MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Supervisi Pembangunan RSI, MER-C Kembali Kirim Tim ke Jalur Gaza

Meskipun kondisi Jalur Gaza sempat memanas, MER-C Indonesia kembali mengirimkan Tim Relawannya ke wilayah okupasi Israel ini. Tim yang terdiri dari 11 orang relawan dengan berbagai keahlian, yaitu dokter, insinyur, ahli mekanikal elektrikal, ahli instrumentasi medis dan lainnya bertolak ke Kairo Mesir, negara yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza, pada hari ini Minggu pagi/16 Februari 2020. Tim dijadwalkan tiba di Kairo Mesir pada Minggu malam, dan berencana untuk melanjutkan perjalanan darat esok paginya menuju Perbatasan Rafah untuk mencoba menembus Jalur Gaza Palestina. Salah satu Presidium MER-C yang juga Ketua Tim Pembangunan RS Indonesia, Ir. Faried Thalib mengatakan tujuan keberangkatan Tim adalah untuk melakukan supervisi pembangunan tahap 2 RS Indonesia di Gaza yang sudah berlangsung selama satu tahun. “Bulan ini satu tahun lalu, kami memberangkatan 32 relawan ke Jalur Gaza untuk memulai pembangunan tahap 2, yaitu membangun dua lantai tambahan untuk menambah kapasitas tempat tidur sebanyak 100 buah lagi dan melengkapi alat kesehatan tambahan karena bangunan dan 100 lebih tempat tidur lebih yang ada saat ini sudah tidak dapat menampung pasien yang datang berobat,” kata Faried. “Bulan ini tepat satu tahun proses pembangunan tahap dua telah berlangsung, untuk itu kita perlu segera melakukan supervisi,” tegasnya. Keberangkatan Tim diputuskan setelah adanya izin masuk Gaza dan izin masuk Mesir yang telah didapat oleh Tim dari otoritas setempat. “Setelah menunggu sekitar 3,5 bulan akhirnya kedua izin kami dapatkan dan kami segera memutuskan untuk berangkat ke Gaza,” kata Faried. Tim supervisi berencana bertugas di Jalur Gaza selama dua pekan. Saat ini sebanyak 29 relawan tengah bertugas di Jalur Gaza untuk menunaikan pembangunan tahap dua RS Indonesia. Waktu pembangunan diperkirakan selama 1,5 – 2 tahun, namun semuanya tergantung situasi di lapangan. “Kami memohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar perjalanan yang kami sadari tidak mudah dan penuh resiko ini, agar senantiasa diberi perlindungan, kemudahan dan kelancaran. Kami juga mohon doa bagi para relawan yang sedang bertugas di Jalur Gaza juga agar senantiasa diberi kekuatan untuk menunaikan amanah ini ditengah berbagai krisis yang tengah melanda Jalur Gaza, juga menguatkan para keluarga relawan yang berada di tanah air. Doakan kami, doakan rakyat Palestina,” ungkapnya. Ditanya mengenai biaya yang dibutuhkan untuk merampungkan pembangunan tahap ini, Faried mengungkapkan biaya untuk bangunan dan alat kesehatan diperkirakan mencapai Rp 70 hingga 75 Milyar. Untuk itu, Faried berharap terus dukungan dari rakyat Indonesia untuk pembangunan tahap dua RS Indonesia. “Bismillah, semoga kita bisa mewujudkan pengembangan RS Indonesia sebagai bukti cinta dan dukungan dari rakyat Indonesia untuk perjuangan rakyat Palestina,” harapnya. Dukungan dan donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia dapat disalurkan melalui: BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 358.000.1720 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia

Joserizal Jurnalis, Pendiri MER-C Tutup Usia

Innalillaahi Wa Inna Ilaihi Roojiuun   Telah berpulang ke rahmatullah *Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT* Pendiri & Dewan Pembina  MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) pagi ini, Senin/20 Januari 2020 pkl 00.38 dalam usia 56 tahun (11 Mei 1963 – 20 Januari 2020) di RS Harapan Kita, Jakarta.     Mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan beliau. Terima kasih atas segala doa dan perhatian dari kerabat, teman, relasi, saudara2 seperjuangan selama beliau sakit hingga akhir hayatnya.   Jenazah dr. Joserizal akan disemayamkan di Pendopo Silaturahim, Jl. Kalimanggis Raya No. 90 Cibubur, Bekasi, disholatkan bada Dzuhur di Masjid Silaturahim dan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur.    Selamat Jalan dr. Joserizal, Semoga Husnul Khotimah…   Selamat menghadap Allah Sang Maha Pencipta yang mencintaimu lebih dari kami…    Kami yang kehilangan, ~ Keluarga Besar MER-C ~

Syafiq Basalamah, Salah Satu Pendiri MER-C Tutup Usia

Salah satu pendiri MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), DR. Dr. Syafiq Basalamah, SpOT., MAH tutup usia, pada Sabtu/28 September 2019, di usia 55 tahun. Informasi yang diterima dari pihak keluarga menyatakan bahwa almarhum meninggal dunia di Singapura pagi tadi saat sedang menunaikan shalat subuh.   “Istri beliau bilang sedang sholat subuh. Terus dibawa ke ICU, katanya juga sudah tidak ada. Jam persisnya tidak tau,” demikian informasi dari pihak keluarga yang diterima oleh salah satu relawan MER-C. Kabarnya, jenazah dokter kelahiran 20 Mei 1964 ini akan diberangkatkan dari Singapura menuju Jakarta pada Minggu siang pukul 12.30 waktu setempat, namun hal ini masih menunggu konfirmasi lagi terkait pengurusan dokumen. Dari Jakarta jenazah akan dibawa ke rumah duka di Purwokerto. Dr. Syafiq Basalamah, SpOT adalah salah satu pendiri lembaga kemanusiaan MER-C. Bersama enam relawan lainnya, almarhum mendirikan MER-C tepatnya pada tanggal 14 Agustus 1999 atau 20 tahun silam. Saat pecahnya konflik berbau SARA di Ambon, Maluku dan sekitarnya, almarhum bersama relawan lainnya turun ke wilayah ini untuk memberikan pertolongan medis kepada para korban. Segenap keluarga besar MER-C menyatakan duka cita yang mendalam atas wafatnya DR. Dr. Syafiq Basalamah, SpOT., MAH. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya, mengampuni segala salah dan khilafnya, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga senantiasa diberikan ketabahan dan kekuatan.

MER-C Beri Pengobatan Dokter Spesialis di Rutan Pondok Bambu

Lembaga Kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bekerjasama dengan Pengurus Besar Wanita Al Irsyad menggelar bakti sosial pengobatan di Rumah Tahanan Wanita Kelas 2 A Pondok Bambu, Jakarta Timur, Rabu/28 Agustus 2019. MER-C menurunkan sebanyak 24 relawan medis dari berbagai keahlian, yaitu Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dokter Spesialis Kandungan, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatology, Dokter Spesialis Radiologi, Dokter Spesialis Bedah, Dokter Spesialis Mata, Dokter THT, Dokter Umum, Dokter Gigi, Bidan dan Perawat.   Kegiatan bertema “Jantung dan Kesehatan Perempuan” diselenggarakan dalam rangka memperingati hari jadi MER-C ke-20 pada 14 Agustus 2019 lalu. Tercatat sekitar 200 warga binaan yang sakit di Rutan Pondok Bambu mendapatkan bantuan pengobatan. Pada kesempatan ini, MER-C juga menyerahkan bantuan satu buah tempat tidur pasien untuk melengkapi Klinik Rutan. “Di hari jadi MER-C ke-20, kami ingin berbagi dengan sesama dan kami memilih Rutan Pondok Bambu sebagai wilayah sasaran kegiatan pengobatan kali ini,” ujar Rima Manzanaris, Manajer Operasional MER-C. “Kami pun menggandeng Pengurus Besar Wanita Al Irsyad yang sudah rutin mengadakan berbagai kegiatan di sini untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan pengobatan yang ternyata baru kali ini diadakan di Rutan Pondok Bambu,” tambahnya. Warga binaan yang sakit dapat berkonsultasi langsung dengan relawan dokter umum MER-C dan selanjutnya jika diperlukan mereka akan dirujuk ke Dokter Spesialis untuk mendapat pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Kepala Rutan Pondok Bambu, Eko Suprapti, dalam sambutannya mengucapkan apresiasi dan terima kasih atas perhatian dari MER-C dan Al Irsyad yang telah memilih Rutan Pondok Bambu sebagai sasaran kegiatan pengobatan. Menurutnya, kegiatan seperti ini baru kali ini diadakan. Kepala Rutan juga memaparkan bahwa jumlah warga binaan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur berjumlah 682 orang, ada napi yang sedang hamil, dan ada 4 anak kecil. “Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan karena kesehatan adalah hal yang sangat penting,” harapnya. Sementara mewakili Pengurus Besar Wanita Al Irsyad, dr. Jamilah berharap kegiatan kerjasama MER-C dan Al Irsyad ini dapat membantu pelayanan warga binaan di Rutan Pondok Bambu dan menyelesaikan beberapa masalah kesehatan yang ada. Info :Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176

Keikhlasan Sang Istri Kuatkan Relawan RSI di Gaza

Jakarta, MINA – Sudah enam bulan tidak terasa, 28 relawan Indonesia berada di Palestina dalam rangka melakukan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) tahap kedua di Gaza. Ke-28 relawan tersebut berasal dari jaringan Pondok Pesantren Al-Fatah dan melakukan pembangunan RSI dI Gaza di bawah Lembaga Medis Kegawatdaruratan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Tidak terdengar keluhan maupun tangisan baik dari keluarganya. Padahal kondisi Palestina, khusunya di Gaza penuh dengan ancaman yang setiap waktu bisa terjadi konflik senjata. Dibalik kuat dan tegarnya para relawan, terdapat keikhlasan istri dan anak-anaknya yang selalu memberi dukungan. Hal ini ditunjukan oleh Huzaimah, istri Ir. Edi Wahyudi salah seorang relawan yang menjadi Site Manager pembangunan RSI di Gaza. Ketika ditanya tentang dorongan hati sang suami tercinta berasal dari mana sehingga rela meninggalkan keluarga untuk beramal shalih di tempat yang jauh di Gaza, sambil tersedu ia menjawab, “Barang siapa yang berbuat kebaikan maka kebaikan tersebut akan kembali kepada kita, itu lah mungkin yang membuat kami tegar dan kuat,” kata Huzaimah, saat diwawancarai Metro TV di Jakarta, Rabu (10/7). Ibu dengan empat anak tersebut juga mengatakan, menjadi jiwa relawan sudah ditanamkan sejak awal, ketika masuk pesantren Al Fatah, bahkan ia menyebut, relawan adalah juga profesinya. ” Mudah-mudahan bisa terwujud suami membantu saudara-saudara kita di Palestina dan ini juga membawa nama baik Indonesia,” jelasnya. Hal itu juga didukung oleh anak-anak mereka, karena ia juga sudah menanamkan kepada anak-anak tentang pentingnya punya jiwa penolong. “Kami sudah tanamkan sejak kecil bahwa kita harus punya jiwa menolong orang lain dan apalagi kondisi dari tempat tinggal di pesantren yang juga mendukung,” katanya. “Alhamdulillah anak-anak pun gak ada yang sampai nangis, nanya di mana Abi (Ayah),” tambahnya sambil menceritakan keceriaan dua anaknya yang ia bawa saat wawancara. Sebelum wawancara, Yayasan Media Group menyerahkan dana sebesar Rp 6.507.911.514 untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) tahap kedua di Gaza, Palestina. Dana yang terkumpul dari masyarakat melalui Yayasan Media Group dan Metro TV tersebut, diserahkan secara simbolik oleh Ketua Yayasan Media Group, Ali Sadikin dan diterima oleh Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad. Dalam pembangunan RSI di Gaza tahap kedua ini, MER-C masih memerlukan dana sekitar Rp 75 miliar. MER-C sendiri telah bekerjasama dengan berbagai organisasi, media masa, dan start up di Indonesia untuk menggalang dana, termasuk dengan Minanews.net, Metro TV dan lainnya. (A/Sj/R01) Sumber : https://minanews.net/keikhlasan-sang-istri-kuatkan-relawan-rsi-di-gaza/

Pintu Perbatasan Gaza – Israel Ditutup

Ir. Edy Wahyudi, Site Manager Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia di Gaza mengabarkan bahwa semua pintu perbatasan Gaza – Israel untuk masuk material ditutup entah sampai kapan.   Saat ini pembangunan RS Indonesia sudah mencapai pembuatan tiang kolom untuk lantai 3. “Kami, relawan, akan tetap bekerja. Jika situasi terus memanas, beberapa pekerjaan akan kami pending dulu.” Mohon doanya bagi warga Gaza, para relawan yang bertugas di sana… Semoga pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza juga dapat tetap berjalan meski Israel menutup pintu-pintu perbatasan dan melakukan serangan-serangan. #GazaDiserang#PrayforGaza#Gaza#Palestina#tahap2rsindonesiagaza#mercforgaza#mercindonesia

MER-C Jajaki Kemungkinan Kerjasama Pelatihan Dokter dengan TNI

Jakarta, MINA – Lembaga kemanusiaan medis kegawatdaruratan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk pertama kali melakukan kunjungan silaturahim ke panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Jakarta, Rabu (20/3). Hadi Tjahjanto menyambut baik dan mengapresiasi prestasi MER-C yang telah banyak terjun memberikan layanan kesehatan di daerah-daerah konflik dan bencana. Ia juga menyatakan, TNI siap memberikan pelatihan medis untuk daerah-daerah konflik. Ketua Presidium MER-C, dr Sarbini Abdul Murad menyambut hal itu dan saat ini MER-C tengah membangun Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Rakhine, Myanmar dan melanjutkan pembangunan RSI di Gaza, Palestina. “TNI telah menunjukkan keprofesionalannya dalam melakukan tugas yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dengan tidak membedakan suku, rasa dan agama ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Sarbini kepada MINA. “Saya kira, tim dokter RSI di Rakhine dan Gaza sangat memerlukan hal itu dan mereka perlu belajar kepada TNI tentang kebhinekaan dan pelayanan dengan menjunjung tinggi kemanusiaan,” lanjutnya. Pada 2003 lalu, MER-C dan TNI pernah melakukan kerja bersama dalam misi kemanusiaan membantu korban gempa di Iran selama 2,5 bulan. Di kancah internasional, Indonesia turut serta mengirim pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB sejak 1957. Kontingen Garuda (KONGA) adalah pasukan TNI yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain. Pengiriman terbaru pada November 2018 adalah KONGA XXIII M Unifil ke Lebanon. Sementara untuk daerah bencana dalam negeri, TNI selalu hadir di tengah-tengah masyarakat yang tertimpa bencana dan daerah konflik. Di daerah bencana seperti di Lombok (NTB), Palu (Sulteng), Pandeglang (Banten), Jayapura (Papua), dan daerah lainnya, TNI selalu menjadi yang terdepan dalam membantu meringankan beban masyarakat. (L/P2/RS3) Mi’raj News Agency (MINA) Sumber : https://minanews.net/mer-c-jajaki-kemungkinan-kerjasama-pelatihan-dokter-dengan-tni/

Gaza, Kami Kembali

Medical Emergency Rescue Comiittee (MER-C) kembali mengirimkan relawannya ke Jalur Gaza, Palestina. Rencana pembangunan tahap dua Rumah Sakit Indonesia, yaitu pembangunan dua lantai tambahan semakin menuju nyata. Seperti pada pembangunan tahap pertama, pada pembangunan RS Indonesia tahap kedua juga akan dilakukan oleh putra-putra bangsa Indonesia. Mereka adalah para relawan yang sebagian besar merupakan alumni relawan pembangunan tahap pertama yang komitmen dan keahliannya sudah terbukti dan teruji dengan berdirinya RS Indonesia yang ada saat ini.   Total sebanyak 32 relawan akan berangkat menuju Kairo, Mesir, negara yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza. Turut dalam tim ini adalah Presidium MER-C (Ir. Faried Thalib dan Dr. Arief Rachman, SpRad), Ketua Divisi Kontruksi MER-C (DR. Ir. Idrus Muhamad Alatas, MSc), arsitek perancang bangunan RS Indonesia (Ir. Rizal Syarifuddin) serta Ir. Edy Wahyudi Darta, relawan yang pernah memimpin pembangunan tahap pertama RS Indonesia, kali ini dipercaya kembali untuk menjadi Site Manager pembangunan tahap dua RS Indonesia. Keberangkatan relawan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama, akan bertolak ke Kairo Mesir pada hari Jumat malam ini/22 Februari 2019, pukul 20.00 wib. Sementara gelombang dua sebanyak 26 relawan akan menyusul terbang ke Kairo pada hari Sabtu/23 Februari 2019 pukul 11.00 wib. Keberangkatan ini dimungkinkan setelah didapatnya izin masuk Mesir dan Gaza yang diterima oleh MER-C dari otoritas setempat. Ketua Tim Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia yang juga merupakan salah satu Presidium MER-C, Ir. Faried Thalib, menyampaikan bahwa setibanya di Kairo, Tim akan langsung bergerak menuju Perbatasan Rafah untuk mencoba masuk ke Gaza.   “Kami berharap dengan izin yang ada, Tim bisa segera masuk ke Jalur Gaza. Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Kairo terus kami lakukan,” ujar Faried. “Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar perjalanan ini diberi kelancaran, kemudahan dan keselamatan,” tambah relawan yang juga mengomandoi pembangunan tahap pertama RS Indonesia, Gaza. RS Indonesia merupakan karya anak bangsa yang sepenuhnya dibangun dari donasi rakyat Indonesia. Terletak di Bayt Lahiya, sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel, RS Indonesia menjadi pusat rujukan utama bagi masyarakat di wilayah Jalur Gaza bagian utara.   Berdiri di atas tanah wakaf seluas 1,6 hektar, bangunan RS Indonesia terdiri dari 2 lantai dan 1 lantai basement dengan kapasitas 100 tempat tidur, 4 kamar operasi, 10 bed ICU, Ruang Radiologi, Laboratorium, Bank Darah, IGD yang dilengkapi peralatan medis terbaik saat ini, sudah kewalahan menampung pasien yang datang berobat. Kapasitas 100 tempat tidur sudah tidak mencukupi untuk memberikan perawatan kepada pasien yang membutuhkan.   Untuk itu, pengembangan RS Indonesia akan dilakukan berupa pembangunan dua lantai tambahan guna menambah kapasitas ruang perawatan dan membuka departemen serta layanan medis baru juga pengadaan peralatan kesehatan. Waktu yang dibutuhkan untuk diperkirakan 1 hingga 1,5 tahun. Selama proses pembangunan, pelayanan di RS Indonesia akan berjalan seperti biasa.     Jakarta, 22 Februari 2019 Divisi Humas MER-C   Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061 BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111925 BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308 Bank Muamalat, 301.00521.15   Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee   Info : Website : www.mer-c.org Call Center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia Twitter : @mercindonesia   #mercforgaza #tahap2RSIndonesiaGaza #beapartofhistory

Relawan Medis Jadi Target Sniper Israel

Gaza, Palestina – Relawan medis muda Palestina, Razan Al Najjar, 21 tahun, syahid akibat tembakan sniper Israel. Razan terkena tembakan di dada ketika sedang bertugas merawat warga Gaza yang terluka pada rangkaian aksi damai “Great Return March” di perbatasan Gaza, Jum’at/1 Juni 2018.   Menargetkan tenaga medis adalah sebuah kejahatan perang dan pelanggaran langsung terhadap Konverensi Jenewa1949.   MER-C sebagai sebuah lembaga kegawatdaruratan medis yang kerap mengirimkan relawan untuk bertugas di berbagai wilayah perang dan konflik mengecam keras tindakan brutal tentara Israel. Tenaga medis seharusnya mendapatkan perlindungan khusus ketika berusaha menyelamatkan mereka yang terluka dalam perang atau konflik.   Dan dunia diam dengan kejadian ini….   Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk sejawat kami, Razan Al Najjar. Selamat jalan saudariku, Insya Allah Syurga menantimu.   #WeStandForPalestine #FreePalestine  

Relawan MER-C Terima Penghargaan dari Presiden Turki

Aktifis dan relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Nur Fitri Taher menerima penghargaan dari International Mount of Olive Peace Awards yang diserahkan oleh Istri Presiden Turki, Emine Erdogan, Senin (7/5) di Istanbul, Turki. Nur Fitri menjadi satu-satunya aktifis dari Indonesia yang menerima penghargaan tersebut bersama dengan 4 aktifis lainnya dari Palestina, Swedia, USA dan UK.   Perempuan berdarah Pariaman Sumatera Barat ini adalah komandan Tim MER-C dalam misi pelayaran menembus blockade Gaza dengan kapal Mavi Marmara, Mei 2010. Nur Fitri ditugaskan menunaikan misi ini bersama dua relawan MER-C lainnya dan satu jurnalis yang bergabung dengan ratusan aktifis pembela Palestina dari berbagai negara. Bukan tanpa alasan Presidium MER-C menunjuk seorang relawan perempuan sebagai komandan Tim. Menurut Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, MER-C menunjuk Nur Fitri karena ingin menunjukkan bahwa perempuan Indonesia adalah perempuan yang tangguh. “Kami menunjuk Nur Fitri sebagai komandan tim karena ingin menunjukkan bahwa perempuan Indonesia adalah perempuan yang tangguh, siap syahid, mewarisi darah Siti Manggopoh dan Laksamana Malahayati,” tegasnya. Sementara itu, dalam sambutanya di hadapan Presiden dan pejabat pemerintahan Turki seketika menerima penghargaan, Nur Fitri mengatakan bahwa sebenarnya dia merasa tidak layak menerima penghargaan tersebut. “Saya sadar benar bahwa sebenarnya saya tidak layak menerima penghargaan ini, jadi saya akan mendedikasikan pengharagaan ini untuk saudara-saudara yang gugur di Mavi Marmara dan untuk seluruh syuhada yang gugur ketika mereka membela palestina” ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua orang terhadap kepeduliannya terhadap Palestina. “Saya ingin berterima kasih kepada anda semua dan kepada semua orang yang memiliki kepedulian terhadap Pelestina, tapi mungkin kita harus memiliki kepedulian yang lebih lagi karena mungkin dengan begitu Allah akan menurunkan bantuan-Nya kepada kita. Dan mungkin ketika saat itu tiba, Palestina akan merdeka” ujarnya. Penghargaan tahunan yang baru pertama kali diadakan ini memberikan penghargaan kepada para penggiat kepalestinaan dari berbagai negara di dunia. Selain Nur Fitri, lembaga internasional tersebut juga memberikan penghargaan kepada orang tua dari Muhammad Abu Khader, remaja Palestina yang dibakar oleh pemukim ilegal Yahudi pada 2014. Selain itu penghargaan juga diberikan kepada orang tua Rachel Corrie, aktifis asal Amerika Serikat yang tewas dilindas sebuah buldoser milik Israel ketika hendak menghancurkan rumah warga Palestina. “Rachel datang ke Gaza sebagai warga negara dunia dalam rangka melawan ketidakadilan bagi siapapun didunia ini” kata Cindy Corrie, ibu Rachel Corrie dalam sambutannya. Selain ketiga wanita tersebut, seorang aktifis asal Swedia Benjamin Ladraa turut pula menerima penghargaan atas kepeduliannya terhadap Palestina. Ladraa berjalan sejauh 5000 km dari Swedia menuju ke Al Quds untuk mengkampanyekan kepeduliannya terhadap Palestina. Penghargaan juga diberikan kepada syahid Naji Ali, aktitif – kartunis yang terkenal dengan karakter Hanzalah. (NIA, NFT- MER-C)

Silahkan bertanya?