Ribuan Warga Gaza Ikuti Aksi “The Great March of Return”

Relawan Indonesia di Gaza melaporkan bahwa hari ini, Jumat/30 Maret 2018, ribuan warga Gaza baik laki-laki, perempuan, bahkan anak-anak menuju perbatasan Israel untuk mengikuti aksi protes damai yang disebut sebagai “The Great March of Return”. Hari ini adalah hari pertama aksi yang bertepatan dengan peringatan 42 tahun Hari Tanah. Berbeda dengan sebelumnya, aksi tahun ini rencananya akan terus dilakukan selama berminggu-minggu ke depan hingga 15 Mei 2018 untuk memperingati 70 tahun Hari Nakbah atau bencana. Pada hari itu tahun 1948, lebih dari 700.000 warga Palestina diusir dari tanah mereka untuk membuka jalan bagi terciptanya negara Israel. Aksi diselenggarakan sebagai protes besar tanpa kekerasan warga Palestina yang menuntut hak mereka untuk kembali ke wilayah asal yang telah direbut oleh Israel. Merespon aksi warga Palestina di Gaza, ratusan personil militer zionis Israel juga mulai berkumpul di sekitar perbatasan dengan peralatan militer lengkap. Seluruh Rumah Sakit di Gaza termasuk Rumah Sakit Indonesia yang berjarak hanya 2,5 km dari perbatasan Israel tetap beroperasi meskipun di hari libur. Hal ini untuk mengantisipasi jatuhnya korban. Ikuti kami di: Website : www.mer-c.org FB : @MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia WA : 0811990176
Sungai, Sumber Air RS Indonesia Rakhine di Musim Kemarau

Selain listrik yang kerap mati, air pun menjadi kendala terlebih saat musim kemarau seperti sekarang ini, air di sekitar lokasi pembangunan RS Indonesia (RSI) yang terletak di desa Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar pun menjadi kering. Salah satu usaha untuk mendapatkan air adalah lewat sungai yang berada di dekat RSI. Pipa sepanjang lebih dari 500 m dari sungai ke lokasi RSI pun harus dipasang untuk mendapatkan air yang akan digunakan baik untuk kebutuhan proyek atau pun untuk kebutuhan sehari-hari. Hari ini, Ahamdulillah, pipa air sudah terpasang,” ungkap Nur Ikhwan penuh syukur dalam pesan singkatnya. “Dengan menggunakan pompa, air sudah mulai mengalir ke bak penampungan yang dibuat di bagian belakang lokasi RSI. Perlu waktu sekitar 3 jam hingga bak penampungan ini penuh,” tambahnya. Ditengah berbagai kendala yang ada, pembangunan RS Indonesia di wilayah konflik Rakhine State, Myanmar terus berjalan dan diharapkan dapat selesai sesuai jadwal pada bulan September 2018 mendatang. Doa dan dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan demi terwujudnya RS Indonesia yang diharapkan dapat menjadi sebuah langkah kemanusiaan untuk memberikan bantuan jangka panjang bagi masyarakat korban konflik di Myanmar. Dukungan dan Donasi Sahabat untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
Pengawas Pembangunan RS Indonesia di Rakhine Manfaatkan Kayu Bakar untuk Memasak

“Dari tadi pagi sih Mba. Sampai sore ini listrik belum hidup juga”, sepenggal kalimat yang masuk ke wa MER-C saat MER-C Pusat menanyakan kondisi dua pengawas pembangunan dan perkembangan pembangunan RS Indonesia yang sedang berlangsung di Mrauk U, Rakhine State, Myanmar. Ir. Nur Ikhwan Abadi, Site Manager RS Indonesia menginformasikan bahwa sehari-hari listrik di lokasi pembangunan RS Indonesia sering mendadak mati, namun biasanya hanya sekitar satu sampai dua jam, kemudian hidup kembali. Tapi beberapa hari ini listrik mati dari pagi sampai sore. Untuk mensiasatinya, Nur Ikhwan mengaku mereka memanfaatkan kayu-kayu sisa pembangunan yang sudah tidak terpakai untuk membuat tungku yang mereka gunakan untuk memasak makanan. Ketergantungan warga Rakhine dan Mrauk U akan listrik memang sangat tinggi. Hal ini dikarenakan warga masyarakat menggunakan listrik untuk kebutuhan sehari-hari termasuk memasak, begitupun dengan kedua pengawas pembangunan RS Indonesia. Penggunaan gas ada, tapi pasokan gas tidak sampai ke wilayah Mrauk U. Ditanya tentang pengaruh matinya listrik dengan pekerjaan pembangunan rumah sakit, menurut Nur Ikhwan pekerjaan tetap berjalan karena tersedianya genset di lokasi pembangunan. Dukungan dan Donasi Sahabat untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
Pembangunan RS Indonesia di Rakhine Masuki Tahap Pengecoran Tie Beam

Pembangunan bangunan utama RS Indonesia yang tengah berlangsung di Rakhine State, Myanmar pada Minggu, 25 Februari 2018 sudah mulai tahap pengecoran tie beam, yaitu pengecoran balok pengikat antar pondasi. Menurut Ir. Nur Ikhwan Abadi, Site Manager RS Indonesia di Rakhine, pekerjaan pengecoran tie beam diperkirakan akan memakan waktu hingga bulan Maret 2018. Pekerjaan selanjutnya dari bangunan utama RS Indonesia yang akan terdiri dari 2 lantai adalah pekerjaan kolom yaitu pemasangan besi, bekisting dan pengecoran. Pembangunan RS Indonesia dijadwalkan akan selesai pada bulan September 2018 mendatang. Pembangunan RS Indonesia adalah bagian dari Diplomasi Kemanusiaan yang sudah dilakukan MER-C sejak membangun RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Dukungan dan Donasi Sahabat untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
Lika-liku Pembangunan RS Indonesia di Rakhine, Myanmar

Membangun di daerah konflik memang berbeda dengan membangun di daerah aman, dimana semua bisa diprediksi atau diperkirakan sesuai dengan yang direncanakan. Tidak terkecuali pembangunan sarana kesehatan RS Indonesia yang saat ini sedang dibangun di Rakhine State, Myanmar, tempat dimana banyak terjadi konflik horizontal. Site Manager RS Indonesia, Ir. Nur Ikhwan Abadi melaporkan bahwa pembangunan Rumah Sakit Indonesia tepatnya di Myaung Bwe Village, Mrauk U Township, Rakhine State, sudah mencapai lebih dari 21 persen. Setelah pekerjaan fondasi selesai, tahap berikutnya adalah pekerjaan timbunan dan tie beam yang diperkirakan akan selesai dalam dua minggu kedepan. Direncanakan pembangunan bangunan seluas 2.100 meter persegi ini akan selesai dalam waktu 10 bulan. Namun pekerjaan sempat beberapa kali terhambat akibat situasi yang tidak bisa diprediksi. Seperti perizinan material untuk datang ke Mrauk U. Material-material khusus seperti plate, h beam, anchor bolt dan lainnya harus didatangkan dari luar Rakhine. Material tersebut memerlukan perizinan khusus dari pemerintah yang memerlukan waktu. Ditambah lagi setidaknya diperlukan 2-3 hari perjalanan darat untuk mengangkut material tersebut ke lokasi pembangunan RS Indonesia di Myaung Bwe. Material lain yang memerlukan perizinan khusus adalah tanah timbunan. Mengambil tanah untuk timbunan bangunan seluas lebih dari 2.000 meter persegi tersebut memang tidak mudah. Hal ini dikarenakan tanah timbunan diambil dari bukit-bukit yang mengelilingi Mrauk U dimana di atasnya banyak terdapat peninggalan bersejarah. Untuk mendapatkan izin pengambilan tanah urugan ini diperlukan perizinan 3 departeman, salah satunya adalah Departemen Arkeologi, yang sangat ketat membatasi pengambilan tanah yang dianggap akan merusak situs bersejarah. Namun semua ini tidak menyurutkan semangat tim pembangunan RS Indonesia. Pekerjaan harus terus dilakukan dan amanah dari rakyat Indonesia harus segera disampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan di Rakhine. Semoga Allah memberikan pertolongan dan kemudahan agar amanah rakyat Indonesia berupa bangunan Rumah Sakit ini bisa segera terealisasi. Dukungan dan Donasi Sahabat untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
Dubes Palestina Dukung Pengembangan Bangunan RS Indonesia di Gaza

Jakarta, MINA – Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shoun menyatakan dukungannya pada program lembaga kemanusiaan kegawatdaruratan Indonesia Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk Palestina, perihal rencana pengembangan dan penambahan dua lantai Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza dan rencana baru pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Tepi Barat, Palestina. “Saya sangat mengapresiasi rencana ini, rakyat Indonesia memiliki kepedulian besar pada rakyat Palestina, masalah kesehatan merupakan hal terpenting yang saat ini menjadi fokus pemerintah Palestina,” ujar Zuhair saat menerima audiensi Tim MER-C di Kedutaan Besar Palestina, Selasa (13/2). Zuhair menegaskan, dirinya siap membantu untuk berkomuniasi dengan Menteri Kesehatan Palestina Dr. Jawad Awwad untuk membicarakan rencana pengembangan rumah sakit tersebut. Kepada Dubes, Presidium Mer-C, dr. Arief Rachman Sp.Rad. mengatakan, disain pengembangan RSI untuk lantai 3 dan 4 sedang difinalisasi oleh tim arsitek MER-C. Luas bangunan tiap lantai sekitar 3.000 meter persegi sehingga untuk dua lantai luas keseluruhan akan mencapai 6.000 meter persegi. Seperti pembangunan sebelumnya yang dilakukan oleh relawan konstruksi dari Indonesia di tahun 2015, kali ini MER-C juga berharap dapat melakukan hal serupa. Dukungan dan donasi untuk Amanah Pengembangan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0153678; Bank Mandiri, 124.000.8111.925; BSM, 700.1352.061; BNI Syariah, 081.119.2973; BMI, 358.000.1720; dan BRI, 033.501.0007.60308 a/n Medical Emergency Rescue Committee.(RA-1/B05/RS1) Sumber : http://www.mirajnews.com/2018/02/dubes-palestina-dukung-pengembangan-bangunan-rs-indonesia-di-gaza.html
Bantu Deteksi Kanker Payudara, MER-C Sumbang Alat Mammography untuk Gaza

Satu set alat mammography sumbangan rakyat Indonesia tiba di Jalur Gaza, tepatnya pada 13 November 2017 lalu. Alat kesehatan senilai $ 67,500 atau setara lebih dari Rp 900 juta dapat terwujud berkat donasi yang masuk ke amanah Kemanusiaan Gaza. Alat ini akan melengkapi fasilitas kesehatan di Jalur Gaza bagian selatan, yaitu Al Rahma Medical Center di Khan Younis. Menurut dr. Arief Rachman, SpRad, anggota Presidium sekaligus Tim Pengadaan Alat Kesehatan RS MER-C, mammogram adalah alat radiologi yang dapat digunakan untuk screening dan diagnosis kelainan di payudara, terutama kanker. Selain mammogram, alat radiologi lain berupa CR (Computed Radiography) juga disumbangkan untuk memodernisasi sistem radiologi di fasilitas kesehatan tersebut. Kedua alat kesehatan ini diproduksi dan diimpor langsung dari Eropa melalui supplier lokal di Gaza. “Dengan sistem digital ini, diharapkan layanan radiologi di Al Rahma Medical Center semakin efisien dan maju,” ujar Arief. Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan bahwa dari 3.927 kasus kanker baru pada tahun 2015, kanker payudara menempati urutan teratas, pada wanita kanker jenis ini juga menjadi penyebab kematian tertinggi. “Bantuan alat mammography sangat bermanfaat membantu program kami melakukan penyadaran mengenai kanker payudara dan membantu wanita Gaza mendapatkan akses pemeriksaan untuk deteksi dini kanker” papar Jamal perwakilan dari Al Rahma Charity Association. Ia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat Indonesia untuk bantuan dan dukungan yang telah diberikan. “Bantuan ini akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya kepada warga di Jalur Gaza bagian Selatan,” ujar Jamal. “Kami berdoa kepada Allah SWT semoga menerima kebaikan masyarakat Indonesia dan menjadi catatan di hari akhir,” tambahnya. Dukungan dan donasi bagi amanah Kemanusiaan Gaza lainnya seperti bantuan musim dingin, bantuan paket sekolah, program ifthar dan bantuan logistik untuk Ramadhan dan Idul Fitri dapat disalurkan melalui: BCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 Atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info: Website : www.mer-c.org Facebook : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk Orang-orang yang Paling Membutuhkan|
Gubernur DKI Jakarta Dukung Program MER-C untuk Palestina

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyatakan dukungannya pada program MER-C untuk Palestina, khususnya rencana pengembangan dan penambahan 2 lantai RS Indonesia yang terletak di wilayah yang masih berkecamuk, Jalur Gaza, Palestina. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi Tim MER-C di Balaikota, Senin (18/12). “Ini adalah sebuah ikhtiar mulia membela perjuangan warga Palestina untuk meraih kemerdekaan. MER-C sudah menjadi wakil kita di garda terdepan hadir langsung di tanah Palestina untuk memastikan bahwa warga Palestina terjamin kesehatannya,” ujar Anies. Lebih lanjut menurut Anies bahwa ikhtiar melalui rumah sakit adalah sesuatu yang menjadi kebutuhan mendasar, apalagi di zona dimana pertempuran masih berlangsung. “Saya ikut bangga, saya salut dan insya Allah akan dukung terus,” tegas Anies. “Kita semua perlu mendukung MER-C,” tambahnya. Ir. Faried Thalib, Pimpinan pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina memaparkan bahwa disain pengembangan RSI untuk lantai 3 dan 4 sedang difinalisasi oleh Tim Arsitek MER-C. Luas bangunan per lantai sekitar 3.000 meter persegi sehingga untuk 2 lantai luas keseluruhan akan mencapai 6.000 meter persegi. Seperti pembangunan sebelumnya yang dilakukan oleh relawan konstruksi dari Indonesia, kali ini MER-C juga berharap dapat melakukan hal serupa. “Kita akan mengirimkan sekitar 15 – 20 relawan ke Jalur Gaza, yang sudah berpengalaman untuk melakukan pembangunan lantai 3 dan 4 RSI”, terang Faried. Tidak hanya pengembangan ruangan, untuk melengkapi RSI sebagai RS utama di Jalur Gaza bagian utara, dengan dukungan rakyat Indonesia MER-C juga akan penambahan alat-alat kesehatan berupa tempat tidur dan alat lainnya. Bahkan bila dana mencukupi, MER-C akan melengkapi RSI dengan MRI. Audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta ini diikuti oleh dr. Sarbini Abdul Murad (Presidium), dr. Joserizal Jurnalis, SpOT (Presidium), Ir. Faried Thalib (Presidium), Ir. Idrus M. Alatas (Ketua Divisi konstruksi), Drs. Ichsan Thalib (Divisi Konstruksi), Geisz Chalifah, Ir. Rizal Syarifudin (Divisi Konstruksi), Ir. Luly Larissa (Divisi Penggalangan Dana), dan Rima Manzanaris (Manajer Operasional MER-C). Dukungan dan Donasi untuk Amanah Pengembangan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111.925 BSM, 700.1352.061 BNI Syariah, 081.119.2973 BMI, 358.000.1720 BRI, 033.501.0007.60308 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info: Website : www.mer-c.org Facebook : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176
GAZA DAN TEROR MUSIM DINGIN

Lebih dari 10 tahun sudah Gaza dengan 2 juta warganya hidup dalam penjara Israel bernama blokade, penutupan pintu-pintu perbatasan antara Gaza dan dunia luar telah melahirkan berbagai krisis kemanusiaan dan penderitaan tak berujung. Ratusan terowongan bawah tanah yang selama ini dijadikan alternatif oleh warga Gaza untuk mensuplai barang kebutuhan juga telah dihancurkan. Hari ini, warga Gaza di Palestina sedang menjalani masa-masa terburuk dalam sejarah penjajahan Israel atas mereka. Tidak berhenti sampai disitu, warga Gaza juga harus menghadapi penderitaan tahunan, sebuah teror bernama cuaca ekstrim di musim dingin. Saat ini, musim dingin telah tiba. Menguji kesabaran dan ketahanan warga Gaza, para korban kekejaman. Agresi Israel yang telah meluluh lantahkan tempat tinggal mereka. Tidak ada persiapan yang seimbang bagi mereka untuk menghadapi teror musim dingin ini, terutama kalangan anak-anak dan manula yang sensitif terhadap cuaca ekstrim. Bantuan logistik musim dingin yang biasa dikirim oleh negara-negara tetangga (negara teluk) tidak bisa lagi terlalu diharapkan dikarenakan suhu politik dan konflik internal akut yang sedang menjangkiti negara-negara donatur tersebut saat ini. Dan sekali lagi, itu berarti warga Gaza harus berjuang sendirian untuk mempertahankan eksistensi kehidupan mereka. Dalam kondisi semacam ini, tidak banyak hal yang bisa diharapkan oleh warga Palestina di Gaza yang bisa meringankan beban mereka di musim dingin. Namun, bicara masalah harapan, bisa dibilang “Indonesia” masih berada di posisi teratas dari sedikitnya harapan yang dimiliki warga Gaza saat ini. Selain RS Indonesia yang selama 2 tahun ini telah hadir berdiri dengan megah di bumi perjuangan Gaza, Palestina…. Menjadi harapan untuk ikhtiar pengobatan bagi warga Gaza khususnya bagian utara…. Simbol persaudaraan dan dukungan jangka panjang Indonesia untuk Palestina… MER-C juga akan menyalurkan bantuan selimut untuk bisa meringankan penderitaan dan membantu warga Gaza melalui masa-masa sulit di musim dingin tahun ini. Satu lembar selimut hangat akan menjaga anak-anak Gaza dari ganasnya cuaca dingin yang terus mengintai. MER-C Cabang Gaza akan menyalurkan langsung bantuan Anda untuk warga Gaza yang membutuhkan… Salurkan kepedulian anda melalui rekening donasi Amanah Kemanusiaan Gaza, Palestina : BCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 An. Medical Emergency Rescue Committee Info: Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk orang-orang yang paling Membutuhkan|
Penggalian Pondasi RS Indonesia di Rakhine Capai 50 Persen

Dalam rangka memberikan bantuan jangka panjang bagi masyarakat korban konflik di Rakhine State, Myanmar, pembangunan Rumah Sakit Indonesia tepatnya di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State terus berlanjut. Ir. Nur Ikhwan Abadi, Site Manager RSI, melaporkan bahwa pekerjaan pembangunan bangunan utama RS Indonesia berukuran sekitar 2.100 m2 saat ini dalam tahap penggalian pondasi dengan progress mencapai lebih 50 persen. “Progress penggalian pondasi rumah sakit sudah lebih dari 50 persen. Lebih dari 100 pondasi sudah selesai dari 200 pondasi yang direncanakan. Pondasi yang sudah dicor sampai dengan hari ini mencapai 10 titik,” terang Ikhwan. “Para pekerja lokal yang terdiri umat Muslim dan Budha saat ini masih terus merakit besi-besi untuk pondasi, galian pondasi dan pengecoran lantai kerja (lean conrete) untuk lubang pondasi yang sudah selesai,” tambahnya. Ditanya tentang kendala di lapangan, Nur Ikhwan menjelaskan bahwa sampai saat ini tidak ada kendala berarti dalam proses pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine, baik material maupun hal lainnya. “Material sampai sekarang tidak ada masalah. Seminggu yang lalu besi-besi sudah datang lagi 7 ton. Batu dan pasir juga baru masuk 10 truk.” Meskipun sempat ada informasi temuan tiga bom di Mrauk U beberapa hari sebelumnya, bahkan satu bom sempat meledak yang menargetkan salah seorang Menteri saat sedang lewat di Mrauk U, namun menurut Ikhwan hal ini juga tidak mempengaruhi proses pembangunan. “Karena adanya informasi bom tersebut, memang kami sempat didatangi petugas keamanan setempat untuk ditanya identitas dan izin, namun Alhamdulillah kejadian ini tidak mengganggu proses pembangunan, pembangunan RS Indonesia tetap berjalan.” Ir. Nur Ikhwan Abadi (Site Manager) bersama Ir. Ahmad Fauzi (Site Engineer), keduanya adalah insinyur yang ditugaskan untuk mengawasi pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar hingga pembangunan rumah sakit selesai. Para insinyur ini dipercaya untuk mengawal pembangunan RS Indonesia di Rakhine karena keduanya sudah berpengalaman dalam pembangunan RS Indonesia di wilayah perang Jalur Gaza, Palestina. Setiap hari, Ikhwan dan Fauzi mengunjungi lokasi pembangunan untuk mengawasi para pekerja dari kontraktor lokal yang berjumlah 30 – 40 orang per harinya. Pembangunan bangunan utama RS Indonesia diperkirakan memakan waktu hingga 10 bulan ke depan. Dukungan dan bantuan bagi program ini dapat disalurkan melalui : Mandiri, 124.000.8111.982 BSM, 700.1306.833 BCA, 686.028.0009 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info: Webiste : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|