MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Salurkan Kurban Ke Panti Asuhan, Pesantren dan Masjid di Papua Barat Daya

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui Program Kurban Peduli Papua menyalurkan total 8 ekor sapi di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Tempat penyaluran hewan kurban di antaranya; Panti Asuhan Putra Putri Papua Muslim, Masji Al Muttaqin, Pondok Pesantren Darul Istiqomah, Hj. Aliyah Baswedan Al Munawwarah HBM Islamic Center, Pondok Pesantren Hidayatullah, Pondok Pesantren Roudlotulkhuffadz dan Pondok Pesantren Baitul Mualaf. Penerima hewan kurban adalah pesantren dan panti asuhan yang selama ini mendapatkan pelayanan mobile clinic rutin setiap bulan dari MER-C. Koordinator MER-C Papua dr. Zackya Yahya mengucapkan terimakasih kepada para sohibul kurban yang telah menyalurkan kurbannya untuk warga Papua. “Kepada sohibul qurban saya sebagai Koordinator MER-C Papua menyampaikan terimakasih, jazakumullah khoir wa barakallahu fiikum semoga kita semua tetap istiqomah dalam memberikan kemanfaatan buat ummat, serta dapat meneladani  ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail terhadap perintah Allah,” ujarnya. Kurban untuk Papua merupakan program tahunan MER-C untuk membantu Muslim di wilayah Papua. MER-C terus melanjutkan dan mengembangkan bantuannya di Papua khususnya Papua Barat Daya yang telah berjalan hampir 18 tahun melalui program “Sehat untuk Papua”, seperti Mobile Clinic ke wilayah-wilayah terpencil, khitanan massal maupun program kemanusiaan lainnya seperti paket bantuan sembako, bantuan Ramadhan dan Idul Fitri serta bantuan kurban.

MER-C Papua Lakukan Mobile Clinic ke Pesantren Baitul Muallaf

Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Papua terus melakukan program mobile clinic, salah satunya ke Pesantren Baitul Mualaf di Kabupaten Sorong. Mobile clinic di pesantren yang membina sekitar 300 mualaf beserta keluarganya itu telah dilakukan Tim MER-C sejak dua bulan lalu. Pimpinan Pesantren Baitul Muallaf, Hono Salendro, mengucapkan terima kasih atas kehadiran MER-C. Ia mengatakan pengobatan melalui mobile clinic yang digelar setiap bulan ini sangat membantu. Dengan adanya mobile clinic, kini mereka tidak lagi pergi jauh dan mengantre ke puskesmas ketika ada yang sakit. “Adanya pemeriksaan MER-C setiap bulan saya sangat sangat senang dan terbantu, khususnya jama’ah kami,” katanya. Ia mengungkap, tidak hanya santri Baitul Muallaf, banyak warga sekitar yang juga merasakan manfaat dari mobile clinic ini. Untuk itu mereka juga sangat berterima kasih kepada MER-C.Hono mengaku, setiap ia keluar dan bertemu warga, banyak yang menanyakan kapan lagi pemeriksaan dari MER-C dilakukan. Selain di Baitul Muallaf, Tim MER-C di Papua juga rutin menggelar mobile clinic di sejumlah tempat yaitu, Pesantren Alam Inspirasi, Pesantren Darul Istiqomah, Pesantren Raudatul Khufaz, Pesantren Hidayatullah dan Panti Asuhan Sinar Kasih. Mobile clinic juga dilakukan hingga ke pelosok wilayah Papua Barat Daya seperti klalin 4, klalin 6, klalin 2, Arar kampung, Katapop 1, Modan 1, Modan 2 dan Rawa Sugi.MER-C telah hadir di Papua selama 18 tahun melalui program Sehat untuk Papua. Tidak hanya mobile clinic, MER-C juga mengadakan kegiatan sunatan masal, kurban untuk Papua, bantuan paket sembako, bantuan Ramadhan dan Idul Fitri,  serta program kemanusiaan lainnya. Rekening Donasi Sehat untuk Papua:BSI, 8111 929.620BCA, 686.066.6608Atas nama:Medical Emergency Rescue Commmittee

Tujuh Relawan MER-C Ikut Konferensi Kemanusiaan Internasional di Kuala Lumpur

Tujuh relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengikuti Konferensi Kemanusiaan Internasional bertajuk ‘’Humanitarian Development Nexus: Building Resilience Transforming Lives” yang digelar di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Kuala Lumpur, 27-29 Mei 2024, oleh Mercy Malaysia. Tujuh orang yang hadir yaitu Ketua Emergency Medical Team (EMT) MER-C Indonesia dr. Arief Rachman, Sp.Rad, yang menjadi pembicara dalam konferensi tersebut. Kemudian enam relawan lainya Apt. Dini Rahmawati, S.Farm. Wunandi Artia Binar Phasa, S.Farm, dr. Fahmi Anshori, Sp.OT, dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Reyfal Khaidar dan Kipa Jundapri, S.Kep., Ners., M.Kep. Acara konferensi dibuka oleh Sultan Perak Darul Ridzuan, Sultan Nazrin Muizzuddin Shah bin (alm) Sultan Azzlam Muhibbuddin. Relawan MER-C Raih Juara ke-3 Poster Presentasi Terbaik Dalam konferensi ini Tim MER-C membawa lima poster presentasi terkait topik bencana di Indonesia dan konflik terkini yang terjadi di Jalur Gaza berdasarkan pengalaman langsung relawan MER-C di lapangan. Salah satu poster relawan MER-C berjudul “Profile of Desease and Injury in Primary Health Care During Gaza Conflict 2023/2024, MER-C Indonesia Experience” yang dipresentasikan oleh dr. Reyfal Khaidar, salah satu relawan yang baru kembali dari Gaza  mendapat penghargaan sebagai poster terbaik ke-3. Konferensi Kemanusiaan Internasional MERCY Malaysia (MMIHC) adalah forum yang mempertemukan para aktor dan jaringan kemanusiaan dari berbagai belahan dunia dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor. Konferensi ini mempertemukan para pemikir dan praktisi kemanusiaan terkemuka dari seluruh dunia untuk membahas praktik terbaik, pembelajaran dan implikasinya terhadap orang-orang yang menjadi inti pekerjaan kemanusiaan. Edisi 2024 membahas isu-isu jauh lebih kompleks yang memerlukan perhatian, mencakup meningkatnya kerapuhan dan konflik, krisis iklim, kesehatan, keuangan dan ekonomi akibat meningkatnya risiko bencana dan tantangan pembangunan, agenda lokalisasi, serta isu-isu kemanusiaan, diplomasi, pandemi global, ilmu pengetahuan dan teknologi, sumber daya keuangan yang didedikasikan untuk bantuan kemanusiaan juga pembangunan, dan banyak lainnya.

MER-C Buka Program Qurban Peduli Papua, Targetkan Jangkauan Wilayah Lebih Luas

Medical Emergency Rescue Committtee (MER-C) kembali membuka program Qurban Peduli Papua 2024, dengan target wilayah pembagian lebih luas dan penerima daging kurban lebih banyak. Harga hewan kurban untuk program ini, satu ekor sapi Rp. 22.4 juta dengan program patungan tujuh orang, Rp 3.2 juta per orang. Masyarakat Indonesia yang berniat berqurban di Papua dapat menghubungi Call Center MER-C di no 0811990176. Batas akhir program ini Rabu, 12 Juni 2024.   “Tahun ini MER-C menargetkan lebih banyak sapi yang bisa dibagikan, sehingga lebih banyak orang yang menerima manfaat dari Program Qurban ini,” kata Koordinator MER-C Cabang Papua dr. Zackya Yahya, SpOk. Qurban Peduli Papua merupakan program tahunan MER-C untuk membantu warga Muslim di wilayah Papua. Tahun ini rencananya akan dibagikan ke sejumlah kampung muslim dan pesantren di wilayah Papua Barat Daya. Zackya mengatakan, salah satu tempat yang ditargetkan menerima kurban adalah Pesantren Baitul Mualaf, yang saat ini membina sekitar 300 mualaf. “Karena targetnya lebih banyak yang bisa kita bagikan, untuk itu kita informasikan lebih awal sehingga kita masih punya waktu bagi para sohibul qurban atau donatur yang mau membagikan qurbannya di wilayah Papua Barat Daya ini,” ujarnya. MER-C terus melanjutkan dan mengembangkan bantuannya di Papua, khususnya Papua Barat Daya yang telah berjalan hampir 18 tahun, baik bantuan kesehatan seperti program “Sehat untuk Papua”, Mobile Clinic ke wilayah-wilayah terpencil, maupun program kemanusiaan lainya seperti paket bantuan sembako, bantuan Ramadhan dan Idul Fitri serta program kurban.

MER-C Salurkan Bantuan Musim Dingin untuk Korban Gempa di Distrik Zenda Jan, Afganistan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan bantuan musim dingin untuk korban gempa di Distrik Zenda, Provinsi Herat, Afghanistan. Bantuan ini disalurkan ke empat desa yang terdampak gempa 7 Oktober 2023 paling parah, yaitu di Bidak Ishaqzai, Cheshma Tasak, Qashoqi Zoori dan Qashoqi Achakzaee. Di masing-masing desa ini MER-C menyalurkan bantuan berupa 100 helai selimut, 50 pasang sarung tangan, 50 pasang kaos kaki, 50 baju hangat anak-anak, 50 topi anak-anak, 250kg beras, 100kg kedelai, 25 bungkus minyak goreng, 50 bungkus garam dan 25 kaleng pasta tomat. Melalui penilaian lapangan yang ekstensif, konsultasi masyarakat, dan analisis data, empat desa di Distrik Zenda Jan ini diidentifikasi sebagai wilayah prioritas. Desa-desa ini dipilih berdasarkan kriteria seperti tingkat keparahan kerusakan akibat gempa bumi, kerentanan penduduk dan aksesibilitas pengiriman bantuan. Dengan berfokus pada desa-desa tertentu, upaya pemberian bantuan dan rehabilitasi ditargetkan dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan setiap komunitas. Bantuan ini disalurkan melalui Yayasan Marefat dan bekerja sama dengan Komite Pemerintah Herat yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan dukungan donor internasional untuk desa-desa di Distrik Zenda Jan yang terkena gempa.Proses pendistribusian pada tanggal 12 dan 13 Maret 2024 dipimpin oleh Sadeq Akbari, seorang pekerja kemanusiaan yang berpengalaman dalam operasi tanggap darurat. Relawan lokal dikerahkan untuk membantu pendistribusian, memastikan bahwa bantuan menjangkau setiap rumah tangga di desa sasaran. Proses pendistribusian dilakukan secara transparan dan informasi terkini diberikan secara berkala kepada pemerintah daerah dan tokoh masyarakat untuk menjaga akuntabilitas dan kepercayaan.Para pejabat pemerintah daerah menyatakan penghargaan mendalam atas bantuan yang diberikan oleh MER-C dan mengakui kontribusi dan komitmen yang teguh untuk membantu penduduk Herat yang terkena dampak. Shikh Mobasher Halimi, Ketua Komite yang mengawasi upaya bantuan gempa bumi, juga memuji dedikasi MER-C dalam mendukung mereka yang membutuhkan di Afghanistan dan menyatakan harapan untuk kolaborasi yang berkelanjutan. Para penerima bantuan juga menyampaikan apresiasi mereka atas bantuan yang diberikan, namun juga menyoroti kebutuhan tambahan, khususnya peningkatan akses terhadap sumber air dan fasilitas sanitasi seperti WC. Pada tanggal 7 Oktober 2023, gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,5 skala Richter melanda Provinsi Herat, menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa. Salah satu Distrik yang terkena dampak terparah adalah distrik Zenda Jan, dengan banyak rumah dan bangunan runtuh, menyebabkan ratusan orang sangat membutuhkan bantuan. Meskipun ada upaya bantuan awal dari berbagai organisasi dan yayasan amal, skala bencana dan kondisi musim dingin yang parah telah membuat banyak warga masih berada dalam kesusahan. Sebelumnya pada 14 Desember 2023 hingga 9 Januari 2024 lalu, MER-C juga telah mengirimkan Tim Relawan Medis ke Herat, Afghanistan untuk memberikan bantuan bagi para korban gempa.

Cerita Sehat untuk Papua MER-C yang Telah Berjalan 18 Tahun

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) terus berbkomitmen menjalankan misi kemanusiaan baik di luar negeri hingga ke pelosok Indonesia. Hadir di tengah masyarakat membutuhkan, yang terdampak akibat bencana alam, perang ataupun konflik.   Salah satu program kemanusiaan MER-C yang telah berjalan sejak 2006 atau selama 18 tahun adalah “Sehat untuk Papua”. Relawan medis MER-C hadir langsung di tengah masyarakat Papua untuk memberikan pelayanan kesehatan. Salah satu pelayanan yang rutin dilakukan MER-C di Papua adalah pengobatan mobile clinic ke kampung-kampung yang membutuhkan secara rutin setiap bulannya. Salah satu Kampung yang menjadi sasaran mobile clinic MER-C adalah Kampung Arar, di Pulau Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Pada awal mobile clinic tahun 2008 di Kampung ini, pengobatan masih dilakukan di rumah salah seorang warga. Namun sejak beberapa tahun terakhir pengobatan sudah bisa dilakukan di balai desa, sumbangan dari salah satu CSR perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Sorong. Perjalanan yang dilakukan relawan dari posko sampai ke lokasi memerlukan waktu sekitar 30 menit via darat dengan motor untuk sampai ke pelabuhan dan dilanjutkan 30 menit dengan perahu sampai ke lokasi Kampung Arar. MER-C dalam menjalankan misinya memiliki prinsip bahwa semua orang memiliki hak yang sama. Untuk itu, saat memberikan pelayanan MER-C tidak membedakan ras, suku atau agama. Begitupun selama melakukan pelayanan di Kampung Arar yang masyarakatnya terbagi di dua lokasi yaitu kampung muslim dan non-muslim. Keduanya mendapatkan pelayanan yang sama dari MER-C. Tidak hanya di Kampung Arar, mobile clinic yang dilakukan MER-C Papua terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Tantangan yang dihadapi di sejumlah wilayah hampir sama, yaitu akses dan medan yang dilalui cukup berat. Beberapa akses ke kampung-kampung masih harus menggunakan perahu atau kapal. Melalui program “Sehat untuk Papua”, MER-C juga memberikan berbagai bantuan lainnya seperti sunat masal, pembagian paket sembako Ramadhan dan qurban untuk Papua. Masyarakat juga bisa ikut berkontribusi dalam program Sehat untuk Papua dengan cara berdonasi, sehingga lebih banyak wilayah terpencil di Papua khususnya Papua Barat Daya yang masyarakatnya bisa mendapatkan bantuan medis secara rutin dan terus menerus. Dukungan & Donasi Program “Sehat untuk Papua” melalui: BCA, 686.066.6608 BSI, 8111 929.620 Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee

MER-C dan MUI Sumbar Tanda Tangani Kerja Sama Penyaluran Bantuan untuk Warga Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menanda tangani nota kesepahaman (MoU) dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat terkait penyaluran bantuan untuk warga Palestina. MoU ini ditanda tangani oleh Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dan Ketua Umum MUI Sumatera Barat Dr. H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag. “Amanah ini coba kita salurkan, pertama adalah untuk jangka pendek memberikan bantuan makanan dan jangka panjang kita lakukan pembanguan kembali Rumah Sakit Indonesia,” kata dr. Sarbini. *MER-C Jajaki Kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Andalas dan Dewan Dakwah Sumbar* Selain dengan MUI, dalam kesempatan kunjungan ke Sumbar dr. Sarbini juga menjajaki kerja sama dengan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas terkait beasiswa untuk dokter umum Gaza yang ingin mengambil spesialis orthopedi dan anestasi, khususnya dokter umum di Rumah Sakit Indonesia. MER-C juga menjalin kerjasama dengan Dewan Dakwah Sumbar untuk mengirimkan da’i muda ke Siberut, Mentawai, di mana MER-C memiliki program renovasi sekolah, pembangunan mushola serta posko kesehatan di sana. Da’i muda yang dikirimkan Dewan Dakwah nantinya akan dibangunkan tempat tinggal selama mereka bertugas melakukan dakwah dan mengajar di wilayah tersebut. Program renovasi sekolah, pembangunan mushola dan posko kesehatan akan dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Hal ini dikarenakan saat ini Tim MER-C masih menunggu proses pengeringan kayu yang telah dipesan yang akan digunakan sebagai bahan bangunan sarana-sarana tersebut. Kayu dipilih karena lebih kuat dan elastis, mengingat Mentawai merupakan daerah yang cukup sering diguncang gempa bumi. Sarbini berharap, rangkai kerja sama yang dilakukan MER-C ini dapat bermanfaat bagi banyak orang, bagi umat dan juga bagi Palestina.

MER-C Berikan Pelatihan Emergency First Response (EFR) kepada Komunitas Forum Potensi Tangerang Selatan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), memberikan pelatihan Emergency First Response (EFR) kepada anggota Forum Potensi Tangerang Selatan, Sabtu/29 Juli 2023. Pelatihan diikuti oleh sekitar 50 orang peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk anggota komunitas, relawan, dan para pemuda yang ingin berkontribusi positif dalam masyarakat.                         Pelatihan diadakan di Villa Darul Ikhlas – Sinergi Foundation, Tangerang Selatan, dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat awam dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat yang ditemukan sehari-hari. Instruktur MER-C yang berjumlah 8 orang yang terdiri dari para relawan medis terlatih dan berpengalaman baik di rumah sakit maupun lokasi bencana mengajarkan peserta mengenai berbagai aspek dalam pertolongan pertama. Pelatihan diberikan dalam bentuk pemaparan materi, diskusi interaktif dilanjutkan dengan praktek berkelompok. Hal ini untuk memastikan peserta memahami setiap materi yang telah dipaparkan.                           “Kami menyambut dengan tangan terbuka kerjasama ini. MER-C melalui MER-C Training Center dapat berbagi ilmu dan pengalaman melalui pelatihan EFR kepada anggota Forum Potensi Tangerang Selatan karena keterampilan dasar EFR penting untuk dimiliki oleh berbagai elemen masyarakat. Semakin banyak masyarakat awam yang memiliki kemampuan ini, maka semakin banyak orang yang dapat diselamatkan dari kematian maupun kecacatan. Selain itu, kolaborasi bersama dengan berbagai lembaga kerelawanan adalah langkah yang baik untuk terus dilanjutkan kedepannya. Hal ini berpotensi untuk dapat saling belajar dan bekerjasama satu sama lain” kata dr. Naenda Stasya, MARS, Ketua MER-C Training Center. Para peserta tampak bersemangat dan antusias mengikuti setiap materi pelatihan hingga akhir acara. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, anggota Forum Potensi Tangerang Selatan siap berperan aktif dalam memberikan pertolongan pertama di tengah-tengah masyarakat. Keahlian mereka dalam merespons situasi darurat diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif dan menyelamatkan lebih banyak nyawa dalam berbagai keadaan krisis.                           Turut hadir dan memberikan sambutan pada acara pelatihan adalah Lurah dan TNI Bhabinkamtibmas Tangerang Selatan. Sementara, peserta pelatihan berasal dari perwakilan elemen Masyarakat Tangerang Selatan, diantaranya yaitu BPBD Kota Tangerang Selatan, BSI Maslahat, Cantigi Anawidri Indonesia, Pemadam KebakaranTangerang Selatan, ERDAMS FKM UMJ, Forum Pembauran Kebangsaan, Gencar, Helix Corps, HW UMJ, Kokam Tangerang Selatan, Komite Kemanusiaan Indonesia, Komunitas Ojol Tangerang Selatan, LKC Dompet Dhuafa, Menwa Universitas Pamulang, Pelopor Rescue Center, PMI Kota Tangerang Selatan, POSRAYA Indonesia, Relawan Nusantara (Jakarta Timur), Rufaidah Humanity Care, Rumah Zakat, Satpol PP Tangerang Selatan, Speed (Serikat Pengemudi Daring) Kota Depok, Mahasiswa UIN Jakarta, Wahana Muda Indonesia (WMI), Yayasan Cordova Syariah, RPAI Tangerang Raya, PKS Tangerang Selatan, BSMI Kota Depok, BSMI Kota Bogor, dan IEA Tangerang Selatan, dan beberapa peserta individu.  

Di Tengah Serangan, 4.000 Paket Bantuan Ramadhan Masyarakat Indonesia untuk Masyarakat Gaza Selesai Disalurkan

Dalam rangka menyemarakkan Ramadhan di Gaza, Palestina, MER-C salurkan 2.000 paket sembako dan 2.000 paket ifthar (berbuka puasa) bantuan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. Proses penyaluran bantuan Ramadhan sempat terkendala karena adanya serangan dari jet-jet tempur Israel ke sejumlah wilayah di Jalur Gaza pada pertengahan Ramadhan lalu. Hal ini disampaikan oleh Reza Aldilla Kurniawan, salah satu relawan yang masih bertugas di Jalur Gaza. “Kendala penyaluran bantuan tahun ini karena ada penyerangan. Namun Alhamdulillah selebihnya lancar dan semua bantuan akhirnya selesai kami distribusikan,” ujar Reza. Program Bantuan Ramadhan adalah rangkaian Program Rutin Kemanusiaan MER-C Cabang Gaza dalam rangka membantu memeriahkan suasana Ramadhan untuk warga Gaza yang masih hidup dalam blokade berkepanjangan. Pada tahun-tahun sebelumnya, MER-C menyalurkan bantuan sebanyak 1000 paket sembako dan 1000 paket ifthar. Tahun ini, dengan donasi dan dukungan dari rakyat Indonesia, MER-C bisa melipat gandakan jumlah bantuan. “Di tahun ini Alhamdulillah dengan dukungan dan donasi dari rakyat Indonesia, kita bisa memberikan bantuan lebih banyak. Hal ini untuk memberikan pesan bahwa dukungan rakyat Indonesia terhadap saudara-saudara kita di Palestina tidak akan pernah surut, bahkan terus menguat dari hari ke hari,” lanjutnya. Proses packing bantuan 2000 paket sembako sudah dimulai sejak awal Ramadhan. Lalu pada minggu ke-2 Ramadhan, relawan mulai bergerak mendistribusikan bantuan tersebut kepada warga Gaza yang berhak menerimanya. Distribusi bantuan dilakukan secara langsung oleh relawan ke rumah-rumah warga Gaza yang sudah didata sebelumnya. Sebagian bantuan didistribusikan bekerja sama dengan beberapa yayasan dan lajnah zakat yang ada di Gaza. “Demi menjangkau seluas-luasnya penerima manfaat, bantuan logistik dan iftar bersama tahun ini disebarkan ke seluruh penjuru Jalur Gaza, dari kota Khan Younis, Qarara di Selatan, Deir Balah, Maghazi, Nusairot, Bureij di tengah hingga Jabaliya, Bait Lahiya dan Bait Hanun di utara Jalur Gaza dan Gaza City,” jelas Reza. Sementara untuk bantuan ifthar, MER-C Cabang Gaza juga menggelar acara buka puasa Bersama dengan mengundang lebih dari 600 anggota keluarga syuhada dan anak-anak yatim berlokasi di salah satu lapangan terbuka di Gaza Tengah. Acara ini awalnya akan digelar pada pertengahan Ramadhan, namun tertunda karena terjadi serangan Israel. Setelah mempertimbangkan situasi keamanan, acara buka puasa Bersama akhirnya tetap dapat dilaksanakan pada akhir ramadan tepatnya di hari ke-25 Ramadan. Saat acara buka puasa Bersama, para relawan juga membagikan paket sembako untuk setiap keluarga syuhada yang hadir, memberikan hadiah untuk ibu-ibu yang berhasil memenangkan permainan dan memberikan mini parcel untuk semua anak-anak yang hadir. Bahagia turut dirasakan para relawan melihat senyum anak-anak yatim dan para keluarga syuhada menerima bantuan dari saudara-saudaranya di Indonesia. “Warga Gaza sangat bahagia. Ucapan terima kasih dan doa untuk masyarakat Indonesia terus kami terima saat distribusi berlangsung. Semoga Allah membalas kebaikan para dermawan dan donatur Indonesia, semoga semakin lancar rezekinya, dijauhkan dari berbagai musibah dan bisa melaksanakan ifthar serta shalat berjamaah di Masjidil Al-Aqsa,” ungkap relawan yang telah menyelesaikan studinya di salah satu universitas di Gaza. Sementara itu, salah satu Presidium MER-C, dr. Arief Rachman, SpRad menyampaikan terima kasih atas dukungan dan donasi dari masyarakat Indonesia. “Terima kasih atas bantuan dan partisipasi dari seluruh masyarakat Indonesia sehingga program rutin ini dapat terus berlangsung. Kami berharap dengan bantuan dan dukungan dari masyarakat semua, maka kita bisa bersama-sama mengurangi penderitaan yang dirasakan saudara-saudara kita di Gaza,” tambah Arief.

Semarakkan Ramadhan di Papua, MER-C Salurkan Bantuan Alat Sholat dan Sembako

Haru dan bahagia terpancar dari wajah warga di sejumlah kampung di kabupaten Sorong, Papua Barat Daya usai mereka menerima bantuan program Semarakkan Ramadhan di Papua. Bantuan berupa alat sholat dan sembako disalurkan langsung oleh Tim Klinik MER-C di Sorong. Satu persatu kampung dan rumah warga didatangi oleh Tim MER-C untuk menyalurkan amanah dari para donator bagi warga muslim yang membutuhkan di wilayah Indonesia timur ini. “Alhamdulillah, tahun ini kita masih bisa berbagi kebahagiaan Ramadhan kepada saudara-saudara muslim kita di Papua, khususnya Papua Barat Daya. Terima kasih atas kepercayaan para donator yang telah menyisihkan rezekinya untuk program ini,” ujar dr. Zackya Yahya, SpOk, Koordinator Klinik MER-C wilayah Papua. Zackya memaparkan donasi yang masuk bagi program Semarakkan Ramadhan di Papua total sebesar Rp 83.619.721,- ditambah bantuan dalam bentuk mukena sebanyak 30 set. “Dari donasi yang ada, kami bisa membelikan bantuan bagi warga muslim di sini berupa mukena sebanyak total 330 paket dan sarung untuk anak-anak dewasa sebanyak 300 paket serta sembako sebanyak 100 paket,” terang Zackya. Relawan yang sudah mengawal program Klinik MER-C di Papua selama lebih dari 15 tahun ini menjelaskan bahwa bantuan perlengkapan sholat dibeli di Jakarta dengan pertimbangan harga yang jauh lebih murah serta pilihan dan stok banyak, dibandingkan apabila dibeli di Sorong. Bantuan lalu dikirim ke Sorong melalui ekspedisi kapal laut. Sementara untuk bantuan sembako yang terdiri dari beras super 5 kg, tepung terigu 2 kg, gula pasir 2 kg dan minyak goreng 2 kg semua dibeli dan di-packing oleh Tim MER-C di Sorong. “Alhamdulillah sarung dan mukenah dari donatur MER-C buat Bapak-bapak dan Ibu-ibu serta para remaja dan anak-anak sangat bermanfaat untuk mereka pakai lebaran. Warga terharu dan sangat bersyukur menerima semua bantuan ini,” ungkap Zackya yang sempat ikut turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga muslim di Papua Barat Daya.Bantuan didistribusikan ke beberapa kampung seperti Kampung Maibo Klalin 4, kampung Malawele, kampung Malawili, kampung Klasuluk, kampung Malaus. Untuk bantuan sembako banyak difokuskan ke Kampung Klalin 4 karena yang paling minus kondisi masyarakatnya. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke panti yatim putra dan putri muslim Papua, panti putra dan putri Muhammadiyah, serta pondok pesantren Hidayatullah, pondok pesantren Darul Istiqomah dan dhuafa di sekitar Klinik MER-C. Zackya berharap tahun depan tetap ada bantuan donasi untuk paket ramadhan yang lebih banyak agar bisa menambah jumlah bantuan yang kita berikan dan juga bisa menyiapkan baju koko bagi anak-anak dan hijab bagi ibu-ibu.

Silahkan bertanya?