Gaza – Meski dalam kondisi keamanan yang mengkhawatirkan, Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza masih terus beroperasi demi menyelamatkan nyawa para pasien. Hingga saat ini, sekitar 20 staf medis dan relawan lokal MER-C tetap bertahan di dalam rumah sakit.
Salah satu pasien yang masih dirawat adalah seorang pemuda yang mengalami patah tulang di bagian kaki. Ibunya dengan penuh haru mengungkapkan kesedihannya atas kondisi anaknya dan memohon doa serta bantuan dari masyarakat Indonesia. Ia menunjukkan kondisi anaknya yang tengah terbaring di ruang perawatan.
Selain itu, terdapat seorang anak laki-laki yang sebelumnya ditemukan tanpa keluarga di sekitar RS Indonesia. Anak tersebut kini dirawat oleh tim medis rumah sakit.
Situasi di sekitar RS Indonesia semakin memburuk sejak serangan Israel kembali meningkat pada 13 Mei 2025. Warga yang tinggal di sekitar rumah sakit terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sejak 18 Mei, pasukan Israel telah beberapa kali melakukan pengepungan dan serangan langsung ke RS Indonesia.
Terbaru, dalam 24 jam terakhir, RS Indonesia dikepung dari semua sisi. Suara tembakan dan ledakan terdengar nyaring tanpa henti. sementara pasukan Israel dilaporkan mulai menghancurkan hampir semua bangunan di semua sisi area rumah sakit termasuk area belakang gedung Nour Khabi yang jaraknya kurang dari 100 meter dari RS Indonesia.
Dari malam hari hingga pagi ini, listrik di RS Indonesia juga padam total.
Gedung Nour Al Kabi merupakan bagian dari layanan pendukung yang dibangun oleh Qatar setelah RS Indonesia berdiri. Fasilitas milik manajemen RS Indonesia ini berfungsi sebagai tempat cuci darah.
Di tengah situasi mencekam, para staf dan relawan tetap bertahan untuk menyelamatkan para korban yang masih membutuhkan pertolongan.
silakan lihat di link ini
https://www.instagram.com/reel/DJ_D8nHTFTe/?igsh=OGdubjlzNXM5a2Fv
https://x.com/mercindonesia/status/1925797702706610268?s=46
https://www.facebook.com/share/v/16WEkBasa7/?mibextid=wwXIfr










