MER-C Desak Israel Segera Hentikan Serangan ke Rafah

Siaran Pers Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mendesak Perdana Menteri Israel untuk segera menghentikan serangan ke Rafah, Gaza Selatan, yang akan mengakibatkan banyak korban sipil jika terus meluas. MER-C juga menyerukan kepada komunitas internasional segera mengambil tindakan untuk menghentikan genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza sebelum terlambat. Pasukan Israel melancarkan serangan udara dan darat secara masif di wilayah Rafah, Senin (6/5). Kementerian Pertahanan Israel hari Senin mengumumkan operasi militer di Rafah dan mengeluarkan peringatan kepada warga Palestina untuk mengungsi secara paksa dari bagian timur Rafah menuju ke daerah pesisir Al-Mawasi, barat daya Gaza, termasuk sekitar penyeberangan Rafah, perbatasan dengan Mesir, yang merupakan titik perlintasan utama bantuan kemanusiaan ke Gaza. Serangan ke Rafah ini mengakibatkan penundaan pertukaran Tim Emergency Medical Team (EMT) 3 MER-C yang akan keluar dari Jalur Gaza dan Tim EMT 4 yang akan masuk bertugas ke Jalur Gaza.Hal ini karena WHO mengeluarkan peringatan agar semua perjalanan dibatalkan. MER-C terus memantau situasi yang mungkin akan memburuk, serta berkoordinasi dengan WHO untuk menjaga dan memastikan Tim dalam kondisi aman dan dapat terus bekerja dengan baik. Hingga saat ini tank-tank Israel telah memasuki Penyebarangan Rafah. Suara drone dan pesawat tempur Israel terus terdengar jelas dari guest house/posko, tempat TIM EMT menetap. MER-C berkoordinasi dengan WHO sejak 18 Maret 2024 terus mengirimkan bantuan Tim Medis ke Jalur Gaza, yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT). MER-C telah mengirimkan total 4 Tim EMT. Sebanyak tiga Tim EMT sudah masuk dan bertugas di Jalur Gaza, sementara satu Tim (Tim EMT 4) masih tertahan di Kairo. Hingga saat ini, terhitung MER-C telah mengirimkan total 31 relawan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat dan bidan. TIM EMT MER-C sebelumnya bertugas di sejumlah rumah sakit yang masih berfungsi di Rafah, Gaza Selatan, yaitu Rumah Sakit An Najar, Rumah Sakit El Emiraty dan Klinik Tal Al Sultan Primary Health Care Center. Pasca serangan darat Israel ke Rafah, tersisa 12 relawan MER-C yang masih bertugas di Jalur Gaza. Pada Senin/8 Mei 2024, aktifitas semua medis relawan MER-C sempat dihentikan imbas serangan darat Israel ke Rafah. WHO juga sementara melarang Tim EMT bekerja di RS Emirati dan RS An Najjar. Lokasi yang masih diperbolehkan untuk Tim bertugas adalah di Klinik Tal Al Sultan Primary Health Care Center. Hari ini, Rabu/8 Mei 2024, tiga relawan EMT MER-C akan bergerak ke Tal Al Sultan Primary Health Care Center untuk bertugas memberikan pelayanan medis kepada para warga/pasien. Jakarta, 8 Mei 2024 MER-C Indonesia
OPEN RECRUITMENT – “MER-C EMT for Gaza Response 2024”

*OPEN RECRUITMENT – “MER-C EMT for Gaza Response 2024”* Salam Sejawat Medis, *MER-C atau Medical Emergency Rescue Committee* adalah sebuah lembaga kegawatdaruratan medis Indonesia untuk korban perang, konflik dan bencana alam baik di dalam maupun luar negeri. Merespon krisis kemanusiaan di Gaza, pada *Senin/18 Maret 2024*, MER-C telah mengirimkan Tim Medis I ke Jalur Gaza, Palestina. Tim terdiri dari 11 relawan dari berbagai keahlian medis yang dibutuhkan di lapangan. MER-C berencana mengirimkan Tim yang berkelanjutan ke Jalur Gaza untuk memberikan bantuan pengobatan kepada para korban agresi. Kegiatan ini bersifat *Kerelawanan (unpaid volunteers)*, *Netral*, dan *Amanah*. Bagi rekan-rekan sejawat medis yang terpanggil untuk bergabung dan bertugas sebagai relawan *“MER-C EMT (Emergency Medical Teams) for Gaza Response 2024”*, silahkan mengisi form di link berikut ini dan melengkapi persyaratan yang diperlukan: Bagi rekan-rekan yang lolos seleksi akan dihubungi oleh Sekretariat MER-C untuk proses lebih lanjut. *NOTE:* Proses ini tidak dipungut biaya. Harap berhati-hati terhadap semua informasi yang mengatasnamakan MER-C Indonesia. Informasi resmi melalui official website MER-C Indonesia: www.mer-c.org atau Call Center MER-C Indonesia : 0811990176 (wa only) Atas perhatian rekan-rekan, kami mengucapkan terima kasih. Salam Kemanusiaan, *MER-C Indonesia*
Tim Medis MER-C Tiba di Jalur Gaza Palestina

Siaran Pers Setelah menunggu beberapa pekan, Senin/18 Maret 2024, Tim Medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang terdiri dari dokter spesialis bedah orthopedi, dokter umum, perawat dengan berbagai keahlian, bidan dan lainnya, sekitar pkl 22.15 wib atau pkl 17.15 waktu setempat mengabarkan bahwa mereka sudah tiba di Jalur Gaza, Palestina. “Sudah sampai di sisi Palestina,” demikian isi pesan singkat yang diterima MER-C Pusat Jakarta Senin malam, tepat pukul 22.15 wib. Kedatangan Tim disambut oleh relawan MER-C yang berada di Gaza dan pejabat Kementerian Kesehatan Palestina. Suasana haru dan syukur mewarnai Gedung imigrasi di Perbatasan Rafah sisi Gaza ketika 11 relawan MER-C turun dari bis yang membawa mereka dari Perbatasan Rafah Mesir ke Perbatasan Rafah Gaza yang hanya berjarak sekitar 100-meter saja. Dengan masuknya 11 relawan, maka total relawan WNI MER-C di Gaza saat ini sebanyak 13 orang. Tim MER-C akan bertugas selama minimal dua pekan. Mereka akan bekerja di fasilitas kesehatan yang ditunjuk oleh WHO dan Kementerian Kesehatan Palestina. Wilayah penugasan akan berada di Jalur Gaza bagian Selatan, karena rumah sakit di wilayah ini yang masih berfungsi, di tengah lumpuhnya sebagian besar fasilitas kesehatan di sepanjang Jalur Gaza. Tim Medis MER-C bisa mencapai Jalur Gaza atas kolaborasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang mengkoordinir Tim medis dari berbagai negara dibawah payung Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan bantuan di wilayah Gaza yang masih membara. MER-C atas kolaborasi dengan WHO berkomitmen untuk dapat mengirimkan Tim Medis yang berkelanjutan ke Jalur Gaza, Palestina. Untuk itu, kami mengajak sejawat dari organisasi profesi, Lembaga medis, Fakultas Kedokteran dan instansi medis lainnya untuk dapat bersama-sama atas nama bangsa Indonesia mengirimkan Tim medis ke Jalur Gaza. Pengiriman Tim dan bantuan medis diharapkan dapat menjadi salah satu dukungan nyata bangsa Indonesia, khususnya untuk Palestina sesuai dengan amanat UUD 1945 dan politik luar negeri Indonesia. Hal ini dapat terlaksana tentunya atas doa dan dukungan rakyat Indonesia. Bantuan-bantuan medis dan kemanusiaan akan terus disalurkan oleh MER-C secara bertahap ke Jalur Gaza. Kami berharap jika situasi sudah kondusif, MER-C dapat melakukan kembali Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza bagian Utara yang saat masih sulit untuk dijangkau karena situasi yang masih mencekam. Dukungan dan Donasi dapat disalurkan melalui: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111.925Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Semua rekening atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 19 Maret 2024MER-C Indonesia
MER-C Training Center Resmi Diluncurkan

MER-C Training Center (MTC) yang bergerak di bidang pelatihan kegawatdaruratan medis dan keahlian medis lainnya resmi disahkan sebagai PT Medika Tunas Cendikia. Pelaksanaan syukuran digelar di Jakarta pada tanggal 4 Februari 2024. PT MTC yang merupakan bagian dari Yayasan MER-C menawarkan berbagai pelatihan diantaranya; Basic Life Support (BLS) untuk Awam maupun Medis, Basic Trauma & Cardiac Life Support, Surgical Skill (BSS), Basic and Advance Skills Lab, dan Mass Casualties Incident Training. Namun tidak hanya pelatihan, MTC juga akan menggelar berbagai seminar kesehatan dan workshop, Tidak terbatas di Jakarta namun di seluruh daerah di Indonesia. Acara syukuran ini dihadiri oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, Presidium MER-C dr Yogi Prabowo, SpOT., Ketua Yayasan MER-C dr. Muhammad Reza Saputra, Sp.OT., Direktur Utama MTC dr. Naenda Stasya, MARS., jajaran Direksi MTC, Relawan MER-C dan para undangan. “Pada hari ini kita mengucapkan syukur kepada Allah, karena detik ini MTC telah bisa menunjukkan satu kiprah awalnya dan insyaallah kedepan bisa lebih berkembang dan lebih maju,” kata Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad dalam sambutannya di peresmian MTC. “Saya berpesan, terkadang sesuatu yang kita rancang tidak selalu seindah yang kita harapkan. Untuk itu butuh perjuangan. Maka harapan saya teman-teman di MTC bisa bekerja sama dengan baik, menjalin komunikasi dengan stakeholder-stakeholder yang lain, apabila ada masalah bisa didiskusikan secara transparan sehingga tidak menghambat bidang kerja bisnis dan lainnya. Jadi kita saling mendukung,” tuturnya. Ketua Yayasan MER-C dalam kesempatan itu menyampaikan harapannya, semua relawan dapat berjuang bersama dengan semakin banyak kolaborasi yang dilakukan, maka semakin bersatu untuk membangun MER-C semakin besar. “Kita berjuang bersama. Semakin banyak SDM kita semakin banyak kita melakukan kolaborasi, bukan semakin berpecah tapi semakin bersatu membangun MER-C supaya semakin besar. Diharapkan MTC ini dapat mengemban amanat tersebut,” kata dr. Reza.Direktur Utama MTC dalam sambutannya mengatakan, MTC merupakan underbow MER-C. MTC menjadi berbeda dari lembaga pelatihan lainnya karena memiliki keunggulan pada SDM Pelatihnya yang juga merupakan relawan MER-C yang telah berpengalaman di wilayah perang, konflik maupun bencana alam. “Alhamdulillah dua hari ini pada tanggal 3 dan 4 Februari pihak manajemen MTC telah melaksanakan rapat kerja yang juga dihadiri perwakilan kantor yang ada di Yogyakarta dan Medan.Kami menargetkan tahun ini sudah bisa menjalankan 11 program,” ungkapnya. Ia mengatakan, Visi MTC adalah menjadi Lembaga Pelatihan Kesehatan dengan keunggulan kegawatdaruratan dan managemen bencana yang diakui baik tingkat nasional maupun internasional di tahun 2029. “Mohon doa restu dan juga support. Mungkin masih banyak hal yang luput atau belum terlintas dalam pemikiran kami. Oleh karena itu, dengan senang hati kami tunggu saran yang konstruktif untuk kemajuan MTC,“ pungkasnya.
Surat Terbuka : CAPRES RI HARUS TOTALITAS DALAM MENDUKUNG KEMERDEKAAN PALESTINA

Kepada Ykh.,Calon Presiden Republik Indonesia2024 – 2029di tempat Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pertama-tama, kami mengucapkan selamat berkampanye dan berkontestasi pada Pemilihan Umum tahun 2024 mendatang kepada semua Calon Presiden Republik Indonesia. Calon Presiden yang terhormat, Palestina mempunyai hubungan yang sangat dekat dan mendalam dengan Indonesia. Palestina tinggal satu-satunya negara anggota KAA tahun 1955 yang sampai dengan hari ini belum mendapatkan kemerdekaannya. Secara kontitusi dan sejarah kita mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina. Tanggung jawab ini mesti diperjuangkan, tidak cukup dengan slogan semata. Perjuangan untuk mencapai kemerdekaan semakin lama tidak menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan, tapi malah sebaliknya. Israel dengan kekuatan penuh dan didukung oleh AS dan sebagian negara Eropa melakukan agresi ke Palestina baik di Gaza maupun di Tepi Barat. Agresi ini menimbulkan bencana kemanusiaan dan mengarah ke genosida. Kita menyaksikan betapa sadis apa yang telah dilakukan Israel terhadap Palestina. Dalam surat terbuka ini, kami ingin mengingatkan kepada para Capres agar jika terpilih dan ditakdirkan menjadi Presiden Republik Indonesia untuk lima tahun mendatang, Bapak dapat melakukan upaya yang lebih terhadap Palestina dan juga tegas kepada Israel baik politik maupun ekonomi. Ketegasan ini sangat dibutuhkan ketika dunia Arab semakin mesra dengan Israel. Adapun poin penting yang ingin kami sampaikan kepada Bapak jika terpilih sebagai Presiden RI sbb: 1. Tetap berjuang untuk membela Palestina dalam solusi dua negara hingga Palestina meraih kemerdekaannya; 2. Berkomitmen untuk tidak membuka hubungan atau komunikasi dalam konteks membuka hubungan diplomatik dengan Israel; 3. Berkomitmen memboikot ekonomi Israel, dengan memboikot produk-produk Israel khususnya yang berasal dari Tepi Barat sehingga tidak ada impor-impor illegal dan tidak ada transaksi perdagangan gelap antara Indonesia dengan Israel di level manapun; 4. Berkomitmen mendukung Palestina di forum-forum internasional. 5. Berkomitmen untuk totalitas dalam membantu Palestina dan memutus hubungan dengan Israel di bidang apapun. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan kepada Bapak, semoga pandangan kami dapat menjadi perhatian penting bagi Bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Jakarta, 5 Januari 2024 Hormat kami,MER-C Indonesia
OPEN LETTER TO THE PRESIDENT OF THE UNITED STATES JOE BIDEN

Honorable Mr. Biden I am Sarbini Abdul Murad, Chief Presidium of Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) is an organization that aims to provide medical services for war victims domestically and overseas. As an organization that focuses on humanity and peace, the conflict between Palestine and Israeli has also become our concern. What happening in Palestine are closely related to issues of colonialism, humanity, apart from religion. In fact, we hope that you, President of the United States, do not make the conflict any worse. We hope that you will really consider any attitudes and statements regarding Palestine. The attitude you take between upholding human rights and on the other hand actually arming other countries as a form of resistance. This certainly indicates that there are double standards in dealing with the Palestinian-Israeli conflict. Once again, this is not about religion, ethnicity or race, but about humanity. A truly real humanitarian crisis is occurring in Palestine. All life is precious. We both agree that human life is the most sanctified value on this earth. We reject the targeting of civilians, and we mourn the loss of all civilian live. Gazans are facing death every day. Every five minutes, a Palestinian child is killed. Totally unacceptable. Babies, children, women, the elderly, the disabled, hospitals, ambulances, medics, schools, teachers, residential complexes, worship place and much more. This is completely genocide and ethnic cleansing. However, it is very unfortunate that your siding with Israel by facilitating weapons of mass destruction has actually made the conflict even wider. Your action clearly contradicts various international treaties and agreements that are apply to the existence of Palestine. You have destroyed the international rules of the game, insulted the authority of the UN, torn apart the sense of justice, and hurt human values, and tarnished the face of human civilization. Mr. President, We believe you still have a conscience. Your great country certainly wants to be seen as honorable for its humanitarian defenses. Moreover, your administration has determined to make the principle of multilateralism, justice and human rights the foundation of United States foreign policy. So, actually this is the right to prove it. For the sake of peace and humanity, we demand that you immediately do ceasefire. Restore the dignity of the United States as a country that upholds human rights. The ceasefire must be implemented now, so as not to increase the loss of life on both sides. This all violates the laws, morals and ethics of war, which must be upheld in a civilized world. We, the Indonesian people, and also the people all around world, will continue to support the struggle for the liberation of Palestinian land from Israeli Zionist colonialism. And the Palestinian people’s right to return to their homes and land. Jakarta, November 20th, 2023Sincerely, Sarbini Abdul MuradChief Presidium MER-C Indonesia
RS INDONESIA DISERANG

Militer Israel sejak tadi malam waktu Gaza, melakukan serangan besar yang menargetkan RS Indonesia, sedikitnya 12 korban meninggal dan ratusan lainnya terluka baik dari kalangan tenaga medis, pasien maupun warga yang mengungsi di RS Indonesia. Tank-tank Israel juga dikabarkan mulai mendekat ke RS Indonesia. Tenaga medis RS Indonesia tidak bisa bergerak mengevakuasi korban karena ditembak secara langsung karena setiap ada pergerakan orang baik keluar maupun masuk langsung ditembak atau di sekitarnya. Tim medis juga tidak dapat mengevakuasi pasien dan korban luka dari unit perawatan intensif karena kondisi kritis mereka. Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, dikutip dari Quds News Network, mengatakan situasi di Rumah Sakit Indonesia sangat buruk dan penjajah Israel meningkatkan serangannya terhadap Rumah Sakit Indonesia. “Pasukan penjajah Israel mengepung Rumah Sakit Indonesia, dan kami khawatir mereka akan mengulangi apa yang mereka lakukan terhadap Kompleks Medis Al Shifa,” ujarnya. Meski situasi memburuk terjadi di RS Indonesia, namun staf medis RS Indonesia masih bersikeras tetap tinggal di rumah sakit untuk merawat korban luka-luka. Sementara 3 relawan MER-C, yaitu Reza Aldilla Kurniawan, Fikri Rofiul Haq dan Farid Zanzabil Al Ayubi masih berada di Jalur Gaza, tepatnya di RS Indonesia. Ketiga relawan belum dapat dihubungi sejak Sabtu lalu, 11 November 2023. Pasca serangan dan pengepungan terhadap RS Indonesia, kondisi relawan belum diketahui. Link Instagram : https://www.instagram.com/p/Cz27D6bptSa/ Link youtube : https://www.youtube.com/watch?v=sFg4Q1sodMk
INDONESIAN HEALTH WORKERS STAND WITH PALESTINE Time to SCREAM to the World STOP GENOCIDE!!

5 Pernyataan Sikap Tenaga Kesehatan Seluruh Indonesia terhadap Agresi Israel di Jalur Gaza Palestina 5 Statements of Attitude Health Workers throughout Indonesia towards Israeli Aggression in the Gaza Strip, Palestine 1. Menyampaikan duka mendalam atas gugurnya warga sipil akibat agresi membabi buta Israel di Jalur Gaza. Serangan bertubi-tubi sejak 7 Oktober 2023 lalu, telah menelan lebih dari 11.180 warga Palestina telah terbunuh, termasuk lebih dari 7.700 anak-anak dan perempuan, sementara lebih dari 28.200 orang lainnya terluka. Tindakan tersebut tak ubahnya genosida terburuk pada abad ini; Conveying deep condolences for the loss of civilian lives due to Israel’s indiscriminate aggression in the Gaza Strip. Continuous attacks since October 7, 2023, have claimed more than 11,180 Palestinian lives, including over 7,700 children and women, while more than 28,200 others have been injured. Such actions are nothing short of the worst genocide of this century; 2. Mengutuk serangan Israel terhadap fasilitas dan tenaga kesehatan yang mengakibatkan terhentinya layanan total di sejumlah rumah sakit di Gaza. Total 22 rumah sakit dan 49 pusat kesehatan dipaksa berhenti beroperasi di Jalur Gaza akibat arogansi Israel. Serangan terhadap rumah sakit dan tenaga kesehatan adalah bentuk pelanggaran terhadap hukum internasional, sebagaimana termaktub dalam Konvensi Jenewa pertama tanggal 12 Agustus 1949 dan protokol tambahan 1977; Condemning Israel’s attacks on facilities and healthcare workers, resulting in the complete cessation of services in several hospitals in Gaza. A total of 22 hospitals and 49 health centers were forced to stop operating in the Gaza Strip due to Israeli arrogance. Attacks on hospitals and healthcare workers constitute violations of international law, as stipulated in the First Geneva Convention of August 12, 1949, and Additional Protocol of 1977; 3. Mendesak PBB, organisasi, dan komunitas kesehatan internasional untuk mengambil langkah-langkah konkret dan segera untuk menghentikan serangan Israel terhadap fasilitas dan tenaga medis di Gaza serta memulihkan secepat mungkin layanan medis yang terhenti sekaligus membuka akses bantuan kesehatan berupa obat-obatan dan tim medis untuk membantu korban-korban terdampak serangan Israel. Urging the UN, international health organizations, and communities to take concrete and immediate steps to stop Israeli attacks on medical facilities and personnel in Gaza, restore halted medical services, and open access to health assistance, including medicines and medical teams, to aid those affected by Israeli attacks; 4. Meminta pemerintah untuk melakukan diplomasi secara tegas di kancah internasional untuk menekan Israel menghentikan agresinya di Gaza Palestina; Requesting the government to engage in firm diplomacy on the international stage to pressure Israel to cease its aggression in Gaza, Palestine; 5. Mengajak rekan sejawat medis untuk memberikan bantuan terbaik meliputi bantuan tenaga, dana, hingga doa untuk korban-korban serangan bengis Israel di Gaza. Encouraging fellow medical colleagues to provide the best assistance, including personnel, funds, and prayers for the victims of Israel’s brutal attacks in Gaza. Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=PcOD3lIjjqU Jakarta, 17 November 2023 Tenaga Kesehatan Indonesia:Indonesian Health Workers: MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) IndonesiaIDI (Ikatan Dokter Indonesia)IBI (Ikatan Bidan Indonesia)IAI (Ikatan Apoteker Indonesia)PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia)PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia)JDN (Junior Doctors Network)Patelki (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia)PTGMI (Persatuan Terapi Gigi dan Mulut Indonesia) #TIMETOSCREAMTOTHEWORLD#LEAVETHEHOSPITALALONE#STOPGENOCIDE#FREEPALESTINE
SURAT TERBUKA MER-C KEPADA PRESIDEN RI “SELAMATKAN RS INDONESIA DAN JALUR GAZA”

Jakarta, 11 November 2023 SURAT TERBUKA MER-C KEPADA PRESIDEN RI “SELAMATKAN RS INDONESIA DAN JALUR GAZA” Kepada yang terhormat, Bapak Ir. H. Joko Widodo Presiden Republik Indonesia Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua Hari ini 36 hari sudah dunia menyaksikan agresi membabi buta, pembunuhan dan pembantaian massal terhadap rakyat sipil di Jalur Gaza, yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Pemukiman warga, bahkan tempat ibadah baik masjid maupun gereja, sekolah, lokasi-lokasi pengungsian, serta berbagai fasilitas umum lainnya, bahkan seluruh rumah sakit di Jalur Gaza tak luput menjadi sasaran kebrutalan militer Israel. Belasan ribu jiwa meninggal, puluhan ribu lainnya mengalami luka-luka tanpa bisa mendapatkan penanganan yang layak akibat habisnya obat-obatan, padamnya aliran listrik di rumah sakit karena kehabisan bahan bakar serta sederet situasi menyedihkan lainnya. Warga Gaza kini hidup tanpa harapan, tanpa makanan, air, listrik, bahan bakar di tengah gempuran serangan udara dan darat Israel yang semakin gencar, tanpa mengindahkan kemanusiaan dan hukum-hukum internasional. Rumah Sakit Indonesia, asset bangsa Indonesia yang berada di Gaza bagian Utara yang dibangun dari dana rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, yang pembangunannya dikerjakan oleh tangan anak-anak bangsa tak luput menjadi sasaran. Berbagai fitnah dan framing disebarkan Israel untuk melegitimasi serangan terhadap RS Indonesia. Sebagai informasi bagi Bapak, saat ini 3 relawan MER-C, WNI, masih berada di Jalur Gaza, di RS Indonesia untuk menyalurkan bantuan amanah dari rakyat Indonesia untuk warga Palestina di Jalur Gaza. RS Indonesia kini mencoba tetap bertahan dan beroperasional di tengah kegelapan dan keterbatasan obat-obatan, karena ini adalah satu-satunya tumpuan harapan masyarakat Gaza Utara untuk berlindung dan mendapatkan akses pengobatan. Akankah dunia dan kita bangsa Indonesia terus berdiam diri melihat hal ini ? Untuk itu, sebagai perwakilan rakyat Indonesia, atas nama bangsa Indonesia, bangsa yang memiliki asset Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, kami berharap Bapak Presiden dengan segala kemampuan dan kapabilitas yang dimiliki untuk dapat melakukan perubahan dan menyelamatkan RS Indonesia di Jalur Gaza. Kami berharap, pada kesempatan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, Bapak dapat menyampaikan hal ini, memberikan tekanan kepada dunia, khususnya kepada Amerika Serikat agar segera mengadakan gencatan senjata di Jalur Gaza dan menyelamatkan Rumah Sakit Indonesia dari serangan Israel. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian khusus Bapak Presiden. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Hormat kami, Atas nama rakyat Indonesia Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C Indonesia ————————————————— Subject: Open Letter from MER-C to the President of the Republic of Indonesia Dear Mr. Ir. H. Joko Widodo, President of the Republic of Indonesia Peace be upon you, and may the mercy of Allah and His blessings be upon you—greetings of peace for all of us. Today marks the 36th day of the world witnessing indiscriminate aggression, murder, and mass slaughter of civilians in the Gaza Strip, the majority of whom are women and children. Residential areas, including places of worship such as mosques and churches, schools, evacuation locations, and various other public facilities, not to mention all hospitals in the Gaza Strip, have fallen victim to the brutality of the Israeli military. Tens of thousands have lost their lives, and tens of thousands more are injured, unable to receive proper treatment due to the depletion of medications, the blackout of electricity in hospitals due to fuel shortages, and a series of other distressing situations. The people of Gaza live without hope now, without food, water, electricity, and fuel amid the intensified air and ground attacks by Israel, disregarding humanity and international laws. The Indonesia Hospital, a national asset built in the northern part of Gaza with funds from the Indonesian people from Sabang to Merauke, constructed by the hands of our fellow countrymen, has not escaped becoming a target. Israel has spread various false accusations and framings to legitimize attacks on the Indonesia Hospital. For your information, Mr. President, currently, three MER-C volunteers, Indonesian citizens, are still in the Gaza Strip at the Indonesia Hospital to deliver aid entrusted by the Indonesian people to the people of Palestine in the Gaza Strip. The Indonesia Hospital is now trying to survive and operate amid darkness and a shortage of medications because it is the only hope for the people of North Gaza to seek refuge and access medical treatment. Will the world and our Indonesian nation continue to remain silent in the face of this? Therefore, as representatives of the Indonesian people, on behalf of the Indonesian nation that owns the Indonesia Hospital in the Gaza Strip, we hope that you, Mr. President, with all your capacities, can bring about change and save the Indonesia Hospital in the Gaza Strip. We hope that during the meeting with the President of the United States, Joe Biden, you can convey this matter, exerting pressure on the world, especially the United States, to immediately initiate a ceasefire in the Gaza Strip and save the Indonesia Hospital from Israeli attacks. This open letter is for your special attention, Mr. President. Peace be upon you, and may the mercy of Allah and His blessings be upon you. Sincerely, On behalf of the Indonesian people, Dr. Sarbini Abdul Murad Chairman of the MER-C Presidium
MER-C Bantah Tuduhan Israel terhadap RS Indonesia
MER-C membantah tuduhan juru bicara Israel yang menyatakan bahwa markas Hamas berada di RS Indonesia di Gaza. Bahkan sebuah akun twitter bernama Sacha Roytman yang merupakan Kepala Media Digital IDF menyebarkan pembohongan publik yang menyebutkan bahwa Hamas memanfaatkan rumah sakit sebagai pusat komando dan infrastruktur sipil untuk operasinya. Ia bahkan menyertakan video yang menyebutkan bahwa bangunan dalam video tersebut adalah bangunan RS Indonesia yang memperlihatkan pintu masuk terowongan di RS Indonesia. Disamping itu, MER-C juga membantah rilis IDF bahwa RS Indonesia menyimpan atau membuat satu bunker yang menyimpan solar, mengambil bahan bakar dari rumah sakit dan menimbun di bawahnya. Untuk membantah dan mengklarifikasi tuduhan-tuduhan tersebut, MER-C menggelar konferensi pers bertajuk “Klarifikasi Tuduhan Israel terhadap RS Indonesia” Senin/6 November 2023 di Kantor Pusat MER-C Indonesia di Jakarta. Konferensi dihadiri oleh dr. Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), Ir. Faried Thalib (Presidium) dan dr. Henry Hidayatullah. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad menilai tuduhan-tuduhan tersebut merupakan pra kondisi Israel untuk menyerang Rumah Sakit Indonesia. “Kami membantah tuduhan Israel. Bangunan dalam video yang beredar di media sosial yang dituduhkan sebagai RS Indonesia bukan merupakan bangunan RS Indonesia. Ini adalah pra kondisi Israel untuk menyerang Rumah Sakit Indonesia,” ujar Sarbini Presidium MER-C lainnya, Ir, Faried Thalib yang juga merupakan Ketua Tim Pembangunan RS Indonesia di Gaza menunjukkan bahwa bangunan RS Indonesia mempunyai bentuk yang khas, berbentuk segi delapan, yang sangat berbeda dengan bentuk bangunan yang dituduhkan akun twitter Sacha Rotman. Sarbini menjelaskan jika RS Indonesia di Gaza dibangun dalam konteks professional dan sesuai kebutuhan masyarakat Gaza, sejak awal hingga saat ini. RS Indonesa dibangun untuk menunjang kebutuhan medis rakyat Gaza. “Oleh sebab itu, kami menghimbau kepada masyarakat Internasional untuk menjaga insitusi atau lembaga-lembaga yang jelas dilindungi oleh undang-undang, salah satunya adalah Rumah Sakit,” tegas Sarbini. Sarbini juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk mengecam Israel agar tidak melakukan langkah-langkah yang brutal terhadap RS Indonesia. Hal ini dikarenakan RS Indonesia merupakan tumpuan dari masyarakat Gaza yang ada di wilayah utara. Dimana 450.000 masyarakat Gaza Utara bergantung dengan keberadaan RS Indonesia. “RS Indonesia menjadi RS utama di Gaza Utara. RS Indonesia menjadi tumpuan Masyarakat Gaza Utara untuk mendapatkan pengobatan dan penanganan darurat terhadap korban perang yang dilakukan oleh Israel,” lanjutnya. Sementara itu, pada jam 4 sore di hari yang sama, MER-C juga menggelar konferensi pers online dengan media-media asing untuk membantah dan mengklarifikasi isu yang sama, yang dihadiri oleh dr. Henry Hidayatullah (Presidium), dr. Arief Rachman, SpRad (Presidium), Ir. Nur Ikhwan Abadi (Site Manager RS Indonesia) dan Marissa Noriti (Sekretariat MER-C). Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=S1CirZ931pM ———————————————– MER-C denies Israeli accusations against Indonesia Hospital. MER-C denies the Israeli spokesperson’s accusation that Hamas headquarters are located in Indonesia Hospital in Gaza. A Twitter account named Sacha Roytman, who is the Head of IDF Digital Media, spread a public lie that Hamas used the hospital as a command centre and civilian infrastructure for its operations. He even included a video stating that the building in the video was the Indonesia Hospital building, showing the tunnel entrance at the Indonesian Hospital. In addition, MER-C also denied the IDF release that Indonesia Hospital stored or built a bunker that stored diesel fuel, took fuel from the hospital, and stockpiled it underneath. To refute and clarify these allegations, MER-C held a press conference entitled “Clarification of Israeli Allegations against Indonesia Hospital” on Monday, November 6th, 2023, at MER-C Indonesia Headquarters in Jakarta. The press conference attended by dr. Sarbini Abdul Murad (Chief Presidium of MER-C), Ir. Faried Thalib (Presidium) and dr. Henry Hidayatullah (Presidium). Chairman of MER-C Presidium, Sarbini Abdul Murad, assessed that the accusations were pre-conditions for Israel to attack Indonesia Hospital. “We refute Israel’s allegations. The building in the video circulating on social media is alleged to be an Indonesia Hospital, but it is not an Indonesia Hospital building. This is a pre-condition for Israel to attack the Indonesian Hospital,” said Sarbini. Another MER-C Presidium, Ir, Faried Talib, who is also the Chairman of the Indonesia Hospital Construction Team in Gaza, pointed out that the building of the Indonesia Hospital has a distinctive octagonal shape, which is very different from the form of the building alleged by Sacha Roytman’s Twitter account. Sarbini explained that the Indonesia Hospital in Gaza was built in a professional context and according to the needs of the people of Gaza from the beginning until now. The hospital was built to support the medical needs of the people of Gaza. “Therefore, we appeal to the international community to protect institutions by law, one of which is the hospital,” said Sarbini. Sarbini also asked the entire community to criticize Israel for not taking brutal steps against Indonesia Hospital. It is because the Indonesia Hospital is the foundation of the people of northern Gaza. Four hundred fifty thousand people in North Gaza depend on The Indonesia Hospital. “Indonesia Hospital is the main hospital in North Gaza. Indonesia Hospital are the foundation of the people of North Gaza to get treatment and emergency care for victims of the war carried out by Israel,” he continued. Meanwhile, at 4 pm at the same day, MER-C also held an online press conference for foreign media also to refute and clarify the same issues, which was attended by dr. Henry Hidayatullah (Presidium), dr. Arief Rachman, SpRad (Presidium), Eng. Nur Ikhwan Abadi (Site Manager of Indonesia Hospital) and Marissa Noriti (Secretariat of MER-C). Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=yeKA8DM3RF8&t=30s