MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Siaran Pers : Dari Rakyat Indonesia untuk Palestina

Bismillahirrahmanirrahim Dengan memohon rahmat Allah SWT, MER-C segera mengupayakan pembukaan darurat Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Untuk program pembukaan darurat ini, dialokasikan dana sebesar 23 M Rupiah, dari jumlah donasi rakyat Indonesia untuk pengadaan alat kesehatan RS Indonesia per 1/7 – 17/7 yang telah mencapai Rp 37.216.328.050,-. Sementara itu donasi untuk kemanusiaan Gaza per 1/7 – 17/7 telah mencapai Rp 6.800.068.055,-. Relawan MER-C di Gaza pun mengabarkan bahwa rakyat dan pemerintah di Gaza mengharapkan RS Indonesia dapat segera beroperasi karena bagian utara Gaza merupakan daerah yang memakan korban terbanyak akibat agresi militer Israel.   Insha Allah, pembukaan darurat ini akan mengoperasikan unit-unit sebagai berikut: 1.      Unit IGD dan kamar tindakan beroperasi maksimal. 2.      Unit ICU beroperasi dengan 10 bed dengan 5 ventilator. 3.      Poliklinik beroperasi maksimal. 4.      Laboratorium beroperasi maksimal. 5.      Radiologi, hanya dilengkapi X-Ray portable/mobile. 6.      Kamar bedah, beroperasi 1 kamar (dari kapasitas 4 kamar). 7.      Unit Rawat Inap beroperasi dengan 50 bed. MER-C juga saat ini sedang menyiapkan tim bedah untuk diberangkatkan ke Gaza sambil menunggu adanya hasil dari koordinasi dengan KBRI di Mesir dan kedutaan besar Mesir di Jakarta. Tim akan diberangkatkan dalam rangka memberi bantuan gawat darurat medis selain berkoordinasi dengan SDM medis yang ada di Gaza untuk bersama-sama melakukan pengobatan di RS Indonesia. Untuk bantuan kemanusiaan, alhamdullilah pada  14/7, 16/7 dan 17/7 relawan MER-C di Gaza telah menyalurkan sebagian donasi dari rakyat Indonesia berupa sembako dan santunan uang tunai kepada rakyat Gaza. Mereka mengirim salam kepada Indonesia ketika donasi disampaikan, seraya berdoa semoga Allah senantiasa memberi keberkahan. Inshallah donasi akan terus diupayakan pelaksanaannya oleh relawan MER-C di Gaza. Semoga ini dapat menjadi amal baik yang mempersatukan hati rakyat Indonesia dan Palestina, sebagai bukti bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas dan jarak. Mohon doa agar damai tiba di Palestina, dan agar ke 19 relawan MER-C di Gaza selalu berada dalam perlindungan Allah SWT. Donasi untuk amanah kemanusiaan Gaza: BSM 700.2905.803 BCA 686.033.5555 Mandiri 124.000.375375.4 A/n. Medical Emergency Rescue Committee Donasi alat kesehatan RS Indonesia di Gaza: BCA 686.0153678 BSM 700.1352.061 BNI Syariah 08.111.929.73 BRI 033.501.0007.60308 BMI 301.00521.15 Mandiri 124.0008111925 An Medical Emergency Rescue Committee   Jakarta, 18 Juli 2014 Divisi Humas MER-C

Donasi Mengalir, RS Indonesia Segera Dibuka Darurat

Terus bertambahnya korban sipil akibat agresi Zionis di Jalur Gaza menimbulkan keprihatinan luas di berbagai kalangan. Liputan oleh media massa telah mendorong antusiasme masyarakat untuk mengulurkan tangan membantu Palestina. Ditambah suasana Ramadhan, sepertinya memang sudah digariskan bagi rakyat Indonesia untuk membantu Palestina.   Hingga Selasa (15/7) donasi yang terkumpul telah mencapai Rp 31.991.462.488 untuk alat kesehatan dan lebih dari Rp 5.454.607.082 untuk amanah kemanusiaan . Rapat tim dokter dan pengadaan alat kesehatan RS Indonesia  memutuskan untuk segera mengoperasikan RS ini dari jadwal semulanya yaitu Desember 2014 dikarenakan semakin bertambahnya korban jiwa dan cedera penduduk sipil, dan karena RS lain di Jalur Gazapun kewalahan menerima aliran korban. Stok obat dan alat medis di jalur Gaza juga dilaporkan terus menipis. Pembukaan awal ini akan mengoptimalkan fungsi Unit Gawat Darurat, Poliklinik, ICU, dan beberapa ruang bedah. Diharapkan RS Indonesia bisa bekerja pada kapasitas 50% dari total kemampuannya. Walaupun bangunan RS Indonesia mengalami kerusakan pada jendela Dan plafon akibat guncangan rudal yang dilontarkan Israel tidak jauh dari lokasi RS Indonesia, secara umum unit-unit yang tersebut di atas dapat difungsikan di RS Indonesia sesegera mungkin. Besar harapan kami bahwa ke depan akan terkumpul total donasi sebesar Rp 65M agar RS Indonesia bisa beroperasi secara sempurna. Dalam waktu dekat Inshallah MER-C akan memberangkatkan tim bedah yang terdiri dari dokter spesialis orthopedi dan traumatologi, dokter spesialis bedah, dokter spesialis anestesi, perawat bedah dan perawat ICU untuk bekerja di unit yang telah dibuka. MER-C akan bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan Gaza untuk memobilisasi SDM kesehatan dari RS lain di Jalur Gaza untuk ditempatkan di RS Indonesia. Semoga Allah terus menggerakkan hati rakyat Indonesia untuk mewujudkan RS Indonesia sehingga bersama-sama kita dapat menyelamatkan rakyat Palestina. Teriring salam dari ke 19 relawan Indonesia yang berada di Gaza saat ini, yang berkat doa tulus dari semua, sampai saat ini berada dalam keadaan sehat wal afiat. Terima kasih kami ucapkan kepada para donatur dan seluruh rakyat Indonesia atas kepercayaan dan donasi yang telah diberikan untuk Gaza melalui Lembaga MER-C, semoga menjadi salah satu catatan amal baik bersama bangsa Indonesia. Donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza: BSM, 700.2905.803 BCA, 686.033.5555 Mandiri, 124.000.375375.4 An Medical Emergency Rescue Committee Donasi alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza BCA, 686.0153678 BSM, 700.1352.061 BNI Syariah, 08.111.929.73 BRI, 033.501.0007.60308 BMI, 358.000.1720 Mandiri, 124.000.811192.5 An Medical Emergency Rescue Committee

Siaran Pers : DEDIKASI RAKYAT INDONESIA UNTUK GAZA – PALESTINA

Jakarta 11/7 Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengadakan konferensi pers di kantor pusat MER-C di bilangan Kramat, Jakarta Pusat. Konferensi Pers yang dihadiri oleh Ketua Presidium Dr. Henry Hidayatullah dan dua orang Presidium Dr. Jose Rizal Jurnalis dan Dr Arief Rachman mengeluarkan siaran pers mengenai agresi militer Israel yang dilakukan di wilayah Gaza, Palestina. Untuk hal tersebut, Dr Henry Hidayatullah mengatakan bahwa MER-C mengutuk dan menuntut dihentikannya agresi yang dilakukan Israel terhadap rakyat Gaza serta meminta agar Mesir dapat mempermudah jalur keluar-masuk bantuan bagi warga Gaza. Tercatat, sambung Dr Henry, hingga pagi tanggal 11 Juli 2014. Agresi tersebut sudah mensyahidkan 92 orang dan melukai 650 orang lainnya. Lebih lanjut lagi Dr Henry mengatakan bahwa Rumah Sakit Indonesia yang telah tegak berdiri belum bisa beroperasi karena terkendala alat kesehatannya yang belum memadai dan sedang menggalang dana untuk hal tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa besar harapan RS Indonesia di Gaza dapat melakukan soft launching secara bertahap serta memberikan rumah sakit tersebut pada pemerintah di Gaza untuk digunakan bagi keperluan rakyatnya.   Sementara itu Dr Jose Rizal menambahkan bahwa agresi Israel terhadap Gaza merupakan hal yang inkonstitusional. Ia juga mengatakan untuk bahwa instalasi alat kesehatan di Rumah Sakit Indonesia sudah siap, hanya tinggal menunggu pembelian alat-alat kesehatan bilamana dana sudah terkumpul. Lebih lanjut, pada Konferensi Pers yang dihadiri oleh pewarta berita dari televisi, media cetak dan online ditampilkan siaran langsung melalui skype dengan Ir. Nur Ikhwan Abadi dari divisi konstruksi RS Indonesia di Gaza. Nur Ikhwan menjelaskan bahwa hingga waktu setempat, agresi militer Israel telah menewaskan 98 orang dan 670 luka-luka. Ia juga menambahkan bahwa Presiden Mahmoud Abbas mengatakan bahwa Israel akan segera melakukan agresi darat yang tentunya akan menewaskan lebih banyak lagi warga sipil. Presiden Mahmoud Abbas, lanjutnya, juga menegaskan agar pihak Israel dan pejuang lokal untuk tidak melanjutkan serangan, namun faktanya tetap Israel membombardir ratusan serangan dalam satu hari saja. Tambahan lagi, korban yang berjatuhan banyak yang berada di Gaza bagian utara dan terapat kurang lebih 20 korban yang terdiri dari wanita dan anak-anak. Terkait Kondisi di Gaza, apabila serangan terus berlanjut maka MER-C akan mengirimkan tim bedah ke jalur Gaza, Palestina. Berikut isi lengkap siaran pers MER-C Siaran Pers /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} DEDIKASI RAKYAT INDONESIA UNTUK GAZA – PALESTINA   Tercatat sampai pagi ini (11/7), agresi militer Israel yang dilakukan terhadap Gaza sejak 6 Juli 2014 telah mensyahidkan tidak kurang dari 92 orang dan 650 orang luka-luka, menghancurkan 105 rumah warga dan gedung institusi pemerintah. Sementara itu, Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan akibat guncangan dari ledakan rudal di lokasi yang berjarak sekitar 30 m dari Rumah Sakit Indonesia (10/7). MER-C mengutuk dan menuntut dihentikannya agresi yang dilakukan Israel terhadap rakyat Gaza, meminta agar Mesir dapat segera mempermudah jalur keluar-masuk bantuan bagi warga Gaza, serta mengajak semua orang yang cinta kemanusiaan untuk melakukan aksi, memberikan dukungan serta memohonkan doa demi terciptanya situasi aman di Gaza, dan demi keselamatan ke 19 relawan MER-C yang saat ini bekerja menunaikan amanah di Gaza untuk menyampaikan sumbangan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina dalam bentuk Rumah Sakit Traumatologi dan Rehabilitasi. Alhamdulillah, saat ini bangunan Rumah Sakit Indonesia sudah rampung. MER-C  masih menggalang dana sebedar 65 miliar rupiah untuk pengadaan alat kesehatan agar RS Indonesia dapat segera beroperasi, sehingga ke depan, akan ada lebih banyak warga yang tertolong, terutama mereka yang bertempat tinggal dekat dengan perbatasan Gaza-Israel. Saat ini juga relawan MER-C sedang mengupayakan untuk melaksanakan empat program di Gaza yaitu: 1.    Memberikan bantuan sembako untuk korban agresi Israel 2.    Memberikan bantuan sembako untuk keluarga dhuafa 3.    Memberikan iftaar (makanan untuk berbuka puasa) bagi anak yatim Gaza 4.    Memberikan iftaar bagi keluarga dhuafa Total donasi yang masuk untuk amanah Alat Kesehatan RS Indonesia di Gaza per 1 – 11 Juli 2014 Rp 7.643.910.082,-. Sementara total donasi yang masuk untuk amanah Kemanusiaan Gaza per 1 – 11 Juli 2014 Rp 597.021.921,- dimana sebesar 200 juta rupiah sudah dialokasikan untuk melaksanakan keempat program di atas. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan bagi rakyat Palestina, dan bagi semua orang yang membelanya, amin. Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai situasi di Gaza dapat menghubungi relawan MER-C cabang Gaza di bawah ini: Ir. Nur Ikhwan Abadi (+972592892939) Muqarrabin al Fikri (+972599611877) Muhammad Husein (+972592723956)   Donasi untuk amanah kemanusiaan Gaza: BSM 700.2905.803 BCA 686.033.5555 Mandiri 124.000.375375.4 An Medical Emergency Rescue Committee   Donasi alat kesehatan RS Indonesia di Gaza: BCA 686.0153678 BSM 700.1352.061 BNI SYARIAH 08.111.929.73 BRI 033.501.0007.60308 BMI 301.00521.15 Mandiri 124.0008111925 An Medical Emergency Rescue Committee    Jakarta, 11 Juli 2014 Divisi Humas MER-C          

Selamat Jalan Sahabat Kami, dr. Mufeed Mukhallalati

Gaza – Dr. Mufeed Al Mukhallalati, mantan Menkes Palestina di Jalur Gaza tutup usia akibat serangan jantung, Senin (23/6) subuh. Mendengar berita duka tersebut, empat relawan MER-C yang sedang bertugas di Jalur Gaza langsung melakukan takziyah dan menyolatkan almarhum hingga mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir bersama tokoh dan warga Gaza. “Jenazah disholatkan di Masjid Palestin, kota Gaza, diimami oleh Ismail Haniya dan dimakamkan di pemakaman umum syuhada di Shaikh Ridwan,” ujar Ir. Nur Ikhwan, salah satu relawan MER-C di Gaza. Segenap Keluarga Besar MER-C mengucapkan duka cita yang mendalam atas kepergian Dr. Mufeed Al Mukhallalati. Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di surga-Nya. Dr. Mufeed Al Mukhallalati diangkat menjadi Menkes Palestina di Gaza pada tahun 2012, menggantikan dr. Baseem Naim. Pada bulan Oktober 2012, Tim MER-C dari Jakarta berkesempatan bersilaturahmi dengan pria yang sangat santun dan baik ini. Terucap harapannya saat itu adalah semoga Rumah Sakit Indonesia cepat selesai dan diserahkan kepada rakyat Palestina di Gaza.                

Konferensi Press dan Peluncuran Video Campaign Rumah Sakit Indonesia di Gaza – Palestina

Alhamdullilah, berkat rahmat Allah SWT dan atas dukungan dari rakyat Indonesia, pembangunan gedung Rumah Sakit Indonesia di Gaza – Palestina dinyatakan telah selesai. Rumah Sakit Indonesia memiliki sejarah yang cukup panjang dan berliku-liku sejak kemunculan gagasannya pada masa agresi militer Israel di Gaza di tahun 2008/2009 lalu. Rumah sakit ini juga tidak akan menjadi bangunan yang megah seperti sekarang ini tanpa dukungan dari begitu banyak pihak yang telah merapatkan barisan selama beberapa tahun lamanya baik lewat pemikiran, tetes keringat, dana, pemberitaan, doa, waktu, dan dukungan semangat, yang insya Allah itu semua akan menjadi bukti bagi rakyat Palestina dan dunia, bahwa uluran tangan tanda persaudaraan dari rakyat Indonesia telah sampai dan diterima oleh rakyat Palestina, dan semoga tali persaudaraan ini akan terjalin untuk selamanya. Kembali dukungan kita dinanti oleh rakyat Palestina. MER-C mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bahu-membahu melengkapi pengadaan alat kesehatan bagi Rumah Sakit Indonesia yang memerlukan dana sekitar 65 miliar rupiah. Alhamdullilah, Pembaca Republika telah mengawali donasi bagi alat kesehatan di Ruang Poliklinik sebesar satu milyar rupiah, serta Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) telah menyumbangkan dana sebesar 650 juta rupiah untuk melengkapi Ruang Farmasi. Hari ini, kami meresmikan awal kampanye pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Indonesia yang didukung oleh Slank, Wali, Bapak Adi Sasono, Jihan Fahira, Naif, Vadi Akbar, Sore, White Shoes & the Couples Company, Wanadri, Farida Thalib, Indra Hidayat, Salma yang telah mempersembahkan karya seninya untuk MER-C dan Hengky Saing yang telah mempersembahkan lagu berjudul “Satu Untuk Semua” untuk dijadikan lagu soundtrack bagi kampanye alat kesehatan RS Indonesia. Tak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada BNI Syariah yang telah menjadi sponsor demi terselenggaranya acara hari ini. Semoga usaha kita semua akan diterima sebagai amal baik, dan semoga rakyat Palestina dapat segera menikmati pelayanan kesehatan dari Rumah Sakit Indonesia.   Donasi untuk Alat Kesehatan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui: BNI Syariah No. Rek. 08.111.929.73 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee     Jakarta, 30 April 2014 Divisi Humas MER-C                

Serah Terima aset MER-C di Puskesmas Panga kepada Pemerintah Daerah Aceh Jaya

Aceh – Pada tanggal 22 April 14, MER-C Indonesia telah menyerahkan seluruh aset MER-C yg berada di desa Panga, Kec Keude Panga, Kabupaten Aceh Jaya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Jaya.Serah terima ini dilaksanakan oleh Presidium MER-C Indonesia dr. SarbiniAbdul Murad dan Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Jaya Drs. T. Irvan. TB.   Aset tersebut berupa tanah wakaf dari warga setempat Bapak Syarifuddin Yunus kepada MER-C seluas 1200 m2, tanah milik MER-C seluas 200 m2 beserta bangunannya, dimana nilai total keseluruhan dari tanah dan bangunan saat itu adalah bangunan utama kurang lebih senilai Rp 700 juta, gudang  senilai Rp 150 juta serta Rp 10 juta tanah perluasan. Selain itu, terdapat aset berupa peralatan medis lengkap antara lain : alat kesehatan untuk Instalasi Gawat Darurat, alat kesehatan apotik, alat kesehatan untuk bersalin, alat kesehatan untuk Poliklinik umum, alat kesehatan untuk Rawat Inap, alat kesehatan dental unit,alat kesehatan laboraturium, alat kesehatan ruang operasi, alat kesehatan X–Ray dengan nilai keseluruhan dari alat kesehatan saat itu kurang lebih 1,5 Milyar. Semua aset tersebut dibangun dan dipergunakan oleh MER-C dan petugas puskesmas Pangasejak tahun 2006 dimana pada saat itu di daerah Aceh Jaya belum terdapat sarana kesehatan yg memadai setelah bencana Tsunami pada tahun 2004. Pertimbangan diserahkannya semua alat kesehatan ini  antara lain dikarenakan oleh kinerja rekan2 staf puskesmas sangat baik dan amanah, hal ini dibuktikandengan prestasi yg di raih sebagai Juara I se–Propinsi aceh katagori programIbu dan Anak pada tahun 2012, sebagai juara I kategori Puskesmas Bersahajase–propinsi aceh pd tahun 2013, sebagai juara I sekebupaten Aceh Jaya dalam kategori Puskesmas terakreditasi. Kedua, untuk mempermudah pemerintah daerah dalam pengalokasian dana untuk pengembangan Puskesmas Panga. Ketiga, agar Puskesmas Panga dapat lebih maksimal dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat Panga khususnya dan masyarakat Aceh Jaya pada umumnya.. Semoga dengan diseraherimakannya aset MER-C Indonesia di desa Panga dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat Panga, serta hubungan baik antara LSM MER-C Indonesia dan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Jaya dapat terus terjalin dalam berbagai kegiatan lainnya.              

Gelombang Pertama Relawan RS Indonesia dari Gaza Palestina Tiba di Tanah Air

Siaran Pers Setelah bertugas selama kurang lebih 1,5 tahun di wilayah terblokade Gaza, Palestina, meninggalkan keluarga tercinta dan pekerjaan yang menjanjikan di tanah air, dalam rangka Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di sana, sebanyak 19 orang relawan yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia tiba di Jakarta siang ini pukul 13.55 wib dengan menggunakan maskapai penerbangan Etihad Airlines. Rombongan ini adalah gelombang pertama kepulangan relawan RS Indonesia dari dua gelombang yang direncanakan, dimana gelombang ke-2 akan tiba di tanah air pada awal Maret 2014 mendatang. Kedatangan para relawan akan disambut oleh Tim MER-C, Pesantren Al Fatah serta keluarga.   Kepulangan relawan Indonesia sebanyak total 25 orang dimungkinkan setelah pembangunan tahap 2 berupa pekerjaan Arsitektur dan Mekanikal Elektrikal RS Indonesia selesai. Dengan selesainya tahap ini, maka secara fisik bangunan RS Indonesia yang terdiri dari 2,5 lantai dengan total luas mencapai hampir 10.000 m2 telah rampung. Rumah Sakit Indonesia sumbangan dari rakyat Indonesia telah berdiri dengan kokoh dan indah di Jalur Gaza, Palestina, sebuah wilayah yang masih terblokade dan terjajah hingga detik ini. Sebagai tahapan selanjutnya dari program ini adalah pemenuhan Alat Kesehatan dan Interior ruangan Rumah Sakit Indonesia yang akan berfokus pada Rumah Sakit Traumatologi dan Rehabilitasi. Untuk keperluan ini, MER-C tengah mengirimkan relawan ahli bidang peralatan kesehatan (Medical Technologist) yang melakukan survei alat kesehatan di Gaza (Palestina) dan Kairo (Mesir). MER-C juga menempatkan relawan-relawan yang akan bertugas di Gaza selanjutnya untuk mengawal tahap pemenuhan alat kesehatan ini. Sebelumnya, dengan gerakan Rp 20 ribu/orang, rakyat Indonesia terbukti mampu bersatu membangun Rumah Sakit yang akan menjadi bukti silaturahim jangka panjang rakyat Indonesia – Palestina. kini MER-C kembali meluncurkan dan mengajak rakyat Indonesia untuk bergabung dalam gerakan Rp 50 ribu per orang untuk Alat Kesehatan RS Indonesia. Cukup 1,2 juta orang yang menyumbang agar RS Indonesia dapat segera bermanfaat bagi masyarakat korban perang di Jalur Gaza, Palestina.   Jadilah bagian dari sejarah program Pembangunan RS Indonesia melalui: BNI Syariah, 081.119.2973 BSM, 700.135.2061 BCA, 686.015.3678 BMI, 301.00521.15 BRI, 033.501.0007.60308 an. Medical Emergency Rescue Committee   Atau melalui: iB Hasanah Card dari BNI Syariah Hubungi BNI Call Center 500046     Jakarta, 27 Februari 2014 Divisi Humas MER-C INDONESIA                

Misi Equipment Assessment MER-C di Gaza, Palestina

Jakarta – Pada hari ini (17/2) MER-C kembali memberangkatkan tim ke jalur Gaza, Palestina. Tim yang terdiri dari Presidium MER-C Ir. Faried Thalib,  Site Manager Rumah Sakit Indonesia (RSI) Ir. Nur Ikhwan Abadi, Medical Technologist Ahyaudin Sodri, didampingi oleh Yoebal Ganesha Rasyid dari Republika dan Subhan Hariadi Putra dari TVOne take off pukul 07.45 WIB menuju Kairo, Mesir, dengan menaiki pesawat Emirates Airlines, sebelum melanjutkan perjalanan mereka menuju jalur Gaza, Palestina.   Menurut Presidium MER-C dr. Joserizal Jurnalis SpOT, tujuan keberangkatan tim kali ini adalah untuk melakukan assessment terhadap pengadaan alat kesehatan bagi RSI, di mana waktu yang diperlukan untuk melakukan tugas ini diperkirakan mencapai dua minggu. Joserizal menambahkan bahwa walaupun bangunan Rumah Sakit Indonesia dapat dikatakan telah rampung, akan tetapi MER-C masih akan menggalang dana sebesar 65 miliar Rupiah untuk pengadaan alat kesehatan bagi RSI, di mana dana yang dibutuhkan sesegera mungkin, agar RSI dapat mulai dioperasikan, berjumlah 13 miliar rupiah.  /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Dukungan untuk Pengadaan Alat Kesehatan RS INDONESIA dapat disalurkan melalui: Bank Syariah Mandiri (BSM)         : 700.1352.061 Bank Central Asia (BCA)               : 686.0153678 BNI Syariah                                  : 08.111.929.73 Bank Rakyat Indonesia (BRI)       : 033.501.0007.60308 Bank Muamalat Indonesia (BMI)  : 301.00521.15 Semua rekening atas nama Medical Emergency Rescue Committee    Donasi RSI juga bisa melalui iB Hasanah Card dari BNI Syariah. Info dan Pendaftaran Donasi hubungi 500046. ——— Info progress pembangunan RSI dapat diikuti di: Facebook         : RSIndonesia Twitter            : @RSIndonesia Instagram         : @rsindonesia              

Selamat Jalan Nelson Mandela

Keluarga besar MER-C turut berduka cita akan berpulangnya Nelson Mandela di Afrika selatan. Perjuangannya demi kemerdekaan rakyat Afrika Selatan, Palestina Dan seluruh umat manusia tidak Akan kami lupakan. “Kita tahu betul bahwa kemerdekaan kita tidak Akan menjadi lengkap tanpa adanya kemerdekaan bagi rakyat Palestina.” -Nelson Mandela 

Silahkan bertanya?