Afghanistan Diguncang Gempa Dahsyat, MER-C akan Kirim Tim Bedah

Siaran Pers Bencana gempa bumi dahsyat mengguncang Afghanistan, Rabu/22 Juni 2022. Gempa berkekuatan M 6,1 terjadi sekitar 44 kilometer (27 mil) dari kota Khost, yang terletak di dekat perbatasan Afgahnsitan dengan Pakistan. Gempa terjadi dini hari waktu setempat ketika warga sedang tertidur sehingga banyak yang tidak dapat menyelamatkan diri. Data sementara menyatakan sedikitnya 1.000 orang meninggal dunia dan 1.500 lainnya mengalami luka-luka. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring masih terus dilakukan pencarian korban yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah-rumah mereka. Gempa bumi menyebabkan Afghanistan saat ini menghadapi bencana ganda. Di kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan ekonomi terburuk pasca Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun lalu yang diikuti pembekuan semua assetnya oleh asing, bencana gempa bumi semakin memperparah kondisi Afghanistan. MER-C sebagai Lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam akan mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan. Sesuai dengan karakteristik bencana gempa bumi, maka Tim yang disiapkan oleh MER-C adalah Tim Bedah. Tim akan terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi, Dokter Umum dan Perawat. Tim ini diharapkan dapat berangkat dalam waktu dekat ke Afghanistan untuk bisa segera memberikan pertolongan para korban. MER-C juga meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia agar mengirimkan Tim Kesehatan Gabungan ke Afghanistan yang terdiri dari sipil dan aparat yang dikomandoi oleh TNI. Hal ini sebagaimana yang pernah dilakukan RI saat terjadi gempa besar di Bam – Iran pada tahun 2004 silam. Saat itu Pemerintah mengirimkankan bantuan Tim Kesehatan Gabungan, dimana dua dokter MER-C ikut bertugas dalam Tim tersebut. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan:BSI ex BSM, No. Rek. 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 24 Juni 2022 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua PresidiumMER-C Indonesia
MER-C Minta Aparat Keamanan Tidak Represif terhadap Demonstrasi 11 April Besok

Senin/11 April 2022, sejumlah mahasiswa dari perwakilan kampus seluruh Indonesia rencananya akan menggelar aksi demo di depan Istana Negara. Flyer ajakan demo beredar luas di media sosial beberapa hari terakhir. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) mengatakan demo akan diikuti oleh sekitar 1.000 massa mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa, dari sebaran informasi yang ada, aksi ini juga mengajak elemen masyarakat lainnya untuk mengikuti demo pada Senin nanti. Terlepas dari isu apa yang akan diangkat pada aksi demo tersebut, Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad mengatakan hal ini adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi dan pendapatnya. “Ini adalah bagian dari proses demokrasi. Pemerintah sedianya memberi ruang bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa untuk memberi masukan terhadap jalannya pemerintahan,” ujarnya. Seiring aksi demo yang dilakukan di tengah bulan Ramadhan, Sarbini meminta agar semua pihak menghormati kesucian bulan ini dengan menghindari segala tindakan kekerasan. “Kepada adik-adik mahasiswa dan juga masyarakat yang akan memperjuangkan aspirasinya kami himbau agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung. Yang penting juga adalah tetap menjaga protocol kesehatan karena Covid belum hilang,” ujarnya. Sarbini juga mengingatkan agar peserta aksi mahasiswa mewaspadai terhadap gerakan penyusupan orang-orang yang mempunyai agenda terselubung yang akan menggembosi aksi itu sendiri. “Kepada aparat keamanan yang akan bertugas menjaga aksi demo besok agar menghindari segala tindakan represif,” tambahnya. Mengantisipasi terjadinya korban pada aksi demo Senin besok, MER-C sebagai organisasi kemanusiaan dan kegawatdaruratan medis akan menyiapkan ambulans dan tim relawan medisnya. “Ini momen bersejarah bagi perjalanan demokrasi bangsa Indonesia. MER-C sebagai elemen anak bangsa, akan turut menyiagakan ambulans dan Tim Relawan Medisnya untuk memberikan pertolongan kepada siapapun yang membutuhkan, baik mahasiswa, masyarakat maupun aparat keamanan. Bersama-sama kita menjaga proses demokrasi ini,” tandasnya.
Tunaikan Misi Awal, Ini Komitmen dan Program Lanjutan MER-C untuk Afghanistan

Tim Advance MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) untuk Afghanistan, dr. Arief Rachman, SpRad dan dr. M. Reza Saputra, SpOT telah kembali ke tanah air usai bertugas selama kurang lebih satu pekan (20 – 26 Maret 2022) di wilayah yang tengah dilanda krisis kemanusiaan tersebut. Pengiriman Tim Advance dalam rangka memetakan isu kesehatan yang saat ini terjadi di Afghanistan, menyalurkan bantuan awal amanah dari masyarakat Indonesia dan mencanangkan program lanjutan MER-C bagi Afghanistan. Difasilitasi Tim Misi Kemanusiaan RI di Kabul melalui Kementerian Luar Negeri RI, Tim MER-C menemui tokoh-tokoh kunci Afghanistan seperti Deputy Minister of Public Health, dr. Habibullah Akhundzada, dan juga beberapa Direktur Rumah Sakit. Direktur yang ditemui diantaranya adalah Direktur Rumah Sakit Anak Indira Gandhi (Indira Gandhi Pediatric Hospital) dan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Malalay (Malalay Maternity Hospital). Tim juga mengunjungi klinik Indonesia yang didedikasikan kepada masyarakat Afghanistan melalui program Indonesian – Afghanistan Friendship yang berada di Distrik Ahmad Shah Baba Mina, sekitar 20 km dari kota Qabul. Dalam kunjungan tersebut bisa kami sampaikan bahwa Afghanistan dalam perjalanannya yang sangat panjang, sekali lagi masuk dalam krisis kemanusiaan dan krisis kesehatan. Dimana saat ini Afghanistan menghadapi masalah seperti malnutrisi, stunting, ketergantungan obat dan juga kebutuhan-kebutuhan medis yang semakin menipis jumlahnya. Krisis ini juga tidak terlepas dari permasalahan keuangan dimana bantuan internasional saat ini dibekukan sehingga sudah selama 7 bulan staf kesehatan tidak menerima gaji. Oleh karena itu, kami MER-C Indonesia mengajak simpul-simpul masyarakat madani untuk mengarahkan pandangan dan memberikan perhatian kepada Afghanistan. Mari kita bersama-sama, bahu-membahu kembali untuk membantu masyarakat Afghanistan melalui krisis kemanusiaan ini. MER-C Indonesia sebagai lembaga kemanusiaan di bidang medis dalam hal ini berkomitmen untuk menyiapkan dan memberikan bantuan lebih lanjut baik berupa pengiriman tim relawan medis, obat-obatan, asistensi untuk capacity building dan bantuan lain yang diperlukan oleh masyarakat Afghanistan, agar krisis kemanusiaan ini bisa dilalui oleh masyarakat Afghanistan. Selengkapnya : https://youtu.be/eOZFinh_oG4 Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan Afghanistan dapat disalurkan melalui: BSI – ex BSM, 701.565.8918 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 1 April 2022 Medical Emergency Rescue Committee
MER-C dan Universitas Malikussaleh Aceh Jalin Kerjasama dalam Pendidikan Kedokteran Bencana

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan Universitas Malikussaleh, Nanggroe Aceh Darussalam, melaksanakan penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) pada hari Rabu, tanggal 30 Maret 2022, bertempat di Kantor Pusat MER-C di Jakarta. Penandatangan MOU dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dilakukan antara Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, MT., IPM., ASEAN Eng dengan Ketua Yayasan MER-C, dr. Muhammad Reza Saputra, SpOT. Bersamaan dengan penandatanganan MOU, diikuti juga dengan penandatanganan MOA (Memorandum of Agreement) yang dilakukan antara Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Muhammad Sayuti, SpB (KBD) dengan Ketua MER-C Training Center, dr. Naenda Stasya, MARS. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh, dr. Muhammad Sayuti, SpB (KBD) menyampaikan bahwa kerjasama ini dalam rangka mencapai visi FK Malikussaleh menjadi FK yang unggul dalam bidang kebencanaan. MER-C menjadi salah satu partner kerjasama yang dipilih karena telah banyak berkiprah dalam bidang kedokteran kebencanaan. “Kami berharap kita bisa bekerjasama dalam Tridharma perguruan tinggi, baik itu dalam bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian. Tentu banyak hal yang bisa kita kerjakan misal koordinasi ketika ada bencana-bencana nasional seperti pengiriman relawan-relawan dan di lapangan kita koordinasikan dengan MER-C salah satunya,” ujarnya. Sementara itu Rektor Universitas Malikussaleh dalam sambutannya juga berharap melalui kerjasama ini dan program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, FK Unimal bisa melibatkan mahasiswa dari prodi-prodi di bawahnya untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan MER-C baik di level nasional maupun internasional. “Kami ingin mendorong supaya membuka wawasan mahasiswa kami pada kegiatan yang tidak hanya bersifat nasional, namun juga internasional, agar mahasiswa kami mendapat pengalaman.” Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyambut baik kerjasama MER-C dan Universitas Malikussaleh. “Ini adalah kerjasama yang monumental dan bersejarah bagi MER-C,” katanya. Ia sepakat idealisme harus dibangun sejak dari mahasiswa, termasuk idealisme di bidang kemanusiaan. Dengan adanya didikan dari awal dalam bidang kemanusiaan, mahasiswa akan memiliki ruang untuk mengabdikan ilmunya, mewakafkan profesinya bagi kemanusiaan. “MER-C memiliki ahli-ahli di bidang emergency, sehingga nanti bisa kita rancang program-program yang sesuai. Kita harapkan FK unimal menjadi pelopor dalam bidang kemanusiaan,” ungkapnya. Dr. Yogi Prabowo, SpOT(K), Presidium MER-C mengatakan sebuah kehormatan bagi MER-C diminta untuk terlibat dalam upaya mencapai visi unggulan program FK Unimal dalam bidang kedokteran kebencanaan. “Kami menyambut baik, artinya FK Unimal sedang bergerak ke arah yang benar. Indonesia adalah sebuah wilayah yang sangat rawan dengan bencana sehingga Indonesia wajib mempunyai kurikulum dalam manajemen bencana. Mudah-mudahan MER-C bisa memenuhi harapan FK Unimal dalam menyusun kurikulum kedokteran bencana.”
Dubes Ukraina untuk Indonesia Sampaikan Tiga Hal Ini Kepada MER-C

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad hari ini, Jum’at/25 Maret 2022 menyambangi Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta. Kunjungan Pimpinan MER-C tersebut diterima langsung oleh Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin. Sarbini mengungkapkan tujuan kunjungan MER-C adalah murni dalam kerangka kemanusiaan, tidak berkaitan dengan politik. Sebagai NGO yang berfokus pada kemanusiaan dan perdamaian serta telah memiliki pengalaman di berbagai wilayah perang dan konflik baik di dalam maupun di luar negeri, MER-C mempunyai tanggung jawab moral untuk turut mengambil peran dalam rangka mencegah bencana kemanusiaan yang lebih besar. Selain itu, pertemuan ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi langsung dari tangan pertama mengenai situasi dan permasalahan kemanusiaan yang ada. Dalam pertemuan yang berlangsung selama sekitar setengah jam tersebut, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin menyampaikan tiga hal kepada Pimpinan MER-C. “Pertama mereka meminta kami untuk mempertimbangkan pengiriman tenaga medis dan obat-obatan secepatnya ke Ukraina untuk menolong para korban. Kedua, mereka meminta kami menyampaikan kepada Pemerintah Indonesia untuk merespon bantuan kemanusiaan bagi Ukraina. Dan yang terakhir mereka berharap agar MER-C membantu menyampaikan kepada pemerintah Indonesia untuk dapat bersuara dalam rangka menghentikan segera perang berskala besar ini,” ucap Sarbini. Sebagai sebuah NGO yang berfokus pada kemanusiaan dan perdamaian, konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina turut menjadi fokus perhatian MER-C. “Hari ini kami bertemu dengan Dubes Ukraina untuk Indonesia. Kami juga sudah mengajukan pertemuan dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia. Semoga dalam waktu dekat kami bisa segera bertemu dengan Duta Besar Rusia,” harap Sarbini. Hal ini dilakukan oleh MER-C karena Rusia dan Ukraina adalah sahabat yang baik bagi Indonesia. Lebih lanjut Sarbini mengatakan bahwa Indonesia seharusnya bisa menjadi penengah dalam konflik ini. Ia juga meyakini Indonesia memiliki kemampuan itu. “Kami yakin Indonesia mampu. Segera kami akan mengkomunikasikan hasil pertemuan ini kepada Pemerintah Indonesia,” ujarnya. Jakarta, 25 Maret 2022Medical Emergency Rescue Committee
Krisis Kemanusiaan Terburuk Melanda Afghanistan, MER-C Kirim Tim Medis

SIARAN PERS MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia akan mengirimkan Tim Medisnya ke Afghanistan untuk turut membantu krisis kemanusiaan yang melanda negara tersebut. Krisis kemanusiaan yang tengah terjadi di Afghanistan dikatakan sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Hal ini menjadi fokus perhatian MER-C sebagai sebuah lembaga kegawatdaruratan medis bagi korban perang, konflik dan bencana alam untuk turut serta dan mengambil bagian dalam membantu mengatasi krisis kemanusiaan yang ada. Rangkaian upaya koordinasi dan perizinan baik dengan Kementerian Luar Negeri RI maupun Kedutaan Besar Afghanistan di Jakarta ditempuh untuk bisa segera mengirimkan Tim Medis dan bantuan awal ke negara yang tengah dikuasai oleh pemerintahan Taliban tersebut. Pada tahap awal, Tim yang akan dikirimkan adalah tim assessment yang terdiri dari dua relawan dokter, yaitu dr. Arief Rachman, SpRad (Ketua) dan dr. Muhammad Reza Saputra, SpOT. Tim dijadwalkan bertolak ke Kabul ibukota Afghanistan pada hari Minggu lusa/20 Maret 2022. Sejumlah bantuan awal obat-obatan berdasarkan daftar kebutuhan obat yang kami terima dari Kedutaan Besar RI di Kabul akan dibawa serta. Tugas utama Tim ini adalah melakukan assessment untuk memastikan kebutuhan mendesak rakyat Afghanistan terutama dalam bidang medis, memetakan jenis penyakit, kebutuhan tenaga medis dan obat-obatan serta bantuan kemanusiaan lainnya. Berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Kabul, tim akan mengunjungi sejumlah fasilitas kesehatan baik rumah sakit – rumah sakit maupun klinik Indonesia yang berada di sana. Masa tugas Tim awal direncanakan selama satu minggu ke depan. Hasil assessment Tim akan menjadi dasar untuk pengiriman tim medis lanjutan yang spesialisasinya akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan serta menetapkan program kemanusiaan jangka panjang MER-C untuk Afghanistan. Bagi MER-C ini bukan kunjungan kemanusiaan pertama ke Afghanistan. Pada tahun 2001 dan 2002 silam ketika perang melanda negeri tersebut, MER-C mengirimkan tim bedahnya menyusuri beratnya medan di Afghanistan untuk mengunjungi rumah sakit – rumah sakit dan melakukan operasi kepada para korban perang. Dua puluh tahun berlalu, kini MER-C akan datang lagi ke Afghanistan untuk kembali memenuhi panggilan kemanusiaan di sana. Dukungan dan Bantuan bagi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan dapat disalurkan melalui: BSI – ex BSM, 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 18 Maret 2022Medical Emergency Rescue Committee
Misi MER-C di Wilayah Pasca Gempa Pasaman Barat (Sumbar) Terus Berlangsung

Selama sempat dua hari kemarin tidak ada kabar, Alhamdulillah tadi malam Tim MER-C yang masih bertugas di wilayah gempa Pasaman Barat akhirnya bisa mendapat sinyal dan menghubungi MER-C Pusat di Jakarta. “Alhamdulillah kami sehat semua. Untuk di Timbo Abu (wilayah Posko MER-C) saat ini masih terjadi pemadaman listrik dikarenakan beberapa jalur listrik putus dampak dari longsor. Jaringan seluler juga masih terputus. Kami harus bergeser ke tempat lain untuk mendapatkan sinyal,” ujar Taufik, salah satu anggota Tim yang berprofesi sebagai perawat. Dr. Muhammad Zuhdi, Ketua Tim MER-C untuk Misi Medis Gempa Bumi Pasaman Barat melaporkan bahwa kegiatan pengobatan baik di posko Timbo Abu maupun mobile clinic masih terus berlangsung. Pelayanan di posko terdiri dari pengobatan, beberapa tindakan bedah minor dan infus pasien, termasuk koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Sekda, Dinkes, Dinsos, Kesdam 1 Bukit Barisan dan beberapa pihak lainnya. Bersama dengan aparat, tim MER-C sempat merujuk pasien warga terdampak gempa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut. Akses untuk keluar dari wilayah posko Tim MER-C di Timbo Abu juga sempat terputus baik dari sisi utara dan selatan, yang saat ini sedang diperbaiki secara bertahap. Dukungan dan Bantuan dapat disalurkan melalui : Rekening Kemanusiaan MER-C BSI – BSM, 701.565.8899 BCA, 686.0099339 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut: Call Center MER-C : 0811990176 Website : www.mer-c.org FB & Youtube : MER-C Indonesia Twitter & IG : @mercindonesia
MER-C Dirikan Posko Kesehatan di Timbo Abu, Pasaman Barat

Pagi ini, 28 Februari 2022 Tim Advance MER-C yang terdiri dari 7 relawan telah melaksanakan rapat koordinasi di Dinas Kesehatan bersama seluruh relawan medis yang membantu penanganan korban bencana gempa bumi Pasaman, Sumbar. Dalam rapat koordinasi tersebut ditetapkan penyebaran relawan ke wilayah-wilayah yang masih membutuhkan layanan kesehatan. Tim MER-C ditempatkan di Timbo Abu dan Mudiak Simpang, Pasaman Barat. Tim akan mendirikan pos kesehatan di Timbo Abu. Selain melayani pengobatan kepada warga terdampak bencana di posko, akan ada tim yang bertugas mobile clinic, menyusuri pelosok-pelosok wilayah gempa yang belum tersentuh bantuan. Hal ini dalam rangka melakukan pengobatan dan case finding. Kasus-kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut akan dirujuk ke Rumah Sakit. Dukungan dan Bantuan dapat disalurkan melalui : Rekening Kemanusiaan MER-CBSI – BSM, 701.565.8899BCA, 686.0099339Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C : 0811990176Website : www.mer-c.orgFB & Youtube : MER-C IndonesiaTwitter & IG : @mercindonesia
MER-C Kirim Tim Lanjutan ke Wilayah Gempa di Pasaman Sumbar
Minggu malam (28 Feb 2022) sekitar pkl 22.00, MER-C mengirimkan tim medis lanjutan ke wilayah gempa bumi Pasaman, Sumatera Barat. Tim terdiri dari1. Dr. Muhammad Zuhdi (Ketua Tim)2. Taufik Nursidik (Perawat)3. Izzati Rozi Zulmi, ST ( Tim Transportasi & Logistik)4. Abdul Qodir Muftie (Tim Transportasi & Logistik) Tim yang diketuai oleh dr. Muhammad Zuhdi, berangkat dari Jakarta dengan menggunakan armada double cabin yang diharapkan bisa memudahkan pergerakan tim ke wilayah-wilayah pelosok yang belum dan masih membutuhkan bantuan medis. Tim akan bertugas selama 1 minggu ke depan, menggantikan Tim Advance dari Padang dan Medan yang saat ini sedang bertugas di sana. Dukungan dan Bantuan dapat disalurkan melalui : Rekening Kemanusiaan MER-CBSI – BSM, 701.565.8899BCA, 686.0099339Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C : 0811990176Website : www.mer-c.orgFB & Youtube : MER-C IndonesiaTwitter & IG : @mercindonesia
Tim MER-C Tiba di Lokasi Gempa Malampah, Pasaman

Jum’at malam/25 Februari 2022, sekitar pukul 18.00 waktu setempat, Tim advance MER-C yang bergerak dari Batipuh Sumbar pasca bencana gempa bumi 6,2 SR mengguncang Pasaman dan sekitarnya pada Jum’at pagi, akhirnya tiba di lokasi bencana, tepatnya di Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman Timur. “Saat kami tiba tadi malam, belum ada bantuan yang masuk ke daerah Malampah. Nakes juga belum ada,” ungkap Wirsal, relawan perawat MER-C yang melakukan assessment awal. “Belum ada posko Induk dan media center, infonya baru hari ini katanya akan dibuat, namun belum ada gambaran di daerah mana akan dibangun. Warga membangun tenda-tenda di depan rumah mereka,” ujarnya. Akibat gempa, di daerah Malampah tepatnya di desa Guguang dilaporkan sebanyak enam warga belum ditemukan. Di desa Melayu sebanyak lima warga meninggal dunia. Empat orang diantaranya sudah dimakamkan, sementara satu orang lagi masih dalam pencarian karena tertimbun reruntuhan bangunan. Gempa susulan berskala lebih kecil masih terus terjadi. Untuk korban luka-luka ditangani di RS sekitar seperti RSUD Jambak Pasbar dan RS Yarsi. Korban yang tidak dapat ditangani dirujuk ke RS yang lebih besar seperti RS M. Djamil di Padang. Diperkirakan masih ada korban-korban di lapangan yang belum mau dan belum bisa dibawa ke RS, namun jumlahnya belum bisa dipastikan. Tim melaporkan sempat terjebak di desa terdampak karena akses menuju lokasi pada Jum’at malam sempat terputus akibat air meluap sampai ke jalan. Namun sekitar Sabtu/26 Februari 2022, pukul 4 pagi dengan bantuan alat berat akhirnya jalan dapat diakses kembali dan Tim MER-C bisa melanjutkan assessment ke desa-desa terdampak lainnya. “Di sini listrik dan jaringan internet padam total, namun untuk jaringan telepon masih ada di titik titik tertentu. Untuk masuk ke desa-desa terdampak selain jalan yang sempit aksesnya juga mendaki,” tambahnya. Sementara, lima relawan tambahan yang berangkat dari Medan masih dalam perjalanan menuju lokasi bencana. Jika diperlukan, selain tim medis umum, MER-C akan menurunkan Tim Bedah untuk membantu penanganan operasi para korban gempa. Dukungan dan bantuan bagi program ini dapat disalurkan melalui : Rekening Kemanusiaan MER-CBSI – BSM, 701.565.8899BCA, 686.0099339Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut :Call Center MER-C : 0811990176Website : www.mer-c.orgFB & Youtube : MER-C IndonesiaTwitter & IG : @mercindonesia