Papua Barat sekitar 90% dan merupakan wilayah dengan populasi muslim asli Papua terbesar. “Zackya berharap sinergi yang ada nantinya bisa memperpanjang waktu program dan memperluas jangkauan wilayah program. Program ini adalah program bersifat swadaya yang membutuhkan dukungan semua pihak. Untuk itu, MER-C dan BWA mengajak masyarakat untuk turut berwakaf dan berdonasi pada aktifitas layanan kesehatan ini. Jakarta, 26 Agustus 2022
MER-C dan PPNI DKI Jakarta Bahas Kerjasama Penanggulangan Bencana

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menerima kunjungan dari Pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Wilayah DKI Jakarta, Rabu/3 Agustus 2022. Dalam kunjungan ini, Tim PPNI DKI Jakarta dipimpin oleh Jajang Rahmat selaku Ketua, didampingi oleh Indra Jaya Permana (Wakil Sekretaris), Siti Nurlaela (Wakil Ketua Bidang Pelayanan), Diah Sukaesti (Ketua Divisi Pelayanan) serta beberapa anggota Bidang Pelayanan. Kunjungan Pengurus PPNI DKI Jakarta diterima langsung oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan jajaran Presidium MER-C, dr. Yogi Prabowo, SpOT, dr. Henry Hidayatullah, MSi, dan dr. Arief Rachman, SpRad serta sejumlah relawan MER-C. Ketua PPNI DKI Jakarta, Jajang Rahmat mengatakan bahwa tujuan kunjungan ke Kantor Pusat MER-C adalah untuk membuat jejaring kerjasama atau kolaborasi dalam hal penanggulangan bencana. “Kami ingin membuat jejaring kerjasama atau kolaborasi dengan MER-C tentang bagaimana penganggulangan bencana mulai dari aspek keilmuan sampai dengan pelaksanaan pelayanan di lapangan,” jelas Jajang. “Kadang-kadang orang turun ke bencana tanpa ilmu. Ini yang ingin kita belajar dari MER-C agar terstruktur dengan baik dengan penguatan keilmuan di bidang kebencanaan,” ujarnya. Ia berharap nantinya akan ada MOU Kerjasama yang berkaitan dengan pelatihan, workshop, seminar terkait kebencanaan dan tentunya tindak lanjut bagaimana penanggulangan bencana di lapangan. Presidium MER-C, dr. Yogi Prabowo, SpOT mengapresiasi dan menyambut baik kunjungan pengurus PPNI DKI Jakarta. “Kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman perawat di PPNI,” ujarnya. Presidium yang juga salah satu Pendiri MER-C ini menilai kunjungan PPNI adalah suatu kolaborasi yang akan baik ke depannya. PPNI terutama di DKI Jakarta dengan jumlah anggota 56 ribu perawat adalah sebuah kekuatan yang cukup besar. Dengan pelatihan bersama, sharing keilmuan dan pengalaman bersama ia yakin akan menjadi hal yang sangat baik untuk penanganan bencana di Indonesia. Ia juga berharap kerjasama dan kolaborasi bisa berlanjut dengan PPNI di kota-kota dan provinsi lainnya. “Langkah terdekat adalah bagaimana segera mewujudkan kolaborasi dalam bentuk pelatihan bersama dan misi bantuan bencana bersama, kemudian yang lebih besar lagi adalah mendirikan pusat pelatihan atau pendidikan tidak hanya untuk perawat namun untuk tenaga kesehatan pada umumnya,” imbuhnya.
Manfaatkan Hari Libur, Relawan MER-C di Lombok Bantu Warga Dusun Pansor Daya

Hari Jumat adalah hari libur bagi aktifitas kelima relawan yang tengah menunaikan tugas pembangunan bantuan musholla MER-C di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Pada hari libur Jum’at kemarin (15 Juli 2022) dimanfaatkan oleh relawan untuk bersilaturahmi ke Dusun Pansor Daya. Selain ingin bersilaturahmi dengan warganya, tujuan para relawan datang adalah untuk membantu pembangunan masjid yang sedang berlangsung di Dusun tersebut. “Pada hari libur Jum’at kemarin kami manfaatkan untuk beramal shaleh membantu pembangunam Masjid di Dusun Pansor Daya,” ujar Nur Ikhwan Abadi, relawan insinyur yang dipercaya untuk memimpin pembangunan mushollah MER-C di Kayangan, Lombok Utara. Dusun Pansor Daya berjarak sekitar setengah jam dengan motor dari lokasi pembangunan musholla MER-C yang berada di SMPN 3 Kayangan.
Qurban Peduli Gaza: Berbagi Kebahagiaan di Wilayah Terblokade

Idul Adha di Jalur Gaza Palestina tahun ini dirayakan meriah dalam suasana aman dan tenteram, tanpa adanya serangan-serangan. Setidaknya inilah yang dirasakan tiga pemuda relawan MER-C Indonesia yang hingga kini masih bertugas di Jalur Gaza. Para relawan bisa melaksanakan sholat Id dengan tenang, bersilaturahmi ke sahabat serta tetangga dan melaksanakan pemotongan hingga pembagian daging qurban amanah para donator dari Indonesia. Alhamdulillah tercatat jumlah hewan qurban tahun 2022 yang diterima MER-C Cabang Gaza sebanyak 3 ekor unta, 1 ekor sapi dan 35 ekor domba. Idul Adha di Jalur Gaza dirayakan pada hari Sabtu/9 Juli 2022. Ketiga relawan MER-C di Gaza melaksanakan sholat Id di lapangan Soraya, berjarak sekitar 30 menit dari Wisma Indonesia. Lapangan Soraya setiap tahun rutin menyelenggarakan sholat baik Idul Fitri maupun Idul Adha. Tidak ada protokol kesehatan dalam pelaksanaan sholat Id di tahun ini, karena jumlah kasus Covid-19 yang sudah menurun di Jalur Gaza. Usai sholat dan menelpon keluarga di Indonesia untuk sekedar melepas rindu dengan orang tua serta kakak adik, sekitar pukul 10 waktu setempat relawan MER-C di Gaza memulai pemotongan hewan qurban. Dikarenakan jumlah hewan qurban cukup banyak dan agar daging qurban tidak rusak akibat cuaca yang panas, pemotongan dibagi menjadi tiga hari. Setiap hari setelah selesai pemotongan, daging qurban langsung didistribusikan kepada warga Gaza. Ada sekitar 1.649 plastik/kg daging qurban yang didistribusikan kepada warga di Jalur Gaza, mulai dari Gaza bagian Utara di sekitar lokasi RS Indonesia, Gaza Tengah, Gaza Timur, Gaza Barat hingga ke Gaza bagian Selatan. Daging qurban dibagikan kepada keluarga fakir miskin, keluarga syuhada dan keluarga yatim baik secara langsung ke rumah-rumah warga oleh relawan, juga melalui bantuan pemerintah kota serta yayasan-yayasan untuk mempercepat penyaluran hewan qurban. Salah satu warga Gaza mengatakan, “Selama saya hidup belum pernah merasakan daging unta, karena daging unta ini hanya ada di Hari Raya Idul Adha saja dan itu juga tidak banyak yang berqurban dengan unta. Walaupun ada yang jual di toko daging, namun harganya mahal dan sangat susah ditemukan.” Ungkapan syukur dan terima kasih berkali-kali disampaikan oleh warga Gaza atas perhatian dari saudara-saudara seiman di Indonesia. Mereka mendoakan, tidak hanya bagi para pequrban, para donator namun juga seluruh rakyat dan pemerintah Indonesia semoga dimudahkan serta dijauhkan dari musibah. Harapan mereka, semoga setiap tahun jumlah masyarakat Indonesia yang berqurban di Jalur Gaza bisa terus bertambah karena memang kondisi ekonomi di Gaza masih sangat sulit akibat blokade berkepanjangan.
Qurban Peduli Papua 2022: Suku Asli Muslim di Papua Barat Ucap Syukur dan Terima Kasih

Berbagi kebahagiaan Hari Raya Idul Adha tahun ini, MER-C kembali mengadakan program qurban bagi saudara-saudara muslim di ujung timur Indonesia, khususnya di wilayah Kab. Sorong dan Kab. Raja Ampat, Papua Barat. Kedua kabupaten ini adalah wilayah cakupan program pelayanan kesehatan MER-C yang sudah berlangsung selama 15 tahun. Pada tahun ini, melalui program Qurban Peduli Papua 2022, MER-C menerima amanah hewan qurban sebanyak delapan ekor sapi. Pelaksanaan dan pendistribusian hewan qurban langsung dilakukan oleh Tim Klinik MER-C di Papua Barat. Tiga ekor sapi dipotong dan dagingnya didistribusikan kepada warga muslim di kampung Waibo atau Klalin 4, kampung Kurwato dan kampung Kokoda SP 3 yang berada di Kabupaten Sorong, Papua Barat. Sementara, lima ekor sapi dipotong di pulau Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat, kemudian dagingnya di bagikan kepada warga muslim di kampung Sakabu Pantai, kampung Kalobo dan kampung Waibu. Warga muslim asli Papua Barat tidak dapat menyembunyikan rasa syukur, bahagia dan terima kasih mereka setelah menerima amanah daging qurban yang didistribusikan oleh Tim MER-C di sana. Rasa haru atas perhatian saudara-saudara seiman kepada mereka yang berada nun jauh di ujung timur Indonesia. “Kami keluarga besar Suku Moi, Suku Banlol, dan Suku Maya yang berdomisili di Salawati Tengah, kampung Sakabu, Kab. Raja Ampat, merasa bersyukur, bahagia dan berterima kasih kepada keluarga besar MER-C. Karena mereka telah memberikan perhatian kepada kami di pelosok Kab. Raja Ampat, kepulauan yang terpencil dan tertinggal. Selama beberapa tahun ini, keluarga besar MER-C selalu memperhatikan kami, semoga mereka senantiasa dilindungi ALLAH SWT dalam tugas yang mulia ini,” ujar salah seorang Ibu warga muslim asli Papua Barat. Koordinator MER-C wilayah Papua Barat, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk mengatakan, program qurban adalah salah satu program rutin MER-C di Papua Barat, selain program bantuan sembako Ramadhan dan Idul Fitri. Disamping program pelayanan Kesehatan, warga di wilayah ini memang masih sangat membutuhkan perhatian di berbagai bidang. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan donasi para donator selama ini khususnya yang sudah mempercayakan qurbannya untuk warga muslim di Papua Barat melalui MER-C. Alhamdulillah amanah qurban sudah selesai dijalankan oleh Tim MER-C di sana. Semoga ALLAH melimpahkan rahmat dan barokah-Nya kepada kita semua,” ujarnya.
MER-C dan Universitas Malikussaleh Aceh Jalin Kerjasama dalam Pendidikan Kedokteran Bencana

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan Universitas Malikussaleh, Nanggroe Aceh Darussalam, melaksanakan penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) pada hari Rabu, tanggal 30 Maret 2022, bertempat di Kantor Pusat MER-C di Jakarta. Penandatangan MOU dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dilakukan antara Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, MT., IPM., ASEAN Eng dengan Ketua Yayasan MER-C, dr. Muhammad Reza Saputra, SpOT. Bersamaan dengan penandatanganan MOU, diikuti juga dengan penandatanganan MOA (Memorandum of Agreement) yang dilakukan antara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Muhammad Sayuti, SpB (KBD) dengan Ketua MER-C Training Center, dr. Naenda Stasya, MARS. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Muhammad Sayuti, SpB (KBD) menyampaikan bahwa kerjasama ini dalam rangka mencapai visi FK Malikussaleh menjadi FK yang unggul dalam bidang kebencanaan. MER-C menjadi salah satu partner kerjasama yang dipilih karena telah banyak berkiprah dalam bidang kedokteran kebencanaan. “Kami berharap kita bisa bekerjasama dalam Tridharma perguruan tinggi, baik itu dalam bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian. Tentu banyak hal yang bisa kita kerjakan misal koordinasi ketika ada bencana-bencana nasional seperti pengiriman relawan-relawan dan di lapangan kita koordinasikan dengan MER-C salah satunya,” ujarnya. Sementara itu Rektor Universitas Malikussaleh dalam sambutannya juga berharap melalui kerjasama ini dan program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, FK Unimal bisa melibatkan mahasiswa dari prodi-prodi di bawahnya untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan MER-C baik di level nasional maupun internasional. “Kami ingin mendorong supaya membuka wawasan mahasiswa kami pada kegiatan yang tidak hanya bersifat nasional, namun juga internasional, agar mahasiswa kami mendapat pengalaman.” Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyambut baik kerjasama MER-C dan Universitas Malikussaleh. “Ini adalah kerjasama yang monumental dan bersejarah bagi MER-C,” katanya. Ia sepakat idealisme harus dibangun sejak dari mahasiswa, termasuk idealisme di bidang kemanusiaan. Dengan adanya didikan dari awal dalam bidang kemanusiaan, mahasiswa akan memiliki ruang untuk mengabdikan ilmunya, mewakafkan profesinya bagi kemanusiaan. “MER-C memiliki ahli-ahli di bidang emergency, sehingga nanti bisa kita rancang program-program yang sesuai. Kita harapkan FK unimal menjadi pelopor dalam bidang kemanusiaan,” ungkapnya. Dr. Yogi Prabowo, SpOT(K), Presidium MER-C mengatakan sebuah kehormatan bagi MER-C diminta untuk terlibat dalam upaya mencapai visi unggulan program FK Unimal dalam bidang kedokteran kebencanaan. “Kami menyambut baik, artinya FK Unimal sedang bergerak ke arah yang benar. Indonesia adalah sebuah wilayah yang sangat rawan dengan bencana sehingga Indonesia wajib mempunyai kurikulum dalam manajemen bencana. Mudah-mudahan MER-C bisa memenuhi harapan FK Unimal dalam menyusun kurikulum kedokteran bencana.”
Paket RAMADHAN untuk PAPUA

Assalamu’alaikum Sahabat, Bulan Suci Ramadhan sebentar lagi tiba. Bulan penuh berkah yang dinanti-nanti umat muslim di dunia, tak terkecuali umat muslim di Papua. Menyambut bulan Ramadhan tahun ini MER-C kembali mengajak Sahabat semua untuk berbagi kepedulian bagi saudara-saudara muslim di Papua melalui program: “Paket RAMADHAN untuk PAPUA” Paket Ramadhan terdiri dari :1. Paket Alat Sholat (mukena, sarung dan sajadah)2. Paket Sembako # Paket Ramadhan akan dibagikan di awal – tengah bulan Ramadhan # Paket Ramadhan akan disalurkan langsung oleh Tim MER-C di Sorong, Papua Barat kepada masyarakat muslim di wilayah-wilayah sasaran mobile clinic MER-C yang benar-benar membutuhkan. Dukungan & Donasi bagi program ini dapat disalurkan melalui : BNI Syariah, 08.111.929.62BCA, 686.066.6608 A/n. Medical Emergency Rescue Committee Harap menambahkan angka 1 di akhir nominal yang akan ditransfer, contoh Rp 50.001,- untuk memudahkan perekapan donasi. # Donasi untuk program ini kami buka s/d hari Ahad (18 April 2021). Mari Berbagi Kebaikan dan Kebahagiaan Ramadhan bersama MER-C Info lebih lanjut :Call Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG dan Twitter : @mercindonesiaYoutube : MER-C Indonesia #welovepapua#mercpedulipapua#mercpedulianakpapua#mercindonesia