MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Relawan Indonesia Rayakan Idul Fitri Bersama Masyarakat Gaza

Bayt Lahiya, 4 Syawal 1434/11 Agustus 2013 (MINA) – Relawan Indonesia yang sedang melaksanakan amanah pembangunan Rumah Sakit Indonesia merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1434 bersama masyarakat Gaza ditengah jauh dari keluarga dan sanak saudara serta kondisi blokade semakin diperketat di daerah kantong Palestina itu. Hal itu disampaikan koresponden Mi’raj News Agency (MINA) di Jalur Gaza, Muhammad Husain, Sabtu (10/8). “Alhamdulillah, Pada 1 Syawal 1434 atau Kamis,8 Agustus 2013, para relawan Indonesia yang saat ini sedang mengemban amanah pembangunan RSI telah melaksanakan shalat Idul Fitri bersama masyarakat Gaza,” kata Husain kepada Kantor Berita Islam MINA. Perdana Menteri Palestina Dr. Ismail Abdussalam Haniyah sedang mengimami shalat Idul Fitri di Lapangan Yarmuk, Pusat Jalur Gaza, 1 Syawal 1434/8Agustus 2013. (Foto: MINA Gaza) Sekitar 33 relawan RSI melaksanakan shalat Idul Fitri 1434 di lokasi terpisah. Sebagian shalat di lapangan Maidan Syeikh Zaid tepat samping Masjid Besar Syeikh Zaid di Bayt Lahiya, Jalur Gaza Utara yang berjarak kurang lebih 100 meter dari RSI. Sementara sebagian yang lainnya, sekitar 12 relawan melaksanakan shalat Ied bersama Perdana Menteri Palestina Dr. Ismail Abdussalam Haniyah di Lapangan Sepak Bola “Yarmuk”, pusat Kota Gaza. “Meskipun para relawan datang sedikit terlambat karena jarak yang ditempuh cukup jauh. Namun, Alhamdulillah para relawan Indonesia ditempatkan di barisan terdepan jama’ah shalat Ied bersama tokoh-tokoh pemerintahan baik itu para menteri, anggota parlemen, mufti, dan lainnya,” ujarnya. Shalat Ied di lapangan Yarmuk di pimpin langsung oleh Ismail Haniyah yang kemudian dilanjutkan dengan khutbah Ied yang juga di bawakan olehnya. Dalam pidato Idul Fitri, Haniyah mengucapkan selamat hari raya kepada seluruh masyarakat Palestina khususnya di Jalur Gaza. Dia mengingatkan kembali akan kegigihan masyarakat Gaza yang berhasil memukul mundur para penjajah Israel dari tanah Gaza setelah sebelumnya sempat di kuasai beberapa tahun silam. Petinggi gerakan Perlawanan Hamas yang sering disapa Ismail Haniyah juga mengucapkan selamat hari raya kepada para tahanan Palestina yang hingga saat ini masih berada di balik jeruji besi penjara penjara Israel. Dia mengingatkan mereka bahwa kemenangan semakin dekat. Haniyah juga menyapa serta mendoakan para syuhada Palestina yang gugur dalam perjuangan mengembalikan kebebasan mereka. Relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) melaksanakan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1434 yang diimami oleh PM Palestina Dr. Ismail Abdussalam Haniyah di Lapangan Yarmuk, Pusat Jalur Gaza, Palestina. Muhammad Husain melaporkan, setelah mengisi khutbah, sang perdana menteri langsung meninggalkan lapangan Yarmuk. “Tidak seperti di Indonesia, maka di Gaza, Tidak ada acara salam-salaman oleh para jamaah selepas Shalat Ied,” ungkapnya. Sebelumnya, para relawan RSI itu melaksanakan menghabiskan 10 Ramadhan terakhir dengan melakukan iktikaf di Masjid Glebo, Jalur Gaza. Bahkan saat puasa Ramadhan pun para relawan yang merupakan unpaid volunteers (sukarelawan yang tidak dibayar) dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C ) bekerja sama dengan Pesantren Al-Fatah Indonesia masih menjalankan pekerjaan seperti mulai melaksanakan mekanikal elektrikal (ME), pengecatan, pemasangan dinding batu alam (Hajar Quds), perataan jalan dan halaman RSI, pagar dinding, main entrance dan granolitik. Progress RSI sendiri sudah pada tahap kedua. Pembangunan RSI direncanakan selesai pada akhir 2013. Husain merupakan mahasiswa Universitas Islam Gaza mengungkapkan, pada dasarnya kebiasaan hari raya Idul Fitri di Gaza tidak terlalu berbeda dengan di Indonesia. Seperti memakai baju baru selama hari Idul Fitri dan berkunjung ke rumah-rumah sanak saudara dan tetangga. Namun, ada satu kondisi yang sangat berbeda antara Idul Fitri di Gaza dan Indonesia.  Jika di Indonesia masyarakat bisa bebas “mudik” ke kampung halaman mereka, maka di Gaza yang mayoritas masyarakatnya adalah kaum pendatang (pengungsi) maka hal tersebut bisa di katakan mustahil untuk saat ini. Setelah Hamas memenangkan pemilu pada 2006, sejak Juni 2007, Israel telah memperketat blokade jalur darat dan laut untuk mengisolasi Jalur Gaza dari akses keluar masuk menuju Tepi Barat, termasuk kota Al-Quds di mana Masjid Al-Aqsha berada, dan negara-negara lain di seluruh dunia. Karena penutupan Rafah dan penghancuran terowongan baru-baru ini dengan adanya krisis internal Mesir, Gaza kini semakin terang seperti penjara terbuka terbesar di dunia dengan pembatasan hak-hak dasar mereka. (L/K9/P02/R2) Sumber : http://www.mirajnews.com/palestina/7975-relawan-indonesia-rayakan-idul-fitri-bersama-masyarakat-gaza.html  

Safari Ramadhan Relawan RS Indonesia di Gaza

Gaza, 7 Ramadhan 1434/ 15 Juli 2013 (MINA) – Relawan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Ir. Edy Wahyudi, melaporkan kegiatan para relawan RS Indonesia (RSI) di Gaza dalam bulan Ramadhan ini. “Kegiatan para relawan RSI di Gaza pada bulan Ramadhan yaitu, sholat Tarawih berjamaah, sebagian dengan safari Ramadhan, yaiut shalat Tarawih dengan berpindah-pindah masjid setiap harinya”, kata Edy Wahyudi melalui rilis yang diterima Mi’raj News Agency (MINA), Senin (15/7). Gambar Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza terbaru. (dokumen MER-C) Menurut Edy Wahyudi, site manager pembangunan RSI Gaza, sebagian relawan RSI di Gaza sholat Tarawih berjamaah di lantai dasar RSI, dimulai sekitar pukul dua dini hari waktu Gaza, dengan bacaan murotal Al Qur’an satu juz setiap malamnya yang diimami oleh Reza Adilla Kurniawan, salah seorang Relawan yang hafal 30 juz Al Qur’an. Kemudian kata Edy, dalam shalat witir, para Relawan melakukan doa qunut untuk memohon pertolongan Allah bagi kembalinya Masjid Al-Aqsha kepangkuan muslimin, dan berharap Allah memenangkan muslimin dari penindasan kaum kafir di seluruh negeri muslim. Sebelumnya, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) cabang Gaza mengadakan acara silaturahmi ke warga sekitar lokasi RSI, pada Ahad, (7/7). Acara itu diadakan usai sholat maghrib di masjid Zawiyah yang terletak di sebelah utara RSI. Masjid Zawiyah adalah masjid di mana relawan RSI biasa menunaikan kewajiban shalat lima waktu. Imam Besar masjid Zawiyah, Akram Nashar Abu Al-Amin, menyampaikan keutamaan Ramadhan dan menjaga Al-Qur’an dengan menghafalnya. Mewakili MER-C merupakan inisiator RSI dan relawan RSI, Muhammad Husein menyampaikan pesan dan kesan dari MER-C. Pada kesempatan tersebut, para relawan juga memberikan bantuan bagi guru tahfidz dan kegiatan operasional masjid, pembagian bingkisan berupa tas, mushaf Al-Qur’an, alat tulis dan bantuan dana bagi anak-anak penghafal Qur’an di masjid tersebut. Edy juga melaporkan, selama menunaikan puasa pada Ramadhan, para relawan RSI masih terus melakukan proses pembangunan tahap kedua, berupa pekerjaan arsitektur dan ME (mechanical electrical). “Alhamdulillah, para relawan tetap bersemangat walau setelah sholat Subuh melanjutkan pekerjaan amal sholih pembangunan RS Indonesia di mulai pukul 05.00 pagi hingga pukul 12.30 siang,” tambah Edy. RSI di Gaza menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina dimana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia. Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. Dalam pembangunan RSI ini, MER-C bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia yang telah mengirim 33 relawan ke Gaza. Pembangunan sekarang memasuki tahap kedua, berupa pekerjaan arsitektur dan mechanical electrical (ME). Pekerjaan tahap ini dilakukan oleh relawan Indonesia yang seluruhnya sukarelawan yang tidak dibayar (unpaid volunteers). Pembangunan RSI dijadwalkan selesai akhir tahun 2013. (T/P015/P02) Sumber : http://www.mirajnews.com/indonesia/6843-ramadhan-laporan-relawan-rs-indonesia-di-gaza.html  

Relawan RSI Sambut Ramadhan dengan Memuliakan Al-Qur’an dan Para Penghafalnya

Gaza, Palestina – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Ahad, 07 Juli 2013 usai shalat maghrib, MER-C Cabang Gaza mengadakan acara yang melibatkan warga sekitar RSI. Acara yang diadakan usai sholat maghrib ini bertempat di sebuah masjid tua sederhana bernama Zawiyah yang terletak di sebelah utara RSI. Masjid Zawiyah dipilih karena di sinilah sebagian besar relawan RSI biasa menunaikan shalat lima waktu mereka. Atas kerjasama dengan tokoh masyarakat setempat, imam besar masjid dan beberapa pemuda pengurus masjid, acara berlangsung sesuai dengan apa yang diharapkan. Acara dihadiri oleh segenap masyarakat jama’ah masjid dan seluruh relawan RSI yang saat ini berjumlah 33 orang. Rangkaian acara terdiri dari sambutan tokoh masyarakat yang juga Imam Besar masjid, Akram Nashar Abu Al-amin yang menyampaikan keutamaan Ramadhan dan menjaga Al-qur’an dengan menghafalnya. Mewakili pihak MER-C dan relawan RSI, Muhammad Husein menyampaikan pesan dan kesan dari MER-C. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian bingkisan bagi anak-anak penghafal Qur’an di masjid tersebut. Tak lupa para relawan juga memberikan bantuan bagi guru tahfidz dan kegiatan operasional masjid. Niat MER-C Cabang Gaza mengadakan acara ini bukanlah semata hanya untuk memberikan bingkisan atau lain sebagainya, akan tetapi yang terpenting adalah menyatukan tali silaturahmi dan menyampaikan pesan salam dan cinta kasih mewakili rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina terkhusus para anak-anak penghafal Al-qur’an di Gaza. Alhamdulillah pesan tersebut tersampaikan dengan do’a dari seluruh masyarakat yang hadir pada acara tersebut ketika di penghujung acara. Para relawan RSI juga sangat senang menyaksikan kebahagiaan yang tampak dari wajah-wajah para penghafal Al-qur’an yang terpilih menerima bingkisan dari MER-C. Semoga dengan do’a tersebut dapat menambah pahala dan kemudahan serta kelancaran bagi para relawan untuk menunaikan amanah pembangunan RSI di Gaza yang sedang dibangun sebagai persembahan bagi rakyat Gaza-Palestina.

Ulama Palestina Kunjungi Keluarga Relawan rumah Sakit Indonesia Di Gaza

Wonogiri, Jawa Tengah, 28 Sya’ban 1434/7 Juli 2013 (MINA) – Ketua Rabithah Ulama Palestina, Syeikh Prof. Dr. Muhammad Mahmud Shiyam kunjungi keluarga relawan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Darah yang mengalir dan nafas yang dihembuskan suami dan anak-anak mereka di Gaza akan mengalir pula pahala yang sama kepada mereka di kampung halaman bila mereka ikhlas dan bershabar merelakan mereka berjihad,” kata Syeikh Shiyam dalam bahasa Arab yang diterjemahkan oleh Ustadz Yakhsyallah Mansur, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fatah, rabu, (3/7). “Saya kagum kepada mereka, meskipun di daerah, tetapi semangat membebaskan Masjid Al-Aqsha tetap tinggi.” Ujarnya. Imam dan Khatib Masjid Al Aqsha periode 1984-1988 itu berkunjung ke Indonesia dan Malaysia dalam rangka safari dakwah dan mensosialisasikan perjuangan pembebasan Al-Aqsha dan Palestina pada khususnya serta perjuangan dunia Islam umumnya. Beberapa kota yang dijadwalkan untuk dikunjungi dalam safarinya selama Ramadhan, antara lain; Jakarta, Bogor, Bandar Lampung, Balikpapan, Kupang, Batam, dan Kuala Lumpur. Rumah Sakit Indonesia di Gaza Rumah Sakit Indonesia di Gazamenjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina dimana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia. Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. Dalam pembangunan RSI ini, MER-C bekerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia yang telah mengirim 33 relawan ke Gaza. Pembangunan sekarang memasuki tahap kedua, berupa pekerjaan arsitektur dan mechanical electrical (ME). Pekerjaan tahap ini dilakukan oleh relawan Indonesia yang seluruhnya sukarelawan yang tidak dibayar (unpaid volunteers). Pembangunan RSI dijadwalkan selesai akhir tahun 2013. (L/P06/P015/R2). Sumber : http://www.mirajnews.com/indonesia/6558-ulama-palestina-kunjungi-keluarga-relawan-rumah-sakit-indonesia-di-gaza.html        

MER-C Seleksi 11 Relawan Gaza

Pendiri organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committe (MER-C), Joserizal Jurnalis REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Fatah Indonesia, kembali menyeleksi relawan yang akan diberangkatkan ke Jalur Gaza, Palestina. Keberangkatan ini untuk melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) tahap kedua.Kali ini Tim Seleksi MER-C menyiapkan 11 orang relawan untuk pengerjaan Mechanical Electrical (ME).  “Kita niatkan semua karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, jangan bertujuan untuk selain mengharap ridha-Nya,” kata Nur Ikhwan Abadi, Koordinator Tim Seleksi MER-C, saat memberikan pembekalan pada para peserta di Ponpes Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5). Sementara itu, Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis,Sp.OT mengatakan, pemberangkatan 11 relawan tersebut dijadwalkan sebelum  Ramadhan atau ketika Ramadhan tahun ini. Komitmen kita jelas bahwa RSI Gaza ini sebagai tanda persaudaraan rakyat Indonesia, yang harus kita selesaikan, katanya menegaskan kepada Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency) di Jakarta. Joserizal mengharapkan proses pembangunan RSI Gaza selesai pada tahun ini dan dapat mulai dioperasikan pada pertengahan tahun depan.Insya Allah mudah-mudahan proses pembangunan RSI Gaza selesai tahun ini dan diharapkan berfungsi pertengahan tahun depan, tambahnya. Sebelumnya, MER-C memberangkatkan relawan, Ir. Edy Wahyudi untuk membantu mengawasi pekerjaan pembangunan RSI tahap kedua.  berupa pekerjaan arsitektur dan Mechanical Electrical pada 16 Februari 2013 lalu. Ia berangkat beserta tiga utusan Pesantren Al-Fatah, Ustaz M.Sholeh Iskandar, Reza Addila Kurniawan dan Muqorrobin Al-Fikri, yang mendapat tugas mengikuti program Tahfidzul Quran metode Tajul Waqar di Mahad Tahfidzul Quranul Karim was Sunnah Gaza. Dalam pembangunan RSI Gaza, bekerja 33 relawan Indonesia dari berbagai keahlian pekerjaan, dari tukang batu, ahli listrik, ahli air, mahasiswa, hingga insinyur sipil. Seluruh relawan berasal dari Pondok Pesantren Al-Fatah binaan Jama’ah Muslimin (Hizbullah), yang berpusat di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, sebagai mitra dakwah dan ukhuwah MER-C.  Reporter : Indah Wulandari Redaktur : A.Syalaby Ichsan Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/05/23/mn8qrv-merc-seleksi-11-relawan-gaza

Relawan RS Indonesia Hadiri Acara Kunjungan Yusuf Qordhowy

Gaza Palestina. Persatuan Ulama Muslimin Dunia dengan pimpinan masyhur Syeikh Doktor Yusuf Qordhowy dengan didampingi 50 delegasi ulama dari berbagai negara seperti Libya, Suriah, Arab Saudi sampai Australia mengadakan kunjungan ke kota Gaza-Palestina untuk mengadakan Konferensi Pembebasan Al-Aqsha dan para tahanan. Relawan RS Indonesia berkesempatan mengikuti selama dua hari acara kunjungan cendekiawan muslim asal Mesir ini. Rabu (8/5) sekitar pukul 21.00 waktu Gaza, rombongan Syeikh Doktor Yusuf Qordhowy tiba di Jalur Gaza dan disambut langsung oleh PM Palestina Ismail Haniya. Keesokan harinya, Kamis (9/5), bertempat di Katibah kota Gaza, Syeikh Doktor Yusuf Qordhowy menyampaikan bahwa ummat Islam jangan pernah berhenti melawan musuh dalam rangka pembebasan Al-Aqsha. Di tengah kesibukan para relawan MER-C dalam program pembangunan RS Indonesia di Gaza, sebanyak 30 relawan turut menghadiri momen penting ini. Hal ini atas izin dari Ir. Edy Wahyudi selaku Ketua program pembangunan RS Indonesia di Gaza. Ir. Edy Wahyudi memberikan liburan khusus selama satu hari untuk refreshing fisik para relawan RSI yang setiap harinya bekerja untuk pembangunan RS Indonesia. Liburan khusus seperti ini diberikan 1 hari dalam jangka waktu 4 bulan.  Pada hari itu para relawan dibagi menjadi dua kelompok untuk menuju Katibah kota Gaza. Relawan RSI tiba di lokasi dua jam sebelum acara dimulai. Dengan penjagaan yang sangat ketat dari pemerintahan kota Gaza, para relawan RSI berhasil menempati kursi di barisan paling depan. Pada hari Jumat (10/5), rombongan Syeikh Yusuf Qordhowy melaksanakan shalat Jumat bersama di masjid Umari, sebuah masjid berusia 4.000 tahun yang terletak di Distrik Darj, Gaza City. Dengan penjagaan yang sangat ketat dan jamaah yang melimpah ruah sejak dua jam sebelum adzan dikumandangkan. Alhamdulillah, hari Jumat adalah hari libur untuk kawasan Palestina dan sekitarnya, sehingga para relawan RS Indonesia kembali dapat menghadiri khutbah dan melaksanakan shalat berjamaah bersama rombongan Asy-Syeikh dengan mendapatkan shaf terdepan. Selama dua hari berturut-turut para relawan memanfaatkan waktunya untuk mengikuti acara kunjungan Syeikh Yusuf Qordhowi, tentulah bukan tidak merasa lelah, tetapi semua terbayar dengan hasil yang mereka peroleh. Keesokan harinya mereka kembali bekerja seperti biasa dengan agenda pekerjaan RS Indonesia di Gaza yang terdiri dari pembangunan gedung utama dan gedung pelengkap. Bidang-bidang pekerjaan antara lain pemasangan instalasi listrik (cable tray, stop kontak, saklar), Pekerjaan Sanitair dan Plumbing (Pemipaan saluran: air bersih, air panas, air kotor dan air hujan) serta Pekerjaan Plesteran dan Blok.  Dengan mengucap syukur kepada Allah SWT kami berterimakasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas doa dan dukungan baik moral maupun materilnya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan balasan yang lebih baik atas keikhlashan rakyat Indonesia dalam membantu pembangunan RS Indonesia di Gaza-Palestina.

Dari Jarak Ribuan Kilometer Relawan MER-C Sambut Kelahiran Anaknya

Gaza, Palestina Bukan pekerjaan yang mudah di kala seseorang meninggalkan istri, anak-anak maupun keluarga dengan jarak yang jauh dan jangka waktu yang lama. Sakti Wibowo bin Wakijo, salah seorang relawan MER-C asal Wonogiri (Jawa Tengah) yang saat ini bertugas membantu pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza menempuh tantangan di atas demi memunaikan amanah rakyat Indonesia dan menggapai ridho-Nya. Tidak tanggung-tangung jarak dan waktu yang ditempuh adalah ribuan kilometer dari Indonesia ke Jalur Gaza. Masa tugas yang harus dilalui pun tidak sebentar, bisa mencapai 1 tahun bahkan lebih tergantung selesainya pembangunan fisik RS Indonesia yang akan menjadi sebuah persembahan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. Namun berkat keteguhan doa dari seluruh keluarga, membuat pahit manis masa tugas yang dilalui relawan yang akrab dipanggil Abu Zaki ini terasa lebih banyak sisi kesenangan. Inilah nikmat yang menurutnya berhasil menyempurnakan pola hidup yang ia rangkai hingga saat ini, Pada hari Selasa (23/4), relawan asal Wonogiri (Jawa Tengah) ini mendapat kabar gembira dari keluarga di tanah air. Telah lahir putrinya yang ke-4 sekitar pukul 04.00 wib dalam keadaan sehat dengan berat 3.8 kg dan panjang 51 cm. Mendengar kabar tersebut, pria yang dikenal periang ini langsung mengucap syukur dengan menengadahkan kepala dan kedua tangannya ke langit Gaza. Dengan bangga pria yang juga pernah menjadi relawan ke wilayah gempa Padang (Sumbar) tahun 2009 lalu, telah menyiapkan nama yang istimewa bagi buah hati yang baru saja lahir. Dibantu Muhammad Husein, rekan sesama relawan yang juga salah satu mahasiswa di Universitas Islam Gaza (UIG), sepakat memberi nama istimewa KHANSA AL-GHOZIYAH, yang bermakna Khansa (nisbat kepada shohabiyah) wanita Gaza  yang anggun.

Perjuangan Relawan MER-C Dirikan Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Relawan MER-C dan para pekerja tengah melakukan pengecoran lantai tiga bangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza, di Jalur Gaza, Palestina, Selasa (20/3). (Doc MER-C) REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang dirintis Tim relawan Mer-C ternyata tak semudah yang dibayangkan. Bahkan relawan Indonesia hampir saja putus asa menghadapi berbagai rintangan yang ada. Salah satu rintangan yang terberat adalah menempuh birokrasi di Palestina. Hal itu dikemukakan salah seorang relawan Mer-C, Nur Ikhwan yang baru saja kembali dari Palestina, di Kantor Pusat Mersi, Sabtu (27/4). Pada kesempatan itu Ikhwan berkisah pengalamannya selama 2,5 tahun di Palestina. Ikhwan mengatakan, kala itu ia bersama relawan lainnya sudah berencana untuk kembali ke Indonesia jika kementrian kesehatan Palestina tidak juga memberikan izin proyek rumah sakit mereka. Ikhwan mengatakan, kementerian kesehatan Palestina menginginkan desain rumah sakit diubah sesuai keinginan mereka. Mereka berkeinginan, gambar tersebut diputar posisinya dan diulangi lagi modelnya. “Jadi setiap mendirikan bangunan, gambarnya harus disetujui oleh persatuan engineer (insinyur) setempat,” papar Ikhwan. “Kita udah maksimal. Kita udah tawakal saja,” tambah Ikhwan. Ketika sudah berusaha semaksimal mungkin dan mereka bertawakal, saat itulah Allah membukakan jalan bagi mereka.  Saat gambar rumah sakit mereka dibawa ke tempat persatuan insinyur tersebut. Disanalah Allah membukakan jalan. Ternyata para insinyur tersebut langsung setuju dengan gambar mereka. “Ini gambar udah oke, Bismillah jalan,” kata Ikhwan meniru jawaban dari persatuan insinyur tersebut. Akhirnya, proyek mereka berhasil dan mulai di eksekusi pembangunannya. Namun kementrian kesehatan tidak melepaskan mereka begitu saja. Proyek senilai 30 miliar itu terus dipantau. “Setelah dua minggu kita kerjakan, kita diundang rapat lagi. Mereka bertanya, sudah sampai dimana pembangunannya? Mereka kaget karena kita ternyata sudah mempersiapkan semuanya,” papar Ikhwan. Namun hambatan tidak sampai di situ. Pihak Kementrian Kesehatan Palestina merasa ditinggalkan oleh Tim Mer-c. Pihak kemudian akhirnya mengirim satu orang untuk memantau segala hal yang berkaitan dengan pembangunan rumah sakit. “Mereka minta, segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah sakit tolong mereka dikasih tahu. Mereka juga mengirim satu orang untuk mengawasi kita,” jelas Ikhwan. Namun kini semua perjuangan mereka terbayar. Rumah sakit Indonesia di Gaza sudah memasuki tahap akhir. Terlebih, selama dua tahun pembangunan rumah sakit tersebut mereka mendapat bantuan dari warga sekitar. Reporter : Hannan Putra Redaktur : Hazliansyah Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/04/27/mlx82s-perjuangan-relawan-merc-dirikan-rumah-sakit-indonesia-di-gaza

Perwakilan HAMAS Kunjungi Relawan RSI Gaza

Gaza, 12 Jumadil Akhir 1434/22 April 2013 (MINA) – Rombongan petinggi Hamas malam Senin kemarin bersilaturahim kepara relawan Indonesia yang sedang membangun Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Palestina. Suasana hangat menyambut kunjungan bersejarah itu, kata Husain satu di antara 30 relawan Indonesia di Gaza. Kedatangan para petinggi Hamas itu disambut 30 relawan Indonesia yang sedang mengawal pembangunan RSI di Gaza. Terlihat wajah-wajah penuh senyum para relawan begitu bahagia menyambut langsung kedatangan saudara-saudaranya dari petinggi Hamas itu. Kami sangat bahagia bisa mendapat kunjungan istimewa ini, tambah Husain. Rombongan yang mewakili gerakan Hamas yang terdiri dari 15 orang itu punya profesi bermacam-macam antara lain; ada arsitek, dosen, wakil rektor Universitas Al Al-Aqsa, staf kementrian kesehatan dan juga pendidikan.  Setelah berkenalan satu sama lain, pimpinan proyek pembangunan RSI Gaza, Edy Wahyudi mewakili para relawan bahkan seluruh Muslim Indonesia yang jumlahnya sekitar 200 juta orang, memberikan kata sambutan kepada para tamu istimewa itu. Dalam sambutannya, Wahyudi mengatakan betapa senang dan bahagia perasaannya dan para relawan atas kunjungan silaturahim yang terjalin itu. Saya sangat bahagia dan berterimakasih sekali atas kunjungan saudara semua kepada kami yang mendapat amanah membangun RSI di Gaza ini, ujarnya terharu. Rasa haru dan bahagia itu diungkap pula oleh salah satu rombongan tamu yakni Abu Bilal Al Ja’bir. Dia mengatakan bahwa kunjungan mereka merupakan wujud rasa syukur dan terima kasih atas kedatangan para relawan yang telah menempuh jarak ribuan kilo demi membantu saudara Muslimnya di Gaza. Saya dan teman-teman semua juga merasa sangat bersyukur. Kami semua rakyat Gaza sangat berterima kasih kepada para relawan dari Indonesia. Saya yakin, kedatangan saudara semua ke Gaza atas dasar hubungan akidah. Karena itu meski kita dipisahkan jarak yang begitu jauh tapi kita tetap dekat secara akidah. Kita tak bisa dipisahkan oleh jarak. Sebab kita bersaudara atas dasar akidah yang satu, katanya dengan nada penuh haru. Bilal menambahkan bahwa pertolongan Allah untuk Islam ini sudah sangat dekat. Hal ini menurutnya dibuktikan dengan fenomena negeri-negeri Muslim yang semakin dengan dengan persatuan umat. Tak bisa dipungkiri, kesatuan umat Islam diseluruh negeri ini mulai terasa, ujar pensiunan akuntan Universitas Islam Gaza (UIG) ini. Sementara itu, ketua rombongan Abu Ahmad Suhair juga menyampaikan beberapa poin dari kedatangan mereka tersebut. Dia menegaskan bahwa kedatangan mereka merupakan kunjungan resmi mewakili gerakan Hamas wilayah Utara Gaza. Dia juga menyampaikan salam dari pimpinan tertinggi Hamas yang tak lain Ismail Haniya, PM Palestina. Secara khusus kami sampaikan salam dari pimpinan kami, Ismail Haniya untuk para relawan yang sedang membangun RSI ini, ujarnya. Perbincangan antara tamu dan para relawan terasa kian hangat. Terlebih saat para tamu yang rata-rata punya berpendidikan itu banyak bercerita tentang sejarah Indonesia dan perkembangan Islam nusantara. Selain bercerita tentang sejarah Indonesia yang mereka pahami, sajian informasi baru tentang kondisi umat Islam Indonesia yang disampaikan para relawan semakin menghidupkan suasana silaturahim itu. Puncak dari kunjungan itu ditutup dengan makan malam bersama. Para tamu yang juga tokoh-tokoh yang dituakan di daerah Gaza ini sengaja membawa makan malam berupa “syawarma” (makanan khas gaza) untuk setiap relawan RSI dan rombongan. Sebelum berakhir, Abu Bilal memanjatkan doa bersama dan menyampaikan rasa optimisnya bahwa kelak kita akan di kumpulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala di masjid Al Aqsa baik itu sebagai mujahid yang membebaskan Al Aqsa  atau pun sebagai syahid fie sabilillah.(K9/R2). Sumber : http://mirajnews.com/palestina/4149-hamas-utara-kunjungi-relawan-rsi-gaza.html

Relawan RSI Gaza Berlomba Mencari Ridla Allah

Gaza – Ditengah penat dan letih, ditengah udara panas yang mulai merayap menggantikan musim semi di Gaza, ditengah suasana Gaza yang belum kondusif akan tetapi para relawan RSI masih menyempatkan diri untuk berpuasa sunah Senin dan Kamis bahkan ada yang berpuasa sunah Daud (sehari puasa sehari tidak).  Semua yang mereka lakukan hanya semata untuk berlomba menggapai dan mencapai Ridla Ilahi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa surga diliputi dengan perkara-perkara yang tidak disenangi, dan neraka diliputi dengan syahwat. Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya): Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” [Hadits Riwayat Bukhari 6/35, Muslim 1153 dari Abu Sa’id Al-Khudry, ini adalah lafadz Muslim. Sabda Rasulullah: “70 musim” yakni: perjalanan 70 tahun, demikian dikatakan dalam Fathul Bari 6/48]. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka” [Hadits Riwayat Ahmad 3/241, 3/296 dari Jabir, Ahmad 4/22 dan Utsman bin Abil ‘Ash. Ini adalah hadits yang shahih]. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): Barangsiapa yang berpuasa sehari di jalan Allah maka di antara dia dan neraka ada parit yang luasnya seperti antara langit dengan bumi” [Dikeluarkan oleh Tirmidzi no. 1624 dari hadits Abi Umamah]. Masyarakat Gaza sempat terperanjat saat mengetahui sebagian besar para relawan RSI berpuasa sunah secara rutin. “Bagaimana bisa kalian bekerja keras sambil berpuasa?” demikian salah satu ungkapan mereka kepada para relawan. Atas ijin dan karunia Allah semata sebagian masyarakat yang mengetahui kondisi semangat para relawan RSI di bumi para nabi di Palestina ini berusaha secara bergantian mengundang para relawan RSI untuk futhur buka puasa dengan makanan-makanan ala Gaza di rumah-rumah mereka atau secara bersama di Masjid walau dalam hati kecil para relawan berkata Subhanallah bahwa masyarakat Gaza Palestina yang sedang terblokade masih ingin menghormati tamu-tamunya yaitu para relawan RSI Gaza Palestina. Sangat terasa kasih sayang antara masyarakat Gaza Palestina dengan masyarakat Indonesia karena mereka memang bersaudara dalam ikatan Allah Subhanahu wa Ta’ala Yaa Allah penguasa langit dan bumi jadikanlah puasa para relawan yang berada di jalan Mu dan Al-Qur’an yang dibaca oleh mereka akan memberikan syafaat kepada mereka di hari Kiamat.

Silahkan bertanya?