Dr Ben: MER-C Kedepankan Jihad Profesional Dalam Menjalankan Misi Kemanusiaannya

Jakarta, PJMI – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Sarbini Abdul Murad, menyampaikan MER-C mengedepankan kasih sayang, pengabdian pada profesi dan kemanusiaan, juga solidaritas umat dalam menjalankan setiap misi kemanusiaannya. Dia menyatakan, sebagaimana idealisme kemanusiaan yang menjadi pemantik lahirnya MER-C, dalam keanggotaannya ditanamkan ideologi bahwa setiap relawan harus mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi. Untuk itu, MER-C menjadi organisasi yang diterima oleh semua komunitas dan pihak yang berkonflik maupun saat ada bencana karena MER-C mengusung landasan kemanusiaan yang menjadikannya profesional dan berdiri di semua komunitas. “Kami bersama para relawan mempunyai spirit perjuangan dengan satu semangat bersama berjihad secara profesional dalam bidang medis dan kemanusiaan,” kata Sarbini saat menjadi narasumber Diskusi Dwi Mingguan bertema “Respon MER-C terhadap Bencana Kemanusiaan di Berbagai Belahan Dunia” di Kantor Sekretariat Barisan Nusantara, Jatinegara, Jakarta, Rabu (23/11) malam. Diskusi Publik Dwi Mingguan ini merupakan kolaborasi Barisan Nusantara (BN) dengan Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) dan sudah masuk edisi kelima, yang dimoderatori oleh Wakil Ketua PJMI, Gunawan MY. Menurut dr Ben sapaan dr Sarbini Abdul Murad, MER-C yang sudah memasuki usia ke-23 tahun pada 14 Agustus 2022, dapat terus berkiprah bagi kemanusiaan baik di dalam negeri maupun luar negeri, karena memegang prinsip dan idealisme tersebut yang bermuara pada keikhlasan dan ketulusan memenuhi panggilan jiwa untuk kemanusiaan. Dokter Ben sendiri selama menjadi relawan sejak berdirinya MER-C, tak cuma mengabdi di berbagai daerah bencana, baik di tanah air maupun negara lain. Dia juga pernah bertugas di empat negara yang sedang berperang, yaitu Afghanistan (2002), Irak (2003), Lebanon (2006), dan Palestina (2009). “MER-C telah melaksanakan ribuan misi kemanusiaan bencana alam, perang dan konflik, baik dalam negeri maupun luar negeri. Tidak memandang siapapun atau pihak yang harus diberi pertolongan,” tegasnya. Dalam menjalankan misi kemanusiaannya, lanjut dr Ben, MER-C mengutamakan pertolongan medis kegawatdaruratan di wilayah terdampak bencana atau konflik yang belum tersentuh bantuan dan sangat membutuhkan. “Dalam misi kemanusiaan gempa Cianjur, saat ini Tim MER-C akan terus melakukan mobile clinic untuk menyisiri wilayah-wilayah terdampak gempa yang belum terjangkau atau masih minim bantuan medis,” jelasnya. Update Misi Kemanusiaan Gempa Cianjur Dalam kesempatan itu, Ketua Presidium MER-C mengupdate misi kemanusiaan pada korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Dr Ben menjelaskan, Tim relawan medis MER-C memberi pengobatan di salah satu lokasi terdampak gempa terparah di Kabupaten Cianjur, tepatnya di Desa Gasol, Kecamatan Cugenang sejak Selasa (22/11). Menurut data sementara, Desa Gasol merupakan wilayah dengan jumlah warga meninggal terbanyak, yaitu sebanyak 62 orang, akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Cianjur M 5,6 , Senin (21/11). Meski hari yang sudah mulai gelap, Tim MER-C tetap menyisiri posko-posko pengungsian yang ada di desa Gasol, tepatnya di RT 01, 02, 03 RW 04. Jumlah warga yang mengungsi di titik ini mencapai 400 jiwa. “Dengan penerangan seadanya, Tim MER-C memeriksa satu-persatu warga korban gempa yang mengeluhkan kondisi kesehatannya dan memberikan pengobatan,” jelasnya. Jumlah total pasien yang diobati pada hari Selasa itu mencapai 43 orang. Pasien terdiri dari 32 dewasa, 4 remaja, 1 anak-anak, 1 ibu hamil, dan 5 lansia. Tim MER-C juga melakukan perawatan luka pada warga yang mengalami luka akibat terkena reruntuhan atau menginjak sesuatu yang tajam saat panik berlari menyelamatkan diri ketika gempa mengguncang. Sementara itu Sekjen Barisan Nusantara (BN) Dr. Suryadi Nomi, menyampaikan kegiatan kolaborasi BN dengan PJMI melalui pelaksanaan diskusi publik dwi mingguan yang digelar seriap hari Rabu malam ini diharapkan terus menjadi trendsetter isu-isu yang dapat mencerahkan masyarakat. “Diskusi kali ini dengan tema kebencanaan memang sudah direncakan satu bulan sebelumnya, namun dengan adanya gempa Cianjur ini tema menjadi aktual,” ujarnya. Ketua PJMI Ismail Lutan, mengatakan, diskusi ini banyak memberikan manfaat terutama meningkatkan literasi kebencanaan. “Kita mengharapkan kerja sama PJMI dengan MER-C bersama Barisan Nusantara dapat terjalin lebih erat. Dengan momen pelaksanaan pelatihan jurnalisme kebencanaan,” pungkasnya.(RS)
Dengan Penerangan Seadanya, Tim MER-C Obati Warga Korban Gempa Cianjur

Tim Medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) beri pengobatan di salah satu lokasi terdampak gempa terparah di Kabupaten Cianjur, tepatnya di Desa Gasol. Kec Cugenang, Selasa/22 November 2022. Menurut data sementara, desa Gasol merupakan wilayah dengan jumlah warga meninggal terbanyak, yaitu sebanyak 62 orang, akibat gempa yang mengguncang Kab. Cianjur, Senin/21 November 2022. Meski hari yang sudah mulai gelap, Tim MER-C tetap menyisiri posko-posko pengungsian yang ada di desa Gasol, tepatnya di RT 01, 02, 03 RW 04. Jumlah warga yang mengungsi di titik ini mencapai 400 jiwa. Dengan penerangan seadanya, Tim MER-C memeriksa satu-persatu warga korban gempa yang mengeluhkan kondisi kesehatannya dan memberikan pengobatan. Jumlah total pasien yang diobati pada hari Selasa/22 November 2022 mencapai 43 orang. Pasien terdiri dari 32 dewasa, 4 remaja, 1 anak-anak, 1 ibu hamil, dan 5 lansia. Tim MER-C juga melakukan perawatan luka pada warga yang mengalami luka akibat terkena reruntuhan atau menginjak sesuatu yang tajam saat panik berlari menyelamatkan diri ketika gempa mengguncang. Tim MER-C akan terus melakukan mobile clinic untuk menyisiri wilayah-wilayah terdampak gempa yang belum terjangkau atau masih minim bantuan medis. Bantuan & Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C: BCA, 686.0099339 BSI, 701.5658.899 a/n. Medical Emergency Rescue Committee Salam, www.mer-c.org
MER-C Kerahkan Tim Bedah dan Medis Bantu Korban Gempa Cianjur

Indonesia Kembali berduka. Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR mengguncang Cianjur, Jawa Barat pada Senin/21 November 2022 sekitar pukul 13.21 waktu setempat. Data sementara menyebutkan jumlah korban jiwa akibat gempa yang berpusat di daratan dengan kedalaman 10 km diperkirakan sudah mencapai angka 162 orang dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring masih banyak warga yang tertimpa reruntuhan bangunan menunggu proses evakuasi. Merespon bencana tersebut, Selasa pagi ini/22 November 2022, MER-C telah menurunkan dua tim relawannya untuk membantu korban gempa di Cianjur. Tim Pertama berjumlah tiga relawan yang terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatology, Dokter Spesialis Bedah Syaraf dan juga Insinyur. Tim akan melakukan assessment kebutuhan bedah, medis dan juga konstruksi di wilayah terdampak gempa. Tim kedua telah menyusul berangkat ke Cianjur pada hari ini, Selasa (22/11) pukul 10 tadi pagi. Tim terdiri dari lima relawan, yaitu dua dokter umum, satu perawat bedah dan dua logistic. Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan bahwa mempertimbangkan dampak gempa yang cukup besar, maka MER-C mempersiapkan Tim Medis lanjutan dan juga Tim Bedah. “Karakteristik bencana gempa adalah banyaknya korban-korban yang mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Ini spesifikasi lembaga MER-C. Kami cukup banyak mempunyai relawan di bidang bedah, khususnya bedah orthopedi. Apabila diperlukan berdasarkan assessment tim awal ini, kami siap mengerahkan Tim Bedah MER-C,” ujar Sarbini. Sementara itu, Tim MER-C di Kantor Pusat sedang mempersiapkan peralatan dan perlengkapan bedah untuk membantu korban gempa yang memerlukan tindakan operasi. #PrayforCianjurBantuan & Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C:BCA, 686.0099339BSI, 701.5658.899a/n. Medical Emergency Rescue Committee Salam,www.mer-c.orgCall Center : 0811990176
Gempa 5,6 SR Guncang Cianjur, MER-C Siapkan Tim Medis
Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR menguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin/21 November 2022 sekitar pukul 13.21 waktu setempat. Getaran gempa terasa kuat hingga di DKI Jakarta dan sekitarnya. Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan korban meninggal mencapai 56 jiwa dan sebanyak 700 lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah seiring banyaknya bangunan yang rusak diakibatkan oleh gempa dengan kedalaman 10 km. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan himbauan agar masyarakat yang berada di dalam ruangan untuk keluar terlebih dahulu karena adanya potensi gempa susulan. Pasca gempa mengguncang, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia segera berkoordinasi membentuk tim relawan medisnya dan mempersiapkan bantuan obat-obatan serta alat kesehatan yang diperlukan untuk turut memberikan bantuan medis bagi para korban. Semoga saudara-saudara kita di Cianjur, khususnya para korban dan keluarganya diberikan perlindungan dan kekuatan menghadapi musibah ini. #PrayforCianjur Bantuan & Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C:BCA, 686.0099339BSI, 701.5658.899a/n. Medical Emergency Rescue Committee Salam,www.mer-c.orgCall Center : 0811990176
MER-C Adakan Pelatihan Pijat Jantung Saja bagi Komunitas Bulu Tangkis Candra Wijaya

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberikan pelatihan Pijat Jantung Saja (PJS) bagi komunitas olah raga binaan legenda bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya, Rabu/16 November 2022. Pelatihan bertempat di Hall DYSCWIBC (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya International Badminton Center) di Tangerang, Banten. Sebanyak 16 Relawan Medis MER-C yang berpengalaman terdiri dari dokter spesialis, dokter umum dan perawat diturunkan untuk memberikan pelatihan kepada para pembina, pelatih, atlet, staf dan anak-anak didik yang tengah berlatih di Candra Wijaya International Badminton Center. PJS adalah pelatihan pertolongan pertama untuk menangani kasus henti jantung dan serangan jantung. Komunitas olah raga menjadi salah satu kelompok masyarakat awam yang penting untuk memiliki pengetahuan tersebut. Hal ini disebabkan banyaknya kasus henti jantung atau serangan jantung yang terjadi ketika berolah raga dan seringkali berakhir dengan kematian karena tidak ada orang di sekitar yang memahami cara menolongnya. Salah satu kasus yang masih hangat dalam ingatan kita adalah meninggalnya salah satu pebulutangkis terbaik tanah air, Markis Kido, ketika sedang bermain pada Juni 2021 silam. Belajar dari kejadian tersebut, DYSCW menggandeng MER-C untuk memberikan pelatihan PJS bagi anggotanya. Dengan pelatihan ini diharapkan anggota DYSCW dapat memiliki pengetahuan dan keahlian dalam memberikan pertolongan pertama ketika hal serupa terjadi di sekitar mereka. Candra Wijaya, seorang pelatih dan atlet senior bulutangkis Indonesia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim MER-C yang telah berbagi ilmu dan keahliannya. “Terima kasih atas waktu, kesempatan dan juga kolaborasi dari dokter-dokter MER-C, semua yang hadir di sini luar biasa. Saya sangat apresiasi. Terima kasih atas dukungan, bantuan dan perhatiannya,” ucap Candra. “Kami sebagai praktisi, pembina, kebetulan memilik GOR, sehingga staf pelatih dan anak-anak kami tersosialisasi,” lanjutnya. Menurutnya pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mengedukasi dan menambah ilmu serta pengalaman mereka. “Di lapangan kami merasakan perlu lebih jauh untuk bisa mengetahui hal-hal penanganan pertama dalam penanggulangan gawat darurat di olah raga atau bagi kita yang sering berolah raga,” tambah Candra. Mengingat pentingnya pengetahuan PJS untuk dimiliki oleh masyarakat awam, maka dalam waktu dekat MER-C akan membuat “Citizen CPR” dengan mengadakan roadshow pelatihan PJS di Monas, komunitas-komunitas, “PJS Go To School”, dsb, karena “Semua Bisa Menolong!”
MER-C Mengecam Keras Penembakan Mati Dokter Palestina oleh Israel

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang dokter Palestina, Abdullah Al-Teen (43 tahun) ketika melaksanakan tugas profesi dan kemanusiaan membantu korban kekerasan tentara Israel. Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan Palestina, Dokter Abdullah Al-Teen ditembak di kepala oleh tentara Israel, saat ia sedang berusaha menyelamatkan korban luka tembak Israel di depan rumah sakit pemerintah Jenin, Jum’at (14/10). Tidak hanya Dokter Al-Teen, dua petugas ambulans juga dikabarkan menjadi target tentara Israel yang mencegah staf medis untuk mendekati dan menyelamatkan seorang pemuda Palestina yang menjadi korban. MER-C mengutuk kejahatan kemanusiaan yang terus dilakukan Israel terhadap warga Palestina. MER-C mengecam keras penargetan tenaga dan staf medis yang tengah bertugas karena profesi ini dilindungi oleh undang-undang dan hukum internasional meski di wilayah perang atau konflik. Untuk itu, MER-C memandang penargetan tenaga dan staf medis merupakan sebuah perkembangan berbahaya dari tindakan tentara Israel yang harus segera dihentikan. Merespon hal tersebut, MER-C meminta Dewan Keamanan PBB, lembaga HAM dan kemanusiaan Internasional serta masyarakat dunia untuk turut mengecam dan melakukan langkah-langkah tegas dalam rangka memberikan t
Tragedi Kanjuruhan Malang, MER-C: Jangan Ada yang Lepas Tangan

Indonesia dan dunia berduka, khususnya para pecinta sepak bola. Ratusan korban meninggal dan ratusan lainnya mengalami luka-luka pasca laga Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu malam/1 Oktober 2022. Hal ini akibat penonton berdesak-desakan dan terinjak-injak lantaran kepanikan yang ditimbulkan gas air mata yang ditembakkan petugas keamanan. MER-C mengucapkan duka dan keprihatinan mendalam atas tragedi Kanjuruhan, sebuah tragedy sepakbola yang kesekian kalinya dan memakan korban terbesar yang pernah terjadi di Indonesia. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Yang Maha Kuasa dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Bagi korban luka-luka yang masih dalam perawatan di RS, semoga segera diberikan kesembuhan dan kesehatan. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad meminta jangan ada yang lepas tangan dalam tragedi Kanjuruhan ini. Masing-masing pihak membawa beban kesalahan. Sarbini juga meminta kepada Kapolri agar mengusut tuntas tragedi kemanusiaan ini sehingga jelas dan terang benderang akar permasalahannya. Tragedi ini harus menjadi pelajaran dan introspeksi bersama, agar ke depan kita bisa lebih antisipatif dalam penghelatan yang melibatan massa yang besar. Sebagai sebuah Lembaga kemanusiaan dan kebencanaan, MER-C menyoroti beberapa hal yang patut menjadi perhatian dalam penanganan korban massal (Mass Casualty Management) dalam tragedy kemanusiaan di stadion Kanjuruhan sehingga peristiwa memilukan seperti ini tidak terulang kembali: 1. Overload stadion Kanjuruhan Malang Berdasarkan informasi, stadion Kanjuruhan mempunyai kapasitas 38 ribu penonton, namun pada saat laga Sabtu kemarin, tiket yang dicetak mencapai 42 ribu. Overload merupakan faktor resiko terbesar yang memiliki potensi bencana. Di rumah sakit sekalipun, overload ini bisa menimbulkan secondary-disaster akibat terancamnya patient-safety. Sekali dipicu oleh ketakutan dan kecemasan, massa yang overload ini akan menjadi chaos tak terkendali dan menimbulkan korban seperti misalnya peristiwa Mina pada saat haji. 2. Penggunaan Gas Air Mata (Tear Gas) Gas air mata adalah senjata kimia yang berupa gas dan digunakan untuk melumpuhkan dengan menyebabkan iritasi pada mata dan/atau sistem pernapasan. Gas air mata bisa disimpan dalam bentuk semprotan ataupun granat. Alat ini sangat lazim digunakan oleh kepolisian dalam melawan kerusuhan dan dalam penangkapan. Namun, penggunaan gas air mata oleh petugas keamanan di stadion Kanjuruhan tidak tepat dan menyalahi aturan FIFA yang menyebutkan tidak diperbolehkan sama sekali penggunaan senjata api dan gas air mata untuk pengendalian massa di dalam stadion (ruangan tertutup). Penanganan di stadion tertutup tentu berbeda dengan pengamanan demonstrasi massal dimana dilakukan di ruang terbuka sehingga dengan mudah massa akan menyebar. Ketika gas air mata ditembakkan petugas di stadion Kanjuruhan, penonton mulai panik karena mata mulai perih dan saluran pernafasan tercekik, menyebabkan fenomena bottle-neck dimana penonton berdesak-desakan untuk mencari jalan keluar, sehingga korban pun banyak yang berjatuhan. 3. Upaya Mitigasi Resiko dan Persiapan (Preparedness) yang belum optimal Upaya mitigasi adalah bagaimana meminimalisir kemungkinan terjadinya bencana dengan mengidentifikasi faktor-faktor resiko dan melakukan upaya pemecahan yang adekuat. Dalam kasus Kanjuruhan ini misalnya: a. Mengidentifikasi, usia, derajat kesehatan dan kemungkinan penyakit-penyakit pada para suporter yang hadir. Kemudian dilakukan pemilahan dan pemilihan mana yang diizinkan hadir dan mana yang tidak. Misalnya kelompok balita dan lanjut usia (geriatric) dilarang hadir atau melalui daring saja. b. Menskrining para suporter agar tidak membawa barang-barang yang bisa membahayakan seperti senjata tajam dan bahan-bahan yang bisa terbakar. c. Membuat alur dan jalur evakuasi serta titik kumpul yang adekuat pada masing-masing sisi stadion untuk evakuasi pada saat terjadi hal yg tidak diinginkan 4. Upaya Medis dan Penanganan Korban massal (mass casualty management) a. Menyiapkan Tim Medis dan Tim Penanganan Bencana yang mengerti dan terampil dengan jumlah yang cukup. b. Mensiagakan sistem pra hospital; sistem triage, ambulance, call center dan faskes-faskes dengan berbagai level, agar para korban bisa segera tertangani, tidak menumpuk pada satu atau dua RS saja. Terkait prosedur pengamanan, panitia dan aparat keamanan juga perlu memahami standar dan aturan yang ada serta mengevaluasi prosedur apa yang tepat untuk mengatasi massa yang overload dalam satu ruang stadion tertutup dimana akses evakuasi terbatas.
Gempa Tapanuli Utara MER-C Kirimkan Tim Assessment

Sehubungan dengan bencana alam Gempa Bumi yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara pada Tanggal 01 Oktober 2022, MER-C kirimkan relawan guna assessment pada tanggal 02 – 04 Oktober 2022, tim yang dikirimkan yaitu dr. Miftahul Masruri (Koordinator), Ns. Kipa Jundapri, M.Kep, Bima Anggara, S.Kep dan Budi. Selain assessment tim juga menyiapkan perlengkapan medis yang nantinya dapat digunakan untuk layanan kesehatan dasar. Do’akan kami bantu kami, mari kita ringankan bebang saudara kita yang tertimpa musibah. Info : MER-C Cabang Medan Jl. Setia Budi Kompleks Ruko Milala Mas No. B22, Kel. Tanjung Rejo, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan. Telp : 0811 648 1408 FB : Relawan MER-C Medan IG : MER-C MEDAN Email : mercmedancenter@gmail.com Rekening Kemanusiaan : Bank Mandiri Syariah (BSM), 7074585099 Atas nama : MER-C Cabang Medan
Kemenlu RI Sambut Baik Upaya MER-C untuk Afghanistan

Kementerian Luar Negeri RI mengapresiasi dan menyambut baik upaya MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia dalam melakukan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Abdul Kadir Jailani, saat menerima audiensi Tim MER-C di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Rabu/10 Agustus 2022. “Tentunya Pemerintah selalu menyambut baik setiap upaya dari elemen bangsa Indonesia untuk melakukan bantuan kemanusiaan dimanapun, karena itu hal yang mulia,” ujar Abdul Kadir. “Saya senang dan bangga mendengar kegiatan kemanusiaan MER-C di Afghanistan,” imbuhnya usai mendengar pemaparan dari dua perwakilan relawan MER-C yang baru kembali dari Afghanistan pada akhir Juli 2022 dalam rangka menunaikan tugas kemanusiaan. Ia juga memberikan respon positif terhadap rencana program jangka panjang MER-C untuk Afghanistan berupa capacity building dalam bidang kesehatan. “Mengenai rencana MER-C untuk memberikan beasiswa atau fellowship bagi beberapa tenaga kesehatan di Indonesia, menurut hemat saya langkah ini merupakan langkah yang sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia. Salah satu program yang dilakukan pemerintah saat ini adalah upaya membantu peningkatan kualitas SDM di Afghanistan,” ungkapnya. Lebih lanjut ia memaparkan bahwa Pemerintah memang secara khusus berfokus pada pemberian beasiswa di berbagai sektor, dan kesehatan merupakan satu sector yang cukup penting. Pemberian bantuan peningkatan kapasitas tersebut menurutnya akan lebih baik juga apabila difokuskan untuk Afghanistan adalah bagi perempuan. Namun, seiring dengan kondisi di Afghanistan yang masih memiliki dinamika tersendiri, Abdul Kadir mengingatkan agar semua bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh MER-C di Afghanistan bisa disinergikan dengan Pemerintah dan pelaksanaannya melibatkan otoritas setempat. “Harapan saya kita bisa bersinergi, bekerja sama, itu akan menjadi suatu yang baik,” imbuhnya. Dalam pertemuan tersebut, selain memaparkan tentang misi Kemanusiaan MER-C di Afghanistan, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad juga menyampaikan perkembangan Misi Kemanusiaan MER-C di Palestina, khususnya program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza. Sarbini menyampaikan harapannya agar pemerintah bisa terus mengupayakan izin bagi Tim Medis dan Konstruksi MER-C dapat masuk ke Jalur Gaza, meskipun Jalur Gaza masih dalam situasi gencatan senjata pasca agresi yang menewaskan puluhan korban jiwa dan melukai ratusan warga. Pertemuan ini turut dihadiri oleh Muhsin Syihab (Duta Besar Bidang Hubungan Antarlembaga Kemenlu RI), Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo (Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemenlu RI), dr. Zecky Eko Triwahyudi, SpOT., MARS (Ketua Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan), dr. Guntur Utama Putera, SpOT (Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan), Ir. Luly Larissa dan Rima Manzanaris. Jakarta, 10 Agustus 2022
MER-C kirimkan Tim Bedah bantu Rehabilitasi Korban Gempa Afghanistan: Masyarakat Afghanistan Berharap Kepedulian Jangka Panjang

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan, menyusul bencana gempa bumi dahsyat yang melanda negara ini akhir Juni lalu. Tim yang dikirimkan merupakan Tim Bedah yang terdiri dari relawan Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi, Dokter Spesialis Anestesi dan Perawat Kamar Bedah. Tim dipimpin oleh Dr. Zecky Eko Triwahyudi, SpOT., MARS dengan anggota tim Dr. Guntur Utama Putera, SpOT, Dr. Wahyu Bimantoro, SpAn dan Ebo Subaha, S.Kep. Bertolak dari Jakarta menuju Dubai pada hari Kamis/14 Juli 2022, Tim MER-C untuk rehabilitasi korban gempa Afghanistan tiba di Kabul, Ibukota Afghanistan pada hari Jum’at pagi/15 Juli 2022. Setibanya di ibukota negara yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Taliban, Tim langsung berkoordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di Kabul dan Kementerian Kesehatan Publik Afghanistan. Dalam waktu berdekatan, Afghanistan mengalami dua bencana alam besar. Di akhir bulan Juni mengalami Gempa Bumi di daerah Afghanistan Timur, kemudian pada awal Juli mengalami banjir bandang di daerah Afghanistan Tengah dan Timur. Hal ini menyebabkan Afghanistan menghadapi bencana ganda. Di kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan krisis ekonomi pasca Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun lalu yang diikuti pembekuan asetnya oleh asing/barat, serta belum adanya pengakuan resmi (de yure) terhadap otoritas Taliban di Afghanistan dari UN dan negara-negara di dunia. Bencana ini semakin memperparah kondisi negara yang sebelumnya selama hampir 40 tahun hidup di tengah perang berkepanjangan. Pembekuan asset menyebabkan Afghanistan sangat bergantung dari bantuan asing dan NGO dalam pelayanan publiknya. Berdasarkan laporan Tim, situasi di Kota Kabul cukup kondusif meski dalam 11 bulan pemerintahan otoritas Taliban sejumlah fasilitas publik tampak masih dijaga ketat oleh militer. Ketua Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan, dr. Zecky Eko Triwahyudi mengatakan Timnya telah berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan Orthopaedi dan Pusat Rujukan Orthopaedi di RS Nasional Wazir Mohammad Akbar Khan Afghanistan, dengan Prof. Emal Wardak selaku Kepala Depatemen Orthopaedi dan Traumatologi yang juga menangani korban gempa. “Sambutan hangat dari para dokter dan petugas RS terhadap kehadiran Tim Bedah MER-C. Bahkan Tim bergabung untuk turut serta melakukan operasi kasus-kasus neglected trauma di RS tersebut,” ujar Zecky. Ia juga menambahkan bahwa pihak-pihak yang ditemui MER-C di Afghanistan berharap kerjasama dengan MER-C bisa berjalan untuk jangka panjang termasuk untuk memberikan pendidikan ( training) pada tenaga medis dalam bidang pelayanan publik karena mereka sangat membutuhkan sharing ilmu terkait pelatihan peningkatan skills dan sistem pelayanan publik yang lebih baik, termasuk fellowship program untuk meningkatkan keilmuan para tenaga medis dan pelatihan dalam bidang kebencanaan ( disaster preparedness / mass casualty management ). “Beberapa sharing ilmu sudah mulai kami lakukan, seperti relawan Dokter Spesialis Anestesi kami melakukan sharing keilmuan terkait USG guided nerve block kepada Dokter-dokter Anestesi di ruang operasi RS Wazir Mohammad Akbar Khan,” lanjutnya. Dalam rangka capacity building, hari Sabtu besok/23 Juli 2022, Tim MER-C juga akan memberikan pelatihan Basic Orthopaedic Operation Preparation dan pemberian ilmu-ilmu dasar kamar operasi bagi staff perawat ruang operasi RS Wazir Mohammad Akbar Khan National Hospital. Melihat keterbatasan peralatan yang ada khususnya di ruang operasi RS Wazir Mohamad Akbar Khan National Hospital Afghanistan, Tim MER-C akan menyumbangkan set alat-alat orthopaedi dan implant. Tim juga telah menyumbangkan alat USG portable untuk anestesi blok demi melengkapi pelayanan di ruang operasi RS ini. Sementara itu, bantuan obat-obatan yang dibawa akan diserahkan oleh Tim untuk nantinya akan didistribusikan ke lokasi klinik yang paling membutuhkan di Afghanistan. Assessment Tim Bedah MER-C juga mencatat beberapa hal yang terjadi pasca bencana dan harus segera mendapatkan pemecahannya di bidang medis, yaitu malnutrisi anak dan depresi kronik yang diderita warga Afghanistan di seluruh wilayah Afghanistan, kemudian air bersih, tempat tinggal dan ancaman kolera serta infeksi virus pasca bencana alam di area terdampak. Tim Bedah MER-C dijadwalkan akan bertugas selama dua pekan. Ini adalah kunjungan MER-C ke-4 ke Afghanistan, sebelumnya pada tahun 2001 dan 2002 (sekitar 20 tahun lalu), kemudian pada Maret 2022 dan Juli 2022. Terlepas dari situasi politik dan belum diakuinya pemerintahan Taliban di Afghanistan oleh dunia Internasional, namun krisis kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Afghanistan sangat nyata dan membutuhkan perhatian serta bantuan dari masyarakat Internasional. Untuk itu, MER-C berharap dukungan dari masyarakat Indonesia agar bisa menjalankan program bantuan jangka panjang seperti yang diharapkan rakyat Afghanistan khususnya dalam bidang medis. Kami juga mengajak elemen bangsa lainnya untuk ikut terlibat membantu masyarakat Afghanistan bangkit dari krisis kemanusiaan ini. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan:Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 22 Juli 2022