MER-C Minta Inggris Urungkan Rencana Pemindahan Kedubes ke Yerusalem

Ketua Presidium lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian, Medical Emergency Rescue Committee atau MER-C, Sarbini Abdul Murad, angkat bicara merespon rencana Perdana Menteri Inggris terpilih, Liz Truss, yang akan memindahkan Kedutaan Besar Inggris dari Tel Aviv ke Yerusalem. “Kami (MER-C) meminta PM Liz Truss untuk berfikir ulang dan urungkan rencana memindahkan Kedubes Inggris dari Tel Aviv ke Yerusalem,” ujar Sarbini. Sarbini beralasan rencana Inggris tersebut bisa merusak kesepakatan solusi adil dan terhormat terhadap konflik Palestina dan Israel. “Sebaiknya Inggris jangan menambah kerumitan masalah dengan melakukan hal yang pasti akan ditentang oleh masyarakat Internasional,” ucapnya. Ia juga mengatakan bahwa dipastikan langkah Inggris itu adalah rencana ilegal yang akan menggagalkan dan memburamkan apa yang selama ini sudah disepakati masyarakat Internasional, yaitu dengan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Lebih lanjut Sarbini meminta kepada pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri RI agar dapat melakukan pendekatan dan diplomasi dengan Inggris. “Kami meminta kepada pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemlu RI bisa melakukan pendekatan dan diplomasi dengan Inggris agar rencana ini tidak diwujudkan,” lanjut Sarbini. Bahkan menurutnya, Indonesia bisa menggalang kekuatan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI). “Indonesia bisa menginisiasi untuk menggalang kekuatan OKI untuk bersama-sama berjuang agar rencana ilegal ini bisa digagalkan,” tambahnya.
Catatan Dr. Ben : Diplomasi Profesi

Kunjungan Asst. Professor Emal Wardak, MD, dokter spesialis orthopedi dari Rumah Sakit Wazir Akbar Khan Afghanistan ke Jakarta yang difasilitasi oleh MER-C menjadi tonggak bersejarah bagi MER-C dan Indonesia. Kita paham hari ini Afghanistan dalam kesulitan dalam semua dimensi setelah Taliban berkuasa dengan menumbangkan pemerintahan sebelumnya yang didukung oleh terutama AS dan sekutunya. Taliban mengakibatkan dampak politik dan ekonomi yang besar. Masyarakat internasional dengan koor bersama enggan mendukung Taliban. Keengganan ini berdampak negatif terutama bagi rakyat sipil. Mereka mendapat imbas dari pergolakan politik. Kita mengapresiasi sikap Indonesia yang terus mendorong masyarakat Internasional agar memperhatikan aspek kemanusiaan yang butuh uluran tangan agar tidak terjadi tragedi kemanusiaan di sana. MER-C sebagai organisasi kemanusiaan yang pernah beberapa kali mengirimkan tim medis ke sana juga mencoba memberikan sesuatu yang bisa membantu kesulitan yang dialami oleh rakyat Afghanistan. Satu hal yang menjadi fokus MER-C adalah dengan melatih dokter Afghanistan terutama bedah orthopedi yang itu memang bidang keahlian MER-C. Kedatangan Asst. Professor Emal Wardak menjadi tonggak awal untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pelatihan dokter Orthopedi Afghanistan di Jakarta.Apa yang dilakukan MER-C adalah bagian diplomasi profesi dimana diplomasi ini juga bisa meningkatkan capacity building dokter Afghanistan dalam mengasah kemampuan agar lebih baik di bidang bedah. Bagaimanapun, sektor kesehatan terdampak dari isolasi politik dan ekonomi yang berujung pada kurangnya penanganan dan pelayanan kesehatan terhadap pasien. Diplomasi profesi yang MER-C lakukan berdampak positif bagi Indonesia, artinya rakyat Indonesia hadir dikala rakyat Afghanistan dilanda kesulitan. Meski yang MER-C berikan tidak besar nilainya, tapi di mata rakyat Afghanistan menjadi sesuatu yang bernilai dan mengikat hubungan batin kedua bangsa. Jakarta, 7 Oktober 2022
MER-C Mengutuk Sikap Provokatif Ekstrimis Yahudi

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengutuk serbuan dan ritual ibadah yang dilakukan ekstrimis Yahudi di komplek Masjid Al-Aqsa di Kota Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki, Minggu pagi (25/9). Hal ini disampaikan Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C, menanggapi tindakan provokasi yang dilakukan ekstrimis Yahudi ke Masjid Al-Aqsa yang dikawal ketat oleh petugas keamanan Israel. “Langkah provokasi ini patut dikutuk,” ujar Sarbini. “Karena praktek ritual ektrimis Yahudi yang dikawal ketat oleh pihak petugas keamanan Israel telah merusak kesucian Masjid Al-Aqsa serta memprovokasi terjadinya bentrokan dengan kaum muslimin,” lanjutnya. Sarbini menyayangkan peristiwa yang sudah terjadi berulang kali tersebut. Menurutnya, tindakan-tindakan semacam ini memang sengaja diciptakan oleh Israel untu memancing bentrokan dan berujung serangan terhadap penduduk sipil Palestina. Untuk itu, Sarbini mendesak Yordania sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap keamanan dan kesucian Al-Quds untuk melakukan langkah yang lebih tegas terhadap provokasi ekstrimis yang didukung pihak keamanan. Ia juga menyerukan kepada masyarakat Internasional yang cinta damai untuk jangan diam menanggapi hal ini. “Kami menyerukan masyarakat Internasional tidak diam dan agar terus menyuarakan kecaman serta kritikan kepada Israel yang belum ada tanda-tanda menegakkan perdamaian dengan Pihak Palestina,” tambahnya.
Sejumlah Organisasi Tolak Timnas U-20 Israel Masuk Indonesia, Ketua DPD RI: Sarankan Laga Grup Israel Main di Singapura
JAKARTA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan solusi terkait penolakan sejumlah organisasi kemanusiaan terhadap kedatangan timnas U-20 Israel di Indonesia untuk mengikuti Piala Dunia U-20 tahun 2023. LaNyalla menyarankan pertandingan yang melibatkan timnas Israel digelar di negara terdekat, misalnya di Singapura. Solusi itu disampaikan LaNyalla saat menerima beberapa organisasi kemanusiaan Indonesia yang concern terhadap persoalan Palestina, antara lain MER-C, AWG, KISDI dan BSMI di Ruang Delegasi Lantai 8, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Jumat (16/9/2022). Hadir Ketua Presidium MER-C Indonesia, Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) M. Ansorullah, HM Mursalin (KISDI), Taufik Hidayat (LPPI), Bima Pradana (BSMI), Rima Manzanaris (Manager Operasional MER-C) dan Bayu E.K (BSMI) Ketua DPD RI didampingi Staf Khusus Ketua DPD RI Sefdin Syaifudin dan Togar M Nero. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad meminta dukungan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti agar pemerintah menolak kedatangan timnas U-20 Israel. “Pertama spiritnya adalah Israel merupakan negara pelanggar hak asasi manusia dan penjajah bangsa Palestina. Ini tentu bertentangan dengan hukum internasional. Bertentangan juga dengan tujuan negara kita yang ingin mewujudkan perdamaian di muka bumi ini dan menolak segala bentuk penjajahan,” katanya. “Selain itu, antara Indonesia dan Israel juga tidak punya hubungan diplomatik, sehingga sudah seharusnya tidak mengeluarkan visa bagi mereka,” imbuh Sarbini. Lanjutnya, kehadiran Israel melukai perjuangan negara ini dalam hal kemanusiaan. Jika Israel sampai ke tanah air dan bisa bertanding, artinya sia-sia saja kerja para pegiat kemanusiaan di Palestina. “Makanya kami minta Pak LaNyalla untuk surati Presiden agar kita tidak berikan visa ke Israel. Sebagai bentuk komitmen menentang pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Israel terhadap Palestina yang masih terjadi hingga saat ini,” papar dia. Mursalin dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI) berpendapat sama. Menurutnya penolakan terhadap Timnas Israel merupakan amanat Konstitusi. “Kita tahu Indonesia sangat cinta sepakbola, tapi kecintaan Indonesia akan perdamaian di Palestina semoga jadi pertimbangan juga bagi bangsa ini,” ucapnya. Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menerima aspirasi tersebut. Namun dia mengingatkan bahwa di sepakbola atau sport mempunyai aturan tersendiri atau Lex Sportiva dan itu tidak bisa diintervensi. “Win-win solution-nya setelah drawing nanti, semoga pot-nya Indonesia beda dengan Israel, sehingga grup Israel bisa melakukan pertandingan di negara terdekat Indonesia. Artinya secara sport, pertandingan jalan, sedangkan secara kemanusiaan dan hubungan diplomatik dengan Palestina juga terjalin baik,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI itu. Ditambahkan LaNyalla, DPD RI secara konstitusi lebih spesifik menyuarakan kepentingan daerah. Namun soal perdamaian dan ketertiban dunia sesuai tujuan negara, seperti soal penjajahan di Palestina, dirinya sudah sering menyuarakan. LaNyalla berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut ke pemerintah, dalam hal ini presiden, kemenlu dan kemenpora.
Catatan dr. Ben : Kenapa Menolak Timnas Israel ?
Penolakan terhadap Timnas Israel terus bergulir. Elemen umat Islam khususnya, bergerak mengkritisi isyarat Menpora dan Kemlu RI yang akan memberikan lampu hijau kepada Timnas Israel untuk mengikuti pertandingan Piala Dunia U-20 tahun 2023 di Indonesia. Alasan Indonesia menolak Timnas Israel: 1. Amanah konstitusi. Secara konstitusi, Indonesia punya kewajiban menolak segala bentuk penjajahan dan ini jelas tertulis dalam Pembukaan UUD 1945. Kita ketahui bahwa Palestina sampai sekarang belum merdeka dan masih mengalami penindasan serta penjajahan yang dilakukan oleh Israel. Apartheid rasialis seperti yang pernah dilakukan kelompok kulit putih di Afrika Selatan, juga terjadi di Palestina. 2. Tanggung jawab sejarah. Tahun 1955, Indonesia menjadi tuan rumah Konfrensi Asia Afrika di Bandung. Diantara sekian banyak peserta konferensi, Palestina adalah satu-satunya negara yang sampai dengan saat ini belum mendapatkan kemerdekaaannya. Oleh sebab itu menjadi hutang sejarah generasi kita saat ini. 3. Tanggung jawab kemanusiaan Timnas Israel terbentuk dari perampasan tanah rakyat Palestina. Perampasan secara illegal tanah Palestina tidak dibenarkan secara hukum Internasional. Oleh sebab itu, tidak pantas Indonesia menerima Timnas Israel yang mereka lahir dan dibentuk di atas darah dan air mata rakyat Palestina. 4. Indonesia konsisten mendukung kemerdekaan Palestina Oleh sebab itu, memberikan izin Israel untuk ikut Piala Dunia U-20 di Indonesia pada bulan Mei – Juni 2023 mendatang menunjukkan ketidakkonsistenan Indonesia dalam mendukung Palestina. Sebenarnya Indonesia pernah menolak Timnas Israel pada Asian Games tahun 1962. Founding father telah menunjukkan komitmen atas kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan. Saya fikir keberanian dan semangat ini menjadi penyemangat generasi kita dalam menuntaskan hutang sejarah. Andai Timnas Israel lolos dan Pemerintah Indonesia mengeluarkan visa, ini kekalahan kita terhadap penjajahan dan kita telah melukai kontitusi yang kita hormati Jakarta, 9 September 2022 Dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C
MER-C Ajak Organisasi Pelajar dan Pemuda Tolak Timnas Israel dan Dukung Kemerdekaan Palestina
Menyikapi rencana kedatangan Tim nasional sepak bola Israel ke Indonesia pada tahun 2023 mendatang, MER-C terus mengajak berbagai elemen anak bangsa untuk melakukan gerakan penolakan termasuk kalangan pelajar dan pemuda Indonesia. “Intinya MER-C mengajak organisasi pelajar dan pemuda untuk peduli dengan penderitaan bangsa Palestina dan kritis dengan kebijakan Pemerintah yang merugikan Palestina dalam mencapai kemerdekaannya,” ujar Sarbini saat menerima kunjungan dan berdiskusi dengan Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Presiden Organization of Islamic Cooperation (OIC) Youth Indonesia, Rabu/7 September 2022 di Kantor Pusat MER-C di bilangan Senen, Jakarta Pusat. “MER-C juga mengajak para pemuda generasi penerus bangsa ini untuk secara bersama menolak kedatangan Timnas Israel ke Indonesia dan secara bersama seluruh elemen anak bangsa yang konsisten dengan Palestina untuk secara kolektif meminta kepada Pemerintah agar tidak memberi visa kepada Timnas Israel,” lanjut Sarbini yang akrab disapa dr. Ben. MER-C memang memberikan perhatian khusus terhadap kedatangan Timnas Israel karena memandang lolosnya Timnas Israel akan menjadi ujian berat bangsa Indonesia untuk membuktikan kekonsistenannya dalam pembelaan terhadap Palestina dan penolakannya atas segala bentuk penjajahan seperti yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Apabila Timnas Israel bisa lolos ke Indonesia, maka akan menjadi kekalahan konstitusi dan sejarah bangsa Indonesia. “Walaupun sebagian masyarakat kita mengatakan bahwa tidak ada kaitan antara olahraga dan politis, tapi kami memandang bahwa kalau Timnas Israel bisa lolos, maka ini adalah kekalahan total kita, kekalahan konstitusi kita, kekalahan sejarah buat kita,” tegas Sarbini. Dalam pertemuan tersebut, Pengurus PB PII dan OIC Youth Indonesia menyatakan kekonsistenan mereka dalam mendukung perjuangan Palestina dan sepakat dengan wacana tolak Timnas Israel yang digulirkan oleh MER-C. “PB PII konsisten mendukung perjuangan Palestina. Untuk itu, kami akan melakukan diskusi internal menyikapi rencana Timnas Israel ke Indonesia dan kajian-kajian rutin tentang Palestina. Selanjutnya PB PII akan melakukan konsolidasi serta kolaborasi untuk aksi bersama agar Pemerintah melihat adanya penolakan di masyarakat terhadap kedatangan Timnas Israel,” ujar Septian Maulid Tiwar, Ketua Departemen Diplomasi Internasional, PB PII. Sementara itu, Presiden OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita juga sepakat dan menyambut baik wacana penolakan Timnas Israel yang disampaikan oleh MER-C. “Kami sepakat dan menyambut baik serta sangat mendukung teman-teman yang akan membuat aksi dan kajian-kajian menyikapi hal ini. Di forum-forum OIC Youth kami juga kerap menyuarakan aspirasi dan penderitaan Palestina,” ujarnya. Lebih lanjut ia memaparkan bahwa sikap penolakan ini memiliki landasan yang jelas dan harus terus dikawal. “Selama kita landasannya jelas dan itu ada di pembukaan Undang-Undang Dasar kita yang mendukung perdamaian. Pada Sidang Umum PBB tahun 2020, sudah clear bahwa kita masih berhutang terhadap Palestina. Jadi harus ada tindak lanjutnya. Ini harus kita kawal terus, jangan sampai tahun depan kita kecolongan,” imbuh Astrid.
MER-C Terkejut dengan Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Penyelesaian Konflik Palestina – Israel

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad mengaku terkejut dengan pernyataan Mantan Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla saat menjadi narasumber pada suatu diskusi yang diadakan oleh Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia di Jakarta, Jumat (19/8). Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla mengatakan bahwa jika Indonesia ingin menjadi mediator untuk menyelesaikan konflik Palestina – Israel, maka Indonesia harus mengenal dan mempunyai hubungan dengan kedua belah pihak, tidak saja dengan Palestina, namun juga dengan Israel. “Kami terkejut dengan pernyataan Pak Jusuf Kalla dalam forum diskusi itu bahwa untuk mendamaikan konflik Palestina – Israel, maka Indonesia harus mempunyai hubungan dengan keduanya, yaitu dengan Palestina dan juga dengan Israel,” ujar Sarbini. Pernyataan tersebut menurutnya akan melukai sejarah dan upaya Indonesia yang selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Sarbini justru berpandangan Indonesia tidak patut membuka hubungan dengan Israel. Pasalnya, banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan oleh Israel, seperti masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), penindasan, perampasan, pengrusakan properti warga Palestina, dsb. “Israel telah melakukan berbagai pelanggaran HAM dan penjajahan di tanah Palestina, dimana hal ini tidak sesuai dengan konstitusi negara kita dan sejarah bangsa Indonesia yang selama ini melakukan pembelaan terhadap Palestina,” tambahnya. Oleh karenanya, Sarbini berpendapat bahwa pernyataan Jusuf Kalla tersebut tidak dapat diterapkan untuk konflik Palestina – Israel. “Pak JK adalah seorang Tokoh Bangsa yang kita hormati karena beliau seorang juru damai yang tangguh dan sudah teruji. Kita semua mengakui hal tersebut,” ujar Sarbini. “Namun menurut pandangan kami, niat Pak JK untuk membuka hubungan dengan kedua belah pihak tidak dapat diterapkan untuk kasus konflik Palestina – Israel,” tambahnya. “Hanya Amerika yang bisa mendamaikan konflik Palestina – Israel, itupun kalau Amerika serius dan tidak memihak,” ujarnya. Ketua Presidium MER-C ini juga berpandangan bahwa pernyataan mantan Wakil Presiden RI ini akan kontra produktif terhadap upaya yang dilakukan Indonesia selama ini. Untuk itu, ia berharap Indonesia tetap konsisten terhadap solusi dua negara. “Kami berharap Indonesia (pemerintah) tetap konsisten terhadap solusi dua negara, karena sampai saat ini belum ada tanda-tanda dan belum ada progress dari solusi tersebut.” Jakarta, 23 Agustus 2022
Pimpinan MER-C Kritik Penutupan Tujuh Organisasi HAM Palestina

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad mengkritik langkah Israel yang menutup tujuh organisasi HAM Palestina. Sarbini berpandangan langkah Israel tersebut patut dikecam karena merupakan langkah illegal. Sarbini berpandangan bahwa hal ini dilakukan Israel agar mereka lebih leluasa membungkam aktivis Palestina yang kritis terhadap kesewenangan pihak keamanan Israel sekaligus berupaya menutupi aktivitas jahat mereka di kawasan Palestina yang menghancurkan properti dan penangkapan para warga sipilnya. Adapun langkah sebagian anggota Uni Eropa yang menyatakan keberatan dengan penutupan tujuh kantor organisasi HAM Palestina menurut Sarbini hal ini patut diapresiasi. “Sikap Uni Eropa yang keberatan dengan penutupan tujuh kantor organisasi HAM Palestina patut kita apresiasi. Namun, kami harap Uni Eropa tidak cukup dengan menunjukkan sikap tidak nyaman atas langkah Israel tersebut, tapi harus dengan tegas dan mendesak Israel agar menghentikan keputusan yang melanggar hak demokrasi dan hukum internasional,” ujar Sarbini. Lebih lanjut Pimpinan MER-C ini juga menekankan bahwa MER-C sebagai organisasi yang concern di bidang kemanusiaan dan perdamaian akan terus memantau perkembangan kemanusiaan di Palestina. “Ini sebagai bentuk pertanggung jawaban kami kepada konstitusi dan sejarah,” tegasnya. Sementara itu, kepada dunia internasional Sarbini juga meminta agar tetap memantau dengan serius dan konsisten perkembangan HAM yang terjadi di Palestina. “Sekecil apapun pelanggaran yang dilakukan pihak Israel terhadap Palestina tidak boleh kita biarkan dan abaikan,” imbuhnya. Tujuh organisasi HAM Palestina yang menjadi sasaran penutupan paksa oleh Israel adalah Addameer Prisoner Support and Human Rights Association, Al Haq, Bisan Center for Research and Development, Defense for Children International-Palestine, Health Work Committees (HWC), Union of Agricultural Work Committees (UAWC), dan the Union of Palestinian Women’s Committees (UPWC). Israel menuduh organisasi-organisasi tersebut terafiliasi dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.
Majelis Ormas Islam Dukung Gagasan Tolak Kedatangan Timnas Israel ke Indonesia

Dalam rangka “Safari Kemanusiaan untuk Menolak Kedatangan Tim Nasional Israel”, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad bertemu dengan Ketua Presidium Majelis Ormas Islam atau MOI, KH. Nazar Haris, Kamis/18 Agustus 2022. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Presidium MOI, memberikan apresiasi positif atas kunjungan dan pencerahan yang disampaikan oleh Pimpinan MER-C. Ia menyambut baik dan mendukung gagasan MER-C menolak kedatangan Tim Sepak Bola Nasional Israel ke Indonesia karena ini adalah bentuk pembelaan terhadap bangsa. “Kita berterima kasih atas kunjungan dan pencerahan dari MER-C terkait rencana kedatangan Timnas Israel,” tutur Nazar. “Ini adalah pembelaan kepada bangsa. Bahwa sesuai dengan UUD 1945 tujuan kita mendirikan negara ini adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” imbuhnya. Pimpinan Majelis Ormas Islam tersebut juga memaparkan bahwa dalam sejarah Yahudi Israel memang biasa melakukan pendekatan-pendekatan untuk mendapatkan akses masuk ke dalam suatu negeri. “Seperti halnya saat ini mereka sudah melakukan pendekatan kepada negeri-negeri di Timur Tengah supaya terbuka peluang untuk perdagangan,” ujarnya. “Dimulai dari perdagangan, tapi kemudian mereka bisa menguasai perekonomian suatu bangsa. Ini kebiasaan Israel yang telah dipraktekkan puluhan tahun bahkan berabad-abad. Itulah yang dialami di Eropa ketika bangsa Eropa takluk di bawah penjajahan ekonomi Yahudi, begitu juga yang mereka lakukan di Amerika,” tambah Nazar. Lebih jauh ia juga menyampaikan bahwa apabila bangsa Indonesia terus menyerah dan membiarkan Israel hadir ke Indonesia, maka Indonesia bisa terancam dengan penjajahan baru, dengan model baru dan penjajahan lebih ketat. “Kalau sekarang sebagian bangsa kita merasa terjajah oleh etnis tertentu, maka kita sedang menghadirkan satu etnis baru untuk menjajah negeri ini, dan ini lebih parah. Untuk itu, kita akan mencari cara supaya kita bisa menggalang bersama, menjaga kedaulatan bangsa dan kita bisa melindungi bangsa Indonesia dari model-model penjajahan yang sedang direkayasa,” ujarnya. Untuk itu, menurutnya Majelis Ormas Islam akan mengadakan pembahasan lebih lanjut dan serius mengenai hal ini. Turut hadir dalam pertemuan ini Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), HM. Mursalin, Pengurus MOI dan MER-C. Sebelumnya, pada Rabu/29 Juni 2022, MER-C bersama lembaga peduli Palestina, yaitu AWG (Aqsa Working Group), BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) dan KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) telah mengadakan konferensi pers bersama menolak kedatangan Timnas Israel. Lolosnya timnas Israel akan menjadi ujian berat bangsa Indonesia untuk membuktikan kekonsistenannya dalam pembelaan terhadap Palestina dan penolakan atas segala bentuk penjajahan seperti yang termaktub dalam UUD 1945. Upaya penolakan ini akan terus dilakukan tidak hanya karena daftar panjang pelanggaran HAM namun juga penjajahan yang masih dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina yang bertentangan dengan konstitusi negara Indonesia dan hukum Internasional.
23 Tahun MER-C Mengabdi untuk Kemanusiaan

Catatan dr. Ben 23 Tahun MER-C Mengabdi untuk Kemanusiaan (14 Agustus 1999 – 14 Agustus 2022) Alhamdulilah, hari ini tanggal 14 Agustus 2022 adalah Milad MER-C yang ke-23 tahun. Sudah banyak catatan kemanusiaan yang ditoreh MER-C. Lahirnya MER-C di tangan dokter-dokter Alumni FKUI yang saat itu mereka baru saja tamat kuliah dan ada juga yang masih mahasiswa. Idealisme kemanusiaan menjadi pemantik lahirnya MER-C. Konflik horizontal yang mengoyakkan keakraban anak bangsa menjadikan organisasi ini benang perekat yang menyatukan emosi massa. MER-C menjadi organisasi yang diterima oleh semua komunitas yang berkonflik karena MER-C mengusung landasan kemanusiaan yang menjadikannya profesional dan berdiri di semua komunitas. Dalam usia yang ke-23 tahun, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan yang sedang dan pernah mengabdi di MER-C. Kebersamaan dan pengabdian yang telah kalian lakukan untuk bangsa dan negara, semoga menjadi catatan amal shaleh. Selanjutnya, MER-C akan terus berkiprah bagi kemanusiaan baik di dalam negeri maupun luar negeri. Memang belum sempurna harapan kami, tapi kami akan mencoba terus memberikan yang terbaik bagi nusa dan bangsa. Kepada donatur yang terus bersama MER-C, baik MER-C dalam ujian maupun tidak, kepercayaan ini menjadi penyemangat kami. Semoga menjadi amal shaleh dan ALLAH-lah yang akan membalas semuanya. Juga kepada mitra kami yang tak bisa kami sebutkan satu persatu, kami bangga dan bersyukur bisa menjadi mitra kalian semua. Kebersamaan ini terus kita pertahankan. Akhirnya kami mengucapkan Selamat Milad MER-C ke-23 Tahun. Semoga MER-C tetap istiqomah dan amanah. Jakarta, 14 Agustus 2022 dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C