Progress Pembangunan RS INDONESIA di Rakhine State, Myanmar

Meski kerap dilanda hujan lebat, pembangunan tahap infrastruktur berupa pengurukan dan pemagaran lahan RS Indonesia seluas lebih dari 7.000 m2 di Mrauk U, Rakhine State, Myanmar terus berjalan. Pasca Idul Fitri Tim teknis pembangunan RS Indonesia berencana bertolak lagi ke Rakhine, Myanmar untuk melakukan evaluasi dan supervisi pekerjaan langsung ke lapangan serta mempersiapkan tender untuk pembangunan bangunan utama RS Indonesia. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu/Sahabat yang sudah memberikan dukungan dan donasi untuk program ini. Kami masih berharap doa, dukungan dan partisipasi dari masyarakat Indonesia agar program ini dapat segera terwujud. Semoga program ini kembali dapat menjadi amal baik bersama bangsa Indonesia. Di suasana yang fitri ini, kami juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Dukungan dan donasi bagi program Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui : Mandiri, 124.000.8111.982 BSM, 700.1306.833 BCA, 686.028.0009 Semua rekening a/n. Medical Emergency Rescue Committee Info : www.mer-c.org 0811990176
Pembangunan RS Indonesia di Myanmar Dimulai

Jakarta – Kamis/25 Mei 2017, pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar kerjasama MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan PMI (Palang Merah Indonesia) resmi dimulai. Pembangunan yang telah berjalan adalah pembangunan infrastruktur berupa pengurukan dan pemagaran lahan RS Indonesia yang terletak di Muaung Bwe, Rakhine State. Pembangunan infrastruktur dikerjakan oleh kontraktor lokal hasil pemenang tender yang telah ditetapkan oleh Tim Pembangunan RS Indonesia saat melakukan kunjungan sepekan ke Myanmar pada tanggal 15 – 21 Mei 2017 lalu. Pembangunan tahap ini diperkirakan akan memakan waktu selama 3 bulan ke depan dan akan disupervisi langsung oleh MER-C dan PMI. Sementara pembangunan bangunan utama RS Indonesia akan dimulai setelah musim penghujan selesai sekitar akhir September atau awal Oktober 2017. Saat ini disain RS Indonesia di Myanmar sedang difinalisasi untuk persiapan tender tahap berikutnya yang rencananya akan dilakukan usai hari raya Idul Fitri mendatang. Pembangunan RS Indonesia di Myanmar adalah program kerjasama MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan PMI (Palang Merah Indonesia) yang didukung oleh Pemerintah RI. MER-C kembali mengajak masyarakat Indonesia berpartisipasi dalam mewujudkan program ini. RS Indonesia di Myanmar diharapkan dapat menjadi salah satu diplomasi kemanusiaan dalam bidang kesehatan yang dapat mendorong terciptanya perdamaian bagi warga Muslim dan Budha di negara ini. Dukungan dan donasi bagi program Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui : Mandiri, 124.000.8111.982 BSM, 700.1306.833 BCA, 686.028.0009 Semua rekening a/n. Medical Emergency Rescue Committee Info: www.mer-c.org 0811990176
Menlu RI Dukung Rencana Pembangunan RS Indonesia di Myanmar

Jakarta – Sebagai tindaklanjut dari rencana program pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar, hari ini Selasa/14 Maret 2017, Menteri Luar Negeri RI menerima audiensi perwakilan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan PMI (Palang Merah Indonesia). Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut, Menteri Retno Marsudi, menyatakan dukungannya kepada rencana program pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar. Menteri Luar Negeri juga mengapresiasi dan bersyukur NGO-NGO di Indonesia sejalan dan bekerjasama dengan Pemerintah untuk melakukan pendekatan-pendekatan yang konstruktif khususnya dalam membantu menangani permasalahan konflik etnis di Myanmar. Pada pertemuan ini, Tim MER-C yang dipimpin oleh dr. Sarbini Abdul Murad dan didampingi oleh Drs. Ichsan Thalib (Project Manager RS Indonesia di Myanmar), Ir. Luly Larissa Agiel (Ketua Divisi Penggalangan Dana MER-C) dan Rima Manzanaris (Manajer Operasional) menyampaikan rancangan gambar RS Indonesia di Rakhine State (Myanmar) yang sudah mengalami perbaikan dan pengembangan disain. Disain bangunan RS Indonesia dibuat netral karena diperuntukkan bagi 2 komunitas, baik Muslim maupun Budha yang ada di Myanmar. Untuk dapat segera merealisasikan pembangunan, pada akhir Maret 2017 ini akan ada pengiriman Tim Gabungan ke Myanmar untuk menjajaki teknis pembangunan Rumah Sakit. Tim Gabungan akan membicarakan masalah-masalah detail terkait pembangunan RS kepada pihak-pihak terkait di Myanmar. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa membangun RS Indonesia karena Wapres RI meminta dalam tahun ini RS Indonesia di Myanmar bisa selesai. Menlu juga telah menunjuk Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan/Duta Besar Kemenlu RI, Bapak Salman Alfarisi, sebagai Ketua Penghubung sehingga semua elemen NGO atau ormas Indonesia yang akan membantu Myanmar akan dikoordinir melalui satu pintu,” ujar dr. Sarbini Abdul Murad usai menghadiri pertemuan dengan Menlu RI. “Kita mohon doa dan dukungan dari masyarakat Indonesia agar RS ini sebagai simbol perdamaian, simbol persatuan, simbol harmoni hubungan antar umat beragama di Indonesia bisa segera terwujud. Kita harapkan juga Myanmar bisa mengadopsi pesan-pesan ini,” tambahnya. Dukungan dan bantuan untuk pembangunan RS Indonesia di Myanmar dapat disalurkan melalui : Bank Syariah Mandiri (BSM), 700.130.6833 Bank Central Asia (BCA), 686.028.0009 Atas nama : Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Beraudiensi dengan Duta Besar Afghanistan Bahas Rencana IHC

Jakarta – Rabu/15 Juni 2016, untuk menindaklanjuti rencana pembangunan sarana kesehatan (Indonesia Health Center/IHC) di wilayah perang Afghanistan, MER-C Indonesia kembali melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Afghanistan di Jakarta. Kunjungan ini diterima oleh Duta Besar Afghanistan yang baru, H.E. Ms. Roya Rahmani. Pada kesempatan tersebut, Presidium MER-C, Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT memperkenalkan mengenai MER-C sebagai LSM medis yang sudah dua kali berpengalaman menunaikan misi kemanusiaan ke Afghanistan, yaitu pada Oktober 2001 dan Mei 2002. Saat itu, Amerika Serikat dan sekutunya tengah melancarkan serangan udara ke negara ini dengan dalih untuk menghancurkan kamp-kamp pelatihan teroris Al Qaeda dan instalasi militer rezim Taliban di Afghanistan. Seketika berita penyerangan itu muncul di berbagai media, MER-C pun segera menyiapkan Tim Bedahnya untuk berangkat ke Afghanistan untuk memberikan pertolongan kepada para korban perang. Kini belasan tahun berlalu, Pemerintah Palestina melalui International Health Advisor – Ministry of Public Health of Afghanistan menyampaikan kondisi terkini di Afghanistan serta kebutuhan akan sarana kesehatan yang masih minim di sejumlah wilayah yang sempat porak-poranda akibat perang berkepanjangan. “Suatu saat kami akan datang kembali ke Afghanistan,” tegas Joserizal. “Kami berniat untuk berbuat sesuatu. Pembangunan sarana kesehatan akan menjadi program jangka panjang MER-C untuk Afghanistan,” lanjutnya. Namun Presidium MER-C juga menjelaskan kepada Duta Besar Afghanistan bahwa pelaksanaan program memerlukan waktu dan kesabaran karena dana MER-C bagi program ini seperti halnya RS Indonesia di Gaza, akan murni berasal dari sumbangan masyarakat Indonesia yang sebagian besar menengah ke bawah.
Tindaklanjuti Rencana RS di Myanmar, Wapres RI Pertemukan MER-C & Walubi

Jakarta – Sebagai tindak lanjut dan bentuk dukungan bagi rencana program pembangunan sarana kesehatan di wilayah konflik etnis di Rakhine State, Myanmar, Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla kembali menggelar pertemuan lanjutan dengan mengundang MER-C dan Walubi. Pertemuan yang diadakan pada hari Rabu/15 Juni 2016 di Kantor Wakil Presiden RI dihadiri oleh Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan Tim serta Ketua Umum Walubi, Siti Hartati Murdaya dan tokoh Walubi, Murdaya Widyawimarta Poo. Pada pertemuan ini Wakil Presiden RI menyampaikan bahwa rencana pembangunan sarana kesehatan di Myanmar yang digagas oleh MER-C adalah hal yang baik dan perlu didukung baik dari pihak Muslim maupun Budha di Indonesia. Hal ini untuk memberi contoh toleransi dan kerukunan beragama yang ada di Indonesia kepada pemerintah dan rakyat Myanmar. Lebih lanjut Wapres menyatakan bahwa program ini juga akan menjadi program kerjasama antara PMI, MER-C, Walubi dan juga Pemerintah. Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sarana kesehatan di Myanmar diperkirakan sekitar 30 milyar rupiah. Lahan untuk rumah sakit sudah tersedia. Pada Agustus 2015, Tim MER-C telah berkunjung ke Myanmar dan melakukan pembebasan lahan untuk rumah sakit seluas 4.000 m2. Lahan rumah sakit berada di antara desa Muslim dan Budha, tepatnya di Mrauk U, Rakhine State. Bila sudah terbangun, rumah sakit ini diharapkan bisa menjadi sarana berbaur bagi masyarakat Muslim dan Budha di Myanmar serta dapat mendorong rekonsiliasi konflik di wilayah ini. Saat ini, Divisi Konstruksi MER-C tengah membuat rancangan bangunan Rumah Sakit di Myanmar yang diperkirakan akan selesai dalam waktu 2 minggu ke depan. Setelah itu, akan diadakan pertemuan lanjutan dengan berbagai pihak terkait untuk membahas teknis pelaksanaan program.
Wapres dukung pembangunan RS Indonesia di Myanmar

Jakarta (ANTARA Aceh) – Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung rencana pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Mrauk-U, Negara Bagian Rakhine, Myanmar, yang salah satunya bertujuan untuk mempromosikan kerukunan dan perdamaian antarumat beragama. “Beliau (Wapres) mendukung dan akan membantu. Tadi disampaiakn akan membantu alat kesehatan juga, PMI juga akan bantu,” kata Presidium Lembaga Kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MERC) dr Sarbini Abdul Murab seusai melakukan pertemuan dengan JK di Kantor Wapres, Jakarta, Senin. MERC berencana menggandeng Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine untuk memberikan contoh bahwa di Indonesia umat Muslim dan Buddha serta agama-agama lainnya dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai. “Kita ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat Myanmar, bahwa salah satu cara mendamaikan adalah dengan memberi contoh bahwa Indonesia besar dan semua agama bisa hidup dengan rukun, bahwa masalah agama, demokrasi, adalah masalah individu yang menjadi hak setiap orang,” kata Sarbini. Dukungan Wapres juga tampak dengan menghubungi tokoh Walubi Hartati Murdaya untuk memfasilitasi pertemuan dengan Walubi dalam satu-dua hari ke depan. Untuk persiapan pembangunan rumah sakit tersebut, MERC telah membeli sebidang tanah di Mrauk-U dan mengantongi dukungan pemerintah Rakhine, sementara itu dana konstruksi yang dibutuhkan sekitar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar. Rumah sakit di Myanmar akan menjadi pembangunan fasilitas kesehatan kedua oleh MERC yang sebelumnya telah berhasil mendirikan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, dan diresmikan oleh pemerintah Indonesia pada awal 2016. Negara Bagian Rakhine terletak di sebelah barat Ibu Kota Myanmar Nay Pyi Daw, di mana Muslim Rohingya menjadi penduduk minoritas di tengah-tengah umat Buddha yang merupakan mayoritas di wilayah itu. Konflik yang dipicu sentimen keagamaan masih sering terjadi, dan puncaknya pada Mei 2015, negara-negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand kebanjiran ribuan pengungsi yang datang melalui Laut Bengal. Sebagian besar dari pengungsi itu adalah etnis Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar untuk menghindari konflik yang berkecamuk, sementara sisanya adalah migran dengan motif ekonomi dari Bangladesh. Editor: Salahuddin Wahid Sumber : http://aceh.antaranews.com/berita/30754/wapres-dukung-pembangunan-rs-indonesia-di-myanmar?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news
MER-C Bagikan Bantuan Sarana Belajar untuk Anak-anak Desa Klalin 4 Papua Barat

Atas bantuan dan donasi dari para donatur untuk program “Satu untuk Papua”, Tim Relawan MER-C di Sorong Papua Barat telah membeli sejumlah perlengkapan seperti papan tulis, buku tulis, buku pelajaran dan seragam sekolah untuk melengkapi sarana belajar mengajar bagi anak-anak di Desa Klalin 4. Semoga dengan adanya perlengkapan ini dapat menambah semangat belajar anak-anak Desa Klalin 4, sebuah desa yang terletak di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat dimana warganya merupakan suku asli Papua bernama suku Kokoda yang beragama Islam. Awalnya wilayah Klalin adalah salah satu wilayah mobile clinic dari Klinik Sosial MER-C di Sorong Papua Barat. Melihat sarana dan prasarana kesehatan, sekolah dan keagamaan warga yang masih sangat minim, Tim MER-C di Papua tergerak untuk membuat program TERPADU (Kesehatan, Pendidikan, Agama dan Ekonomi) bagi warga desa setidaknya untuk 1 hingga 2 tahun ke depan. Dukungan dan bantuan untuk program “Satu untuk Papua” – Klalin 4* dapat disalurkan melalui : BCA, 686.06666.08 BNI Syariah, 08.111.929.62 A/n. Medical Emergency Rescue Committee *Harap menambahkan angka 81 diakhir nominal donasi
MER-C Lanjutkan Pembangunan RS Swadaya Masyarakat di Galela

GALELA, MALUT, Selain menjalankan program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza Palestina, MER-C juga sedang membangun RS di wilayah timur Indonesia, tepatnya di Galela, Kab. Halmahera Utara, Maluku Utara. Setelah pembangunan pondasi usai, pembangunan RS ini sempat terhenti beberapa waktu karena dana yang terbatas. Setelah donasi RS mulai bertambah lagi, baik yang dikumpulkan oleh masyarakat lokal maupun yang masuk melalui rekening MER-C dengan amanah khusus RS Galela, pada akhir Maret 2012 pembangunan RS ini dilanjutkan kembali. Sebanyak 7 relawan tukang dikirimkan oleh Divisi Konstruksi MER-C untuk membantu dan mengawasi langsung proses pembangunan. Pembangunan yang dilakukan saat ini rencananya akan dibagi menjadi 3 tahapan. Tahap pertama, pembangunan RS bagian depan. Tahap kedua, pembangunan RS bagian tengah dan tahap ketiga pembangunan RS bagian belakang. Pada tanggal 7 Mei 2012, pembangunan tahap pertama selesai. Antusiasme masyarakat Galela sangat nampak sejak awal pembangunan RS ini. Dengan kehadiran 7 relawan Divisi Konstruksi MER-C, warga Galela pun berdatangan ke lokasi RS untuk menawarkan bantuan baik berupa tenaga maupun materi. Semua ingin berpartisipasi dalam program ini. Pada pembangunan tahap pertama diperoleh tambahan sumbangan berupa batu split untuk cor sebanyak 2 truk dan semen sebanyak 5 sak. Masyarakat juga secara bergantian memberi bantuan tenaga secara sukarela selama proses pembangunan. Ibu-ibu setempat juga tidak mau ketinggalan, mereka turut berpartisipasi memberi bantuan berupa makanan untuk para relawan dan warga yang bekerja di lokasi pembangunan. Saat ini tengah berlangsung pembangunan tahap kedua, yaitu pembangunan bagian tengah RS yang merupakan ruangan rawat inap. Pekerjaan tahap kedua diestimasikan selesai dalam waktu satu bulan ke depan. Keberadaan RS ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Galela karena di sana baru terdapat Puskesmas. Apabila ada masyarakat Galela yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut di RS, maka mereka harus pergi ke Tobelo atau bahkan ke Ternate. Apabila selesai, RS ini akan menjadi contoh sarana kesehatan yang dibangun atas swadaya masyarakat. Mengapa? Pertama, karena tanah RS seluas 4.000 m2 merupakan wakaf dari warga setempat. Kedua, warga juga berperan aktif melakukan penggalangan dana untuk membantu Pembangunan RS yang memang sangat diharapkan oleh warga. Ketiga, selain beberapa relawan tukang yang ditugaskan dari MER-C Pusat, warga juga aktif membantu secara bergotong royong dan bergiliran dari desa ke desa dalam melakukan pekerjaan pembangunan. Semua dilakukan oleh warga dengan ikhlas tanpa berharap imbalan. Bagi Bapak/Ibu/Sahabat yang ingin membantu mewujudkan pembangunan RS bagi masyarakat Galela, Maluku Utara, dapat menyalurkan donasinya melalui: Rekening Donasi Pembangunan RS MER-C di Galela, Maluku Utara: BNI, Cab. Kramat, 0140600983 A/n. Medical Emergency Rescue Committee