MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Kembali Terhubung dengan Dua Relawan di Jalur Gaza

   Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia Kembali terhubung dengan dua relawan di Gaza Palestina, setelah sepekan hilang kontak akibat terputusnya koneksi internet di wilayah tersebut sejak Jumat (12/1).   “Alhamdulillah pukul 01.32 dini hari WIB tadi, tim di Gaza akhirnya kirim kabar,” ujar Manajer Operasional MER-C, Rima Manzanaris, Sabtu (20/1).     Ia mengatakan, salah satu relawan di Gaza, Fikri Rofiul Haq mengabarkan internet baru Kembali terhubung di Gaza. Fikri juga langsung memberi laporan bantuan yang telah disalurkan kepada warga Gaza di pengungsian.   Agresi Israel telah menyebabkan hilangnya layanan komunikasi setidaknya tujuh kali sejak konflik dimulai pada 7 Oktober.   MER-C sebelumnya juga sempat hilang kontak dengan relawan di Gaza selama 10 hari akibat putusnya internet di Jalur Gaza.

Peringati Hari Jadi ke 17, Provices Group Salurkan Donasi untuk Palestina Lewat MER-C

Provices Group, perusahan yang bergerak di bidang jasa, baru saja memperingati hari jadinya yang ke 17 pada Kamis (18/1/2024). Dalam kesempatan ini mereka memberikan donasi untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia sebesar 50 Juta rupiah. Syarifudin Ahmad Perwakilan dari Provices Group mengatakan, pihaknya berharap donasi yang diberikan ini dapat meringankan beban warga Palestina di Jalur Gaza, yang saat ini sedang berada dalam situasi konflik. “Tujuan dari donasi ini adalah untuk meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap masyarakat Palestina khususnya, dan pastinya untuk meringankan beban mereka di sana, yang saat ini sedang berada di bawah penjajahan Israel,” Kata Syarif. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada MER-C sebagai lembaga penyalur donasi, dan mempercayakan sepenuhnya donasi yang diberikan karena MER-C menjadi salah satu lembaga yang cukup concern terhadap masyarakat Palestina, terbukti dengan adanya Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Kenapa memilih MER-C sebagai penyalur donasi, karena setahu kami MER-C merupakan salah satu lembaga atau NGO yang bergerak di bidang kemanusiaan dan concern terhadap masyarakat Palestina, terbukti dengan adanya Rumah Sakit Indonesia di sana,” ujarnya. “Kami berharap donasi ini bisa tersalurkan dan bisa meringankan teman-teman yang ada di Palestina dan semoga masyarakat Palestina bisa terbebas dari kondisi sekarang,” tutur Syarif. “Terima kasih banyak MER-C Indonesia yang telah menjadi lembaga penyalur donasi kami, semoga apa yang kami donasikan bermanfaat dan kami percayakan donasi kami sepenuhnya kepada MER-C Indonesia,” tambanya.

Internet Kembali Terputus, MER-C Kehilangan Kontak dengan Relawan di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia kembali kehilangan kontak dengan dua relawan dan staf lokal yang berada di Jalur Gaza selama hampir sepekan. “Kami terakhir kali kontak dengan relawan di Gaza hari Jumat (12/1), kemudian siang sudah tidak ada kabar dan memang ternyata internet di Gaza kembali terputus. Biasanya mereka update penyaluran bantuan untuk warga Gaza dan kondisi terkini di sana, tapi sudah hampir sepekan belum ada kabar lagi,” kata Manajer Operasional MER-C, Rima Manzanaris, Kamis (18/1). Rima meminta rakyat Indonesia untuk mendoakan warga Gaza sekaligus relawan MER-C dan staf lokalnya yang berada di Gaza, semoga dalam keadaan sehat dan aman. Saat ini dua orang Relawan MER-C, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan masih berada di Jalur Gaza. Fikri dan Reza bersama petugas medis, pasien serta ratusan warga Palestina yang berlindung di Rumah Sakit Indonesia terpaksa mengungsi ke Jalur Gaza bagian selatan setelah Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara hancur akibat serangan Israel. Di pengungsian, Relawan MER-C dibantu staf lokal terus menyalurkan bantuan berupa makanan dan lainnya dari masyarakat Indonesia kepada warga Gaza. Selama agresi Israel sejak 7 Oktober lalu, MER-C sudah beberapa kali kehilangan kontak dengan relawan. Sebelumnya, hilang kontak juga pernah terjadi selama 10 hari akibat terputusnya layanan internet. Serangan intens Israel di Gaza tidak hanya menyebabkan kehancuran bangunan-bangunan infrastruktur dan tempat ibadah, tapi juga menghancurkan generator yang menggerakkan divisi utama telekomunikasi sehingga seringkali warga Gaza sulit untuk memberikan informasi.

Dalwa Peduli Sesama Serahkan Donasi Kemanusiaan Palestina 2,1 M Lewat MER-C

Yayasan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, menyerahkan donasi sebesar 2.110.000.00 rupiah untuk Palestina melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Donasi ini diserahkan langsung oleh perwakilan Dalwa, Habib Hanif bin Abdurrahman Alattas, Habib Muhammad bin Tohir bin Yahya serta Habib Muhammad Jadid bin Abdurrahman Assegaf kepada Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan Presidium MER-C Ir. Faried Thalib, Kamis (11/1). “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan hartanya untuk kepedulian kepada saudara-saudara kita yang ada di Palestina. Semoga sedikit yang kita lakukan ini akan menjadi saksi di sisi Allah atas kepedulian kita kepada saudara-saudara kita di Palestina,” kata Habib Muhammad bin Tohir bin Yahya. Ia mengatakan, donasi yang terkumpul ini dari alumni dan simpatisan Pesantren Dalwa, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian dengan Palestina. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada MER-C pusat, yang insyaa Allah akan menyampaikan bantuan ini untuk saudara kita di Palestina,” ujarnya. “Kita bertawasul kepada Allah dengan donasi kita yang sedikit ini, Allah buka pintu kemenangan bagi Gaza, Allah kuatkan rakyat Gaza dan diberi ketabahan,” tambahnya. Presidium MER-C Ir. Faried Thalib mengucapkan terima kasih kepada Dalwa Peduli Sesama atas kepercayaannya menyalurkan donasi melalui MER-C. “Terima kasih atas kepercayaannya Pesantren Dalwa Jawa Timur kepada MER-C, untuk bantuan kemanusiaan khususnya di Gaza dan Palestina. Kami akan menyampaikan kepada yang berhak sesegera mungkin, sesuai program-program MER-C yang sudah dijalankan sampai saat ini,” tuturnya.

Surat Terbuka MER-C kepada WHO mengenai Panggilan Darurat untuk Perlindungan dan Pengaktifan Kembali Semua Rumah Sakit di Gaza

Jakarta, 24 Desember 2023 Kepada Ykh,Bapak Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Kantor Pusat WHO Avenue Appia 20 1211 Jenewa, Swiss Subjek:Surat Terbuka MER-C kepada WHO mengenai Panggilan Daruratuntuk Perlindungan dan Pengaktifan Kembali Semua Rumah Sakit di Gaza Yth. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, Saya menulis kepada Anda dalam kapasitas saya sebagai Ketua Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), sebuah NGO Indonesia yang melakukan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, yang dibangun dari kebaikan hati masyarakat Indonesia untuk kepentingan rakyat Palestina Kami memperhatikan bahwa banyak rumah sakit di Gaza telah dikelilingi, diserang, dan yang lebih buruk lagi, telah digunakan sebagai markas militer oleh Israel Defense Forces (IDF), seperti yang terjadi pada Rumah Sakit Indonesia. Kami sangat prihatin atas potensi dampak tindakan ini terhadap keselamatan dan misi kemanusiaan fasilitas medis tersebut. MER-C Indonesia, atas nama masyarakat Indonesia, mendesak Organisasi Kesehatan Dunia untuk turun tangan dan membela perlindungan semua rumah sakit di sepanjang Jalur Gaza agar tidak digunakan sebagai instalasi militer. Kami percaya bahwa rumah sakit, terutama dalam situasi konflik, harus tetap menjadi zona aman, dilindungi bahkan selama masa perang, agar dapat menjalankan tugas mulia mereka dalam merawat dan menyelamatkan nyawa korban perang. Selain itu, kami dengan tulus meminta bantuan segera dari WHO dalam mengaktifkan kembali dan memastikan fungsi yang benar dari rumah sakit di Gaza, khususnya Rumah Sakit Indonesia sebagai pusat medis utama di utara Jalur Gaza, yang akan memberikan kontribusi besar terhadap pelayanan medis yang dibutuhkan di daerah yang dilanda konflik ini. MER-C Indonesia yakin bahwa Organisasi Kesehatan Dunia, dengan kekuatan dan misi mulianya untuk menyelamatkan nyawa dan menegakkan prinsip kemanusiaan, dapat memainkan peran penting dalam melindungi kesucian fasilitas medis dan memastikan akses ke layanan kesehatan yang penting bagi populasi yang terkena dampak. Kami menghargai perhatian dan tindakan cepat Anda terhadap masalah ini dan komitmen Anda untuk memajukan kesejahteraan komunitas di zona konflik. Kami menantikan tanggapan positif dan kerjasama Anda dalam melindungi dan mengaktifkan kembali Rumah Sakit Indonesia dan fasilitas medis penting lainnya di Jalur Gaza. Terima kasih atas dedikasi Anda terhadap kesehatan global dan nilai-nilai kemanusiaan. Hormat kami, Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C Indonesia ———————————————————————————————————————————————- Jakarta, December 24th, 2023 To    :Mr. Tedros Adhanom Ghebreyesus Director-General of the World Health Organization WHO HeadquartersAvenue Appia 201211 Geneva, Switzerland Subject:MER-C Open Letter to WHO Regarding Urgent Appealfor the Protection and Reactivation of All Hospitals in Gaza Dear Director-General of the World Health Organization, I am writing to you in my capacity as the Chairman of the Presidium of MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), an Indonesian NGO who conducted the construction of Indonesia Hospital located in Bayt Lahiya, Northern Gaza, Palestine, which was built from the generosity from the Indonesian people for the benefit of the Palestinian people. It has come to our attention that many hospitals in Gaza have been surrounded, attacked, and worst of all, have been used as military bases by the Israel Defense Forces (IDF) as they did with Indonesia Hospital. We are deeply concerned about the potential impact of these actions on the safety and humanitarian mission of these medical facilities. MER-C Indonesia, on behalf of the Indonesian people, urges the World Health Organization to intervene and advocate for the protection of all hospitals along the Gaza Strip from being utilized as military installations. We believe that hospitals, especially in times of conflict, should remain safe zones, protected even during wartime, to carry out their noble duty of treating and saving the lives of war victims. Furthermore, we kindly request the WHO’s immediate assistance in reactivating and ensuring the proper functioning of hospitals in Gaza, particularly Indonesia Hospital as a primary medical center in the northern Gaza Strip, contributing significantly to the medical services required in this conflict-ridden region. We believe that the World Health Organization, with its power and noble mission to save lives and uphold humanitarian principles, can play a crucial role in safeguarding the sanctity of medical facilities and ensuring access to essential healthcare services for the affected population. We appreciate your prompt attention and action to this matter and your commitment to promoting the well-being of communities in conflict zones. We look forward to your positive response and collaboration in protecting and reactivating Indonesia Hospital and other vital medical facilities in the Gaza Strip. Thank you for your dedication to global health and humanitarian values. Sincerely, Dr. Sarbini Abdul Murad Chairman of the PresidiumMER-C Indonesia

MER-C Sambangi Kedubes Uni Eropa Bahas Gencatan Senjata di Gaza Palestina

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, sambangi Kedutaan Besar Uni Eropa di Jakarta sampaikan masalah krisis kemanusiaan di Palestina, Kamis/14 Desember 2023. Kunjungan ini diterima oleh Anneleen Van Landeghem Sekretaris ke-2 Bagian Politik dan beberapa staf Kedutaan. Dalam pertemuan tersebut, Sarbini menyampaikan apresiasinya atas langkah Uni Eropa yang secara umum telah mendukung upaya gencatan senjata di Palestina. “Kami mengapresiasi Langkah Belgia dan Spanyol serta Uni Eropa secara umum yang mendukung gencatan senjata di Palestina. Uni Eropa telah melakukan hal yang tepat,” ujar Sarbini. Namun ia berharap Uni Eropa sebagai sahabat dan negara yang diperhitungkan oleh Israel dapat mendorong terjadinya gencatan senjata permanen di Jalur Gaza. “Gencatan senjata permanen harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana kemanusiaan yang lebih besar di Palestina. Saya yakin, Uni Eropa dengan kekuatan dan pengaruh yang dimiliki dapat mendorong terjadinya gencatan senjata permanen di Palestina,” lanjutnya. Sementara itu, Sekretaris ke-2 Kedutaan Besar Uni Eropa, Annaleen juga menyampaikan apresiasi, penghormatan dan ucapan terima kasihnya atas apa yang sudah dilakukan MER-C di Jalur Gaza, Palestina. Ia juga menyesalkan korban sipil yang berjatuhan dan penderitaan yang dialami Gaza. Pada pertemuan tersebut, ia mengatakan Uni Eropa melalui perwakilannya di Dewan Keamanan PBB juga terus mengupayakan resolusi gencatan senjata mendesak di Jalur Gaza. Hal ini juga sudah dibicarakan dengan Menteri Luar Negeri RI serta menjadi kesepahaman yang sama antara Uni Eropa dan Indonesia. Ia juga menjelaskan bahwa Uni Eropa telah memberikan dukungan kepada rakyat Palestina sejak lama, termasuk memberikan bantuan-bantuan kemanusiaan yang mencapai ratusan juta euro dari tahun ke tahunnya. “Namun bantuan kemanusiaan hanya bisa bermanfaat apabila terjadi perdamaian di dalam Gaza. Dan, Uni Eropa akan mendukung Palestina merdeka melalui solusi dua negara,” ungkapnya. Ketua Presidium MER-C menyambut baik Langkah-langkah yang telah dilakukan Uni Eropa dan meminta agar Uni Eropa dan negara-negara lainnya di dunia untuk terus aktif menyuarakan gencatan senjata di Gaza dan menciptakan perdamaian serta kemerdekaan bagi Palestina.

Satu Relawan MER-C Dievakuasi dari Jalur Gaza

Sabtu/9 Desember 2023, satu relawan MER-C, Farid Zanzabil Al Ayubi mengikuti proses evakuasi keluar dari Jalur Gaza. Sementara dua relawan MER-C lainnya, yaitu Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan masih memutuskan untuk bertahan di Jalur Gaza, melanjutkan misi dan bantuan kemanusiaan Amanah dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.   Sabtu sekitar jam 7 pagi waktu Gaza, Farid bergerak ke Gerbang Rafah bagian Gaza diantar oleh relawan. Setelah itu, Farid keluar menuju Gerbang Rafah Mesir bersama dengan para korban luka-luka dan sejumlah warga negara asing lainnya yang telah mendapatkan izin evakuasi keluar dari Jalur Gaza.  Di Gerbang Rafah Mesir, Farid menunggu Tim Evakuasi dari KBRI datang menjemput untuk membawanya ke Kairo dan kemudian kembali ke Indonesia. Sekitar Sabtu jam 8 malam waktu Indonesia atau jam 3 sore waktu setempat, Tim Evakuasi KBRI menginformasikan bahwa mereka sudah bertemu dengan Farid. Farid Zanzabil Al Ayubi adalah relawan MER-C yang telah bertugas di Jalur Gaza sejak Februari 2019. Selama 4 tahun bertugas di wilayah terblokade ini, selain sebagai relawan di MER-C Cabang Gaza, Farid dan relawan MER-C lainnya juga menempuh Pendidikan di Universitas Islam Gaza. Hingga saat ini, MER-C masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI mengenai jadwal kepulangan Farid ke Indonesia serta mengenai rencana keberangkatan Tim Medis dan Kemanusiaan MER-C ke Mesir dan Jalur Gaza untuk memberikan bantuan bagi korban agresi Israel

BANGUN KEMBALI RS INDONESIA DI GAZA – PALESTINA

Bumi Gaza telah menjadi ladang pembantaian, ladang genosida. Sejak agresi hari pertama agresi pada Sabtu/7 Oktober 2023, hingga saat ini jumlah korban jiwa mencapai sekitar 15.000 orang dan 40.000 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar adalah anak-anak, wanita dan lanjut usia. Pemukiman, masjid, gereja, sekolah, kampus bahkan rumah sakit tak luput menjadi target serangan pasukan penjajah, termasuk RS Indonesia persembahan rakyat Indonesia yang berada di Jalur Gaza bagian Utara. RS Indonesia dikepung, diserang dan semua penghuni baik tenaga medis, pasien, warga yang mengungsi dan 3 relawan MER-C Indonesia dipaksa untuk keluar dari RS Indonesia. Akibat serangan pasukan penjajah ke RS Indonesia menyebabkan sedikitnya 12 warga meninggal dan ratusan luka-luka. Bangunan utama dan bangunan pendukung RS Indonesia termasuk Wisma Rakyat Indonesia mengalami kerusakan parah !!! Pasukan penjajah bisa saja menghancurkannya, namun rakyat Indonesia tidak akan tinggal diam. Dengan mengharap pertolongan ALLAH SWT, MER-C INDONESIA dengan dukungan RAKYAT INDONESIA akan membangun kembali RUMAH SAKIT INDONESIA sebagai bukti cinta kasih dan dukungan BANGSA INDONESIA untuk kemerdekaan Palestina. Dukungan dan Donasi: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info Lebih Lanjut:Kantor Pusat MER-CJl. Kramat Lontar No. J-157, Senen, Jakarta Pusathttps://bit.ly/merc-gmapCall Center : 0811 99 0176Facebook & Youtube: MER-C IndonesiaInstagram & Twitter: @mercindonesia #StopGenocide#FreePalestine#rsindonesiagaza #bangunkembalirsindonesiagaza#mercindonesia

SURAT TERBUKA MER-C KEPADA PRESIDEN RI “SELAMATKAN RS INDONESIA DAN JALUR GAZA”

Jakarta, 11 November 2023 SURAT TERBUKA MER-C KEPADA PRESIDEN RI “SELAMATKAN RS INDONESIA DAN JALUR GAZA” Kepada yang terhormat, Bapak Ir. H. Joko Widodo Presiden Republik Indonesia Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua Hari ini 36 hari sudah dunia menyaksikan agresi membabi buta, pembunuhan dan pembantaian massal terhadap rakyat sipil di Jalur Gaza, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Pemukiman warga, bahkan tempat ibadah baik masjid maupun gereja, sekolah, lokasi-lokasi pengungsian, serta berbagai fasilitas umum lainnya, bahkan seluruh rumah sakit di Jalur Gaza tak luput menjadi sasaran kebrutalan militer Israel.   Belasan ribu jiwa meninggal, puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka tanpa bisa mendapatkan penanganan yang layak akibat habisnya obat-obatan, padamnya aliran listrik di rumah sakit karena kehabisan bahan bakar serta sederet situasi menyedihkan lainnya.  Warga Gaza kini hidup tanpa harapan, tanpa makanan, air, listrik, bahan bakar di tengah gempuran serangan udara dan darat Israel yang semakin gencar, tanpa mengindahkan kemanusiaan dan hukum-hukum internasional.  Rumah Sakit Indonesia, asset bangsa Indonesia yang berada di Gaza bagian Utara yang dibangun dari dana rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, yang pembangunannya dikerjakan oleh tangan anak-anak bangsa tak luput menjadi sasaran. Berbagai fitnah dan framing disebarkan Israel untuk melegitimasi serangan terhadap RS Indonesia.  Sebagai informasi bagi Bapak, saat ini 3 relawan MER-C, WNI, masih berada di Jalur Gaza, di RS Indonesia untuk menyalurkan bantuan amanah dari rakyat Indonesia untuk warga Palestina di Jalur Gaza. RS Indonesia kini mencoba tetap bertahan dan beroperasional di tengah kegelapan dan keterbatasan obat-obatan, karena ini adalah satu-satunya tumpuan harapan masyarakat Gaza Utara untuk berlindung dan mendapatkan akses pengobatan. Akankah dunia dan kita bangsa Indonesia terus berdiam diri melihat hal ini ? Untuk itu, sebagai perwakilan rakyat Indonesia, atas nama bangsa Indonesia, bangsa yang memiliki asset Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, kami berharap Bapak Presiden dengan segala kemampuan dan kapabilitas yang dimiliki untuk dapat melakukan perubahan dan menyelamatkan RS Indonesia di Jalur Gaza. Kami berharap, pada kesempatan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, Bapak dapat menyampaikan hal ini, memberikan tekanan kepada dunia, khususnya kepada Amerika Serikat agar segera mengadakan gencatan senjata di Jalur Gaza dan menyelamatkan Rumah Sakit Indonesia dari serangan Israel. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian khusus Bapak Presiden. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hormat kami, Atas nama rakyat Indonesia Dr. Sarbini Abdul Murad  Ketua Presidium  MER-C Indonesia ————————————————— Subject: Open Letter from MER-C to the President of the Republic of Indonesia Dear Mr. Ir. H. Joko Widodo, President of the Republic of Indonesia Peace be upon you, and may the mercy of Allah and His blessings be upon you—greetings of peace for all of us. Today marks the 36th day of the world witnessing indiscriminate aggression, murder, and mass slaughter of civilians in the Gaza Strip, the majority of whom are women and children. Residential areas, including places of worship such as mosques and churches, schools, evacuation locations, and various other public facilities, not to mention all hospitals in the Gaza Strip, have fallen victim to the brutality of the Israeli military. Tens of thousands have lost their lives, and tens of thousands more are injured, unable to receive proper treatment due to the depletion of medications, the blackout of electricity in hospitals due to fuel shortages, and a series of other distressing situations. The people of Gaza live without hope now, without food, water, electricity, and fuel amid the intensified air and ground attacks by Israel, disregarding humanity and international laws. The Indonesia Hospital, a national asset built in the northern part of Gaza with funds from the Indonesian people from Sabang to Merauke, constructed by the hands of our fellow countrymen, has not escaped becoming a target. Israel has spread various false accusations and framings to legitimize attacks on the Indonesia Hospital. For your information, Mr. President, currently, three MER-C volunteers, Indonesian citizens, are still in the Gaza Strip at the Indonesia Hospital to deliver aid entrusted by the Indonesian people to the people of Palestine in the Gaza Strip. The Indonesia Hospital is now trying to survive and operate amid darkness and a shortage of medications because it is the only hope for the people of North Gaza to seek refuge and access medical treatment. Will the world and our Indonesian nation continue to remain silent in the face of this? Therefore, as representatives of the Indonesian people, on behalf of the Indonesian nation that owns the Indonesia Hospital in the Gaza Strip, we hope that you, Mr. President, with all your capacities, can bring about change and save the Indonesia Hospital in the Gaza Strip. We hope that during the meeting with the President of the United States, Joe Biden, you can convey this matter, exerting pressure on the world, especially the United States, to immediately initiate a ceasefire in the Gaza Strip and save the Indonesia Hospital from Israeli attacks. This open letter is for your special attention, Mr. President. Peace be upon you, and may the mercy of Allah and His blessings be upon you. Sincerely, On behalf of the Indonesian people, Dr. Sarbini Abdul Murad Chairman of the MER-C Presidium  

Seruan dari Rumah Sakit Indonesia, Jalur Gaza – Palestina

SERUAN DARI RUMAH SAKIT INDONESIA, JALUR GAZA – PALESTINA Bismillahirrahmanirrahim Dari ruang tamu Rumah Indonesia, dari Jantung Rumah Sakit Indonesia yang dibangun dari kerja keras rakyat Indonesia, yang dibangun dari dana rakyat Indonesia.Dari jantung target serangan, dari utara Jalur Gaza, kami sampaikan pesan kepada Pemerintah Indonesia. Sebagai pembuka, kami memohon kepada pemerintah Indonesia untuk melakukan tekanan terhada semua, kepada Amerika, kepada Inggris, kepada Perancis, kepada PBB, kepada penjajah, agar segera menghentikan serangan terhadap Jalur Gaza. Dan menghentikan ancaman mereka untuk menyerang Rumah Sakit Indonesia. Dan kami meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menekan penjajah agar menghentikan serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia, dan serangan di sekitar Rumah Sakit Indonesia. Rumah Sakit Indonesia sudah diserang dan dibombardir sejak hari pertama yang mengakibatkan 2 orang pekerja syahid di dalam Rumah Sakit Indonesia. Kami sangat yakin kepada pemerintah Indonesia akan mampu menekan penjajah untuk menghentikan serangan terhadap rakyat Palestina, terhadap rumah sakit, dan memberikan perlindungan kepada rumah tamu Indonesia. Di sini, dari jantung serangan, dari jantung Rumah Sakit Indonesia, dari jantung perwakilan pemerintah Indonesia, dari rumah tamunya rakyat Indonesia meminta pemerintah agar memberikan perlindungan penuh kepada seluruh pekerja, seluruh pasien dan para pengungsi yang berada di dalam rumah sakit yang jumlahnya sudah mencapai lebih dari 5000 orang. Meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menekan semuanya agar menghentikan serangan kepada rumah sakit Indonesia, serta memberikan perlindungan penuh kepada Rumah Sakit Indonesia. Kami sangat yakin pemerintah Indonesia mampu memberikan tekanan kuat kepada PBB, kepada USA, kepada penjajah untuk menghentikan serangan kepada rumah sakit. Barakallahufikum. Dr. Atef al-KahloutDirektur RS IndonesiaJalur Gaza, Palestina Link Youtube : https://youtu.be/6xnkknQpVF0

Silahkan bertanya?