MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Relawan MER-C Jalani Ramadhan di Tengah Agresi Israel

Seperti halnya sebagian umat muslim di dunia, umat muslim di Jalur Gaza sudah memulai puasa Ramadhan pertamanya pada hari Senin/11 Maret 2024. Demikian pula dengan dua relawan MER-C yang masih bertahan di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan.  Di tengah agresi yang masih terus dilancarkan Israel, relawan MER-C bersama warga Gaza lainnya tetap menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan tahun ini, meski dengan segala keterbatasan.“Tadi subuh kita sahur seadanya. Saya sendiri sahur dengan mie” tutur Fikri.  Namun ia merasa bersyukur masih ada makanan untuk sahur karena banyak warga Gaza yang beribadah puasa namun tidak bisa sahur karena tidak adanya makanan. “Banyak warga Gaza, hari ini mereka puasa tapi tidak sahur karena keterbatasan stok bahan pangan yang mereka miliki,” ujarnya. Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa data dari Kemenkes Palestina mengatakan terdapat 2.000 tim medis yang hari ini ikut berpuasa tapi tidak ikut sahur karena selama 24 jam mereka harus merawat korban dan pasien-pasien. Mayoritas tim medis ini menurutnya ada di Gaza Utara. Kondisi ini disebabkan bantuan-bantuan yang masuk ke Gaza memang masih sulit, terutama untuk mencapai ke Jalur Gaza bagian utara. Ketika tiba adzan maghrib, Fikri bersama Reza ditemani satu relawan lokal berbuka puasa di ruangan tempat mereka mengungsi, di salah satu kamp pengungsian berupa bangunan sekolah bersama ribuan warga Gaza lainnya. Walaupun berbuka hanya dengan menu seadanya, namun mereka sangat bersyukur. “Alhamdulillah beginilah buka puasa di Jalur Gaza, seadanya dan bahkan banyak saudara-saudara kita yang lebih menderita lagi. Semoga kita terus istiqomah dan bisa menyalurkan bantuan,” ujarnya. “Kita berbuka puasa dengan roti, dicolek dengan daging kornet dan campuran lainnya yang dimasak seadanya. Setelah itu, dengan buah Zaytun atau bisa dengan cabai atau daun bawang dan bombay sebagai lalapan,” jelas Fikri sambil menikmati makanan berbuka. Relawan yang telah berada di Gaza sejak awal 2019 ini mengingatkan agar rakyat Indonesia terus mendoakan rakyat Gaza, khususnya mendokan agar gencatan senjata di Jalur Gaza bisa terlaksana.

MER-C Ingatkan Israel Tidak Buat Gaduh di Bulan Ramadan

Sebentar lagi bulan Ramadhan akan segera datang. Bulan mulia penuh berkah yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia, termasuk umat Islam di Palestina baik di Jalur Gaza maupun Tepi Barat. Memasuki bulan suci Ramadhan, MER-C merasa perlu mengingatkan agar Israel menghormati bulan suci dengan tidak melakukan kekerasan dan kegaduhan di Masjid Al-Aqsha dan sekitarnya serta memprovokasi kekerasan di seluruh wilayah Palestina. Hal ini disampaikan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, Ahad/19 Maret 2023. “Seperti yang kita ketahyui bersama, seperti sudah menjadi ritual pada bulan suci Ramadhan, Israel memprovokasi kekerasan di Palestina. Untuk itu, memasuki Ramadhan tahun ini yang tinggal beberapa saat lagi, kami mencoba mengingatkan Israel untuk tidak melakukan provokasi dan kekerasan kepada warga Palestina,” ujar Sarbini. “Kami minta Israel agar menghormati bulan Ramadhan. Janganlah merusak kesucian dan kekhusyukkan umat muslim khususnya di Palestina dalam menunaikan ibadah bulan Ramadhan,” lanjutnya. Sarbini mengatakan jika Israel melakukan provokasi dan tetap melancarkan aksi kekerasannya, maka bangsa Palestina tidak akan tinggal diam. Tindakan Israel pasti akan dibalas dengan perlawanan yang setimpal dari rakyat Palestina dimana hal ini akan menimbulkan eskalasi meluas yang bisa menimbulkan korban jiwa dan luka. “Apabila Israel terus membuat kegaduhan dan kekerasan, eskalasi meluas dan korban berjatuhan, MER-C siap mengirimkan relawan medis untuk mengurangi korban yang berjatuhan,” tegasnya.

Relawan MER-C di Palestina Kabarkan Suasana Ramadhan di Gaza

Gaza, Rasilnews – Relawan medis dari lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), Fikri Rofiul Haq mengabarkan suasana Ramadhan 1443 Hijriah atau 2022 di Jalur Gaza, Palestina melalui siaran Radio Silaturahim 720 AM, pada Kamis (14/4) pagi. Fikri mengatakan, Ramadhan kali ini terasa berbeda. Di tahun-tahun sebelumnya, para relawan MER-C di Jalur Gaza biasa melaksanakan sholat tarawih di Masjid Glebo yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, tidak jauh dari Rumah Sakit Indonesia. Namun Ramadhan tahun ini, masjid tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi imbas peran 11 hari pada Ramadhan 2021 di Jalur Gaza. “MER-C pernah menyumbangkan karpet untuk Masjid Glebo dan biasa sholat tarawih di sana, tapi tahun ini kami tidak bisa lagi sholat tarawih di sana karena bangunan yang sudah hancur,” tutur Fikri. Hingga saat ini, kata Fikri, pemerintah Gaza masih terus melakukan renovasi-renovasi gedung yang hancur akibat serangan Israel pada Ramadhan tahun lalu. Patut disyukuri, Ramadhan 1443 H ini di Jalur Gaza tidak terjadi konflik besar, sehingga umat muslim di sana dapat melaksanakan ibadah Ramadhan dengan tenang. “Yang patut kami syukuri, Ramadhan tahun ini, Jalur Gaza khususnya sudah tidak ada konflik besar sehingga masyarakat Gaza bisa melaksanakan ibadah Ramadhan dengan tenang,” ucap Fikri. Perkembangan virus Covid-19 di Jalur Gaza pun, lanjut Fikri, dikabarkan menurun atau bahkan bisa dikatakan hampir tidak ada lagi karena sudah tidak ada kewajiban memakai masker, maupun aturan berjarak saat sholat berjamaah. Ada yang unik pada Ramadhan kali ini. Fikri menceritakan, toko-toko dan mall di Jalur Gaza mulai tutup sejak sore hari. Bertujuan agar umat muslim dapat lebih fokus beribadah pada malam hari, terutama saat melaksanakan sholat tarawih. “Untuk sholat tarawih di Gaza ada yang melaksanakan 11 rakaat, ada pula yang 23 rakaat. Hampir rata-rata mereka melaksanakan dengan dua rakaat satu salam lalu ditutup dengan 1 rakaat sholat witir,” kata Fikri. Salah satu menu andalan ketika berbuka puasa di Jalur Gaza ialah Gathoif. Fikri mengatakan, makanan ini hanya ada satu tahun sekali, tepatnya bulan Ramadhan dan mudah sekali dijumpai di warung-warung pinggir jalan. “Makanan ini tergolong makanan manis berisikan kelapa pada umumnya. Bentuknya seperti martabak tapi versi mini. Biasa kami beli mentahannya untuk diisi dengan selai coklat,” tuturnya. Selain itu, Fikri juga mengabarkan konflik Rusia-Ukraina tidak terlalu berdampak pada Jalur Gaza. Harga kebutuhan pokok di sana masih normal. Meski ada beberapa barang yang naik, tapi hal itu dinilai normal terjadi setiap bulan Ramadhan. “Konflik Rusia-Ukraina tidak terlalu berpengaruh di Jalur Gaza. Harga barang pokok masih tergolong normal, meski harga telur dan daging ayam cukup mahal, tapi ini memang selalu terjadi saat bulan Ramadhan,” ujar relawan MER-C yang kurang lebih sejak 2020 berada di Jalur Gaza itu. Sumber : https://www.radiosilaturahim.com/relawan-mer-c-di-palestina-kabarkan-suasana-ramadhan-di-gaza/

Ramadhan di Tengah Pandemi di Gaza

Ramadhan adalah bulan mulia yang dinanti semua umat muslim di dunia, tak terkecuali umat muslim di Jalur Gaza, Palestina. Namun seperti tahun-tahun sebelumnya, warga Gaza menyambut Ramadhan kali ini masih dengan berbagai krisis kemanusiaan yang melanda akibat blokade. Harga kebutuhan pokok meningkat. Beberapa warga yang masih cukup mampu, menghias rumah-rumah mereka dengan lampion Ramadhan dan lampu-lampu tali. Dari sektor keamanan masih kondusif. Tidak ada serangan meski pesawat tempur tanpa awak milik zionis Israel masih terus beroperasi di langit Gaza selama 24 jam.   Tidak hanya krisis kemanusiaan, ramadhan di Gaza juga diwarnai dengan jumlah kasus Covid-19 yang masih terus bertambah. Per tanggal 21 April 2021, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza merilis penambahan kasus baru di Gaza dalam 24 jam terakhir sebanyak 1.268 sehingga total kasus Covid-19 terkonfirmasi di Gaza sebanyak 93.910. Sementara kasus aktif 19.178, sembuh 73.924 dan sebanyak 808 meninggal dunia.   Relawan MER-C di Gaza, Reza Aldilla Kurniawan menyampaikan bahwa Pemerintah Palestina di Gaza kembali menerapkan sejumlah pembatasan kepada warganya untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di wilayah ini. Pembatasan yang diterapkan diantaranya pemberlakuan aturan jam malam untuk kendaraan bermotor selepas shalat maghrib setiap hari. Bahkan pada hari Jum’at dan Sabtu, penggunaan kendaraan bermotor dihentikan secara total. “Warga hanya boleh berkeliaran ke luar rumah tanpa kendaraan,” ujarnya.   Sementara aktifitas ibadah di masjid untuk Ramadhan tahun ini masih diperbolehkan. “Pemerintah membolehkan warga sholat berjamaah di masjid dengan menerapkan protokol kesehatan, yaitu shaf berjarak, menggunakan masker dan membawa sajadah dari rumah,” ungkap Reza. Hal ini dimanfaatkan Reza dan dua relawan Indonesia lainnya untuk shalat taraweh berjamaah di masjid terdekat dengan Wisma dr. Joserizal Jurnalis, SpOT yang mereka tempati, yaitu masjid Glebo yang berjarak sekitar 200 meter dari Wisma.

Paket RAMADHAN untuk PAPUA

Assalamu’alaikum Sahabat, Bulan Suci Ramadhan sebentar lagi tiba. Bulan penuh berkah yang dinanti-nanti umat muslim di dunia, tak terkecuali umat muslim di Papua. Menyambut bulan Ramadhan tahun ini MER-C kembali mengajak Sahabat semua untuk berbagi kepedulian bagi saudara-saudara muslim di Papua melalui program: “Paket RAMADHAN untuk PAPUA” Paket Ramadhan terdiri dari :1. Paket Alat Sholat (mukena, sarung dan sajadah)2. Paket Sembako # Paket Ramadhan akan dibagikan di awal – tengah bulan Ramadhan # Paket Ramadhan akan disalurkan langsung oleh Tim MER-C di Sorong, Papua Barat kepada masyarakat muslim di wilayah-wilayah sasaran mobile clinic MER-C yang benar-benar membutuhkan. Dukungan & Donasi bagi program ini dapat disalurkan melalui : BNI Syariah, 08.111.929.62BCA, 686.066.6608 A/n. Medical Emergency Rescue Committee Harap menambahkan angka 1 di akhir nominal yang akan ditransfer, contoh Rp 50.001,-  untuk memudahkan perekapan donasi. # Donasi untuk program ini kami buka s/d hari Ahad (18 April 2021). Mari Berbagi Kebaikan dan Kebahagiaan Ramadhan bersama MER-C Info lebih lanjut :Call Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG dan Twitter : @mercindonesiaYoutube : MER-C Indonesia #welovepapua#mercpedulipapua#mercpedulianakpapua#mercindonesia

Program Ramadhan Saling Berbagi di Gaza Palestina

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Ramadhan tahun ini, MER-C Indonesia melalui cabangnya di Jalur Gaza, Palestina kembali mengadakan program bantuan Ramadhan. Bantuan yang akan disalurkan berupa sembako sebanyak 1.000 paket dan bantuan makanan berbuka puasa sebanyak 1.000 paket. Bantuan disalurkan bertahap pada pekan terakhir ramadhan. “Ini adalah kegiatan rutin yang setiap tahun kita adakan melalui Cabang MER-C di Jalur Gaza, untuk membantu saudara-saudara kita di sana yang masih hidup dalam blokade ditambah adanya pandemi corona. Bantuan yang diberikan berupa 1.000 paket sembako dan 1.000 paket ifthar yang berasal dari donasi masyarakat Indonesia untuk program Kemanusiaan Gaza,” ucap dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C. “Meski bangsa kita juga sedang mengalami berbagai masalah dan kesulitan ditambah adanya wabah corona, namun kita berupaya tetap berbagi ditengah keterbatasan kita, sebagai bentuk dukungan dan perhatian kita kepada saudara-saudara kita di Gaza yang masih hidup dalam berbagai keterbatasan akibat blokade dan penjajahan zionis Israel. Semoga sedikit bantuan yang kita berikan dapat turut menguatkan dan meringankan beban mereka,” tambah dokter asal Aceh ini. Menurutnya, bantuan disiapkan dan disitribusikan oleh relawan Indonesia yang sedang bertugas di sana kepada warga Gaza yang membutuhkan. “Ada 31 relawan yang saat ini masih bertugas di Jalur Gaza yang sedang menjalankan pembangunan tahap 2 RS Indonesia,” ungkapnya. Dr. Sarbini juga menyampaikan bahwa Cabang MER-C di Jalur Gaza telah resmi berdiri dan diakui oleh Pemerintah setempat sejak 10 tahun silam, tepatnya sejak Agustus 2010. Anggotanya terdiri dari relawan Indonssia yang tengah bertugas di Jalur Gaza, Palestina untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia dibantu beberapa relawan lokal. “Cabang MER-C di Gaza sudah resmi berdiri sejak Agustus 2010 ketika proses pembangunan RS Indonesia awal dimulai. Sejak saat itu, sampai saat ini Alhamdulillah cabang MER-C di Gaza masih aktif, menjembatani komunikasi antara MER-C Pusat dengan Pemerintah dan warga Palestina di Gaza dan menjalankan baik program Pembangunan RS Indonesia maupun program kemanusiaan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan warga setempat seperti bantuan ramadhan, bantuan musim dingin, dsb ” jelas dr. Ben, sapaan akrabnya. ——- MER-C masih membuka kesempatan bagi masyarakat Indonesia yang ingin berdonasi bagi program ini melalui : Rekening Amanah Kemanusiaan GazaBCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 (a/n. Medical Emergency Rescue Committee) Info lebih lanjut:www.mer-c.orgCall Center : 0811990176

Ramadhan Saling Berbagi di Gaza – Palestina

Assalamu’alaikum Sahabat, Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Ramadhan tahun ini, MER-C Cabang Gaza kembali akan menyalurkan amanah Sahabat bagi saudara-saudara kita di wilayah terblokade Jalur Gaza – Palestina dalam bentuk : 1.000 Bantuan Paket Sembako1.000 Bantuan Paket Ifthar Bantuan akan disalurkan langsung oleh 31 relawan Indonesia yang saat ini tengah melaksanakan Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, kepada warga Gaza yang membutuhkan. Kami masih membuka kesempatan bagi Sahabat yang ingin berdonasi bagi program ini melalui : Rekening Amanah Kemanusiaan GazaBCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 (a/n. Medical Emergency Rescue Committee) Info lebih lanjut:www.mer-c.orgCall Center : 0811990176

MER-C Gaza Salurkan Bantuan Ramadhan dari Rakyat Indonesia

Pada tahun ini, MER-C kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat Indonesia untuk menyalurkan bantuan Ramadhan bagi rakyat Gaza yang sedang mengalami masa sulit akibat blokade ditambah agresi Israel beberapa waktu terakhir.                                             Bantuan Ramadhan disalurkan dalam bentuk bantuan sembako dan bantuan buka puasa bagi keluarga yatim, syuhada dan dhuafa di Jalur Gaza.  “Alhamdulillah sebanyak 520 paket sembako sudah selesai kami distribusikan kepada warga yang membutuhkan khususnya di wilayah Gaza Utara dan Gaza Tengah. Paket sembako berisi beras, kurma, minyak goreng, gula, fasuliya, ful, adas dan ‘ajwah dibagikan langsung oleh para relawan MER-C di Gaza,” terang Reza, perwakilan relawan MER-C di Jalur Gaza. Reza menambahkan bahwa untuk bantuan ifthar akan dilakukan dengan mengumpulkan 1.000 anak yatim dan dhuafa untuk berbuka puasa bersama dengan relawan MER-C di Gaza. Diharapkan bantuan kali ini bisa turut memberi kebahagiaan bagi warga Gaza di bulan suci Ramadhan dan dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Bantuan Ramadhan khususnya sembako akan terus disalurkan sesuai dengan donasi yang ada hingga menjelang hari raya Idul Fitri nanti. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang sudah menyalurkan donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza melalui MER-C. Semoga menjadi catatan amal bagi para donatur dan mendapat balasan yang berkali lipat lebih baik dari ALLAH SWT. Aamiin yaa robbal aalamiin Dukungan dan donasi untuk Amanah Kemanusiaan Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.290.5803BCA, 686.033.5555MANDIRI, 124.000.3753754 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee   Info :Website : www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesiaCall Center : 0811990176    

Safari Ramadhan MER-C Jogja Di Panti Yatim Putra An-Nur

Jogyakarta – Program Safari Ramadhan MER-C Cabang Jogjakarta memasuki minggu kedua yaitu Panti Yatim Putra An-Nur pada hari Minggu, 20 Mei 2018. Panti yang berlokasi di kota Bantul ini dihuni oleh 32 anak asuh usia sekolah dasar hingga sekolah menengah.   Pada kesempatan tersebut, MER-C Jogja memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada pengasuh dan santri. MER-C Jogja juga memberikan program penyuluhan serta pemeriksaan gigi dan mulut kepada santri Panti An – Nur. Program pemeriksaan gigi dan mulut ini adalah inovasi baru dari MER-C Jogja untuk memaksimalkan manfaat dari program pelayanan kesehatan yang diberikan. Diakhir acara MER-C Jogja juga menyerahkan bingkisan Ramadhan berupa paket sembako senilai Rp. 500.000,-. MER-C Jogja:Jl. Kaliurang Km.6,7, Gang Timor-Timur No.E4B, Sono, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta Telp/WA: 082135258145Facebook: MER-C JogjakartaInstagram: @merc_jogja  

MER-C Bagikan 2.000 Voucher Sembako Ramadhan untuk Rakyat Gaza

Gaza – Selain program buka puasa bersama dengan mengundang 1.000 anak dan keluarga yatim di Gaza, di penghujung Ramadhan MER-C Cabang Gaza juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa pembagian voucher sembako bagi warga Gaza yang membutuhkan. Sebanyak 2.000 voucher dibagikan langsung oleh MER-C Cabang Gaza kepada warga Gaza yang berhak menerimanya. Voucher sembako senilai 150 nis atau setara dengan Rp 510 ribu per voucher dapat ditukarkan oleh warga dengan berbagai kebutuhan pokok yang mereka perlukan di toko yang telah ditunjuk dan bekerjasama dengan MER-C Cabang Gaza.   Salah satu relawan MER-C Cabang Gaza, Reza Aldilla Kurniawan, melaporkan bahwa penyebaran voucher sembako mencakup wilayah Gaza Utara, Gaza Tengah dan Gaza Selatan. Untuk wilayah Gaza Utara difokuskan pada warga yang membutuhkan di sekitar RS Indonesia seperti wilayah Bayt Lahiya, Bayt Hanoun dan Jabaliya. “Awalnya MER-C Cabang Gaza hanya bekerjasama dengan 3 toko. Namun, untuk mempermudah warga melakukan penukaran voucher khususnya di Gaza bagian Selatan, maka MER-C Cabang Gaza menambah lagi kerjasama dengan 3 toko lainnya sehingga total toko yang bekerjasama dalam program ini menjadi 6 toko,” terang relawan yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Universitas Islam Gaza. Reza juga menjelaskan bahwa program berlangsung selama 8 hari di akhir Ramadhan mulai tanggal 23 hingga 30 Ramadhan 1437 H. Hal ini bertujuan agar bantuan dari rakyat Indonesia dapat memberikan sedikit keceriaan bagi warga Gaza dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Silahkan bertanya?