MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Serahkan Sejumlah Bantuan untuk Pengungsi Rohingya di Tapaktuan dan Lhokseumawe

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyerahkan sejumlah bantuan untuk pengungsi Rohingya di kamp pengungsian Tapaktuan dan Lhokseumawe pada Jumat, 15 November 2024. Pengungsi Rohingya di GOR Tapaktuan, Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, menerima bantuan berupa 30 botol obat cacing, dan penjelasan tentang bahaya penyakit cacingan pada anak-anak usia 2-5 tahun. Peralatan mandi seperti ember untuk menampung air, alat kebersihan seperti sapu, autan, dan kain sarung serta 10 buah Al-Qur’an. “Penyakit cacingan ini akan sangat memungkinkan terjangkit pada anak-anak pengungsi Rohingya, dikarenakan tingkat kebersihan dan pola hidup yang kurang sehat di kamp pengungsian,” ujar Project Manager MER-C for Rohingya, Ira Hadiati. Ira mengatakan MER-C juga memberi bantuan tujuh tangki air bersih sebanyak 35 ribu liter bagi pengungsi Rohingya yang ditampung di bekas gedung Imigrasi Lhokseumawe, karena saat ini pengungsi Rohingya di kamp tersebut sedang mengalami kekurangan air bersih. Terkait rencana program bantuan lanjutan, Ira mengatakan hal ini tergantung situasi kondisi pengungsi. Ia juga mengatakan pekan ini akan fokus melakukan advokasi bersama UNHCR dan LSM lainnya untuk meminta pemerintah menentukan lokasi tetap bagi pengungsi Rohingya yang terdampar di Aceh, sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanannya ke negara yang dapat menampung mereka.

MER-C Kunjungi PBNU Bahas Peluang Kerja Sama Kemanusiaan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Rabu (13/11) berkunjung ke Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, untuk berdiskusi dan membahas peluang kerja sama dalam isu kemanusiaan. Kedatangan Tim MER-C yang dipimpin Presidium dr. T. Meaty Fransisca diterima oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H.M. Silahudin, Sekretaris LAZISNU PBNU H. Moesafa, Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU H. Qohari Cholil, Manajer Fundraising NU Care-LAZISNU PBNU Wahyu Nurhadi.  Dalam kesempatan itu, Presidium MER-C menjelaskan terkait tujuan kunjungan MER-C yaitu untuk silaturahim, berdiskusi, dan membahas peluang kerja sama terutama di bidang kemanusiaan.  “Kami berharap, melalui pertemuan ini kita dapat saling berdiskusi, mengulas potensi kerjasama yang bisa dijajaki agar hubungan antar kedua lembaga ini dapat terjalin dengan baik,” kata dr. Meaty. Dr. Meaty juga menjelaskan terkait program baik yang telah maupun yang sedang dikerjakan oleh MER-C, salah satunya saat ini MER-C sedang fokus mengirimkan bantuan tim medis ke Jalur Gaza Palestina. “Jadi relawan kami memang sifatnya unpaid volunteer , yang mendedikasikan waktu serta tenaganya untuk kemanusiaan tanpa dibayar, atau kami biasa menyebutnya jihad profesi,” kata dr. Meaty. Wasekjen PBNU H.M. Silahudin menyambut baik kunjungan MER-C sehingga dapat mengenal lebih baik, saling berdiskusi dan membahas peluang untuk saling bekerja sama. Ia juga sangat mengapresiasi dengan kerja kemanusiaan yang telah dilakukan oleh MER-C. “Sebelumnya kami sudah mendengar tentang MER-C tapi memang tidak secara langsung, hanya melalui media. Kami tahu kerja MER-C dan kami mengapresiasi jihad profesi yang dilakukan oleh relawan- relawan MER-C,” ujarnya. Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU PBNU juga turut menyampaikan bahwa menurutnya MER-C memiliki dedikasi tinggi, dimana tidak hanya memberikan bantuan tapi juga turun langsung di daerah konflik. “ini adalah keistimewaan MER-C yang tidak dimiliki oleh lembaga kemanusiaan lainnya,” ujarnya. Ia pun mengungkapkan, LAZISNU juga sudah sejak lama memberikan bantuan di Palestina dan sejumlah wilayah bencana atau negara konflik  lainya. Di Palestina sendiri, bahkan jauh sebelum agresi dimulai Oktober lalu, mereka telah memberikan bantuan berupa logistik seperti makanan, pakaian, kebutuhan dasar dan personal hygiene .

MER-C Hadiri Global Meeting EMT WHO 2024 di Abu Dhabi

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menghadiri Global Meeting Emergency Medical Team (EMT) WHO 2024 yang digelar di Abu Dhabi pada 5-7 November. Tim MER-C diwakili oleh tiga orang yaitu Ketua EMT MER-C dr. Arief Rachman, SpRad, Liason Officer MER-C Marissa Noriti dan relawan medis MER-C drg. Elisabeth L. Sarri. “Dalam kegiatan ini dari WHO dan pihak-pihak yang sudah menjadi EMT Internasional berkumpul membicarakan mengenai global health emergency dan juga hal-hal lain yang terkait respon terhadap penanggulangan kegawatdaruratan medis di seluruh belahan dunia, dan topik tahun ini membicarakan dampak perubahan iklim terhadap kegawatdaruratan, yang akan bedampak pada kehidupan manusia,” ujar dr. Arief. Ia mengatakan, MER-C sebagai lembaga kesehatan yang juga akan menjadi bagian EMT menghadiri pertemuan ini untuk mempelajari sistem yang nanti diberlakukan dan lebih mengenal lingkungan EMT. “Sertifikasi mungkin akan kita lakukan di tahun depan, kita berdoa agar proses ini berjalan lancar dan mendapat kemudahan. Setelah tim medis EMT tersertifikasi menjdi EMT Internasional maka akan semakin memudahkan kita memberikan bantuan pelayanan utamanya di level internasional,” tuturnya. Pertemuan Global EMT WHO ke-6, diselenggarakan oleh Departemen Kesehatan Abu Dhabi (DoH), yang digelar untuk meningkatkan kapasitas global dalam memberikan layanan kesehatan berkualitas tinggi selama krisis. Pertemuan ini menarik lebih dari 1.300 peserta dari 140 negara yang terdiri dari para ahli dalam manajemen darurat, pengobatan bencana, dan bantuan kemanusiaan untuk memajukan kemampuan tanggap dan kesiapsiagaan darurat kesehatan global. Secara keseluruhan, pertemuan ini menghadirkan lebih dari 130 pembicara regional dan internasional, menyelenggarakan 30 sesi teknis, dan memamerkan inovasi dari 26 peserta pameran. Pertemuan tersebut telah menyediakan platform yang ideal untuk membangun kemitraan strategis di antara para ahli kedokteran darurat dan lembaga-lembaga khusus di seluruh dunia.  Selama tiga hari, para peserta terlibat dalam sesi teknis yang membahas standar operasional, praktik inovatif, dan kemajuan terbaru dalam layanan medis darurat di bawah empat tujuan strategis yaitu Tata Kelola, Kepemimpinan dan Kemitraan, Tanggap Darurat dan Pengembangan Kapasitas, Penetapan Standar dan Jaminan Kualitas, serta Penelitian dan Inovasi.

MER-C Sambut Kepulangan Dua Relawan, Fikri dan Reza dari Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyambut kepulangan dua relawan, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan, yang baru saja tiba dari Jalur Gaza.  Fikri dan Reza keluar dari Gaza sejak 29 Oktober 2024 dan tiba di Indonesia pada 12 November 2024. Kedatangan keduanya disambut oleh Ketua Presidium MER-C Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD., Sp.Em., Presidium DR. Ir. Ahyahudin Sodri, M.Sc., Ketua EMT MER-C dr. Arief Rachman, SpRad., beserta relawan dan staf MER-C, juga keluarga dan kerabat di Bandara Sorkarno-Hatta, Jakarta, Selasa (12/11).  Reza dan Fikri mengaku senang bisa kembali ke tanah air dan bertemu keluarga, tapi di sisi lain sedih karena harus meninggalkan warga Gaza di tengah agresi penjajah Israel yang masih berlangsung.  “Nanti jika ada kesempatan lagi, tentu kami ingin bisa kembali ke Gaza. Kepulangan kami ke Indonesia ini akan kami gunakan untuk belajar lebih banyak, sehingga jika nanti kembali ke Gaza bisa lebih bermanfaat lagi,” ujar Fikri.  Keduanya juga mengajak masyarakat untuk terus menyuarakan kondisi terkini di Palestina, melakukan aksi boikot untuk mencegah Israel lebih banyak melakukan pembunuhan dan penyerangan, juga untuk terus menyalurkan donasi khususnya untuk pembangunan kembali Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza.  Reza telah berada di Jalur Gaza sejak 15 Februari 2013 dan Fikri sejak 16 Februari 2020. Keduanya aktif sebagai relawan MER-C yang bertugas menyalurkan amanah donasi dari masyarakat Indonesia, serta memberikan informasi terkini terkait situasi di Jalur Gaza. Fikri dan Reza telah beberapa kali melakukan evakuasi selama agresi Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023. Keduanya pertama kali terpaksa mengungsi dari RS Indonesia di Gaza Utara ke Gaza Selatan pada 22 November 2023.

MER-C Beri Bantuan dan Layanan Kesehatan untuk Pengungsi Rohingya

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memberikan sejumlah bantuan dan layanan Kesehatan untuk pengungsi Rohingya yang berada di penampungan sementara di Lapangan Sepak Bola Desa Seuneubok Rawang, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur. Tim dipimpin Project Manager MER-C for Rohingya, Ira Hadiati, S.H., yang secara langsung menyerahkan bantuan pada Kamis, 7 November 2024.  Saat ini, jumlah pengungsi Rohingnya di penampungan sementara tersebut sebanyak 63 orang termasuk anak-anak, yang mendarat di Aceh pada 31 Oktober 2024. Di lokasi tersebut terdapat 29 orang pengungsi yang telah 9 bulan di Aceh Timur sejak 1 Februari 2024. Ira mengatakan, bantuan diberikan MER-C berupa 31 kain sarung laki-laki, 32 mukena untuk perempuan, 63 psc/lembar sajadah, 10 mushaf ⁠Alquran, 5 psc pakaian anak-anak, 15 botol obat kutu peditox, 5 sisir kutu, 20 test pack (tespek), 50 cup tespek, dan 12 botol inai. Sejumlah pengungsi Rohingya laki-laki langsung menggunakan kain sarung dan sajadah yang diberikan MER-C untuk shalat. Mereka juga mengaji atau membaca ayat-ayat suci Alquran menggunakan mushaf bantuan MER-C. Melihat hal itu, Ira merasa bahagia dan bersyukur karena bantuan yang diberikan bermanfaat untuk pengungsi Rohingya. “Salah satu bagian dari rehabilitasi mental mereka adalah mengembalikan mereka untuk berserah diri (tawakal) kepada Allah,” ujar Ira Hardiati.    Sebagai bentuk kepedulian, MER-C telah beberapa kali menyalurkan bantuan untuk pengungsi Rohingya yang tersebar di beberapa pengungsian di Aceh. Sejumlah bantuan yang diberikan antara lain sembako dan obat-obatan, bantuan paket higienis untuk dewasa dan anak-anak, perlengkapan ibadah, pembanguan sumur dan fasilitas sanitasi. Ira sebelumnya mengatakan, program bantuan dan layanan kesehatan dari MER-C dilakukan karena masih banyak pengungsi Rohingya yang mendarat di Aceh dengan kondisi memprihatinkan.

MER-C Terima Donasi untuk Palestina dari Sekolah dan Masjid Al Ittihad

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menerima donasi untuk Palestina yang diserahkan oleh Sekolah dan Masjid Al Ittihad Legenda Wisata, Cibubur, Jumat (8/11). Serah terima donasi dilakukan di SD Al Ittihad dan diterima langsung oleh Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris.  Hafsah, Guru SD Al Ittihad yang menginisiasi penggalangan donasi untuk Palestina dari para siswa mengatakan percaya dengan MER-C untuk menyalurkan bantuan ini, karena melihat MER-C cukup aktif membantu dan menyalurkan bantuan ke Palestina. “Saya lihat MER-C terpercaya, amanah dan sudah besar, saya juga dapat rekomendasi dari teman yang pernah bekerja sama dengan MER-C, insya allah kami Al Ittihad mempercayakan tim MER-C agar menyampaikan donasi ini ke sahabat-sahabat di Palestina,” kata Hafsah. Ia mengatakan, donasi dikumpulkan dari anak-anak selama satu bulan, dengan tujuan agar mereka dapat merasakan dan membantu serta menyemangati sahabat-sahabat di Palestina, sehingga mereka tahu anak-anak di sana butuh perhatian dan bantuan. “Mudah-mudahan dengan kita memanggil MER-C donasi ini bisa tersalurkan di sana membantu mereka yang memang benar benar butuh,” tuturnya. Hal serupa juga disampaikan perwakilan dari Masjid Al Ittihad Aida Puspita Sari Rangkuti, yang berharap dana yang terkumpul dari jamaah Masjid bisa membantu dan berkah serta bermanfaat untuk warga Palestina.

Relawan MER-C Bagikan Pengalaman saat Bertugas di Gaza dalam Acara #INAforPalestINA VOL. II

Relawan MER-C Ita Muswita membagikan pengalamannya saat bertugas sebagai tim Medis di Jalur Gaza, Palestina, dalam acara  #INAforPalestINA VOL. II; Axis of Resistance yang digelar oleh Koalisi Aktivis Musisi dan Seniman (KOMS) Indonesia, Rabu (6/11), di Jakarta Selatan. Dalam Diskusi Lintas Kemanusiaan, Ita mengatakan, Jalur Gaza terbagi menjadi tiga wilayah yaitu utara, tengah dan selatan. Saat ia masuk Jalur Gaza pada 18 Maret 2024, Gaza Utara masih dalam blokade ketat penjajah Israel, sehingga ia ditugaskan di wilayah selatan, tepatnya di Rafah. Namun karena masifnya pengeboman, akhirnya Ita dan Tim harus berpindah ke beberapa tempat, sampai ke Al Mawasi di Gaza Tengah, bersama-sama dengan warga Palestina yang mengungsi. Ita mengaku mendapat kesan mendalam selama bertugas di Gaza, di antaranya tentang situasi belajar dan diskusi antara siswa dan guru yang sangat menyenangkan di sana, juga harga kebutuhan yang sangat mahal akibat agresi. Ita mengungkap, ia telah berjanji kepada warga Gaza, jika kembali ke Indonesia akan terus menyuarakan kondisi Gaza terutama Rumah Sakit Indonesia, sampai Gaza terbebas. #INAFORPALESTINA VOL.II menghadirkan Pertunjukkan Musik yang dimeriahkan oleh Arya Novanda, Black Horses, Crayola Eyes, Jinan Laetitia dan Feel Koplo. Selain itu juga ada pemutaran film dokumenter “Aida Returns” karya Carol Mansour, sutradara kelahiran Beirut, Lebanon dan Pameran 12 karya seni yang dilelang untuk penggalangan donasi Kemanusiaan untuk Palestina. Sejumlah pegiat kemanusiaan dan organisasi terlibat dalam Konser Kemanusiaan untuk Palestina ini, antara lain Dompet Dhuafa, Greenpeace, MER-C Indonesia, Palestina.ID, AJAR, INDOCS, Konner Advisory dan International Networking for Humanitarian

Pengurus Sekolah Darul Athfal Serahkan Donasi Palestina Melalui MER-C

Para Pengurus Sekolah PG-TKIT-SDIT Darul Athfal menyerahkan donasi untuk Palestina kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Sabtu (2/11).  Donasi diserahkan oleh Ketua Yayasan Al Aitam Ustaz Fajril Gois M,Pd., kepada Sekretaris MER-C Tina Leonard.  Penyerahan donasi bersamaan dengan Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Sekolah Darul Athfal.  Penggalangan donasi yang diinisiasi oleh Pengurus Sekolah Darul Athfal ini terkumpul dari jama’ah Mushola Al Isra dan warga sekitar.  Selain penyerahan donasi, Darul Athfal juga mengundang salah satu relawan medis MER-C yang pernah bertugas di Jalur Gaza, dr. Reyfal Khaidar, untuk memberikan informasi terkait situasi di Gaza dan menceritakan pengalamannya selama bertugas.  Dr. Reyfal mengatakan, selama memberikan pelayanan kesehatan di sana ia banyak menemui anak-anak Gaza yang luar biasa, yang mampu bertahan di tengah sulitnya kondisi akibat agresi dan blokade penjajah Israel.

Mulai Bertugas, Tim EMT MER-C ke-6 Tangani Sejumlah Pasien di Gaza City

Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-6 yang baru tiba di Jalur Gaza akhir Oktober lalu sudah mulai bertugas dan menangani sejumlah korban serangan penjajah Israel di Public Aid Hospital, di Gaza City. “Alhamdulillah, setelah melewati cek poin yang cukup ketat kita bisa sampai ke Gaza City dan melaksanakan tugas di sini, dan kemarin kita sudah mulai menangani korban-korban kekerasan yang kebanyakan anak-anak muda dan anak-anak. Kita sudah melakukan operasi terhadap tiga orang korban warga Gaza dengan luka tembak. Mereka (para korban) bukan tentara, bukan milisi tapi warga sipil yang menjadi sasaran peluru dari Zionis Israel,” kata salah satu relawan MER-C dr. Tufiq Nugroho, SpB., Selasa (5/10). Dr. Taufiq mengatakan, Tim harus melewati sejumlah cek poin dan pemeriksaan yang cukup ketat saat menempuh perjalanan menuju Gaza City. Bahkan perjalanan dari Amman, Yordania, yang biasanya hanya dalam satu hari kini memakan waktu hingga empat hari karena menunggu izin memasuki wilayah Gaza bersama konvoi kendaraan WHO.  Ia juga mengatakan, situasi saat ini cukup mencekam karena sepanjang hari terdengar suara drone yang berterbangan di langit sekitar Rumah Sakit, serta ledakan bom yang jaraknya tidak lebih satu kilo dari lokasi Tim bertugas. “Nyaris tidak ada bangunan yang utuh lagi di Gaza City. Kami sendiri merasa tidak masuk akal warga Gaza bisa bertahan dalam kondisi seperti ini. Kami butul-betul meyakini hanya Allah yang bisa memberikan kekuatan kepada mereka karena kehancuran yang terjadi benar-benar komplit. Untuk itu, bantuan dari saudara-saudara di seluruh dunia kepada mereka akan sangat membantu,” ujarnya. Seluruh relawan Medical Emergency Team (EMT) MER-C ke-6 telah berhasil masuk ke Jalur Gaza, Palestina, bersama sejumlah relawan lainya yang tergabung dalam konvoi WHO. Tim EMT MER-C ke-6 ini terdiri dari lima orang relawan yang diberangkatkan dalam dua tahap. Tahap pertama berangkat pada Sabtu (26/10), yaitu Dokter Bedah dr. Faradina Sulistiyani, Sp.B, Dokter Kandungan dr. Regintha Yasmeen, Sp. OG dan satu perawat Nadia Rosi, Amd.Kep. Ketiga relawan berhasil masuk Gaza hari Selasa (29/10). Dua relawan kemudian berangkat pada hari Selasa (29/10) l, yaitu Dokter Bedah dr. Taufiq Nugroho, SpB., FINACS. FICS, dan Perawat Kamal Putra Pratama, AMK., keduanya tiba di Gaza hari Kamis (31/10).

Ketua Masjid Salman ITB Berharap Kerja Sama dengan MER-C Terus Berjalan

Ketua Pengurus Yayasan Pembina Masjid Salman ITB Bandung Prof. Suwarno, M.T berharap, kerja sama yang telah terjalin dengan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dapat terus berjalan. “Kami juga bersama-sama banyak memberikan donasi, memberikan bantuan salah satunya melalui MER-C. Mudah-mudahan kebersamaan ini bisa berjalan terus dan kita kaum Muslimin dan bangsa Indonesia bisa terus memberikan bantuan sedapat mungkin untuk meringankan beban dari saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Suwarno di sela-sela acara Bandung for Gaza, Minggu (3/11). Menurutnya, kiprah MER-C sudah sangat terkenal sebagai salah satu lembaga yang terpercaya menyalurkan bantuan-bantuan dan terjun langsung ke daerah yang memerlukan bantuan, khususnya untuk Palestina. “Pada acara hari ini kita mendengarkan langsung bagaimana situasi di Palestina, di Gaza, bahwa mereka sangat senang dan mengharapkan uluran tangan dari kita, kebersamaan kaum Muslimin dan bangsa Indonesia. Oleh karena itu saya mengajak teman-teman, sahabat, kaum Muslimin dan Muslimat, para jamaah, mari terus kita galang bantuan untuk Palestina, untuk Gaza melalui lembaga terpercaya termasuk MER-C yang selama ini bersama-sama dengan kita,” kata Suwarno. Masjid Salman ITB bersama MER-C Indonesia serta sejumlah lembaga lainya seperti Komunitas Pejuang Subuh MRPI dan Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN), menggelar acara Bandung for Gaza pada 3 November 2024. Bandung for Gaza diramaikan dengan sejumlah acara di antaranya Walk for GAZA yang berlangsung pukul 06.00-09.00 WIB di CFD Dago, start Bundaran Cikapayang dan Finish di Masjid Salman, Bandung. Acara dilanjutkan dengan Live from GAZA bersama relawan MER-C, Talkshow bersama Relawan MER-C yang baru saja kembali dari Jalur Gaza dr. Dany K. Ramdhan, Sp.BS dan Ketua Presidium MER-C Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD., Sp.EM kemudian Tausyiah dari Ketua MUI Bandung KH. Miftah Faridl, di Masjid Salman ITB, Bandung. Selain itu juga ada Pameran Foto terkait kondisi Jalur Gaza serta dokumentasi kegiatan Relawan MER-C di Gaza.

Silahkan bertanya?