MER-C : Indonesia Harus Waspada Agenda Besar Israel

Media Israel The Jerusalem Post, Kamis/11 Agustus 2022 merilis berita mengenai kunjungan sejumlah delegasi Israel ke Indonesia. Kunjungan yang dilakukan pada 17 – 22 Juli 2022 lalu dalam rangka program yang diadakan Israel–Asia Center untuk menggali potensi investasi dan kerjasama bisnis start up. Program tersebut diadakan secara virtual dan langsung, serta diikuti oleh sekitar 100 delegasi Israel dan Indonesia yang terdiri dari investor, profesional teknologi, hingga pejabat perdagangan. Dalam berita itu juga disebutkan delegasi langsung Israel mengadakan pertemuan dengan para pemimpin bisnis Indonesia, rektor universitas, pengusaha dan investor, selain kunjungan ke hub start-up lokal, situs bersejarah di Jakarta, dan kunjungan ke salah satu kampung kumuh, diperluas pada program maya. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad langsung memberikan pernyataannya menanggapi berita kunjungan delegasi Israel tersebut. “Indonesia harus mewaspadai agenda besar Israel. Hal ini karena Israel melihat Indonesia sebagai negara dengan potensi ekonomi yang besar sehingga membuat delegasi Israel secara massif datang ke Indonesia melalui berbagai macam aktifitas, baik perekonomian, olah raga, dsb,” tegas Sarbini. Untuk itu, menurutnya MER-C perlu memberikan warning kepada rakyat dan pemerintah Indonesia agar hal ini dapat diwaspadai. “MER-C memandang perlu memberikan warning kepada pemerintah dan juga rakyat Indonesia untuk sama-sama mewaspadai agenda besar Israel, yaitu terbukanya hubungan diplomatik Indonesia dan Israel,” lanjutnya. Dokter yang telah berpengalaman di berbagai wilayah perang dan konflik baik di dalam maupun di luar negeri ini lebih lanjut menyampaikan bahwa adanya kunjungan delegasi Israel menandakan pemerintah belum serius untuk melarang delegasi Israel datang ke Indonesia. “Ada pembiaran dari pihak Indonesia,” ujarnya. Ia juga berkeyakinan ada agenda gelap Israel dengan sebagian elit pejabat Indonesia, sehingga hal ini dapat terlaksana. Untuk itu, Sarbini meminta kepada pemerintah Indonesia untuk serius dan secara tegas melarang semua aktifitas maupun hubungan apapun dengan Israel. “Kami meminta kepada pemerintah Indonesia untuk serius dan secara tegas melarang semua aktifitas maupun hubungan apapun dengan Israel, sehingga kita tidak terbawa dalam jebakan-jebakan yang berujung dengan pembukaan hubungan diplomatik,” tambahnya. Sarbini juga mengatakan bahwa delegasi Israel menggunakan paspor non-Israel untuk bisa masuk ke Indonesia. Oleh karenanya, ia meminta kepada Pemerintah untuk mendeteksi hal ini. “Pemerintah harus bisa mendeteksi dari negara mana delegasi Israel bisa masuk ke Indonesia sehingga ke depan kita harus lebih cermat dan berhati-hati ketika ada orang asing yang akan masuk ke Indonesia menggunakan paspor dari negara tersebut,” tegasnya. Jakarta, 12 Agustus 2022
MER-C : Tolak Kehadiran Timnas Israel di Indonesia

Siaran Pers Tim nasional sepak bola Israel dinyatakan lolos ke Piala Dunia U-20 dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan olah raga yang akan diselenggarakan pada tahun 2023 mendatang. MER-C Indonesia meminta pemerintah harus tegas menolak Tim U-20 Israel. Hal ini tidak hanya karena daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia dan juga penjajahan yang masih dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina yang bertentangan dengan hukum internasional. Ketidaktegasan Pemerintah akan melukai persatuan dan dukungan yang selama ini rakyat Indonesia berikan kepada Palestina. Pernyataan Menteri Pemuda dan Olah Raga RI, Zainudin Amali, yang mengatakan bahwa Tim Israel tetap bisa datang bermain di Indonesia dan jangan mengaitkan olah raga dengan politik, ini adalah pernyataan yang ahistoris. Sejarah mencatat pembelaan bangsa Indonesia terhadap Palestina sudah sejak awal bangsa ini merdeka. Pada tahun 1957, Tim sepakbola Indonesia pernah menolak untuk bertanding melawan Israel pada Kualifikasi Piala Dunia 1958 karena alasan politis atas instruksi Presiden Soekarno. Pada tahun 1962, Presiden Pertama RI ini juga dengan tegas menolak kehadiran kontingen Israel ke Indonesia pada perhelatan Asian Games. Sikap politik luar negeri Indonesia juga selalu menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Lolosnya timnas Israel akan menjadi ujian berat bangsa Indonesia untuk membuktikan kekonsistenannya dalam pembelaan terhadap Palestina dan penolakan atas segala bentuk penjajahan seperti yang termaktub dalam UUD 1945. Apabila Tim sepak bola Israel hadir di Indonesia, maka ini akan menjadi sebuah bentuk pengakuan secara tidak langsung bagi eksistensi Israel dan bentuk dukungan atas penjajahan yang dilakukan Isarel kepada bangsa Palestina. Ketegasan pemerintah dalam hal ini Menpora akan menjadi menjadi catatan sejarah keseriusan pemerintah bersikap terhadap penjajahan Israel atas tanah Palestina. Jakarta, 29 Juni 2022 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua PresidiumMER-C Indonesia *Disampaikan dalam Konferensi Pers Bersama “Tolak Kehadiran Timnas Israel di Indonesia”MER-C (Medical Emergency Rescue Committee)AWG (Aqsa Working Group)KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam)BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia)
Afghanistan Diguncang Gempa Dahsyat, MER-C akan Kirim Tim Bedah

Siaran Pers Bencana gempa bumi dahsyat mengguncang Afghanistan, Rabu/22 Juni 2022. Gempa berkekuatan M 6,1 terjadi sekitar 44 kilometer (27 mil) dari kota Khost, yang terletak di dekat perbatasan Afgahnsitan dengan Pakistan. Gempa terjadi dini hari waktu setempat ketika warga sedang tertidur sehingga banyak yang tidak dapat menyelamatkan diri. Data sementara menyatakan sedikitnya 1.000 orang meninggal dunia dan 1.500 lainnya mengalami luka-luka. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring masih terus dilakukan pencarian korban yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah-rumah mereka. Gempa bumi menyebabkan Afghanistan saat ini menghadapi bencana ganda. Di kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan ekonomi terburuk pasca Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun lalu yang diikuti pembekuan semua assetnya oleh asing, bencana gempa bumi semakin memperparah kondisi Afghanistan. MER-C sebagai Lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam akan mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan. Sesuai dengan karakteristik bencana gempa bumi, maka Tim yang disiapkan oleh MER-C adalah Tim Bedah. Tim akan terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi, Dokter Umum dan Perawat. Tim ini diharapkan dapat berangkat dalam waktu dekat ke Afghanistan untuk bisa segera memberikan pertolongan para korban. MER-C juga meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia agar mengirimkan Tim Kesehatan Gabungan ke Afghanistan yang terdiri dari sipil dan aparat yang dikomandoi oleh TNI. Hal ini sebagaimana yang pernah dilakukan RI saat terjadi gempa besar di Bam – Iran pada tahun 2004 silam. Saat itu Pemerintah mengirimkankan bantuan Tim Kesehatan Gabungan, dimana dua dokter MER-C ikut bertugas dalam Tim tersebut. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan:BSI ex BSM, No. Rek. 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 24 Juni 2022 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua PresidiumMER-C Indonesia
Terpilihnya PM Anthony Albanese, Angin Segar Bagi Palestina

Anthony Albanese, Pemimpin Partai Buruh Australia akhirnya terpilih menjadi Perdana Menteri Australia yang baru setelah partainya memenangkan Pemilihan Nasional Australia pada Sabtu (21/5). MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia menyambut baik dan mengucapkan selamat atas terpilih Anthony Albanese menjadi Perdana Menteri Australia ke-31 menggantikan Scott Morisson. Kemenangan Anthony dapat dikatakan memberikan angin segar bagi Palestina. Hal ini dikarenakan Anthony berasal dari Partai Buruh yang lebih ramah dengan Palestina. Sosoknya selama ini dikenal sebagai pendukung kuat Palestina dan pengkritik keras kebijakan-kebijakan Israel. Anthony dan partai yang dipimpinnya juga aktif menyerukan pengakuan negara Palestina merdeka melalui solusi dua negara. Sikap Anthony ini berseberangan dengan Scott Morisson, Perdana Menteri Australia sebelumnya yang dikenal pro Israel dan sangat bersahabat dengan Israel. Dalam konflik Palestina Israel, selama ini Australia menempatkan diri dalam posisi membela kepentingan Israel. Lobi-lobi Israel di Pemerintahan dan Legislatif sangat mempengaruhi warna kebijakan luar negeri Australia. Sebagai Ketua Presidium MER-C, sebuah Lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian dimana Palestina turut menjadi focus perhatiannya, Sarbini Abdul Murad mengharapkan agar Anthony Albanese dapat menjadi pemimpin terdepan dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Semoga ia dapat melihat konflik Palestina Israel secara lebih humanis serta proprosional dan tidak bergeming terhadap tekanan.
MER-C Minta Swedia Menindak Tegas Pelaku Pembakaran Al-Quran

Keharmonisan kehidupan beragama di Swedia sedang diuji. Sekelompok orang yang digalang oleh Rusdan Paludan, seorang tokoh anti-islam dan anti-imigran, melakukan aksi pembakaran kitab suci Al Qur’an. Aksi dilakukan di beberapa kota di Swedia, tepatnya sejak hari Kamis (14/04). Keributan dan bentrokan pun pecah di beberapa kota Swedia pasca aksi itu digelar. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mengecam tindakan pembakaran kitab suci Al-Qur’an maupun kitab suci agama lainnya. Untuk itu, MER-C meminta Pemerintah Swedia segera menindak tegas Rusdan Paludan dan kelompoknya yang telah menciptakan provokasi anti-islam dan penistaan agama. MER-C meminta agar Rusdan Paludan dihukum berat, sehingga tidak ada lagi orang dengan mengatasnamakan kebebasan berekspresi bisa bebas berbuat apa saja untuk menghina dan melecehkan agama lain. Perlu kita ingat bersama bahwa tindakan menghina agama Islam dan Nabi Muhammad akan memantik bentrokan dan kecaman dari umat muslim maupun warga dunia yang menjunjung hak asasi manusia dan kebebasan beragama. Apabila hal ini terus dibiarkan, kami khawatir akan menyebabkan masalah serius Swedia dengan umat muslim dunia secara umum. Belajar dari beberapa bentrokan dan kerusuhan akibat provokasi kelompok radikal yang menghina Islam, sebaiknya Pemerintah Swedia secara rutin melakukan dialog antar umat beragama sehingga akan terwujud kerukunan umat beragama di negara ini. Jakarta, 20 April 2022
MER-C Kutuk Serangan Brutal Israel di Masjidil Aqsa

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia mengutuk keras serangan brutal pasukan pendudukan Israel terhadap warga Palestina yang tengah menunaikan sholat berjamaah di Masjidil Aqsa, Jum’at (15/4). MER-C mengecam tindakan penyerangan kepada warga sipil Palestina yang tengah beribadah, terlebih serangan dilakukan di kala bulan suci Ramadhan. Aksi penyerangan brutal terus menerus dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina khususnya di Tepi Barat. Bahkan serangan di saat bulan suci Ramadhan seperti sudah menjadi ritual bagi Israel setiap tahunnya. Israel telah merusak ketenangan dan keteduhan bulan suci Ramadhan dimana umat muslim baik di Palestina dan umat muslim di seluruh dunia tengah khusyuk beribadah. Penyerangan di kala Ramadhan di situs suci masjidil Aqsa akan memancing kemarahan tidak hanya umat muslim di Palestina namun juga umat muslim dunia. Tindakan brutal yang dilakukan Israel akan memancing reaksi perlawanan dari faksi-faksi perjuangan yang ada di Palestina. Untuk itu, MER-C menyerukan kepada Pemerintah Indonesia, kepada dunia internasional, negara-negara Arab, Eropa dan Amerika agar bersuara dan mengambil langkah-langkah untuk menekan Israel menghentikan segala bentuk kekerasannya kepada warga Palestina. Hal ini perlu segera dilakukan untuk mencegah eskalasi konflik terus meningkat dan meluas hingga ke Jalur Gaza yang akan mengakibat jatuhnya korban sipil yang lebih banyak. MER-C Indonesia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia mendoakan warga Palestina agar diberikan perlindungan dan kekuatan dalam mempertahankan diri dan melawan kedzaliman yang tengah dipertontonkan Israel. Jakarta, 16 April 2022Dr. Sarbini Abdul MuradKetua PresidiumMER-C Indonesia
MER-C Minta Aparat Keamanan Tidak Represif terhadap Demonstrasi 11 April Besok

Senin/11 April 2022, sejumlah mahasiswa dari perwakilan kampus seluruh Indonesia rencananya akan menggelar aksi demo di depan Istana Negara. Flyer ajakan demo beredar luas di media sosial beberapa hari terakhir. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) mengatakan demo akan diikuti oleh sekitar 1.000 massa mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa, dari sebaran informasi yang ada, aksi ini juga mengajak elemen masyarakat lainnya untuk mengikuti demo pada Senin nanti. Terlepas dari isu apa yang akan diangkat pada aksi demo tersebut, Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad mengatakan hal ini adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi dan pendapatnya. “Ini adalah bagian dari proses demokrasi. Pemerintah sedianya memberi ruang bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa untuk memberi masukan terhadap jalannya pemerintahan,” ujarnya. Seiring aksi demo yang dilakukan di tengah bulan Ramadhan, Sarbini meminta agar semua pihak menghormati kesucian bulan ini dengan menghindari segala tindakan kekerasan. “Kepada adik-adik mahasiswa dan juga masyarakat yang akan memperjuangkan aspirasinya kami himbau agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung. Yang penting juga adalah tetap menjaga protocol kesehatan karena Covid belum hilang,” ujarnya. Sarbini juga mengingatkan agar peserta aksi mahasiswa mewaspadai terhadap gerakan penyusupan orang-orang yang mempunyai agenda terselubung yang akan menggembosi aksi itu sendiri. “Kepada aparat keamanan yang akan bertugas menjaga aksi demo besok agar menghindari segala tindakan represif,” tambahnya. Mengantisipasi terjadinya korban pada aksi demo Senin besok, MER-C sebagai organisasi kemanusiaan dan kegawatdaruratan medis akan menyiapkan ambulans dan tim relawan medisnya. “Ini momen bersejarah bagi perjalanan demokrasi bangsa Indonesia. MER-C sebagai elemen anak bangsa, akan turut menyiagakan ambulans dan Tim Relawan Medisnya untuk memberikan pertolongan kepada siapapun yang membutuhkan, baik mahasiswa, masyarakat maupun aparat keamanan. Bersama-sama kita menjaga proses demokrasi ini,” tandasnya.
MER-C Heran Delegasi Israel Hadiri IPU di Nusa Dua Bali

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad heran delegasi Israel bisa menghadiri acara Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Nusa Dua, Bali. Menurutnya, Indonesia seharusnya tidak memberikan visa kepada dua anggota Parlemen Israel (Knesset), Avi Ditcher dan Nira Sphak untuk menghadiri sidang tersebut. “Kehadiran dua angggota Parlemen Israel di Bali menggambarkan politik santun Indonesia terhadap Israel,” tegas Sarbini. “Satu sisi Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina, tapi di sisi lain kita juga masih memberikan ruang bagi Israel,” ujarnya. “Kami khawatir apabila sidang IPU diadakan di Israel, jangan-jangan Indonesia juga hadir karena alasan sebagai anggota IPU,” lanjutnya. Sarbini mengingatkan agar Indonesia bisa bersikap tegas kepada Israel, sebagaimana Bung Karno dulu. “Kita mesti tegas dengan Israel seperti Bung Karno bersikap tegas dengan menolak kehadiran kontingen Israel saat penyelenggaraan Asian Games di Jakarta pada tahun 1962 silam,” katanya. Ia juga berharap generasi penerus bangsa Indonesia bisa meneladani sikap Bung Karno yang dikenal selalu membela perjuangan bangsa-bangsa tertindas dan juga gigih melakukan pembelaan terhadap perjuangan bangsa Palestina. Jakarta, 24 Maret 2022Medical Emergency Rescue Committee
Krisis Kemanusiaan Terburuk Melanda Afghanistan, MER-C Kirim Tim Medis

SIARAN PERS MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia akan mengirimkan Tim Medisnya ke Afghanistan untuk turut membantu krisis kemanusiaan yang melanda negara tersebut. Krisis kemanusiaan yang tengah terjadi di Afghanistan dikatakan sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Hal ini menjadi fokus perhatian MER-C sebagai sebuah lembaga kegawatdaruratan medis bagi korban perang, konflik dan bencana alam untuk turut serta dan mengambil bagian dalam membantu mengatasi krisis kemanusiaan yang ada. Rangkaian upaya koordinasi dan perizinan baik dengan Kementerian Luar Negeri RI maupun Kedutaan Besar Afghanistan di Jakarta ditempuh untuk bisa segera mengirimkan Tim Medis dan bantuan awal ke negara yang tengah dikuasai oleh pemerintahan Taliban tersebut. Pada tahap awal, Tim yang akan dikirimkan adalah tim assessment yang terdiri dari dua relawan dokter, yaitu dr. Arief Rachman, SpRad (Ketua) dan dr. Muhammad Reza Saputra, SpOT. Tim dijadwalkan bertolak ke Kabul ibukota Afghanistan pada hari Minggu lusa/20 Maret 2022. Sejumlah bantuan awal obat-obatan berdasarkan daftar kebutuhan obat yang kami terima dari Kedutaan Besar RI di Kabul akan dibawa serta. Tugas utama Tim ini adalah melakukan assessment untuk memastikan kebutuhan mendesak rakyat Afghanistan terutama dalam bidang medis, memetakan jenis penyakit, kebutuhan tenaga medis dan obat-obatan serta bantuan kemanusiaan lainnya. Berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Kabul, tim akan mengunjungi sejumlah fasilitas kesehatan baik rumah sakit – rumah sakit maupun klinik Indonesia yang berada di sana. Masa tugas Tim awal direncanakan selama satu minggu ke depan. Hasil assessment Tim akan menjadi dasar untuk pengiriman tim medis lanjutan yang spesialisasinya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan serta menetapkan program kemanusiaan jangka panjang MER-C untuk Afghanistan. Bagi MER-C ini bukan kunjungan kemanusiaan pertama ke Afghanistan. Pada tahun 2001 dan 2002 silam ketika perang melanda negeri tersebut, MER-C mengirimkan tim bedahnya menyusuri beratnya medan di Afghanistan untuk mengunjungi rumah sakit – rumah sakit dan melakukan operasi kepada para korban perang. Dua puluh tahun berlalu, kini MER-C akan datang lagi ke Afghanistan untuk kembali memenuhi panggilan kemanusiaan di sana. Dukungan dan Bantuan bagi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan dapat disalurkan melalui: BSI – ex BSM, 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 18 Maret 2022Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Sesalkan Insiden Penembakan Dokter dan Aktifis Kemanusiaan, dr. Sunardi

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia menyesalkan terjadinya penembakan terhadap dr. Sunardi, seorang dokter yang juga aktifis kemanusiaan dan Pendiri Lembaga Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI). Dr. Sunardi ditembak mati oleh Tim Detasemen Khusus 88 (Densus 88) atas dugaan terorisme, pada Rabu/9 Maret 2022. Penembakan mati di tempat tanpa proses peradilan yang dilakukan oleh Densus 88 adalah sebuah pelanggaran Hak Asasi Manusia karena tidak mengedepankan asas praduga tidak bersalah dan harus dapat dipertanggung jawabkan. Untuk itu, demi kemanusiaan dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, MER-C meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk turun guna melakukan investigasi dan verifikasi atas insiden penembakan ini. Hasil investigasi agar disampaikan kepada public sehingga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benak masyarakat. Aparat dalam hal ini Densus 88 seharusnya bisa bertindak lebih persuasif kepada orang-orang yang masih terduga terorisme. Terlebih dr. Sunardi adalah dokter yang akan bertindak kooperatif apabila Densus 88 melakukan pendekatan persuasif, tidak menganggapnya sebagai penjahat yang dilakukan penembakan di luar mekanisme hukum. MER-C Indonesia menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas insiden penembakan sejawat, dr. Sunardi. MER-C berharap kejadian serupa tidak terulang dan tidak dilakukan kembali oleh aparat dengan dalih apapun. Jakarta, 11 Maret 2022 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua Presidium MER-C