MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Pasar Jumat di Jalur Gaza

Kehidupan di Jalur Gaza diwarnai dengan pengangguran dan tingkat kemisikinan yang tinggi. Masyarakat Gaza harus berusaha keras untuk mendapatkan “sheikel” (mata uang Israel) untuk membeli konsumsi diri dan keluarganya.   Memasuki tahun ke 12 Blokade terhadap Gaza berlangsung, Tidak hanya udara bahkan darat dan lautpun ditutup Zionis Israel. Sehingga sekitar dua juta penduduk Gaza mengalami krisis yang cukup parah.   Salah seorang ulama besar di Gaza Utara bernama Syeikh Yakub Abu Muhammad saat berkunjung ke Kantor MER-C Jumat malam Sabtu (8/3) 2019 mengungkapkan banyak dari kalangan anak yatim dan janda-janda syuhada yang terlantar menunggu bantuan untuk meringankan hidup mereka. Beliau juga turut mendoakan semoga menjadi pahala yang terus mengalir bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza.    Walaupun Gaza dihantui kelaparan dan terkadang bunyi-bunyi yang menyeramkan tetapi rakyat Gaza berusaha sabar dan penuh semangat. Salah satu cara mereka keluar dari kesulitan ekonomi adalah dengan mengadakan pasar Jum’at di sekitar masjid. Dikatakan pasar Jum’at karena mereka hanya berjualan disekitar masjid-masjid tertentu setelah sholat Jum’at berlangsung. Pasar tersebut merupakan bertemunya penjual dan pembeli dan adanya transaksi antara barang dan uang “Sheikel”   “Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah.” (QS. Al-Jumu’ah: 10).   Syariat mengijinkan untuk melakukan aktifitas duniawi dan mencari rizqi setelah solat Jum’at bahkan sebagian ulama memandang jual beli setelah sholat Jum’at menjadi sebab datangya keberkahan.    Tidak banyak macam yang dijual., Komoditas sederhana diperjual belikan dari minyak wangi, kueh-kueh, berbagai jenis minumam dan lain sebagainya    Transaksi yang ada menjadi perantara perputarannya ekonomi masyarakat Gaza. Seperti saat penulis menjumpai setelah Sholat Jum’at di Masjid Turki di pinggir pantai Gaza sebelum memenuhi undangan makan siang di hari Jum’at seorang  keluarga bernama “Aiz” di jalan Umar Mukhtar Gaza.    Edy Wahyudi  Dari Jalur Gaza Palestina Site Manager RS Indonesia Gaza Palestina

Keberkahan Menerima Tamu

Aktifitas Relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza Palestina tidak hanya disibukan dalam proses pembangunan mulai dari briefing pagi, penyiapan material dan pembagian kerja akan tetapi juga menerima dan menyantuni tamu dengan baik. Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Bila dirata-rata hampir dua jam sekali hadir tamu di Kantor MER-C di Gaza Palestina. Tujuan kedatangan tamu berbagai macam dari masalah yang bersifat pribadi hingga membicarakan masalah teknis bangunan. Pembangunan tahap 2 RSI Gaza dibangun di atas bangunan yang sudah ada aktifitas sebuah rumah sakit sehingga diperlukan banyak koordinasi dalam menjalankan proses pembangunannya. Selain sibuk menerima tamu, para relawan RSI Gaza disibukan juga untuk dijadikan tamu oleh masyarakat Gaza. Mereka berlomba-lomba mengundang makan siang Relawan RSI. Ada yang mengundang sebagian ada pula yang mengundang seluruh relawan RSI Tahap 2 ini berjumlah 29 orang. Relawan RSI Gaza harus mampu menjaga hubungan baik dengan masyarakat Gaza, sehingga untuk menghadiri undangan yang cukup banyak dibuatlah “waiting list” atau mengatur jadwal waktu undangan makan siang masyarakat gaza. Seabagian besar masyarakat Gaza memahami benar akan fadhilah atau keutamaan menerima tamu antara lain : Mendapat Pahala Seperti Ibadah Haji Dan Umrah, Menghapus Dosa Tuan Rumah, Disinari Oleh Cahaya Kebaikan, Tauladan Dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Menjadi Ladang Sedekah, Termasuk Amalan Surga, Sebagai Bentuk Keimanan Dan Ketakwaan Terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala Mereka berlomba-lomba untuk mengundang makan siang para relawan pada hari yang penuh berkah yaitu hari Jum’at. Beberapa kali para relawan sempat menitikan air mata karena dalam kondisi rumah dan keseharian yang sangat minim atau serba kekurangan mereka tetap mengundang para relawan RSI untuk menjamu dengan makanan yang cukup lengkap untuk ukuran Indonesia. Saat sempat ditanyakan kenapa mereka begitu bersemangat mengundang para relawan RSI, mereka berkata : “Walaupun kami dalam kondisi yang kekurangan, kami masih dapat berkumpul dengan keluarga.  Akan tetapi kalian datang kesini dari negri yang sangat jauh sebagai relawan meninggalkan anak istri dan pekerjaan sehari-hari kalian disana untuk membantu kami disini. Maka kami wajib menghormati kalian sebagai tamu.” Edy Wahyudi Dari Jalur Gaza Palestina Site Manager RS Indonesia Gaza Palestina

MER-C dan Bukalapak Tandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan PT. Bukalapak.com menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama Program Kemanusiaan. Bertempat di Kantor Pusat MER-C Indonesia di bilangan Senen, Jakarta Pusat, nota kesepahaman ditandatangani oleh dr. Sarbini Abdul Murad selaku Ketua Presidium MER-C dan Fajrin Rasyid selaku Direktur PT Bukalapak.com, Jumat/8 Maret 2019. Dr. Sarbini mewakili keluarga besar MER-C mengungkapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bukalapak sebagai salah satu online marketplace terkemuka di Indonesia yang telah mendukung dan menyambut kerjasama ini. Menurutnya, kerjasama ini penting karena MER-C tengah melakukan program besar, yaitu pembangunan tahap dua RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. “Kita sedang membangun kembali Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina yang membutuhkan dana yang cukup besar, yang perlu melibatkan banyak jaringan, banyak pihak. Kami harapkan dengan adanya kerjasama ini, masyarakat yang lebih luas bisa tahu mengenai program MER-C. Kita juga berharap masyarakat bisa ikut berpartisipasi sehingga RS Indonesia di Gaza bisa cepat terwujud menjadi kebanggaan rakyat dan bangsa Indonesia.” Sementara Direktur Bukalapak, Fajrin Rasyid mendoakan supaya apa yang dicita-citakan oleh MER-C bisa semakin dekat dengan kenyataan dan Bukalapak siap mendukung dan membantu. “Kami akan membantu dalam dua hal. Pertama melalui pintu donasi, yaitu masyarakat atau user bukalapak bisa berdonasi untuk kemudian kami salurkan kepada MER-C. Kedua, MER-C bisa menjual merchandise melalui Bukalapak dan keuntungan dari penjualan bisa untuk mensupport visi misi MER-C,” ungkap Fajrin. Terkait jangka waktu, Fajrin berharap kerjasama ini bisa berkesinambungan. “Untuk awal jangka waktu kerjasama adalah 3 tahun. Namun kami sangat-sangat terbuka untuk dikemudian hari diperpanjang berdasarkan feedback dari semua pihak. Tentu kita juga akan memonitor secara berkala untuk kita evaluasi, kita perbaiki. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa terus berlangsung dan akan kami pantau terus,” tambahnya. Prosesi penandatangan nota kesepahaman ditutup dengan penyerahan cinderamata dari masing-masing pihak.   Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia

Tim 4 Construction Management MER-C Kembali ke Jakarta

Tim 4 Construction Management MER-C yang terdiri dari dua Presidium MER-C dan dua Tim Construction RS Indonesia (RSI) kembali ke Jakarta, Senin (4/3) setelah sukses melakukan survai lokasi RSI dan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan Gaza Palestina (MOH). “Sesuai dengan jadwal mereka akan tiba di Jakarta Selasa (5/3). Perjalanan dimulai dari Wisma Indonesia di Gaza, Senin (4/3) jam 7 pagi dan tiba di Kairo sekitar jam 22.30 malam waktu Kairo. Dari Bait Lahiya lokasi RSI menuju perbatasan Rafah Gaza Tim diantar oleh kendaraan minibus milik MOH. Tim 4 Construction Management berada di Jalur Gaza Palestina selama lima hari tempat beradanya RS Indonesia di Bait Lahiya, Jalur Gaza. Jalur Gaza adalah sebuah kawasan yang terletak di pantai timur Laut Tengah, bagian dari wilayah Negara Palestina, berbatasan dengan Mesir di sebelah barat daya (11 km), Israel di sebelah timur dan utara (51 km (32 mil). Jalur Gaza memiliki panjang sekitar 41 kilometer (25 mil) dan lebar antara 6 hingga 12 kilometer (3,7 hingga 7,5 mil), dengan luas total 365 kilometer persegi. RS Indonesia (RSI) yang dibangun MER-C di Bait Lahiya, Jalur Gaza, Palestina, dimaksudkan untuk menampung korban perang. RS ini dibangun MER-C berdasarkan pengalaman saat terjadi perang dengan Israel tahun 2009 lalu. Sementara itu, saat ini sebanyak 29 relawan Indonesia masih berada di Jalur Gaza untuk melakukan pengembangan RS Indonesia berupa pembangunan dua lantai tambahan untuk menambah kapasitas rawat inap serta membuka departemen-departemen baru berikut alat kesehatannya. GAZA, Kami Kembali… Salam Jum’at Barokah… Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia

Wisma Indonesia Memperluas Diri

Rumah Sakit Indonesia (RSI) yang terletak di jantung kota di Jalur Gaza bagian Utara sedang menambah dua lantai sehingga RSI diharapkan memiliki 4 lantai dan 1 basement. Di kawasan RSI selain terdapat bangunan utama juga terdapat Wisma Indonesia (Indonesia Guest House) yang memiliki fasilitas Ruang Inap yang mampu menampung 33 orang, ruang kantor, ruang rapat, dapur, ruang perpustakaan dan gudang. Peralatan yang dimilikipun cukup lengkap antara lain AC dingin dan hangat, peralatan computer, slide proyektor, peralatan dapur dan lainnya Wisma Indonesia saat ini tidak ingin ketinggalan dengan bangunan utama RSI yang sedang dalam proses pengembangan pembangunan. Untuk pembangunan RSI tahap ke 2 ini MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) mendatangkan 28 relawan dari Indonesia dengan berbagai keahlian. Tentunya jumlah yang cukup besar ini memerlukan tambahan toilet dan ruang jemur. Kunjungan Tim MER-C yang dipimpin oleh Ir. Faried Thalib kali ini bersamaan dengan berlangsungnya musim dingin di Gaza, sehingga Tim menyaksikan adanya antrian panjang untuk ke toilet dan pakaian yang dijemur para relawan lama tak kunjung kering. Untuk itu, tim memutuskan menambah empat ruang toilet dan ruang jemur di Wisma Indonesia. Dengan adanya penambahan ini, ke depannya insyaa Allah Wisma Indonesia memiliki 9 toilet dan kamar mandi yang dilengkapi dengan alat pemanas air serta ruang jemur pakaian. Wisma yang terdiri dari 2 lantai ini dibangun oleh para relawan dan selama ini berfungsi sebagai kantor MER-C Cabang Gaza serta tempat tinggal para relawan Indonesia yang akan bertugas di RSI Gaza Palestina.  *Edy Wahyudi*Dari Jalur Gaza Palestina Site Manager RS Indonesia GAZA, Kami Kembali… Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia

Al Yaum Al Jum’ah

Hari Jumat. Hari yang memiliki makna besar bagi muslim. Bukan saja dikarenakan kewajiban menjalankan sholat jumat didalamnya bagi laki-laki, namun juga banyak keutamaan yang disampaikan baginda Rasulullah kepada umatnya. Bagi masyarakat Indonesia seperti juga di Eropa dan Amerika sana, hari Jumat adalah penghujung hari kerja sebelum libur berakhir pekan. Sehingga hari Jumat identik dengan kelelahan kerja seminggu dan keinginan untuk segera pulang untuk berkumpul bersama keluarga. Tak pelak, hari Jumat menjadi ‘hari tanggung’ karena waktu kerja terpotong ibadah sholat Jumat dan semangat kerja yang kadung rendah. Di sore hari saat jam pulang kerja, jalanan sesak diselingi oleh klakson pengendara yang terjebak kemacetan. Berbeda di Gaza dan kebanyakan negara Timur Tengah. Hari Jumat adalah hari libur akhir pekan sampai Sabtu. Penamaan hari-hari dalam bahasa Indonesia mengadopsi urutan hari dalam bahasa Arab, Ahad (Minggu) – Isnin (Senin) – Tsalatsa (Selasa) – Arba’ (Rabu) – Khamsa (Kamis) – dan Sab’ah (Sabtu) yang juga urutan angka 1 – 7. Jadi karena Ahad adalah hari pertama, maka Jumat – Sabtu adalah weekend. Yang tampak adalah kelengangan di pagi hari. Banyak keluarga memilih berkumpul dalam rumah, terlebih dalam kondisi cuaca dingin yang menggigit kali ini. Biasanya, nanti lepas sholat Jum’at baru mereka keluar rumah untuk piknik. Dan, RS Indonesia menjadi destinasi piknik yang iconic bagi warga Bayt Lahiya dan sekitarnya. Dengan ruang terbuka luas berupa taman, tak ayal RS Indonesia juga menjadi public space tempat mereka saling berinteraksi. Dan hal ini diakui oleh masyarakat dan otoritas setempat tidak pernah mereka temui di lokasi lain di Gaza. Semoga Allah jadikan RS ini sebagai jariyah bagi para donatur dan relawan yang mewujudkannya. Semoga Allah jaga RS ini agar senantiasa memberikan manfaat bagi warga Gaza Utara dan sekitarnya. Bayt Lahiya, 01 Maret 2019Arief Rachman

Hujan dan Gaza

Sesuai prediksi, memang hari ini dan prakiraan cuaca 2 hari ke depan akan lebih dingin dari sebelumnya disertai hujan. Kemarin hujan ringan hanya turun menjelang waktu shubuh. Suhu pun menjadi drop di waktu ini. Tapi hari ini, bahkan saat sholat shubuh pun air masih tercurah dari langit. Kami yang biasanya berjamaah cukup mengenakan mantel, kali ini banyak yang memakai sarung tangan. Dingin memang terasa lebih menggigit. Terlebih sesekali udara cukup keras berhembus, terasa menembus tulang. Jangan dibayangkan Gaza seperti kebanyakan wilayah Timur Tengah yang didominasi padang pasir nan tandus. Panas dan berdebu. Berkebalikannya, Gaza adalah lahan subur kehijauan dengan hasil tani melimpah ruah. Zaitun, kurma, jeruk, aprikot dan apel berbuah lebat memberi warna berbeda di tiap musimnya. Di musim dingin, hujan turun sesekali membawa butiran es. Bukan tidak mungkin, jika suhu udara ke depan semakin turun, hujan es juga akan kami alami. Ironisnya, melimpahnya hasil pertanian tidak membuat petani bahagia. Kebanyakan produk mereka rusak karena tidak memiliki fasilitas pengolahan, atau tidak laku dijual. Hampir tidak ada pabrik pengemasan untuk pengiriman keluar Gaza. Atau lebih jelek lagi, perusahaan Israel menolak menjual hasil bumi Gaza jika tidak mau dilabeli made in Israel. Kehidupan masyarakat Gaza menjadi sangat bergantung kepada buka-tutupnya perbatasan, orang dan juga barang. Dari 5 pintu masuk yang menghubungkan Gaza dan luar, mereka tinggal bergantung kepada perbatasan Rafah (Mesir) untuk pergi keluar. Perbatasan Erez menjadi momok karena buruknya perlakuan tentara Israel kepada warga Gaza. Sementara pintu Karem Abu Shalom hanya digunakan untuk arus barang. Paspor adalah barang mewah bagi kebanyakan warga Gaza. Bahkan bagi yang memilikinya, terkadang tak lebih dari sekedar travel document. Paspor Palestina tidak memberikan kebebasan berpergian bagi pemegangnya, malahan mengundang ‘perlakuan khusus’ dari petugas imigrasi saat ditunjukkan. Banyak cerita bagaimana warga Palestina mendapat diskriminasi, intimidasi hingga pembatasan saat berpergian menggunakan paspornya. Dengan status 60% warga Gaza adalah pengungsi (refugee) maka bantuan donor adalah vital. Di tengah pemangkasan bantuan AS kepada UNRWA (lembaga PBB yang mengurusi pengungsi Palestina), pengurangan bantuan dari Uni Eropa kepada Palestina karena isu terorisme, dan konflik internal politik, semakin menempatkan penderitaan warga Gaza ke titik terendahnya. Anehnya, bantuan yang dibutuhkan di dalam Gaza, kadang menumpuk di gudang-gudang perbatasan Yordania, Mesir atau Israel sendiri tanpa kejelasan penyaluran. Bahkan anekdotnya, bantuan yang disalurkan ‘sengaja’ diatur agar tidak sesuai kebutuhan dan momennya. Saat musim dingin, peralatan sekolah anak dimasukkan. Saat musim panas, pakaian dan selimut dingin disalurkan. Hujan dan cuaca dingin memang datang di Gaza. Namun, seolah masyarakat merasakan biasa-biasa saja. Wajah-wajah ceria anak bersekolah di pagi hari dengan pipi kemerahan karena dingin. Celoteh dan teriakan mereka saat bermain di sore hari dengan baju hangat seadanya.  Suasana masjid dan azan yang mengundang jamaah untuk memenuhi shaf-shaf sholat 5 waktu. Bayt Lahya, 28 Februari 2109Arief Rachman

Proses Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia Gaza Dimulai

Gaza – Meski sesekali hujan rintik-rintik masih turun di sekitar RS Indonesia, relawan konstruksi tetap semangat memulai proses pembangunan. Di awali dengan sarapan bersama dan briefing saling menyemangati, para relawan berpencar sesuai dengan kompetensinya.      Langkah awal adalah menutup sebagian lokasi RS Indonesia untuk digunakan sebagai akses masuk dan storage bahan bangunan yang akan dimasukkan. Jalan di depan Wisma Rakyat Indonesia -Kantor MER-C Cabang Gaza sekaligus tempat tinggal relawan selama bertugas- ditutup dengan seng seluas kurang lebih 300 meter persegi. Arus lalu lintas tidak bisa lagi memutari RS, namun harus keluar ke jalan di depan pintu IGD.   Dalam tiga hari terakhir sejak kedatangan relawan konstruksi dari Indonesia, berita tentang RS Indonesia sudah menjadi trending topic lokal, baik di dunia maya maupun obrolan warga. Mereka penasaran kapan akan dimulai pembangunan RS Indonesia yang menurut mereka spektakuler sudah memberikan layanan kesehatan terbaik di Gaza Utara.   Dua hari sebelumnya, Selasa/26 Februari 2019, Tim MER-C bertemu dengan Dr. Yousif H. Abu El Reesh Deputy Minister of Health di kantornya di Gaza. Dalam kunjungan yang penuh keakraban ini pihak Kementerian terlebih dahulu memaparkan data tentang posisi penting RS Indonesia di Gaza Utara, terlebih dalam situasi konflik. Mewakili pemerintah, Dr. Yousif juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Indonesia yang telah menyumbangkan RS kepada masyarakat Palestina di Gaza.   Dalam menyampaikan rencananya, Ir. Faried Thalib selaku Presidium MER-C menceritakan sejarah RS Indonesia sejak 2009 hingga 2016. Saat ini, RS Indonesia baru terbangun 3 lapis dari kebutuhan 5 lapis. Bahwa untuk proyek kali ini, diskusi terukur dan terarah harus mendahului pengerjaan internal design. Sementara itu, proses pengerjaan struktur bisa sesegera mungkin dikerjakan karena tinggal mengikuti struktur dibawahnya.   Teknis detail akan dibahas dalam diskusi bersama staf Kementerian Kesehatan yang ditunjuk meliputi pembatasan area kerja, akses masuk-keluar material, dan mekanisme lainnya guna menjamin layanan kesehatan RS tetap berfungsi.    GAZA, Kami Kembali…   Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui :   BSM, 700.1352.061 BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111925 BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308 Bank Muamalat, 301.00521.15   Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee   Info : Website : www.mer-c.org Call center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia, @rsindonesia   #mercforgaza #tahap2rsindonesiagaza #beapartofhistory #mercindonesia

Gaza Hujan, Suhu Udara Kembali Turun

Sempat menghangat dalam pekan terakhir Februari, ramalan cuaca memprediksi suhu udara akan kembali turun dalam tiga hari ke depan. Bahkan, dua hari terakhir hujan ringan menyiram menjelang waktu shubuh.   Beruntung curah yang tidak terlalu tinggi tidak sampai mengganggu aktivitas  kerja para relawan konstruksi. Sedianya, para relawan akan membuat atap di garasi guest house RS Indonesia menggunakan baja ringan yang akan digunakan untuk tempat penyimpanan sementara. Secara prinsip, program pembangunan RS Indonesia tahap 2 sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan c.q Direktur RS Indonesia untuk segera dimulai. Ir. Faried Thalib sudah mulai menginstruksikan kepada Ir. Edy Wahyudi selaku Site Manager untuk mulai melakukan  pembelian material yang dibutuhkan. Semoga, hujan yang turun menyiram bumi para syuhada menjadi barokah bagi program pembangunan RS Indonesia tahap 2. Allahumma shoyyiban naafi’an. GAZA, Kami Kembali… Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 301.00521.15 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia

Bertemu Deputy Minister of Health, MER-C Paparkan Rencana Tahap 2 Pembangunan RS Indonesia

Gaza, Selasa siang (26/2/2019) pukul 13.00 waktu Gaza, 4 orang perwakilan MER-C menghadap Dr. Yousif H. Abu El Reesh Deputy Minister of Health di kantornya di Gaza. Dalam kunjungan yang penuh keakraban ini pihak Kementerian terlebih dahulu memaparkan data tentang posisi penting RS Indonesia di Gaza Utara, terlebih dalam situasi konflik. Mewakili pemerintah, Dr. Yousif juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat Indonesia yang telah menyumbangkan RS kepada masyarakat Palestina di Gaza. Dalam menyampaikan rencananya, Ir. Faried selaku Presidium menceritakan sejarah RS Indonesia sejak 2009 hingga 2016, dan “hutang” 2 lantai RS karena hingga saat ini, RS Indonesia baru terbangun 3 lapis dari kebutuhan 5 lapis. Bahwa untuk proyek kali ini, diskusi terukur dan terarah harus mendahului pengerjaan internal design. Sementara itu, proses pengerjaan struktur bisa sesegera mungkin dikerjakan karena tinggal mengikuti struktur dibawahnya. Teknis detail akan dibahas dalam diskusi bersama staf Kementerian Kesehatan yang ditunjuk meliputi pembatasan area kerja, akses masuk-keluar material, dan mekanisme lainnya guna menjamin layanan kesehatan RS tetap berfungsi.GAZA, Kami Kembali… Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 301.00521.15 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #tahap2rsIndonesiagaza#beapartofhistory#donasipalestina#mercforgaza#mercindonesia

Silahkan bertanya?