Gaza – Meskipun serangan kembali terjadi di Gaza Utara, MER-C tetap berkomitmen melanjutkan proses rekonstruksi Rumah Sakit Indonesia.
Di bawah pengawasan Emergency Medical Team (EMT) MER-C Indonesia ke-8 yang diketuai dr. Tonggo Meaty Fransisca, tim konstruksi lokal dan sejumlah relawan setempat juga terus melakukan proses rekonstruksi.
Pada Kamis (20/3), para pekerja mulai merapikan area sekitar gas station, membersihkan puing-puing, serta merapikan gudang RS Indonesia yang terdampak akibat serangan berkepanjangan.
Dr. Meaty mengatakan, kerusakan di RS Indonesia dan sekitarnya terjadi akibat serangan yang terus berlanjut sejak 2023, membuat fasilitas rumah sakit tidak dapat beroperasi secara maksimal. Oleh karena itu, upaya rekonstruksi dilakukan agar layanan medis dapat kembali berjalan optimal.
Ia menjelaskan, beberapa langkah lainnya yang telah dilakukan dalam proyek ini antara lain pembangunan gudang penyimpanan barang medis, penggalian tanah untuk pemasangan pipa saluran, serta pembersihan puing-puing bangunan oksigen yang sebelumnya hancur.
“Namun, kondisi keamanan yang masih tidak stabil menyebabkan beberapa proyek renovasi harus ditunda hingga situasi lebih memungkinkan,” tuturnya.
Di tengah agresi yang masih berlangsung, EMT MER-C ke-8 dan tim medis lokal berusaha tetap memastikan RS Indonesia dapat berfungsi sebagai pusat layanan kesehatan bagi masyarakat Gaza.












