MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Sandi Uno Luncurkan Kaus Donasi untuk Bantu RSI di Gaza

Hari ini Senin 4 Juni 2016 di Balaikota DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan kaus bermotif sorban merah yang dinamai RED SANDI. Sandi Uno menyampaikan, “Saya dengar penjelasan dari MER-C bahwa kondisi Palestina makin memprihatinkan, dan peran Rumah Sakit Indonesia di Gaza buah ikhtiar warga Indonesia lewat MER-C makin penting, maka teman-teman coba luncurkan ide kreatif hari ini. RS Indonesia Gaza selalu ramai, dan akan dikembangkan terus.” Kaus yang didisain oleh ArMuf, Duo Designer A. Mufti dan Agus Hendrawan ini semula sudah merambah pasar ekspor ke Timur Tengah, mulai hari ini di jual di Bukalapak, “Sempat kita ekspor ke Doha dan Dubai, karena motif Sorban Ghutrah ini kan dari sananya terinspirasi garis, dan ornamen Padang Pasir, kebetulan MER-C butuh donasi sekalian diluncurkan Bang Sandi, Jadi deh namanya RED SANDI !” demikian Mufti menjelaskan. Mufti yang juga berprofesi sebagai konsultan, dan periset ini mengabarkan bahwa mulai pagi ini RED SANDI sudah bisa di pesan di Bukalapak dan click through lewat web MER-C. “Harganya didiskon jadi 126 ribu rupiah, harga termasuk donasi ke MER-C” tukas Mufti. Dr. Henry Hidayatullah, dan Tim yang hadir mewakili MER-C menjelaskan bahwa selain memberikan bantuan medis pada fase awal bencana atau tanggap darurat, di beberapa wilayah perang, konflik dan bencana skala besar, MER-C juga melakukan program bantuan yang bersifat jangka panjang. Salah satunya berupa pembangunan fasilitas kesehatan seperti Klinik Rawat Inap di wilayah pasca tsunami Aceh, Klinik Sosial di wilayah pasca gempa Bokoharjo Sleman Yogyakarta, RS Galela di wilayah histori konflik Maluku Utara, juga RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina dan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar. “Kita ingin warga Jakarta berperan lebih aktif untuk membangun RS Indonesia di Gaza bahkan Myanmar, Alhamdulillah Pak Sandi setuju kalau donasi lewat kaus ini Kick Off untuk kerja besar ke depan” tukas Dr. Henry. Bukalapak sebagai online marketplace terbesar di Indonesia turut memberikan dukungannya untuk pengembangan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Bukalapak memfasilitasi penjualan kaus Red Sandi mulai hari ini. “Kami di Bukalapak turut peduli dengan kondisi saudara-saudara kita di Gaza. Penjualan kaus Red Sandi di Bukalapak diharapkan dapat membantu pembangunan fasilitas kesehatan di sana. Masyarakat dapat membeli kaus ini hanya di Bukalapak dan tentunya dengan membeli kaus ini, masyarakat secara tidak langsung sudah ikut berpartisipasi dalam membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Kaus dengan desain yang keren ini juga dapat menjadi pilihan buah tangan untuk sanak saudara ketika mudik ke kampung halaman”, ujar Fajrin Rasyid, Co-Founder dan CFO Bukalapak. Pak Wagub Sandi Salahuddin Uno juga sampaikan bahwa kedepan dukungan buat Pembangunan RS Indonesia di Gaza dan Myanmar akan bermitra dengan BAZIS DKI Jakarta, “Hari ini kita kick-off kerjasama partisipatif kolaboratif, kedepan lebih luas lagi kolaborasinya dengan BAZIS. Mimpi saya ada Ruang Fatahillah atau Jayakarta di RSI Gaza dan Myanmar, Insya Allah bisa”. Tentang MER-C MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi. MER-C bertujuan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri. Resmi berdiri pada Agustus 1999, hingga kini MER-C sudah melakukan lebih dari 300 misi kemanusiaan yang dilakukan oleh para relawan MER-C yang bersifat unpaid volunteers. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi: www.mer-c.org. Tentang ArMuf Duo Designer Industri Kreatif, fokus pada pasar ekspor . Digawangi Agus Hendrawan, dan A. Mufti. Tentang Bukalapak Bukalapak merupakan pasar online terbesar di Indonesia. Bukalapak adalah sarana jual beli online dari konsumen ke konsumen (C2C) untuk transaksi satuan maupun dalam jumlah banyak melalui aplikasi mobile dan website. Di 2016 lalu, Bukalapak menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya, yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa dan darma bakti kepada bangsa dan Negara sehingga bisa dijadikan teladan bagi orang lain. Saat ini Bukalapak memiliki lebih dari tiga juta pelapak di seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: http://bukalapak.com/

Relawan Medis Jadi Target Sniper Israel

Gaza, Palestina – Relawan medis muda Palestina, Razan Al Najjar, 21 tahun, syahid akibat tembakan sniper Israel. Razan terkena tembakan di dada ketika sedang bertugas merawat warga Gaza yang terluka pada rangkaian aksi damai “Great Return March” di perbatasan Gaza, Jum’at/1 Juni 2018.   Menargetkan tenaga medis adalah sebuah kejahatan perang dan pelanggaran langsung terhadap Konverensi Jenewa1949.   MER-C sebagai sebuah lembaga kegawatdaruratan medis yang kerap mengirimkan relawan untuk bertugas di berbagai wilayah perang dan konflik mengecam keras tindakan brutal tentara Israel. Tenaga medis seharusnya mendapatkan perlindungan khusus ketika berusaha menyelamatkan mereka yang terluka dalam perang atau konflik.   Dan dunia diam dengan kejadian ini….   Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk sejawat kami, Razan Al Najjar. Selamat jalan saudariku, Insya Allah Syurga menantimu.   #WeStandForPalestine #FreePalestine  

Kondisi Terkini Kesehatan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

Jakarta – Menyusul kondisi kesehatan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang menurun pasca pemeriksaan terakhir yang dilakukan Tim Medis MER-C, Rabu (25/5) di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, MER-C sebagai lembaga medis yang selama ini mendampingi kesehatannya, segera melayangkan surat permohonan agar ulama sepuh terpidana kasus terorisme ini mendapat izin untuk dapat melakukan pemeriksaan ke luar Lapas. Permohonan pemeriksaan ke rumah sakit yang memiliki peralatan lengkap dilakukan guna mengetahui penyebab pembengkakan pada tungkai dan melakukan tindakan pengobatan yang diperlukan.   Surat permohonan pemeriksaan ini ditujukan langsung oleh Presidium MER-C kepada Presiden RI dengan tembusan Wakil Presiden RI dan berbagai Kementerian serta Lembaga terkait. Surat tertanggal 2 Juni 2017 itu berisi permohonan agar Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dapat melakukan MCU (Medical Check Up) di Rumah Sakit yang dipilih oleh MER-C, yaitu RS Jantung Harapan Kita, Jakarta. RS Jantung Harapan Kita dipilih karena adanya kekhawatiran bahwa bengkak berulang pada tungkai yang dialami Ustadz Abu Bakar Ba’asyir terkait dangan fungsi jantung. Setelah melalui proses perizinan yang cukup panjang, pada awal Agustus 2017 surat tersebut disetujui.   Rabu sore (9/8) dengan pengawalan ketat, ulama berusia 80 tahun itu dibawa dari Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur Bogor menuju RS Jantung Harapan Kita. Tim Medis dan ambulans MER-C turut mendampingi dalam iringan. Sekitar pukul 19.00, iringan tiba di RS Jantung Harapan Kita. Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang selama ini mengalami tahanan isolasi langsung dibawa menuju ruangan rawat super VIP dan mendapatkan pemeriksaan awal dari Tim Dokter rumah sakit. Kamis (10/8), serangkaian pemeriksaan Medical Check Up berupa Advance Cardiac Screening beserta beberapa pemeriksaan tambahan seperti MS CT (Multi Slice Computed Tomography) untuk toraks (rongga dada), abdomen (perut), dan coroner (pembuluh jantung) dilakukan sejak pagi hingga sore hari dengan penjagaan ketat dari aparat.   Dari seluruh pemeriksaan yang telah dilakukan, kondisi kesehatan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir secara umum baik dengan resume medis Acute Decompensated Heart Failure (ADHF) dan Congestive Heart Failure (CHF). Adapun penyebab tungkai bengkak adalah gangguan katup pembuluh balik tungkai atau Chronic Venous Insufficiency (CVI). Beberapa penurunan nilai fungsi organ masih dalam batas normal untuk usia yang sudah mencapai 80 tahun. Adapun hal lainnya yang menjadi perhatian adalah Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) dan bengkak pada tungkai. Keluhan-keluhan yang ada akan ditangani melalui pemberian obat oral dan dijadwalkan untuk melakukan kontrol kembali dalam satu bulan ke depan.   MER-C adalah Tim Medis yang diminta keluarga untuk mendampingi kesehatan Abu Bakar Ba’asyir selama dalam masa penahanan. Tim MER-C yang terdiri dari dokter spesialis orthopaedi, dokter spesialis penyakit dalam, serta dokter umum secara rutin mengunjungi untuk mengecek kesehatan Ustadz Abu sejak ditahan di LP Salemba, LP Cipinang, LP Pasir Putih Nusa Kambangan hingga akhirnya dipindahkan ke LP Gunung Sindur Bogor. Selanjutnya, ke depan Tim MER-C akan merekomendasikan agar Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dapat melakukan Comprehensive Geriatric Assessment untuk mengetahui status fungsional, mental, dan nutrisi secara komprehensif.   Rekening Donasi amanah Keluarga Mujahid dapat disalurkan melalui: BSM, 701.565.8953 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee   Info: www.mer-c.org 0811990176

Selamat Jalan Bapak Adi Sasono

Innalillaahi wa inna ilaihi roojiuun Berita kepergian Bapak begitu mengagetkan kami Duka mendalam kami rasakan karena kehilangan seorang tokoh panutan Tokoh yang sangat peduli dan baik kepada siapa saja Tokoh yang sederhana, rendah hati dan bersahaja Salah satu kenangan bersama Bapak adalah ketika melakukan kampanye untuk Pembangunan RS Indonesia Tanpa ragu Bapak menjadi salah satu tokoh yang turut membantu program RS Indonesia hingga program ini selesai Sewaktu kami bertemu kembali untuk bersilaturahmi dan menengok karena mendengar Bapak sakit, Bapak tetap terlihat tegar, semangat dan terus memberi dukungan untuk program-program kemanusiaan lainnya Kini Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang telah memanggilmu Selamat jalan Bapak Adi Sasono Terima kasih telah membimbing kami sejak awal berdirinya MER-C Meskipun Bapak telah tiada, semangat Bapak akan terus mengiringi langkah kami Doa dari kami seluruh relawan MER-C Semoga ALLAH SWT membalas semua kebaikanmu dan mengampuni semua kesalahanmu Semoga ALLAH SWT menempatkanmu di syurga-NYA Aamiin yaa robbal ‘aalamiin

Usai Bertugas Lebih dari 1,5 Tahun di Gaza, Tiga Relawan RS Indonesia Tiba di Tanah Air

Siaran Pers Selasa (16/2), setelah menempuh belasan jam penerbangan dari Kairo (Mesir), sekitar pkl 22.00 wib tadi malam, tiga relawan MER-C yang telah menyelesaikan tugas pembangunan RS Indonesia di Gaza (Palestina) mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Kedatangan Ir. Edy Wahyudi, Karidi dan Miyanto langsung disambut dengan penuh haru dan sukacita oleh para relawan dan tentunya keluarga tercinta. Turut menyambut di Bandara para Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, Ir. Faried Thalib dan dr. Arief Rachman, juga para pimpinan dari Pondok Pesantren Al Fatah, mitra yang selama ini mendukung sejak awal proses pembangunan RS Indonesia.   Ketiga relawan sangat bersyukur karena setelah bertugas selama lebih dari 1,5 tahun, perjuangan panjang yang penuh liku akhirnya selesai dan mereka bisa kembali ke tanah air berkumpul kembali dengan keluarga. Hal terpenting lainnya adalah amanah dari rakyat Indonesia telah tertunaikan. Pada 24 Desember 2015, RS Indonesia telah resmi dibuka dan memberikan pelayanan medis bagi rakyat Gaza yang membutuhkan. Sejak dibuka, setiap harinya khususnya pada hari kerja Minggu hingga Kamis, RS Indonesia selalu ramai dikunjungi oleh warga Gaza yang membutuhkan pengobatan. Tercatat sekitar 400 orang pasien yang berobat ke RS Indonesia setiap harinya. Meskipun tugas telah selesai, namun kepulangan para relawan ke tanah air sempat tertunda beberapa lama karena pintu perbatasan Rafah yang tidak kunjung dibuka. Baru pada hari Minggu (14/2) kemarin, pada hari ke-2 atau hari terakhir pembukaan perbatasan Rafah, para relawan bisa keluar dari Gaza bersama sedikit orang yang berhasil keluar dari Gaza selama pembukaan Rafah yang hanya berlangsung selama 2 hari tersebut.   MER-C Lanjutkan Program di Gaza Kepulangan tiga relawan ke tanah air bukan berarti selesainya program MER-C di Gaza, Palestina. Meskipun RS Indonesia telah diserahterimakan dan dikelola oleh Kementerian Kesehatan Palestina, namun MER-C berkomitmen untuk tetap membantu untuk biaya operasional RS Indonesia. Hal ini dalam rangka menjamin keberlangsungan RS Indonesia karena kondisi perekonomian yang tidak menentu di Jalur Gaza, terlebih ketika adanya serangan. Saat ini masih ada dua relawan yang menetap di Gaza, yaitu Reza Aldilla dan Muhamad Husein. Selain sebagai relawan, mereka juga tengah menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam Gaza. Berkomitmen menjadikan Palestina sebagai wilayah misi jangka panjang, MER-C telah membangun sebuah bangunan yang bernama “Wisma Rakyat Indonesia” yang terletak di dalam area kompleks RS Indonesia. Wisma Rakyat Indonesia akan menjadi kantor perwakilan MER-C Cabang Gaza sekaligus tempat tinggal para relawan. Ke depan, MER-C akan mengirimkan kembali relawan-relawan yang akan bertugas di wilayah terblokade ini selanjutnya. Relawan yang akan dikirimkan diantaranya adalah para dokter yang keahliannya dibutuhkan di Gaza untuk mengobati dan mentransfer keahliannya kepada tenaga medis di Gaza.     Profil Tiga Relawan RS Indonesia   1.      Nama                       : Ir. Edy Wahyudi Darta Tempat/Tanggal Lahir         : Jakarta/15 Nov 1969 Asal                                   : Cileungsi, Jawa Barat Jabatan/Bidang Pekerjaan   : Site Manager RS Indonesia Masa Tugas di Gaza            : Januari 2011 – April 2012                                           Februari 2013 – Maret 2014                                           Juni 2014 – Februari 2016   2.      Nama                       : Karidi bin Martono Parjo Tempat/Tanggal Lahir         : Wonogiri/14 Januari 1982 Asal                                  : Wonogiri, Jawa Tengah Jabatan/Bidang Pekerjaan   : Korlap 2 Mekanikal Elektrikal Masa Tugas di Gaza            : Oktober 2012 – Maret 2014                                           Juni 2014 – Februari 2016   3.      Nama                        : Miyanto Modo Sodimejo Tempat/Tanggal Lahir         : Wonogiri/4 September 1985 Asal                                  : Wonogiri, Jawa Tengah Jabatan/Bidang Pekerjaan   : Pekerjaan Sipil Masa Tugas di Gaza            : Juni 2014 – Februari 2016       Jakarta, 17 Februari 2016   MER-C Indonesia              

Selamat Datang Kembali di Tanah Air Para Mujahid Kami, Relawan RS Indonesia dari Jalur Gaza, Palestina

Rumah Sakit Indonesia adalah sebuah Karya Anak Bangsa. Selain dana pembangunan yang murni berasal dari rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, yang sebagian besar adalah kalangan menengah ke bawah, Rumah Sakit ini juga dirancang, didisain, diawasi dan dikerjakan pembangunannya oleh putra-putra bangsa Indonesia. Mereka, para relawan (unpaid volunteers), rela meninggalkan keluarga tercinta, pekerjaan di tanah air, mendedikasikan waktu dan keahlian dalam rangka melakukan Jihad Profesional menunaikan amanah rakyat Indonesia dalam program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Dimulai pada 14 Mei 2011, pembangunan fisik Rumah Sakit Indonesia saat ini telah selesai dan proses pengadaan Alat Kesehatan untuk seluruh ruangan di rumah sakit ini sebagai Rumah Sakit Traumatologi dan Rehabilitasi juga telah mencapai tahap akhir.   Kamis/25 Juni 2015, pukul 14.40 sebanyak 14 orang relawan yang telah bertugas selama minimal 1 (satu) tahun di Gaza, Palestina, mendarat di Bandara Soekarno Hatta setelah menempuh belasan jam penerbangan dengan menggunakan maskapai Etihad Airways. Beberapa hari sebelumnya, pada hari Kamis/18 Juni 2015, satu relawan bersama istri tercinta seorang gadis asal Gaza telah tiba lebih dulu di Jakarta, sehingga total relawan RS Indonesia yang telah kembali ke tanah air sampai saat ini berjumlah 15 orang relawan.   Sebanyak 4 (empat) orang relawan masih diberikan amanah untuk melanjutkan tugas di Jalur Gaza, Palestina guna mempersiapkan segala sesuatunya untuk “Grand Opening RS Indonesia” dan menunggu relawan pengganti dari Indonesia yang akan datang untuk bertugas selanjutnya di Jalur Gaza, Palestina.   Kelima belas relawan yang telah kembali ke tanah air adalah sbb :   No Nama Masa Tugas Asal 1 Abdul Aziz Hisyam 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Jambi 2 Abdul Hadi Bujang 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Kalimantan Barat 3 Moqorrobin Alfikri 15 Februari 2013 – 25 Juni 2015 Cileungsi, Jawa Barat 4 Hidayatullah Hissam Damiri 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Jambi 5 Luthfi Paimin Mualim 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Kalimantan Barat 6 Nasrullah Saukani Johdi 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Kalimantan Barat 7 Ngatiyat Wiryadiharjo Wongso 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Jogjakarta 8 Ir. Nur Ikhwan Abadi 17 Februari 2014 – 25 Juni 2015 Lampung 9 Osamah Dakam Mansur 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Kalimantan Barat 10 Muhamad Gulam Romdony 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Tj Priok, Jakarta 11 Suryadi Sarto Soirejo 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Wonogiri, Jawa Tengah 12 Tata Lukita Sudrajat 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Bandung, Jawa Barat 13 Teguh Bin Samino Rejo 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Wonogiri, Jawa Tengah 14 Najmudin Kubro Maschun 28 Juni 2014 – 25 Juni 2015 Cilacap, Jawa Tengah 15 Muhammad Husein 2 Desember 2010 – 18 Juni 2015 Cileungsi, Jawa Barat   Empat relawan yang masih bertugas di Jalur Gaza, Palestina adalah sbb :   No Nama Masa Tugas Asal 1 Ir. Edy Wahyudi 15 Februari 2013 – sekarang Cileungsi, Jawa Barat 2 Karidi bin Martono Parjo 28 Juni 2014 – sekarang Wonogiri, Jawa Tengah 3 Miyanto Modo Sodimejo 28 Juni 2014 – sekarang Wonogiri, Jawa Tengah 4 Reza Aldilla Kurniawan 15 Februari 2013 – sekarang Kalimantan Barat   Para relawan dimungkinkan keluar dari Gaza setelah adanya perpanjangan pembukaan Perbatasan Rafah pada hari Selasa, Rabu, Kamis (23 – 25 Juni 2015) ini. Padahal selama satu tahun belakangan, ini blockade adalah yang paling sulit karena Perbatasan Rafah hanya dibuka 3 – 4 kali.   Kesempatan pembukaan Perbatasan Rafah pada Minggu ini segera dimanfaatkan relawan untuk mencoba keluar dari Gaza setelah mendapat persetujuan dari MER-C Pusat Jakarta dan tugas-tugas yang diamanahkan juga telah rampung, yaitu selesainya pembangunan Wisma Rakyat Indonesia (Indonesia Guest House), selesainya perbaikan masjid yang berada di Kompleks RSI dan hampir selesainya proses pengadaan Alat Kesehatan RSI.   Setelah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Palestina dan Kedutaan Besar RI di Kairo, Selasa/23 Juni 2015, 14 relawan menuju Perbatasan Rafah Gaza untuk mencoba keluar dari Gaza. Pagi itu, para relawan bersiap-siap dan berpamitan kepada relawan Indonesia yang masih harus menetap di Gaza, relawan lokal dan rakyat Gaza yang tinggal di sekitar RSI. Suasana haru meliputi pagi hari itu.   Menunggu proses di Imigrasi Rafah Gaza dan Imigrasi Rafah Mesir selama beberapa jam, akhirnya sekitar pukul 2 siang waktu Gaza, 14 relawan berhasil keluar dari Gaza untuk pulang ke tanah air bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarga tercinta.     Jakarta, 25 Juni 2015 Medical Emergency Rescue Committee                  

Menuju Momentum Bersejarah Grand Opening RS Indonesia di Gaza, Palestina

Senin, 15 Juni 2015 menjadi salah satu hari yang bersejarah dari rangkaian panjang program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Pada hari itulah MER-C melalui relawannya di Jalur Gaza telah melakukan Soft Opening RS Indonesia yang pembangunan fisiknya telah selesai dan proses pengadaan alat kesehatannya telah mencapai tahap akhir.   Salah satu proses penting dalam acara ini adalah penandatanganan MOU serah terima RS Indonesia. MER-C selaku inisiator pembangunan RS Indonesia, menyerahkan bangunan fisik RS Indonesia berikut seluruh alat kesehatan yang ada di dalamnya kepada rakyat Palestina.  Penandatanganan MOU dilakukan oleh Ir. Nur Ikhwan Abadi, salah satu relawan MER-C di Gaza selaku wakil dari rakyat Indonesia dan Dr.Ashraf Abu Mahadi selaku Dirjen Hubungan Luar Negeri Kementerian Kesehatan, mewakili rakyat Palestina.   Bendera kedua Negara tampak menghiasi area rumah sakit Indonesia sebagai tanda ikatan dan silaturahmi yang semakin erat dari kedua bangsa. Prosesi sederhana serah terima itu dihadiri oleh seluruh relawan Indonesia yang berjumlah 19 orang, para Pejabat dan rakyat Gaza.   RS Indonesia akhirnya diputuskan untuk diserah terimakan dengan tujuan agar Kementerian Kesehatan Palestina bisa segera melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan agar RS Indonesia bisa segera beroperasional, diantaranya mempersiapkan SDM lokal yang akan bertugas, mempersiapkan manajemen RS dan mengadakan pelatihan-pelatihan yang diperlukan bagi para SDM yang akan mengoperasikan alat-alat medis tertentu.   Sebagai tahapan selanjutnya dan sebagai acara puncak dari rangkaian ini, MER-C akan melakukan Grand Opening RS Indonesia, yaitu peresmian dan pembukaan RS Indonesia yang rencananya akan dihadiri oleh delegasi dari Indonesia. Sejumlah pejabat Indonesia, bahkan Presiden RI, Ketua DPR RI serta donatur RS Indonesia telah menyatakan kesediaannya untuk hadir pada acara ini. Kami berharap Grand Opening RS Indonesia bisa terlaksana dalam waktu dekat dan saat itu RS Indonesia telah dapat beroperasionalisasi memberikan pelayanan kesehatan kepada rakyat Gaza yang membutuhkan.     Presiden RI Akan Meresmikan RS Indonesia di Gaza   Berbagai persiapan menuju momentum bersejarah Grand Opening RS Indonesia tengah dilakukan, diantaranya audiensi dengan sejumlah pejabat pemerintahan telah dilakukan untuk melaporkan perkembangan Program Pembangunan RS Indonesia dan rencana Grand Opening RS Indonesia.   Program ini mendapat apresiasi mendalam salah satunya dari Presiden RI. Tim MER-C berkesempatan bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara, Rabu/17 Juni 2015 lalu. Mendengar pemaparan tentang RS Indonesia, Presiden Joko Widodo menyatakan keinginannya untuk memenuhi undangan MER-C ke Gaza untuk meresmikan RS Indonesia. Keinginan ini bahkan sampai tiga dinyatakannya dan langsung meminta kepada Mensesneg RI (Prof. Dr. Pratikno), Wakil Menteri Luar Negeri (AM Fachir) dan Tim Komunikasi Presiden (Teten Masduki) yang mendampinginya menerima audiensi Tim MER-C, untuk dapat menyusun kunjungannya ke Gaza, Palestina.   Mensesneg RI, Prof. Dr. Pratikno saat di wawancarai usai menerima audiensi Tim MER-C menyampaikan bahwa Presiden sangat tertarik dengan pembangunan RS Indonesia di Gaza, yang merupakan RS terbesar di Gaza yang dibangun oleh masyarakat Indonesia, tanpa dana pemerintah, tanpa dana dari masyarakat negara lain.     Menurutnya, Presiden akan melakukan kunjungan ke Timur Tengah. Dalam konteks semacam ini, teman-teman dari MER-C juga mempunyai program yang sangat menarik, yaitu pembangunan RS Indonesia di Gaza yang didanai oleh masyarakat Indonesia sepenuhnya dan merupakan RS terbesar di Gaza. RS Indonesia di Gaza akan menjadi titik tambahan dari rencana kunjungan Presiden ke Timur Tengah yang sampai saat ini belum terjadwal, karena perlu komunikasi dengan negara-negara di Timur Tengah yang sedang dijajaki oleh Kemenlu RI.    Menurut Pratikno, bagi Presiden yang menarik adalah ini kontribusi dari masyarakat Indonesia, recehan yang dikumpulkan dari seluruh Indonesia tanpa dana dari pemerintah, tanpa dana dari masyarakat negara lain.     Selain Presiden RI, Ketua DPR RI, Setya Novanto juga mengapresiasi pendirian Rumah Sakit Indonesia. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi Tim MER-C pada hari Senin/20 April 2015 di Gedung DPR RI.   Ketua DPR RI yang dturut didampingi oleh Wakil Ketua DPR RI, Fachri Hamzah dan Staf Ahli Ketua DPR Nurul Arifin, menyambut baik rencana Peresmian dan Grand Opening RS Indonesia dan berniat hadir pada acara ini. Bahkan, Fachri Hamzah mengusulkan kepada Ketua DPR agar pemerintah memberikan anggaran untuk mendukung operasionalisasi RS Indonesia ke depan melalui perencanaan APBN.     Di kesempatkan lain, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, saat ditemui oleh Tim MER-C untuk memberikan undangan peresmian Grand Opening RS Indonesia, Rabu/10 Juni 2015 menyampaikan harapannya bahwa RS Indonesia yang merupakan pemberian dari masyarakat Indonesia untuk masyarakat Palestina agar bisa menjadi pemersatu faksi-faksi yang ada di Palestina.   Menteri Luar Negeri RI juga berpesan agar pemberian bantuan bagi rakyat Palestina jangan hanya kepada salah satu golongan/kelompok. Ir. Idrus M Alatas, Ketua Divisi Konstruksi  MER-C, khususnya untuk Pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza memaparkan bahwa selama ini MER-C dan relawannya di Jalur Gaza berusaha menjalin komunikasi dengan semua faksi-faksi yang ada di Palestina, begitupun dengan penyaluran bantuan kemanusiaan yang ditujukan bagi semua kelompok yang membutuhkan, tidak terbatas pada kelompok tertentu saja.   Menanggapi undangan untuk menghadiri Grand Opening RS Indonesia, Menteri Luar Negeri mengatakan bahwa pihaknya belum bisa mengkonfirmasi hal tersebut sebelum adanya kepastian untuk memasuki wilayah Gaza yang diblokade.   Sementara itu, sejumlah donator RS Indonesia yang juga akan turut hadir pada acara Peresmian dan Grand Opening RS Indonesia adalah Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan Aburizal Bakrie.     RS Indonesia Dilengkapi Berbagai Alat Medis Canggih dan Modern   Dengan donasi dan kedermawanan yang luar biasa dari rakyat Indonesia khususnya menengah ke bawah, target Rp 40 Milyar melalui kampanye Rp 20ribu per orang untuk pembangunan fisik RS Indonesia serta target Rp 65 Milyar melalui kampanye Rp 50ribu per orang untuk pengadaan alat kesehatan RS Indonesia di Gaza, Palestina telah tercapai. Bahkan target dana Alat Kesehatan Rp 65 Milyar tercapai hanya dalam jangka waktu tidak lebih dari 2 bulan pada bulan Juni – Juli 2014 lalu.   Tim pengadaan alat kesehatan RS Indonesia yang diketuai oleh Ahyahudin Sodri, MSc, VDI salah seorang relawan dengan keahlian dalam bidang medical technologist, bersama Timnya, menyusun daftar alat-alat kesehatan yang modern dan canggih dalam rangka menyalurkan amanah rakyat Indonesia dan memberikan yang terbaik bagi rakyat Palestina.   Sebagai RS Traumatologi dan Rehabilitasi, RS Indonesia memiliki 4 ruang operasi yang fully equipped dengan meja operasi dan lampu operasi berteknologi LED

Klarifikasi MER-C untuk Kasus Rohingya dan Solusi MER-C untuk Warga Muslim Myanmar

Rabu/3 Juni 2015, MER-C Indonesia menggelar konferensi pers untuk memaparkan masalah konflik Myanmar berdasarkan pengalaman MER-C yang telah dua kali melakukan misi kemanusiaan ke lokasi konflik di Rakhine State, Myanmar. Bertempat di kantor pusat MER-C, konferensi pers disampaikan oleh dr. Joserizal Jurnalis, SpOT (Presidium MER-C), didampingi oleh dr. Meaty Fransisca, drs. Ichsan Thalib, dr. Hadiki Habib, SpPD, Ita Muswita dan dr. Citra Haflinda, yang merupakan tim relawan MER-C untuk Myanmar. Anggota Presidium MER-C, Joserizal Jurnalis menegaskan bahwa memang ada konflik, ada orang yang terbunuh, ada pembakaran, seperti yang terjadi Maluku dulu. Pengungsian juga terjadi dalam permasalahan Rohingya. Persoalan Rohingya menurutnya sudah ada sejak lama sebelum tahun 2012 dan ada usaha-usaha untuk membuat mereka stateless. Namun, provokasi menjadi dahsyat dengan adanya peristiwa terbunuhnya seorang wanita Budha pada 28 Mei 2012  kemudia  menjadi konflik yang dimulai pada tanggal 3 Juni 2012. Sehingga, untuk melihat kasus Rohingya, setidaknya ada 3 persoalan utama dari etnis ini. Pertama, ada konflik yang terjadi pada 2012. Kedua, ada usaha stateless dari pemerintah Myanmar. Ketiga, ada orang-orang yang keluar dari Rohingya dengan berlayar untuk mencari kehidupan yang lebih baik di negara lain karena mereka tidak nyaman dengan masalah stateless ini dan masalah lainnya yang perlu dicari tahu bersama.   Konflik yang mencuat pada tahun 2012 inilah yang mendorong MER-C mengirimkan Tim pertamanya ke Rakhine State Myanmar untuk memberikan pertolongan medis, tepatnya pada tanggal 12 -19 September 2012. Dengan proses perizinan dan negosiasi yang cukup sulit, akhirnya Tim bisa melakukan pengobatan di kedua kamp baik kamp Muslim maupun kamp Budha.   Dr. Meaty, relawan MER-C untuk Myanmar memaparkan bahwa pada kunjungannya yang pertama pada September 2012 ke Sittwe Rakhine State, Tim tidak melihat  konflik masih terjadi ataupun korban-korban pembantaian. “Namun saat itu kami saksikan ada sisa-sisa konflik seperti masjid, kuil, dan rumah-rumah penduduk yang hangus terbakar. Kamp yang terpisah antara kamp Muslim dan kamp Budha juga menunjukkan ada histori konflik antara keduanya. Selama di Rakhine State, Tim MER-C juga selalu dikawal oleh Militer Myanmar bersenjata yang dengan sangat ketat mengawasi segala tindakan tim.   Yang menjadi fokus perhatian tim MER-C pada saat kunjungan misi pertama ini adalah kondisi kamp muslim yang sangat memprihatinkan kala itu. Meskipun area kamp cukup luas, namun sangat ramai dan padat serta dengan sarana yang sangat terbatas. Bahkan pos kesehatan hanya terbuat dari tenda  tanpa ada peralatan medis di sana. Kami melihat pasien tergolek lemah tidak berdaya tanpa tindakan medis. Warga kamp muslim juga tidak bisa keluar dengan bebas dari kamp.   Hal berbeda ditemukan oleh Tim di kamp Budha yang kondisinya lebih tertata, lebih bersih, tidak terlalu padat dan warganya bisa keluar masuk dengan mudah.   Dr. Meaty yang kembali mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Rakhine State Myanmar pada Februari 2015 dan ditunjuk sebagai ketua tim ke-2 MER-C menyatakan bahwa pada 2015 tim juga sudah tidak melihat konflik terjadi saat itu. Yang ada, tim sangat kaget dengan perubahan luar biasa yang telah terjadi dalam kamp, khususnya kamp Muslim.   “Sistem pendidikan sudah berjalan walaupun masih sederhana. Sistem pelayanan kesehatan yang sudah berjalan, sudah ada bangunan permanen dan semi permanen pos-pos kesehatan dengan peralatan medis yang cukup lengkap dan tenaga medis yang terjadwal.”   Drs. Ichsan Thalib juga menambahkan bahwa aktifitas di dalam kamp khususnya Muslim juga dinamis. Kamp berukuran besar dan berisi ribuan orang. Kamp tampak sudah tertata oleh lembaga-lembaga UNHCR dibantu oleh berbagai negara. Kehidupan berjalan, pendidikan sudah berjalan walaupun baru sampai tingkat SD. Pasar dalam kamp hidup yang menjual berbagai kebutuhan, mulai dari bahan makanan, emas, bahkan motor ada, dan lainnya.   Ichsan Thalib juga memaparkan kondisi Yangon yang disaksikan pada 2015 lalu sudah berkembang seperti bandara yang indah, jalanan macet seperti di Jakarta meskipun tidak seramai Jakarta, ada masjid dan suara adzan terdengar, pasar yang ramai yang berisi pedagang muslim dan Budha.   Namun yang tetap menjadi permasalahan utama adalah:   1. Warga kamp muslim khususnya di Sittwe tidak bisa keluar masuk kamp dengan mudah serta tidak ada akses pekerjaan. Ada aturan dan proses izin yang sulit untuk bisa keluar dari kamp.   2. Masalah STATELESS dan PEMISAHAN status kewarganegaraan. Hal ini dialami tidak hanya oleh etnis Rohingya yang berjumlah sekitar 1,1jt orang, tapi juga oleh semua warga Muslim Myanmar yang berjumlah 10% dari jumlah penduduk Myanmar atau sekitar 5 juta orang. Warga muslim Myanmar memiliki Kartu Penduduk berwarna putih dan berwarna merah. KTP PUTIH artinya mereka bisa hidup, bisa sekolah namun tidak bisa mendapatkan ijazah. KTP MERAH hanya dimiliki oleh warga muslim yang sudah mapan. ——————————— Melihat permasalahan yang ada baik dari penilaian langsung tim MER-C ke Rakhine State Myanmar maupun penilaian terhadap pengungsi Rohingya yang saat ini berada di Aceh dimana MER-C melalui cabangnya di Medan telah mengirimkan 3 gelombang tim medis ke Aceh, menawarkan tiga solusi bagi permasalahan Rohingya, yaitu:   1. Pemerintah RI agar melakukan langkah-langkah diplomatik kepada Pemerintah Myanmar untuk menghapuskan masalah STATELESS warga Muslim Myanmar, agar warga muslim Myanmar, tidak hanya Rohingya bisa menjadi warga negara Myanmar sebagaimana orang Budha menjadi warga negara RI. Sehingga warga Muslim Myanmar bisa hidup berdampingan dengan Budha di Myanmar, sebagaimana orang Budha di Indonesia juga bisa hidup berdampingan dengan mayoritas muslim di negara ini.   2. Kami meminta kepada Pemerintah RI untuk menampung pengungsi Rohingya di Aceh dan kemudian mengusahakan mereka untuk dikembalikan ke Rohingya atau Myanmar. Jangan keluar dari Rohingya atau Myanmar karena kalau mereka keluar, itulah yang yang diinginkan pemerintahan rezim, seperti halnya pemerintah Israel menginginkan orang Palestina keluar dari Palestina.   3. Sebelum kedua hal di atas tercapai, pemerintah Myanmar juga harus membuka akses dan memudahkan semua usaha serta langkah-langkah kemanusiaan untuk membantu masyarakat Rakhine State.   Tautan terkait : – Misi Konflik Myanmar, 2012:   https://mer-c.org/index.php/id/component/content/article?id=216:misi-konflik-myanmar-2012 – Misi Konflik Myanmar, September 2012: – Myanmar dulu dan Kini Serta Peran Penting Indonesia:   https://mer-c.org/index.php/id/berita2?id=665:myanmar-dulu-dan-kini-serta-peran-penting-indonesia            

MER-C Dan Wanadri Berangkatkan Tim Pertama Ke Nepal

Menyusul gempa bumi dahsyat berskala 7,9 SR yang menerjang Nepal pada hari Sabtu (25/4) lalu yang telah menyebabkan ribuan korban jiwa dan ribuan lainnya mengalami luka-luka, MER-C berkolaborasi dengan WANADRI akan mengirimkan Tim Relawannya untuk turut memberikan pertolongan kepada para korban. Tim akan dibagi menjadi dua tahap keberangkatan. Untuk Tim Pertama akan terdiri dari 9 orang relawan dengan keahlian medis dan SAR, yaitu Saleh Sudradjat (Ketua Tim), dr. Hadiki Habib, SpPD (Wakil Ketua Tim), dr. Ratih Citra Sari, Rita Elseria Tambunan, Islamiah Samaun, Purwasunu Adriansyah, Rohmat Sopian, Dadang Mokhamad Rizal dan Widi Kusnadi Sunardi. Sementara Tim Kedua yang merupakan Tim Bedah dengan keahlian multi spesialis akan berangkat menyusul ke lokasi bencana.  Tim Pertama MER-C dan WANADRI direncanakan akan bertolak ke Nepal pada hari Senin (4/5) pukul 04.40 pagi dengan menggunakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines, nomor penerbangan 726. Tim akan mengalami dua kali transit di Kuala Lumpur (Malaysia) dan Dhaka (Bangladesh) sebelum bisa mendarat di Kathmandu (Nepal). Apabila lancar, tim dijadwalkan akan tiba di Nepal pada pukul 12.50 waktu setempat. Sasaran wilayah kerja Tim Pertama MER-C dan WANADRI adalah di luar kota Kathmandu. Hal ini berdasarkan pertimbangan di dalam kota Kathmandu diperkirakan sudah banyak bantuan dan relawan yang bekerja. Tim akan mencari wilayah bencana terparah lainnya di luar ibukota Nepal yang terpencil dan masih minim bahkan belum terjangkau bantuan medis. Sebagai Tim Pertama, tugas tim mencakup penilaian (assessment) kondisi terkini di lapangan, melakukan pengobatan dengan sistem mobile clinic dan Search Rescue. Pengobatan dengan sistem mobile clinic dinilai efektif untuk dapat menjangkau korban-korban gempa di wilayah terpencil yang belum mendapat bantuan medis. Tugas penting lainnya yang diemban tim pertama adalah mempersiapkan kedatangan Tim Bedah, yaitu identifikasi korban-korban yang memerlukan tindakan operasi dan mencari Rumah Sakit atau tempat yang masih bisa digunakan untuk melakukan tindakan operasi bagi para korban gempa.   Sementara itu, sejumlah relawan medis dengan berbagai keahlian diantaranya Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi, Dokter Spesialis Anastesi dan juga perawat bedah telah menyatakan kesiapannya untuk bertugas sebagai Tim Kedua ke Nepal. Tim Kedua yang merupakan Tim Bedah ini akan berangkat ke Nepal segera setelah adanya informasi dari Tim Pertama.   Bantuan untuk korban bencana gempa bumi di Nepal dapat disalurkan melalui: BNI Syariah, No. Rek. 08.111.92995 BCA, No. Rek. 686.028.0009 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee   Jakarta, 2 Mei 2015   MER-C Indonesia dan WANADRI /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} #MercWanadriForNepal                

Waspada SMS Donasi Mengatasnamakan MER-C

Dalam beberapa waktu terakhir MER-C mendapati banyak pertanyaan dari masyarakat, di antaranya mengenai kebenaran dari rekening donasi sebagaimana tercantum di bawah ini: “Kami dr tim relawan MER-C Indonesia, meminta bantuan untuk saudara2 kita di palestina melalui “DOMPET PEDULI GAZA’ Rek BANK BRI : 0791-01-007355-530, a.n. H.YUSUP” Dengan ini MER-C menegaskan bahwa seluruh rekening amanah MER-C selalu dibuat dengan atas Nama Medical Emergency Rescue Committee, tidak pernah menggunakan atas nama pribadi, maka sebaran pesan seperti di atas atau yang serupa dengannya baik melalui sms maupun media sosial adalah penipuan dan tidak pernah disebarkan oleh MER-C.   Untuk itu kami meminta masyarakat berhati-hati terhadap upaya pengumpulan donasi untuk kepentingan pribadi. Untuk informasi silahkan menghubungi kami di nomor kantor 021-3159235, nomor HP 0811990176, website : www.mer-c.org, twitter : @RSIndonesia, FB : RSIndonesia, instagram : @rsindonesia.   Terima kasih.                

Silahkan bertanya?