MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Musim Dingin Melanda Gaza, MER-C Bagikan Selimut dan Baju Hangat

Gaza – Setelah bantuan selimut sebanyak 1.200 buah tersalurkan kepada warga Gaza sejak awal musim dingin lalu, kini MER-C Cabang Gaza kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan amanah dari para donatur di Indonesia. Bantuan yang diberikan kali ini adalah pakaian musim dingin yang terdiri dari kaos, long john, celana panjang, jaket hangat, untuk wanita ditambah dengan jalabiah tebal dan kerudung. Sebanyak 500 paket pakaian musim dingin disiapkan dan telah bertahap dibagikan sejak Selasa (3/2) lalu yang terdiri dari 150 stel pakaian untuk pria, 150 stel untuk wanita dan sisanya sebanyak 200 stel pakaian untuk anak-anak. Bantuan langsung disalurkan oleh relawan MER-C yang sedang bertugas untuk Pembangunan RS Indonesia di Gaza. Selimut dan pakaian dingin ini diharapkan dapat membantu warga Gaza bertahan menghadapi musim dingin yang kerendahan suhunya bisa mencapai hingga 5 derajat celcius. Bahkan, menurut informasi dua musim dingin terakhir adalah musim dingin terekstrim di Gaza setelah 50 tahun lamanya. Dampak musim dingin kali ini terasa lebih berat bagi warga Gaza terutama bagi mereka yang rumahnya hancur akibat agresi militer Israel pada perang 51 hari lalu, juga tentunya bagi rakyat kalangan bawah yang rumahnya tidak mampu menahan dinginnya musim tahun ini.   Dibandingkan dengan penyaluran bantuan-bantuan sebelumnya seperti sembako, peralatan sekolah, dll, teknis pemberian bantuan pakaian dingin dilakukan sedikit berbeda. Relawan MER-C terlebih dahulu membagikan kupon kepada para warga yang berhak. Warga penerima kupon kemudian dapat menukarkan kupon tersebut dengan satu paket pakaian dingin di toko pakaian yang telah ditunjuk oleh MER-C Cabang Gaza. Dengan cara ini diharapkan pakaian yang diterima warga bisa cocok dan sesuai baik ukuran, model dan warnanya. MER-C juga menugaskan beberapa relawannya untuk berjaga di toko pakaian yang telah ditetapkan tersebut untuk membantu melayani para warga yang berdatangan mengambil bantuan pakaian musim dingin mereka, karena setiap harinya warga yang datang untuk menukarkan kupon bantuan mencapai 100 orang. Dengan target 100 orang per hari, maka pembagian bantuan pakaian dingin ini akan selesai tersalurkan dalam 5 hari hingga Ahad (8/2).   Warga Gaza mengaku senang dengan bantuan dan sistem pembagian seperti ini karena mereka dapat memilih pakaian yang cocok untuk mereka dan bisa langsung mereka pakai kala musim dingin melanda Gaza seperti saat ini. Warga Gaza juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan. Sementara itu, 19 relawan MER-C Indonesia masih berada di Gaza dengan tugas diantaranya untuk mengawal proses pengadaan alat kesehatan RS Indonesia di Gaza. Proses ini masih terus berlangsung, beberapa alat seperti nebulizer dan ventilator sudah tiba  dan akan menyusul kedatangan alat-alat lainnya yang akan mengisi seluruh ruangan RS Indonesia.          

FPI Kembali Sumbang 500 Juta Rupiah Untuk RS Indonesia Di Gaza

Front Pembela Islam (FPI) saat memberikan sumbangan dana untuk RS Indonesia, di Gaza, Palestina kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) (Foto: Chamid/MINA) Jakarta, 12 Rabiul Awwal 1436/3 Januari 2015 (MINA) – Front Pembela Islam (FPI) kembali menyumbangkan dana sebesar  Rp 500  juta untuk bank darah di Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza. Imam besar FPI, Habib Rizieq Syihab menyatakan hal itu dalam acara Tablig Akbar di Jakarta, Jum’at (2/1) malam. “Alhamdulillah, tahap pertama beberapa waktu lalu sudah kita sumbangkan sebesar Rp 500 juta dan sekarang kita sumbangkan lagi tahap kedua sebesar Rp 500 juta. Insya Allah bulan depan kita akan berikan lagi Rp 500 juta, jadi total Rp. 1,5 milyar, ” kata Rizieq.   Sumbangan tersebut disalurkan melalui lembaga kemanusian Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang langsung diserahkan kepada ketua presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah, disaksikan para jamaah tablig akbar di Petamburan, Jakarta. “Bantuan ini 100 persen berasal dari  masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke melalui FPI,” imbuhnya. FPI sebelumnya juga telah memberikan bantuan dananya melalui MER-C sebesar Rp 500 juta yang diterima oleh Presidium MER-C, Jozerizal Jurnalis dan ketua pembangunan RS Indonesia di Gaza, Farid Thalib dalam acara Tablig Akbar FPI di Jakarta, Ahad (7/12) lalu. FPI adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta. Selain beberapa kelompok internal, FPI memiliki kelompok Laskar Pembela Islam, kelompok paramiliter yang melakukan aksi-aksi “penertiban” (sweeping) terhadap kegiatan-kegiatan yang dianggap maksiat atau bertentangan dengan Syariat Islam terutama pada bulan Ramadan. FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 bertepatan dengan 24 Rabiuts Tsani 1419 H di halaman Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, Jakarta Selatan. FPI dibentuk oleh sejumlah Habaib, Ulama, Mubaligh dan aktivis Muslim serta disaksikan ratusan santri yang berasal dari Jabotabek. FPI dibentuk dengan tujuan untuk mencegah kemunkaran dan kemaksiatan di Indonesia. Hingga kini, sebanyak 19 relawan Indonesia di RS Indonesia masih berada di Jalur Gaza untuk menyelesaikan pekerjaan akhir Rumah Sakit Indonesia serta mengawal pengadaan alat kesehatan agar rumah sakit dapat segera beroperasi. Sebelumnya MER-C juga menerima sumbangan  dari komunitas musik metal sebesar Rp 89.615.000, PT. Samick Indonesia, perusahaan Korea yang memproduksi alat musik gitar dan piano, menyumbang Rp 64.963.500 dan komunitas musik aliran underground Bandung sebesar 2.002.200 rupiah serta Orang Indonesia (OI) atau Iwan Fals Fans Club (IFFC) sebesar 90.866.900   sebagai bentuk persaudaraan pada warga Gaza, Palestina. (L/P010 Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/fpi-kembali-sumbang-500-juta-rupiah-untuk-rs-indonesia-di-gaza/        

FPI Sumbang Bank Darah Untuk RS Indonesia Di Gaza

FPI sumbang bank darah untuk RS Indonesia di Gaza (Foto: mirajnews.com) Jakarta, 14 Shafar 1436/7 Desember 2014 (MINA) – Front Pembela Islam (FPI) menyumbangkan dana sebesar  Rp 1,5 milyar untuk bank darah di rumah sakit Indonesia (RSI) di Gaza melalui lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Imam besar FPI Habib Rizieq Syihab menyatakan hal itu dalam acara tablig akbar FPI di Jakarta, Ahad. “Alhamdulillah, sumbangan tahap pertama sebesar Rp 500 juta. Insya Allah bulan depan kita akan berikan lagi Rp 1 milyar,” kata Rizieq. “Bantuan ini 100 persen berasal dari  masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke melalui FPI,” imbuhnya.  Sementara itu ketua pembangunan RSI di Gaza Farid Thalib mengatakan peresmian Rumah sakit itu akan dilakukan pada Januari 2015. ”Insya Allah dana sudah mencukupi untuk melengkapi alat kesehatannya dan peresmian akan segara dilakukan,” katanya. Presidium MER-C, Jozerizal Jurnalis mengatakan dalam melawan Israel, umat Islam harus berjama’ah. “ Umat islam cukup memiliki potensi dan kekuatan untuk menolong saudaranya di Palestina dalam berjuang melawan penjajahan Israel. Keberadaan RSI di Gaza merupakan suatu bentuk partisipasi masyarakat Indonesia dalam melawan penjajah,” katanya. Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta.Selain beberapa kelompok internal, FPI memiliki kelompok Laskar Pembela Islam, kelompok paramiliter yang melakukan aksi-aksi “penertiban” (sweeping) terhadap kegiatan-kegiatan yang dianggap maksiat atau bertentangan dengan Syariat Islam terutama pada bulan Ramadan. FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 (atau 24 Rabiuts Tsani 1419 H) di halaman Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, Jakarta Selatan. FPI dibentuk oleh sejumlah Habaib, Ulama, Mubaligh dan Aktivis Muslim serta disaksikan ratusan santri yang berasal dari Jabotabek. FPI dibentuk dengan tujuan untuk mencegah kemunkaran dan kemaksiatan di Indonesia.(L/P009/R03). Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/fpi-sumbang-bank-darah-untuk-rs-indonesia-di-gaza/        

MER-C Kembali Terima Bantuan Untuk Pembangunan Rumah Sakit Indonesia

Ketua Yayasan Nurul Jihad, Dr. Firdaus Syam, MA (Foto: MINA) Jakarta, 12 Safar 1436/5 Desember 2014 (MINA) – Medical Emergency Rescue-Comitte (MER-C) kembali menerima donasi untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Jum’at (5/12) siang. Bantuan kali ini datang dari Yayasan Masjid Nurul Jihad dan Yayasan Masjid At-Taqwa, Tebet, Jakarta Selatan. Kedua yayasan ini memberikan bantuan dana masing-masing Rp. 12. 033.000,00 dan Rp. 2.000.000,00 sehingga total bantuan menjadi Rp. 14.033.000,00. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh ketua Yayasan Nurul Jihad, Dr. Firdaus Syam, MA dan diterima MER-C di Masjid Nurul Jihad, Tebet.  Dalam sambutannya, ia menyatakan, bantuan itu dikumpulkan oleh seluruh jamaah masjid yang memang diniatkan untuk membantu warga Palestina khususnya daerah Jalur Gaza. “Ini adalah bantuan dari seluruh jamaah masjid untuk saudara-saudara kita di Palestina, khususnya daerah yang paling parah terkena dampak serangan Israel,” katanya. Ia berharap, bantuan tersebut bisa bermanfaat meskipun jumlahnya tidak besar. Ia juga berharap, para relawan dari MER-C terus membantu Gaza. “Semoga bantuan yang tidak banyak ini bisa meringankan beban warga Palestina, dan kami berharap, relawan MER-C tidak berhenti dan harus jangan sampai berhenti sampai Palestina merdeka,” ujarnya. Sebelumnya pada Agustus lalu, lembaga ini telah menerima bantuan dari masyarakat Aceh Rp. 6.379.606.470, termasuk emas 12 gram. Kemudian pada Oktober, masyarakat Aceh kembali menyalurkan bantuan untuk kedua kalinya sebesar Rp. 208.654.163.   Tentang MER-C MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak di bidang kegawatdaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, profesional serta netral. Tujuan MER-C adalah memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri. Awalnya, organisasi ini dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa Universitas Indonesia yang berinisiatif melakukan tindakan medis untuk membantu korban konflik di Maluku, Agustus 1999. Sejak dibentuk, lembaga ini telah mengirim tim medisnya ke berbagai daerah konflik perang, krisis kemanusiaan, wilayah bencana di seluruh dunia. MER-C juga berpartisipasi dalam berbagai misi kemanusiaan nasional dan internasional, salah satunya adalah upaya untuk membuka bloklade Israel atas Jalur Gaza, Palestina, dengan ikut serta dalam konvoi kapal Mavi Marmara 2010. Dengan prinsip rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam), MER-C memberi  “pertolongan” kepada semua makhluk, baik personal maupun kelompok tanpa melihat latar belakang, agama, mazhab, kebangsaan, etnis, golongan, politik, penjahat atau bukan, dan pemberontak atau bukan, melainkan atas dasar kegawatan. (L/P011/P2) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/nasional/merc-kembali-terima-bantuan-untuk-pembangunan-rumah-sakit-indonesia/              

MER-C Tandatangani Kontrak Dengan Penyedia Alkes RS Indonesia di Gaza

Ir. Edy Wahyudi (kanan) dan Maher Elsham (kiri), saat menandatangani kontrak pengadaan Alkes untuk RS Indonesia di Gaza (Foto : MINA) Gaza, 1 Shafar 1436 / 24 November 2014 (MINA) – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tandatangani kontrak dengan penyedia (Supplier) alat kesehatan (Alkes) untuk Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Palestina, Ahad (23/11). Penandatanganan kontrak dilaksanakan di Rumah Sakit Indonesia yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza bagian utara yang diwakili oleh Ir. Edy Wahyudi, manager proyek pembangunan RS Indonesia. “Alhamdulillah hari ini bisa dilaksanakan penandatanganan kontrak dengan supplier RS Indonesia, dan rencananya alat alat kesehatan tersebut akan tiba dalam 6-7 pekan yang akan datang,” kata Wahyudi kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza.  Alat kesehatan yang dipesan adalah patient beds atau ranjang pasien, paket alat-alat operasi, central steril, hospital furniture, medical electronic dan patient monitor. Diharapkan pada awal tahuan 2015 alat-alat kesehatan yang dipesan tersebut akan segera tiba di RS Indonesia sehingga bisa segera beroperasi. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Rumah Sakit Indonesia, di Gaza Palestina (Foto: MINA) Menjawab pertanyaan MINA, tentang sulitnya masuk barang barang ke Jalur Gaza akibat perbatasan yang belum terbuka secara penuh, Shadi Abdul Qadir, salah seorang supplier mengatakan bahwa mereka akan mengusahakan semaksimal mungkin sesuai dengan jadwal yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. “Kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk mendatangkan alat-alat kesehatan ini, kami juga ucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas banatuan yang telah diberikan,” ujar Shadi. Direncanakan pengadaan alat kesehatan RS Indonesia tersebut dilakukan sejak bulan Juli lalu, namun saat itu terjadi  agresi besar besaran Israel terhadap jalur Gaza yang mengakibatkan tertutupnya kemungkinan pengadaan alat kesehatan. Perang yang berlangsung selama 51 hari tersebut menjadi salah satu kendala tertundanya pengadaan alat kesehatan dan penyelesaian bangunan pendukung RS Indonesia. Sementara itu saat ini para relawan Indonesia yang berjumlah 19 orang saat ini sedang menyelesaikan pembangunan pendukung RS Indonesia yaitu Guess House yang nantinya akan digunakan tempat tinggal para relawan yang akan datang untuk bekerja di Rumah Sakit Indonesia. Direncanakan pada bulan Februari yang akan datang RS Indonesia akan diresmikan serta di serah terimakan kepada rakyat gaza untuk segera beroperasional. (L/K01/R11) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/merc-tandatangani-kontrak-dengan-penyedia-alkes-rs-indonesia-di-gaza/                

Wisma Rakyat Indonesia di Gaza Tengah Dibangun

Gaza, Palestina – Bersamaan dengan proses pengadaan Alat Kesehatan untuk RS Indonesia di Gaza, Palestina, 19 orang relawan MER-C di Gaza juga sedang berfokus mengerjakan pembangunan Wisma Rakyat Indonesia. Wisma Rakyat Indonesia adalah bangunan yang terletak di belakang bangunan utama RS Indonesia, masih di dalam kompleks RS Indonesia. Menurut Ir. Edy Wahyudi, Site Manager program RS Indonesia, progress pembangunan Wisma Rakyat Indonesia sudah memasuki pengerjaan lantai 2. Apabila material semen tersedia, pembangunan wisma ini diperkirakan selesai pada Desember 2014. Pembangunan Wisma Rakyat Indonesia dimulai sejak tanggal 2 Juli 2014. Akibat agresi Israel yang berlangsung selama tujuh pekan pada bulan Juli – Agustus 2014 lalu, pembangunan Wisma juga sedikit terhambat. Hal ini karena mempertimbangkan keselamatan para relawan sehingga selama agresi banyak pekerjaan yang dilakukan hanya di dalam ruangan. Selain itu, pasca agresi, stok semen juga menjadi kendala. “Pembangunan RS Indonesia sudah mencapai lantai 2. Saat ini kami masih terkendala dengan stok semen di Gaza, apabila semen bisa segera masuk ke Gaza, pembangunan Wisma Rakyat Indonesia diharapkan bisa selesai pada Desember 2014, bersamaan dengan target selesainya pengadaan alat kesehatan RS Indonesia,” ujar Ir. Edy Wahyudi.  Wisma Rakyat Indonesia terletak di belakang bangunan utama RS Indonesi. Bangunan 2 lantai seluas 368 m2 ini nantinya akan berfungsi sebagai kantor MER-C Cabang Gaza dan tempat tinggal relawan yang bertugas di Gaza.                

Masyarakat Aceh Serahkan Lagi Sumbangan untuk Gaza

Jakarta – Kamis (9/10), Kabag Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi  Biro Humas Setda Aceh, dr. Mahyuzar, MSi kembali menyerahkan sumbangan dari masyarakat Aceh untuk Gaza Palestina melalui MER-C. Sumbangan sebesar Rp 208.654.163,- diserahkan di Kantor Pusat MER-C Jakarta dan diterima langsung oleh Presidium MER-C, dr. Arief Rachman.  Mahyuzar menjelaskan bahwa sumbangan kali ini berasal dari Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Aceh Selatan serta dari karyawan dan keluarga besar Bank Aceh. “Dana Rp 160 juta adalah bantuan untuk Gaza dari Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Aceh Selatan. Lalu Rp 43 juta sekian merupakan sumbangan dari karyawan dan keluarga besar Bank Aceh. Sisanya sebanyak Rp 5 juta adalah bunga di Bank Mandiri tempat kami membuka rekening ini. Semuanya menjadi total  sebesar Rp 208.654.163,-,” ujar Mahyuzar yang juga merupakan Ketua Posko Aceh untuk Gaza. Lebih lanjut Mahyuzar menyatakan bahwa dengan diserahterimakannya sumbangan ini, maka Pemerintah Aceh telah menutup sumbangan melalui Posko Aceh untuk Gaza. Namun, menurutnya, apabila ada masyarakat Aceh yang masih ingin menyumbang untuk Gaza, maka Pemerintah Daerah Aceh mempersilahkan untuk mengirimkannya langsung ke lembaga MER-C. Sebelumnya masyarakat Aceh pada 27 Agustus 2014 Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, mewakili pemerintah dan masyarakat Aceh telah menyerahkan sumbangan dana Rp 6.379.606.470 dan 12 gram emas untuk membantu warga Palestina di Gaza melalui MER-C. Sehingga total donasi dari masyarakat Aceh untuk Gaza Palestina berjumlah Rp 6.588.260.633,- Sumbangan ini akan digunakan untuk membeli alat kesehatan bagi dua ruangan di Rumah Sakit Indonesia yang akan diberi nama dua pahlawan Aceh, yaitu Cut Nyak Dien atau Teungku Chik Di Tiro. Saat ini, sebanyak 19 orang relawan MER-C masih bertugas di Gaza. Proses pengadaan alat kesehatan (alkes) pun sudah dimulai dengan masuknya dokumen penawaran dari 12 pemasok alkes di Gaza. Seluruh dokumen penawaran sedang dalam tahap evaluasi oleh Tim alkes RS Indonesia di Jakarta. Diharapkan pengadaan alkes akan selesai pada akhir tahun ini dan RS Indonesia bisa segera diserahkan kepada rakyat Gaza sebagai hadiah dari rakyat Indonesia.            

Proses Pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Telah Dimulai

Jakarta – Donasi yang masuk ke MER-C untuk pengadaan alkes sudah hampir mencapai target, yaitu senilai 65 Milyar. Saat ini relawan MER-C dari divisi konstruksi, baik yang berada di Jakarta maupun yang berada di Gaza, sudah memulai proses pengadaan alat kesehatan RS Indonesia yang telah memasuki tahap seleksi alat-alat yang akan dibeli dari pemasok alkes di Gaza.  Sebelumnya, proses ini dimulai dari keberangkatan relawan medical technologist yang datang ke Gaza pada bulan Februari 2014, dimana tim tersebut selain mendatangi berbagai tempat untuk mengetahui proses pengadaan alat kesehatan untuk rumah sakit, juga berkoordinasi dengan pihak MOH. Tim mencoba untuk mencari pemasok alat-alat kesehatan yang ada di Gaza dikarenakan apabila di Gaza tidak terdapat pemasok alkes, maka peralatan tersebut harus dibeli dan didatangkan dari luar Gaza. Tim pengadaan alat kesehatan RS Indonesia yang diketuai oleh Ahyahudin Sodri ini membagi alat kesehatan tersebut ke dalam 14 paket yang ditawarkan kepada para pemasok. Setelah pihak relawan MER-C Jakarta dan Gaza berkomunikasi secara berkesinambungan baik melalui telpon maupun skype, akhirnya terkumpul sebanyak 12 pemasok yang sudah menyerahkan dokumen penawaran untuk alat kesehatan RS Indonesia. Seluruh dokumen penawaran saat ini telah di terima MER-C Pusat dan sedang dievaluasi untuk menentukan pemasok yang akan terpilih untuk menyediakan alat kesehatan RS Indonesia berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya oleh tim pengadaan alkes RS Indonesia. Proses pembelian ini dilakukan secara bertahap dan diharapkan akan selesai pada bulan Desember 2014, sehingga Rumah Sakit Indonesia ini dapat diserah-terimakan kepada pemerintah Gaza sebagai hadiah dari Rakyat Indonesia untuk Rakyat Gaza.        

Sumbangan untuk RS Indonesia Masih Terus Mengalir

Jakarta – Kamis (2/10), Ikatan Bujang Gadis Kampus Sumatera Selatan (IBG KSS) menyerahkan donasi untuk Gaza sebesar Rp 45.435.000,- di kantor pusat MER-C Jakarta. Sebelumnya, IBG KSS mengadakan acara konser amal untuk Gaza bertema “Youth Symphony For Humanity”, Minggu/3 Agustus 2014.   Pada saat acara tersebut, dilakukan juga video conference melalui skype antara Panitia di Palembang dengan Relawan MER-C di Gaza dan Presidium MER-C di Jakarta.     Di hari yang sama MER-C juga menerima donasi dari Pembaca Republika senilai Rp 400 juta. Sebelumnya Pembaca Republika juga sudah menyumbang untuk alat kesehatan ruangan  Poliklinik RS Indonesia senilai Rp 1 Milyar.        

PROGRAM KURBAN DI GAZA KEMBALI DI LAKSANAKAN

Jakarta – Dalam rangka menyambut Idul Adha 1435H MER-C Cabang Gaza kembali menyelenggarakan program qurban di Gaza. Qurban akan dilakukan langsung oleh 19 relawan RS Indonesia di Gaza mulai dari memilih, membeli, memotong, sampai membagikan hewan qurban langsung kepada yang berhak dan membutuhkan. Hewan qurban yang dipilih adalah domba dengan kisaran berat 48 – 50 kg dengan harga 420 USD atau senilai Rp. 5.040.000,- (Kurs Rp 12.000/USD) sedangkan untuk hewan sapi berat 500 kg dengan harga 2.880 USD atau Rp 34.620.000,- Pendaftaran dan pengiriman dana untuk program kurban dibuka mulai tanggal 12 september 2014, dan di tutup tanggal 27 september2014, akan tetapi karena masih ada masyarakat yang konfirmasi ingin kurban di Gaza, akhirnya pendaftaran di tutup  1 Oktober 2014. Rekening Program Qurban MER-C: BSM, Cabang Kramat No. Rek. 701.5658.902 A/n. Medical Emergency Rescue Committee, Bukti transfer dikirimkan ke MER-C mll fax 021-3159256 atau email ke merc@indosat.net.id, sertakan nama lengkap, alamat, no tlp/hp, alamat email untuk konfirmasi ulang. Hingga saat ini berdasarkan konfirmasi yang sudah masuk ke MER-C dan sudah terdata  jumlah hewan qurban untuk Gaza berjumlah 17 ekor domba dan 1 ekor sapi.                

Silahkan bertanya?