MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Seruan dari Rumah Sakit Indonesia, Jalur Gaza – Palestina

SERUAN DARI RUMAH SAKIT INDONESIA, JALUR GAZA – PALESTINA Bismillahirrahmanirrahim Dari ruang tamu Rumah Indonesia, dari Jantung Rumah Sakit Indonesia yang dibangun dari kerja keras rakyat Indonesia, yang dibangun dari dana rakyat Indonesia.Dari jantung target serangan, dari utara Jalur Gaza, kami sampaikan pesan kepada Pemerintah Indonesia. Sebagai pembuka, kami memohon kepada pemerintah Indonesia untuk melakukan tekanan terhada semua, kepada Amerika, kepada Inggris, kepada Perancis, kepada PBB, kepada penjajah, agar segera menghentikan serangan terhadap Jalur Gaza. Dan menghentikan ancaman mereka untuk menyerang Rumah Sakit Indonesia. Dan kami meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menekan penjajah agar menghentikan serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia, dan serangan di sekitar Rumah Sakit Indonesia. Rumah Sakit Indonesia sudah diserang dan dibombardir sejak hari pertama yang mengakibatkan 2 orang pekerja syahid di dalam Rumah Sakit Indonesia. Kami sangat yakin kepada pemerintah Indonesia akan mampu menekan penjajah untuk menghentikan serangan terhadap rakyat Palestina, terhadap rumah sakit, dan memberikan perlindungan kepada rumah tamu Indonesia. Di sini, dari jantung serangan, dari jantung Rumah Sakit Indonesia, dari jantung perwakilan pemerintah Indonesia, dari rumah tamunya rakyat Indonesia meminta pemerintah agar memberikan perlindungan penuh kepada seluruh pekerja, seluruh pasien dan para pengungsi yang berada di dalam rumah sakit yang jumlahnya sudah mencapai lebih dari 5000 orang. Meminta kepada pemerintah Indonesia untuk menekan semuanya agar menghentikan serangan kepada rumah sakit Indonesia, serta memberikan perlindungan penuh kepada Rumah Sakit Indonesia. Kami sangat yakin pemerintah Indonesia mampu memberikan tekanan kuat kepada PBB, kepada USA, kepada penjajah untuk menghentikan serangan kepada rumah sakit. Barakallahufikum. Dr. Atef al-KahloutDirektur RS IndonesiaJalur Gaza, Palestina Link Youtube : https://youtu.be/6xnkknQpVF0

MER-C MENGUTUK KERAS PENGEBOMAN RS AL-AHLI ARABI BAPTIST DI GAZA

Siaran Pers MER-C Indonesia mengutuk keras pengeboman yang dilakukan Israel yang menargetkan rumah sakit di Jalur Gaza. RS Al Ahly Arabi Baptist menjadi target serangan udara militer Israel pada Selasa 17 Oktober 2023 waktu setempat. Serangan brutal ini menewaskan sedikitnya 500 orang dan melukai 600 orang lainnya yang sedang berada di rumah sakit tersebut. “Kami mengutuk keras pengeboman terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga medis serta orang-orang yang terluka dan sakit. Ini adalah sebuah pelanggaran HAM berat, sebuah pelanggaran terhadap Hukum Kemanusiaan Internasional,” tegas Sarbini. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa masyarakat dunia harus memberikan tekanan secara kolektif dan simultan kepada Israel. “PBB dan masyarakat Internasional harus bersama-sama harus mencegah pembantaian massal di Gaza. Bila dunia tidak segera menghentikan perang ini, maka akan terjadi bencana kemanusiaan yang lebih dahsyat,” ujarnya. “Kami juga beharap kepada Pemerintah Indonesia dengan posisi Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB yang baru saja terpilih untuk periode 2024 – 2026 dapat mendesak sidang darurat DK PBB untuk menghentikan pembantaian massal yang dilakukan Israel terhadap Gaza, menghentikan penjajahan Israel terhadap Palestina,” lanjutnya. Sarbini juga menyerukan kepada OKI (Organisasi Kerjasama Islam) dengan seluruh saluran diplomatic yang dimiliki OKI dapat berbuat lebih esensi dan terukur untuk mencegah pembantaian kemanusiaan lebih besar di Jalur Gaza. Dalam pernyataannya, Sarbini juga meminta koridor kemanusiaan mesti dibuka dalam waktu secepatnya. “Perbatasan Rafah harus segera dibuka sebagai koridor kemanusiaan agar Tim medis dan bantuan internasional dapat segera masuk ke Jalur Gaza dan menyalurkan bantuan yang dibutuhkan para korban dan warga Gaza,” tambah Sarbini. Pemimpin Lembaga kemanusiaan MER-C Indonesia ini juga meminta kepada Pemerintah Indonesia agar melakukan penyaluran bantuan atas nama bangsa Indonesia dan memfasilitasi Masyarakat Indonesia dan Lembaga kemanusiaan dari Indonesia yang ingin menyalurkan bantuannya ke Jalur Gaza. Hal ini sebagai bentuk simpati dan aksi nyata bangsa Indonesia untuk membantu rakyat Gaza. Menurutnya, langkah cepat ini perlu dukungan semua pihak agar tragedi kemanusiaan di Gaza dapat segera dihentikan. Sementara itu, tiga relawan MER-C sampai saat ini masih berada di Jalur Gaza, tepatnya di RS Indonesia di Gaza Utara. MER-C Indonesia yang selama 13 tahun terakhir telah beroperasi di Jalur Gaza juga telah menyiapkan Tim tambahan, yaitu Relawan Medis dan Kemanusiaannya untuk memberikan bantuan ke Jalur Gaza. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, Tim Relawan kami sudah siap dikirimkan. Kami berharap Pemerintah RI dapat memfasilitasi kami untuk berangkat ke Jalur Gaza dan memberikan bantuan medis dan kemanusiaan bagi para korban,” ucap Sarbini.

Gaza Membara, MER-C Siapkan Tim dan Bantuan Kemanusiaan

Siaran Pers   Perang dahsyat kembali pecah di Jalur Gaza, Palestina. Memasuki hari ke-4, Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza merilis jumlah korban serangan brutal militer Israel yang terus meningkat signifikan setiap saat. Jumlah korban telah mencapai sedikitnya 704 warga meninggal dan 3.900 lainnya mengalami luka-luka. Merespon perang dan krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina, maka MER-C Indonesia sebagai sebuah lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam baik di dalam maupun di luar negeri pada hari ini, Selasa/10 Oktober 2023 menggelar Konferensi Pers di kantor pusat MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat. Konferensi Pers bertajuk “Gaza Membara, MER-C Siapkan Tim dan Bantuan Kemanusiaan” disampaikan secara langsung oleh Pimpinan MER-C, yaitu dr. Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), dr. Henry Hidayatullah, MSi (Presidium MER-C) dan Ir. Faried Thalib (Presidium MER-C). Menyikapi krisis kemanusiaan ini, MER-C Indonesia menyatakan: 1.    MER-C Indonesia menyerukan agar segera menghentikan perang untuk menghindari korban berjatuhan yang lebih banyak lagi dan memberikan kesempatan untuk menolong para korban perang; 2.    RS Indonesia sumbangan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina saat ini menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan bagi korban perang, khususnya di Jalur Gaza bagian Utara. RS Indonesia yang berjarak sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel menerima jumlah korban yang begitu luar biasa. Jika hal ini terus berlanjut stok obat-obatan akan menipis dan tenaga medis akan mengalami kelelahan. Sampai dengan Senin siang, RS Indonesia yang berkapasitas 230 tempat tidur tidak dapat menampung korban jiwa akibat serangan Israel. Kamar mayat penuh dan jasad-jasad yang terus berdatangan harus diletakkan di bagian luar bangunan rumah sakit. 3.    Relawan MER-C Indonesia yang masih berada di Jalur Gaza berjumlah 3 (tiga) orang, yaitu:a.    Reza Aldilla Kurniawanb.    Fikri Rofiul Haqc.    Farid ZanzabilAkan tetap tinggal di Jalur Gaza untuk bisa memberikan pertolongan-pertolongan darurat dalam kondisi yang sangat krusial seperti sekarang ini. Hal ini dikarenakan mereka bukan hanya relawan MER-C namun merupakan perwakilan rakyat Indonesia di Palestina untuk membantu apa yang dibutuhkan oleh rakyat Palestina. Apabila kondisi semakin genting, kami telah mempersiapkan contingency planning untuk dilakukan oleh relawan MER-C di Jalur Gaza. 4.    MER-C Indonesia memandang perlu untuk segera mengirimkan Tim dan Bantuan Kemanusiaan ke Jalur Gaza untuk memberikan bantuan kepada para korban perang sebagai Emergency Response. Tim sedikitnya akan berjumlah 5 (lima) orang yang akan terdiri dari Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, Dokter Spesialis Anestesi, Relawan Medis dan Insinyur. Tim akan dipimpin oleh Ir. Faried Thalib, relawan yang sudah berpengalaman di Jalur Gaza sejak 2009 dan merupakan Pimpinan Pembangunan RS Indonesia. Target utama Tim adalah menyalurkan amanah Masyarakat Indonesia dalam bentuk bantuan medis dan kemanusiaan yang diperlukan para korban. Selain itu, Tim akan menindaklanjuti rencana Pembangunan Tahap 3 RS Indonesia, yaitu Pembangunan Poli Spesialis; 5.    Kami meminta kepada Kementerian Luar Negeri RI dan Pemerintah RI untuk dapat membantu dan memfasilitasi Tim ini untuk bisa sesegara mungkin berangkat ke Jalur Gaza sebagai bentuk Diplomasi Kemanusiaan. Jakarta, 10 Oktober 2023MER-C Indonesia   Bantuan dan Donasi dapat disalurkan melalui : Rek. No. 686.0153678 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.8111.925 Bank MandiriRek. No. 700.1352.061 Bank Syariah Indonesia (BSI)Rek. No. 358.000.1720 Bank Muamalat Indonesia (BMI)Rek. No. 033.501.0007.60308 Bank Rakyat Indonesia (BRI)Rek. No. 1000.209.400 Bank Mega Syariah (BMS) Semua Rekening Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee

Militer Israel Tak Henti Melanggar Hukum Kemanusiaan Internasional

Siaran Pers “International humanitarian law is a set of rules that seek to limit the effects of armed conflict. It protects people who are not or no longer participating in hostilities and restricts the means and methods of warfare” – International Committee of the Red Cross Penyerangan langsung di kompleks Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Jalur Gaza, Sabtu/7 Oktober 2023, seakan semakin menguatkan bahwa dalam perang Israel – Palestina, Hukum Kemanusiaan Internasional tidak pernah menjadi pertimbangan Israel. Dalam serangan ini sebagian gedung RS Indonesia mengalami kerusakan. Wisma dr. Joserizal Jurnalis yang menjadi tempat tinggal relawan MER-C mengalami dampak serupa. Kendaraan yang terparkir di depan wisma bahkan terbakar dan mengalami kerusakan berat. Dalam insiden ini, satu staf lokal MER-C cabang Gaza syahid akibat ledakan. Serangan serupa juga diarahkan di pelataran RS An Nasr di Khan Younis, Gaza Selatan yang menghancurkan ambulans serta melukai beberapa staf medis dan masyarakat awam. Kaidah perlindungan yang termaktub dalam Hukum Kemanusiaan Internasional, untuk mencegah korban dari personel medis, suplai alat kesehatan, rumah sakit dan ambulans; lagi-lagi dilanggar untuk kesekian kalinya. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia sangat menyayangkan timbulnya korban dari pihak medis dan mendukung seruan Kementerian Kesehatan di Gaza kepada dunia Internasional untuk menjamin keamanan dan keselamatan tenaga dan aset kesehatan selama konflik berlangsung. Jakarta, 7 Oktober 2023 Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C Indonesia   Bantuan dan Donasi untuk Amanah RS Indonesia di Gaza, Palestina: Rek. No. 686.0153678 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.8111.925 Bank MandiriRek. No. 700.1352.061 Bank Syariah Indonesia (BSI)Rek. No. 358.000.1720 Bank Muamalat Indonesia (BMI)Rek. No. 033.501.0007.60308 Bank Rakyat Indonesia (BRI)Rek. No. 1000.209.400 Bank Mega Syariah (BMS) Semua Rekening Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee  

Serangan Udara Israel Menyasar RS Indonesia, Staf Lokal MER-C Syahid

Serangan udara Israel menyasar RS Indonesia yang berada di Jalur Gaza, Palestina, Sabtu/7 Oktober 2023. Satu staf local MER-C, Abu Romzi, yang tengah berada di dekat lokasi syahid akibat serangan tersebut.   Kabar duka disampaikan oleh Farid, salah satu relawan MER-C yang masih berada di Jalur Gaza.  “Kami sedang berada di wisma dr. Joserizal Jurnalis, tiba-tiba terdengar ledakan yang kuat sekali. Ternyata tembakan roket dari pesawat tempur Israel jatuh dekat sekali dengan lokasi kami dan menghancurkan mobil operasional MER-C yang berada di depan Wisma dr. Joserizal Jurnalis,” ucap Farid. “Abu Romzi, staf local MER-C yang tengah berada di dekat ambulans menjadi korban syahid dan dilarikan ke RS Indonesia,” lanjutnya. Serangan juga membuat kerusakan di Wisma dr. Joserizal Jurnalis, tempat tinggal relawan yang berada di dalam area RS Indonesia.  Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, mengutuk serangan brutal Israel ke Jalur Gaza yang menyasar Rumah Sakit. “Kami mengutuk serangan Israel ke Gaza yang menyasar Rumah Sakit!” ujar Sarbini. Ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas syahidnya staf local MER-C, Abu Romzi yang sudah bertugas sejak tahun 2011 dan warga Gaza lainnya yang turut menjadi korban akibat serangan brutal Israel ke Jalur Gaza.  “Kami meminta agar perbatasan Gaza segera dibuka untuk masuknya bantuan internasional ke Jalur Gaza,” tambahnya.  Lebih lanjut Sarbini mengatakan agar Pemerintah Indonesia dapat segera mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan sidang darurat terkait hal ini. Jakarta, 7 Oktober 2023   Bantuan dan Donasi untuk  Amanah RS Indonesia di Gaza, Palestina: Rek. No. 686.0153678 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.8111.925 Bank MandiriRek. No. 700.1352.061 Bank Syariah Indonesia (BSI)Rek. No. 358.000.1720 Bank Muamalat Indonesia (BMI)Rek. No. 033.501.0007.60308 Bank Rakyat Indonesia (BRI)Rek. No. 1000.209.400 Bank Mega Syariah (BMS) Semua Rekening Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee

Tragedi Rempang Batam dan Kanjuruhan, Abaikan Kemanusiaan

Bentrokan terjadi di Rempang, Batam, Kepulauan Riau antara petugas keamanan gabungan dengan warga setempat, Kamis/7 September 2023. Dikutip dari ANTARA, keributan dipicu karena warga masih belum setuju rencana penggusuran dan pengembangan kawasan mereka yang merupakan kampung adat Masyarakat Melayu. Sebanyak 16 kampung adat di Pulau Rempang dan Pulau Galang, Kepulauan Riau berikut ribuan warganya terancam tergusur oleh rencana pembangunan proyek kawasan wisata, Rempang Eco-City. Petugas keamanan gabungan merespon keributan ini dengan menembakkan gas air mata ke arah warga. Belasan siswa yang sekolahnya dekat dengan lokasi kejadian dikabarkan turut menjadi korban gas air mata dan harus dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan. MER-C menyatakan keprihatinan dan menyayangkan tindakan aparat yang menggunakan pola pengamanan yang menimbulkan masalah kemanusiaan. Hal ini seperti yang pernah terjadi di Kanjuruhan, Malang. Kala itu, MER-C turut mengeluarkan pernyataan kemanusiannya. Petugas keamanan tidak mengambil pelajaran dari peristiwa Kanjuruhan dan kembali menerapkan pola pengamanan serupa di Rempang, Batam. Untuk itu, sebagai sebuah lembaga sosial kemanusiaan dan kegawatdaruratan medis, MER-C menghimbau: – Pola pengamanan baik pada pertandingan, alasan kepentingan pembangunan atau apapun agar memperhatikan masalah kemanusiaan dan meminimalisir timbulnya korban baik di pihak petugas dan masyarakat; – Protokol pengamanan agar memperhatikan potensi terjadinya masalah-masalah kemanusiaan. World Health Organization (WHO) pun sudah mempunyai prosedur standar dalam Mass Casualty Management dengan memperhatikan martabat manusia dan kemanusiaan yang menghargai nyawa manusia. Jakarta, 8 September 2023

“Menghimpun Kebesaran Allah” (Sebuah Kisah Perjalanan Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza – Palestina)

Bertepatan dengan Milad MER-C ke-24 pada tahun ini, dengan penuh rasa syukur kami meluncurkan buku terbaru yang berjudul “Menghimpun Kebesaran Allah”, Minggu/27 Agustus 2023. Ditulis oleh seorang yang Ikhlas dan Sabar merajut kisah-kisah para relawan dalam proses pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Sebuah buku yang berkisah tentang rahasia Allah, tekad yang mulia, perjuangan, keikhlasan, strategi, kepatuhan, kesabaran yang tinggi dari kisah nyata para Relawan. Buku ini diserahkan kepada MER-C sebagai hadiah dari penulis, khususnya dipersembahkan bagi Almarhum dr. Joserizal Jurnalis (Pendiri MER-C dan Inisiator Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina) dan Almarhum Imaam Muhyiddin Hamidy (Imaam Al Fatah). Ditulis sejak Almarhum dr. Joserizal masih ada hingga beliau sudah berpulang kepada ALLAH Sang Pencipta, juga melewati masa-masa sakit sang penulis. Alhamdulillah, akhirnya penulisan buku ini selesai dan dicetak dengan segala kesederhanaannya. Tanpa ada nama penulis (atas permintaan penulis), tanpa ada nama penerbit, tanpa testimoni. Asli dicetak seperti apa yang dituliskan oleh penulis. Karya setebal 260 halaman ini kami terima dengan baik, teriring doa hanya ALLAH SWT yang dapat membalas kebaikan penulis. Kami juga sangat mengapresiasi karya penulis yang dapat merangkum kisah-kisah relawan dalam sebuah peristiwa yang monumental, bersejarah dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Kepiawaiannya dalam menulis dan pengalaman sebagai jurnalis mampu membawa kita dalam perjalanan luar biasa menuju pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang dibangun di negeri yang masih terblokade ketat dan terjajah, dari mulai tahap perencanaan hingga realisasi. Buku “Menghimpun Kebesaran Allah” kami produksi sebagai Laporan Pertanggung Jawaban kepada Masyarakat Indonesia khususnya donatur, serta Sosialisasi dan Penggalangan Donasi bagi Rencana Pembangunan Tahap ke-3 Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Bagi yang berminat membeli, maka Harga Donasi Buku adalah Rp 200.000,- dimana seluruh hasil penjualan akan didonasikan untuk Pembangunan Tahap 3 RS Indonesia di Gaza Palestina, yaitu Pembangunan Poli Sub Spesialis yang akan berada di seberang bangunan utama saat ini. Semoga buku ini dapat menjadi catatan kecil sejarah karya anak bangsa dan sumber inspirasi bagi masyarakat. Untuk pemesanan buku dan undangan bedah buku dapat menghubungi Call Center MER-C di 0811990176 atau kunjungi website kami di www.mer-c.org.    

MER-C Ikuti Workshop Civil-Military Collaboration in Emergency Preparedness

Lembaga kemanusiaand an kegawatdaruratan medis MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) menjadi salah satu peserta Workshop Civil-Military Collaboration in Emergency Preparedness yang digelar oleh Universitas Pertahanan (Unhan) RI dan WHO. Workshop diadakan pada Sabtu – Minggu/12 – 13 Agustus 2023 bertempat di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam workshop ini, MER-C diwakili oleh dr. Naenda Stasya, MARS selaku Ketua MER-C Training Center (MTC), lembaga pelatihan MER-C yang berfokus pada pelatihan kegawatdaruratan dan kebencanaan. Kolaborasi sipil-militer merupakan program inisiasi untuk berbagi wawasan dan langkah nyata menghadapi tantangan darurat kesehatan serta memperkuat kapasitas sistem kesehatan nasional. Workshop ini juga bertujuan meningkatkan kolaborasi dan koordinasi antarinstitusi, baik sipil maupun militer, dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan tanggap darurat mengatasi ancaman global. Kegiatan diadakan secara hybrid (daring dan luring) dan diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari 11 peserta perwakilan ASEAN dan Timor-Leste, serta 24 peserta nasional yang berasal dari Unhan RI, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, Pusat Kesehatan TNI, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia, Palang Merah Indonesia, POLRI, MER-C, MDMC Muhammadiyah, dan Universitas Indonesia.

MER-C Berikan Pelatihan Emergency First Response (EFR) kepada Komunitas Forum Potensi Tangerang Selatan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), memberikan pelatihan Emergency First Response (EFR) kepada anggota Forum Potensi Tangerang Selatan, Sabtu/29 Juli 2023. Pelatihan diikuti oleh sekitar 50 orang peserta berasal dari berbagai latar belakang, termasuk anggota komunitas, relawan, dan para pemuda yang ingin berkontribusi positif dalam masyarakat.                         Pelatihan diadakan di Villa Darul Ikhlas – Sinergi Foundation, Tangerang Selatan, dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat awam dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat yang ditemukan sehari-hari. Instruktur MER-C yang berjumlah 8 orang yang terdiri dari para relawan medis terlatih dan berpengalaman baik di rumah sakit maupun lokasi bencana mengajarkan peserta mengenai berbagai aspek dalam pertolongan pertama. Pelatihan diberikan dalam bentuk pemaparan materi, diskusi interaktif dilanjutkan dengan praktek berkelompok. Hal ini untuk memastikan peserta memahami setiap materi yang telah dipaparkan.                           “Kami menyambut dengan tangan terbuka kerjasama ini. MER-C melalui MER-C Training Center dapat berbagi ilmu dan pengalaman melalui pelatihan EFR kepada anggota Forum Potensi Tangerang Selatan karena keterampilan dasar EFR penting untuk dimiliki oleh berbagai elemen masyarakat. Semakin banyak masyarakat awam yang memiliki kemampuan ini, maka semakin banyak orang yang dapat diselamatkan dari kematian maupun kecacatan. Selain itu, kolaborasi bersama dengan berbagai lembaga kerelawanan adalah langkah yang baik untuk terus dilanjutkan kedepannya. Hal ini berpotensi untuk dapat saling belajar dan bekerjasama satu sama lain” kata dr. Naenda Stasya, MARS, Ketua MER-C Training Center. Para peserta tampak bersemangat dan antusias mengikuti setiap materi pelatihan hingga akhir acara. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, anggota Forum Potensi Tangerang Selatan siap berperan aktif dalam memberikan pertolongan pertama di tengah-tengah masyarakat. Keahlian mereka dalam merespons situasi darurat diharapkan dapat meminimalkan dampak negatif dan menyelamatkan lebih banyak nyawa dalam berbagai keadaan krisis.                           Turut hadir dan memberikan sambutan pada acara pelatihan adalah Lurah dan TNI Bhabinkamtibmas Tangerang Selatan. Sementara, peserta pelatihan berasal dari perwakilan elemen Masyarakat Tangerang Selatan, diantaranya yaitu BPBD Kota Tangerang Selatan, BSI Maslahat, Cantigi Anawidri Indonesia, Pemadam KebakaranTangerang Selatan, ERDAMS FKM UMJ, Forum Pembauran Kebangsaan, Gencar, Helix Corps, HW UMJ, Kokam Tangerang Selatan, Komite Kemanusiaan Indonesia, Komunitas Ojol Tangerang Selatan, LKC Dompet Dhuafa, Menwa Universitas Pamulang, Pelopor Rescue Center, PMI Kota Tangerang Selatan, POSRAYA Indonesia, Relawan Nusantara (Jakarta Timur), Rufaidah Humanity Care, Rumah Zakat, Satpol PP Tangerang Selatan, Speed (Serikat Pengemudi Daring) Kota Depok, Mahasiswa UIN Jakarta, Wahana Muda Indonesia (WMI), Yayasan Cordova Syariah, RPAI Tangerang Raya, PKS Tangerang Selatan, BSMI Kota Depok, BSMI Kota Bogor, dan IEA Tangerang Selatan, dan beberapa peserta individu.  

Konferensi Pers Bersama MER-C, AWG, KISDI:Jangan Lengah, Tolak Timnas Israel

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) bersama AWG (Aqsa Working Group) dan KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) kembali menggelar Konferensi Pers Bersama “Jangan Lengah, Tolak Timnas Israel”, Rabu/29 Maret 2023. Konferensi Pers diadakan di Kantor Pusat MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat dan bertujuan untuk menguatkan gerakan penolakan Timnas Israel serta terus mendorong pemerintah untuk berani menolak kedatangan Timnas Isarel sesuai dengan amanat konstitusi RI. Dalam pernyataannya, Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad menyampaikan pandangannya yang menyayangkan sikap ragu Presiden RI, Joko Widodo, dalam memutuskan penolakan terhadap Timnas Israel. “Sama-sama kita telah mendengarkan pernyataan Presiden, beliau ragu untuk menolak Timnas Israel. Keraguan Presiden yang kita sayangkan. Kami fikir bahwa beliau sebagai anak biologis Bung Karno, sudah sepatutnya dan selayaknya untuk mengikuti langkah-langkah yang dilakukan Bung Karno pada tahun 60 an lalu,” ujar Sarbini “Presiden harus kuat, harus berani dan harus yakin. Karena aspirasi masyarakat hari ini berkembang untuk menolak Timnas Israel, jadi sebenarnya Bapak Presiden punya amunisi dan argumentasi yang cukup untuk menolak Timnas Israel,” lanjutnya. Sarbini juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak-pihak yang telah tegas dan berani menolak Timnas Isarel. “Kami mengapresiasi terutama Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah menolak Timnas Israel untuk bermain di Bali. Kami juga mengapresiasi teman-teman dari PDIP yang benar-benar menjadikan Bung Karno sebagai rujukan. Kami bangga kepada mereka yang secara tegas menolak Timnas Israel. Kepada elemen anak bangsa, PKS, Muhammadiyah, MUI, kemudian tokoh-tokoh dari NU dan masyarakat yang lain. Kami mengapresiasi keberanian tersebut,” tambahnya. Menurutnya, pihak-pihak yang mencoba untuk mengatakan bahwa jangan menyatukan olah raga dengan politik adalah orang-orang yang minus argumentasi dalam menolak Timnas Israel. “Kepada anak bangsa yang tidak setuju dengan apa yang kami lakukan, cobalah perhatikan dengan baik bagaiamna penderitaan saudara kita di Palestina. Jangan kita campur baurkan hal-hal yang tidak perlu di dalam perjuangan ini,” ungkapnya. Sementara itu, Presidium AWG (Aqsa Working Group), M. Anshorullah, menyatakan bahwa penolakan Timnas Israel adalah ujian bagi komitmen anti penjajahan bangsa Indonesia sesuai konstitusi. “Penolakan terhadap Timnas Israel adalah konsekuensi Indonesia menaati konstitusi. Hal ini akan menaikkan harga diri Indonesia serta membuktikan Indonesia tidak bisa tunduk kepada kekuatan asing yang ingin memaksakan kehendaknya,” jelas Anshor. Penolakan terhadap Timnas Israel juga menurutnya bukan baru dilakukan mendekati waktu Piala Dunia U-20. “Sejak awal kabar Timnas Israel akan dijamin kehadirannya di Indonesia pada Juni 2022, penolakan sudah kami lakukan,” ujarnya. Ia juga memaparkan konsekuensi jika Timnas Israel datang ke Indonesia adalah bendera Israel akan dikibarkan, lagu kebangsaan Israel akan diperdengarkan. “Padahal, sebagai informasi, lirik lagu kebangsaan Israel termuat seruan hanya untuk bangsa Yahudi (rasis). Pada bait terakhir Hatikvah menyebutkan bahwa bangsa Yahudi bercita-cita untuk merdeka di tanah mereka: Sion dan Yerusalem. Padahal Presiden Jokowi sendiri telah menentang klaim Israel bahwa Yerusalem adalah ibukota Israel,” tambah Anshor. Ia menambahkan bahwa Timnas Israel ditolak bukan karena salah Gubernur Bali, MUI atau ormas-ormas yang berdemonstrasi, ataupun Palestina dan lainnya, namun karena salah negara Israel sendiri yang menjajah Palestina, menjadi negara rasis, membunuhi dan memenjarakan anak-anak dan wanita yang tak berdosa, dsb. Presidium AWG ini juga mengingatkan agar jangan sampai penolakan terhadap Timnas Israel membuat bangsa Indonesia menjadi bertengkar sendiri saling menyalahkn bahkan terpecah belah karena apabila ini terjadi, maka tujuan Israel telah berhasil. Ketua KISDI, H.M. Mursalin juga memberikan pernyataan senada bahwa meluasnya penolakan tim sepakbola Israel ke Indonesia dalam kegiatan Piala Dunia U-20 merupakan bukti keinginan masyarakat untuk taat berkonstitusi. Namun ia mengingatkan bahwa yang ditolak adalah Timnas Israel bukan Piala Dunia U-20. “Yang perlu digaris bawahi di sini adalah yang ditolak Timnas Israelnya bukan Piala Dunia U-20. Sehingga Indonesia harus menjadi tuan rumah sesuai ketetapan, namun tanpa kehadiran Timnas Israel di Indonesia,” kata Mursalin. “Posisi Indonesia terkait Israel juga memiliki kekhasan bahkan sudah mensejarah dan termaktub dalam konstitusi seperti sikap anti penjajahan israel terhadap Palestina. Dan fakta Indonesia mempunyai Permenlu No. 3/2019 yang tidak membolehkan menerima negara penjajah Israel di tempat resmi, secara resmi, tidak boleh mengumandangkan lagu kebangsaan serta mengibarkan bendera Israel atau mengenakan atribut-atribut apapun terkait Israel,” jelasnya. Lebih lanjut Mursalin menambahkan bahwa KISDI menilai FIFA tidak peka. “FIFA seharusnya tahu jika Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik. Seharusnya mereka mencari solusi, yaitu khusus grup yang ada tim Israel mainnya di Singapura, bukan di Indonesia,” lanjutnya. “Jargon FIFA ‘jangan campuradukkan politik dengan olahraga’ itu sudah digugurkan sendiri oleh FIFA dengan adanya keputusan FIFA yang mencoret Rusia dari perhelatan kualifikasi Piala Dunia 2022 di Qatar karena invansi Rusia ke Ukraina yang hanya baru satu tahun,” pungkasnya.

Silahkan bertanya?