MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Sehat untuk Papua, MER-C Adakan Sunatan Massal Gratis untuk Anak-anak di Pelosok Papua Barat Daya

Dalam rangka program Sehat untuk Papua, MER-C kembali mengadakan kegiatan sunatan massal gratis khususnya di Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan berlangsung mulai tanggal 10 – 20 Maret 2023. Koordinator MER-C untuk Papua, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk, mengatakan kampung-kampung yang akan didatangi, yaitu Kalobo, Waisai Kota, Distrik Tiplol Mayalibit, Distrik Waigio Barat Kepulauan, dan Distrik Waigio Selatan adalah wilayah yang pernah dikunjungi oleh Tim MER-C. “Semua wilayah target kegiatan adalah wilayah yang pernah dikunjungi oleh MER-C dulu. Kampung yang jauh yang pernah dikunjungi oleh MER-C saat kegiatan Kapal Kemanusiaan dengan Baznas dan AMCF. Begitu juga dengan Waisai dan sekitarnya di Raja Ampat, sekitar 6 tahun lalu, kita pernah punya program rutin selama 3 tahun di situ bekerjasama dengan CI (Conservation Internasional) dan Kalabia. Tim MER-C secara rutin setiap bulan ke sana, sekitar 10 hari Tim di sana untuk memberikan pelayanan Kesehatan bagi warga yang sakit,” papar Zackya. “Namun mengingat jarak yang jauh dan biaya transportasi yang besar sekali, wilayah ini tidak dikunjungi lagi. Namun harus tetap dilanjutkan karena akses kesehatan yang terbatas dan warga juga antusias dengan kedatangan Tim MER-C,” lanjutnya. Zackya bersyukur di tahun ini, MER-C dapat kembali mengunjungi kampung-kampung di pelosok Raja Ampat dan mengadakan sunatan massal gratis bagi anak-anak di sana. “Kami bersyukur bisa datang lagi ke kampung-kampung pelosok di Papua Barat Daya. Kegiatan dapat terselenggara atas donasi dari Yayasan Ahda Bahira Muslim Indonesia (YABMI) dan dukungan berupa alat sunat dari Klinik Sunat 123 Jakarta. Pemda Papua Barat Daya dan aparat setempat juga menyambut sangat baik adanya kegiatan ini,” tambahnya .Dengan donasi yang ada, target yang disunat adalah sebanyak 300 anak. “Ini target maksimal yang bisa kita kerjakan, mengingat harus mempertimbangkan juga berat barang bawaan karena perjalanan ke kampung-kampung tersebut akan menggunakan perahu atau kapal-kapal kecil,” jelas Zackya. Untuk menyelesaikan jumlah target anak dan waktu yang tersisa menjelang Ramadhan, selain memberangkatkan 5 relawan medis dari Jakarta pada hari Rabu/8 Maret 2023, MER-C juga menurunkan 2 relawan medis dari Klinik MER-C di Sorong. Sementara itu, Tim dari BWA (Badan Wakaf Al-Qur’an) juga turut serta dalam kegiatan ini. Harapannya, kunjungan pelayanan Kesehatan ke wilayah-wilayah pelosok di Raja Ampat akan berlanjut melalui program Kapal Dakwah Dokter Care (KDDC) dr. Joserizal Jurnalis kerjasama MER-C dan BWA. Semua wilayah ini akan menjadi daerah rutin program KDDC dr. Joserizal Jurnalis yang diharapkan dapat dimulai pada 1 Juli 2023 ini hingga 1 tahun ke depan.

Puluhan Anak-anak Fak Fak Papua Barat Antusias Ikuti Khitanan Massal MER-C dan AMCF

Sekitar 55 anak di Fak Fak nampak antusias mengikuti khitanan massal yang digelar MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) bekerjasama dengan AMCF (Asian Muslim Charity Foundation). Kegiatan diadakan di kampung Werpigan, Distrik Fak Fak Barat, Kabupaten Fak Fak, Papua Barat, Jum’at/27 Januari 2023.   Peserta khitan berasal dari empat Kampung di Distrik Fak Fak Barat, yaitu Kampung Werpigan, Kampung Purwasak, Kampung Kit, dan Kampung Werboeam. Selain anak-anak, terdapat juga satu orang dewasa yang baru saja mengucapkan dua kalimat syahadat turut dikhitan.  Rangkaian kegiatan dilaksanakan selama dua hari sejak hari Kamis/26 Januari 2023 yang diawali dengan doa bersama di masjid setempat, yaitu Masjid Nurul Islam. Arak-arakan warga yang meriah terlihat ketika mengantarkan anak-anak yang akan dikhitan massal dari kediamannya menuju masjid. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Berzanji dan doa.  Kegiatan ini turut dihadiri oleh Perwakilan dari Bupati Fak Fak, Kepala Distrik dan aparat kampung Werpigan. Koordinator MER-C untuk Wilayah Papua, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk menjabarkan alasan wilayah ini dipilih sebagai lokasi kegiatan salah satunya karena akses kesehatan yang masih kurang.  “Kebetulan daerah yang kita kunjungi kemarin adalah salah satu wilayah binaan dakwah AMCF, karena di sana memang pembangunan masih sangat kurang terutama untuk ekonomi, pendidikan dan juga akses Kesehatan yang jauh dari kota. Hal ini membuat MER-C memandang perlu untuk ikut ke sana melakukan kegiatan medis, terutama kegiatan sunatan,” terang Zackya. Kegiatan khitanan massal dipimpin oleh dr. Hajri Yansyah selaku Penanggung Jawab di Klinik Amanah MER-C Sorong, dibantu sejumlah perawat dan asisten. Selain itu, sebagai bentuk andil tenaga kesehatan setempat, satu orang dokter Nusantara Sehat dan empat orang perawat Puskesmas, serta dua orang dukun local terlatih yang sebelumnya sudah diberi pengarahan dari dr. Hajri juga turut diturunkan untuk membantu lancarnya kegiatan. Meski di tengah pelaksanaan turun hujan yang cukup deras, kegiatan tetap berlangsung dengan khidmat dan lancar. Kegiatan pelayanan Kesehatan MER-C di Papua Barat telah berlangsung sejak tahun 2008. Seiring wilayah Papua yang masih sangat membutuhkan perhatian di berbagai bidang, untuk itu MER-C masih terus menjalankan kegiatannya melalui program mobile clinic ke kampung-kampung binaan, posyandu, posbindu dan edukasi Kesehatan. Dukungan dan Donasi bagi Program “Sehat untuk Papua” dapat disalurkan melalui: BSI (Bank Syariah Indonesia), 8111.929.620 BCA, 686.066.6608 An. Medical Emergency Rescue Committee #sehatuntukpapua#behealthyforpapua#welovepapua#mercpedulipapua#mercpedulianakpapua#mercindonesia Info lebih lanjut : Call Center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG dan Twitter : @mercindonesia

ILUNI FKUI’98 dan MER-C Training Center Gelar Pelatihan Simulasi Penanggulangan Bencana

Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI 1998) bekerjasama dengan MER-C Training Center (MTC) menggelar pelatihan Simulasi Penanggulangan Bencana Bidang Kesehatan. Pelatihan berlangsung selama dua hari, 28 – 29 Januari 2023 bertempat di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur. Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalies FKUI ke-73 tahun.    Ketua MER-C Training Center, dr. Naenda Stasya, MARS bersyukur MER-C Training Center mendapat kepercayaan dari ILUNI FKUI sebagai penyelenggara pelatihan.   “Kami bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan ILUNI FKUI’98 yang telah menunjuk MER-C Training Center untuk memberikan pelatihan Simulasi Penanggulangan Bencana bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran UI. Sekitar 30 mahasiswa FKUI mengikuti pelatihan ini,” ujarnya. Naenda menjabarkan bahwa pelatihan diselenggarakan dengan menggabungkan lima metode, yaitu kuliah umum dan diskusi, presentasi dan pembahasan kasus, praktikum atau skill station, team building dan terakhir simulasi bencana.  Narasumber pelatihan adalah para relawan MER-C yang memiliki latar belakang pendidikan spesialis emergency medicine serta telah bepengalaman di berbagai wilayah perang, konflik dan bencana alam baik di dalam maupun di luar negeri. Selain itu, MER-C Training Center juga melibatkan narasumber berkompeten lainnya baik dari ILUNI FKUI, Basarda (Badan SAR Daerah) dan IRRES (Indonesian Rescue). MTC (MER-C Training Center) merupakan bagian dari Yayasan MER-C yang bergerak di bidang pelatihan kegawatdaruratan medis dan keahlian medis lainnya. Sebelumnya, pada bulan Oktober 2022 lalu, MER-C Training Center juga telah memberikan pelatihan serupa kepada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (UNIMAL), Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 28-30 Oktober 2022 itu berlangsung di Pos TNI AL Rancong, Lhokseumawe dan diikuti oleh 110 mahasiswa.

Kisah Sarah dan Yara, Gadis Kembar Gaza Penerima Bantuan Paket Perlengkapan Sekolah

Sarah dan Yara adalah gadis kembar yang merupakan korban serangan brutal Israel beberapa waktu lalu. Mereka menjadi salah satu penerima bantuan paket perlengkapan sekolah Amanah dari masyarakat Indonesia melalui MER-C. Malam itu, di desa Shujaiya, Gaza timur, Keluarga Sarah dan Yara sedang melaksanakan shalat Isya. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh sebuah rudal yang diluncurkan dari pesawat tempur zionis Israel. Serangan brutal itu menyebabkan semua anggota keluarga Raed Rajab sebanyak delapan orang, termasuk si kembar Sarah dan Yara yang masih berusia 8 tahun, mengalami luka parah. Sarah menderita patah tulang di kaki kiri, luka yang dalam di telapak kaki kanan dan luka pada paha kanan bawah. Sementara saudari kembarnya, Yara, juga mengalami luka parah di paha kanan dan patah tulang di kaki kanan bagian bawah. Meski masih menderita cedera, namun hal itu tidak mengurangi semangat si kembar Sarah dan Yara untuk tetap bersekolah. Yara, gadis cantik itu dengan susah payah bergerak menggunakan kursi rodanya untuk pergi ke sekolah. Melihat semangat Sarah dan Yara, beberapa waktu lalu Relawan MER-C Indonesia mendatangi rumah keluarga Raed Rajab untuk memberikan secara langsung hadiah perlengkapan sekolah berupa tas, sepatu, seragam dan alat tulis bagi kedua gadis kembar tersebut. Meski bantuan yang diberikan tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang sudah mereka alami, namun semoga hadiah ini bisa menambah semangat Sarah dan Yara untuk menggapai cita-cita mereka. Paket perlengkapan sekolah menjadi bantuan rutin dari masyarakat Indonesia melalui MER-C yang biasanya diberikan ketika tahun pelajaran baru dimulai. Pada tahun ini, MER-C menyalurkan sebanyak 500 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak tingkat sekolah dasar di Jalur Gaza. Dukungan dan Donasi bagi Program Kemanusiaan di Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui: Rek. No. 686.033.5555 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.3753.754 Bank MandiriRek. No. 700.290.5803 Bank Syariah Indonesia (BSI) Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee

MER-C Distribusikan 500 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Anak-anak di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia kembali mendistribusikan paket perlengkapan sekolah amanah dari masyarakat Indonesia untuk anak-anak di wilayah terblokade Jalur Gaza, Palestina. Jumlah bantuan perlengkapan sekolah yang didistribusikan pada tahun 2022 total sebanyak 500 paket. Isi paket per anak terdiri dari seragam, celana, sepatu, tas sekolah, buku tulis, buku gambar, alat tulis (pensil, penghapus, pulpen, rautan, penggaris, tempat pensil) dan pensil warna. Pelaksanaan program dilakukan oleh relawan MER-C yang tengah bertugas di Jalur Gaza, yang terdiri dari tiga relawan Indonesia dibantu dengan relawan local. Mereka menunaikan titipan amanah donasi dari rakyat Indonesia bagi program ini, mulai dari memilih isi paket dengan melakukan survey ke toko-toko perlengkapan sekolah, melakukan survey anak-anak penerima bantuan, mem-packing bantuan hingga mendistribusikan paket kepada anak-anak baik di sekolah-sekolah, rumah rumah maupun melalui di lembaga kemanusiaan yang bekerjasama dengan MER-C Cabang Gaza. Prioritas penerima bantuan adalah anak-anak tingkat Sekolah Dasar yang merupakan anak yatim atau anak-anak dari keluarga syuhada, anak-anak korban perang serta anak-anak yang tidak mampu. Adapun lokasi pendistribusian tersebar di beberapa wilayah terpisah di Jalur Gaza, mulai wilayah Jalur Gaza bagian Utara (Bayt Lahiya, Jabaliya), Jalur Gaza bagian Tengah hingga Jalur Gaza bagian Selatan. Bantuan didistribusikan secara bertahap selama kurun waktu satu bulan pada bulan November – awal Desember 2022. Semburat bahagia terpancar dari wajah-wajah suci dan polos anak-anak Gaza. Senyum dan tawa ceria mewarnai wajah mereka usai menerima bantuan paket sekolah. Ucapan “Terima Kasih Indonesia” terucap dari bibir-bibir mungil dan tulus mereka. Ustadzah Haifa Ridwan, salah satu Kepala Sekolah di Gaza, juga mengucapkan terima kasihnya kepada masyarakat Indonesia khususnya MER-C atas bantuan perlengkapan sekolah yang diberikan kepada para anak didiknya. Ucapan terima kasih juga datang dari para guru dan para wali murid yang hadir dalam proses penyerahan bantuan tersebut.

MER-C Adakan Pelatihan Pijat Jantung Saja bagi Komunitas Bulu Tangkis Candra Wijaya

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberikan pelatihan Pijat Jantung Saja (PJS) bagi komunitas olah raga binaan legenda bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya, Rabu/16 November 2022. Pelatihan bertempat di Hall DYSCWIBC (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya International Badminton Center) di Tangerang, Banten.   Sebanyak 16 Relawan Medis MER-C yang berpengalaman terdiri dari dokter spesialis, dokter umum dan perawat diturunkan untuk memberikan pelatihan kepada para pembina, pelatih, atlet, staf dan anak-anak didik yang tengah berlatih di Candra Wijaya International Badminton Center. PJS adalah pelatihan pertolongan pertama untuk menangani kasus henti jantung dan serangan jantung. Komunitas olah raga menjadi salah satu kelompok masyarakat awam yang penting untuk memiliki pengetahuan tersebut. Hal ini disebabkan banyaknya kasus henti jantung atau serangan jantung yang terjadi ketika berolah raga dan seringkali berakhir dengan kematian karena tidak ada orang di sekitar yang memahami cara menolongnya. Salah satu kasus yang masih hangat dalam ingatan kita adalah meninggalnya salah satu pebulutangkis terbaik tanah air, Markis Kido, ketika sedang bermain pada Juni 2021 silam. Belajar dari kejadian tersebut, DYSCW menggandeng MER-C untuk memberikan pelatihan PJS bagi anggotanya. Dengan pelatihan ini diharapkan anggota DYSCW dapat memiliki pengetahuan dan keahlian dalam memberikan pertolongan pertama ketika hal serupa terjadi di sekitar mereka. Candra Wijaya, seorang pelatih dan atlet senior bulutangkis Indonesia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim MER-C yang telah berbagi ilmu dan keahliannya. “Terima kasih atas waktu, kesempatan dan juga kolaborasi dari dokter-dokter MER-C, semua yang hadir di sini luar biasa. Saya sangat apresiasi. Terima kasih atas dukungan, bantuan dan perhatiannya,” ucap Candra. “Kami sebagai praktisi, pembina, kebetulan memilik GOR, sehingga staf pelatih dan anak-anak kami tersosialisasi,” lanjutnya. Menurutnya pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mengedukasi dan menambah ilmu serta pengalaman mereka.  “Di lapangan kami merasakan perlu lebih jauh untuk bisa mengetahui hal-hal penanganan pertama dalam penanggulangan gawat darurat di olah raga atau bagi kita yang sering berolah raga,” tambah Candra. Mengingat pentingnya pengetahuan PJS untuk dimiliki oleh masyarakat awam, maka dalam waktu dekat MER-C akan membuat “Citizen CPR” dengan mengadakan roadshow pelatihan PJS di Monas, komunitas-komunitas, “PJS Go To School”, dsb, karena “Semua Bisa Menolong!”

Program Praktisi Mengajar, Kontribusi MER-C dan FK Malikussaleh Dalam Bidang Kedokteran Bencana

Jakarta, MER-C – Selama bulan September – Oktober 2022, Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, di Lhokseumawe, Aceh, menggandeng MER-C untuk mengisi modul Kedokteran Bencana yang menjadi bagian kurikulum pendidikan dokter. Kegiatan ini merupakan bagian dari program praktisi mengajar yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Topik yang diampu oleh Tim MER-C adalah “Ethic and Legal Issue in Disaster”, “Physical, Mental, and Physcho Social Impact of Disaster”, “Stakeholder of National, Regional and International Disaster”, “Hospital Disaster Plan” dan “Rapid Health Assessment”. Menurut dr. Hadiki Habib, SpPD, SpEm, relawan MER-C yang terlibat sebagai praktisi pengajar, diskusi terkait Kedokteran Bencana dilaksanakan secara daring dari Jakarta kepada mahasiswa kedokteran Universitas Malikussaleh di Lhokseumawe, Aceh. Fokus diskusi adalah pemaparan pengalaman praktis Tim MER-C dalam kebencanaan serta teori-teori pendukung. Terdapat dua kelas yang mengikuti modul dan masing-masing kelas melaksanakan lima pertemuan. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperkenalkan bidang Kekedokteran bencana sejak dini kepada mahasiswa kedokteran, sehingga dapat dibangun minat, mendapatkan wawasan dan gambaran aktivitas profesional yang peluang kerjanya sangat terbuka luas, baik dalam kegiatan mitigasi, kesiapsiagaan, respon bencana, dan rehabilitasi pasca bencana.

MER-C Beri Pelatihan Pertolongan Pertama kepada Masyarakat Cilincing

Relawan MER-C bekerjasama dengan Life Project 4 Youth (LP4Y) melakukan kegiatan latihan pertolongan pertama dalam kondisi sehari-hari untuk awam. Latihan yang bertajuk “Pijat Jantung Saja dan Pertolongan Pertama Kegawatan Medis di Rumah Tangga” dilaksanakan di Kampung Sawah, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat/14 Oktober 2022. Masyarakat binaan yang terdiri dari ibu rumah tangga dan perempuan remaja usia produktif tampak antusias membahas situasi kesehatan yang relevan terjadi sehari-hari.Diskusi berkembang karena banyak pertolongan pertama yang dilakukan berdasarkan mitos atau wawasan lokal yang diketahui masyarakat, ternyata banyak yang keliru, bahkan ada yang membahayakan. Dr. Choga Ilham Arlando, Koordinator MER-C untuk kegiatan ini menyampaikan, peserta dilatih pertolongan pertama tersedak, luka robek, luka bakar, patah tulang ekstremitas, dan henti jantung paru. Dan tidak kalah penting masyarakat harus mengetahui kapan ke fasilitas kesehatan dan bagaimana mengakses sistem gawat darurat terpadu di Jakarta. Ketua PKK yang juga ikut sebagai peserta, Ibuu Zulika, menyampaikan terima kasih dan mengusulkan kegiatan berkelanjutan dengan topik ini di lingkungannya. Ketua Divisi Regenerasi MER-C, dr. Meaty menyampaikan sebanyak 10 relawan dari berbagai profesi ikut terlibat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program mitigasi bencana di daerah urban, dilaksanakan cuma-cuma oleh relawan MER-C sebagai bagian dari jihad profesi.  

Seminar Hybrid & Workshop mass Casualities Management in Conflict Area

SEMINAR HYBRID & WORKSHOP“MASS CASUALITIES MANAGEMENT IN CONFLICT AREA“ SUNDAY, OCTOBER 2nd 2022AUDITORIUM RS ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIHCOLLABORATION MER-C – RS ISLAM CEMPAKA PUTIH – ILUNI FKUI – PPNI       BACKGROUND The world often experiences conflicts and wars that will cause many victims who require medical treatment. In some parts of the world, such as Palestine, Afghanistan and even Indonesia, they are often faced with the management of conflict victims due to war. Therefore, it is necessary to learn from each other and share experiences in terms of mass casualty management. At this time we are holding a collaborative seminar between Indonesia, Afghanistan and Palestine.   PURPOSE To increase , capacity building of experience in mass casualties management at conflict area   ACTIVITY We invite distinguished expert from Afghanistan, Palestine (gaza) and local speakers to share their experiences in mass casualties management at conflict area ; Emal Wardak, MD, MBBS, M.S (Orthopaedic Surgery) , Assistant ProfessorHead of Orthopaedic & Trauma Departement Wazir Mohammad Akbar Khan Hospital, Kabul AfghanistanStaf of Orthopaedic Training Programme in Kabul Afghanistan Yogi Prabowo, dr, SpOT(K), SpEm , Associate ProfessorHead of Emergency Departement Ciptomangunkusumo National Hospital, Jakarta IndonesiaPresidium of Medical Emergency Rescue Committee Indonesia Indragiri, dr, SpAnMedical Emergency Rescue Committee IndonesiaAnesthesia specialist & Intensive care Pondok Kopi Islamic Hospital, Jakarta Jajang Rahmat, Skep, Ners, SpKep.Kom, MKepChief of PPNI (Indonesian Nurse Organization)Emergency Departement RS Indonesia in Gaza Palestine Hadiki Habib,dr, SpPD, SpEmMedical Emergency Rescue CommitteeEmergency Departement Ciptomangunkusumo National Hospital, Jakarta Indonesia This seminar was held in a hybrid manner on Sunday, October 2, 2022, at the Meeting Room of the Islamic Hospital Cempaka Putih, Central Jakarta Indonesia The seminar will also be streamed via YouTube to Afghanistan and Palestine The seminar will be delivered in English   MATRIX OF ACTIVITY NO TIME TOPIC SPEAKERS 1 07.30 – 08.30 registration   2 08.30 – 08.40 Opening MC 3 08.40 – 08.45 Organizing Committee Report Zecky Eko  Triwahyudi, dr, SpOT, MARS 4 08.45 – 08.50 Welcome Speech Chief of  MER-C Presidium Sarbini A Murad, dr 5 08.50 – 08.55 Welcome Speech CEO of RS Islam Jakarta Cempaka Putih Pradono Handojo, dr, MARS, MM 6 09.00-09.05 Welcome Speech Chief of  ILUNI FKUI Wawan Mulyawan, Kolonel (Kes), DR, dr, SpBS, SpKP, FINNS, FINPS, AAK 7 09.05 – 09.10 Welcome Speech Chief of  PPNI DKI Jakarta Jajang Rahmat, Skep, Ners, SpKep.Kom, MKep Moderator Session 1 Guntur Utama Putera, dr, SpOT 8 09.10 – 09.25 Mass Casualties Management Overview Yogi Prabowo, dr,  SpOT(K), SpEm 9 09.25 – 09.55 Mass Casualites Management : Afghanistan Experience Emal Wardak, MD, MBBS, M.S, Asst Prof 10 09.55 – 10.25 Mass Casualties in Rural Area, Mollucas Conflict 1999 Management Indragiri,dr,  SpAn 11 10.25 – 10.35 Discussion moderator  Moderator Session 2 Arief Rahman, dr, SpRad         12 11.05 – 11.35 Role of Nurse in Mass Casualties Management Jajang Rahmat, Skep, Ners, SpKep.Kom, MKep 13 11.35 – 12.05 Role of Indonesian Hospital  Gaza Palestine in Mass Casualties Management Head of Indonesian Hospital in Gaza Palestine 14 12.05 – 12.15 Discussion moderator Praying & Coffe Break 15 13.00 – 15.00 Workshop Triage in Mass Casualties Hadiki Habib, dr, SpPD, SpEm 16 15.00 Closing Organizing Committee                                                                      ORGANIZING COMMITTEE This seminar was organized by a collaboration between MER-C, Cempaka Putih Islamic Hospital, ILUNI FKUI and PPNI.      

Futsal Fun Match MER-C vs AWG

Futsal Fun Match #NoSportForApartheid   MER-C vs AWG   Dalam rangka terus menyuarakan penolakan terhadap keikutsertaan Timnas Israel pada gelaran Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun depan, AWG dan MER-C selenggarakan Futsal Fun Match #NoSport4Apartheid.  Kegiatan dilaksanakan pada: Hari/tgl: Jumat, 16 September 2022 Pukul: 15.00-17.00 Tempat: Futsal Cilandak Sport Center (Citos).   Ayo hadir dan meriahkan….   TOLAK TIMNAS ISRAEL KE INDONESIA    CP 1. Panji Ahmad +62852-8001-9196 2. Imam Pora +62896-0648-4060

Silahkan bertanya?