MER-C dan Masyarakat Galela Bersama-Sama Bangun RS

Selain pembangunan sarana kesehatan di Gaza (Palestina) dan Rakhine (Myanmar), MER-C juga tengah melakukan pembangunan sarana kesehatan di dalam negeri, tepatnya di sebuah daerah bernama Galela, yang terletak di kabupaten Halmahera Utara, provinsi Maluku Utara. Berbeda dengan pembangunan sarana kesehatan di wilayah lain, pembangunan RS di Galela dilakukan MER-C bersama-sama dengan masyarakat setempat. Sejak awal masyarakat setempat sangat bersemangat dan ikut bergotong royong membantu pekerjaan pembangunan juga penggalangan dana bagi Rumah Sakit ini. Di atas tanah seluas 4.000 m2 wakaf dari salah seorang warga, pembangunan struktur rumah sakit yang tepatnya berada di desa Towara sudah mencapai 70%. Sementara untuk bagian bangunan yang sudah dapat difungsikan baru mencapai 30%. Keberadaan sebuah rumah sakit memang sangat dibutuhkan oleh warga Galela. Hal ini dikarenakan belum terdapat Rumah Sakit di wilayah ini. Apabila masyarakat membutuhkan pengobatan dan penanganan medis lebih lanjut, maka mereka harus menempuh perjalanan ke Tobelo atau bahkan ke Ternate. Dengan donasi yang ada, saat ini pekerjaan pembangunan terus berlanjut berupa plesteran dinding bangunan bagian belakang yang dikerjakan oleh para pekerja dari warga lokal. MER-C bersama-sama masyarakat setempat terus berupaya untuk merampungkan pembangunan dan pengadaan alat kesehatan agar RS Galela dapat segera berfungsi memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Galela dan sekitarnya yang membutuhkan. Dukungan dan donasi Sahabat bagi pembangunan dan pengadaan alat kesehatan RS Galela di Halmahera Utara, Maluku Utara, dapat disalurkan melalui : BNI, 014.060.0983 BCA, 686.033.9933 Mandiri, 124.000.8111990 BNI Syariah, 888.7775.583 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk Orang-orang yang Paling Membutuhkan|
Bencana Sinabung, Tim MER-C Siaga dan Bergerak Membantu Warga

Menyusul bencana alam yang terjadi di Kabupaten Karo, yakni erupsi gunung Sinabung pada tanggal 19 Februari 2018 lalu, MER-C melalui cabangnya di Medan, Sumatera Utara langsung melakukan koordinasi dengan BPBD setempat. Esoknya pada tanggal 20 Februari 2018, MER-C mengirimkan tim relawan medis untuk melakukan assesment ke lokasi bencana. Tim terdiri dari dua dokter umum dan empat perawat terampil khususnya di bidang kegawatdaruratan. Dari hasil diskusi dengan BPBD kabupaten Karo didapat informasi bahwa daerah yang terdampak paling parah akibat erupsi gunung Sinabung kali ini adalah kecamatan Payung dan kecamatan Tiganderket. Tim MER-C segera melanjutkan perjalanan menuju dua lokasi terparah tersebut untuk memantau langsung kondisi di lokasi bencana. Kepada Tim MER-C, Kepala Puskesmas kecamatan Payung menyampaikan bahwa saat ini belum ada masalah kesehatan di wilayah nya tetapi kemungkinan dalam 3 – 5 hari ke depan akan ada masalah gangguan kesehatan yakni ISPA akibat erupsi. Bantuan yang sangat dibutuhkan saat ini adalah obat-obatan khususnya obat batuk cair dan tetes mata. Bantuan masker juga sangat diperlukan karena debu erupsi yang masih sangat tebal. Hal yang sama juga terjadi di kecamatan Tigandetket. Pada kesempatan ini, Tim MER-C menyerahkan bantuan masker kepada Puskesmas untuk didistribusikan kepada masyarakat korban terdampak bencana yang membutuhkan. Di akhir perjalanan tim juga mengunjungi da melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten Karo untuk menyampaikan rencana tindak lanjut dari hasil asessment. MER-C akan kembali menurunkan tim medis pada hari Minggu tanggal 25 Februari 2018 mendatang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan umum bagi masyarakat korban bencana di kecamatan Payung. Bagi Bapak/Ibu/Sahabat yang ingin berpartisipasi menyalurkan bantuan bagi Korban Bencana Erupsi Sinabung dapat menghubungi MER-C di: MER-C Cabang Medan, Jl. Setia Budi Komplek Ruko Milala Mas No. B-22, Kel. Tanjung Rejo, Kec. Medan Sunggal. No HP : 08116400202 Bantuan Donasi dapat disalurkan melalui rekening amanah Kemanusiaan: BSM, 7074585099 An. MER-C CABANG MEDAN Info : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk Orang-orang yang Paling Membutuhkan|
Lika-liku Pembangunan RS Indonesia di Rakhine, Myanmar

Membangun di daerah konflik memang berbeda dengan membangun di daerah aman, dimana semua bisa diprediksi atau diperkirakan sesuai dengan yang direncanakan. Tidak terkecuali pembangunan sarana kesehatan RS Indonesia yang saat ini sedang dibangun di Rakhine State, Myanmar, tempat dimana banyak terjadi konflik horizontal. Site Manager RS Indonesia, Ir. Nur Ikhwan Abadi melaporkan bahwa pembangunan Rumah Sakit Indonesia tepatnya di Myaung Bwe Village, Mrauk U Township, Rakhine State, sudah mencapai lebih dari 21 persen. Setelah pekerjaan fondasi selesai, tahap berikutnya adalah pekerjaan timbunan dan tie beam yang diperkirakan akan selesai dalam dua minggu kedepan. Direncanakan pembangunan bangunan seluas 2.100 meter persegi ini akan selesai dalam waktu 10 bulan. Namun pekerjaan sempat beberapa kali terhambat akibat situasi yang tidak bisa diprediksi. Seperti perizinan material untuk datang ke Mrauk U. Material-material khusus seperti plate, h beam, anchor bolt dan lainnya harus didatangkan dari luar Rakhine. Material tersebut memerlukan perizinan khusus dari pemerintah yang memerlukan waktu. Ditambah lagi setidaknya diperlukan 2-3 hari perjalanan darat untuk mengangkut material tersebut ke lokasi pembangunan RS Indonesia di Myaung Bwe. Material lain yang memerlukan perizinan khusus adalah tanah timbunan. Mengambil tanah untuk timbunan bangunan seluas lebih dari 2.000 meter persegi tersebut memang tidak mudah. Hal ini dikarenakan tanah timbunan diambil dari bukit-bukit yang mengelilingi Mrauk U dimana di atasnya banyak terdapat peninggalan bersejarah. Untuk mendapatkan izin pengambilan tanah urugan ini diperlukan perizinan 3 departeman, salah satunya adalah Departemen Arkeologi, yang sangat ketat membatasi pengambilan tanah yang dianggap akan merusak situs bersejarah. Namun semua ini tidak menyurutkan semangat tim pembangunan RS Indonesia. Pekerjaan harus terus dilakukan dan amanah dari rakyat Indonesia harus segera disampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan di Rakhine. Semoga Allah memberikan pertolongan dan kemudahan agar amanah rakyat Indonesia berupa bangunan Rumah Sakit ini bisa segera terealisasi. Dukungan dan Donasi Sahabat untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia / @rsindonesia Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia Call Center : 0811990176 |Humanity for Peace| |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|
Dubes Palestina Dukung Pengembangan Bangunan RS Indonesia di Gaza

Jakarta, MINA – Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shoun menyatakan dukungannya pada program lembaga kemanusiaan kegawatdaruratan Indonesia Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk Palestina, perihal rencana pengembangan dan penambahan dua lantai Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza dan rencana baru pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Tepi Barat, Palestina. “Saya sangat mengapresiasi rencana ini, rakyat Indonesia memiliki kepedulian besar pada rakyat Palestina, masalah kesehatan merupakan hal terpenting yang saat ini menjadi fokus pemerintah Palestina,” ujar Zuhair saat menerima audiensi Tim MER-C di Kedutaan Besar Palestina, Selasa (13/2). Zuhair menegaskan, dirinya siap membantu untuk berkomuniasi dengan Menteri Kesehatan Palestina Dr. Jawad Awwad untuk membicarakan rencana pengembangan rumah sakit tersebut. Kepada Dubes, Presidium Mer-C, dr. Arief Rachman Sp.Rad. mengatakan, disain pengembangan RSI untuk lantai 3 dan 4 sedang difinalisasi oleh tim arsitek MER-C. Luas bangunan tiap lantai sekitar 3.000 meter persegi sehingga untuk dua lantai luas keseluruhan akan mencapai 6.000 meter persegi. Seperti pembangunan sebelumnya yang dilakukan oleh relawan konstruksi dari Indonesia di tahun 2015, kali ini MER-C juga berharap dapat melakukan hal serupa. Dukungan dan donasi untuk Amanah Pengembangan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0153678; Bank Mandiri, 124.000.8111.925; BSM, 700.1352.061; BNI Syariah, 081.119.2973; BMI, 358.000.1720; dan BRI, 033.501.0007.60308 a/n Medical Emergency Rescue Committee.(RA-1/B05/RS1) Sumber : http://www.mirajnews.com/2018/02/dubes-palestina-dukung-pengembangan-bangunan-rs-indonesia-di-gaza.html
Pembangunan RS Indonesia di Rakhine (Rohingya) Myanmar Terus Berjalan

Sejak dimulai pada bulan November 2017, pembangunan bangunan utama RS Indonesia yang terletak di Myaung Bwe Village, Mrauk U Township, Rakhine State, Myanmar terus berjalan. Progress pembangunan saat ini sudah dalam tahap back filling (penimbunan tanah) dan compacting (pemadatan). Pembangunan bangunan utama RS Indonesia akan memakan waktu 10 bulan dan diperkirakan selesai pada bulan September 2018. Dua insinyur Indonesia yang sudah berpengalaman membangun RS Indonesia di Jalur Gaza (Palestina) ditugaskan untuk mengawasi seluruh proses pembangunan RS ini hingga selesai. Dukungan dan donasi Sahabat bagi program pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui : Mandiri, 124.000.8111.982 BSM, 700.130.6833 BCA, 686.028.0009 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut : Website : www.mer-c.org Facebook : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik| #RSIndonesiadiRakhineMyanmar #PeduliUntukKemanusiaanYangLebihBaik
MER-C Cabang Gaza Mulai Distribusikan Bantuan Selimut untuk Musim Dingin

y;”> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Gaza, Relawan MER-C Cabang Gaza yang dipimpin oleh Reza Aldilla Kurniawan mulai distribusikan secara bertahap bantuan selimut hangat dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza. y;”>”Seperti sebelumnya, keluarga syuhada, masyarat miskin dan korban agresi milter Israel menjadi kalangan yang diprioritaskan dalam program bantuan musim dingin tahun ini,” ujar Reza, relawan asal Indonesia yang masih bertugas di Jalur Gaza dan masih menempuh pendidikan di Universitas Islam Gaza. Ucapan terima kasih disampaikan warga Gaza kepada para donatur dan rakyat Indonesia untuk kepeduliannya. Kami mengajak masyakat Indonesia untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap perjuangan saudara-saudara kita di Jalur Gaza, Palestina. Donasi amanah program Kemanusiaan Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui: BCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee #MERCCabangGaza #ProgramKemanusiaanGaza #BantuanMusimDingin #OurLoveForPalestine Info: Website : www.mer-c.org Facebook : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan bagi Orang-orang yang paling Membutuhkan|
Bantu Deteksi Kanker Payudara, MER-C Sumbang Alat Mammography untuk Gaza

Satu set alat mammography sumbangan rakyat Indonesia tiba di Jalur Gaza, tepatnya pada 13 November 2017 lalu. Alat kesehatan senilai $ 67,500 atau setara lebih dari Rp 900 juta dapat terwujud berkat donasi yang masuk ke amanah Kemanusiaan Gaza. Alat ini akan melengkapi fasilitas kesehatan di Jalur Gaza bagian selatan, yaitu Al Rahma Medical Center di Khan Younis. Menurut dr. Arief Rachman, SpRad, anggota Presidium sekaligus Tim Pengadaan Alat Kesehatan RS MER-C, mammogram adalah alat radiologi yang dapat digunakan untuk screening dan diagnosis kelainan di payudara, terutama kanker. Selain mammogram, alat radiologi lain berupa CR (Computed Radiography) juga disumbangkan untuk memodernisasi sistem radiologi di fasilitas kesehatan tersebut. Kedua alat kesehatan ini diproduksi dan diimpor langsung dari Eropa melalui supplier lokal di Gaza. “Dengan sistem digital ini, diharapkan layanan radiologi di Al Rahma Medical Center semakin efisien dan maju,” ujar Arief. Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan bahwa dari 3.927 kasus kanker baru pada tahun 2015, kanker payudara menempati urutan teratas, pada wanita kanker jenis ini juga menjadi penyebab kematian tertinggi. “Bantuan alat mammography sangat bermanfaat membantu program kami melakukan penyadaran mengenai kanker payudara dan membantu wanita Gaza mendapatkan akses pemeriksaan untuk deteksi dini kanker” papar Jamal perwakilan dari Al Rahma Charity Association. Ia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat Indonesia untuk bantuan dan dukungan yang telah diberikan. “Bantuan ini akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya kepada warga di Jalur Gaza bagian Selatan,” ujar Jamal. “Kami berdoa kepada Allah SWT semoga menerima kebaikan masyarakat Indonesia dan menjadi catatan di hari akhir,” tambahnya. Dukungan dan donasi bagi amanah Kemanusiaan Gaza lainnya seperti bantuan musim dingin, bantuan paket sekolah, program ifthar dan bantuan logistik untuk Ramadhan dan Idul Fitri dapat disalurkan melalui: BCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 Atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info: Website : www.mer-c.org Facebook : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk Orang-orang yang Paling Membutuhkan|
Gubernur DKI Jakarta Dukung Program MER-C untuk Palestina

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyatakan dukungannya pada program MER-C untuk Palestina, khususnya rencana pengembangan dan penambahan 2 lantai RS Indonesia yang terletak di wilayah yang masih berkecamuk, Jalur Gaza, Palestina. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi Tim MER-C di Balaikota, Senin (18/12). “Ini adalah sebuah ikhtiar mulia membela perjuangan warga Palestina untuk meraih kemerdekaan. MER-C sudah menjadi wakil kita di garda terdepan hadir langsung di tanah Palestina untuk memastikan bahwa warga Palestina terjamin kesehatannya,” ujar Anies. Lebih lanjut menurut Anies bahwa ikhtiar melalui rumah sakit adalah sesuatu yang menjadi kebutuhan mendasar, apalagi di zona dimana pertempuran masih berlangsung. “Saya ikut bangga, saya salut dan insya Allah akan dukung terus,” tegas Anies. “Kita semua perlu mendukung MER-C,” tambahnya. Ir. Faried Thalib, Pimpinan pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina memaparkan bahwa disain pengembangan RSI untuk lantai 3 dan 4 sedang difinalisasi oleh Tim Arsitek MER-C. Luas bangunan per lantai sekitar 3.000 meter persegi sehingga untuk 2 lantai luas keseluruhan akan mencapai 6.000 meter persegi. Seperti pembangunan sebelumnya yang dilakukan oleh relawan konstruksi dari Indonesia, kali ini MER-C juga berharap dapat melakukan hal serupa. “Kita akan mengirimkan sekitar 15 – 20 relawan ke Jalur Gaza, yang sudah berpengalaman untuk melakukan pembangunan lantai 3 dan 4 RSI”, terang Faried. Tidak hanya pengembangan ruangan, untuk melengkapi RSI sebagai RS utama di Jalur Gaza bagian utara, dengan dukungan rakyat Indonesia MER-C juga akan penambahan alat-alat kesehatan berupa tempat tidur dan alat lainnya. Bahkan bila dana mencukupi, MER-C akan melengkapi RSI dengan MRI. Audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta ini diikuti oleh dr. Sarbini Abdul Murad (Presidium), dr. Joserizal Jurnalis, SpOT (Presidium), Ir. Faried Thalib (Presidium), Ir. Idrus M. Alatas (Ketua Divisi konstruksi), Drs. Ichsan Thalib (Divisi Konstruksi), Geisz Chalifah, Ir. Rizal Syarifudin (Divisi Konstruksi), Ir. Luly Larissa (Divisi Penggalangan Dana), dan Rima Manzanaris (Manajer Operasional MER-C). Dukungan dan Donasi untuk Amanah Pengembangan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111.925 BSM, 700.1352.061 BNI Syariah, 081.119.2973 BMI, 358.000.1720 BRI, 033.501.0007.60308 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info: Website : www.mer-c.org Facebook : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176
GAZA DAN TEROR MUSIM DINGIN

Lebih dari 10 tahun sudah Gaza dengan 2 juta warganya hidup dalam penjara Israel bernama blokade, penutupan pintu-pintu perbatasan antara Gaza dan dunia luar telah melahirkan berbagai krisis kemanusiaan dan penderitaan tak berujung. Ratusan terowongan bawah tanah yang selama ini dijadikan alternatif oleh warga Gaza untuk mensuplai barang kebutuhan juga telah dihancurkan. Hari ini, warga Gaza di Palestina sedang menjalani masa-masa terburuk dalam sejarah penjajahan Israel atas mereka. Tidak berhenti sampai disitu, warga Gaza juga harus menghadapi penderitaan tahunan, sebuah teror bernama cuaca ekstrim di musim dingin. Saat ini, musim dingin telah tiba. Menguji kesabaran dan ketahanan warga Gaza, para korban kekejaman. Agresi Israel yang telah meluluh lantahkan tempat tinggal mereka. Tidak ada persiapan yang seimbang bagi mereka untuk menghadapi teror musim dingin ini, terutama kalangan anak-anak dan manula yang sensitif terhadap cuaca ekstrim. Bantuan logistik musim dingin yang biasa dikirim oleh negara-negara tetangga (negara teluk) tidak bisa lagi terlalu diharapkan dikarenakan suhu politik dan konflik internal akut yang sedang menjangkiti negara-negara donatur tersebut saat ini. Dan sekali lagi, itu berarti warga Gaza harus berjuang sendirian untuk mempertahankan eksistensi kehidupan mereka. Dalam kondisi semacam ini, tidak banyak hal yang bisa diharapkan oleh warga Palestina di Gaza yang bisa meringankan beban mereka di musim dingin. Namun, bicara masalah harapan, bisa dibilang “Indonesia” masih berada di posisi teratas dari sedikitnya harapan yang dimiliki warga Gaza saat ini. Selain RS Indonesia yang selama 2 tahun ini telah hadir berdiri dengan megah di bumi perjuangan Gaza, Palestina…. Menjadi harapan untuk ikhtiar pengobatan bagi warga Gaza khususnya bagian utara…. Simbol persaudaraan dan dukungan jangka panjang Indonesia untuk Palestina… MER-C juga akan menyalurkan bantuan selimut untuk bisa meringankan penderitaan dan membantu warga Gaza melalui masa-masa sulit di musim dingin tahun ini. Satu lembar selimut hangat akan menjaga anak-anak Gaza dari ganasnya cuaca dingin yang terus mengintai. MER-C Cabang Gaza akan menyalurkan langsung bantuan Anda untuk warga Gaza yang membutuhkan… Salurkan kepedulian anda melalui rekening donasi Amanah Kemanusiaan Gaza, Palestina : BCA, 686.033.5555 Bank Mandiri, 124.000.3753.754 BSM, 700.290.5803 An. Medical Emergency Rescue Committee Info: Website : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk orang-orang yang paling Membutuhkan|
Penggalian Pondasi RS Indonesia di Rakhine Capai 50 Persen

Dalam rangka memberikan bantuan jangka panjang bagi masyarakat korban konflik di Rakhine State, Myanmar, pembangunan Rumah Sakit Indonesia tepatnya di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State terus berlanjut. Ir. Nur Ikhwan Abadi, Site Manager RSI, melaporkan bahwa pekerjaan pembangunan bangunan utama RS Indonesia berukuran sekitar 2.100 m2 saat ini dalam tahap penggalian pondasi dengan progress mencapai lebih 50 persen. “Progress penggalian pondasi rumah sakit sudah lebih dari 50 persen. Lebih dari 100 pondasi sudah selesai dari 200 pondasi yang direncanakan. Pondasi yang sudah dicor sampai dengan hari ini mencapai 10 titik,” terang Ikhwan. “Para pekerja lokal yang terdiri umat Muslim dan Budha saat ini masih terus merakit besi-besi untuk pondasi, galian pondasi dan pengecoran lantai kerja (lean conrete) untuk lubang pondasi yang sudah selesai,” tambahnya. Ditanya tentang kendala di lapangan, Nur Ikhwan menjelaskan bahwa sampai saat ini tidak ada kendala berarti dalam proses pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine, baik material maupun hal lainnya. “Material sampai sekarang tidak ada masalah. Seminggu yang lalu besi-besi sudah datang lagi 7 ton. Batu dan pasir juga baru masuk 10 truk.” Meskipun sempat ada informasi temuan tiga bom di Mrauk U beberapa hari sebelumnya, bahkan satu bom sempat meledak yang menargetkan salah seorang Menteri saat sedang lewat di Mrauk U, namun menurut Ikhwan hal ini juga tidak mempengaruhi proses pembangunan. “Karena adanya informasi bom tersebut, memang kami sempat didatangi petugas keamanan setempat untuk ditanya identitas dan izin, namun Alhamdulillah kejadian ini tidak mengganggu proses pembangunan, pembangunan RS Indonesia tetap berjalan.” Ir. Nur Ikhwan Abadi (Site Manager) bersama Ir. Ahmad Fauzi (Site Engineer), keduanya adalah insinyur yang ditugaskan untuk mengawasi pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar hingga pembangunan rumah sakit selesai. Para insinyur ini dipercaya untuk mengawal pembangunan RS Indonesia di Rakhine karena keduanya sudah berpengalaman dalam pembangunan RS Indonesia di wilayah perang Jalur Gaza, Palestina. Setiap hari, Ikhwan dan Fauzi mengunjungi lokasi pembangunan untuk mengawasi para pekerja dari kontraktor lokal yang berjumlah 30 – 40 orang per harinya. Pembangunan bangunan utama RS Indonesia diperkirakan memakan waktu hingga 10 bulan ke depan. Dukungan dan bantuan bagi program ini dapat disalurkan melalui : Mandiri, 124.000.8111.982 BSM, 700.1306.833 BCA, 686.028.0009 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info: Webiste : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 |Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|