MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

RS Indonesia Di Gaza Dilengkapi Alat Medis Canggih

Wawancara Miraj News dengan Ahyaudin Sodri, ST., MT, Ketua Pengadaan Alat Kesehatan RS Indoensia di Gaza, Palestina. (Gambar: Putri/MINA) Jakarta, 14 Dzulqa’dah 1435/9 September 2014 (MINA) – Lembaga medis kemanusiaan dan kegawatdaruratan yang memprakarsai pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), saat ini sedang melakukan penawaran peralatan medis kepada perusahaan-perusahaan alat kesehatan (alkes). Dalam wawancara Mi’raj Islamic News Agency (MINA) dengan Ahyaudin Sodri, ST., MT, Ketua Pengadaan alkes RS Indonesia, di kantor pusat MER-C di Jakarta, Selasa malam (9/9), disebutkan bahwa rumah sakit hadiah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina itu, akan dilengkapi dengan alat-alat kesehatan yang berteknologi canggih.   Berikut petikan wawancara lengkap dengan Ahyaudin Sodri, Insinyur Teknik Biomedis lulusan Jerman ini: MINA : Perkembangan baru apa yang tim MER-C lakukan terkait pengadaan alat kesehatan untuk RS Indonesia? Ahyaudin: Baru saja kami melakukan video-conference dengan tim MER-C di Gaza dan konsultan lokal pengadaan alat kesehatan di Gaza. Dari Jakarta sendiri saya dan Ir. Faried Thalib (Ketua Divsi Kontruksi Pembangunan RS Indonesia). Video-conference dilakukan untuk evaluasi proses pengadaan alat kesehatan. Sekarang dalam proses menunggu penawaran. Dari Rp 65 milyar dana yang direncanakan, kami bagi menjadi 14 paket, karena alat kesehatan sangat kompleks, tidak ada satu perusahaan pun yang bisa menyediakan semua peralatan yang dibutuhkan. Paket ini diharapkan bisa mempermudah pengadaan alat kesehatan, karena tidak ada perusahaan yang bisa menyediakan semuanya. Misalnya paket bedah adalah alat-alat bedah, paket radiologi, dan paket lainnya berbeda perusahaan. Secara keseluruhan, perkembangannya sangat bagus. Saat ini, dari enam suplayer yang direncanakan, berkembang menjadi 14 perusahaan. Kita harapkan ke-14 perusahaan ini bisa menyediakan alat-alat yang kita butuhkan. Dari laporan tim kita di sana, semua sudah menyepakati, baik dari jumlah yang kita butuhkan, jenis yang kita butuhkan, termasuk spesifik scan-nya. Dan semua berkomitmen bahwa proses pengadaan bisa selesai pada bulan Desember. Yang kita harapkan, hari Sabtu nanti (13/9), semua penawaran masuk dari 14 perusahaan. Maka Minggu depan, kami tim Jakarta akan melakukan evaluasi dari penawaran ke-14 perusahaan ini. Tim di Gaza akan menerima penawaran dalam dua jenis. Penawaran dalam bentuk kertas (dokumen-dokumen kertas) dan dalam bentuk softcopy. Bentuk softcopy ini yang akan dikirim ke Jakarta dan kita pelajari dan evaluasi. Kita tidak mau barang-barang yang dikirim ke rumah sakit adalah barang-barang yang bukan kami pesan. MINA : Dari mana asal perusahaan penyuplai? Ahyaudin: Perusahaan yang kita minta penawaran adalah perusahaan yang ada di Gaza. Saya pada Februari lalu, sudah pergi ke sana dan melakukan penilaian, dan ternyata bisnis itu memang ada di sana. Selama ini pengadaan alat-alat kesehatan di Gaza, dipenuhi oleh agen-agen atau distributor yang ada di Gaza sendiri. Alat-alatnya sendiri ada yang dari Eropa, dari Amerika, dari Jepang, dan ada juga ada yang dari Gaza, tapi terbatas pada peralatan yang sederhana seperti tiang infus, kursi pasien dan furniture rumah sakit dan lainnya. Adapun barang-barang yang sifatnya elektronik dan berteknologi canggih, itu semua dari luar. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}       Ahyaudin Sodri ketika melakukan penilaian alat kesehatan di Gaza, Februari 2014 (Foto: mirajnews)         MINA : Peralatan medis yang akan dipakai di RS Indonesia, apakah semuanya berteknologi canggih? Ahyaudin: Rumah sakit ini adalah rumah sakit traumatologi, berorientasi pada penanganan trauma, sehingga membutuhkan peralatan yang berteknologi canggih. Contohnya, laboratorium yang kita buat adalah lab yang memang sudah menunjang aktivitas kamar bedah. Ada empat kamar bedah yang didukung oleh 100 ranjang ICU. Sengaja kami mengadakan alat berteknologi canggih dengan tujuan bisa mendukung kebutuhan kita hari ini dan kebutuhan layanan di masa yang akan datang. Jangan sampai kita membeli peralatan, kita pakai setahun dua tahun, tiga tahun berikutnya sudah tidak bisa dipakai. MINA : Kondisi listrik di Gaza saat ini sangat buruk, dapatkah situasi ini menunjang kebutuhan listrik bagi berbagai peralatan canggih tersebut? Ahyaudin: Memang benar, kondisi listrik Gaza yang buruk adalah tantangan tersendiri bagi kita. Itu sudah kita antisipasi dengan memasang dua genset yang kapasitasnya sudah cukup untuk mem-backup seluruh peralatan medis yang kita gunakan. Jadi ketika listrik mati, gensetnya akan mem-backup. Jadi, tidak ada skenarionya, ketika listrik mati, rumah sakit berhenti. MINA: Bagaimana dengan ketersediaan tenaga operasional dalam memakai peralatan canggih tersebut? Ahyaudin: Kita sudah memasukkan ke dalam spesifikasi yang kita ajukan ke perusahaan-perusahan yang kita tawarkan, bahwa mereka memiliki kewajiban-kewajiban yang harus mereka penuhi. Kewajiban pertama, tentu saja mereka harus mengirimkan ke lokasi, barang yang kita inginkan. Kewajiban kedua adalah melakukan pemasangan alat-alat dengan benar. Yang ketiga, mereka punya kewajiban men-training, baik itu operator maupun dokter yang akan mengoperasikan alat-alat yang akan kita beli. Keempat, mereka berkewajiban mem-backup maintenance dan men-support peralatan ini ke depan. Bukan hanya garansi, tapi mereka menjamin alat ini dalam tujuh tahun ke depan, mereka akan support, baik dari suku cadangnya, maupun tenaga ahlinya. Kita tidak berharap, ketika tiga tahun kemudian, mereka mengatakan suku cadangnya sudah tidak ada, itu akan sangat merugikan. Apalagi ini adalah komitmen bangsa Indonesia yang diharapkan bermamfaat bagi warga Gaza dalam jangka panjang, bukan jangka pendek. MINA : Dengan perkembangan bagus ini, apa yang diharapkan? Ahyaudin: Situasi ini mudah-mudahan bisa memberikan kemajuan bagi bidang kesehatan di Gaza. Saya sudah bertemu beberapa orang yang berharap rumah sakit ini nantinya bisa memberi layanan dan menjadi rujukan bagi warga Gaza, terutama di Gaza Utara. Dua hal yang kita harapkan, dari sisi teknologi dan dari sisi layanannya. Jadi kombinasi antara kecanggihan teknologi dengan keahlian kedokteran. (L/P09/P4). Sumber : http://mirajnews.com/id/wawancara/rs-indonesia-di-gaza-dilengkapi-alat-medis-canggih                          

MER-C Terus Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rakyat Indonesia Secara Bertahap kepada Rakyat Gaza

Gaza – Memanfaatkan genjatan senjata yang cukup panjang selama 8 hari beberapa waktu lalu, MER-C Cabang Gaza melakukan kegiatan bantuan kemanusiaan berupa pembagian 2.000 paket sembako kepada warga Gaza yang membutuhkan. Pembagian dilaksanakan selama 3 hari gencatan senjata, dimana targetnya adalah warga yang rumahnya hancur karena agresi Israel, anak yatim dan fakir miskin. Proses pembagian dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, para relawan turun langsung untuk membagikan. Kedua, bekerja sama dengan Instansi Pemerintah seperti pihak Civil Defense dan pengurus masjid atas nama pemerintah. Ketiga, bekerja sama dengan NGO. Keempat, warga datang ke RS Indonesia untuk mengambil bantuan secara langsung. Teknis pembagian ialah warga menyetorkan data lengkap mereka sebagai persyaratan untuk mendapatkan paket sembako. Hal ini untuk mencegah terjadinya double paket pada satu nama. Pembagian dilangsungkan di seluruh daerah di Jalur Gaza dari selatan hingga utara, dengan rincian daerahnya sbb, Utara: Bait Lahiya, Jabaliya, Syuja’iyah, Bait Hanun, Tal za’tar. Gaza city dan Zaitun. Selatan: Khonyunis dan Rafah. Selain sembako, bantuan lainnya yang juga telah tersalurkan dari donasi rakyat Indonesia adalah bantuan daging sapi menjelang Idul Fitri sebanyak 80 paket yang dibagikan kepada 80 keluarga, bantuan uang tunai bagi para korban luka-luka yang berada di Rumah Sakit dan korban agresi lainnya sebesar total USD 11,000 dan Rp 500 juta. Penyaluran bantuan kemanusiaan akan dilanjutkan dengan penambahan 2.000 paket sembako lagi dan menyusul juga paket alat-alat dapur. Sementara untuk bantuan obat-obatan dengan alokasi sebesar USD 200.000, prosesnya juga sedang berjalan dan selalu update setiap harinya, karena khusus obat-obatan relawan MER-C harus selalu berkomunikasi dengan pihak Kemenkes Gaza untuk mengetahui obat-obatan apa saja yang saat itu sangat dibutuhkan, demikian arahan yang disampaikan Jubir Kemenkes Gaza Dr. Ashraf Alqedra. MER-C melalui cabangnya di Gaza yang terdiri dari 19 relawan Indonesia dan beberapa relawan lokal akan terus menyalurkan amanah bantuan dari rakyat Indonesia secara bertahap kepada rakyat Gaza.                  

DRONE ISRAEL HANTAM RS INDONESIA

Dua roket drone Zionis Israel hantam bangunan Kamar jenazah Rumah Sakit Indonesi di Bayt Lahiya, utara Gaza, Palestina, 23 Juli 2014.(Foto: MINA Gaza) Bayt Lahiya, 26 Ramadhan 1435/24 Juli 2014 (MINA) – Drone (pesawat tanpa awak) Zionis Israel mulai menargetkan lokasi Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, utara Gaza. Muqarrabin Al-Fikri, Ketua Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Cabang Gaza melaporkan, drone Zionis Israel menembakkan roket menghantam kamar jenazah RS Indonesia, pada Rabu sore (23/7).  “Serangan drone menyebabkan dua lubang cukup besar pada dinding RS Indonesia serta menghancurkan AC (pendingin udara) di dalam kamar jenazah,” kata Fikri saat dihubungi Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis sore (24/7). Fikri, relawan asal Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, yang sudah 1,5 tahun mengabdi di Jalur Gaza, baru dapat melaporkan sehari setelah kejadian. Hal ini karena sejak dini hari listrik mati total, sehingga tidak dapat mengirim laporan dan foto. Ia pun bersama relawan lainnya, baru mengetahui begitu keluar dari RS, mengingat selama bombardir kemarin mereka semua memang diarahkan untuk tetap di dalam ruangan. Menurutnya, drone juga telah menembakkan roket tepat menargetkan buldoser yang berada di halaman parkir RS Indonesia, berjarak sekitar 15 meter dari gedung utama, tempat sejumlah 19 relawan Indonesia berada di sana. “Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, bagaimana buldoser di halaman RS Indonesia di hantam roket Israel,” kata Fikri. Fikri, yang juga mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Gaza (UIG) itu juga mengatakan, sejak Kamis pukul 04.30 waktu Gaza, listrik terputus di beberapa tempat, termasuk utara Gaza. Hal itu disebabkan jaringan listrik hancur di sebagian besar daerah utama di kota Gaza digempur pesawat-pesawat tempur Zionis Israel sejak awal Ramadhan. Untuk pasokan kebutuhan pokok, Fikri menuturkan saat ini pihaknya sudah menyiapkan stok pasokan keperluan pokok untuk dua bulan ke depan. Dia mengabarkan kondisi para relawan Indonesia yang sedang mengemban amanah untuk melakukan penyempurnaan pembangunan RS Indonesia dalam keadaan baik. Di tengah dentuman bom, saat ini para relawan kemanusiaan MER-C melakukan survei ke tempat, untuk lanjutan pendistribusian bantuan pangan dan dana untuk para korban agresi militer Zionis Israel. Bantuan merupakan titipan dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza, sebagai bentuk kecintaan dan persaudaraan sesama umat Islam. Menurutnya, bantuan dari rakyat Indonesia itu dilakukan sejak Kamis (17/7) lalu, dan disalurkan terutama bagi korban luka-luka dan anak-anak yatim korban agresi. (L/K03/P02/R1) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/drone-israel-hantam-rs-indonesia          

RELAWAN MER-C SALURKAN LANGSUNG BANTUAN RAKYAT INDONESIA UNTUK GAZA

Gaza – Relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di jalur Gaza menyalurkan bantuan dari rakyat Indonesia kepada warga gaza secara langsung pada selasa 15/7. Ditengah serangan israel yang masih berlangsung relawan mendatangi rumah-rumah warga Gaza yang sedang membutuhkan dengan memberikan paket makanan pokok, demikian Ketua MER-C Cabang Gaza, Muqarrabin Al Fikri menyatakan. “Kami datangi rumah warga Gaza satu persatu, walaupun serangan israel masih terus berlangsung” Ujar Fikri. Mahasiswa Universitas Islam Gaza ini menambahkan bahwa ini baru bantuan awal saja, karena akan ada program lain berupa buka puasa bersama dengan anak yatim dan pembagian makanan untuk berbuka bagi para dhuafa. Sementara itu walaupun dua hari yang lalu RS Indonesia terkena imbas serangan Israel yang mengakibatkan kerusakan pada kaca dan plafond, relawan dalam kondisi selamat dan pekerjaan penyelesaian Rumah Sakit masih terus berangsung, relawan setiap harinya melakukan pekerjaan pekerjan seperti penyelesaian akhir pekerjaan elektrikal, serta pembersihan ruangan. Saat berita ini ditulis serangan israel masih terus berlangsung, sejumlah korban terus berjatuhan tercatat setidaknya 205 orang meninggal dan 1530 luka luka, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan wanita. Warga dan pemerintah Gaza sendiri mengharapkan Rumah Sakit Indonesia segera beroperasi terlebih dalam situasi seperti ini, dimana daerah utara gaza tempat Rumah Sakit Indonesia berdiri adalah daerah yang paling banyak memakan korban serangan israel, karena jarak dengan perbatasan tanah jajahan israel hanya 2,5 km. MER-C sendiri berkomitment akan mempercepat beroperasinya RS Indonesia ini, yang semula direncanakan akan dibuka pada desember 2014, namun banyaknya donasi maka akan segera dilakukan pemesanan alat kesehatan agar segera beroperasi. Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee Donasi untuk Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza: . BCA, 686.0153678 . BSM,700.1352.061 BNI SYARIAH, 08.111.929.73 . BRI,033.501.0007.60308 . BMI, 301.00521.15 . Mandiri,124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee (nia)  

Donasi Mengalir, RS Indonesia Segera Dibuka Darurat

Terus bertambahnya korban sipil akibat agresi Zionis di Jalur Gaza menimbulkan keprihatinan luas di berbagai kalangan. Liputan oleh media massa telah mendorong antusiasme masyarakat untuk mengulurkan tangan membantu Palestina. Ditambah suasana Ramadhan, sepertinya memang sudah digariskan bagi rakyat Indonesia untuk membantu Palestina.   Hingga Selasa (15/7) donasi yang terkumpul telah mencapai Rp 31.991.462.488 untuk alat kesehatan dan lebih dari Rp 5.454.607.082 untuk amanah kemanusiaan . Rapat tim dokter dan pengadaan alat kesehatan RS Indonesia  memutuskan untuk segera mengoperasikan RS ini dari jadwal semulanya yaitu Desember 2014 dikarenakan semakin bertambahnya korban jiwa dan cedera penduduk sipil, dan karena RS lain di Jalur Gazapun kewalahan menerima aliran korban. Stok obat dan alat medis di jalur Gaza juga dilaporkan terus menipis. Pembukaan awal ini akan mengoptimalkan fungsi Unit Gawat Darurat, Poliklinik, ICU, dan beberapa ruang bedah. Diharapkan RS Indonesia bisa bekerja pada kapasitas 50% dari total kemampuannya. Walaupun bangunan RS Indonesia mengalami kerusakan pada jendela Dan plafon akibat guncangan rudal yang dilontarkan Israel tidak jauh dari lokasi RS Indonesia, secara umum unit-unit yang tersebut di atas dapat difungsikan di RS Indonesia sesegera mungkin. Besar harapan kami bahwa ke depan akan terkumpul total donasi sebesar Rp 65M agar RS Indonesia bisa beroperasi secara sempurna. Dalam waktu dekat Inshallah MER-C akan memberangkatkan tim bedah yang terdiri dari dokter spesialis orthopedi dan traumatologi, dokter spesialis bedah, dokter spesialis anestesi, perawat bedah dan perawat ICU untuk bekerja di unit yang telah dibuka. MER-C akan bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan Gaza untuk memobilisasi SDM kesehatan dari RS lain di Jalur Gaza untuk ditempatkan di RS Indonesia. Semoga Allah terus menggerakkan hati rakyat Indonesia untuk mewujudkan RS Indonesia sehingga bersama-sama kita dapat menyelamatkan rakyat Palestina. Teriring salam dari ke 19 relawan Indonesia yang berada di Gaza saat ini, yang berkat doa tulus dari semua, sampai saat ini berada dalam keadaan sehat wal afiat. Terima kasih kami ucapkan kepada para donatur dan seluruh rakyat Indonesia atas kepercayaan dan donasi yang telah diberikan untuk Gaza melalui Lembaga MER-C, semoga menjadi salah satu catatan amal baik bersama bangsa Indonesia. Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 BCA, 686.033.5555 Mandiri, 124.000.375375.4 An Medical Emergency Rescue Committee Donasi alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza BCA, 686.0153678 BSM, 700.1352.061 BNI Syariah, 08.111.929.73 BRI, 033.501.0007.60308 BMI, 358.000.1720 Mandiri, 124.000.811192.5 An Medical Emergency Rescue Committee

Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Jalur Gaza

Gaza – “Gaza diserang besar-besaran, malam ini, mulai dari selatan hingga utara Jalur Gaza. Israel luncurkan perang kali ini dengan Sandi “The Solid Rock”. Sementara Hamas menamakanya “Intifadhah Al Quds”. Teman-teman relawan alhamdulillah dalam keadaan baik. Mohon doanya,” tulis Ir. Nur Ikhwan salah satu relawan Indonesia di Gaza dalam pesan singkat yang diterima MER-C Pusat Jakarta pagi ini, Selasa (8/7).  MER-C Gaza menambahkan bahwa sebuah serangan juga terjadi tidak jauh dari lokasi Rumah Sakit Indonesia, Bayt Lahiya, Gaza Bagian Utara. Menyusul serangan yang meningkat ke seluruh wilayah Jalur Gaza beberapa waktu terakhir, hari ini MER-C Pusat Jakarta mengirimkan dana sebesar Rp 200juta ke Gaza yang terkumpul dari donasi masyarakat Indonesia untuk Kemanusiaan Gaza. Melalui Cabang MER-C yang sudah resmi berdiri di Gaza sejak tahun 2010, donasi tersebut akan disalurkan secara langsung oleh para relawan Indonesia di Gaza yang saat ini berjumlah 19 orang dalam 4 program di bulan Ramadhan, yaitu: 1. Memberikan bantuan sembako untuk korban agresi Israel 2. Memberikan bantuan sembako untuk keluarga dhuafa 3. Berbuka puasa bersama dengan anak yatim di Gaza 4. Berbuka puasa bersama keluarga dhuafa (langsung mendatangi rumah-rumah dhuafa). Program ini Inshallah Akan dilaksanakan Oleh relawan Indonesia, yang saat ini sedang melaksanakan penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina. Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 A/n. Medical Emergency Rescue Committee Donasi untuk Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza: •BCA, 686.0153678 •BSM, 700.1352.061 •BNI SYARIAH, 08.111.929.73 •BRI, 033.501.0007.60308 •BMI, 301.00521.15 •Mandiri, 124.0008111925 An. Medical Emergency Rescue Committee        

SETIBANYA DI GAZA KE 15 RELAWAN INDONESIA SEGERA BEKERJA

Gaza – Sejumlah 15 orang relawan Indonesia yang tergabung dalam Medical Emergency Rescue Comiittee (MER-C) telah memulai pekerjaan pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina sehari setalah kedatangan mereka, Senin (30/6). Pekerjaan difokuskan kepada penyelesaian pekerjaan listrik dan AC pada bangunan utama serta pekerjaan Wisma Rakyat Indonesia yang terletak di belakang bangunan utama.   “Untuk pekerjaan mekanikal elektrikal di bangunan utama akan kita fokuskan kepada instalasi transformer di ruangan operasi, kemudian menyelesaikan saluran air di ruangan sterilisai dan penyelesaian pekerjaan AC,” ujar Koordinator Lapangan bidang Mekanikal Elektrikal RS Indonesia, Karidi Abu Hanifah, relawan yang telah dua kali bertugas ke Gaza, Palestina.    Karidi juga berharap Tim ME (Mekanikal Elektrikal) akan secepat mungkin mengerjakan pekerjaan di bangunan utama untuk kemudian melanjutkan pembangunan Wisma Rakyat Indonesia.  Sementara itu, Koordinator Lapangan di bidang Sipil, Tata Lukita yang juga sudah dua kali bertugas di Gaza menyatakan bahwa pekerjaan tim sipil adalah menyelesaikan beberapa pekerjaan kecil sebelum memulai pekerjaan pembangunan Wisma Rakyat Indonesia, diantaranya penutupan ground tank dan saluran air di belakang gedung. “Kita akan tutup dulu ground tank air karena ini sangat penting. Kebutuhan air untuk Rumah Sakit Indonesia berasal dari ground tank yang berkapasitas 80 meter kubik ini. Setalah selesai kita akan langsung mengerjakan Indonesia Guest House atau Wisma Rakyat Indonesia” papar relawan yang mempunyai keahlian khusus dalam pembuatan kolam taman. Sementara itu, Site Manager Rumah Sakit Indonesia, Ir. Edy Wahyudi menyatakan bahwa pekerjaan Rumah Sakit Indonesia akan dilakukan secepat mungkin karena targetnya akhir tahun ini semua pekerjaan harus sudah selesai karena bangunan akan diserahterimakan kepada rakyat Gaza untuk bisa dipergunakan.    Untuk mewujudkan rencana ini, Tim MER-C di Indonesia akan melakukan penggalangan dana untuk melengkapi target tersebut. Dibutuhkan dana sejumlah 65 milyar rupiah untuk pengadaan alat kesehatan sebelum beroperasionalnya rumah sakit sumbangan rakyat Indonesia ini.    Bulan ramadhan bulan yang penuh berkah, semoga keberkahan ramadhan kali ini bisa mengetuk para dermawan dan donatur untuk memberikan sedikit dari hartanya untuk rakyat Palestina.    Bagi para dermawan dan donatur yang ingin memberikan dukungan dan bantuan untuk pengadaan alkes RS Indonesia di Gaza Palestina dapat disalurkan melalui:   BNI Syariah No. Rek. 08.111.929.73, BCA No. Rek. 686.0153.678, BRI No. Rek. 033.501.0007.60308, BSM No. Rek. 700.1352.061, BMI No. Rek. 301.00521.15, dan Bank Mandiri No. Rek. 124.0008111925,   atas nama Medical Emergency Rescue Committee.        

Gaza Under Attack!: 10 Luka-luka

Gaza – Gaza kembali diserang. Demikian laporan dari Ketua MER-C Cabang Gaza, Moqorrobin Al Fikri yang diterima MER-C Pusat Jakarta pagi ini. Setidaknya lebih dari 15 kali terhitung suara-suara bom rudal dari F16 Israel yang sangat keras, tepatnya di Baithanun, sebelah utara Jalur Gaza. Getarannya juga terasa sangat kuat hingga ke Rumah Sakit Indonesia yang  terletak di Bait Lahiya, bersebelahan dengan Baithanun.    Hingga saat ini menjelang sahur di Gaza, serangan-serangan masih terus berlangsung. Total korban luka-luka dikabarkan sudah mencapai 10 orang dan dilarikan ke Rumah Sakit Kamal Udwan.   Saat ini terdapat 19 orang relawan Indonesia di Gaza, yang tinggal di bangunan RS Indonesia untuk penyempurnaan bangunan induk RS Indonesia dan mengawal pengadaan Alat Kesehatan serta interior ruangan rumah sakit yang dibangun atas donasi dari rakyat Indonesia.   Mohon do’anya untuk keselamatan warga Gaza dan para relawan.   Mari bantu Pengadaan Alat Kesehatan untuk RS Indonesia di Gaza, Palestina agar Rumah Sakit ini dapat segera berfungsi dan memberikan pertolongan bagi saudara-saudara kita di Palestina:   •BNI SYARIAH, 08.111.929.73 •Mandiri, 124.0008111925 •BCA, 686.0153678 •BSM, 700.1352.061 •BRI, 033.501.0007.60308 •BMI, 301.00521.15 An. Medical Emergency Rescue Committee

ROKET PEJUANG GAZA HANCURKAN PABRIK ISRAEL, 4 ORANG LUKA LUKA

Dua roket yang ditembakkan oleh pejuang Gaza, Sabtu (28/6) sore menghancurkan sebuah pabrik dan menimbulkan kebakaran besar di kota Sadirot selatan Palestina, sementara sebuah roket lainnya menghantam area terbuka, media setempat melaporkan sejauh ini 4 orang warga Israel luka luka.    Kepulan asap dan cahaya putih pabrik Israel yang terbakar tersebut terlihat hingga ke lokasi RS Indonesia yang berjarak hanya 2,5 km dari perbatasan.   Hingga Ahad (29/6) dini hari, terdengar beberapa ledakan tak jauh dari lokasi RS Indonesia.   Alhamdulillah semua relawan MER-C dalam kondisi baik.

MER-C Berangkatkan Tim ke Gaza untuk Mengawal Pengadaan Alkes RS Indonesia

Menyongsong awal bulan suci Ramadhan, sebanyak 15 orang relawan Indonesia tengah bersiap dan berpamitan dengan keluarga tercinta untuk melaksanakan jihad profesional menyelesaikan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RS Indonesia) di Gaza, Palestina. Ramadhan tahun ini akan mereka lalui di Gaza dengan masa tugas direncanakan hingga Desember 2014. Pembangunan RS Indonesia memang sudah selesai. Bangunan segi 8 yang dilapisi marmer bernuansa merah putih tampak megah dan indah berdiri di atas bumi Gaza. Namun RS ini belum dapat berfungsi karena belum memiliki alat kesehatannya. Untuk pengadaan alkes ini, masih dibutuhkan dana sebesar Rp 65 Milyar.  Untuk itu, dalam rangka mengawal pengadaan alat kesehatan RS Indonesia, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali mengirimkan Tim Relawannya ke Gaza. Tim yang dipimpin oleh Ir. Edy Wahyudi juga bertugas untuk menuntaskan pembangunan Wisma Rakyat Indonesia (Indonesia Guest House) dan renovasi masjid yang keduanya terletak di kawasan kompleks RS Indonesia.  Tim relawan yang berjumlah 15 orang dari Divisi Konstruksi MER-C ini berangkat hari Sabtu pagi (28/6) pukul 09.00 wib dengan menggunakan maskapai Malaysia Airlines. Tim dijadwalkan tiba di Kairo, Minggu (29/6) pukul 04.55 pagi waktu setempat. Setibanya di Kairo, tim rencananya akan langsung menuju perbatasan Rafah untuk masuk ke Gaza. Sementara itu dalam sebulan terakhir ini, telah terjadi beberapa kali serangan Israel ke wilayah Gaza. Serangan-serangan ini tidak hanya menimbulkan kerusakan bangunan tapi juga korban jiwa warga Gaza.  Donasi untuk Alat Kesehatan & Interior RS Indonesia dapat disalurkan melalui: •BNI SYARIAH, 08.111.929.73 •BCA, 686.0153678 •BSM, 700.1352.061 •BRI, 033.501.0007.60308 •BMI, 301.00521.15 •Mandiri, 124.0008111925  An. Medical Emergency Rescue Committee      Jakarta, 28 Juni 2014 Divisi Humas MER-C www.mer-c.org

Silahkan bertanya?